Telko.id – Garmin Indonesia merilis laporan data global aktivitas lari dan bersepeda yang menunjukkan tren positif signifikan di Indonesia. Tepat pada momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, data Garmin Connect periode Januari hingga Mei 2026 mencatat aktivitas lari di Indonesia melonjak 46% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pengguna Garmin di Indonesia melakukan lebih dari 5,1 juta aktivitas lari sepanjang lima bulan pertama 2026.
Angka ini meningkat drastis dari 3,5 juta aktivitas pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, aktivitas bersepeda outdoor juga mencatat pertumbuhan 30% dengan total 359 ribu aktivitas.
“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Peningkatan Latihan Lari Lebih Terstruktur
Data Garmin Connect juga memperlihatkan pergeseran pola latihan pelari Indonesia menuju pendekatan yang lebih terstruktur. Rata-rata pelari Indonesia menempuh jarak 6,8 kilometer per sesi dengan durasi 45,5 menit. Pace rata-rata pelari Indonesia tercatat 6 menit 44 detik per kilometer.
Secara global, rata-rata pelari mencatatkan 7,76 kilometer per aktivitas dengan kelompok usia 50–59 tahun menjadi yang paling konsisten.
Menariknya, bulan Agustus menjadi periode dengan total jarak lari terbanyak secara global, sementara hari Sabtu menjadi puncak aktivitas lari mingguan. Program half marathon menjadi program latihan paling populer melalui Garmin Coach.
Trail running juga menunjukkan pertumbuhan pesat di Indonesia. Pada Januari-Mei 2026, tercatat 58 ribu aktivitas trail run, meningkat 74% dibanding 33 ribu aktivitas di tahun sebelumnya. Fenomena ini menandakan minat pengguna terhadap variasi latihan di alam terbuka semakin tinggi.

Untuk memaksimalkan pengalaman latihan, pengguna bisa memanfaatkan Fitur Tersembunyi di Garmin Connect yang dirancang untuk membuat latihan lebih cerdas dan efektif.

Bersepeda Jadi Latihan Endurance Pilihan
Tidak hanya lari, bersepeda juga menunjukkan tren positif di Indonesia. Data Garmin Connect mencatat rata-rata pesepeda Indonesia menempuh jarak 44,7 kilometer per sesi dengan durasi rata-rata 105,6 menit. Untuk outdoor cycling, durasi rata-rata mencapai 108,6 menit per aktivitas, sementara indoor cycling tercatat 53 menit.
Dari sisi performa, rata-rata VO2 max pesepeda Garmin di Indonesia berada di angka 48,6 dengan rata-rata FTP sekitar 213 watt. Secara global, pesepeda mencatatkan kecepatan rata-rata 24 km/jam dengan elevasi rata-rata 353 meter per ride.
Hari Minggu menjadi puncak aktivitas bersepeda global, sementara Agustus menjadi bulan paling populer.
Temuan ini menegaskan bahwa bersepeda di Indonesia telah bertransformasi dari aktivitas rekreasional menjadi latihan endurance serius. Dengan durasi lebih dari 1 jam 45 menit per ride, pengguna Garmin menunjukkan komitmen terhadap konsistensi dan pemantauan performa.

Garmin menyediakan ekosistem lengkap untuk mendukung kedua olahraga ini. Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu membantu pemantauan metrik kesehatan.
Sementara untuk pesepeda, tersedia Edge GPS cycling computer, Rally power meter, Varia smart lights, dan Tacx indoor trainer. Data dari perangkat ini bisa diintegrasikan dengan Fitur Garmin Connect untuk analisis lebih mendalam.
Secara keseluruhan, laporan Garmin menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang membantu pengguna tetap aktif.
Bagi Garmin, setiap aktivitas adalah kesempatan untuk bergerak dan menjadi lebih baik dari kemarin. Data ini juga memperkuat temuan Laporan Data 2025 yang menunjukkan lari sebagai olahraga terpopuler di ekosistem Garmin.

Melalui pendekatan latihan yang lebih terstruktur dan didukung data akurat, pengguna Garmin di Indonesia semakin memahami pentingnya konsistensi, recovery, dan variasi latihan.
Ekosistem Garmin memungkinkan pengguna melihat perkembangan performa secara menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih.
Dengan tren positif ini, Indonesia menunjukkan potensi besar sebagai pasar olahraga berbasis data. Kombinasi antara kesadaran kesehatan yang meningkat dan dukungan teknologi seperti yang dihadirkan Garmin menjadi kunci utama pertumbuhan aktivitas lari dan bersepeda di tanah air. (Icha)


