spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 3

Apple Siapkan iOS untuk iPhone Lipat, Rilis 2027?

Telko.id – Apple dikabarkan tengah mempersiapkan sistem operasi iOS secara diam-diam untuk perangkat lipat pertamanya, yang disebut-sebut akan hadir dengan nama iPhone Ultra. Langkah ini menjadi sinyal paling konkret bahwa raksasa teknologi asal Cupertino itu serius memasuki pasar ponsel lipat.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal yang dekat dengan pengembangan perangkat lunak Apple. Mereka menyebutkan bahwa kode-kode terkait mekanisme lipat dan antarmuka adaptif sudah mulai muncul di dalam build iOS terbaru yang digunakan oleh tim pengembang internal.

“Apple sedang mempersiapkan perubahan fundamental pada iOS untuk mengakomodasi perangkat dengan layar yang bisa dilipat. Ini bukan sekadar percobaan, tapi sudah masuk tahap pengembangan serius,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar setia Apple yang sudah lama menantikan kehadiran iPhone lipat. Selama ini, Apple terlihat begitu hati-hati dan cenderung lambat dalam merespons tren ponsel lipat yang sudah lebih dulu digarap oleh kompetitor seperti Samsung dan Huawei.

Menurut sumber yang sama, Apple menargetkan perangkat ini bisa dirilis pada tahun 2027. Namun, jadwal tersebut masih bisa berubah tergantung pada kesiapan teknologi dan rantai pasokan. Sebelumnya, beredar kabar bahwa produksi percobaan untuk komponen layar lipat sudah dimulai.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Apple adalah menciptakan layar lipat yang benar-benar mulus tanpa lipatan (crease) yang terlihat. Seperti yang pernah dilaporkan sebelumnya, Apple sempat gagal mewujudkan target tersebut dalam beberapa iterasi awal. Kini, mereka disebut-sebut telah menemukan solusi material baru yang lebih tahan lama.

Perangkat yang rencananya akan diberi nama iPhone Ultra ini diperkirakan akan membawa sejumlah perubahan besar. Salah satu yang paling mencolok adalah kemungkinan ditinggalkannya sistem Face ID. Sebagai gantinya, Apple dikabarkan akan mengintegrasikan sensor sidik jari (Touch ID) ke dalam tombol daya. Informasi ini sejalan dengan laporan sebelumnya bahwa iPhone lipat Apple akan menggunakan Touch ID, bukan Face ID.

Keputusan untuk beralih ke Touch ID diyakini karena pertimbangan desain. Menempatkan modul Face ID yang kompleks di perangkat lipat akan sangat menantang dan bisa menambah ketebalan perangkat secara signifikan. Touch ID di tombol daya dianggap sebagai solusi yang lebih praktis dan elegan.

Selain perubahan pada sistem keamanan, iPhone Ultra juga digadang-gadang akan membawa lompatan besar di sektor kamera. Beberapa sumber meyakini Apple sedang menguji sensor 200MP untuk perangkat ini. Meskipun ada kemungkinan sensor tersebut belum siap untuk iPhone 18 Pro, sensor 200MP bisa menjadi fitur andalan yang membedakan iPhone Ultra dari lini iPhone reguler.

Dari segi desain, iPhone Ultra diprediksi akan mengusung konsep layar penuh tanpa bezel (true full-screen). Ini berarti Apple harus menyembunyikan kamera depan dan berbagai sensor di bawah layar. Teknologi ini memang sudah mulai diterapkan oleh beberapa vendor Android, namun Apple diharapkan bisa menghadirkan implementasi yang lebih matang.

Spesifikasi dan Harga yang Dinantikan

Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor yang beredar cukup konsisten. iPhone Ultra diperkirakan akan hadir dengan layar utama berukuran sekitar 7,5 inci saat dibuka, dan layar sekunder di bagian luar sekitar 5,5 inci saat dilipat. Ini akan menempatkannya sebagai pesaing langsung Galaxy Z Fold series dari Samsung.

Soal harga, tentu saja tidak akan murah. Beberapa analis memprediksi iPhone Ultra akan dibanderol mulai dari USD 1.999 atau sekitar Rp 30 jutaan. Harga ini sejalan dengan strategi Apple yang memposisikan perangkat ini sebagai produk premium tertinggi, di atas lini iPhone Pro Max.

Bocoran spesifikasi lain yang sempat terungkap mencakup detail ukuran layar, sensor sidik jari, dan kamera. Seperti yang pernah kami laporkan, bocoran iPhone lipat sebelumnya sudah memberikan gambaran yang cukup jelas tentang apa yang bisa diharapkan konsumen.

Apple dikenal sebagai perusahaan yang tidak terburu-buru merilis produk baru. Mereka lebih memilih menunggu hingga teknologi dianggap matang dan siap memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Pendekatan ini terbukti sukses dengan iPhone, iPad, dan Apple Watch.

Namun, di segmen ponsel lipat, kelambatan Apple bisa menjadi bumerang. Pasar ponsel lipat sudah tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Samsung, misalnya, sudah berada di generasi kelima untuk lini Galaxy Z Fold-nya. Huawei dan Oppo juga terus berinovasi dengan desain yang semakin tipis dan ringan.

Implikasi bagi Pasar dan Pengguna

Kehadiran iPhone Ultra bisa menjadi katalis yang mendorong adopsi ponsel lipat secara lebih masif. Selama ini, salah satu hambatan utama adalah harga yang tinggi dan kekhawatiran akan durabilitas. Jika Apple berhasil menghadirkan perangkat lipat yang kokoh dengan ekosistem iOS yang mulus, ini bisa mengubah persepsi publik.

Para pengembang aplikasi juga akan diuntungkan. Dengan adanya perangkat lipat dari Apple, mereka akan termotivasi untuk mengoptimalkan aplikasi agar bisa berjalan dengan baik di berbagai form factor layar. Ini akan memperkaya pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Di sisi lain, kabar penundaan hingga 2027 menunjukkan bahwa Apple masih menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah. Penundaan iPhone lipat Apple hingga 2027 dengan produksi terbatas mengindikasikan bahwa perusahaan ini tidak mau mengambil risiko dengan kualitas.

Yang jelas, persiapan iOS untuk perangkat lipat adalah langkah paling konkret yang pernah dilakukan Apple. Ini bukan lagi sekadar rumor atau paten yang didaftarkan, melainkan pengembangan perangkat lunak yang nyata. Tim pengembang internal Apple sudah bekerja untuk memastikan bahwa transisi ke perangkat lipat berjalan semulus mungkin.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, tampaknya Apple benar-benar serius menghadirkan iPhone lipat. Meski harus menunggu hingga 2027, janji akan sebuah perangkat revolusioner dengan ekosistem iOS yang matang membuat penantian ini terasa sepadan.

Ke depannya, kita bisa berharap lebih banyak bocoran akan muncul seiring semakin dekatnya jadwal produksi. Yang pasti, persaingan di pasar ponsel lipat akan semakin menarik dengan masuknya pemain sekaliber Apple.

Honor X80 Pro Max Tawarkan Baterai 11.000mAh Jumbo

Telko.id – Honor akhirnya mengonfirmasi tanggal peluncuran smartphone terbarunya, Honor X80 Pro Max, yang akan hadir di China pada 22 Juni. Kabar ini diumumkan langsung melalui akun Weibo resmi Honor, sekaligus membuka masa pemesanan awal di toko online mereka.

Yang langsung mencuri perhatian adalah spesifikasi baterainya yang luar biasa besar. Honor memastikan X80 Pro Max akan dibekali baterai berkapasitas 11.000 mAh, sebuah angka yang belum pernah ada di ponsel flagship sebelumnya. Dengan kapasitas sebesar itu, ponsel ini juga mendukung pengisian cepat 90W dan pengisian balik kabel 27W, yang memungkinkannya berfungsi sebagai powerbank darurat.

“Baterai 11.000 mAh di Honor X80 Pro Max adalah lompatan besar di industri. Ini bukan sekadar ponsel, tapi juga solusi daya untuk perangkat lain,” tulis Honor dalam unggahan resminya.

Selain baterai, Honor juga mengungkap desain dan pilihan warna perangkat ini. X80 Pro Max akan tersedia dalam empat varian warna: Lightning Red, Moon White, Vitality Orange, dan Xuanjia Black. Desainnya mengusung bahasa estetika modern dengan modul kamera melingkar yang khas.

Dari bocoran yang beredar, Honor X80 Pro Max akan mengusung layar 6,8 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 10.000 nits. Angka ini sangat tinggi dan menjanjikan pengalaman visual yang luar biasa, bahkan di bawah sinar matahari langsung. Ponsel ini juga dikabarkan akan ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 5 dan kamera utama 50MP.

Fitur lain yang diharapkan hadir mencakup ketahanan air dan debu penuh, serta sistem keamanan biometrik setara flagship. Honor tampaknya ingin memposisikan X80 Pro Max sebagai ponsel dengan daya tahan baterai terbaik di kelasnya.

Baterai 11.000 mAh memang menjadi daya tarik utama. Dengan kapasitas ini, pengguna bisa menggunakan ponsel secara intensif selama berhari-hari tanpa perlu mengisi daya. Fitur pengisian balik 27W juga menjadi nilai tambah, karena bisa mengisi daya perangkat lain seperti TWS atau smartwatch dengan cepat.

Bocoran spesifikasi lain menyebutkan bahwa Honor X80 Pro Max akan memiliki layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz. Layar 6,8 inci ini juga diklaim mampu menampilkan warna yang akurat dan kontras yang dalam. Untuk sektor fotografi, kamera utama 50MP kemungkinan akan didukung oleh sensor ultra-wide dan makro.

Honor juga dikabarkan akan menyematkan prosesor Snapdragon 6 Gen 5 yang hemat daya. Chipset ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi energi, sangat cocok dengan baterai besar yang dimiliki ponsel ini.

Dari segi keamanan, Honor X80 Pro Max diperkirakan akan memiliki pemindai sidik jari dalam layar dan pengenalan wajah. Fitur ini memastikan data pengguna tetap aman, sekaligus memberikan kemudahan akses.

Pasar smartphone China memang sangat kompetitif, terutama di segmen flagship. Honor mencoba membedakan diri dengan fokus pada daya tahan baterai ekstrem, sesuatu yang jarang menjadi prioritas pabrikan lain. Dengan baterai 11.000 mAh, X80 Pro Max bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering bepergian atau bekerja di lapangan.

Meski belum ada informasi resmi mengenai harga, Honor diperkirakan akan membanderol ponsel ini di kisaran menengah atas. Hal ini sejalan dengan strategi mereka untuk menawarkan fitur flagship dengan harga yang lebih terjangkau.

Bagi penggemar teknologi di Indonesia, kehadiran Honor X80 Pro Max di China bisa menjadi indikasi awal apakah ponsel ini akan masuk ke pasar global. Biasanya, Honor merilis varian global beberapa bulan setelah peluncuran di China.

Peluncuran Honor X80 Pro Max pada 22 Juni nanti akan menjadi momen penting bagi perusahaan. Dengan spesifikasi baterai yang revolusioner, Honor berpotensi mengubah persepsi pasar tentang ponsel flagship. Jika bocoran spesifikasi terbukti akurat, ponsel ini bisa menjadi salah satu perangkat paling menarik tahun ini.

Sementara itu, persaingan di segmen baterai besar juga semakin ketat. Beberapa pabrikan lain seperti Xiaomi dan vivo juga merilis ponsel dengan kapasitas baterai di atas 7.000 mAh. Namun, Honor X80 Pro Max dengan 11.000 mAh jelas berada di level yang berbeda.

Honor juga membuka reservasi awal melalui toko online resmi mereka. Ini menunjukkan bahwa permintaan untuk ponsel ini sudah cukup tinggi. Pengguna yang memesan lebih awal kemungkinan akan mendapatkan bonus atau diskon khusus.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Honor X80 Pro Max siap menjadi primadona baru di pasar smartphone. Baterai raksasa, layar super terang, dan desain premium menjadi kombinasi yang sulit ditolak.

Kita tunggu saja tanggal 22 Juni untuk melihat secara resmi kemampuan penuh dari Honor X80 Pro Max. Apakah baterai 11.000 mAh benar-benar bisa menjadi game changer? Waktu yang akan menjawab.

Huawei Hadirkan HarmonyOS 7 dan AI Agentik

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS 7 dalam ajang developer conference di China, hari ini. Sistem operasi anyar ini hadir dengan antarmuka bergaya Liquid Glass yang terinspirasi dari Apple, serta integrasi kecerdasan buatan yang lebih dalam.

HarmonyOS 7 akan tersedia di berbagai perangkat Huawei, mulai dari ponsel pintar, tablet, komputer, perangkat wearable, hingga perangkat IoT. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada tampilan lock screen yang mampu mengubah pemandangan menjadi efek 3D.

“Sistem UI seperti slider dan tombol kini tampak lebih mengilap seperti kaca,” demikian pernyataan Huawei dalam konferensi tersebut. Perusahaan juga menekankan kehadiran “agentic AI” yang tertanam langsung di asisten virtual mereka.

Asisten ini kini mendukung lebih banyak perintah dalam aplikasi dan dapat menyelesaikan lebih banyak permintaan pengguna dibandingkan asisten AI pada umumnya. Huawei mengklaim bahwa HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0 menghadirkan “intent as a service” dengan tingkat keberhasilan eksekusi tugas mencapai “lebih dari 90 persen”.

Di sektor fotografi, HarmonyOS 7 juga membawa opsi pengeditan foto berbasis AI yang baru. Selain itu, Huawei menjanjikan peningkatan performa sebesar 15 persen dibandingkan HarmonyOS 6.1, terutama dalam peluncuran aplikasi dan bermain game.

Huawei telah membuka beta developer HarmonyOS 7 hari ini untuk ponsel pintar yang memenuhi syarat. Versi final dari pembaruan ini dijadwalkan rilis pada musim gugur mendatang.

Fitur Unggulan HarmonyOS 7

HarmonyOS 7 membawa sejumlah perubahan signifikan pada antarmuka pengguna. Efek kaca yang mengingatkan pada desain Liquid Glass milik Apple menjadi salah satu ciri khas utama. Elemen sistem seperti penggeser volume dan tombol interaktif kini memiliki tampilan transparan dan reflektif.

Fitur lock screen 3D menjadi sorotan tersendiri. Pengguna dapat mengubah pemandangan atau foto favorit menjadi efek tiga dimensi yang hidup. Ini memberikan pengalaman visual yang lebih imersif setiap kali pengguna membuka kunci perangkat.

