spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 2

Amerika Blokir Akses Claude Fable 5 dan Mythos 5, Ada Apa?

Telko.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan Anthropic untuk segera menangguhkan akses ke dua model kecerdasan buatan (AI) tercanggihnya, Claude Fable 5 dan Claude Myhtos 5, untuk semua pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Telah muncul kekhawatiran terkait potensi risiko keamanan dan kemampuan sistem tersebut yang dinilai terlalu maju dibanding model AI generasi sebelumnya.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas pengembangan kecerdasan buatan serta perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap teknologi AI berkemampuan tinggi.

Perintah tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026, Pemerintah AS mengeluarkan arahan kontrol ekspor yang menangguhkan seluruh akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing, baik di dalam maupun di luar wilayah AS.

“Kami menerima surat edaran dari pemerintah hari ini pukul 17.21 (ET). Surat tersebut tidak memuat rincian spesifik mengenai masalah keamanan nasional yang dimaksud,” tulis Anthropic dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Dikarenakan secara teknis tidak memungkinkan untuk membedakan pengguna berdasarkan kewarganegaraan secara real-time, Anthropic menonaktifkan kedua model itu untuk semua penggunanya tanpa terkecuali.

Pemerintah AS meyakini telah menemukan metode untuk melakukan bypass atau “jailbreak” Fable 5. Klaim ini yang menjadi dasar perintah kontrol ekspor tersebut.

Baca Juga:

Namun, surat yang diterima Anthropic tidak menyertakan detail spesifik terkait kekhawatiran keamanan nasional yang dimaksud.

Satu-satunya bukti yang diberikan pemerintah bersifat lisan, yakni sebuah teknik jailbreak sempit dan tidak universal, yang pada dasarnya meminta model untuk membaca basis kode tertentu lalu memperbaiki celah perangkat lunak di dalamnya.

Anthropic sendiri menyatakan bahwa pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan sembari menunggu evaluasi lebih lanjut mengenai dampak dan tingkat keamanan model.

Perusahaan menilai pengembangan AI yang semakin kuat harus dibarengi dengan pengujian keamanan yang ketat agar teknologi tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko yang sulit dikendalikan.

Kasus Fable 5 juga memperlihatkan perubahan sikap regulator terhadap AI generatif. Jika sebelumnya fokus pengawasan lebih banyak tertuju pada isu privasi dan hak cipta, kini perhatian mulai bergeser ke kemampuan teknis AI yang dinilai dapat mempengaruhi keamanan nasional, keamanan siber, hingga stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, peristiwa ini menambah daftar panjang diskusi mengenai AI Safety, yaitu upaya memastikan sistem AI tetap berjalan sesuai tujuan manusia.

Sejumlah perusahaan AI besar, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google DeepMind, dalam beberapa tahun terakhir memang semakin sering menyoroti pentingnya pengujian keamanan sebelum model-model terbaru dirilis secara luas.

Bagi industri teknologi, pembatasan terhadap Fable 5 menunjukkan bahwa perlombaan mengembangkan AI paling canggih kini mulai diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat dari regulator.

Google Messages Siapkan Fitur Deteksi Foto AI

Telko.id – Google tengah menyiapkan fitur baru di Google Messages yang mampu mendeteksi foto hasil rekayasa AI atau gambar yang telah dimanipulasi secara digital.

Kehadiran fitur ini menjadi respons atas semakin banyaknya konten visual berbasis AI yang beredar di internet dan platform komunikasi, yang sering kali sulit dibedakan dari foto asli.

Temuan ini berasal dari analisis kode aplikasi yang dilakukan oleh pakar pembongkaran kode, AssembleDebug, yang menunjukkan bahwa Google Messages bersiap membaca sertifikat C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity), sebuah standar digital yang mencatat riwayat pembuatan dan pengeditan sebuah file gambar.

Menurut laporan yang dirilis, fitur pendeteksi ini akan ditempatkan di menu overflow gambar, tepatnya pada opsi View details.
Panel informasi yang muncul nantinya tidak hanya memberikan label “ya” atau “tidak” secara sederhana.

Google menyiapkan sekitar 18 deskripsi berbeda, mulai dari “Media captured with a camera” hingga “Parts of this media may have been made with AI.”
Tingkat detail ini menunjukkan Google ingin memberikan informasi yang lebih bernuansa kepada pengguna.

Baca Juga:

Fitur deteksi ini menjadi langkah penting karena penyebaran foto palsu kini tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga melalui percakapan pribadi dan grup.

Teknologi AI generatif modern mampu menghasilkan gambar yang realistis, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, penyebaran hoaks, hingga manipulasi informasi.

Kekhawatiran ini sudah disuarakan oleh pengguna di forum Reddit. Seorang pengguna dengan nama manav_yantra di subreddit r/infp berargumen bahwa gambar AI hiper-realistis mulai berbahaya dan bahkan orang yang paham teknologi pun mulai tertipu.
Meskipun hanya anekdot, sentimen ini mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak orang belakangan ini.

