spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 3

Qualcomm dan Samsung Perkuat Kemitraan untuk Galaxy AI

Telko.id – Qualcom Technologies dan Samsung Electronics memperluas kerja sama strategis mereka dengan menghadirkan platform Snapdragon terbaru pada jajaran perangkat Galaxy terbaru.

Kolaborasi ini mencakup smartphone, smartwatch, hingga kacamata pintar (intelligent eyewear), dengan fokus menghadirkan pengalaman AI yang lebih terintegrasi di seluruh ekosistem Galaxy.

Pada lini smartphone, Samsung akan menggunakan Snapdragon® 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy, sebagai dapur pacu Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Samsung Galaxy Z Fold8, Samsung Galaxy Z Flip8 (di beberapa wilayah). Chip in dibekali CPU Qualcomm Oryon dan dirancang untuk meningkatkan performa AI di perangkat.

Kolaborasi in juga diperluas ke perangkat wearable melalui Snapdragon Wear™ Elite Platform, yang menjadi otak dari Samsung Galaxy Watch9, Samsung Galaxy Watch Ultra2. Menghadirkan peningkatan pada sensor, performa, dan konektivitas sehingga jam tangan pintar dapat memberikan analisis kesehatan dan aktivitas pengguna secara lebih personal dan konteksual.

Turut dikembangkan juga Snapdragon® AR1 Gen 1 akan mendukung perangkat Galaxy terbaru Samsung, Intelligent Eyewear. Dirancang untuk mendukung pengalaman AI yang lebih alami, memungkinkan kacamata pintar memahami kontekspenggunaan serta berinteraksi lebih cerdas dengan pengguna.

“Memasuki era baru AI, teknologi cerdas kini menjadi bagian dari perangkat pribadi yang digunakan masyarakat setiap hari,” ujar Cristiano Amon, President & Chief Executive Officer, Qualcomm Incorporated.

“Dengan dukungan Snapdragon untuk ponsel pintar, jam tangan pintar, dan Intelligent Eyewear Galaxy terbaru, Qualcomm dan Samsung menghadirkan pengalaman AI yang lebih alami dan memahami konteks penggunaan di seluruh ekosistem Galaxy. Kami bangga melanjutkan inovasi selama hampir tiga dekade bersama Samsung sekaligus membentuk pengalaman perangkat seluler generasi baru.”

Won-joon Choi, President & Chief Operating Officer, MX Business Samsung Electronics, mengatakan, “Jajaran produk Galaxy terbaru merupakan hasil kolaborasi yang erat dengan Qualcomm Technologies. Kami mengoptimalkan platform Snapdragon untuk setiap kategori perangkat Galaxy agar mampu menghadirkan performa dan efisiensi yang menjadi fondasi Galaxy AI. Berkat kolaborasi tersebut, pengguna dapat berpindah dengan mulus dari ponsel pintar ke jam tangan pintar maupun Intelligent Eyewear dalam satu pengalaman Galaxy yang konsisten dan premium.”

Menurut Qualcomm, perluasan kerja sama ini menandai hampir tiga dekade kolaborasi antara kedua perusahaan dalam menghadirkan inovasi perangkat seluler.

Baca Juga:

Dengan semakin terintegrasinya AI di berbagai kategori perangkat, Qualcomm dan Samsung ingin menghadirkan pengalaman yang konsisten saat pengguna berpindah dari smartphone ke smartwatch maupun perangkat XR dalam satu ekosistem Galaxy.

OpenAI Perluas ChatGPT Health, Fitur AI Khusus Kesehatan

Telko.id – OpenAI mulai memperluas peluncuran ChatGPT Health, fitur khusus yahng dirancang untuk membantu pengguna memahami informasi kesehatan secara lebih personal.

Setelah sebelumnya hanya tersedia bagi pengguna terbatas, fitur ini kini mulai digulirkan ke lebih banyak pengguna di web dan iOS di sejumlah negara yang didukung.

ChatGPT Health menyediakan ruang terpisah di dalam ChatGPT untuk percakapan seputar kesehatan. Pengguna dapat menghubungkan data dari Apple Health, rekam medis elektronik (khusus wilayah tertentu), serta aplikasi kesehatan dan kebugaran pihak ketiga.

Dengan begitu, ChatGPT dapat memberikan penjelasan yang lebih relevan berdasarkan data yagn dibagikan pengguna.

“Anda juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan, menambahkan konteks, atau mengoreksi informasi yang tidak lengkap maupun sudah lawas,” kata OpenAI.

Menurut OpenAI, ChatGPT Health menggunakan model AI terbaru GPT-5.6 Sol untuk pengguna berbayar.

Model ini diklaim menjadi model paling mumpuni yang pernah dikembangkan perusahaan untuk pertanyaan terkait kesehatan.

OpenAI juga mengungkapkan bahwa lebih dari 300 juta pengguna ChatGPT setiap pekan memanfaatkan chatbot tersebut untuk mencari informasi atau bertanya mengenai kesehatan.

Meski kemampuan ChatGPT dalam bidang kesehatan terus meningkat, OpenAI mengakui bahwa AI masih dapat memberikan jawaban yang keliru.

Karena itu, perusahaan mengingatkan pengguna agar selalu memverifikasi informasi penting dan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan.

Baca Juga:

“Kami mendorong pengguna untuk memverifikasi informasi penting dan mendiskusikan keputusan medis dengan penyedia layanan kesehatan mereka,” ujar OpenAI.

OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT Health bukan pengganti dokter dan tidak ditujukan untuk mendiagnosis maupun mengobati penyakit.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memahami hasil pemeriksaan, mempersiapkan konsultasi dengan tenaga medis, serta menjawab pertanyaan terkait kesehatan dan gaya hidup.

