spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 8

Indosat Tercatat di Tiga Indeks ESG KEHATI

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi menjadi satu-satunya operator seluler yang terdaftar dalam tiga indeks ESG KEHATI untuk periode Juni hingga November 2026.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan kredibilitas perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.

Ketiga indeks tersebut adalah Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Sebagai tolok ukur utama investasi berbasis ESG di pasar modal Indonesia, SRI-KEHATI mewakili emiten dengan kinerja bisnis dan praktik keberlanjutan yang unggul.

Reski Damayanti, Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa implementasi prinsip ESG sangat penting untuk memitigasi risiko investasi dan menjaga ketahanan operasional.

“Maka dari itu, terdaftarnya Indosat dalam tiga indeks ESG KEHATI membuktikan upaya berkelanjutan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis agar berjalan selaras dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Masuknya Indosat dalam tiga indeks tersebut menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan profitabilitas. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan perseroan pada kuartal pertama 2026, dengan total pendapatan mencapai Rp15,2 triliun, naik 12% secara tahunan (YoY). Angka ini menjadi pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Pada tahun buku 2025, komitmen ESG Indosat terlihat dari capaian yang seimbang di aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Di bidang lingkungan, Indosat berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89% dengan efisiensi energi mencapai 51,89% berkat dukungan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Di sisi sosial, Indosat berkontribusi aktif dalam membangun 834.000 sumber daya manusia (SDM) digital melalui program IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling.

Perusahaan juga meningkatkan representasi kepemimpinan perempuan sebesar 27,3% sebagai wujud budaya kerja yang inklusif.

Sementara itu, dalam tata kelola, Indosat berkomitmen melindungi masyarakat dari ancaman digital melalui gerakan anti-spam dan anti-scam.

Perusahaan juga memperkuat penerapan perlindungan data pribadi serta menjalankan prinsip Good Corporate Governance untuk memastikan setiap keputusan bisnis dijalankan secara etis dan bertanggung jawab.

Capaian ini menunjukkan bagaimana keberlanjutan tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi juga terintegrasi dalam strategi bisnis, operasional, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan pelanggan di tengah perkembangan ekosistem digital.

Keberhasilan Indosat ini sejalan dengan tren positif di industri telekomunikasi tanah air. Sebelumnya, Telkom juga membuktikan kinerja solid dan optimis mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, Telkom terus memperkuat tata kelola demi mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, XLSMART juga menunjukkan kinerja pasca merger yang tumbuh signifikan dalam RUPST 2026. Sementara itu, inisiatif literasi digital terus digalakkan melalui program seperti Internet BAIK Series 8 oleh Telkomsel yang menjangkau 1.000 pelajar dan guru.

Ke depan, Indosat berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi ESG di seluruh aspek operasional. Perusahaan ingin menciptakan nilai jangka panjang yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan semakin terintegrasinya ESG dalam strategi perusahaan, Indosat akan terus menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab guna memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

MASTEL Dorong Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk 5G-Advanced dan 6G

Telko.id – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menggelar Seminar dan Workshop Nasional untuk mendorong alokasi spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi pengembangan jaringan 5G-Advanced dan 6G di Indonesia.

Acara bertajuk “Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia” ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, regulator, operator, dan pelaku industri.

Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno menegaskan urgensi pembahasan ini. “Pemanfaatan Upper 6 GHz merupakan agenda strategis yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang berbasis data, menyelaraskan perspektif, serta merumuskan rekomendasi yang mampu mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan agar Indonesia tidak mengulang keterlambatan adopsi 5G akibat ketersediaan frekuensi dan ekosistem yang belum memadai,” ujar Sarwoto.

Ia menambahkan bahwa kesiapan dalam memanfaatkan Upper 6 GHz akan memperkuat fondasi pengembangan layanan digital masa depan sekaligus meningkatkan daya saing nasional dalam ekonomi digital global.

Saat ini, pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) masih dalam tahap pembahasan kebijakan di Indonesia. Keputusan strategis terkait alokasi ini diyakini akan berdampak jangka panjang terhadap investasi digital, pengembangan jaringan, inovasi industri, serta daya saing nasional dalam mewujudkan Visi Digital Indonesia 2045.

Sejumlah tokoh kunci turut hadir, di antaranya Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto; Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Ditjen Infrastruktur Digital KOMDIGI, Adis Alifiawan; serta Koordinator Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas, Andreas Bondan Satriadi.

Dua Sesi Panel Strategis

Seminar ini menghadirkan dua sesi panel strategis. Sesi pertama membahas Nilai Utama Spektrum Upper 6 GHz untuk Manfaat Masyarakat dan Ekonomi Digital.

Panel ini menghadirkan Yishen Chan (Director of Spectrum Policy & Regulatory Affairs APAC, GSMA) beserta perwakilan dari Direktorat Penataan Spektrum Komdigi, Telkomsel, ITB, Telkom University, dan Huawei Technologies.

Sesi kedua membahas Peta Jalan Kebijakan Strategi Upper 6 GHz Indonesia. Panel ini menghadirkan Marwan O. Baasir (Direktur Eksekutif ATSI) bersama perwakilan dari Kemenko Polkam, Qualcomm International, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia.

Deklarasi Bersama dan Output Strategis

Sebagai bentuk komitmen nyata, seminar ini ditargetkan menghasilkan beberapa output krusial. Output tersebut meliputi Deklarasi Bersama Industri mengenai dukungan terhadap pemanfaatan Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband, Ringkasan Eksekutif, serta Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL.