Bagi pengguna, fitur ini dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan saat menerima foto dari orang lain. Alih-alih langsung mempercayai sebuah gambar, pengguna nantinya bis amengetahui apakah konten tersebut kemungkinan dibuat oleh AI atau telah dimodifikasi.
Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi penyebaran informasi palsu di era ketika batas antara foto asli dan hasil AI semakin sulit dikenali.

Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Buka Peluang Kreator Lewat AI

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi berkolaborasi untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar mampu mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini diumumkan di Jakarta pada 15 Juni 2026. Program ini menyasar para kreator konten, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin mengembangkan keterampilan digital.

Inisiatif ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara akses teknologi yang semakin luas dengan kemampuan untuk memonetisasi karya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa di era AI, fokus pemerintah adalah memperkuat kreativitas manusia.

“Kami mengundang para kreator untuk bergabung dalam inisiatif ini dan mengubah ide-ide Indonesia menjadi karya yang berdampak,” ujarnya.

Content image for article: Indosat, Adobe, dan Kemenekraf Buka Peluang Kreator Lewat AI

Program ini merupakan respons terhadap temuan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun literasi digital meningkat, potensi untuk menghadirkan dampak ekonomi masih sangat besar.

Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak orang untuk berkarya, bukan sekadar menjadi konsumen teknologi.

Vikram Sinha, President Director Indosat, menambahkan bahwa Indonesia memiliki talenta melimpah. “Yang dibutuhkan adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat. Inilah cara kami membangun masa depan yang #LebihBaik,” katanya.

Akses Premium Adobe Express dan Pelatihan AI

Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah penyediaan akses premium gratis ke Adobe Express bagi seluruh pelanggan Indosat selama enam bulan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat konten visual dengan cepat berbasis AI.

Selain akses aplikasi, Indosat dan Adobe juga menyediakan video pembelajaran dari Adobe Digital Academy. Materi ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Pelanggan dapat mengembangkan Fitur Kloning Kreator dan keterampilan storytelling digital.

Program ini dirancang untuk berbagai kalangan usia. Dengan memanfaatkan Adobe Express, masyarakat bisa belajar membuat konten, berkomunikasi visual, dan memahami cara memonetisasi hasil kreativitas mereka.

David Wadhwani, President of Creativity & Productivity Business Adobe, menyatakan kebanggaannya mendukung komunitas kreatif Indonesia. “Kami menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan dan membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya,” ujarnya.

Program Monetisasi Kreator Perdana di Indonesia

Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Adobe untuk meluncurkan program monetisasi kreator. Program ini menghadirkan template lokal di Adobe Express dan memungkinkan kreator memperoleh penghasilan langsung.

Para peserta terpilih juga berkesempatan menampilkan karya di IDEAFEST, festival kreatif terbesar di Indonesia. Ini membuka peluang untuk menjangkau audiens luas dan membangun koneksi dengan pelaku industri.

Program ini didukung penuh oleh ekosistem ekonomi kreatif Kemenekraf. Dengan begitu, peserta bisa mendapatkan eksposur lebih besar ke calon mitra dan pasar. Ini menjadi langkah strategis untuk mengubah Scrapbook Digital menjadi nilai ekonomi.

GENSi dan ECHOES: Wadah Pemberdayaan Kreator Muda

Platform GENSi (Generasi Terkoneksi) milik Indosat menjadi inti dari kolaborasi ini. Setelah membekali lebih dari 10.000 anak muda, GENSi menargetkan 15.000 peserta pada tahun ini.

Melalui jaringan nasional, GENSi membantu generasi muda memahami cara memaksimalkan peluang digital. Program ini juga akan menghadirkan penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri.

Sementara itu, Kemenekraf melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) memperkuat kapasitas generasi muda. Program ini memberikan wawasan tentang ekonomi kreatif, kekayaan intelektual, dan AI.

Ketiga pihak tengah menjajaki cara menghubungkan peserta ECHOES dengan perangkat kreatif Adobe. Tujuannya adalah membantu peserta mengembangkan kemampuan Ekosistem Digital Lifestyle dan pembuatan konten.

Kolaborasi ini diharapkan bisa membuka peluang nyata di ekonomi kreatif. Ide-ide besar dapat lahir dari mana saja ketika setiap orang memiliki perangkat, platform, dan dukungan yang tepat untuk mewujudkannya.


Intel Project Firefly Siap Hadirkan Laptop Murah

0

Telko.id – Intel memperkenalkan Project Firefly, sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan laptop Windows berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Berbeda dari strategi sebelumnya yang berfokus pada peningkatan performa prosesor, kali ini Intel mencoba merombak cara laptop dirancang dan diproduksi agar biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Melalui Project Firefly, Intel berusaha menstandardisasi proses desain laptop. Mereka memadukan prosesor terbaru bernama Wildcat Lake dengan sebuah kerangka perangkat keras umum yang dapat langsung diadopsi atau dimodifikasi oleh para produsen laptop.

Dilengkapi dengan dua performance cores dan empat efficiency cores. Chip ini juga membawa Neural Processing Unit (NPU) berukuran kecil dan grafis terintegrasi yang dioptimalkan untuk beban kerja dasar, seperti pemutaran video dan game ringan. Untuk menekan harga jual, Intel menyederhanakan platform ini dengan tata letak single-tile dan motherboard enam lapis.