Sebagaimana fitur utama lainnya, ChatGPT Health bisa ditemukan di bilah sisi kiri pada situs web atau mobile, diapit fitur Library dan Codex. Karena masih terbatas di AS, fitur ini belum bisa diakses di Tanah Air.

Dari sisi privasi, seluruh percakapan dan data pada ChatGPT Health disimpan secara terpisah dari chat biasa. OpenAI juga menyatakan bahwa data kesehatan pengguna tidak akan digunakan untuk melatih model AI perusahaan.

Selain itu, pengguna memiliki kendali penuh untuk menghubungkan atau memutus akses ke aplikasi kesehatan yang terintegrasi.

Harga Smartphone Terus Naik, Ini yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Beli HP Baru

Telko.id – Kenaikan harga smartphone global belum menunjukkan tanda akan berhenti dalam waktu dekat. Sejumlah lembaga riset pasar teknologi mencatat harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) smartphone dunia terus merangkak naik sepanjang 2026, dan tren ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Penyebab utamanya bukan cuma satu faktor. Krisis pasokan komponen memori, yang kini bersaing ketat dengan kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI), disebut-sebut menjadi pemicu paling dominan di balik melambungnya harga HP secara global.

Memori Kini Jadi Komponen Paling Mahal di Sebuah HP

Riset Counterpoint Research mencatat harga memori mobile melonjak tajam pada kuartal pertama 2026. Harga DRAM naik lebih dari 50 persen secara kuartalan, sementara NAND Flash bahkan naik lebih dari 90 persen pada periode yang sama. Akibatnya, porsi biaya memori terhadap total biaya produksi (bill of materials) smartphone kelas menengah kini diperkirakan mencapai sekitar 20 persen untuk DRAM dan 16 persen untuk NAND, dan porsinya bisa lebih besar lagi di perangkat premium.

Kondisi ini turut membuat lembaga riset Counterpoint Research memproyeksikan harga jual rata-rata smartphone global naik sekitar 6,9 persen sepanjang 2026 akibat melonjaknya harga memori dan chip. Sementara itu, Counterpoint Research mencatat pendapatan pasar smartphone global naik 8 persen secara tahunan hingga mencapai 117 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026, meski volume pengiriman perangkat justru menurun — pertanda kenaikan harga per unit, bukan pertumbuhan jumlah unit terjual, yang kini menopang nilai pasar.

Penyebab di balik lonjakan biaya memori ini erat kaitannya dengan pesatnya pembangunan infrastruktur AI. Perusahaan-perusahaan penyedia chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk kebutuhan pusat data dan server AI, karena segmen tersebut dinilai menawarkan margin yang lebih menguntungkan dibanding memproduksi memori untuk smartphone. Situasi ini membuat pasokan komponen memori untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas, sementara permintaannya tetap tinggi.

Mengutip pernyataan Senior Analyst Counterpoint Research, Shenghao Bai, dalam laporan Counterpoint Research, “Lonjakan harga memori kini memberikan dampak yang lebih mendasar terhadap biaya produksi smartphone. Menurutnya, sepanjang 2026 produsen akan menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kenaikan biaya komponen, margin keuntungan, dan target pengiriman perangkat. Kondisi tersebut dinilai paling berat bagi produsen yang mengandalkan smartphone entry-level sebagai penopang pangsa pasar karena berisiko mengalami tekanan terhadap profitabilitas dalam jangka pendek”.

Yang perlu dicatat, tekanan biaya ini paling terasa di segmen entry-level dan mid-range karena marginnya paling tipis. Sejumlah produsen bahkan harus melakukan efisiensi spesifikasi demi menjaga harga tetap kompetitif — sesuatu yang perlu diwaspadai konsumen saat berbelanja HP baru.

Konsumen Kini Pakai HP Lebih Lama, Beli HP Jadi Mirip Keputusan Investasi

Di tengah tekanan harga ini, perilaku konsumen ikut bergeser. Riset Counterpoint mencatat siklus penggantian smartphone kini mencapai sekitar 43 bulan atau 3,6 tahun, jauh lebih panjang dibanding periode upgrade 1,5-2 tahun yang lazim beberapa tahun sebelumnya. Firma riset lain juga mencatat tren serupa, di mana siklus penggantian smartphone memanjang dari rata-rata 2-3 tahun menjadi 4-5 tahun, terutama di pasar-pasar yang sudah matang.

Dengan kata lain, keputusan membeli HP baru kini semakin mirip keputusan investasi. Konsumen tidak lagi semata mengejar harga termurah atau spesifikasi tertinggi saat unit dibeli, melainkan mulai mempertimbangkan seberapa lama perangkat itu bisa diandalkan ke depannya.

Kondisi ini pula yang membuat banyak konsumen mulai menaruh perhatian lebih besar pada dukungan software jangka panjang, fitur AI yang benar-benar fungsional, serta layanan purnajual yang mudah diakses — bukan cuma spesifikasi di atas kertas saat HP baru diluncurkan.

Produsen Berlomba Menjaga Nilai Jangka Panjang Perangkat

Seiring siklus penggantian smartphone yang semakin panjang, produsen kini tidak lagi hanya berlomba menghadirkan spesifikasi tinggi, tetapi juga pengalaman penggunaan yang tetap optimal dalam jangka panjang. Dukungan pembaruan sistem operasi, keamanan, serta layanan purnajual menjadi faktor yang semakin diperhatikan karena dapat memperpanjang usia pakai perangkat.

Menurut Jiang Linlin, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, nilai sebuah smartphone saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh spesifikasi, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dirasakan pengguna selama bertahun-tahun.

“Nilai sebuah smartphone saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh spesifikasi, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan dalam penggunaan jangka panjang. Karena itu, kami ingin memastikan pengguna dapat menikmati pengalaman terbaik bersama perangkat OPPO, sejak hari pertama hingga bertahun-tahun kemudian,” ujar Jiang.

Ia menambahkan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan ColorOS yang terus diperbarui untuk menjaga performa dan kenyamanan penggunaan, serta didukung layanan purnajual yang mudah diakses dan fleksibel agar pengguna merasa lebih tenang selama menggunakan perangkat OPPO.

Salah satu perangkat yang mengusung pendekatan tersebut adalah OPPO Reno16 Series. Smartphone ini hadir dengan dukungan 5 tahun major ColorOS update, 6 tahun pembaruan keamanan, serta layanan purnajual yang dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman dalam jangka panjang.

Jadi, Kapan Waktu yang Tepat Membeli HP Baru?

Para analis sepakat, tidak ada satu waktu yang paling ideal untuk membeli smartphone baru di tengah tren kenaikan harga seperti sekarang, karena kebutuhan setiap konsumen berbeda. Namun, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli HP baru: selain harga dan spesifikasi, perhatikan juga dukungan software, fitur-fitur yang benar-benar bermanfaat, performa yang tetap andal, serta layanan purnajual yang mudah diakses. Dengan begitu, smartphone yang dipilih tidak hanya terasa layak saat dibeli, tetapi juga tetap nyaman digunakan selama bertahun-tahun.

BAKTI Komdigi Percepat Restorasi Kabel Laut Palapa Ring Tengah

0

Telko.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat perbaikan kerusakan kabel optik bawah laut pada jaringan Palapa Ring Tengah segmen Melonguane – Morotai.

Langkah ini bersifat preventif untuk mencegah potensi gangguan yang lebih luas terhadap layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan utara Sulawesi Utara.

Anomali pada jalur kabel laut tersebut dipicu oleh aktivitas tektonik berupa gempa bumi bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan beberapa gempa kuat susulan di segmen Melonguane – Morotai.

Kerusakan terdeteksi di kedalaman laut sekitar 3.400 meter, tepatnya pada jarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station (TS) Morotai. Kondisi laut dalam ini memerlukan kapal khusus dengan kemampuan deep-sea cable laying and jointing untuk proses perbaikannya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” jelas Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano di Jakarta Pusat, Kamis (23/07/2026).

Upaya Mitigasi dan Optimalisasi Akses Internet

Selama masa restorasi, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses Internet eksisting yang tersebar di wilayah terdampak. Rinciannya meliputi 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Ondong Siau), dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane). Seluruh titik ini dioptimalkan dengan satelit SATRIA 1.

Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas bandwidth pada titik-titik layanan tersebut, dengan kenaikan bervariasi menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, atau 150 Mbps sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi.

Tim teknis terus memantau user experience secara berkala untuk memastikan kualitas layanan seperti browsing dan komunikasi digital tetap berjalan optimal.

Akses Internet merupakan program BAKTI yang sudah melayani masyarakat dan ditempatkan di lokasi-lokasi publik seperti kantor pemerintah, sekolah, puskesmas atau rumah sakit, serta fasilitas pertahanan dan keamanan.

Dengan adanya proses perbaikan Palapa Ring, BAKTI melakukan pengoptimalan kapasitas di akses internet yang ada, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk telekomunikasi.

Jadwal dan Target Pemulihan Layanan

Rapat koordinasi yang melibatkan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, BAKTI Komdigi, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, penyelenggara telekomunikasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya telah membahas seluruh aspek teknis, operasional, administrasi, mitigasi layanan, hingga strategi komunikasi publik. Hasilnya, pembaruan jadwal kerja (Plan of Work) telah ditetapkan.

Dalam Plan of Work tersebut, kapal perbaikan dijadwalkan bergerak dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah menyelesaikan persiapan kelengkapan dokumen administrasi dan izin pelayaran.

Estimasi periode kritis pemutusan layanan selama pengerjaan teknis diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 12 hari. Jika seluruh proses berjalan lancar, layanan ditargetkan kembali pulih sepenuhnya (Ready for Service) pada 11 Agustus 2026.

BAKTI Komdigi berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan restorasi secara satu pintu melalui kanal komunikasi resmi. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, aparat keamanan, dan operator seluler guna memastikan proses perbaikan berjalan lancar. Informasi lebih lanjut mengenai Tarif Sewa jaringan ini dapat diakses melalui kanal resmi.

Langkah restorasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga konektivitas nasional. Sebelumnya, Kinerja Bisnis operator infrastruktur juga menunjukkan komitmen serupa dalam pengembangan jaringan.

Selain itu, Investasi Besar untuk jalur serat optik juga terus digencarkan untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia.

MODENA Energy Resmikan PLTS Atap 307,5 kWp di Cikampek

Telko.id – MODENA Energy resmi meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan industri PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), di Cikampek, Jawa Barat.

Proyek ini memiliki kapasitas 307,5 kWp dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 400.000 kWh energi listrik per tahun.

Instalasi ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 360.000 kg CO₂ setiap tahunnya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen MODENA Energy dalam mendukung transisi energi bersih di sektor industri Tanah Air.

“Kolaborasi bersama PT Multi Nitrotama Kimia menjadi langkah strategis kami mendukung pemanfaatan energi surya di sektor industri dan percepatan transisi energi bersih di Indonesia,” ujar Agiya Fersya, Head of MODENA Energy.

Ia menambahkan, semakin banyak pelaku industri mulai beralih ke PLTS karena tidak hanya memperkuat komitmen keberlanjutan, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang. Sistem PLTS Atap yang diterapkan di PT MNK menggunakan skema on-grid, yaitu terintegrasi dengan jaringan listrik PLN.

