Telko.id – Intel memperkenalkan Project Firefly, sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan menghadirkan laptop Windows berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Berbeda dari strategi sebelumnya yang berfokus pada peningkatan performa prosesor, kali ini Intel mencoba merombak cara laptop dirancang dan diproduksi agar biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Melalui Project Firefly, Intel berusaha menstandardisasi proses desain laptop. Mereka memadukan prosesor terbaru bernama Wildcat Lake dengan sebuah kerangka perangkat keras umum yang dapat langsung diadopsi atau dimodifikasi oleh para produsen laptop.
Dilengkapi dengan dua performance cores dan empat efficiency cores. Chip ini juga membawa Neural Processing Unit (NPU) berukuran kecil dan grafis terintegrasi yang dioptimalkan untuk beban kerja dasar, seperti pemutaran video dan game ringan. Untuk menekan harga jual, Intel menyederhanakan platform ini dengan tata letak single-tile dan motherboard enam lapis.
Tujuannya adalah merombak ekosistem PC entry-level agar laptop terjangkau tidak lagi terasa seperti perangkat yang penuh dengan kompromi pemangkasan kualitas, demikian dikutip dari Techspot, Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
- Acer Predator Atlas 8, Handheld Gaming Intel Arc Terbaru
- Intel Mulai Uji Produksi Chip Lagi untuk Apple
Salah satu keunggulan utama Firefly adalah penggunaan komponen yang lebih modular dan terstandardisasi. Intel bahkan memanfaatkan rantai pasok industri smartphone, termasuk penggunaan memori LPDDR5X dan sejumlah komponen yang umum digunakan di perangkat mobile.
Dengan cara ini, biaya riset, pengembangan, hingga manufaktur dapat ditekan secara signifikan. Meski menyasar segmen terjangkau, Intel mengklaim laptop berbasis Firefly tetap akan menawarkan desain premium.
Contoh desain yang dipamerkan memiliki bodi logam tipis sekitar 12,9 mm, tampilan yang lebih bersih, serta dukungan port modern seperti USB-C, USB-A, HDMI, dan Thunderbolt. Intel ingin menghapus stigma bahwa laptop murah identik dengan bodi plastik tebal dan kualitas yang seadanya.
Strategi ini juga menjadi upaya Intel untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar laptop murah, terutama setelah kemunculan MacBook Neo yang menawarkan desain premium dengan harga lebih terjangaku.
Selain itu, Project Firefly juga diposisikan untuk bersaing dengan Chromebook dan laptop berbasis ARM yang semakin populer di kelas entry-level.
Project ini berpotensi menghadirkan laptop Windows yang lebih tipis, modern, dan hemat daya tanpa harus membayar harga premium.
Jika strategi ini berhasil, konsumen bisa mendapatkan perangkat dengan kualitas desain yang lebih baik di kelas harga yang selama ini identik dengan banyak kompromi.