Forum ini juga merekomendasikan pembentukan Working Group yang berfokus pada pengembangan spektrum 5G-Advanced dan 6G.

Melalui sinergi ini, MASTEL berharap dapat membangun pemahaman bersama demi terciptanya kebijakan spektrum nasional yang berkelanjutan, adaptif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di kancah global.

Langkah ini menjadi penegasan komitmen untuk merespons kebutuhan mendesak akan ketersediaan spektrum frekuensi mid-band yang memadai guna mendukung transformasi digital nasional.

CERT Ungkap Celah Router Tenda Bisa Bobol Akses Admin

Telko.id – Badan keamanan siber Amerika Serikat, CERT Coordination Center (CERT/CC), mengungkap adanya celah keamanan serius pada firmware sejumlah router Tenda yang dapat dimanfaatkan peretas untuk memperoleh akses administrator tanpa izin.

Jika berhasil dieksploitasi , kerentanan ini tidak hanya membahayakan router, tetapi juga berpotensi membuka jalan bagi pencuran data dan pembobolan akun pengguna.

Menurut CERT/CC, celah yang diberi kode CVE-2026-11405 ini masih belum diperbaiki karena produsen perangkat jaringan asal China tersebut tidak dapat dihubungi.

CERT/CC menjelaskan, celah ini disebabkan oleh mekanisme autentikasi yang tidak terdokumentasi pada fungsi login() di dalam binary web server /bin/httpd milik firmware.

Ketika pengguna mencoba login dan proses autentikasi standar berbasis MD5 gagal, sistem akan mengambil kata sandi alternatif dari nilai konfigurasi tertentu dan membandingkannya secara langsung dengan kata sandi polos yang dimasukkan pengguna dari jarak jauh.

Jika kedua kata sandi tersebut cocok, perangkat akan memberikan akses administrator penuh dan membuat sesi yang sah, terlepas dari nama pengguna yang dimasukkan.

Dengan kata lain, mekanisme ini akan menerima nama pengguna apa pun selama kata sandi rahasia yang tepat diberikan.

CERT/CC menyebut mekanisme ini tidak terdokumentasi di mana pun, termasuk tidak disebutkan pada antarmuka administratif perangkat, sehingga pengguna tidak menyadari risiko yang mengintai.

“Eksploitasi yang berhasil memberikan akses administratif penuh ke antarmuka web perangkat, terlepas dari kredensial akun administrator yang telah dikonfigurasi,” tulis CERT/CC dalam buletinnya, dikutip dari BleepingComputer, Kamis (9/7).

Meski demikian, tidak semua router Tenda terdampak. Kerentanan hanya ditemukan pada model dan versi firmware tertentu.

Celah keamanan CVE-2026-11405 ini diketahui berdampak pada lima kombinasi perangkat dan versi firmware Tenda, yakni Tenda FH1201, Tenda W15E, Tenda AC10, Tenda AC5, dan Tenda AC6 V2.

Baca Juga:

Karena itu, pengguna disarankan segera memeriksa apakah perangkat mereka termasuk dalam daftar yang terdampak dan menginstal pembaruan firmware terbaru apabila sudah tersedia dari produsen.

Selain memperbarui firmware, pengguna juga dianjurkan mengganti kata sandi administrator router dengan kombinasi yang kuat, menonaktifkan fitur remote management jika tidak diperlukan, serta memastikan jaringan Wi-Fi menggunakan enkripsi yang aman.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan apabila muncul kerentanan serupa di kemudian hari.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan siber tidak hanya bergantung pada perangkat seperti ponsel atau komputer, tetapi juga pada router yang menjadi gerbang utama koneksi internet di rumah maupun kantor.

OpenAI Rilis GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Lebih Natural

Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan GPT-Live, generasi terbaru model suara yang kini menjadi otak di balik ChatGPT Voice.

Berbeda dengan mode suara sebelumnya, GPT-Live dirancang agar percakapan dengan AI terasa lebih alami layaknya berbicara dengan manusia, berkat teknologi full-duplex yang memungkinkan AI mendengarkan dan berbicara secara bersamaan.

OpenAI mengatakan GPT-Live juga dapat memutuskan secara real-time kapan harus berbicara, mendengarkan, berhenti sejenak, menyela, atau menggunakan alat bantu (tools) seperti pencarian web atau fitur penerjemah bahasa.

Selain percakapan yang lebih alami, ChatGPT Voice kini juga menghadirkan peningkatan pada fitur penerjemahan secara langsung (live translation) serta kemampuan menampilkan visual pendukung ketika membahas topik seperti cuaca, olahraga, atau pasar saham.

OpenAI juga memperkuat aspek keamanan dengan sistem yang lebih baik untuk menangani percakapan sensitif dan memberikan respons yang sesuai bagi pengguna remaja.

GPT-Live hadir dalam dua buah varian, yakni GPT-Live-1 dan GPT-Live-1 mini. Model GPT-Live-1 tersedia bagi pengguna ChatGPT Go, Plus, dan Pro, sedangkan GPT-Live-1 mini diberikan kepada pengguna gratis.

Baca Juga:

Keduanya mulai diluncurkan secara global di ChatGPT untuk web, Android, dan iOS, serta akan segera tersedia melalui API bagi para pengembang.

Menurut hasil pengujian internal OpenAI, GPT-Live memperoleh tingkat preferensi pengguna yang lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode, mode suara ChatGPT sebelumnya.

Dalam uji percakapan selama 5-10 menit, salah satu tipe GPT-Live, yaitu GPT-Live-1 dipilih pengguna sebanyak 75,7 persen.

Sedangkan GPT-Live-1 mini, model yang lebih efisien dari GPT-Live-1, memperoleh tingkat preferensi 69,2 persen. Pengguna juga memberikan nilai lebih tinggi pada aspek kelancaran percakapan (flow of conversation) dan kenyamanan berbicara (pleasantness).

Pada pengujian kemampuan ilmiah GPQA, GPT-Live-1 dengan mode “High” mencatat akurasi sekitar 84,2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode yang meraih 45,3 persen.

Sementara pada benchmark BrowseComp yang menguji kemampuan pencarian web secara agen (agentic search), GPT-Live-1 High memperoleh akurasi 75,2 persen, jauh dari Advanced Voice Mode dengan 0,7 persen.

Peluncuran GPT-Live menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga menghadirkan interaksi yang semakin menyerupai percakapan manusia.

Dengan komunikasi suara yang lebih alami, ChatGPT berpotensi semakin banyak dimanfaatkan sebagai asisten digital untuk produktivitas, layanan pelanggan, hingga AI agent yang mampu membantu berbagai aktivitas sehari-hari.

Telkomsel Desak Pemerintah Segera Siapkan Spektrum untuk 5G dan 6G

Telko.id – Operator telekomunikasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mendesak pemerintah untuk segera mempersiapkan alokasi spektrum frekuensi, khususnya di pita 700 MHz, 900 MHz, hingga pita 6 GHz, guna mendukung pengembangan jaringan 5G dan kesiapan teknologi 6G di masa depan.

Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan Telkomsel dalam sebuah forum diskusi industri, A.MoolkynFurqan, VP Network Planning and Architecture Telkomsel.

Menurutnya, ketersediaan spektrum menjadi faktor vital bagi operator untuk memperluas jangkauan (coverage) dan meningkatkan kapasitas jaringan di tengah ledakan trafik data.

“Untuk coverage kita menggunakan 200 maupun 900, karena mudahnya sedang dilakukan tender 700, maka sebaiknya sudah mengakomodir keperluan dari operator ini. Karena ini sangat penting bagi operator untuk mengembangkan coverage,” ujarnya.

Spektrum 700 MHz dan 900 MHz untuk Coverage

Dalam pemaparannya, Telkomsel menekankan pentingnya pita rendah (low-band) seperti 700 MHz dan 900 MHz untuk memperluas jangkauan sinyal, terutama di daerah terpencil.

Saat ini, proses tender untuk Spektrum 700 MHz masih berlangsung, dan operator berharap alokasi ini segera rampung agar bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Jadi supaya coverage kita lebih besar maka kita perlu spectrum di 700 maupun 900,” tambahnya. Dengan coverage yang lebih luas, operator dapat memberikan layanan internet yang merata hingga ke pelosok negeri.

Pita 1.800 MHz hingga 2.300 MHz untuk Kapasitas

Tidak hanya coverage, Telkomsel juga menyoroti kebutuhan spektrum di pita menengah (mid-band) untuk menambah kapasitas jaringan. Seiring meningkatnya konsumsi data pengguna, operator memerlukan alokasi spektrum yang memadai agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Terus yang kedua terkait dengan coverage di mid-band, yaitu untuk kapasiti. Jadi semakin fine dan up pengguna data kita, sehingga kita perlu kapasiti. Jadi memang kita setara layar ini 1.800 bagi satu itu untuk keperluan kapasiti,” jelasnya. Sementara itu, pita 2.300 MHz juga dialokasikan untuk kapasitas, terutama untuk kebutuhan Very High Bit Rate (VHBR).

Pita 6 GHz: Kunci Masa Depan 6G

Yang paling krusial, menurut Telkomsel, adalah ketersediaan spektrum di pita 6 GHz. Pita ini dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kapasitas yang lebih besar lagi, terutama dalam mendukung layanan 5G dan transisi menuju 6G.

“Nah ini yang penting bagi operator, memang untuk 6 GHz ini memang sangat diperlukan untuk keperluan yang lebih besar kapasitas, kapasitas yang lebih besar lagi. Nah ini untuk bagi operator, spectrum ini ibarat tambang emas yang memang sangat berharga untuk kelangsungan hidup sebuah operator,” tegasnya.

Dengan adanya spektrum 6 GHz, operator dapat menyediakan layanan dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi masa depan seperti metaverse, smart factory, dan telemedicine. Hal ini sejalan dengan rekomendasi GSMA yang mendorong Indonesia untuk segera menyiapkan spektrum 6G.

“Jadi kenapa ini sangat penting, karena untuk menjaga pertumbuhan dari traffic kita terus mengadopsi 5G event sama sisi ke depannya, terus pastinya akan memastikan kualitas atau user experience dari pelanggan kita,” tambahnya.

Kolaborasi Industri dan Regulasi yang Jelas

Untuk mewujudkan hal tersebut, Telkomsel menekankan perlunya kolaborasi antara regulator, operator, akademisi, asosiasi industri, dan vendor teknologi seperti Huawei dan ZTE. Selain itu, diperlukan regulasi yang jelas dan roadmap spektrum nasional yang terarah.

“Nah ini yang apa aja yang diperlukan yaitu bandwidth availability-nya, terus networking teknologi pastinya kita juga akan bekerja sama berkolaborasi dengan industri seperti Huawei, ZTE, dan lain-lain. Terus tentunya juga harus didorong dengan aplikasi-aplikasi yang memang membutuhkan kecepatan tinggi atau kapasitas yang besar. Dan tentunya perlu regulatory yang mengatur semuanya supaya secara roadmap nasionalnya bisa jelas dan bisa terarah,” paparnya.

