Telko.id – Anthropic resmi meluncurkan Claude Science, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu para ilmuwan mempercepat penelitian ilmiah dan proses penemuan obat.
Berbeda dengan chatbot AI lainnya, Claude Science hadir sebagai AI workbench yang menggabungkan berbagai alat riset, analisis data, dan komputasi dalam satu lingkungan kerja.
Baca Juga:
- Anthropic Gandeng Samsung untuk Kembangkan Chip AI Sendiri
- Sempat Diblokir, Akses Claude Mythos 5 Dibuka Secara Terbatas
Head of Life Sciences Anthropic, Eric Kauderer-Abrams, mengatakan peluncuran Claude Science menjadi bukti bahwa perusahaan memandang riset ilmiah sebagai salah satu fokus pengembangan AI.
“Ini penting karena kesempatan terbesar AI untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia ada di bidang ilmu hayati (life sciences),” ujar Kauderer-Abrams dalam sebuah pernyataan.
AI ini dirancang sebagai AI agent (agen AI), sehingga dapat menjalankan berbagai tugas penelitian secara mandiri setelah diberi instruksi singkat oleh pengguna. Dengan aneka perintah atau prompt, Claude Science disebut mampu:
- menulis dan menjalankan kode untuk analisis ilmiah;
- mengelola pekerjaan komputasi pada klaster komputer (computer cluster);
- mengakses berbagai perangkat lunak dan basis data ilmiah;
- membantu analisis genetika, kimia, serta biologi protein;
- mendokumentasikan seluruh proses penelitian agar hasilnya mudah direproduksi dan diverifikasi.
Salah satu fokus utama Claude Science adalah mendukung industri dalam menemukan kandidat obat baru.
AI dapat membantu peneliti mengidentifikasi molekul yang berpotensi menjadi obat, menganalsis struktur protein, serta mempercepat proses pencarian senyawa yang layak untuk diuji lebih lanjut.
Meski demikian, Anthropic menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu penelitian dan tidak menggantikan proses uji laboratorium maupun uji klinis yang tetap wajib dilakukan sebelum obat dapat dipasarkan.
Teknologi ini lebih tepat diposisi kan sebagai asisten penelitian yang membantu mempercepat penemuan ilmiah, sementara validasi akhir tetap harus dilakukan melalui pengujian laboratorium dan uji klinis.
Dalam demonstrasinya, Anthropic menunjukkan kemampuan Claude Science mengidentifikasi kandidat obat untuk fenilketonuria (PKU), penyakit genetik langka yang mengganggu kemampuan tubuh memecah asam amino fenilalanin.
Anthropic juga akan memakai model AI ini untuk riset internal guna mencari kandidat obat bagi berbagai penyakit langka dan neglected diseases. Langkah ini sekaligus menjadi ajang menguji kemampuan AI tersebut dalam penelitian dunia nyata.
Untuk ketersediaan, Anthropic mengatakan Claude Science kini sudah bisa dipakai seluruh pelanggan berbayar Claude, sebagaimana dilansir dari TechnologyReview, Senin (6/7/2026).