Melalui sistem ini, kebutuhan listrik pada siang hari dapat dipenuhi dari energi surya, sementara pasokan dari jaringan PLN tetap tersedia saat dibutuhkan.

Bagi sektor industri, skema ini menjadi solusi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi tanpa mengganggu keandalan operasional.

“Pemasangan PLTS Atap di PT Multi Nitrotama Kimia merupakan langkah awal Ancora dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini bisnis kami,” ujar Susilo Yuwono, General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia.

Ia menjelaskan, selain mendukung transisi energi nasional dan program pemerintah menuju target Net Zero Emission, proyek ini memberikan manfaat nyata melalui peningkatan efisiensi penggunaan energi dan pengurangan biaya listrik operasional.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi bagi implementasi solusi energi bersih di seluruh unit usaha Ancora,” tambahnya.

Potensi Transisi PLTS di Sektor Industri

Prospek pemanfaatan energi berbasis surya di sektor industri diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Selain sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan peran PLTS sebagai salah satu sumber pembangkit utama dalam bauran energi nasional, semakin banyak pelaku industri yang mulai memanfaatkan PLTS sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengendalikan biaya operasional, serta memperkuat daya saing bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

Tren tersebut tercermin dalam Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025 yang mencatat sektor industri sebagai penyumbang penambahan kapasitas PLTS atap terbesar sepanjang 2024. Hingga akhir Juli 2024, sekitar 104 MWp kapasitas PLTS atap baru telah terpasang di sektor industri.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memenuhi target dekarbonisasi dan keberlanjutan.

Langkah MODENA Energy dan PT MNK ini sejalan dengan berbagai inisiatif serupa di Indonesia, termasuk kolaborasi energi biomethane yang dilakukan oleh Telkom dan PGN untuk membangun green data center. Ini menunjukkan bahwa transisi energi bersih semakin menjadi prioritas di berbagai sektor industri.

MODENA Energy Hadirkan Solusi End-to-End untuk Industri

Menjawab kebutuhan tersebut, MODENA Energy menghadirkan solusi PLTS yang tidak hanya berfokus pada penyediaan panel surya, tetapi juga layanan end-to-end yang mendampingi pelanggan di setiap tahapan implementasi.

Mulai dari studi kelayakan, perancangan sistem, pengurusan perizinan, pengadaan perangkat, instalasi, hingga maintenance dan monitoring.

MODENA Energy juga menyediakan opsi pembiayaan fleksibel melalui skema performance-based rental, dengan pembayaran berdasarkan penggunaan energi setiap bulan.

Untuk mendukung pengelolaan sistem yang lebih efisien, pemantauan energi dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi maupun dashboard berbasis website.

Pelanggan dapat memantau performa sistem secara real-time, mulai dari produksi energi, konsumsi listrik, hingga estimasi pengurangan emisi karbon.

Platform ini juga dilengkapi dengan sistem notifikasi yang membantu mendeteksi potensi gangguan lebih dini, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Komitmen MODENA Energy dalam mendukung transisi energi bersih juga tercermin dari proyek solar panel di Gresik sebelumnya yang juga menyasar sektor industri.

Inisiatif ini memperkuat posisi MODENA sebagai perusahaan multinasional yang berkomitmen pada inovasi berkelanjutan. Dimulai pada tahun 1967 di Italia, MODENA kini berdomisili di Asia dan dimiliki oleh Indonesia.

Lingkup bisnis grup ini mencakup 12 pilar, termasuk energi, elektronik, IoT, dan lainnya. Komitmen energi terbarukan yang dipertegas oleh berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk Telkom, menunjukkan bahwa transisi energi bersih semakin menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

Telkomsel Halo Optima Galaxy, Bawa Galaxy Foldable 8 Mulai Rp8

0

Telko.id – Telkomsel dan Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan paket bundling Halo Optima Galaxy, sebuah program yang memungkinkan pelanggan membawa pulang Samsung Galaxy Foldable 8 terbaru dengan harga mulai Rp8.

Kemitraan eksklusif ini diumumkan pada 23 Juli 2026 di Jakarta, menawarkan solusi terintegrasi antara perangkat premium, konektivitas, dan layanan digital dalam satu paket berlangganan.

Program ini berlaku untuk periode pre-order mulai 22 Juli hingga 13 Agustus 2026. Pelanggan bisa memilih paket Halo Optima Galaxy Prime, Beyond, atau Infinite dengan komitmen 24 bulan.

Selain itu, tersedia juga program tukar tambah smartphone lama yang bisa menekan harga akhir perangkat. Harga yang dibayarkan bergantung pada varian Galaxy Foldable 8 yang dipilih, paket berlangganan, hasil penilaian tukar tambah, serta program potongan harga yang berlaku.

Adapun varian perangkat yang tersedia meliputi Samsung Galaxy Flip 8 512 GB, Galaxy Fold 8 512 GB dan 1 TB, serta Galaxy Fold Ultra 8 512 GB dan 1 TB. Penawaran ini terbatas pada ketersediaan unit dan syarat serta ketentuan yang berlaku.

Direktur Marketing Telkomsel, Lionel Chng, menyatakan, “Telkomsel berupaya menawarkan cara yang lebih mudah dan praktis untuk menikmati smartphone terbaru, tanpa harus memisahkan kebutuhan smartphone, konektivitas, dan layanan digitalnya. Melalui Halo Optima Galaxy, Telkomsel dan Samsung menyatukan seluruh kebutuhan tersebut di satu paket yang praktis dan bernilai tambah. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati, dengan menghadirkan pengalaman digital yang lebih istimewa dan dapat langsung dirasakan pelanggan.”

Paket Halo Optima Galaxy tidak hanya soal perangkat. Pelanggan juga mendapatkan kuota data domestik hingga 750 GB, kuota roaming hingga 30 GB, serta layanan telepon dan SMS sesuai paket. Ini menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan konektivitas andal untuk bekerja, bermain, atau bersosialisasi.