Manfaat 6G bagi Industri dan Bangsa

Dari perspektif industri, 6G merupakan evolusi teknologi yang harus diadopsi untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. Sementara dari sisi nasional, adopsi 6G diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, terutama di sektor enterprise dan industri.

“Begitu juga untuk national value-nya yaitu pastinya akan bisa memberikan pertumbuhan ekonomi kita yang lebih cepat lagi. Begitu juga untuk industrial yaitu untuk enterprise dan segala macamnya itu memang sampai sekarang banyak permintaan terkait dengan kecepatan dan kapasitas yang mungkin saat ini harus dipenuhi dengan versi mungkin 6G ke depannya,” ujarnya.

Untuk itu, Telkomsel berharap adanya kejelasan dari regulator, termasuk dalam hal proses lelang spektrum dan harmonisasi frekuensi secara global. Selain itu, operator juga mendorong adanya skema harga spektrum yang terjangkau (affordable spectrum pricing) agar operator dapat beroperasi secara berkelanjutan.

“Terkait dengan sustainability spectrum pricing yang affordable bagi operator karena ini juga sangat menjadi dukungan untuk operasional kita dan tentunya pasal employment terkait dengan human and readiness,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan regulasi yang tepat, Indonesia diharapkan tidak tertinggal dalam adopsi teknologi 5G dan 6G, serta mampu bersaing di kancah digital global.

GSMA Dorong RI Siapkan Spektrum 6G, Ini Kunci Daya Saing Digital

Telko.id – Global System for Mobile Communications Association (GSMA) mendorong Indonesia untuk segera menyusun strategi jangka panjang alokasi spektrum frekuensi, khususnya untuk menyambut era jaringan 6G yang diperkirakan mulai bergulir pada dekade 2030-an.

Yishen Chan, Director of Spectrum Policy & Regulatory Affairs (APAC) GSMA, menekankan bahwa spektrum pita tengah (mid-band) merupakan fondasi utama yang akan menentukan kualitas layanan 5G dan kesiapan transisi ke 6G di masa depan.

Dalam pemaparannya di sebuah forum industri, Yishen mengungkapkan bahwa adopsi 5G di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Salah satu penyebab utamanya adalah ketersediaan spektrum yang masih terbatas.

“Spektrum yang telah dikaitkan dan ditandatangani oleh pengendali mobile di Indonesia sedikit di belakang dari negara-negara Asia lain,” ujarnya. Padahal, konsumsi data per pengguna di Indonesia tergolong sangat tinggi, hampir dua kali lipat rata-rata Asia Tenggara, menunjukkan potensi pasar yang besar.

Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 450 MHz spektrum untuk layanan mobile di pita bawah dan tengah. Dengan adanya proses lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 700 MHz. Namun, Yishen menilai angka itu masih perlu ditingkatkan, terutama untuk spektrum pita tengah (mid-band) seperti 3,5 GHz yang menjadi tulang punggung kapasitas dan kecepatan 5G.

“Band di tengah-tengah adalah bagian yang sangat penting. Itu akan menentukan kualitas 5G lebih baik, dan di masa depan, 6G,” tegasnya.

GSMA memproyeksikan bahwa lalu lintas data mobile akan terus tumbuh signifikan. Dalam 5-10 tahun ke depan, pertumbuhan tahunan diperkirakan masih berada di kisaran 10-20%, namun dari basis yang sudah besar, angka tersebut tetap menghasilkan lonjakan trafik yang masif.

Oleh karena itu, ketersediaan spektrum yang memadai menjadi krusial untuk menghindari konstrain kapasitas, terutama di kota-kota padat seperti Jakarta.

Yishen juga memaparkan temuan menarik bahwa kualitas jaringan yang lebih baik mendorong peningkatan penggunaan data.

“Dengan jaringan 5G yang menawarkan keuntungan jauh lebih tinggi, orang-orang selalu menggunakan lebih banyak karena mereka mendapatkan pengalaman yang lebih baik,” jelasnya.

Hal ini menegaskan bahwa investasi pada spektrum tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga merangsang pertumbuhan ekosistem digital secara keseluruhan.

Visi 6G dan Kebutuhan Spektrum Masa Depan

Menurut laporan GSMA yang dirilis akhir tahun lalu, jaringan 6G diperkirakan akan mulai diperkenalkan secara global pada pertengahan tahun 2030-an.

Negara-negara seperti China, Jepang, Korea, dan Amerika Serikat diproyeksikan menjadi pionir. Teknologi 6G tidak hanya akan meningkatkan kecepatan, tetapi juga membuka kasus penggunaan baru seperti integrasi sensor dan komunikasi (sensing), komunikasi holografis, dan digital twin real-time yang didukung kecerdasan buatan (AI).

Untuk mendukung generasi baru ini, kebutuhan spektrum akan meningkat drastis. GSMA memperkirakan setiap operator membutuhkan sekitar 2-400 MHz spektrum kontinu per operator di era 6G, meningkat 4-5 kali lipat dari generasi sebelumnya.

Pita frekuensi 6 GHz (6.4-7.1 GHz) diidentifikasi sebagai pita utama (pioneer band) yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Keputusan di World Radiocommunication Conference (WRC) 2027 mendatang akan menjadi momen krusial dalam menentukan alokasi global pita ini.

Yishen mencontohkan beberapa negara di kawasan Asia yang sudah bergerak maju. India telah mengalokasikan 700 MHz di pita 6 GHz untuk IMT (International Mobile Telecommunications). China juga telah menetapkan pita 6 GHz untuk IMT dan sedang melakukan uji coba. Eropa pun telah memutuskan pita 6 GHz sebagai jalur utama untuk layanan 6G.

“Ada banyak perkembangan untuk pita 6 GHz untuk IMT. Saatnya berpikir tentang perencanaan jangka panjang ini adalah sekarang,” imbaunya.

GSMA secara konsisten mendorong pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk segera memulai perencanaan spektrum jangka panjang.

Organisasi ini menilai bahwa alokasi spektrum 6 GHz secara penuh untuk layanan mobile berlisensi akan memberikan manfaat sosial-ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan opsi tanpa lisensi (unlicensed) seperti Wi-Fi.

Analisis GSMA menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari opsi mobile berlisensi bisa mencapai 7 kali lebih tinggi, karena jaringan mobile lebih mampu membangun kapasitas jangka panjang yang dibutuhkan.

Meskipun Wi-Fi memiliki ruang spektrum yang luas di pita 2.4 GHz, 5 GHz, dan sebagian 6 GHz, Yishen mencatat bahwa adopsi teknologi Wi-Fi 6 dan 7 di Indonesia masih sangat rendah. Lebih dari 90% perangkat Wi-Fi di Indonesia masih menggunakan teknologi lawas (Wi-Fi 4 dan 5).

“Jaringan Wi-Fi sudah memiliki ruang yang cukup untuk berkembang. Mobile memiliki jaringan kurang dari setengahnya di Indonesia,” ujarnya, menekankan pentingnya keseimbangan alokasi spektrum untuk memaksimalkan potensi konektivitas nasional.

Laporan GSMA juga menyoroti peran penting AI dalam evolusi jaringan 6G. Di satu sisi, AI akan mendorong lahirnya aplikasi-aplikasi baru yang haus data, seperti video dan konten generatif, sehingga meningkatkan kebutuhan spektrum.

Di sisi lain, AI juga dapat digunakan untuk mengelola jaringan secara lebih efisien, mengoptimalkan penggunaan spektrum, dan menghemat energi.

“AI akan meningkatkan efisiensi jaringan mobile, tapi pada saat yang sama, AI juga akan menghasilkan banyak aplikasi baru yang mengembangkan data dan kebutuhan trafik,” jelas Yishen.

Dengan populasi muda yang besar dan pertumbuhan data yang eksplosif, Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global. Namun, peluang ini hanya bisa diraih jika didukung oleh infrastruktur spektrum yang memadai dan visioner. Keputusan yang diambil hari ini mengenai alokasi spektrum, terutama pita 6 GHz, akan sangat menentukan daya saing digital Indonesia dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

GSMA menekankan bahwa momentum perencanaan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pengembangan ekosistem perangkat 6G diperkirakan akan dimulai tahun depan dan terus menguat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia didorong untuk mulai menyusun peta jalan (roadmap) spektrum nasional yang komprehensif untuk menyambut era 6G.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren industri, Anda dapat membaca artikel tentang pengguna mobile dan perkembangan kabel bawah laut di kawasan Asia Pasifik.

DJI Osmo Pocket 4P Hadirkan Sistem Lensa Ganda

Telko.id – DJI secara resmi meluncurkan Osmo Pocket 4P di Jakarta, 8 Juli 2026. Kamera gimbal saku ini menjadi yang pertama dari DJI dengan sistem lensa ganda. Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan kualitas sinematik profesional dalam bentuk yang ringkas.

Osmo Pocket 4P menyasar content creator, filmmaker, vlogger, dan pengguna harian. Kamera ini mengusung sensor CMOS 1 inci terbaru. Sistem lensa gandanya terdiri dari lensa Wide-Angle dan Med-Tele, memungkinkan transisi mulus dari pengambilan lanskap luas ke potret sinematik.

“Sebagai mitra resmi DJI di Indonesia, kami berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi terbaru yang mampu menjawab kebutuhan kreator di berbagai level. DJI Osmo Pocket 4P menghadirkan kombinasi antara kualitas sinematik profesional, portabilitas, dan kemudahan penggunaan dalam satu perangkat. Kami percaya produk ini akan menjadi solusi ideal bagi para filmmaker, content creator, hingga pengguna sehari-hari yang ingin menghasilkan konten berkualitas tinggi kapan pun dan di mana pun,” ujar Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle.

Kamera ini menawarkan rentang dinamis hingga 17 stop. Dukungan perekaman slow-motion 4K/240fps dan profil warna D-Log 2 10-bit juga disematkan. Profil ini mampu menangkap lebih dari satu miliar warna untuk fleksibilitas maksimal dalam color grading.

Dua Lensa untuk Kebebasan Kreatif

Lensa utama Wide-Angle menggunakan sensor CMOS 1 inci dengan teknologi LOFIC. Teknologi ini menghasilkan rentang dinamis 17 stop untuk detail optimal di area terang dan gelap. Lensa ini ideal untuk lanskap, cityscape, dan dokumentasi perjalanan.

Sementara itu, lensa Med-Tele 60mm dengan aperture f/1.8 dirancang untuk potret natural dan sinematik. Dukungan zoom optik hingga 3x dan zoom hingga 12x memberikan fleksibilitas jarak jauh. Pengguna bisa mengambil gambar tanpa harus mendekati subjek.

Untuk kebutuhan produksi serius, perekaman 4K/240fps memungkinkan efek slow-motion ultra-HD hingga 8x. Fitur ini menangkap setiap detail gerakan secara dramatis dan imersif. Dipadukan dengan rentang dinamis 17 stop, kamera ini unggul di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk malam hari.

