Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan GPT-Live, generasi terbaru model suara yang kini menjadi otak di balik ChatGPT Voice.
Berbeda dengan mode suara sebelumnya, GPT-Live dirancang agar percakapan dengan AI terasa lebih alami layaknya berbicara dengan manusia, berkat teknologi full-duplex yang memungkinkan AI mendengarkan dan berbicara secara bersamaan.
OpenAI mengatakan GPT-Live juga dapat memutuskan secara real-time kapan harus berbicara, mendengarkan, berhenti sejenak, menyela, atau menggunakan alat bantu (tools) seperti pencarian web atau fitur penerjemah bahasa.
Selain percakapan yang lebih alami, ChatGPT Voice kini juga menghadirkan peningkatan pada fitur penerjemahan secara langsung (live translation) serta kemampuan menampilkan visual pendukung ketika membahas topik seperti cuaca, olahraga, atau pasar saham.
OpenAI juga memperkuat aspek keamanan dengan sistem yang lebih baik untuk menangani percakapan sensitif dan memberikan respons yang sesuai bagi pengguna remaja.
GPT-Live hadir dalam dua buah varian, yakni GPT-Live-1 dan GPT-Live-1 mini. Model GPT-Live-1 tersedia bagi pengguna ChatGPT Go, Plus, dan Pro, sedangkan GPT-Live-1 mini diberikan kepada pengguna gratis.
Baca Juga:
- Gemini dan Claude Makin Kuat, Dominasi ChatGPT Menyusut
- Anthropic Luncurkan Claude Science untuk Riset Obat AI
Keduanya mulai diluncurkan secara global di ChatGPT untuk web, Android, dan iOS, serta akan segera tersedia melalui API bagi para pengembang.
Menurut hasil pengujian internal OpenAI, GPT-Live memperoleh tingkat preferensi pengguna yang lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode, mode suara ChatGPT sebelumnya.
Dalam uji percakapan selama 5-10 menit, salah satu tipe GPT-Live, yaitu GPT-Live-1 dipilih pengguna sebanyak 75,7 persen.
Sedangkan GPT-Live-1 mini, model yang lebih efisien dari GPT-Live-1, memperoleh tingkat preferensi 69,2 persen. Pengguna juga memberikan nilai lebih tinggi pada aspek kelancaran percakapan (flow of conversation) dan kenyamanan berbicara (pleasantness).
Pada pengujian kemampuan ilmiah GPQA, GPT-Live-1 dengan mode “High” mencatat akurasi sekitar 84,2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Advanced Voice Mode yang meraih 45,3 persen.
Sementara pada benchmark BrowseComp yang menguji kemampuan pencarian web secara agen (agentic search), GPT-Live-1 High memperoleh akurasi 75,2 persen, jauh dari Advanced Voice Mode dengan 0,7 persen.
Peluncuran GPT-Live menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga menghadirkan interaksi yang semakin menyerupai percakapan manusia.
Dengan komunikasi suara yang lebih alami, ChatGPT berpotensi semakin banyak dimanfaatkan sebagai asisten digital untuk produktivitas, layanan pelanggan, hingga AI agent yang mampu membantu berbagai aktivitas sehari-hari.