Tujuannya adalah merombak ekosistem PC entry-level agar laptop terjangkau tidak lagi terasa seperti perangkat yang penuh dengan kompromi pemangkasan kualitas, demikian dikutip dari Techspot, Senin (15/6/2026).

Baca Juga:

Salah satu keunggulan utama Firefly adalah penggunaan komponen yang lebih modular dan terstandardisasi. Intel bahkan memanfaatkan rantai pasok industri smartphone, termasuk penggunaan memori LPDDR5X dan sejumlah komponen yang umum digunakan di perangkat mobile.

Dengan cara ini, biaya riset, pengembangan, hingga manufaktur dapat ditekan secara signifikan. Meski menyasar segmen terjangkau, Intel mengklaim laptop berbasis Firefly tetap akan menawarkan desain premium.

Contoh desain yang dipamerkan memiliki bodi logam tipis sekitar 12,9 mm, tampilan yang lebih bersih, serta dukungan port modern seperti USB-C, USB-A, HDMI, dan Thunderbolt. Intel ingin menghapus stigma bahwa laptop murah identik dengan bodi plastik tebal dan kualitas yang seadanya.

Strategi ini juga menjadi upaya Intel untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar laptop murah, terutama setelah kemunculan MacBook Neo yang menawarkan desain premium dengan harga lebih terjangaku.

Selain itu, Project Firefly juga diposisikan untuk bersaing dengan Chromebook dan laptop berbasis ARM yang semakin populer di kelas entry-level.

Project ini berpotensi menghadirkan laptop Windows yang lebih tipis, modern, dan hemat daya tanpa harus membayar harga premium.

Jika strategi ini berhasil, konsumen bisa mendapatkan perangkat dengan kualitas desain yang lebih baik di kelas harga yang selama ini identik dengan banyak kompromi.

Apple Siapkan Siri AI Berbayar untuk Fitur Premium

Telko.id – Apple dikabarkan tengah menyiapkan skema berlangganan untuk fitur-fitur AI paling canggih di Siri. Mengikuti jejak layanan chatbot kompetitor.

Menurut laporan Bloomberg, fitur dasar Siri akan tetap gratis selamanya. Namun, fitur percakapan tingkat lanjut, pertanyaan berbasis pengetahuan dunia, dan alat generatif diprediksi akan masuk ke balik paywall. Langkah ini mirip dengan strategi yang diterapkan Google pada Gemini di Pixel 10 Pro.

Menurut laporan tersebut, fitur yang kemungkinan masuk ke layanan berbayar mencakup kemampuan percakapan yang lebih natural, pemrosesan pertanyaan kompleks berbasis pengetahuan global, serta berbagai fitur generatif yang membutuhkan komputasi tinggi.

Pendekatan ini mirip dengan strategi yang saat ini diterapkan oleh layanan AI lain seperti ChatGPT, Gemini dan Claude, yang menyediakan fitur dasar secara gratis namun mengenakan biaya yang untuk model yang lebih canggih.

Keputusan ini didorong oleh biaya operasional yang tinggi. Siri AI menggunakan model Gemini dari Google yang dihosting di server Apple.

Laporan menyebut Apple membayar sekitar $1 miliar per tahun untuk teknologi tersebut. Biaya komputasi untuk menjawab pertanyaan generatif dalam skala besar menjadi beban yang cenderung dibebankan kepada pengguna.

Tanda-tanda menuju model berlangganan sebenarnya mulai terlihat. Apple saat ini telah memberikan sejumlah keuntungan tambahan kepada pelanggan iCloud+, termasuk peningkatan batas penggunaan fitur tertentu pada Siri.

Baca Juga:

Banyak pengamat menilai langkah tersebut dapat menjadi fondasi bagi paket langganan AI tersendiri di masa depan.

Dari sisi teknologi, Siri versi terbaru menjadi salah satu proyek AI terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir.

Selain kemampuan percakapan yang lebih natural, Siri AI dirancang untuk memahami konteks pribadi pengguna, mengakses informasi dari aplikasi seperti Mail, Kalender, Catatan dan Pesan, serta menjalankan tugas lintas aplikasi melalui perintah suara yang lebih kompleks.

Jika rencana ini benar-benar diwujudkan, Apple akan mengikuti tren industri yang mulai mengubah AI dari sekadar fitur perangkat menjadi layanan berlakngganan.

Bagi pengguna, tantangan utamanya adalah apakah kemampuan Siri AI nantinya cukup unggul untuk membuat mereka bersedia membayar biaya tambahan, terutama ketika alternatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude sudah lebih dulu hadir di pasar.

Nothing Ear (Open) Hadirkan Warna Biru, Keren!

0

Telko.id – Erajaya Digital secara resmi menghadirkan Nothing Ear (Open) Blue di Indonesia. Produk audio terbaru ini hadir dengan desain open-ear yang ringan dan kualitas audio imersif, menargetkan konsumen aktif dan dinamis.

Perangkat ini melengkapi portofolio audio inovatif yang didistribusikan oleh Erajaya Digital, bagian dari Erajaya Group (kode saham: ERAA). Peluncuran ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas.

Joy Wahjudi selaku CEO Erajaya Digital mengatakan, “Sebagai mitra distribusi resmi, kami melihat Nothing terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern. Kehadiran Nothing Ear (Open) Blue memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan produk teknologi dengan diferensiasi yang jelas, baik dari sisi desain maupun pengalaman penggunaan, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas.”

Desain Ringan dan Kenyamanan Maksimal

Nothing Ear (Open) Blue hadir dengan bobot ultra ringan hanya 8,1 gram. Desain ini membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari tanpa menutup telinga sepenuhnya. Teknologi Open Sound memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar, menjadikannya ideal untuk olahraga maupun kegiatan harian.

Perangkat ini juga menawarkan kualitas audio jernih dengan bass yang lebih terasa. Pengalaman mendengarkan menjadi lebih imersif berkat teknologi audio yang dioptimalkan. Untuk menunjang aktivitas aktif, Nothing Ear (Open) dilengkapi silicone ear hook yang aman dan nyaman saat berlari, bersepeda, atau kegiatan olahraga lainnya.

Dari sisi daya tahan, Nothing Ear (Open) mampu bertahan hingga 30 jam dengan bantuan charging case. Fitur fast charging memungkinkan penggunaan hingga 10 jam hanya dengan pengisian selama 10 menit. Produk ini juga memiliki sertifikasi IP54 yang tahan debu dan air serta telah melalui uji ketahanan terhadap keringat (sweat-tested).

Fitur Dual Connection dan Low Latency Mode memungkinkan perpindahan perangkat yang lebih seamless serta pengalaman audio yang lebih responsif. Semua fitur ini menjadikan Nothing Ear (Open) Blue sebagai pilihan tepat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Harga dan Ketersediaan

Nothing Ear (Open) Blue tersedia mulai tanggal 8 Juni 2026 dengan harga Rp 1.699.000. Konsumen dapat memperoleh produk ini melalui jaringan ritel Erajaya Digital, seperti erafone, iBox, serta kanal online seperti erafone Official Store di Shopee dan iBox Official Store di Lazada dan Shopee.

Produk ini juga tersedia di Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee, serta Eraspace. Ketersediaan di berbagai kanal ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan perangkat audio terbaru dari Nothing.

Peluncuran Nothing Ear (Open) Blue menunjukkan tren perangkat audio open-ear yang semakin diminati. Dengan desain ringan, fitur lengkap, dan harga kompetitif, produk ini siap bersaing di pasar audio Indonesia. Erajaya Digital terus memperkuat posisinya sebagai distributor resmi produk teknologi inovatif, termasuk melalui ekspansi gerai dan layanan purna jual.

Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat mengunjungi gerai Erajaya Digital terdekat atau mengakses kanal online resmi. Kehadiran produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat audio praktis tanpa mengorbankan kualitas suara.

Multi Window Galaxy A57 5G Mudahkan Bikin Scrapbook Digital

Telko.id – Samsung Galaxy A57 5G menghadirkan fitur Multi Window dan Drag & Drop yang dirancang untuk memudahkan proses pembuatan konten, termasuk tren scrapbook digital yang sedang populer di kalangan generasi muda.

Dengan sistem antarmuka One UI 8.5, pengguna bisa membuka dua aplikasi sekaligus dalam satu layar dan memindahkan file antar aplikasi hanya dengan sekali geser.

Fitur ini menjadi solusi bagi para content creator yang kerap kesulitan saat harus berpindah-pindah aplikasi untuk mengedit foto, menulis catatan, hingga mengunggah konten ke media sosial. Proses yang tadinya memakan waktu kini bisa dipangkas secara signifikan.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya ingin kreator muda bisa fokus menikmati momen liburan tanpa terbebani proses kreatif yang rumit.

“Generasi muda hari ini tidak sekadar berlibur, mereka menciptakan cerita yang layak dibagikan. Oleh karena itu, Galaxy A57 5G mengintegrasikan sistem antarmuka One UI 8.5 yang dibekali fitur Multi Window dan Drag & Drop,” ujarnya.

Fitur ini memungkinkan pengguna mencari inspirasi rute perjalanan sambil mengedit foto, lalu langsung memindahkannya ke media sosial dalam sekali geser.

Content image for article: Galaxy A57 5G Bikin Scrapbook Digital Makin Mudah dengan Multi Window
Mempermudah aktivitas vlogging dengan fitur Multi Window pada Samsung Galaxy A57 5G, buka Kamera dan Notes sekaligus di satu layar

Bikin Konten Super Lancar

Selama ini, menyusun draf konten atau membaca panduan video saat di lokasi membutuhkan proses yang repot karena harus berpindah aplikasi.

Pada Galaxy A57 5G, aktivitas tersebut dipangkas menjadi sangat efisien berkat fitur Multi Window yang mampu menampilkan dua aplikasi aktif sekaligus secara bersamaan.

Kemudahan ini akan sangat terasa bagi kamu yang aktif sebagai content creator. Saat ingin memproduksi video di luar ruangan, kamu bisa membuka aplikasi Kamera di layar bagian atas dan notes berisi naskah konten di layar bagian bawah.