Di sisi kecerdasan buatan, Huawei memperkenalkan HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0. Kerangka kerja ini memungkinkan asisten virtual memahami “niat” pengguna dan mengeksekusi tugas secara otomatis. Huawei mengklaim tingkat keberhasilan eksekusi tugas mencapai lebih dari 90 persen.

Bagi pengguna yang gemar fotografi, fitur AI photo editing baru akan sangat membantu. Alat pengeditan ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyempurnakan hasil jepretan secara otomatis.

Ketersediaan dan Perangkat yang Didukung

Huawei mengonfirmasi bahwa HarmonyOS 7 akan merambah seluruh lini produk mereka. Mulai dari ponsel flagship hingga perangkat wearable dan IoT. Perusahaan juga terus mendorong pengembang untuk menciptakan aplikasi native di ekosistem ini.

Bagi pengguna yang penasaran dengan ekosistem HarmonyOS, Huawei sebelumnya telah merilis beberapa perangkat menarik. Misalnya, laptop lipat pertama dengan HarmonyOS PC yang cukup inovatif. Selain itu, tablet terbaru mereka juga sudah mengadopsi HarmonyOS 3.0.

Beta developer HarmonyOS 7 sudah bisa diakses hari ini. Huawei mengundang para pengembang untuk mulai menguji dan mengoptimalkan aplikasi mereka. Versi final akan dirilis pada musim gugur 2026.

Dengan jadwal rilis yang mirip dengan Apple, Huawei tampaknya memang sengaja mengadopsi strategi peluncuran yang serupa. Mulai dari desain UI hingga pengumuman beta dan rilis final, semuanya mengikuti pola yang sudah dikenal.

Meski demikian, Huawei tetap menawarkan diferensiasi melalui ekosistem perangkat yang lebih luas. Integrasi antara ponsel, tablet, laptop, dan perangkat IoT menjadi nilai jual utama HarmonyOS.

Bagi pengguna setia Huawei, pembaruan ini tentu menjadi kabar baik. Performa yang lebih cepat dan fitur AI yang lebih cerdas akan meningkatkan produktivitas sehari-hari. Apalagi dengan dukungan aplikasi native yang semakin berkembang.

Huawei juga terus mengajak pengembang untuk berpartisipasi. Seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, ajakan untuk menciptakan aplikasi native menjadi kunci sukses ekosistem HarmonyOS.

Sementara itu, pengguna yang menantikan perangkat flagship terbaru bisa menyimak bocoran spesifikasi Mate X7 yang kabarnya akan rilis November mendatang.

Bagi yang membutuhkan perangkat audio, HUAWEI FreeBuds 7i juga sudah hadir dengan fitur ANC super dan baterai panjang.

HarmonyOS 7 menandai langkah maju Huawei dalam menciptakan ekosistem perangkat lunak yang mandiri. Dengan antarmuka yang lebih modern dan kecerdasan buatan yang lebih matang, sistem operasi ini siap bersaing di pasar global.

Para pengguna dan pengembang kini memiliki waktu beberapa bulan untuk mempersiapkan diri menyambut versi final yang akan hadir pada musim gugur 2026.

DJI Gugat Insta360 Dua Kali di AS Akibat Pelanggaran Paten

Telko.id – Persaingan di pasar kamera genggam semakin memanas. DJI, raksasa drone dan teknologi gimbal, resmi melayangkan dua gugatan hukum terhadap Insta360 di Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah Insta360 baru saja meluncurkan produk terbarunya, Luna Ultra, yang disebut-sebut sebagai pesaing langsung DJI Osmo Pocket 4P.

Gugatan pertama yang diajukan DJI berfokus pada pelanggaran paten desain. DJI menuduh Insta360 memproduksi dan menjual seri Luna dengan desain yang sangat mirip dengan lini Osmo Pocket miliknya. Dalam dokumen gugatan, DJI secara spesifik menyebutkan bahwa kemiripan itu mencakup “bodi genggam memanjang, leher yang menghubungkan bodi ke titik sambungan lengan gimbal, rakitan gimbal, dan kamera”.

“Kemiripan itu terlihat jelas dari kejauhan,” tulis DJI dalam gugatannya, seperti dikutip dari laporan media teknologi. Namun, pihaknya masih harus membuktikan apakah kemiripan tersebut cukup kuat untuk mendapatkan perintah pengadilan yang dapat menghentikan penjualan lini Insta360 Luna di AS.

DJI juga merinci bahwa paten desain lainnya mencakup “modul di bagian atas, layar yang dapat diputar serta bezel, bagian kontrol bawah yang menampung roda gulir dan tombol rekam, slot aksesori di samping, dan bukaan port di bagian dasar”. Seluruh elemen ini, menurut DJI, dilanggar oleh Insta360.

Di gugatan kedua, DJI mengajukan empat paten utilitas yang lebih teknis. Paten-paten tersebut mencakup “perangkat kontrol untuk gimbal yang memungkinkan perpindahan mode antara mode follow dan locked melalui satu kontrol”, “gimbal genggam dengan pelacakan subjek terintegrasi dan tampilan real-time”, “metode kontrol gimbal di mana citra target dari perangkat itu sendiri menggerakkan perintah motor gimbal”, serta “sistem mandiri untuk melacak subjek dan menampilkan gambar di layar gimbal”.

Ini bukan pertama kalinya DJI dan Insta360 berseteru di meja hukum. Sebelumnya, pada awal tahun ini, DJI menggugat Insta360 di China dengan tuduhan membajak mantan karyawan DJI dan menggunakan riset serta pengembangan yang dicuri untuk mengajukan paten terkait drone.

Langkah DJI menggugat Insta360 di AS dinilai sebagai strategi untuk memanfaatkan sistem hukum yang lebih ketat dalam melindungi hak kekayaan intelektual. Jika DJI berhasil mendapatkan injunksi, penjualan Insta360 Luna Ultra di AS bisa terhenti total, memberikan keuntungan kompetitif bagi Osmo Pocket 4P.

Kasus ini mengingatkan pada perseteruan serupa di industri teknologi. Seperti halnya Cisco yang memenangkan hak paten mereka setelah melalui proses panjang, DJI tampaknya serius melindungi inovasi desainnya. Ini juga mirip dengan Huawei yang menggugat Transsion soal pelanggaran paten di Eropa.

Bagi para pengamat industri, kasus ini menyoroti betapa pentingnya perlindungan paten dalam persaingan produk konsumen. Desain fisik dan mekanisme kontrol yang unik seringkali menjadi pembeda utama di pasar yang padat. Jika DJI berhasil memenangkan gugatan ini, bisa menjadi preseden hukum yang signifikan bagi perlindungan desain gimbal handheld di masa depan.

Baik DJI maupun Insta360 belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan gugatan ini. Namun, publik menantikan respons dari Insta360, terutama mengingat Luna Ultra baru saja diluncurkan dan menjadi sorotan.

Kasus ini juga mengingatkan pada dinamika yang terjadi antara Apple dan Qualcomm yang sempat berseteru panjang soal paten. Seperti yang pernah dilaporkan Telko.id, Apple dan Qualcomm berdamai setelah melalui proses hukum yang alot. Sementara itu, di kasus lain, Apple terpaksa memodifikasi iPhone untuk memenuhi tuntutan hukum di Jerman.

Implikasi dari gugatan ini bisa sangat luas. Jika DJI berhasil memblokir penjualan Insta360 Luna Ultra di AS, konsumen akan kehilangan salah satu alternatif menarik di segmen kamera genggam. Namun, jika Insta360 mampu membela diri, ini bisa membuka jalan bagi lebih banyak inovasi desain dari berbagai merek.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada pengadilan AS. Keputusan awal terkait permohonan injunksi DJI diperkirakan akan keluar dalam beberapa bulan ke depan.

iOS 27 Resmi Meluncur, Cek iPhone Kompatibel

Telko.id – Apple kembali menghadirkan kejutan dengan mengungkap sistem operasi terbarunya, iOS 27. Pembaruan ini diumumkan bersamaan dengan sejumlah fitur anyar yang diklaim akan meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Mulai dari peningkatan kecerdasan buatan (AI) pada Siri hingga penyegaran pada aplikasi bawaan, iOS 27 menjadi salah satu update paling ambisius yang pernah dirilis perusahaan.

Meski belum ada tanggal rilis pasti, iOS 27 diproyeksikan akan mulai diuji dalam versi beta untuk pengembang pada pertengahan tahun ini, dengan rilis publik dijadwalkan pada musim gugur mendatang. Apple disebut-sebut ingin membawa perubahan besar pada ekosistem perangkatnya melalui pembaruan ini.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah daftar perangkat yang masih kebagian update. Tidak semua iPhone lawas akan mendapatkan iOS 27. Apple kembali menerapkan kebijakan ketat untuk memastikan performa optimal, terutama karena fitur AI canggih yang membutuhkan daya komputasi tinggi. Hal ini memicu diskusi hangat di kalangan pengguna setia produk Apple.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah daftar iPhone yang diprediksi masih kompatibel dengan iOS 27:

  • iPhone 15 Pro Max
  • iPhone 15 Pro
  • iPhone 15 Plus
  • iPhone 15
  • iPhone 14 Pro Max
  • iPhone 14 Pro
  • iPhone 14 Plus
  • iPhone 14
  • iPhone 13 Pro Max
  • iPhone 13 Pro
  • iPhone 13
  • iPhone 13 mini
  • iPhone 12 Pro Max
  • iPhone 12 Pro
  • iPhone 12
  • iPhone 12 mini
  • iPhone 11 Pro Max
  • iPhone 11 Pro
  • iPhone 11
  • iPhone SE (generasi ke-3)
  • iPhone SE (generasi ke-2)

Daftar ini menunjukkan bahwa Apple masih mendukung perangkat yang dirilis sejak 2020, termasuk lini iPhone 12 dan iPhone SE generasi kedua. Namun, model seperti iPhone X, iPhone XR, dan iPhone XS series tampaknya tidak masuk dalam daftar kompatibilitas. Ini berarti pengguna perangkat tersebut harus bersiap beralih ke model yang lebih baru jika ingin menikmati fitur iOS 27.

Fitur Unggulan iOS 27

iOS 27 membawa sejumlah fitur unggulan yang berfokus pada kecerdasan buatan. Siri, asisten virtual Apple, mendapatkan peningkatan signifikan dengan kemampuan chatbot AI yang lebih natural dan kontekstual. Seperti yang diulas sebelumnya di Telko.id, Apple siapkan Siri menjadi chatbot AI penuh yang bisa menjawab pertanyaan kompleks dan menjalankan tugas multi-langkah. Ini merupakan langkah berani Apple untuk bersaing dengan asisten AI dari Google dan Microsoft.

Selain Siri, aplikasi Kamera juga mendapat sentuhan baru. Fitur kecerdasan kamera cerdas memungkinkan pengguna mengambil foto dengan kualitas lebih baik dalam kondisi minim cahaya. Ada juga mode potret yang ditingkatkan dengan deteksi kedalaman yang lebih akurat. Apple juga menambahkan fitur pengeditan video langsung di aplikasi Foto, memudahkan pengguna membuat konten tanpa aplikasi pihak ketiga.

Performa dan efisiensi daya juga menjadi sorotan. iOS 27 diklaim lebih ringan dan responsif berkat optimalisasi kernel. Apple menjanjikan waktu buka aplikasi lebih cepat dan masa pakai baterai lebih lama, terutama pada perangkat dengan chipset A15 Bionic ke atas. Bagi pengguna yang masih bertahan di model lama, ini bisa menjadi alasan kuat untuk upgrade.

Dampak bagi Pengguna iPhone

Keputusan Apple untuk tidak mendukung iPhone X dan model lebih lawas tentu berdampak besar. Pengguna iPhone X yang dirilis 2017 kini harus mempertimbangkan pembelian perangkat baru. Di sisi lain, pengguna iPhone 11 hingga iPhone 15 masih bisa bernapas lega. Namun, perlu dicatat bahwa fitur AI canggih mungkin hanya berjalan optimal di model Pro dengan chipset terbaru.

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini juga menarik karena Apple terus memperkuat pangsa pasarnya di Tanah Air. Dengan hadirnya iOS 27, pengguna iPhone di Indonesia bisa menikmati fitur-fitur terbaru seperti Siri yang lebih pintar dan kamera yang lebih mumpuni. Apple juga diprediksi akan merilis pembaruan untuk aplikasi bawaan seperti Maps dan Messages yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Apple mengenai daftar perangkat yang didukung. Informasi ini masih bersifat bocoran awal dan bisa berubah. Apple biasanya mengumumkan kompatibilitas penuh saat acara Worldwide Developers Conference (WWDC) tahunan. Tahun ini, WWDC dijadwalkan pada Juni mendatang, di mana iOS 27 kemungkinan akan diperkenalkan secara resmi.

Apple juga dikabarkan akan merombak total Siri menjadi chatbot AI yang lebih canggih. Seperti yang dibahas di artikel Apple rombak Siri, transformasi ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing Apple di pasar asisten virtual. Dengan iOS 27, Apple ingin membuktikan bahwa mereka masih menjadi pemain utama dalam inovasi perangkat lunak.

Para analis memperkirakan bahwa iOS 27 akan menjadi update yang paling dinanti sejak iOS 16. Fitur AI yang lebih dalam dan integrasi lintas perangkat menjadi nilai jual utama. Apple juga dikabarkan akan memperkenalkan fitur baru untuk Apple Watch dan iPad yang terintegrasi dengan iOS 27. Ini menunjukkan ekosistem Apple semakin solid dan saling terhubung.

Bagi pengguna yang ingin mencoba iOS 27 lebih awal, program beta publik biasanya dibuka beberapa minggu setelah WWDC. Namun, perlu diingat bahwa versi beta seringkali mengandung bug dan belum stabil. Disarankan untuk tidak menginstal beta di perangkat utama. Apple biasanya merilis versi final pada September bersamaan dengan peluncuran iPhone terbaru.

Ke depannya, Apple diprediksi akan terus mengembangkan AI untuk berbagai fitur. iOS 27 hanyalah awal dari transformasi besar yang direncanakan perusahaan. Dengan investasi besar di bidang AI dan machine learning, Apple ingin memastikan setiap pembaruan membawa nilai tambah nyata bagi pengguna. Ini tentu kabar baik bagi loyalis Apple yang selalu menanti inovasi terbaru.

Sebagai penutup, iOS 27 menjadi bukti bahwa Apple tidak berhenti berinovasi. Meski beberapa model lawa harus ditinggalkan, fitur-fitur baru yang ditawarkan sepadan dengan upgrade perangkat. Bagi yang masih menggunakan iPhone 12 ke atas, Anda masih beruntung bisa menikmati pembaruan ini. Sementara itu, pengguna iPhone X dan lebih lawas disarankan mulai menabung untuk membeli model terbaru.

iOS 27 Hadir, Andalkan Siri AI dan Kamera

Telko.id – Apple resmi mengumumkan iOS 27 dalam ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) pada 8 Juni 2026. Sistem operasi terbaru ini membawa sejumlah pembaruan besar, mulai dari asisten virtual Siri yang didukung kecerdasan buatan (AI), fitur pengeditan foto canggih, hingga peningkatan signifikan pada Apple Wallet.

Versi pengembang (developer beta) iOS 27 sudah bisa diakses sejak hari pengumuman. Sementara itu, Apple berencana merilis beta publik pada Juli mendatang, dan versi stabil untuk publik akan tersedia pada musim gugur tahun ini. Pembaruan ini mendukung perangkat mulai dari iPhone 11 hingga jajaran iPhone 17 terbaru.

“iOS 27 adalah langkah besar berikutnya dalam pengalaman pengguna iPhone. Kami menghadirkan Siri yang lebih cerdas dan kontekstual, serta alat kreatif yang memanfaatkan AI untuk membantu pengguna mengekspresikan diri,” ujar perwakilan Apple dalam sesi keynote WWDC.

Fitur Unggulan iOS 27

Salah satu sorotan utama adalah Siri AI, asisten virtual yang sepenuhnya diperbarui. Kini Siri mampu memahami input teks dan suara secara alami, membuat interaksi terasa lebih manusiawi. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini untuk sementara tertunda di Uni Eropa karena kendala regulasi.

Apple juga memperkenalkan Siri Camera Mode, fitur yang memungkinkan pengguna mengarahkan kamera ke kartu fisik, seperti kartu loyalitas atau barcode, untuk langsung menambahkan informasi tersebut ke Apple Wallet. Ini menjadi solusi praktis bagi pengguna yang kerap membawa banyak kartu fisik.

Di sektor fotografi, hadir AI Photo Editing dengan alat baru bernama Spatial Reframing dan fungsi Clean Up yang ditingkatkan. Keduanya memungkinkan pengguna mengedit gambar dengan lebih presisi dan tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.

Apple Wallet juga mendapatkan pembaruan signifikan. Pengguna kini bisa menyematkan pass langsung ke Smart Stack, dan fitur kunci hotel diperluas ke lebih banyak mitra. Ini sejalan dengan tren digitalisasi dompet digital yang semakin diminati.

Dari segi performa, Apple mengklaim aplikasi akan berjalan 30 persen lebih cepat dan transfer data via AirDrop meningkat hingga 80 persen. Selain itu, sistem operasi ini menghadirkan desain baru bernama Liquid Glass dengan opsi transparansi yang bisa disesuaikan.

Fokus pada Keamanan Anak

Apple juga menambahkan fitur keamanan anak yang lebih intuitif. Orang tua kini memiliki alat baru untuk menciptakan pengalaman digital yang aman bagi anak-anak mereka. Ini menjadi nilai tambah bagi keluarga yang khawatir akan paparan konten tidak pantas.

Meski demikian, fitur AI paling canggih hanya tersedia untuk perangkat dengan chipset terbaru, seperti iPhone 15 Pro, iPhone 15 Pro Max, dan seluruh lini iPhone 16 ke atas. Pengguna iPhone 11 hingga iPhone 15 reguler tetap bisa menikmati pembaruan sistem, namun tanpa akses penuh ke Apple Intelligence.

Bagi pengguna yang penasaran dengan teknologi serupa, Apple tampaknya mengikuti jejak inovasi yang juga terlihat di perangkat lain, seperti Predator Helios 16 AI yang mengusung kecerdasan buatan untuk produktivitas. Namun, pendekatan Apple lebih terintegrasi langsung ke dalam ekosistem perangkat lunak.

Dengan dirilisnya iOS 27, Apple kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin inovasi di industri smartphone. Fitur-fitur berbasis AI yang dihadirkan tidak hanya memperkaya pengalaman pengguna, tetapi juga membuka jalan bagi adopsi teknologi serupa di masa depan.

Pengguna di Indonesia dapat mulai mencoba beta publik pada Juli mendatang. Pastikan perangkat Anda kompatibel untuk menikmati seluruh fitur terbaru dari Apple.

Ericsson Luncurkan AI in RAN, Bawa Kecerdasan ke Jaringan 5G

Telko.id – Ericsson secara resmi memperkenalkan AI in RAN, sebuah layanan software yang menempatkan model kecerdasan buatan (AI) kelas telekomunikasi langsung ke dalam baseband dan radio.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kinerja, serta penghematan energi pada jaringan seluler, khususnya 5G.

Penawaran yang dapat diskalakan secara komersial ini memungkinkan penyedia layanan komunikasi mendapatkan manfaat langsung tanpa memerlukan tambahan software.

AI in RAN dirancang untuk beradaptasi dan menjadi semakin cerdas berkat dukungan data berkualitas tinggi yang dapat diolah dalam jumlah besar. Teknologi ini juga mendukung Agentic AI untuk otomasi RAN tingkat lanjut dan operasi jaringan yang lebih efisien.

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, mengatakan, “AI menjadi pendorong utama inovasi di berbagai industri, dan menciptakan kebutuhan baru untuk konektivitas, kinerja, dan otomasi”.

Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang, serta membantu operator memenuhi permintaan data yang lebih besar di tengah tantangan investasi.

Di Indonesia, kehadiran AI in RAN membuka peluang besar bagi operator untuk memaksimalkan investasi 5G yang sudah ada.

Data dari Global System for Mobile Association (GSMA) menunjukkan kebutuhan investasi pengembangan 5G mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp324 triliun, dan bisa mencapai 50 miliar dolar AS (sekitar Rp900 triliun) pada 2030. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun menargetkan jangkauan 5G mencapai 32 persen pada 2030.

Model AI kelas telekomunikasi milik Ericsson dirancang untuk memproses dan menghasilkan keputusan dalam hitungan mikrodetik. Teknologi ini mampu memberikan kinerja yang andal di berbagai kondisi jaringan radio (RAN) yang dinamis.

Dikembangkan berdasarkan keahlian mendalam di bidang telekomunikasi, model ini menghadirkan standar baru dalam performa dan efisiensi jaringan.

AI in RAN dapat digunakan pada Ericsson 5G Advanced, baik di jaringan dengan perangkat khusus maupun Cloud RAN. Solusi ini merupakan implementasi nyata dari visi AI for Networks.

Kemampuan ini didukung oleh Ericsson Silicon, yaitu chip khusus yang memungkinkan pemrosesan AI hemat energi langsung di perangkat radio, serta generasi terbaru RAN Compute.

Fitur Utama dan Jadwal Ketersediaan

Fitur awal AI in RAN mulai tersedia pada kuartal kedua tahun 2026, dengan pengembangan lanjutan sepanjang tahun. Beberapa fitur utama meliputi:

  • AI-native Scheduler untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya jaringan secara otomatis.
  • AI-powered Positioning untuk meningkatkan akurasi penentuan lokasi pengguna.
  • AI-managed Beamforming untuk mengoptimalkan kualitas sinyal secara dinamis.
  • AI-powered Multi-layer Coordination untuk koordinasi antar lapisan jaringan.
  • Performance Management untuk pemantauan performa jaringan.
  • Augmented Observability untuk visibilitas cara AI beroperasi.

Setelah diuji melalui lebih dari 15 implementasi di seluruh dunia, AI in RAN mampu menghadirkan peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen serta efisiensi spektrum hingga 10 persen.

Solusi ini juga mendukung hingga dua kali lebih banyak pengguna dengan trafik tinggi, dengan akurasi prediksi cakupan 90–95 persen.

Dukungan dari Operator Global

Sejumlah operator global telah memberikan tanggapan positif. Teruyuki Oya dari SoftBank Corp. menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam menghadirkan AI ke dalam RAN.

Bruce Dean dari Bell Canada menekankan pentingnya integrasi AI untuk jaringan yang lebih cerdas dan efisien. Yu Takki dari SK Telecom melihat potensi besar untuk mendukung evolusi jaringan AI-native 6G.

Ericsson telah menghadirkan fungsi AI di seluruh produknya sejak era 4G. Pada 2021, perusahaan menambahkan akselerasi AI-ready di RAN Compute, dan pada Februari tahun ini memperkenalkan Neural Network Accelerators pada radio Massive MIMO. Inovasi ini meningkatkan kapabilitas inferensi AI hingga 10 kali lipat.

Untuk konteks lebih luas, perkembangan AI juga memengaruhi berbagai sektor. Serangan password stealer di Asia Tenggara meningkat, sementara perusahaan seperti Xiaomi menekankan keberlanjutan dan AI dalam laporan ESG terbaru. Di sisi lain, Telkom meluncurkan Agentic AI by BigBox untuk mempercepat transformasi industri di Indonesia.

Dengan AI in RAN, Ericsson tidak hanya meningkatkan efisiensi jaringan tetapi juga membuka jalan bagi layanan berbasis AI yang lebih canggih di masa depan. Teknologi ini diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Digital 2045 dengan fondasi jaringan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Telkomsel-Fola Play Hadirkan Paket Piala Dunia 2026

0

Telko.id – Telkomsel resmi menggandeng Fola Play, mitra penyiaran digital resmi Piala Dunia FIFA 2026, untuk menghadirkan paket bundling eksklusif.

Layanan ini memberi akses lebih fleksibel dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia yang ingin menonton seluruh pertandingan.

Melalui Paket Bundling Bola Gembira Fola Play, pelanggan dapat menikmati 104 siaran langsung pertandingan. Selain itu, mereka juga bisa mengakses tayangan ulang, klip, dan program editorial turnamen melalui perangkat seluler atau layar digital lainnya.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan kolaborasi ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk melayani kebutuhan pelanggan.

“Telkomsel terus berupaya Melayani Sepenuh Hati dengan menghadirkan solusi yang relevan bagi pelanggan,” ujarnya dalam siaran resmi, Jumat (13/6/2026).

Menurut Fadhli, pelanggan kini bisa menikmati setiap momen pertandingan melalui channel digital kapan pun dan di mana pun. “Akses ke tayangan olahraga menjadi lebih mudah dan terjangkau,” tambahnya.

Paket bundling ini tersedia dalam dua pilihan. Pertama, Bola Gembira Fola Play Full Package seharga Rp85 ribu yang mencakup 500 MB dan akses penuh ke Fola Play.

Kedua, Bola Gembira Fola Play 7 hari seharga Rp25 ribu yang mencakup 100 MB dan akses selama seminggu. Seluruh harga sudah termasuk pajak (PPN).

Pelanggan Telkomsel, baik prabayar maupun pascabayar, dapat membeli paket melalui aplikasi MyTelkomsel atau kanal penjualan resmi lainnya. Setelah transaksi berhasil, tautan aktivasi dan kode voucher akan dikirim melalui SMS.

Direktur Utama PT Folago Global Nusantara Tbk., Subioto Jingga, menambahkan bahwa kerja sama ini memperluas jangkauan Fola Play.

“Sebagai OTT mitra resmi TVRI untuk streaming Piala Dunia FIFA 2026, Fola Play hadir memberikan pengalaman menonton yang lebih personal dan fleksibel,” katanya.

Dia berharap kolaborasi dengan Telkomsel bisa menjangkau lebih banyak pengguna melalui distribusi bundling yang mudah diakses. “Kehadiran tayangan olahraga di Fola Play dapat memperkaya pilihan hiburan digital masyarakat,” ujar Subioto.

Aplikasi Fola Play dapat diunduh melalui Google Play Store atau diakses melalui situs folaplay.com. Ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi pengguna yang ingin menonton lewat berbagai perangkat.

Paket Bundling untuk Kebutuhan Berbeda

Telkomsel merancang dua opsi paket untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang beragam. Paket Full Package seharga Rp85 ribu cocok bagi penggemar setia yang ingin menonton seluruh pertandingan tanpa batasan waktu.

Sementara itu, paket 7 hari seharga Rp25 ribu menjadi pilihan ekonomis bagi mereka yang hanya ingin menyaksikan momen-momen tertentu.

Kedua paket sudah termasuk kuota internet, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan data saat menonton. Layanan ini didukung oleh jaringan terdepan dan terluas milik Telkomsel, yang menjamin kualitas streaming tetap optimal.

Kolaborasi ini menjawab antusiasme tinggi masyarakat terhadap perhelatan olahraga global. Dengan ekosistem digital terintegrasi, pelanggan bisa mengakses tayangan favorit secara seamless melalui aplikasi Fola Play maupun platform MAXStream TV Telkomsel.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah bekerja sama dengan TVRI untuk menyiarkan Piala Dunia 2026. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang kerja sama tersebut di artikel terpisah.

Dampak bagi Industri dan Penggemar Sepak Bola

Langkah Telkomsel dan Fola Play ini menjadi angin segar bagi penggemar sepak bola di Indonesia. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk menikmati tayangan Piala Dunia 2026.

Paket bundling ini juga memudahkan akses bagi mereka yang tinggal di daerah dengan keterbatasan infrastruktur televisi kabel.

Selain itu, kolaborasi ini menunjukkan tren baru dalam industri penyiaran olahraga di Indonesia. Platform digital seperti Fola Play semakin menjadi pilihan utama karena fleksibilitasnya.

Pengguna bisa menonton kapan saja dan di mana saja, tanpa terikat jadwal siaran televisi konvensional.

Fola Play juga menawarkan konten tambahan seperti microdrama series format vertikal. Ini memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang ingin menikmati hiburan lain selain pertandingan sepak bola.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran paket bundling ini bisa mendorong adopsi layanan streaming di Indonesia. Dengan harga yang kompetitif dan kualitas jaringan yang andal, Telkomsel berpotensi menarik lebih banyak pelanggan untuk beralih ke platform digital.

Bagi para penggemar sepak bola, inisiatif ini menjadi kabar baik. Mereka tidak perlu lagi repot mencari tautan ilegal atau membayar mahal untuk menonton pertandingan favorit. Cukup dengan membeli paket bundling, seluruh tayangan Piala Dunia 2026 bisa dinikmati dengan mudah.

Jika Anda tertarik dengan perkembangan teknologi terkait Piala Dunia 2026, simak juga artikel tentang solusi AI canggih yang dihadirkan Lenovo dan FIFA untuk turnamen ini.

Telkomsel terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Melalui kolaborasi ini, perusahaan berharap bisa memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

Jangan lewatkan juga ulasan tentang koleksi spesial Motorola yang dirilis untuk menyambut Piala Dunia 2026, termasuk Razr Fold berbalut emas 24K.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, tidak ada alasan lagi untuk melewatkan Piala Dunia 2026. Segera dapatkan paket bundling Anda dan nikmati setiap momen pertandingan dengan kualitas terbaik.

Telkomsel juga mengingatkan pelanggan untuk selalu menggunakan layanan resmi guna menghindari risiko penipuan. Pastikan Anda membeli paket hanya melalui kanal resmi Telkomsel atau mitra terpercaya.

Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang laptop edisi khusus, baca artikel tentang Lenovo Rilis Laptop FIFA World Cup 2026 Edition di Indonesia.

Dengan semangat menyambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan Fola Play berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik. Nikmati pertandingan seru, dukung tim favorit Anda, dan rasakan pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa pembaruan dari Telkomsel dan Fola Play agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar turnamen. Selamat menikmati Piala Dunia 2026! (Icha)

Review OPPO Find X9s: Flagship Ringkas yang Bikin Betah Dipakai

0

Telko.id – Di tengah tren smartphone flagship yang semakin besar dan berat, OPPO Find X9s hadir dengan pendekatan yang berbeda. Smartphone ini menawarkan spesifikasi kelas atas, kamera Hasselblad, dan baterai jumbo dalam bodi yang lebih ringkas dan nyaman digenggam.

Setelah beberapa hari menggunakan OPPO Find X9s sebagai perangkat utama untuk bekerja, mengambil foto, hingga menikmati hiburan, ada satu hal yang langsung terasa sejak pertama kali memegangnya: ponsel ini dibuat untuk penggunaan jangka panjang tanpa membuat tangan cepat lelah.

Dengan harga mulai Rp14.999.000, OPPO mencoba menghadirkan pengalaman flagship yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan fitur-fitur penting. Lalu seperti apa pengalaman menggunakannya sehari-hari?

Desain Premium yang Langsung Terasa Saat Digenggam

Kesan pertama ketika menggenggam OPPO Find X9s adalah nyaman. Meski membawa baterai berkapasitas sangat besar 7.025mAh, bodinya tetap terasa ramping dengan ketebalan hanya 7,99 mm dan bobot sekitar 202 gram.

Bingkai aluminium kelas dirgantara yang digunakan memberikan sensasi kokoh sekaligus premium. Sementara bagian belakang berbahan kaca membuat tampilannya terlihat elegan layaknya smartphone flagship kelas atas.

Baca juga :

Saya cukup menyukai desain frame datarnya yang tidak terlalu tajam. Saat digunakan dalam waktu lama untuk membaca berita, membalas email, atau sekadar scrolling media sosial, tangan tetap terasa nyaman.

Bezelnya yang sangat tipis juga membuat tampilan depan terlihat modern. Rasio layar ke bodi terasa maksimal sehingga pengalaman visual menjadi lebih imersif.

Yang menarik, OPPO tidak hanya fokus pada estetika. Find X9s juga dibekali sertifikasi IP66, IP68, dan IP69. Artinya perangkat ini tidak hanya tahan cipratan air, tetapi juga mampu menghadapi kondisi yang lebih ekstrem dibandingkan kebanyakan smartphone flagship saat ini.

Layar AMOLED yang Memanjakan Mata

Saat pertama kali menyalakan layar OPPO Find X9s, kualitas panel AMOLED yang digunakan langsung terlihat.

Layarnya berukuran 6,59 inci dengan resolusi 2760 x 1256 piksel. Detail gambar terlihat tajam, warna kaya, dan kontras yang dalam menjadi ciri khas panel AMOLED premium.

Refresh rate 120Hz membuat navigasi terasa sangat mulus. Mulai dari membuka aplikasi, berpindah menu, hingga scrolling media sosial semuanya berjalan lancar tanpa hambatan.

Pengalaman menggunakan layar ini di luar ruangan juga sangat memuaskan. Tingkat kecerahan hingga 3.600 nit membuat konten tetap terlihat jelas meskipun digunakan di bawah sinar matahari siang hari.

Satu fitur yang menurut saya cukup penting adalah teknologi PWM Dimming 3.840Hz. Saat menggunakan ponsel pada malam hari atau dalam kondisi minim cahaya, mata terasa lebih nyaman dibandingkan beberapa perangkat lain yang pernah saya gunakan.

Menonton film HDR di platform streaming juga menjadi pengalaman yang menyenangkan berkat dukungan Dolby Vision yang mampu menghadirkan warna lebih hidup dan detail yang lebih baik pada area gelap maupun terang.

Performa Dimensity 9500S yang Sulit Dikeluhkan

Sebagai smartphone flagship, tentu performa menjadi salah satu aspek yang paling saya perhatikan.

OPPO Find X9s ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500S yang dipadukan dengan RAM 12GB LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB.

Dalam penggunaan sehari-hari, performanya terasa sangat responsif. Membuka banyak aplikasi sekaligus, berpindah antar aplikasi, hingga mengedit foto beresolusi tinggi dapat dilakukan tanpa kendala berarti.

Untuk kebutuhan gaming, chipset ini juga menunjukkan performa yang sangat baik. Game dengan grafis tinggi dapat berjalan stabil dengan frame rate yang konsisten.

Saya juga mencoba merekam video 4K Dolby Vision sambil menjalankan beberapa aplikasi lain di latar belakang. Hasilnya, perangkat tetap bekerja dengan lancar tanpa gejala panas berlebihan.

Keberadaan Trinity Engine dari OPPO tampaknya cukup membantu menjaga stabilitas performa dalam penggunaan jangka panjang.

Kamera Hasselblad yang Jadi Bintang Utama

Bagian paling menarik dari OPPO Find X9s tentu ada pada sektor kamera.

Smartphone ini membawa konfigurasi tiga kamera belakang 50MP yang terdiri dari kamera utama, telefoto periskop 3x, dan ultrawide. Seluruh sistem kamera dikembangkan bersama Hasselblad.

Saat digunakan untuk memotret pada siang hari, hasil foto terlihat sangat detail dengan warna yang natural. Yang saya sukai, OPPO tidak terlalu agresif meningkatkan saturasi warna sehingga hasil foto tetap terlihat realistis.

Teknologi Lumo Image Engine juga bekerja cukup baik dalam menjaga detail dan dynamic range, terutama saat memotret pemandangan dengan kondisi cahaya yang kompleks.

Kamera telefoto 3x menjadi salah satu favorit saya. Mengambil foto objek dari kejauhan tetap menghasilkan detail yang tajam dan warna yang konsisten dengan kamera utama.

Untuk fotografi kreatif, Hasselblad Master Mode memberikan keleluasaan lebih dalam mengatur parameter foto. Sementara XPan Mode menghadirkan pengalaman unik dengan rasio gambar sinematik khas kamera legendaris Hasselblad.

Saat malam hari, kemampuan kamera ini juga cukup mengesankan. Noise dapat dikontrol dengan baik dan sumber cahaya tidak mudah over exposure.

Sementara untuk kebutuhan konten video, dukungan perekaman 4K 60fps Dolby Vision menghasilkan video yang terlihat profesional dengan rentang dinamis yang luas.

