Telko.id – Berita teknologi terbaru selalu menarik perhatian banyak orang, terutama para penggemar gadget dan teknologi. Kita hidup di zaman yang serba digital, di mana kemajuan teknologi terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru yang menarik. Dan ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari gadget terbaru, aplikasi baru, hingga teknologi terkini yang dapat memudahkan hidup kita sehari-hari. Tak hanya itu, berita ini juga dapat memberikan kita wawasan baru tentang tren dan arah perkembangan teknologi di masa depan.
Bicara tren, salah satu tren teknologi terbaru yang sedang naik daun adalah teknologi 5G. Berita teknologi terbaru menginformasikan bahwa teknologi 5G sekarang sudah tersedia di beberapa negara di seluruh dunia dan akan segera diperluas ke banyak negara lainnya. Teknologi 5G juga diklaim mampu memberikan kecepatan internet yang lebih cepat dan jaringan yang lebih stabil, sehingga akan sangat membantu bagi mereka yang sering menggunakan internet dalam mobilitas yang tinggi.
Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi topik hangat dalam berita teknologi terbaru. Beberapa perusahaan teknologi ternama sedang mengembangkan aplikasi dan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam berbagai bidang. Contohnya adalah pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang dapat membantu mengoptimalkan proses pengobatan dan pembelajaran. Informasi terbaru yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dapat memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Berikut adalah sejumlah berita teknologi terbaru yang kami muat di situs telko.id.
Telko.id – ASUS melalui lini Republic of Gamers (ROG) resmi memperkenalkan inovasi terbaru di pasar laptop gaming Indonesia.
Dalam sebuah acara yang digelar belum lama ini, Lenny Lin selaku Country Manager ASUS Indonesia mengumumkan peluncuran ROG Zephyrus Duo 16, sebuah dual 16-inch gaming laptop pertama di dunia yang dirancang untuk menjawab kebutuhan multitasking para gamer modern.
Lenny Lin mengungkapkan bahwa berdasarkan data internal perusahaan, setiap empat dari lima pemain game melakukan aktivitas lain saat bermain.
Hanya satu dari lima pemain yang benar-benar fokus penuh pada permainan tanpa gangguan. Temuan ini mendorong ROG untuk menciptakan solusi yang memungkinkan para gamer menjalankan berbagai tugas secara simultan tanpa harus berpindah jendela aplikasi.
“Kami tidak membuat pemain hanya melakukan satu hal setiap saat. Generasi ini tidak memilih antara bermain, membuat, atau bekerja. Seseorang bisa menjadi pemain lifestyle, dan pada saat yang sama mereka adalah pengembang AI, programmer, atau pencipta konten,” ujar Lenny Lin dalam peluncuran ROG Zephyrus Duo 16 di Jakarta (17/06).
ROG Zephyrus Duo 16 hadir dengan dua layar ROG Nebula HDR Display berukuran 16 inci. Konfigurasi dual screen ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan berbagai mode penggunaan, termasuk mode dual screen, mode laptop, dan mode text.
Dengan demikian, para gamer dapat melakukan streaming, mengelola chat, alert, dan broadcast tanpa harus meninggalkan layar permainan utama.
Pencapaian ASUS di pasar Indonesia patut dicatat. Lenny Lin menyebutkan bahwa pangsa pasar perusahaan di sektor tertentu mencapai 92 hingga 94 persen, menjadikannya pemimpin pasar yang dominan.
Untuk kategori durabilitas, ASUS mencatatkan pangsa pasar sebesar 33 persen selama 11 tahun terakhir. “Bukan karena kita beruntung, tapi karena semua pemain Indonesia dan kalian semua yang mendukung kami, kita bisa berhasil,” tambahnya.
Fitur Unggulan ROG Zephyrus Duo 16
Laptop ini mengusung konsep ROG Evolve yang memberikan solusi menyeluruh bagi kebutuhan para gamer. Dengan dua layar 16 inci, pengguna dapat menjalankan aplikasi secara terpisah di masing-masing layar.
Layar utama digunakan untuk bermain game, sementara layar kedua dapat dimanfaatkan untuk aplikasi pendukung seperti Discord, aplikasi chat, atau software streaming.
Teknologi ROG Nebula HDR Display menjamin kualitas visual yang optimal dengan tingkat kecerahan dan akurasi warna tinggi. Hal ini penting bagi para content creator yang membutuhkan reproduksi warna presisi untuk pekerjaan editing video atau desain grafis.
Bagi para gamer yang menginginkan pengalaman bermain lebih imersif, laptop ini juga mendukung berbagai aksesori gaming terbaru. ASUS Indonesia sebelumnya telah menghadirkan berbagai produk inovatif di pameran Jakarta Fair Kemayoran, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendekatkan produknya dengan konsumen Tanah Air.
Peluncuran ROG Zephyrus Duo 16 menjadi bagian dari strategi ASUS untuk memperkuat posisinya di segmen laptop premium Indonesia. Perusahaan menargetkan penjualan satu juta unit laptop di Indonesia pada tahun 2025, sebuah ambisi yang didukung oleh portofolio produk yang terus diperbarui.
Sebelumnya, ASUS juga telah memperkenalkan produk-produk unggulan seperti ROG Ally yang resmi hadir di Indonesia dengan pengiriman mulai Oktober tahun lalu.
Selain itu, ASUS juga berhasil menguasai 60 persen pasar Copilot+ PC Indonesia dengan laptop AI berperforma 45+ TOPS, menunjukkan dominasi perusahaan di segmen laptop berbasis kecerdasan buatan.
Lenny Lin menekankan bahwa perilaku multitasking generasi saat ini menjadi pendorong utama inovasi produk ROG. “Berdasarkan data, setiap empat pemain melakukan multitasking. Mereka membutuhkan lebih banyak layar, lebih banyak monitor untuk bermain game sambil melakukan streaming, mengurus chat, alert, dan broadcast,” jelasnya.
Dengan kehadiran ROG Zephyrus Duo 16, ASUS berharap dapat memenuhi kebutuhan para gamer yang juga berperan sebagai content creator, developer, atau profesional di bidang lain. Produk ini menawarkan fleksibilitas tinggi tanpa mengorbankan performa gaming.
Informasi mengenai harga dan ketersediaan ROG Zephyrus Duo 16 di Indonesia belum diumumkan secara resmi. Namun, ASUS diprediksi akan merilis detail lengkap dalam waktu dekat. Para penggemar produk ROG dapat memantau website resmi ASUS Indonesia untuk informasi lebih lanjut.
Peluncuran laptop dual screen ini menandai babak baru dalam industri laptop gaming Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih holistik terhadap kebutuhan pengguna, ROG tidak hanya menawarkan perangkat keras bertenaga, tetapi juga solusi yang mengakomodasi gaya hidup digital generasi masa kini.
Para analis industri memperkirakan bahwa inovasi seperti ROG Zephyrus Duo 16 akan semakin mendorong pertumbuhan pasar laptop gaming di Indonesia. Kombinasi antara performa tinggi, fleksibilitas multitasking, dan kualitas layar premium menjadi nilai jual utama yang sulit ditandingi kompetitor.
Bagi pengguna yang sudah tidak sabar untuk mencoba teknologi terbaru ini, ASUS menjanjikan pengalaman gaming yang benar-benar berbeda. Dengan dua layar 16 inci, para pemain tidak perlu lagi khawatir kehilangan momen penting saat harus beralih antar aplikasi.
Telko.id – Garmin Indonesia resmi memperkenalkan Forerunner 70 dan Forerunner 170 sebagai smartwatch running GPS terbaru untuk segmen entry dan mid-tier.
Kedua perangkat ini dirancang membantu pelari pemula hingga progressing runners membangun kebiasaan berlari dengan panduan latihan berbasis data dan coaching langsung dari pergelangan tangan.
Forerunner 70 dan Forerunner 170 menggabungkan desain running smartwatch yang mudah digunakan dengan fitur pelatihan berbasis data.
Mulai dari Garmin Coach, daily suggested workouts, quick workouts, hingga metrik seperti training readiness, training status, wrist-based running power, dan running dynamics, keduanya membantu pengguna memahami progres latihan secara lebih menyeluruh.
“Banyak pelari memulai perjalanan mereka dengan tujuan sederhana, seperti ingin lebih aktif, menyelesaikan jarak tertentu, atau membangun rutinitas yang lebih sehat. Tantangannya adalah bagaimana membuat latihan terasa terarah dan mudah diikuti sejak awal. Melalui Forerunner 70 dan Forerunner 170, Garmin menghadirkan pengalaman structured training yang lebih mudah diakses, sehingga pengguna dapat memahami progres tubuhnya, menyesuaikan latihan, dan membangun konsistensi dari waktu ke waktu,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.
Latihan Lebih Mudah untuk Pelari Pemula
Forerunner 70 dan Forerunner 170 dirancang untuk membantu pengguna memulai latihan dengan cara yang lebih sederhana dan terarah. Dengan panduan yang tersedia langsung di pergelangan tangan, pengguna dapat fokus menjalani sesi latihan tanpa perlu menyusun program workout secara manual. Hal ini membantu membangun konsistensi sejak awal.
Berikut fitur-fitur unggulan dari Forerunner 70 dan Forerunner 170:
Train with the essentials, termasuk built-in GPS, waktu, jarak, pace, dan wrist-based heart rate.
Quick workouts terbaru menyederhanakan latihan dengan membuat workout suggestions yang disesuaikan berdasarkan level kebugaran pelari. Pengguna hanya perlu memilih durasi dan tingkat intensitas latihan.
Garmin Coach training plans untuk membantu pengguna berlatih menuju event, mencapai milestone, atau meningkatkan kebugaran. Rencana latihan ini beradaptasi secara harian berdasarkan metrik kesehatan dan recovery. Selain program latihan intens, Garmin Run Coach juga menghadirkan rencana baru dengan run/walk workouts dan volume latihan lebih rendah.
Daily suggested workouts, termasuk run/walk workouts terbaru, yang beradaptasi setelah setiap sesi lari untuk menyesuaikan performa dan recovery pengguna.
Advanced training features didukung Garmin Human Performance Lab, termasuk training readiness, training status, wrist-based running power, dan running dynamics. Pengguna juga dapat mengakses lebih dari 80 built-in sports apps, termasuk swimming, cycling, strength training, dan aktivitas lainnya.
Lebih dari sekadar mencatat jarak dan pace, Forerunner 70 dan Forerunner 170 menjadi bagian dari ekosistem Garmin yang membantu pelari memahami proses latihan melalui data.
Kedua smartwatch ini dibekali fitur seperti Training Readiness untuk mengetahui kesiapan tubuh, Training Status untuk melihat arah perkembangan latihan, serta Wrist-Based Running Power dan Running Dynamics untuk gambaran detail performa saat berlari.
Dengan ekosistem data tersebut, pengguna tidak hanya memantau performa saat berlari, tetapi juga memahami bagaimana kualitas tidur, recovery, dan kondisi tubuh sehari-hari mempengaruhi latihan. Melalui advanced sleep tracking, sleep coach, HRV status, Pulse Ox, lifestyle logging, dan Health Status, Garmin membantu pengguna mengambil keputusan latihan yang lebih tepat.
Pendekatan berbasis data ini memperkuat posisi Garmin sebagai ekosistem running yang lengkap di Indonesia. Mulai dari pelari pemula hingga pengguna yang ingin latihan lebih terstruktur, Garmin menghadirkan perangkat dan metrik yang saling terhubung.
Nyaman Digunakan untuk Aktivitas Harian
Selain mendukung latihan, Forerunner 70 dan Forerunner 170 juga dirancang nyaman digunakan sepanjang hari sebagai smartwatch harian. Keduanya hadir dengan layar AMOLED 1,2 inci, touchscreen responsif, serta desain 5 tombol khas Garmin yang memudahkan navigasi saat berolahraga maupun beraktivitas sehari-hari.
Forerunner 70 memiliki daya tahan baterai hingga 13 hari dalam mode smartwatch dan tersedia dalam pilihan warna Citron, Soft Pink, Tidal Blue, Cool Lavender, Black, dan Whitestone. Sementara itu, Forerunner 170 dan Forerunner 170 Music menawarkan daya tahan baterai hingga 10 hari.
Forerunner 170 Music memungkinkan pengguna mengunduh lagu, podcast, dan konten audio dari layanan musik pihak ketiga yang didukung, lalu mendengarkannya secara phone-free menggunakan wireless headphones.
Melalui Forerunner 70 dan Forerunner 170, Garmin ingin menghadirkan pengalaman berlari yang lebih mudah diakses. Dengan kombinasi teknologi, coaching, dan metrik berbasis data, kedua smartwatch ini dirancang untuk mendukung setiap langkah pengguna dalam membangun kebiasaan berlari yang lebih konsisten dan terarah. Bagi yang tertarik dengan model terbaru lainnya, simak juga peluncuran Forerunner 570 & 970 sebagai revolusi smartwatch untuk pelari.
Harga dan Ketersediaan
Garmin Forerunner 70 hadir dengan harga Rp4.659.000. Garmin Forerunner 170 tersedia dengan harga Rp5.589.000, sementara Garmin Forerunner 170 Music dibanderol Rp6.529.000.
Garmin Forerunner 70 dan Forerunner 170 tersedia secara resmi di Indonesia mulai hari ini di seluruh jaringan Garmin Brand Stores offline dan melalui Garmin Official Stores Online di Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, Eraspace, dan TikTok. (Icha)
Telko.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan Anthropic untuk segera menangguhkan akses ke dua model kecerdasan buatan (AI) tercanggihnya, Claude Fable 5 dan Claude Myhtos 5, untuk semua pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Telah muncul kekhawatiran terkait potensi risiko keamanan dan kemampuan sistem tersebut yang dinilai terlalu maju dibanding model AI generasi sebelumnya.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas pengembangan kecerdasan buatan serta perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap teknologi AI berkemampuan tinggi.
Perintah tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026, Pemerintah AS mengeluarkan arahan kontrol ekspor yang menangguhkan seluruh akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing, baik di dalam maupun di luar wilayah AS.
“Kami menerima surat edaran dari pemerintah hari ini pukul 17.21 (ET). Surat tersebut tidak memuat rincian spesifik mengenai masalah keamanan nasional yang dimaksud,” tulis Anthropic dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Dikarenakan secara teknis tidak memungkinkan untuk membedakan pengguna berdasarkan kewarganegaraan secara real-time, Anthropic menonaktifkan kedua model itu untuk semua penggunanya tanpa terkecuali.
Pemerintah AS meyakini telah menemukan metode untuk melakukan bypass atau “jailbreak” Fable 5. Klaim ini yang menjadi dasar perintah kontrol ekspor tersebut.
Namun, surat yang diterima Anthropic tidak menyertakan detail spesifik terkait kekhawatiran keamanan nasional yang dimaksud.
Satu-satunya bukti yang diberikan pemerintah bersifat lisan, yakni sebuah teknik jailbreak sempit dan tidak universal, yang pada dasarnya meminta model untuk membaca basis kode tertentu lalu memperbaiki celah perangkat lunak di dalamnya.
Anthropic sendiri menyatakan bahwa pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan sembari menunggu evaluasi lebih lanjut mengenai dampak dan tingkat keamanan model.
Perusahaan menilai pengembangan AI yang semakin kuat harus dibarengi dengan pengujian keamanan yang ketat agar teknologi tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko yang sulit dikendalikan.
Kasus Fable 5 juga memperlihatkan perubahan sikap regulator terhadap AI generatif. Jika sebelumnya fokus pengawasan lebih banyak tertuju pada isu privasi dan hak cipta, kini perhatian mulai bergeser ke kemampuan teknis AI yang dinilai dapat mempengaruhi keamanan nasional, keamanan siber, hingga stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, peristiwa ini menambah daftar panjang diskusi mengenai AI Safety, yaitu upaya memastikan sistem AI tetap berjalan sesuai tujuan manusia.
Sejumlah perusahaan AI besar, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google DeepMind, dalam beberapa tahun terakhir memang semakin sering menyoroti pentingnya pengujian keamanan sebelum model-model terbaru dirilis secara luas.
Bagi industri teknologi, pembatasan terhadap Fable 5 menunjukkan bahwa perlombaan mengembangkan AI paling canggih kini mulai diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat dari regulator.
Telko.id – Google tengah menyiapkan fitur baru di Google Messages yang mampu mendeteksi foto hasil rekayasa AI atau gambar yang telah dimanipulasi secara digital.
Kehadiran fitur ini menjadi respons atas semakin banyaknya konten visual berbasis AI yang beredar di internet dan platform komunikasi, yang sering kali sulit dibedakan dari foto asli.
Temuan ini berasal dari analisis kode aplikasi yang dilakukan oleh pakar pembongkaran kode, AssembleDebug, yang menunjukkan bahwa Google Messages bersiap membaca sertifikat C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity), sebuah standar digital yang mencatat riwayat pembuatan dan pengeditan sebuah file gambar.
Menurut laporan yang dirilis, fitur pendeteksi ini akan ditempatkan di menu overflow gambar, tepatnya pada opsi View details. Panel informasi yang muncul nantinya tidak hanya memberikan label “ya” atau “tidak” secara sederhana.
Google menyiapkan sekitar 18 deskripsi berbeda, mulai dari “Media captured with a camera” hingga “Parts of this media may have been made with AI.” Tingkat detail ini menunjukkan Google ingin memberikan informasi yang lebih bernuansa kepada pengguna.
Fitur deteksi ini menjadi langkah penting karena penyebaran foto palsu kini tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga melalui percakapan pribadi dan grup.
Teknologi AI generatif modern mampu menghasilkan gambar yang realistis, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, penyebaran hoaks, hingga manipulasi informasi.
Kekhawatiran ini sudah disuarakan oleh pengguna di forum Reddit. Seorang pengguna dengan nama manav_yantra di subreddit r/infp berargumen bahwa gambar AI hiper-realistis mulai berbahaya dan bahkan orang yang paham teknologi pun mulai tertipu. Meskipun hanya anekdot, sentimen ini mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak orang belakangan ini.
Bagi pengguna, fitur ini dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan saat menerima foto dari orang lain. Alih-alih langsung mempercayai sebuah gambar, pengguna nantinya bis amengetahui apakah konten tersebut kemungkinan dibuat oleh AI atau telah dimodifikasi. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran informasi palsu di era ketika batas antara foto asli dan hasil AI semakin sulit dikenali.
Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi berkolaborasi untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar mampu mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini diumumkan di Jakarta pada 15 Juni 2026. Program ini menyasar para kreator konten, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin mengembangkan keterampilan digital.
Inisiatif ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara akses teknologi yang semakin luas dengan kemampuan untuk memonetisasi karya.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa di era AI, fokus pemerintah adalah memperkuat kreativitas manusia.
“Kami mengundang para kreator untuk bergabung dalam inisiatif ini dan mengubah ide-ide Indonesia menjadi karya yang berdampak,” ujarnya.
Program ini merupakan respons terhadap temuan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun literasi digital meningkat, potensi untuk menghadirkan dampak ekonomi masih sangat besar.
Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak orang untuk berkarya, bukan sekadar menjadi konsumen teknologi.
Vikram Sinha, President Director Indosat, menambahkan bahwa Indonesia memiliki talenta melimpah. “Yang dibutuhkan adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat. Inilah cara kami membangun masa depan yang #LebihBaik,” katanya.
Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah penyediaan akses premium gratis ke Adobe Express bagi seluruh pelanggan Indosat selama enam bulan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat konten visual dengan cepat berbasis AI.
Selain akses aplikasi, Indosat dan Adobe juga menyediakan video pembelajaran dari Adobe Digital Academy. Materi ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Pelanggan dapat mengembangkan Fitur Kloning Kreator dan keterampilan storytelling digital.
Program ini dirancang untuk berbagai kalangan usia. Dengan memanfaatkan Adobe Express, masyarakat bisa belajar membuat konten, berkomunikasi visual, dan memahami cara memonetisasi hasil kreativitas mereka.
David Wadhwani, President of Creativity & Productivity Business Adobe, menyatakan kebanggaannya mendukung komunitas kreatif Indonesia. “Kami menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan dan membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya,” ujarnya.
Program Monetisasi Kreator Perdana di Indonesia
Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Adobe untuk meluncurkan program monetisasi kreator. Program ini menghadirkan template lokal di Adobe Express dan memungkinkan kreator memperoleh penghasilan langsung.
Para peserta terpilih juga berkesempatan menampilkan karya di IDEAFEST, festival kreatif terbesar di Indonesia. Ini membuka peluang untuk menjangkau audiens luas dan membangun koneksi dengan pelaku industri.
Program ini didukung penuh oleh ekosistem ekonomi kreatif Kemenekraf. Dengan begitu, peserta bisa mendapatkan eksposur lebih besar ke calon mitra dan pasar. Ini menjadi langkah strategis untuk mengubah Scrapbook Digital menjadi nilai ekonomi.
GENSi dan ECHOES: Wadah Pemberdayaan Kreator Muda
Platform GENSi (Generasi Terkoneksi) milik Indosat menjadi inti dari kolaborasi ini. Setelah membekali lebih dari 10.000 anak muda, GENSi menargetkan 15.000 peserta pada tahun ini.
Melalui jaringan nasional, GENSi membantu generasi muda memahami cara memaksimalkan peluang digital. Program ini juga akan menghadirkan penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri.
Sementara itu, Kemenekraf melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) memperkuat kapasitas generasi muda. Program ini memberikan wawasan tentang ekonomi kreatif, kekayaan intelektual, dan AI.
Ketiga pihak tengah menjajaki cara menghubungkan peserta ECHOES dengan perangkat kreatif Adobe. Tujuannya adalah membantu peserta mengembangkan kemampuan Ekosistem Digital Lifestyle dan pembuatan konten.
Kolaborasi ini diharapkan bisa membuka peluang nyata di ekonomi kreatif. Ide-ide besar dapat lahir dari mana saja ketika setiap orang memiliki perangkat, platform, dan dukungan yang tepat untuk mewujudkannya.
Telko.id – Intel memperkenalkan Project Firefly, sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan laptop Windows berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Berbeda dari strategi sebelumnya yang berfokus pada peningkatan performa prosesor, kali ini Intel mencoba merombak cara laptop dirancang dan diproduksi agar biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Melalui Project Firefly, Intel berusaha menstandardisasi proses desain laptop. Mereka memadukan prosesor terbaru bernama Wildcat Lake dengan sebuah kerangka perangkat keras umum yang dapat langsung diadopsi atau dimodifikasi oleh para produsen laptop.
Dilengkapi dengan dua performance cores dan empat efficiency cores. Chip ini juga membawa Neural Processing Unit (NPU) berukuran kecil dan grafis terintegrasi yang dioptimalkan untuk beban kerja dasar, seperti pemutaran video dan game ringan. Untuk menekan harga jual, Intel menyederhanakan platform ini dengan tata letak single-tile dan motherboard enam lapis.
Tujuannya adalah merombak ekosistem PC entry-level agar laptop terjangkau tidak lagi terasa seperti perangkat yang penuh dengan kompromi pemangkasan kualitas, demikian dikutip dari Techspot, Senin (15/6/2026).
Salah satu keunggulan utama Firefly adalah penggunaan komponen yang lebih modular dan terstandardisasi. Intel bahkan memanfaatkan rantai pasok industri smartphone, termasuk penggunaan memori LPDDR5X dan sejumlah komponen yang umum digunakan di perangkat mobile.
Dengan cara ini, biaya riset, pengembangan, hingga manufaktur dapat ditekan secara signifikan. Meski menyasar segmen terjangkau, Intel mengklaim laptop berbasis Firefly tetap akan menawarkan desain premium.
Contoh desain yang dipamerkan memiliki bodi logam tipis sekitar 12,9 mm, tampilan yang lebih bersih, serta dukungan port modern seperti USB-C, USB-A, HDMI, dan Thunderbolt. Intel ingin menghapus stigma bahwa laptop murah identik dengan bodi plastik tebal dan kualitas yang seadanya.
Strategi ini juga menjadi upaya Intel untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar laptop murah, terutama setelah kemunculan MacBook Neo yang menawarkan desain premium dengan harga lebih terjangaku.
Selain itu, Project Firefly juga diposisikan untuk bersaing dengan Chromebook dan laptop berbasis ARM yang semakin populer di kelas entry-level.
Project ini berpotensi menghadirkan laptop Windows yang lebih tipis, modern, dan hemat daya tanpa harus membayar harga premium.
Jika strategi ini berhasil, konsumen bisa mendapatkan perangkat dengan kualitas desain yang lebih baik di kelas harga yang selama ini identik dengan banyak kompromi.
Telko.id – Apple dikabarkan tengah menyiapkan skema berlangganan untuk fitur-fitur AI paling canggih di Siri. Mengikuti jejak layanan chatbot kompetitor.
Menurut laporan Bloomberg, fitur dasar Siri akan tetap gratis selamanya. Namun, fitur percakapan tingkat lanjut, pertanyaan berbasis pengetahuan dunia, dan alat generatif diprediksi akan masuk ke balik paywall. Langkah ini mirip dengan strategi yang diterapkan Google pada Gemini di Pixel 10 Pro.
Menurut laporan tersebut, fitur yang kemungkinan masuk ke layanan berbayar mencakup kemampuan percakapan yang lebih natural, pemrosesan pertanyaan kompleks berbasis pengetahuan global, serta berbagai fitur generatif yang membutuhkan komputasi tinggi.
Pendekatan ini mirip dengan strategi yang saat ini diterapkan oleh layanan AI lain seperti ChatGPT, Gemini dan Claude, yang menyediakan fitur dasar secara gratis namun mengenakan biaya yang untuk model yang lebih canggih.
Keputusan ini didorong oleh biaya operasional yang tinggi. Siri AI menggunakan model Gemini dari Google yang dihosting di server Apple.
Laporan menyebut Apple membayar sekitar $1 miliar per tahun untuk teknologi tersebut. Biaya komputasi untuk menjawab pertanyaan generatif dalam skala besar menjadi beban yang cenderung dibebankan kepada pengguna.
Tanda-tanda menuju model berlangganan sebenarnya mulai terlihat. Apple saat ini telah memberikan sejumlah keuntungan tambahan kepada pelanggan iCloud+, termasuk peningkatan batas penggunaan fitur tertentu pada Siri.
Banyak pengamat menilai langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi paket langganan AI tersendiri di masa depan.
Dari sisi teknologi, Siri versi terbaru menjadi salah satu proyek AI terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Selain kemampuan percakapan yang lebih natural, Siri AI dirancang untuk memahami konteks pribadi pengguna, mengakses informasi dari aplikasi seperti Mail, Kalender, Catatan dan Pesan, serta menjalankan tugas lintas aplikasi melalui perintah suara yang lebih kompleks.
Jika rencana ini benar-benar diwujudkan, Apple akan mengikuti tren industri yang mulai mengubah AI dari sekadar fitur perangkat menjadi layanan berlakngganan.
Bagi pengguna, tantangan utamanya adalah apakah kemampuan Siri AI nantinya cukup unggul untuk membuat mereka bersedia membayar biaya tambahan, terutama ketika alternatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude sudah lebih dulu hadir di pasar.
Telko.id – Erajaya Digital secara resmi menghadirkan Nothing Ear (Open) Blue di Indonesia. Produk audio terbaru ini hadir dengan desain open-ear yang ringan dan kualitas audio imersif, menargetkan konsumen aktif dan dinamis.
Perangkat ini melengkapi portofolio audio inovatif yang didistribusikan oleh Erajaya Digital, bagian dari Erajaya Group (kode saham: ERAA). Peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas.
Joy Wahjudi selaku CEO Erajaya Digital mengatakan, “Sebagai mitra distribusi resmi, kami melihat Nothing terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern. Kehadiran Nothing Ear (Open) Blue memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas, baik dari sisi desain maupun pengalaman penggunaan, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas.”
Desain Ringan dan Kenyamanan Maksimal
Nothing Ear (Open) Blue hadir dengan bobot ultra ringan hanya 8,1 gram. Desain ini membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari tanpa menutup telinga sepenuhnya. Teknologi Open Sound memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar, menjadikannya ideal untuk olahraga maupun kegiatan harian.
Perangkat ini juga menawarkan kualitas audio jernih dengan bass yang lebih terasa. Pengalaman mendengarkan menjadi lebih imersif berkat teknologi audio yang dioptimalkan. Untuk menunjang aktivitas aktif, Nothing Ear (Open) dilengkapi silicone ear hook yang aman dan nyaman saat berlari, bersepeda, atau kegiatan olahraga lainnya.
Dari sisi daya tahan, Nothing Ear (Open) mampu bertahan hingga 30 jam dengan bantuan charging case. Fitur fast charging memungkinkan penggunaan hingga 10 jam hanya dengan pengisian selama 10 menit. Produk ini juga memiliki sertifikasi IP54 yang tahan debu dan air serta telah melalui uji ketahanan terhadap keringat (sweat-tested).
Fitur Dual Connection dan Low Latency Mode memungkinkan perpindahan perangkat yang lebih seamless serta pengalaman audio yang lebih responsif. Semua fitur ini menjadikan Nothing Ear (Open) Blue sebagai pilihan tepat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Nothing Ear (Open) Blue tersedia mulai tanggal 8 Juni 2026 dengan harga Rp 1.699.000. Konsumen dapat memperoleh produk ini melalui jaringan ritel Erajaya Digital, seperti erafone, iBox, serta kanal online seperti erafone Official Store di Shopee dan iBox Official Store di Lazada dan Shopee.
Produk ini juga tersedia di Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee, serta Eraspace. Ketersediaan di berbagai kanal ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan perangkat audio terbaru dari Nothing.
Peluncuran Nothing Ear (Open) Blue menunjukkan tren perangkat audio open-ear yang semakin diminati. Dengan desain ringan, fitur lengkap, dan harga kompetitif, produk ini siap bersaing di pasar audio Indonesia. Erajaya Digital terus memperkuat posisinya sebagai distributor resmi produk teknologi inovatif, termasuk melalui ekspansi gerai dan layanan purna jual.
Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat mengunjungi gerai Erajaya Digital terdekat atau mengakses kanal online resmi. Kehadiran produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas suara.
Telko.id – Samsung Galaxy A57 5G menghadirkan fitur Multi Window dan Drag & Drop yang dirancang untuk memudahkan proses pembuatan konten, termasuk tren scrapbook digital yang sedang populer di kalangan generasi muda.
Dengan sistem antarmuka One UI 8.5, pengguna bisa membuka dua aplikasi sekaligus dalam satu layar dan memindahkan file antar aplikasi hanya dengan sekali geser.
Fitur ini menjadi solusi bagi para content creator yang kerap kesulitan saat harus berpindah-pindah aplikasi untuk mengedit foto, menulis catatan, hingga mengunggah konten ke media sosial. Proses yang tadinya memakan waktu kini bisa dipangkas secara signifikan.
Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya ingin kreator muda bisa fokus menikmati momen liburan tanpa terbebani proses kreatif yang rumit.
“Generasi muda hari ini tidak sekadar berlibur, mereka menciptakan cerita yang layak dibagikan. Oleh karena itu, Galaxy A57 5G mengintegrasikan sistem antarmuka One UI 8.5 yang dibekali fitur Multi Window dan Drag & Drop,” ujarnya.
Fitur ini memungkinkan pengguna mencari inspirasi rute perjalanan sambil mengedit foto, lalu langsung memindahkannya ke media sosial dalam sekali geser.
Mempermudah aktivitas vlogging dengan fitur Multi Window pada Samsung Galaxy A57 5G, buka Kamera dan Notes sekaligus di satu layar
Bikin Konten Super Lancar
Selama ini, menyusun draf konten atau membaca panduan video saat di lokasi membutuhkan proses yang repot karena harus berpindah aplikasi.
Pada Galaxy A57 5G, aktivitas tersebut dipangkas menjadi sangat efisien berkat fitur Multi Window yang mampu menampilkan dua aplikasi aktif sekaligus secara bersamaan.
Kemudahan ini akan sangat terasa bagi kamu yang aktif sebagai content creator. Saat ingin memproduksi video di luar ruangan, kamu bisa membuka aplikasi Kamera di layar bagian atas dan notes berisi naskah konten di layar bagian bawah.
Hal ini membuat proses merekam sambil membaca teks menjadi jauh lebih praktis dan efisien tanpa perlu repot berganti aplikasi.
Dalam pengujian, fitur ini bekerja mulus berkat dukungan prosesor Exynos 1680 yang dirancang khusus untuk memberikan performa kencang dan responsif.
Chipset ini juga hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari. Kamu bisa melihat Spesifikasi Lengkap perangkat ini untuk informasi lebih detail.
Fun Scrapbook ala Gen Z
Satu foto mungkin bisa bercerita, tapi sebuah scrapbook dapat menghidupkan keseluruhan perjalanan. Di tengah feed media sosial yang makin ramai, konten yang personal dan punya sentuhan kreatif justru lebih mudah menarik perhatian. Scrapbook digital adalah jawabannya, dengan format carousel yang kini ramai digunakan di sosial media.
Galaxy A57 5G memungkinkan kamu membuat scrapbook untuk liburan yang estetik langsung dari genggaman, tanpa perlu aplikasi tambahan. Berikut langkah mudah pembuatannya dengan memanfaatkan Multi Window dan Drag & Drop:
Langkah mudah menyusun scrapbook digital secara berurutan dan praktis di layar Samsung Galaxy A57 5G.
Pertama, aktifkan Multi Window dengan menarik Edge Panel di sisi layar Galaxy A57 5G kamu. Buka aplikasi Galeri (atau Kamera) dan Notes secara bersamaan dalam mode split-screen.
Kedua, pilih objek foto terbaik yang sudah kamu ambil selama perjalanan, seperti suasana estetik hotel atau sudut kota yang unik.
Ketiga, gunakan fitur Image Clipper. Cukup tekan dan tahan objek utama pada foto di Galeri untuk otomatis menyeleksi dan memisahkan objek tersebut dari latar belakangnya secara rapi.
Keempat, lakukan Drag & Drop langsung ke Notes. Sambil tetap menahan objek yang sudah terpotong rapi, geser jari kamu ke area aplikasi Notes di sebelahnya dan lepaskan objek tersebut.
Kelima, kreasikan komposisi scrapbook. Atur ukuran, posisi, serta tambahkan teks narasi, coretan kuas digital, stiker, atau catatan perjalanan kamu di Samsung Notes hingga membentuk jurnal perjalanan yang estetik.
Terakhir, ekspor dan bagikan. Setelah selesai, klik menu opsi di kanan atas Samsung Notes, pilih Save as file, lalu simpan dalam format Image File (Gambar). Scrapbook digital kamu kini langsung siap diunggah sebagai konten kreatif di media sosial.
Bagi kamu yang penasaran dengan perbandingan performa, simak artikel tentang Galaxy A57 vs A55 untuk mengetahui keunggulan yang paling terasa.
Seluruh pemrosesan gambar, pemotongan objek foto instan, hingga aktivitas multitasking di atas didukung penuh oleh prosesor terbaru Exynos 1680.
Chipset ini dirancang khusus untuk memberikan performa yang jauh lebih kencang, responsif, dan hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari.
Aktivitas mengedit visual dan penataan scrapbook juga menjadi sangat nyaman di mata berkat layar luas 6,7 inci FHD+ Super AMOLED+ yang memiliki refresh rate adaptif hingga 120Hz.
Ditambah dukungan teknologi Vision Booster dengan tingkat peak brightness mencapai 1.900 nits, kamu tetap dapat melihat isi layar dengan nyaman, bahkan saat sedang menyusun scrapbook di kafe outdoor luar ruangan.
Galaxy A57 5G hadir dalam berbagai opsi kapasitas ruang penyimpanan yang lega, mulai dari 8/128GB, 8/256GB, dan 12/256GB. Desain mewahnya dibalut dalam empat pilihan warna tren: Awesome Gray, Awesome Navy, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac.
Mulai 1–17 Juni 2026, bawa pulang Galaxy A57 5G dengan total keuntungan hingga Rp5,7 juta, cashback hingga Rp2,2 jutaan, dan jaminan trade-in hingga Rp3,5 juta untuk Galaxy lama kamu, serta bebas biaya admin & processing fee.
Dengan kombinasi fitur canggih dan kemudahan penggunaan, Galaxy A57 5G menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin tetap produktif dan kreatif tanpa ribet.
Proses pembuatan scrapbook digital kini bisa dilakukan dengan cepat dan menyenangkan, langsung dari genggaman. (Icha)
Telko.id – Aplikasi navigasi populer, Waze, akhirnya mulai menguji coba fitur yang sangat dinantikan penggunanya, yaitu informasi lampu lalu lintas langsung di peta navigasi. Fitur ini memungkinkan pengemudi melihat lokasi dan status lampu merah secara real-time, membantu merencanakan rute perjalanan dengan lebih efisien.
Fitur baru ini pertama kali terdeteksi oleh pengguna di beberapa negara, termasuk Brasil, yang merupakan salah satu pasar terbesar Waze. Dengan integrasi ini, Waze tidak hanya memberikan informasi tentang kemacetan atau kecelakaan, tetapi juga menunjukkan di mana tepatnya lampu lalu lintas berada dan kapan akan berubah. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan atau memilih jalur alternatif untuk menghindari berhenti di lampu merah.
Seorang juru bicara Waze mengonfirmasi pengujian ini, mengatakan, “Kami terus berinovasi untuk memberikan pengalaman berkendara terbaik. Fitur lampu lalu lintas ini adalah salah satu dari banyak peningkatan yang kami kerjakan untuk membantu pengemudi tiba di tujuan dengan lebih cepat dan aman.” Fitur ini diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintas padat.
Fitur ini sebenarnya bukan hal baru di dunia navigasi. Google Maps, yang juga dimiliki oleh induk perusahaan Waze, Alphabet, sudah lama memiliki fitur serupa. Namun, bagi Waze, yang dikenal dengan pendekatan berbasis komunitasnya, ini adalah langkah maju yang signifikan. Sebelumnya, Waze lebih fokus pada laporan langsung dari pengguna tentang kecelakaan, polisi, atau bahaya di jalan.
Content image for article: Waze Akhirnya Hadirkan Informasi Lampu Lalu Lintas di Navigasi
Fitur ini saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas. Waze belum mengumumkan jadwal rilis global atau daftar negara yang akan mendapatkan fitur ini. Namun, berdasarkan laporan dari pengguna, informasi lampu lalu lintas muncul sebagai ikon kecil di peta, dan saat pengemudi mendekati persimpangan, aplikasi akan memberikan peringatan suara atau visual tentang status lampu.
Integrasi ini membutuhkan data yang akurat dan real-time. Waze kemungkinan besar menggunakan kombinasi data dari pengguna, sensor kota, dan sumber pihak ketiga untuk memastikan informasi yang diberikan tepat. Ini berbeda dengan Google Maps yang mengandalkan data historis dan sensor dari infrastruktur kota.
Implikasi bagi Pengguna
Bagi pengguna setia Waze, fitur ini bisa menjadi game-changer. Selama ini, Waze unggul dalam memberikan rute tercepat berdasarkan kondisi lalu lintas terkini. Dengan tambahan informasi lampu lalu lintas, aplikasi dapat mengoptimalkan rute tidak hanya berdasarkan waktu tempuh, tetapi juga berdasarkan jumlah perhentian di lampu merah. Hal ini sangat berguna bagi pengemudi yang ingin menghemat bahan bakar atau mengurangi stres berkendara.
Pengemudi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung pasti akan merasakan manfaatnya. Di kota-kota ini, lampu lalu lintas seringkali menjadi titik kemacetan utama. Dengan mengetahui kapan lampu akan berubah, pengemudi bisa mengatur kecepatan agar tidak perlu berhenti total, sehingga lalu lintas menjadi lebih lancar.
Persaingan dengan Google Maps
Keputusan Waze untuk menambahkan fitur lampu lalu lintas ini menarik, mengingat Fitur Waze sebelumnya seringkali lebih inovatif. Google Maps, yang mengakuisisi Waze pada tahun 2013, justru kerap meminjam fitur-fitur populer dari Waze, seperti laporan kecelakaan dan polisi. Kini, Waze yang justru mengadopsi fitur yang sudah lama ada di Google Maps.
Ini menunjukkan bahwa kedua aplikasi terus saling mempengaruhi. Meskipun berada di bawah satu atap, Waze dan Google Maps tetap mempertahankan identitas masing-masing. Waze tetap fokus pada komunitas dan pengalaman berkendara yang interaktif, sementara Google Maps lebih komprehensif dengan integrasi bisnis, transportasi umum, dan penjelajahan.
Prospek ke Depan
Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur lampu lalu lintas akan menjadi standar di Waze. Pengguna bisa berharap fitur ini hadir di Indonesia dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Waze biasanya merilis fitur baru secara bertahap, dimulai dari negara-negara dengan basis pengguna besar.
Sementara itu, pengguna Waze di Indonesia masih bisa menikmati fitur-fitur lain yang sudah ada, seperti laporan kecelakaan, peringatan polisi, dan rute alternatif. Dengan tambahan fitur lampu lalu lintas, Waze semakin lengkap sebagai aplikasi navigasi harian.
Kesimpulan Akhir
Penambahan fitur lampu lalu lintas di Waze adalah langkah maju yang positif. Fitur ini tidak hanya meningkatkan akurasi navigasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengemudi yang ingin perjalanan lebih efisien. Meski masih dalam tahap uji coba, antusiasme pengguna sudah terlihat jelas. Waze kembali membuktikan bahwa mereka serius dalam menghadirkan inovasi untuk pengalaman berkendara yang lebih baik.
Ke depannya, integrasi fitur ini dengan laporan komunitas bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat. Bayangkan, pengemudi tidak hanya tahu di mana lampu merah, tetapi juga bisa melaporkan jika lampu tersebut rusak atau tidak berfungsi. Ini akan membuat data Waze semakin kaya dan bermanfaat bagi semua pengguna.
Bagi Anda yang penasaran dengan perkembangan fitur ini, pantau terus pembaruan dari Waze. Siapa tahu, fitur ini akan segera hadir di ponsel Anda dan mengubah cara Anda berkendara sehari-hari. Sementara itu, Anda bisa membaca artikel terkait lainnya seperti Pengguna Waze Naik 44 Persen saat Ramadhan dan Fitur Waze di Google Maps di berbagai negara.