Hal ini membuat proses merekam sambil membaca teks menjadi jauh lebih praktis dan efisien tanpa perlu repot berganti aplikasi.

Dalam pengujian, fitur ini bekerja mulus berkat dukungan prosesor Exynos 1680 yang dirancang khusus untuk memberikan performa kencang dan responsif.

Chipset ini juga hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari. Kamu bisa melihat Spesifikasi Lengkap perangkat ini untuk informasi lebih detail.

Fun Scrapbook ala Gen Z

Satu foto mungkin bisa bercerita, tapi sebuah scrapbook dapat menghidupkan keseluruhan perjalanan. Di tengah feed media sosial yang makin ramai, konten yang personal dan punya sentuhan kreatif justru lebih mudah menarik perhatian. Scrapbook digital adalah jawabannya, dengan format carousel yang kini ramai digunakan di sosial media.

Galaxy A57 5G memungkinkan kamu membuat scrapbook untuk liburan yang estetik langsung dari genggaman, tanpa perlu aplikasi tambahan. Berikut langkah mudah pembuatannya dengan memanfaatkan Multi Window dan Drag & Drop:

Content image for article: Galaxy A57 5G Bikin Scrapbook Digital Makin Mudah dengan Multi Window
Langkah mudah menyusun scrapbook digital secara berurutan dan praktis di layar Samsung Galaxy A57 5G.

Pertama, aktifkan Multi Window dengan menarik Edge Panel di sisi layar Galaxy A57 5G kamu. Buka aplikasi Galeri (atau Kamera) dan Notes secara bersamaan dalam mode split-screen.

Kedua, pilih objek foto terbaik yang sudah kamu ambil selama perjalanan, seperti suasana estetik hotel atau sudut kota yang unik.

Ketiga, gunakan fitur Image Clipper. Cukup tekan dan tahan objek utama pada foto di Galeri untuk otomatis menyeleksi dan memisahkan objek tersebut dari latar belakangnya secara rapi.

Keempat, lakukan Drag & Drop langsung ke Notes. Sambil tetap menahan objek yang sudah terpotong rapi, geser jari kamu ke area aplikasi Notes di sebelahnya dan lepaskan objek tersebut.

Kelima, kreasikan komposisi scrapbook. Atur ukuran, posisi, serta tambahkan teks narasi, coretan kuas digital, stiker, atau catatan perjalanan kamu di Samsung Notes hingga membentuk jurnal perjalanan yang estetik.

Terakhir, ekspor dan bagikan. Setelah selesai, klik menu opsi di kanan atas Samsung Notes, pilih Save as file, lalu simpan dalam format Image File (Gambar). Scrapbook digital kamu kini langsung siap diunggah sebagai konten kreatif di media sosial.

Bagi kamu yang penasaran dengan perbandingan performa, simak artikel tentang Galaxy A57 vs A55 untuk mengetahui keunggulan yang paling terasa.

Performa Tangguh untuk Kreativitas

Seluruh pemrosesan gambar, pemotongan objek foto instan, hingga aktivitas multitasking di atas didukung penuh oleh prosesor terbaru Exynos 1680.

Chipset ini dirancang khusus untuk memberikan performa yang jauh lebih kencang, responsif, dan hemat daya demi kelancaran proses pembuatan konten sepanjang hari.

Aktivitas mengedit visual dan penataan scrapbook juga menjadi sangat nyaman di mata berkat layar luas 6,7 inci FHD+ Super AMOLED+ yang memiliki refresh rate adaptif hingga 120Hz.

Ditambah dukungan teknologi Vision Booster dengan tingkat peak brightness mencapai 1.900 nits, kamu tetap dapat melihat isi layar dengan nyaman, bahkan saat sedang menyusun scrapbook di kafe outdoor luar ruangan.

Galaxy A57 5G hadir dalam berbagai opsi kapasitas ruang penyimpanan yang lega, mulai dari 8/128GB, 8/256GB, dan 12/256GB. Desain mewahnya dibalut dalam empat pilihan warna tren: Awesome Gray, Awesome Navy, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac.

Mulai 1–17 Juni 2026, bawa pulang Galaxy A57 5G dengan total keuntungan hingga Rp5,7 juta, cashback hingga Rp2,2 jutaan, dan jaminan trade-in hingga Rp3,5 juta untuk Galaxy lama kamu, serta bebas biaya admin & processing fee.

Dengan kombinasi fitur canggih dan kemudahan penggunaan, Galaxy A57 5G menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin tetap produktif dan kreatif tanpa ribet.

Proses pembuatan scrapbook digital kini bisa dilakukan dengan cepat dan menyenangkan, langsung dari genggaman. (Icha)

Waze Kini Tampilkan Lampu Lalu Lintas Real-Time

Telko.id – Aplikasi navigasi populer, Waze, akhirnya mulai menguji coba fitur yang sangat dinantikan penggunanya, yaitu informasi lampu lalu lintas langsung di peta navigasi. Fitur ini memungkinkan pengemudi melihat lokasi dan status lampu merah secara real-time, membantu merencanakan rute perjalanan dengan lebih efisien.

Fitur baru ini pertama kali terdeteksi oleh pengguna di beberapa negara, termasuk Brasil, yang merupakan salah satu pasar terbesar Waze. Dengan integrasi ini, Waze tidak hanya memberikan informasi tentang kemacetan atau kecelakaan, tetapi juga menunjukkan di mana tepatnya lampu lalu lintas berada dan kapan akan berubah. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan atau memilih jalur alternatif untuk menghindari berhenti di lampu merah.

Seorang juru bicara Waze mengonfirmasi pengujian ini, mengatakan, “Kami terus berinovasi untuk memberikan pengalaman berkendara terbaik. Fitur lampu lalu lintas ini adalah salah satu dari banyak peningkatan yang kami kerjakan untuk membantu pengemudi tiba di tujuan dengan lebih cepat dan aman.” Fitur ini diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar, terutama di kota-kota besar dengan lalu lintas padat.

Fitur ini sebenarnya bukan hal baru di dunia navigasi. Google Maps, yang juga dimiliki oleh induk perusahaan Waze, Alphabet, sudah lama memiliki fitur serupa. Namun, bagi Waze, yang dikenal dengan pendekatan berbasis komunitasnya, ini adalah langkah maju yang signifikan. Sebelumnya, Waze lebih fokus pada laporan langsung dari pengguna tentang kecelakaan, polisi, atau bahaya di jalan.

Content image for article: Waze Akhirnya Hadirkan Informasi Lampu Lalu Lintas di Navigasi
Content image for article: Waze Akhirnya Hadirkan Informasi Lampu Lalu Lintas di Navigasi

Detail Teknis dan Implementasi

Fitur ini saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas. Waze belum mengumumkan jadwal rilis global atau daftar negara yang akan mendapatkan fitur ini. Namun, berdasarkan laporan dari pengguna, informasi lampu lalu lintas muncul sebagai ikon kecil di peta, dan saat pengemudi mendekati persimpangan, aplikasi akan memberikan peringatan suara atau visual tentang status lampu.

Integrasi ini membutuhkan data yang akurat dan real-time. Waze kemungkinan besar menggunakan kombinasi data dari pengguna, sensor kota, dan sumber pihak ketiga untuk memastikan informasi yang diberikan tepat. Ini berbeda dengan Google Maps yang mengandalkan data historis dan sensor dari infrastruktur kota.

Implikasi bagi Pengguna

Bagi pengguna setia Waze, fitur ini bisa menjadi game-changer. Selama ini, Waze unggul dalam memberikan rute tercepat berdasarkan kondisi lalu lintas terkini. Dengan tambahan informasi lampu lalu lintas, aplikasi dapat mengoptimalkan rute tidak hanya berdasarkan waktu tempuh, tetapi juga berdasarkan jumlah perhentian di lampu merah. Hal ini sangat berguna bagi pengemudi yang ingin menghemat bahan bakar atau mengurangi stres berkendara.

Pengemudi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung pasti akan merasakan manfaatnya. Di kota-kota ini, lampu lalu lintas seringkali menjadi titik kemacetan utama. Dengan mengetahui kapan lampu akan berubah, pengemudi bisa mengatur kecepatan agar tidak perlu berhenti total, sehingga lalu lintas menjadi lebih lancar.

Persaingan dengan Google Maps

Keputusan Waze untuk menambahkan fitur lampu lalu lintas ini menarik, mengingat Fitur Waze sebelumnya seringkali lebih inovatif. Google Maps, yang mengakuisisi Waze pada tahun 2013, justru kerap meminjam fitur-fitur populer dari Waze, seperti laporan kecelakaan dan polisi. Kini, Waze yang justru mengadopsi fitur yang sudah lama ada di Google Maps.

Ini menunjukkan bahwa kedua aplikasi terus saling mempengaruhi. Meskipun berada di bawah satu atap, Waze dan Google Maps tetap mempertahankan identitas masing-masing. Waze tetap fokus pada komunitas dan pengalaman berkendara yang interaktif, sementara Google Maps lebih komprehensif dengan integrasi bisnis, transportasi umum, dan penjelajahan.

Prospek ke Depan

Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur lampu lalu lintas akan menjadi standar di Waze. Pengguna bisa berharap fitur ini hadir di Indonesia dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Waze biasanya merilis fitur baru secara bertahap, dimulai dari negara-negara dengan basis pengguna besar.

Sementara itu, pengguna Waze di Indonesia masih bisa menikmati fitur-fitur lain yang sudah ada, seperti laporan kecelakaan, peringatan polisi, dan rute alternatif. Dengan tambahan fitur lampu lalu lintas, Waze semakin lengkap sebagai aplikasi navigasi harian.

Kesimpulan Akhir

Penambahan fitur lampu lalu lintas di Waze adalah langkah maju yang positif. Fitur ini tidak hanya meningkatkan akurasi navigasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengemudi yang ingin perjalanan lebih efisien. Meski masih dalam tahap uji coba, antusiasme pengguna sudah terlihat jelas. Waze kembali membuktikan bahwa mereka serius dalam menghadirkan inovasi untuk pengalaman berkendara yang lebih baik.