Selain itu, ada beragam manfaat gaya hidup digital. Pelanggan bisa memilih akses Netflix Basic atau Spotify Premium, Prime Video, dan Mastercard ID Theft Protection.

Tersedia juga layanan tambahan seperti Vidio, Disney+, WeTV, iQIYI, CATCHPLAY+, GetContact, Trend Micro, Noice, Capsyl, Kompas.id, atau Bisnis Indonesia Premium. Benefit Telkomsel Prestige Platinum atau Diamond juga bisa didapatkan sesuai paket yang dipilih.

Head of Mobile Experience (MX) Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno, menambahkan, “Galaxy Foldable generasi terbaru dirancang untuk membantu pengguna menjalani berbagai aktivitas dengan lebih fleksibel, produktif, dan personal. Bersama Telkomsel, kami ingin membuat inovasi tersebut semakin mudah diakses melalui pilihan bundling yang menggabungkan perangkat, konektivitas, serta manfaat digital dalam satu pengalaman. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak konsumen Indonesia merasakan manfaat nyata dari teknologi mobile terbaru Samsung.”

Kolaborasi ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan digital pelanggan. Dengan satu paket, pengguna tidak perlu lagi memisahkan biaya perangkat, pulsa, dan langganan layanan digital. Semua digabung menjadi tagihan bulanan yang lebih terkelola.

Pelanggan yang tertarik bisa mendapatkan paket Halo Optima Galaxy dan Samsung Foldable 8 di 14 titik GraPARI yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selain itu, tersedia juga di Samsung Store, Erajaya Store, MAP Store, dan Blibli Store. Program ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih jalur pembelian yang paling nyaman.

Bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang Fitur Terbaru dari Galaxy Foldable 8, Telko.id sudah merangkumnya secara detail. Selain itu, Bocoran Produk dari acara Galaxy Unpacked 2026 juga bisa menjadi referensi tambahan.

Dengan pendekatan bundling ini, Telkomsel dan Samsung berharap dapat memperluas akses konsumen Indonesia terhadap perangkat premium.

Program ini tidak hanya menawarkan kemudahan finansial melalui cicilan 24 bulan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi konektivitas dan hiburan.

Ini adalah langkah strategis di tengah persaingan pasar smartphone yang semakin ketat. Dengan menggabungkan perangkat keras, layanan operator, dan konten digital, kedua perusahaan ingin menciptakan ekosistem yang lebih lengkap bagi pengguna.

Bagi yang penasaran dengan Visi Masa Depan Samsung untuk perangkat lipatnya, video teaser yang dirilis sebelumnya memberikan gambaran menarik.

Data Center AI Dinilai Perparah Ancaman Krisis Air di Inggris

Telko.id – Pesatnya pembangunan pusat data (data center) di Inggris memunculkan kekhawatiran baru terkait ketersediaan air bersih. Sejumlah pihak menilai meningkatnya kebutuhan pendinginan data center, terutama untuk mendukung layanan kecerdasan buatan (AI), berpotensi memperburuk risiko krisis air yang diperkirakan akan dihadapi negara tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Peringatan itu disampaikan Water UK, organisasi yang mewakili perusahaan penyedia air di Inggris dan Irlandia Utara, dalam dokumen yang diserahkan kepada anggota parlemen.

Water UK menilai proyeksi kebutuhan air pemerintah “sangat keliru” karena tidak memasukkan kebutuhan air pusat data. Organisasi tersebut juga menyebut berbagai kebijakan pemerintah terkait pertumbuhan AI tidak menyinggung persoalan pasokan air.

Menurut mereka, pusat data membutuhkan air dalam jumlah besar untuk mendinginkan server yang menghasilkan panas.

Air digunakan secara langsung pada sistem pendingin, chiller, dan pengatur kelembapan, sementara konsumsi air juga meningkat secara tidak langsung akibat tingginya kebutuhan listrik fasilitas tersebut.

Organisasi itu juga menyoroti kerangka nasional sumber daya air yang diterbitkan Badan Lingkungan Inggris pada Juni 2025 karena belum memperkirakan kebutuhan air pusat data.

Baca Juga:

“Tampaknya ada asumsi bahwa negara akan selalu memiliki cukup air untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Kenyataannya justru jauh dari itu,” tulis Water UK, dikutip dari The Guardian, Selasa (21/7).

Meski demikian, pemerintah Inggris tetap memandang data center sebagai infrastruktur penting bagi transformasi digital dan pengembangan AI nasional. Di sisi lain, pemerintah didorong untuk memastikan setiap proyek baru menerapkan teknologi pendinginan yang lebih efisien serta pengelolaan air yang berkelanjutan agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Sejumlah perusahaan teknologi juga mulai mengembangkan sistem pendingin yang lebih hemat air dan energi sebagai upaya mengurangi jejak lingkungan dari pusat data.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat dalam beberapa tahun ke depan.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam. Ke depan, tantangan terbesar bagi industri data center adalah memenuhi kebutuhan komputasi AI tanpa memperburuk tekanan terhadap lingkungan khususnya ketersediaan air bersih.

Juru bicara pemerintah mengatakan pemerintah akan tetap melindungi pasokan air sembari mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk mencari alternatif untuk mengurangi dampak pusat data terhadap konsumsi air dan limbah yang dihasilkan.

“Kami juga mengambil langkah-langkah tegas untuk menjamin pasokan air dan memenuhi permintaan yang semakin tinggi, termasuk investasi infrastruktur dalam jumlah yang mencapai rekor tertinggi serta pembangunan sembilan bendungan baru,” ujar Juru Bicara tersebut.

Claude Fable 5 Bantu Pecahkan Teka-Teki Jacobian Conjecture

Telko.id – Model kecerdasan buatan, terbaru milik Anthropic, Claude Fable 5, diklaim membantu memecahkan Jacobian Conjecture, salah satu teka-teki matematika yang telah menjadi misteri selama 87 tahun.

Jika hasil tersebut lolos verifikasi para matematikawan, temuan in berpotensi mengakhiri salah satu persoalan terbuka paling terkenal dalam bidang aljabar yang telah ada sejak 1939.

Temuan tersebut diumumkan oleh matematikawan sekaligus peneliti Anthropic, Levent Alpoge, melalui media sosial X (dahulu Twitter).

Menurut Alpoge, solusi yang dihasilkan Claude Fable 5 terhadap Jacobian Conjecture berhasil diverifikasi oleh dia dan rekannya secara manual dalam waktu sekitar satu hari.

Jacobian Conjecture merupakan persoalan matematika klasik yang diajukan pada 1939 dan masuk dalam daftar persoalan penting abad ke-20 yang disusun matematikawan Stephen Smale.

Sederhananya, dugaan ini menanyakan apakah suatu fungsi matematika selalu bisa dijalankan secara terbalik sehingga nilai awalnya dapat diketahui kembali, asalkan memenuhi syarat tertentu pada Jacobian determinant.

Baca Juga:

Selama hampir sembilan dekade, belum ada matematikawan yang mampu membuktikan dugaan tersebut benar ataupun menemukan contoh yang membantahnya.

Meski demikian, klaim tersebut belum dianggap sebagai kebenaran final. Seperti penemuan matematika lainnya, hasil yang diperoleh masih harus melalui proses peninjauan dan verifikasi independen oleh para ahli sebelum dapat diterima secara resmi oleh komunitas ilmiah.

Jika nantinya terbukti benar, pencapaian ini akan menjadi salah satu contoh paling signifikan tentang bagaimana AI dapat membantu riset ilmiah tingkat lanjut.

Alih-alih menggantikan matematikawan, AI berperan sebagai alat yang mampu mengeksplorasi pola, menghasilkan ide, dan mempercepat pencarian solusi terhadap persoalan yang selama ini sulit dipecahkan manusia.

Adapun pencapaian yang diumbar Aploge ini dinilai menjadi salah satu contoh terbaru bahwa AI mulai mampu berkontribusi dalam penelitian ilmiah tingkat tinggi, sebagaimana dilansir dari Coindesk.

Dengan kata lain, peran AI tidak lagi terbatas pada menghasilkan teks atau kode program, tetapi juga membantu menemukan ide matematika baru yang kemudian dapat diuji dan dibuktikan oleh para peneliti.

Perkembangan ini juga memperkuat tren pemanfaatan AI di bidang sains dan penelitian. Setelah banyak digunakan untuk membantu penemuan obat, analisa data, dan riset material, AI kini mulai menunjukkan potensinya dalam menyelesaikan persoalan matematika fundamental yang telah menjadi tantangan selama beberapa dekade.

5 Alasan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) Menjadi Laptop AI Bisnis Terbaik

Telko.id – Di tengah adopsi AI yang makin cepat di dunia kerja, memilih laptop bisnis bukan lagi sekadar soal spesifikasi tinggi di atas kertas, melainkan soal seberapa jauh perangkat itu benar-benar membantu produktivitas sehari-hari.

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD), bagian dari seri ExpertBook P5 seri terbaru, hadir memadukan performa AI mutakhir, visual premium, daya tahan kelas militer, dan keamanan tingkat enterprise dalam satu perangkat. Berikut lima alasan mengapa laptop ini layak dipertimbangkan sebagai laptop AI bisnis terbaik saat ini, lengkap dengan tips praktis memaksimalkan setiap fiturnya.

1. Performa AI Kelas Atas, Siap untuk Beban Kerja Masa Depan

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) dipersenjatai prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470 (12 core/24 thread, hingga 5,2GHz, 55 NPU TOPS) untuk varian yang tersedia secara project, sementara unit ritel di Indonesia dibekali AMD Ryzen™ AI 7 445 dengan akselerasi neural hingga 50 NPU TOPS.

Tenaga CPU hingga 45 watt TDP dioptimalkan untuk alur kerja berbasis AI yang menuntut, sehingga aplikasi berjalan lebih efisien dan cepat untuk multitasking maupun analisis data intensif.

Baca juga :

Laptop ini juga dapat ditingkatkan hingga 64GB RAM DDR5 berkecepatan 5600 MT/s lewat dua slot SO-DIMM, serta hingga 3TB penyimpanan dual-SSD M.2 PCIe® 4.0 lewat dua slot (M.2 2280 dan M.2 2230). Artinya, masa pakai laptop bisa lebih panjang karena tidak harus ganti unit baru saat kebutuhan data bertambah.

Semua performa ini tetap terjaga stabil berkat teknologi manajemen termal ASUS ExpertCool yang efisien membuang panas sekaligus meminimalkan suara kipas.

Pro Tip: Jika pekerjaan Anda melibatkan pengolahan data besar, aplikasi analitik, atau tools AI generatif, mulai dengan RAM 16-32GB, lalu manfaatkan slot SO-DIMM kedua untuk upgrade ke 64GB saat kebutuhan meningkat. Begitu juga dengan storage, tambahkan SSD kedua di slot M.2 2230 alih-alih membeli laptop baru.

2. Alur Kerja Jadi Lebih Cerdas Berkat AI yang Terintegrasi

Inti dari pengalaman AI di laptop ini adalah ASUS MyExpert, platform AI terpadu yang berfungsi sebagai asisten cerdas, mulai dari penulisan dan surel berbasis AI untuk tugas administratif harian, hingga perangkuman hasil rapat otomatis yang mengurangi beban kerja manual.

Untuk rapat jarak jauh, peredam bising berbasis AI menyaring kebisingan latar yang mengganggu agar suara tetap jernih, sementara kamera web AI hingga resolusi 5MP secara otomatis menyesuaikan pencahayaan dan pembingkaian agar pengguna tetap tampil profesional di setiap panggilan video.

Dengan NPU khusus, laptop ini juga sepenuhnya mendukung Windows Copilot+ PC, mulai dari otomatisasi alur kerja, pencarian dokumen yang cepat, hingga terjemahan bahasa secara real-time.

Pro Tip: Aktifkan AI noise-cancelling sebelum melakukan panggilan video dari tempat ramai seperti lounge bandara atau coworking space, dan manfaatkan fitur perangkuman rapat otomatis agar Anda tidak perlu mengetik ulang notulen setiap selesai meeting.

3. Layar Tajam untuk Kerja yang Menuntut Presisi Warna dan Kecepatan

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) menghadirkan layar 14 inci dengan rasio 16:10 dalam dua pilihan panel. IPS hingga resolusi 2,5K (WQXGA 2560×1600, 100% sRGB, 400 nits) dengan refresh rate 144Hz untuk pergerakan visual yang sangat mulus, atau panel OLED (WUXGA 1920×1200, DCI-P3 100%, 300 nits) dengan kontras tajam untuk kebutuhan warna presisi.

Ditambah kamera web hingga 5MP dengan sensor inframerah, layar dan kamera ini dirancang meningkatkan kualitas video conference, tinjauan desain, hingga penelusuran data yang kompleks.

Pro Tip: Pilih varian OLED bila pekerjaan Anda banyak berurusan dengan desain, konten kreatif, atau review visual yang butuh akurasi warna. Pilih varian IPS 144Hz bila Anda lebih sering bekerja dengan data, dashboard, atau presentasi yang butuh scrolling dan pergerakan layar yang mulus.

4. Bodi Tangguh dan Baterai Awet untuk Kerja di Mana Saja

Dirancang untuk profesional hybrid, ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) memiliki bobot mulai 1,27kg sehingga mudah dibawa bepergian antara rumah, kantor, dan lokasi klien. Laptop ini juga memenuhi standar ketahanan militer AS MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan, jatuh, dan aktivitas harian.

Untuk mendukung produktivitas tanpa harus dekat colokan listrik, tersedia opsi baterai berkapasitas hingga 70Wh yang mampu bertahan hingga 22,5 jam untuk pemakaian aplikasi office pada umumnya.

Konektivitasnya didukung Wi-Fi 7 serta port I/O lengkap mulai dari USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan RJ45 LAN untuk akses fleksibel ke jaringan kabel, layar eksternal, dan perangkat pendukung lainnya.

Pro Tip: Manfaatkan port USB4 dan HDMI 2.1 langsung tanpa perlu membawa dongle tambahan saat presentasi memakai proyektor di kantor klien, dan andalkan baterai 70Wh untuk kerja seharian penuh tanpa harus mencari colokan listrik.

5. Keamanan Kelas Enterprise yang Melindungi Data Bisnis

ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) melindungi aset bisnis lewat rangkaian keamanan ASUS ExpertGuardian yang berlapis dan mendalam. Fondasi keamanannya mencakup dukungan Windows 11 Secured-core PC dan BIOS yang sesuai standar NIST SP 800-155, dengan komitmen pembaruan firmware selama lima tahun untuk menjaga integritas sistem jangka panjang.

Pengguna juga memiliki kendali lebih besar atas privasi lewat pelindung fisik webcam, sensor sidik jari, dan TPM 2.0, yang meningkatkan privasi serta kepatuhan korporat di ruang kerja bersama.

Pro Tip: Aktifkan fingerprint login dan pelindung fisik webcam sejak hari pertama pemakaian, terutama jika laptop sering dibawa keluar kantor atau digunakan oleh tim lapangan yang mengakses data pelanggan sensitif.

“Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas, baik di kantor maupun saat bekerja dari mana saja. Melalui ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD), kami menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia,” sebut Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.

Dengan performa AI yang kuat, alur kerja yang lebih cerdas, visual yang tajam, bodi yang tangguh, serta keamanan kelas enterprise, lima alasan ini menjadikan ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) pilihan tepat bagi profesional hybrid maupun pemimpin bisnis SMB yang ingin bekerja lebih produktif tanpa mengorbankan mobilitas dan keamanan data.

Tertarik mencoba? Informasi lengkap ASUS ExpertBook P5 G2 (AMD) tersedia di laman https://www.asus.com/laptops/for-work/expertbook/asus-expertbook-p5-g2-14-amd dan tersedia secar offline atupun offline di harga mulai dari Rp19.799.000.

Samsung Galaxy Glasses, Integrasi Ekosistem AI

Telko.id – Samsung secara resmi memperkenalkan Galaxy Glasses, perangkat wearable terbaru mereka yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam kacamata sehari-hari.

Produk ini diumumkan dalam acara Galaxy Unpacked yang digelar di London, menandai langkah signifikan Samsung dalam memperluas ekosistem Galaxy ke ranah aksesori pintar.

Galaxy Glasses hadir dengan desain ramping dan bobot ringan, hanya 50 gram, sehingga nyaman digunakan sepanjang hari. Perangkat ini ditenagai oleh chipset Snapdragon AR1 Gen 2 yang dirancang khusus untuk augmented reality (AR) dan AI on-device.

Dengan chip ini, kacamata mampu menjalankan berbagai fitur cerdas tanpa perlu terhubung terus-menerus ke smartphone.