Stabilisasi dan Pelacakan Cerdas

Osmo Pocket 4P mewarisi teknologi stabilisasi dari lini Ronin DJI. Gimbal mekanis 3-axis memastikan rekaman tetap stabil dan halus saat bergerak. Fitur ini sangat penting untuk vlogging atau pengambilan gambar dinamis.

DJI juga menghadirkan ActiveTrack 8.0 yang ditingkatkan. Sistem ini menjaga subjek tetap di tengah frame secara akurat. Pelacakan mampu mengenali manusia, kendaraan, hewan peliharaan, dan objek bergerak lainnya. Pengguna bisa fokus pada proses bercerita tanpa khawatir kehilangan momen.

Kreativitas semakin mudah berkat fitur pintar seperti Instant Recording, cukup putar layar sentuh untuk mulai merekam. Gesture Control memungkinkan pengguna mengaktifkan ActiveTrack atau perekaman dengan gestur tangan. Fitur 4K Live Photo mengabadikan momen bergerak secara otomatis.

Kamera ini juga mendukung foto resolusi tinggi 37MP untuk detail tajam dan fleksibel. Transfer data hingga 800MB/s mempercepat pemindahan file. Pengisian daya cepat (0-80% dalam 18 menit) dan daya tahan hingga 210 menit memungkinkan perekaman lebih lama.

Osmo Pocket 4P kompatibel dengan berbagai aksesori ekosistem Osmo, termasuk filter ND, Black Mist Filter, Wide-Angle Lens, Battery Handle, Mini Tripod, dan perangkat audio OsmoAudio. Integrasi ini memperluas kemungkinan kreatif pengguna.

Perangkat ini hadir di tengah persaingan ketat di pasar kamera gimbal. Sebelumnya, DJI Osmo Pocket 4 telah membawa sensor 1 inci dan rekaman 4K/240fps. Osmo Pocket 4P menyempurnakan pendahulunya dengan sistem lensa ganda.

Di sisi lain, Honor Robot Phone menawarkan gimbal 3-aksis unik untuk fotografi dan video. Sementara itu, vivo dikabarkan menggarap kamera vlogging yang akan menjadi pesaing langsung DJI.

Harga dan Ketersediaan

DJI Osmo Pocket 4P tersedia dalam dua konfigurasi. Standard Combo dibanderol Rp11.510.000, sedangkan Vlog Combo seharga Rp12.590.000.

Produk bergaransi resmi bisa didapatkan melalui DJI Official Online Store di Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Lazada. Pembelian offline tersedia di DJI Experience Store, Urban Republic, erafone, iBox, dan toko kamera pilihan di seluruh Indonesia.

HGI Gelar Pesta Bola 2026, Hadirkan Legenda Luis Figo

Telko.id – Higgs Games Island (HGI) resmi mengumumkan penyelenggaraan Pesta Bola HGI 2026, sebuah program yang memadukan olahraga profesional dan rekreasional.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional dan akan digelar pada 12 Juli 2026 di fX Sudirman, Jakarta.

Kehadiran legenda sepak bola asal Portugal, Luís Figo, menjadi daya tarik utama dalam helatan ini. Peraih Ballon d’Or 2000 tersebut dijadwalkan mengadakan sesi meet and greet pada pukul 17.00 WIB. HGI membuktikan bahwa olahraga rekreasional bisa bersanding dengan olahraga profesional melalui acara ini.

Menurut perwakilan HGI, Ray, inisiatif ini merupakan bentuk dukungan terhadap perhatian pemerintah pada pengembangan olahraga di Indonesia, baik profesional maupun rekreasional.

“Kita sebagai penyedia layanan akan terus mendukung lembaga mitra strategis pemerintah dalam memajukan olahraga pikiran,” jelasnya.

HGI memposisikan diri sebagai akselerator teknologi dan olahraga yang berkesinambungan. Melalui Pesta Bola HGI 2026, perusahaan meyakini bahwa masyarakat umum yang menjadi pemain olahraga rekreasional bisa mengambil banyak pembelajaran dari pelaku olahraga profesional seperti Luís Figo.

Dukungan KORMINAS untuk Olahraga Pikiran

Perkembangan teknologi dan platform online turut menjadi perhatian serius dari KORMINAS. Generasi muda yang sudah terpapar teknologi sejak dini akan menghadapi era baru olahraga kompetitif, termasuk olahraga pikiran.

KORMINAS melihat potensi besar dari simpul-simpul komunitas untuk pengembangan olahraga pikiran. HGI sebagai inisiator berkomitmen menjaga koridor olahraga digital yang berangkat dari kemampuan pemain dengan dukungan komunitas, serta mengacu pada aturan hukum dan nilai-nilai budaya Indonesia.

Sinergi visi dan misi antara HGI dan KORMINAS diharapkan bisa menjaga ekosistem olahraga pikiran digital tetap berkelanjutan. Kedua pihak sepakat bahwa masa depan olahraga pikiran ada pada generasi muda.

Inspirasi dari Sang Legenda

Luís Figo dikenal sebagai legenda sepak bola dengan kecerdasan taktik dan strategi di lapangan hijau. Semangat yang sama juga dibutuhkan dalam olahraga pikiran, termasuk domino di dalamnya.

Kehadiran Figo di Pesta Bola HGI 2026 diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. KORMINAS menilai regenerasi olahraga pikiran bisa berjalan lebih maksimal melalui sinergi kedua pihak.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung aksi dan bertemu dengan sang legenda, pastikan hadir di fX Sudirman pada 12 Juli 2026 pukul 17.00 WIB. Acara ini terbuka untuk umum dan menjadi bukti bahwa olahraga rekreasional bisa berjalan beriringan dengan olahraga profesional.

Dengan semangat memadukan olahraga profesional dan rekreasional, Pesta Bola HGI 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Indonesia. Dukungan dari KORMINAS dan kehadiran legenda seperti Luís Figo membuktikan bahwa olahraga pikiran memiliki tempat yang setara di industri olahraga tanah air.

EZVIZ Hadirkan Seamless Living di Indo Build Tech 2026

Telko.id – EZVIZ resmi berpartisipasi dalam pameran Indo Build Tech (IBT) 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Melalui ajang ini, EZVIZ memperkenalkan konsep “Seamless Living, Smarter Protection” yang mengintegrasikan kenyamanan hunian dengan keamanan premium.

Konsep ini menjadi pilar utama kampanye #SmartEZtCombo yang diluncurkan pada Mei lalu. Di booth NA-3, Hall Nusantara, pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana perangkat pintar EZVIZ saling terhubung melalui satu aplikasi terpadu.

Integrasi ini memungkinkan pengguna mencegah potensi risiko keamanan sebelum terjadi, sejalan dengan pesan regional “Easier Days, Safer Nights”.

Paul Fang, Country Manager EZVIZ Indonesia, menyatakan bahwa partisipasi di IBT 2026 menjadi momentum penting.

“Kami berkomitmen membantu masyarakat menikmati keseharian yang lebih nyaman di siang hari sekaligus menghadirkan rasa aman dan ketenangan maksimal di malam hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi keamanan rumah kini tidak hanya fokus pada pemantauan, tetapi juga pencegahan risiko. Integrasi antar-perangkat yang responsif dan dapat dikontrol melalui satu aplikasi EZVIZ memberikan pengalaman smart living yang lebih praktis, aman, dan efisien.

Oktavia Mega Wati, Marketing Manager EZVIZ Indonesia, menjelaskan bahwa booth dirancang dengan area demonstrasi interaktif. Kampanye #SmartEZtCombo dihadirkan secara nyata melalui produk terbaru seperti smart lock DL50FVS Plus dan DL20FVS Plus yang mengusung teknologi face recognition serta palm vein recognition.

“Pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga dapat mencoba langsung kemampuan Smart Integration, di mana kamera keamanan secara otomatis merekam area pintu masuk dan mengirimkan notifikasi real-time ketika akses pintu dibuka,” jelas Oktavia.

Deretan Inovasi #SmartEZtCombo di IBT 2026

Di booth IBT 2026, EZVIZ memamerkan berbagai produk unggulan yang menjadi pilar ekosistem #SmartEZtCombo. Smart lock premium DL50FVS Plus menggunakan teknologi face recognition untuk akses hands-free, sementara DL20FVS Plus dilengkapi palm vein recognition yang sulit dipalsukan.

Pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi Smart Integration, di mana smart lock terhubung langsung dengan kamera keamanan. EZVIZ turut menghadirkan solusi smart entry HP5 yang memungkinkan pengguna melihat dan berkomunikasi dengan tamu secara langsung.

Untuk kebutuhan kamera keamanan, EZVIZ menyediakan HB8 Lite 4G Kit dan H9c Dual 4G bagi area dengan keterbatasan Wi-Fi. Sementara untuk kategori Wi-Fi, tersedia H9c Dual, H8c Pro 2K, C6N G1 4K, hingga H7c Dual 2K+. Informasi lebih lengkap tentang produk terbaru dapat disimak di portal Telko.id.

Beragam Aktivitas Interaktif dan Promo Spesial

Selama pameran, EZVIZ menghadirkan berbagai program interaktif dan penawaran khusus. Pengunjung dapat menikmati diskon spesial hingga 60% serta promo bundling untuk produk smart lock dan kamera keamanan pilihan.

Tantangan interaktif harian “Guess The Code” mengajak pengunjung menebak kombinasi angka pada smart lock. Pemenang berkesempatan membawa pulang hadiah seperti H9c Dual 4G, HB8 Lite 4G Kit, DL04 Pro, DL05, atau DL20FVS Plus, dengan total nilai hadiah mencapai Rp10 juta.

Permainan “Catch The Stick” tersedia bagi konsumen yang melakukan transaksi. Poin yang diperoleh dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah seperti tumbler Corkcicle, kamera H8c 2K/TY1 2K, jaket, laptop sleeve, dan merchandise eksklusif lainnya.

Sesi “Ask The EZpert” diadakan setiap hari pukul 13.00 WIB dan 17.00 WIB, memberikan kesempatan bagi pengunjung berkonsultasi mengenai kebutuhan smart home maupun kendala teknis. Aktivitas “Snap Your #EZVIZMOMENT” di area mirror photo spot mengajak pengunjung mengabadikan momen dan mengunggahnya ke Instagram Stories.

Program “Register and Win” melalui registrasi digital menggunakan QR code memberikan kesempatan memenangkan lucky draw senilai total Rp15 juta untuk 10 pemenang. Pengumuman akan dilakukan pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 20.00 WIB.

Semua produk EZVIZ tersedia melalui EZVIZ official store di berbagai platform e-commerce serta jaringan toko elektronik resmi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai promo #SmartEZtCombo dapat diakses melalui website resmi EZVIZ Indonesia dan akun sosial media resmi EZVIZ Indonesia di Instagram dan TikTok.