Ke depannya, integrasi fitur ini dengan laporan komunitas bisa menjadi kombinasi yang sangat kuat. Bayangkan, pengemudi tidak hanya tahu di mana lampu merah, tetapi juga bisa melaporkan jika lampu tersebut rusak atau tidak berfungsi. Ini akan membuat data Waze semakin kaya dan bermanfaat bagi semua pengguna.

Bagi Anda yang penasaran dengan perkembangan fitur ini, pantau terus pembaruan dari Waze. Siapa tahu, fitur ini akan segera hadir di ponsel Anda dan mengubah cara Anda berkendara sehari-hari. Sementara itu, Anda bisa membaca artikel terkait lainnya seperti Pengguna Waze Naik 44 Persen saat Ramadhan dan Fitur Waze di Google Maps di berbagai negara.


TECNO POVA 8 5G Hadir dengan Layar 144Hz

Telko.id – TECNO resmi meluncurkan smartphone terbarunya, POVA 8 5G, yang membawa gebrakan di segmen entry-level hingga mid-range. Perangkat ini hadir dengan baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, serta sejumlah fitur kecerdasan buatan (AI) yang praktis untuk pengguna sehari-hari.

Peluncuran ini menegaskan komitmen TECNO dalam menghadirkan inovasi teknologi yang terjangkau, terutama bagi pasar berkembang. Dengan baterai 8.000 mAh, POVA 8 5G diklaim mampu bertahan hingga beberapa hari dalam pemakaian normal, menjadikannya salah satu smartphone dengan kapasitas baterai terbesar di kelasnya.

Layar 144Hz yang disematkan juga menjadi nilai tambah, memberikan pengalaman visual yang lebih mulus saat bermain game atau men-scroll media sosial. TECNO POVA 8 5G ini merupakan penerus dari seri POVA sebelumnya yang juga dikenal dengan daya tahan baterai dan performa gaming-nya.

Spesifikasi Unggulan dan Fitur AI

POVA 8 5G ditenagai oleh chipset yang mendukung konektivitas 5G, memastikan kecepatan internet yang tinggi untuk streaming dan unduhan. Dari segi memori, perangkat ini dibekali RAM besar dan penyimpanan internal yang lega, cocok untuk menyimpan banyak aplikasi dan file.

Salah satu sorotan utama adalah fitur AI yang dibenamkan. TECNO memperkenalkan EllaClaw Beta, sebuah agen AI bertenaga OpenClaw yang dirancang khusus untuk pasar berkembang. Fitur ini membantu pengguna dalam berbagai tugas, mulai dari asisten virtual hingga optimalisasi performa perangkat.

Tidak hanya itu, POVA 8 5G juga dilengkapi dengan berbagai fitur AI praktis lainnya seperti AI Wallpaper Generator yang memungkinkan pengguna membuat wallpaper unik, serta AI Eraser untuk menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto. Fitur-fitur ini menunjukkan upaya TECNO untuk menghadirkan teknologi canggih yang mudah diakses.

Desain dan Harga

Dari segi desain, TECNO POVA 8 5G mengusung tampilan yang futuristik dan agresif, khas lini POVA. Tersedia dalam beberapa pilihan warna yang menarik, perangkat ini dirancang untuk menarik perhatian generasi muda yang aktif.

Sayangnya, informasi detail mengenai harga dan ketersediaan di Indonesia belum diumumkan secara resmi. Namun, melihat tren seri sebelumnya, POVA 8 5G diprediksi akan dibanderol dengan harga yang kompetitif, tetap berada di segmen entry-level hingga mid-range.

Kehadiran baterai 8.000 mAh menjadi pembeda utama di pasar yang didominasi baterai 5.000 mAh. Ini memberikan nilai jual kuat bagi pengguna yang prioritas utamanya adalah daya tahan baterai, seperti para gamer atau pengguna berat.

TECNO juga tampaknya ingin memperkuat posisinya di ekosistem gaming dengan menghadirkan perangkat ini. Sebelumnya, TECNO telah menggelar turnamen e-sport pertamanya, yang menunjukkan keseriusan mereka di segmen ini. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang E-sport Tournament tersebut.

Selain itu, TECNO juga memiliki lini laptop, seperti Tecno MEGABOOK T1, yang menunjukkan ekspansi mereka di berbagai perangkat elektronik.

POVA 8 5G juga bisa menjadi pesaing bagi merek lain yang merilis ponsel dengan baterai besar, seperti Infinix Hot 60i 5G yang memiliki baterai 6000 mAh.

Dengan kombinasi baterai raksasa, layar 144Hz, dan fitur AI yang praktis, TECNO POVA 8 5G menawarkan paket yang menarik di segmen harganya. Perangkat ini siap memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan performa tangguh tanpa perlu khawatir kehabisan daya.

Samsung Rampungkan One UI 8.5 untuk 44 Perangkat

Telko.id – Samsung resmi menyelesaikan peluncuran pembaruan One UI 8.5 untuk seluruh 44 perangkat yang telah dikonfirmasi sebelumnya. Proses rollout yang berlangsung beberapa bulan terakhir akhirnya mencapai garis akhir pada pekan ini, membawa sejumlah fitur baru dan peningkatan keamanan bagi pengguna Galaxy di seluruh dunia.

Keputusan Samsung untuk merampungkan pembaruan ini menandai babak baru dalam ekosistem perangkat lunaknya. Pembaruan One UI 8.5 sendiri pertama kali diperkenalkan melalui program beta pada awal tahun ini. Beberapa laporan sebelumnya sempat menyinggung penundaan jadwal beta, namun kini perusahaan asal Korea Selatan itu berhasil menuntaskan distribusinya tepat waktu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laporan Nick Papanikolopoulos pada Sabtu (13/6/2026), Samsung menegaskan bahwa seluruh perangkat yang masuk dalam daftar kompatibel kini telah menerima pembaruan. Daftar tersebut mencakup lini flagship Galaxy S, Galaxy Z, Galaxy A, hingga Galaxy Tab.

Salah satu sorotan utama dalam pembaruan ini adalah integrasi asisten virtual terbaru. Samsung sebelumnya telah memperkenalkan asisten Bixby versi anyar melalui One UI 8.5, yang diklaim mampu memberikan kontrol perangkat lebih intuitif. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan ekosistem Samsung dalam aktivitas sehari-hari.

Selain Bixby, pembaruan ini juga menghadirkan peningkatan pada aspek keamanan dan kemudahan navigasi. Samsung Beta One UI 8.5 sebelumnya memang sudah difokuskan pada dua pilar utama tersebut. Kini, pengguna akhir bisa menikmati hasil pengujian yang telah dilakukan selama fase beta.

Proses rollout yang berlangsung bertahap ini sempat menuai pertanyaan di kalangan pengguna. Beberapa perangkat menerima pembaruan lebih awal, sementara yang lain harus menunggu lebih lama. Namun, Samsung memastikan bahwa tidak ada perangkat yang terlewat dari jadwal distribusi.

Daftar Perangkat yang Mendapatkan Pembaruan

Dari total 44 perangkat yang dikonfirmasi, mayoritas adalah smartphone flagship yang dirilis dalam dua tahun terakhir. Beberapa di antaranya termasuk seri Galaxy S25, Galaxy S26, dan Galaxy Z Fold 6. Samsung juga memasukkan sejumlah perangkat kelas menengah seperti Galaxy A37 dan Galaxy A36.

Menariknya, Samsung juga memberikan pembaruan ini untuk beberapa perangkat yang lebih lawas. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperpanjang dukungan perangkat lunak bagi pengguna setianya. Sebagai perbandingan, beberapa merek lain masih membatasi pembaruan besar hanya untuk perangkat yang berusia maksimal dua tahun.

Bagi pengguna Galaxy A37, pembaruan ini menjadi kabar baik. Sebelumnya, perangkat ini sudah dikenal dengan kemampuan Nightography-nya yang mumpuni. Dengan One UI 8.5, pengalaman fotografi malam hari diprediksi semakin optimal berkat peningkatan algoritma pemrosesan gambar.

Fitur Unggulan One UI 8.5

Pembaruan ini membawa sejumlah fitur baru yang patut dicatat. Pertama, peningkatan pada antarmuka pengguna yang lebih bersih dan responsif. Samsung juga menyematkan mode hemat daya yang lebih cerdas, mampu memperpanjang masa pakai baterai hingga 15 persen dalam pengujian internal.

Kedua, fitur keamanan yang diperkuat dengan Knox Matrix terbaru. Sistem ini memberikan perlindungan berlapis untuk data pengguna, termasuk enkripsi end-to-end untuk aplikasi perpesanan bawaan Samsung. Fitur ini menjadi jawaban atas meningkatnya kekhawatiran pengguna terhadap privasi data.

Ketiga, integrasi yang lebih dalam dengan ekosistem Galaxy. Pengguna kini bisa menghubungkan perangkat Galaxy mereka dengan lebih mulus, termasuk berbagi file, notifikasi, dan kontrol perangkat dari satu hub.

Samsung juga menyertakan pembaruan pada aplikasi Phone bawaan. Beberapa laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Samsung One UI 9 akan membawa fitur yang paling diinginkan pengguna ke aplikasi Phone. Meski One UI 9 masih dalam tahap pengembangan, One UI 8.5 sudah memberikan gambaran awal tentang arah pengembangan antarmuka Samsung.

Bagi pengguna yang belum menerima notifikasi pembaruan, Samsung menyarankan untuk memeriksa secara manual melalui menu Pengaturan > Pembaruan Perangkat Lunak > Unduh dan Instal. Proses pembaruan membutuhkan ruang penyimpanan sekitar 2-3 GB serta koneksi Wi-Fi yang stabil.

Sementara itu, Samsung juga dikabarkan tengah mempersiapkan One UI 9 yang akan hadir pada akhir tahun ini. Beberapa bocoran menyebutkan bahwa pembaruan besar berikutnya akan membawa perubahan signifikan pada desain dan fungsionalitas. Namun, untuk saat ini, pengguna bisa menikmati dukungan penuh dari One UI 8.5.

Dengan rampungnya rollout ini, Samsung menegaskan posisinya sebagai salah satu produsen yang paling konsisten dalam hal pembaruan perangkat lunak. Langkah ini juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mempertimbangkan membeli perangkat Galaxy, terutama dari segi dukungan jangka panjang.