“Kami percaya masa depan konektivitas ada pada perangkat yang tak terlihat. Galaxy Glasses adalah langkah pertama kami untuk menghadirkan AI ke dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang paling alami,” ujar TM Roh, President and Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics, dalam sambutannya.

Fitur Utama Galaxy Glasses

Salah satu fitur unggulan Galaxy Glasses adalah kemampuannya menampilkan notifikasi, navigasi, dan informasi real-time langsung di bidang pandang pengguna.

Teknologi ini memanfaatkan proyektor mikro yang terintegrasi pada lensa, dikombinasikan dengan lensa Transitions yang dapat berubah warna secara otomatis saat terkena sinar matahari. Hal ini membuat kacamata tetap fungsional baik di dalam maupun luar ruangan.

Content image for article: Samsung Galaxy Glasses Resmi Meluncur, Integrasi Ekosistem AI

Galaxy Glasses juga dilengkapi dengan kamera 12 MP yang mampu merekam video dalam resolusi 1080p. Kamera ini dapat digunakan untuk mengambil foto atau video dengan perintah suara atau gestur tangan.

Samsung mengklaim bahwa fitur AI pada perangkat ini mampu mengenali objek, menerjemahkan teks secara langsung, dan memberikan rekomendasi kontekstual berdasarkan apa yang dilihat pengguna.

Baterai Galaxy Glasses diklaim mampu bertahan hingga 8 jam untuk penggunaan normal dan 4 jam untuk penggunaan aktif dengan AI dan kamera menyala.

Pengisian daya dilakukan melalui case khusus yang juga berfungsi sebagai penyimpanan dan pengisi daya portabel, mirip dengan konsep yang digunakan pada Samsung Galaxy Buds.

Untuk urusan konektivitas, Galaxy Glasses mendukung Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi 6E, memastikan transfer data cepat dan stabil ke smartphone Samsung Galaxy atau perangkat Android lainnya. Perangkat ini juga kompatibel dengan Samsung Galaxy Watch untuk kontrol hands-free yang lebih seamless.

Harga dan Ketersediaan

Samsung Galaxy Glasses akan mulai dijual di pasar global pada kuartal kedua 2026 dengan harga mulai dari US$499 (sekitar Rp8,1 juta). Pasar Indonesia kemungkinan akan menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan produk ini, mengingat besarnya minat konsumen Tanah Air terhadap perangkat wearable.

Peluncuran Galaxy Glasses ini menjadi sorotan karena merupakan langkah konkret Samsung dalam mewujudkan visi AI yang lebih personal dan terintegrasi.

Sebelumnya, Samsung telah memperkenalkan berbagai inovasi AI melalui produk-produk lain seperti smartphone Galaxy S25 series dan Galaxy Book. Dengan hadirnya Galaxy Glasses, ekosistem Galaxy kini menjadi semakin lengkap dan saling terhubung.

Kehadiran Galaxy Glasses juga membuka peluang baru bagi pengembang aplikasi. Samsung telah merilis SDK (Software Development Kit) khusus untuk Galaxy Glasses, memungkinkan developer menciptakan aplikasi AR dan AI yang dapat berjalan di perangkat ini. Beberapa mitra awal termasuk Google, Meta, dan Snapchat telah mengonfirmasi akan menghadirkan aplikasi mereka di platform Galaxy Glasses.

Dalam konteks pasar yang lebih luas, langkah Samsung ini sejalan dengan tren industri menuju komputasi spasial. Berbeda dengan headset AR/VR yang besar dan berat, Galaxy Glasses menawarkan pendekatan yang lebih ringan dan praktis.

Samsung menyebut perangkat ini sebagai “smartphone untuk wajah” yang dapat menggantikan kebutuhan untuk terus-menerus menatap layar ponsel.

Galaxy Glasses juga memiliki implikasi positif bagi aksesibilitas. Fitur AI-nya dapat membantu pengguna tunanetra dengan memberikan deskripsi audio tentang lingkungan sekitar, atau menerjemahkan percakapan secara real-time bagi pengguna tunarungu.

Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan fitur-fitur inklusif ini melalui pembaruan perangkat lunak berkala.

Dari sisi keamanan, Galaxy Glasses dilengkapi dengan Samsung Knox yang sudah terkenal ketat. Data yang diproses di perangkat tetap aman dan tidak dikirim ke cloud tanpa izin pengguna.

Fitur privasi lainnya termasuk indikator LED yang menyala saat kamera aktif, serta tombol fisik untuk mematikan semua sensor secara instan.

Peluncuran Galaxy Glasses juga menjadi angin segar bagi ekosistem Samsung yang semakin matang. Dengan integrasi yang erat antara Galaxy Glasses, Galaxy Watch, dan Galaxy Buds, pengguna dapat menikmati pengalaman multitasking yang belum pernah ada sebelumnya.

Misalnya, saat menerima panggilan, notifikasi akan muncul di kacamata, pengguna dapat menjawab melalui earbud, dan denyut nadi dapat dipantau melalui jam tangan.

Samsung juga mengumumkan bahwa Galaxy Glasses akan mendapatkan pembaruan fitur secara berkala melalui update OTA. Fitur-fitur baru yang direncanakan termasuk mode penerjemahan simultan untuk hingga 20 bahasa, integrasi dengan Samsung SmartThings untuk kontrol rumah pintar, serta mode navigasi AR yang lebih imersif untuk pengemudi dan pejalan kaki.

Secara keseluruhan, Galaxy Glasses menandai babak baru dalam evolusi perangkat wearable. Samsung tidak hanya menciptakan gadget baru, tetapi juga membuka jalan bagi cara baru berinteraksi dengan teknologi.

Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang mumpuni, Galaxy Glasses berpotensi menjadi produk yang mendefinisikan ulang kategori smart glasses di pasar global.