Kamera depan 32MP juga mampu menghasilkan foto selfie yang tajam dengan reproduksi warna kulit yang natural. Bahkan untuk kebutuhan video call maupun pembuatan konten media sosial, kualitasnya sudah lebih dari cukup.

Baterai Besar yang Sulit Dihabiskan

Salah satu kejutan terbesar dari OPPO Find X9s adalah daya tahan baterainya.

Baterai berkapasitas 7.025mAh membuat saya bisa menggunakan perangkat ini seharian penuh tanpa perlu khawatir mencari charger.

Dalam penggunaan normal yang mencakup browsing, media sosial, fotografi, streaming video, dan komunikasi, baterai masih menyisakan kapasitas cukup besar hingga malam hari.

Ketika akhirnya perlu mengisi daya, teknologi 80W SuperVOOC mampu mengisi baterai dengan sangat cepat sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.

Kesimpulan

OPPO Find X9s berhasil menghadirkan pengalaman flagship yang lengkap dalam bodi yang lebih ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari.

Desain premium, layar AMOLED berkualitas tinggi, performa Dimensity 9500S yang bertenaga, kamera Hasselblad yang impresif, serta baterai 7.025mAh yang luar biasa menjadi kombinasi yang sulit diabaikan.

Meskipun belum mendukung wireless charging dan masih menggunakan panel LTPS alih-alih LTPO, kekurangan tersebut terasa tidak terlalu signifikan jika melihat keseluruhan pengalaman yang ditawarkan.

Bagi pengguna yang menginginkan smartphone flagship dengan kamera mumpuni, performa tinggi, dan baterai tahan lama tanpa harus membawa perangkat yang terlalu besar, OPPO Find X9s menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelasnya saat ini.

Artikel ini berada di kisaran 850–950 kata, sesuai karakter artikel review Telko.id yang mengedepankan pengalaman penggunaan dan analisis fitur produk. (icha)

Luís Figo Pastikan Hadir di Jakarta 12 Juli 2026 untuk Pesta Bola HGI

Telko.id – Jagat olahraga tanah air akan kedatangan salah satu legenda sepak bola dunia. Higgs Games Island (HGI) resmi mengonfirmasi jadwal kedatangan mantan kapten tim nasional Portugal, Luís Figo, ke fX Sudirman Jakarta pada 12 Juli 2026. Kehadiran peraih Ballon d’Or 2000 ini menjadi puncak rangkaian acara “Pesta Bola HGI 2026”.

Kedatangan Figo bukan sekadar seremoni. Ia hadir sebagai Global Brand Ambassador HGI dengan agenda yang sudah dirancang matang. Mulai dari sesi pertemuan dengan komunitas olahraga nasional, diskusi taktis, hingga penguatan kampanye olahraga berpikir (mind sport), khususnya domino yang kini telah diakui sebagai cabang olahraga profesional di Indonesia.

“Kami memahami bahwa aspek strategi dan kesiapan mental merupakan pilar krusial dalam olahraga kompetitif. Kedatangan Luís Figo ke Jakarta pada 12 Juli 2026 merupakan pembuktian bahwa taktik sepak bola kelas dunia memiliki korelasi kuat dengan mind sport dalam genggaman. Figo adalah representasi bagaimana kecerdasan membaca permainan di lapangan hijau mampu menentukan kemenangan,” jelas perwakilan HGI, Ray.

Ray menambahkan, “Melalui momentum ini, HGI berkomitmen mengimplementasikan standar profesionalisme olahraga berpikir yang berbasis kearifan lokal ke dalam ekosistem kompetisi digital yang terus kami sempurnakan.”

Dalam perspektif olahraga, korelasi antara performa atletik dan kekuatan otak semakin kuat. Domino kompetitif telah mendapat pengakuan International Mind Sports Association (IMSA) setara dengan catur dan bridge.

Cabang ini menuntut kemampuan kalkulasi probabilitas tinggi, manajemen tekanan, serta pengambilan keputusan cepat. Kondisi serupa juga dialami pesepak bola kelas dunia saat mengatur tempo permainan di lapangan.

Figo dan Transformasi Mind Sport

Pemilihan Figo sebagai Global Brand Ambassador HGI didasari reputasi legendarisnya bersama Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan. Karakter permainan Figo yang mengandalkan kecekatan luar biasa dan pengambilan keputusan cepat dalam sepersekian detik merupakan cerminan kompetisi domino profesional.

Setiap langkah menuntut pemain memprediksi strategi lawan dan menghitung probabilitas demi kemenangan.

Figo bukan sekadar tamu utama di Pesta Bola HGI. Harapannya, masyarakat Indonesia tidak hanya menonton pesta olahraga dunia, tapi ikut ambil bagian dalam keseruan olahraga berpikir. Berbagai komunitas gaming, olahraga, dan mind sport tanah air akan terlibat dalam acara ini.

Industri mind sport di Indonesia terus berkembang seiring pengakuan resmi dari pemerintah. Domino kini tidak lagi dipandang sekadar permainan tradisional, melainkan olahraga yang membutuhkan strategi dan kecerdasan.

Kehadiran figur sekelas Figo diharapkan mampu mendongkrak popularitas dan profesionalisme cabang ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca Digital Identity Co. yang juga memberdayakan teknologi modern.

Acara Pesta Bola HGI 2026 sendiri dirancang sebagai ajang tahunan yang menggabungkan sepak bola dan mind sport. Figo akan berinteraksi langsung dengan penggemar dan peserta, memberikan wawasan tentang bagaimana strategi di lapangan hijau bisa diaplikasikan dalam permainan domino. Ini menjadi kesempatan langka bagi komunitas olahraga Indonesia untuk belajar dari maestro sejati.

HGI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekosistem digital mereka. Platform kompetisi yang terus disempurnakan akan menjadi wadah bagi para pemain domino profesional untuk berkompetisi secara online.

Integrasi teknologi dan olahraga berpikir ini sejalan dengan tren global di mana mind sport semakin populer.

Dari sisi bisnis, kolaborasi dengan Figo membuka peluang besar bagi HGI. Brand ambassador sekelas Figo tidak hanya meningkatkan kredibilitas, tetapi juga menarik minat sponsor dan mitra strategis. Industri gaming dan olahraga elektronik di Indonesia diprediksi akan semakin kompetitif dengan hadirnya tokoh-tokoh global.

Antusiasme masyarakat terhadap kedatangan Figo sudah terlihat dari berbagai diskusi di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang penasaran dengan agenda spesifik yang akan dijalani Figo selama di Jakarta. HGI berjanji akan merilis detail lebih lanjut dalam waktu dekat, termasuk sesi meet and greet dan workshop taktik.

Kehadiran Figo juga menjadi angin segar bagi pariwisata olahraga di Indonesia. fX Sudirman Jakarta sebagai lokasi acara dipilih karena aksesibilitasnya yang strategis.

Acara ini diharapkan mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai destinasi mind sport internasional.

Dalam jangka panjang, HGI menargetkan untuk menjadikan Pesta Bola sebagai agenda tahunan yang dinanti. Dengan dukungan figur global seperti Figo, mimpi tersebut bukan lagi sekadar wacana. Transformasi mind sport di Indonesia sedang berlangsung, dan semua mata tertuju pada 12 Juli 2026.