Indonet Perkuat Jaringan Fiber dan Data Center untuk Dukung AI

Telko.id – Indonet, penyedia layanan konektivitas dan data center di Indonesia, terus memperkuat infrastruktur jaringannya untuk mendukung percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan ekonomi digital nasional.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembangunan jaringan fiber optik bawah tanah berkapasitas besar dan pengembangan ekosistem data center yang terintegrasi.

Dalam sebuah diskusi baru-baru ini, jajaran manajemen Indonet memaparkan sejumlah inisiatif kunci yang tengah dijalankan. Fokus utama adalah pada peningkatan kapasitas, keandalan, dan jangkauan jaringan, terutama untuk menghubungkan pusat-pusat data yang terus bermunculan di kawasan timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

“Kita melihat ke depan permintaan dari fiber connections akan meningkat. Satu kabel yang kita gunakan sudah menggunakan teknologi underground dengan kapasitas 576 core, dan dalam satu rute kita tanam lebih dari satu kabel, sehingga totalnya bisa lebih dari 1000 core,” jelas Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet.

Kapasitas besar ini memungkinkan Indonet menjawab kebutuhan konektivitas antar data center dengan harga yang lebih kompetitif.

Teknologi HDD untuk Keandalan Jangka Panjang

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jaringan fiber optik di perkotaan adalah gangguan dari aktivitas penggalian utilitas lain.

Untuk mengatasinya, Indonet mengadopsi teknik Horizontal Directional Drilling (HDD) yang memungkinkan kabel ditanam pada kedalaman 1,5 hingga 2 meter. Ini jauh lebih dalam dibandingkan standar umum yang hanya 30-50 cm.

“Harapannya semakin dalam kita gali, semakin minim potensi gangguan dari aktivitas penggalian kabel PLN atau kabel lainnya di Jakarta. Kami juga punya tim patroli untuk melakukan pengawasan di titik-titik yang rawan aktivitas,” tambahnya.

Dengan teknik ini, risiko putusnya kabel akibat proyek pemerintah atau pembangunan saluran air bisa diminimalkan secara signifikan.

Selain kedalaman, keandalan juga dijaga melalui desain jaringan dengan diverse routing. Untuk menghubungkan satu data center, Indonet membangun minimal tiga rute yang berbeda.

“Kalau ada satu rute putus, dua rute lainnya masih standby untuk membackup semua traffic. Ini adalah bentuk proteksi terhadap insiden yang tidak bisa kita kontrol,” jelas tim teknis Indonet.

Ekosistem Data Center CGK Campus 500 MW

Penguatan jaringan ini juga mendukung pengembangan ekosistem data center di Indonesia, termasuk CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia.

Bersama-sama, platform konektivitas Indonet dan platform data center Digital Edge menghadirkan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung percepatan pertumbuhan AI, cloud, dan ekonomi digital Indonesia.

Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek CGK Campus mencapai 4,5 miliar USD. Pembangunan tahap awal ditargetkan rampung pada 2028 hingga 2029.

“Jumlah capex yang sangat besar, deployment-nya tergantung antisipasi permintaan dari customer. Kami tidak mau terlalu early karena akan membebani biaya bunga, tapi juga tidak mau terlambat karena akan direbut kompetitor,” ungkap Donauly.

Persaingan di industri data center kian ketat. Banyak pemain baru, termasuk dari luar negeri, yang mulai membangun data center di area timur Jakarta.

“Semua orang membangun di Cikarang dan Karawang, walaupun dengan sisa land bank dan power yang terbatas. Ini menjadi tantangan tersendiri,” tambahnya. Oleh karena itu, timing pembangunan menjadi krusial agar tidak terlalu awal maupun terlambat.

Strategi bisnis Indonet juga mengantisipasi kebutuhan jangka panjang. “Kami sudah memiliki beberapa customer, baik dari sisi hyperscale maupun enterprise. Tapi pembangunan ini tidak semata-mata didorong oleh kontrak jangka panjang. Kami juga mengantisipasi kebutuhan di luar kontrak existing agar bisa terus survive dalam bisnis ini,” jelas Donauly menambahkan.

Delisting dari Bursa untuk Kelincahan Bisnis

Dalam langkah strategis lainnya, Indonet telah memutuskan untuk melakukan delisting dari bursa efek. Keputusan ini telah mendapatkan persetujuan RUPS pada akhir April lalu dan persetujuan OJK pada 23-24 Juni 2024. Periode tender offer berlangsung dari 25 Juni hingga 24 Juli 2024.

“Delisting akan memberikan manfaat bagi grup kami dalam sisi kelincahan. Kami memerlukan integrasi yang seamless dengan platform Digital Edge yang ada di 9 negara. Sebagai listed company, kami harus men-disclose banyak hal. Dengan 92,1% saham dimiliki oleh Digital Age, delisting dinilai lebih banyak faedahnya,” ungkap manajemen.

Dengan delisting, Indonet bisa lebih cepat mengeksekusi strategi tanpa harus melalui mekanisme RUPS yang panjang.

“Kami bisa lebih lincah, lebih cepat, dan tidak perlu menurunkan persimpulan atau mendukung listing. Ini juga menjadi kesempatan baik bagi publik dan retail shareholders untuk mendapatkan akses dengan harga yang menarik,” tutupnya.

Langkah Indonet ini sejalan dengan tren penguatan ekosistem AI di Indonesia. Beberapa perusahaan lain juga tengah membangun fondasi serupa, seperti yang dilakukan oleh XLSMART dan Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional.