spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Spektrum 700 MHz Segera Rilis, Pemerintah Targetkan Sebelum HUT RI

Telko.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) memastikan proses seleksi pita spektrum 700 MHz dan 2600 MHz sudah berjalan.

Targetnya, spektrum ini bisa dinikmati masyarakat sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital KomDigi, Denny Setiawan, dalam sebuah diskusi.

“Kapan jadi 5G-nya dirilis? Sekarang kita sedang proses seleksi, Pak. 700 MHz. Mudah-mudahan sebelum Indonesia merdeka, 100 MHz bisa rilis,” ujar Denny.

Ia menambahkan bahwa dengan dirilisnya spektrum ini, implementasi jaringan 5G di Indonesia diharapkan bisa lebih optimal.

“Dan nanti 5G-nya 5G beneran. Ya, bukan 5G rasa 2G,” tegasnya, menyindir kualitas layanan yang belum maksimal selama ini.

Pernyataan ini disambut antusias oleh para pemangku kepentingan di industri telekomunikasi. Mereka menilai langkah pemerintah ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Kehadiran spektrum 700 MHz yang memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung yang baik, serta 2600 MHz yang menawarkan kapasitas besar, diyakini menjadi fondasi utama bagi ekosistem 5G yang masif.

Pendorong Ekonomi Digital dan Kedaulatan Teknologi

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menekankan bahwa 5G bukan sekadar tentang kecepatan internet. Lebih dari itu, teknologi ini merupakan infrastruktur kritis yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Kita lihat dari perkembangan dan potensi ekonomi digital. Semakin banyak sekarang aplikasi, semakin banyak use case, aktivitas yang dilakukan dengan membutuhkan connectivity sebagai condition utamanya,” jelas Ronni.

Ia mencontohkan negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, dan India yang telah menetapkan 5G sebagai prioritas nasional. Vietnam, misalnya, memiliki ambisi bahwa lebih dari 30% PDB mereka pada 2030 akan berasal dari ekonomi digital.

“Bayangkan potensi yang sangat besar untuk Indonesia, saya tahu hampir 300 billion US dollar, potensinya 2030 mungkin lebih kalau kita bisa masifkan lagi implementasi 5G,” tambahnya.

Ronni juga menyoroti pentingnya kedaulatan digital di tengah ketegangan geopolitik global. Menurutnya, Indonesia harus memiliki akses yang berimbang ke berbagai ekosistem teknologi.

“Jangan sampai kita cuma punya akses ke satu ekosistem digital. Kalau misalkan siapa tahu ada terjadi geopolitical issue, perang, ancaman, supply chain, security issue, nah itu akan membuat kita di posisi yang tidak bagus,” ujarnya. Diversifikasi penyedia solusi menjadi kunci untuk menjaga resiliensi konektivitas nasional.

XLSMART Targetkan 80 Kota 5G Blanket Coverage

Keyakinan akan masa depan 5G juga ditunjukkan oleh operator seluler XLSMART. Group Head Regulatory Diplomacy & Advocacy XLSMART, Alvin Iskandar Aslam, mengungkapkan ambisi perusahaannya untuk menjadi pionir dalam implementasi 5G di Indonesia.

“Baru satu tahun satu bulan umur perusahaan kami, Pak. Jadi artinya kami ini lagi lucu-lucunya nih. Bayi yang baru lahir dan kami begitu lahir langsung pinginnya lari,” canda Alvin.

Alvin menegaskan bahwa 5G menjadi pembeda utama bagi XLSMART dalam melayani masyarakat. Perusahaan menargetkan untuk melakukan roll out jaringan 5G secara masif di 80 kota di Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang hanya bersifat titik-titik, XLSMART kini fokus pada kota-kota yang dinilai layak dan memiliki potensi adopsi 5G yang tinggi, baik untuk sektor konsumen maupun industri.

“Kami benar-benar lihat kota mana yang layak untuk dipakai sebagai bukan percontohan, dipakai sebagai, oh disini memang area 5G akan berkembang. Seperti tadi yang diceritakan Pak Ronni, bukan hanya pengguna dari kita-kita ini personal, industri ada disana. Dunia kesehatan bisa pakai disana,” jelas Alvin.

Langkah agresif ini sejalan dengan peluncuran Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama yang telah mereka lakukan bersama ZTE.

Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menambahkan bahwa kehadiran 5G juga akan mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pola lalu lintas data di era AI akan berbeda dengan era 4G.

“Karena kalau 4G lebih ke download, kalau AI bisa jadi beda traffic-nya,” ujarnya.

Kombinasi antara konektivitas 5G berkecepatan tinggi dan kemampuan komputasi AI diyakini akan melahirkan berbagai inovasi baru di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan kesehatan.

Meski optimisme tinggi, para pemangku kepentingan juga mengingatkan bahwa ekosistem 5G tidak hanya bergantung pada ketersediaan spektrum dan jaringan.

Faktor lain seperti harga perangkat yang terjangkau dan ketersediaan konten atau aplikasi yang relevan juga menjadi kunci.

“Tidak cukup 5G juga kita ekosistemnya tadi backbone-nya maupun juga, jangan lupa device-nya. Device-nya juga kalau bisa, tidak terlalu mahal,” pesan Denny Setiawan, mengingatkan bahwa kesuksesan 5G membutuhkan kerja sama seluruh rantai ekosistem. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU