spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Ericsson Luncurkan AI in RAN, Bawa Kecerdasan ke Jaringan 5G

Telko.id – Ericsson secara resmi memperkenalkan AI in RAN, sebuah layanan software yang menempatkan model kecerdasan buatan (AI) kelas telekomunikasi langsung ke dalam baseband dan radio.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, serta penghematan energi pada jaringan seluler, khususnya 5G.

Penawaran yang dapat diskalakan secara komersial ini memungkinkan penyedia layanan komunikasi mendapatkan manfaat langsung tanpa memerlukan tambahan software.

AI in RAN dirancang untuk beradaptasi dan menjadi semakin cerdas berkat dukungan data berkualitas tinggi yang dapat diolah dalam jumlah besar. Teknologi ini juga mendukung Agentic AI untuk otomasi RAN tingkat lanjut dan operasi jaringan yang lebih efisien.

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, mengatakan, “AI menjadi pendorong utama inovasi di berbagai industri, dan menciptakan kebutuhan baru untuk konektivitas, kinerja, dan otomasi”.

Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang, serta membantu operator memenuhi permintaan data yang lebih besar di tengah tantangan investasi.

Di Indonesia, kehadiran AI in RAN membuka peluang besar bagi operator untuk memaksimalkan investasi 5G yang sudah ada.

Data dari Global System for Mobile Association (GSMA) menunjukkan kebutuhan investasi pengembangan 5G mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp324 triliun, dan bisa mencapai 50 miliar dolar AS (sekitar Rp900 triliun) pada 2030. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun menargetkan jangkauan 5G mencapai 32 persen pada 2030.

Model AI kelas telekomunikasi milik Ericsson dirancang untuk memproses dan menghasilkan keputusan dalam hitungan mikrodetik. Teknologi ini mampu memberikan kinerja yang andal di berbagai kondisi jaringan radio (RAN) yang dinamis.

Dikembangkan berdasarkan keahlian mendalam di bidang telekomunikasi, model ini menghadirkan standar baru dalam performa dan efisiensi jaringan.

AI in RAN dapat digunakan pada Ericsson 5G Advanced, baik di jaringan dengan perangkat khusus maupun Cloud RAN. Solusi ini merupakan implementasi nyata dari visi AI for Networks.

Kemampuan ini didukung oleh Ericsson Silicon, yaitu chip khusus yang memungkinkan pemrosesan AI hemat energi langsung di perangkat radio, serta generasi terbaru RAN Compute.

Fitur Utama dan Jadwal Ketersediaan

Fitur awal AI in RAN mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026, dengan pengembangan lanjutan sepanjang tahun. Beberapa fitur utama meliputi:

  • AI-native Scheduler untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya jaringan secara otomatis.
  • AI-powered Positioning untuk meningkatkan akurasi penentuan lokasi pengguna.
  • AI-managed Beamforming untuk mengoptimalkan kualitas sinyal secara dinamis.
  • AI-powered Multi-layer Coordination untuk koordinasi antar lapisan jaringan.
  • Performance Management untuk pemantauan performa jaringan.
  • Augmented Observability untuk visibilitas cara AI beroperasi.

Setelah diuji melalui lebih dari 15 implementasi di seluruh dunia, AI in RAN mampu menghadirkan peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen serta efisiensi spektrum hingga 10 persen.

Solusi ini juga mendukung hingga dua kali lebih banyak pengguna dengan trafik tinggi, dengan akurasi prediksi cakupan 90–95 persen.

Dukungan dari Operator Global

Sejumlah operator global telah memberikan tanggapan positif. Teruyuki Oya dari SoftBank Corp. menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam menghadirkan AI ke dalam RAN.

Bruce Dean dari Bell Canada menekankan pentingnya integrasi AI untuk jaringan yang lebih cerdas dan efisien. Yu Takki dari SK Telecom melihat potensi besar untuk mendukung evolusi jaringan AI-native 6G.

Ericsson telah menghadirkan fungsi AI di seluruh produknya sejak era 4G. Pada 2021, perusahaan menambahkan akselerasi AI-ready di RAN Compute, dan pada Februari tahun ini memperkenalkan Neural Network Accelerators pada radio Massive MIMO. Inovasi ini meningkatkan kapabilitas inferensi AI hingga 10 kali lipat.

Untuk konteks lebih luas, perkembangan AI juga memengaruhi berbagai sektor. Serangan password stealer di Asia Tenggara meningkat, sementara perusahaan seperti Xiaomi menekankan keberlanjutan dan AI dalam laporan ESG terbaru. Di sisi lain, Telkom meluncurkan Agentic AI by BigBox untuk mempercepat transformasi industri di Indonesia.

Dengan AI in RAN, Ericsson tidak hanya meningkatkan efisiensi jaringan tetapi juga membuka jalan bagi layanan berbasis AI yang lebih canggih di masa depan. Teknologi ini diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Digital 2045 dengan fondasi jaringan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU