spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Gemini dan Claude Makin Kuat, Dominasi ChatGPT Menyusut

Telko.id – ChatGPT masih menjadi chatbot AI paling populer di dunia, tetapi dominasinya mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Namun, kini dominasi ChatGPT mulai terkikis. Laporan terbaru State of AI Report dari Sensor Tower menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya, pangsa pasar ChatGPT turun ke bawah 50 persen.

Pada Mei 2026, chatbot tersebut tercatat menguasai 46,4 persen pasar chatbot AI global. Sekilas angka itu masih terlihat sangat besar. Hampir separuh pengguna chatbot AI di dunia masih menggunakan ChatGPT.

Pada Desember 2025 lalu misalnya, pangsa pasar ChatGPT masih 52,8 persen, lebih rendah dibanding Desember 2024 yang mencapai 65,3 persen.

Sebaliknya, jumlah pengguna aktif bulanannya justru terus bertambah dan telah melampaui 1 miliar pengguna.

Sensor Tower mencatat jumlah pengguna aktif bulanan ChatGPT kini telah melampaui 1,1 miliar orang. Angka itu meningkat signifikan dibanding sekitar 900 juta pengguna aktif bulanan yang tercatat pada Februari 2026.

Pencapaian tersebut membuat ChatGPT menjadi chatbot AI pertama yang berhasil menembus satu miliar pengguna aktif bulanan. Layanan ini juga disebut sebagai salah satu platform online dengan pertumbuhan tercepat yang pernah mencapai tonggak tersebut.

Baca Juga:

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar AI berkembang jauh lebih cepat dibanding pertubuhan ChatGPT itu sendiri.

Jika dulu ChatGPT menjadi pilihan utama hampir untuk semua kebutuhan AI, kini pengguna mulai menggunakan beberapa chatbot sekaligus sesuai keunggulannya masing-masing.

Gemini semakin kuat berkat integrasi dengan ekosistem Google, sementara Claude mulai populer di kalangan profesional karena kemampuannya mengelola dokumen panjang dan tugas produktivitas yang kompleks.

Faktor yang memengaruhi pilihan pengguna pun tidak selalu berkaitan dengan kualitas fitur. Sensor Tower mencatat bahwa pengumuman kerja sama OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) pada Februari lalu sempat diikuti peningkatan jumlah pengguna yang menghapus aplikasi ChatGPT.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa keputusan bisnis perusahaan juga dapat memengaruhi persepsi sebagian pengguna terhadap sebuah layanan AI.

Di tengah persaingan yang makin ramai, perusahaan-perusahaan AI juga mulai mencari cara baru untuk menghasilkan pendapatan.

OpenAI misalnya, dilaporkan mulai bereksperimen dengan iklan di ChatGPT sejak Februari 2026. Pada Mei lalu, sekitar 17 persen pengguna harian ChatGPT disebut sudah menerima iklan saat menggunakan layanan tersebut.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa strategi bisnis OpenAI mulai berkembang. Jika sebelumnya pendapatan banyak ditopang oleh layanan berlangganan, kini perusahaan juga mencoba membuka sumber pemasukan dari sektor periklanan.

Sejauh ini, pengiklan terbesar di ChatGPT berasal dari kategori perangkat lunak dan belanja. Setelah itu menyusul sektor media dan hiburan, serta makanan dan restoran. Tidak hanya itu, ChatGPT juga dilaporkan semakin aktif mengarahkan pengguna ke situs belanja online melalui tautan referensi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU