Telko.id – Samsung secara resmi memperkenalkan Galaxy Glasses, perangkat wearable terbaru mereka yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam kacamata sehari-hari.
Produk ini diumumkan dalam acara Galaxy Unpacked yang digelar di London, menandai langkah signifikan Samsung dalam memperluas ekosistem Galaxy ke ranah aksesori pintar.
Galaxy Glasses hadir dengan desain ramping dan bobot ringan, hanya 50 gram, sehingga nyaman digunakan sepanjang hari. Perangkat ini ditenagai oleh chipset Snapdragon AR1 Gen 2 yang dirancang khusus untuk augmented reality (AR) dan AI on-device.
Dengan chip ini, kacamata mampu menjalankan berbagai fitur cerdas tanpa perlu terhubung terus-menerus ke smartphone.
“Kami percaya masa depan konektivitas ada pada perangkat yang tak terlihat. Galaxy Glasses adalah langkah pertama kami untuk menghadirkan AI ke dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang paling alami,” ujar TM Roh, President and Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics, dalam sambutannya.
Fitur Utama Galaxy Glasses
Salah satu fitur unggulan Galaxy Glasses adalah kemampuannya menampilkan notifikasi, navigasi, dan informasi real-time langsung di bidang pandang pengguna.
Teknologi ini memanfaatkan proyektor mikro yang terintegrasi pada lensa, dikombinasikan dengan lensa Transitions yang dapat berubah warna secara otomatis saat terkena sinar matahari. Hal ini membuat kacamata tetap fungsional baik di dalam maupun luar ruangan.

Galaxy Glasses juga dilengkapi dengan kamera 12 MP yang mampu merekam video dalam resolusi 1080p. Kamera ini dapat digunakan untuk mengambil foto atau video dengan perintah suara atau gestur tangan.
Samsung mengklaim bahwa fitur AI pada perangkat ini mampu mengenali objek, menerjemahkan teks secara langsung, dan memberikan rekomendasi kontekstual berdasarkan apa yang dilihat pengguna.
Baterai Galaxy Glasses diklaim mampu bertahan hingga 8 jam untuk penggunaan normal dan 4 jam untuk penggunaan aktif dengan AI dan kamera menyala.
Pengisian daya dilakukan melalui case khusus yang juga berfungsi sebagai penyimpanan dan pengisi daya portabel, mirip dengan konsep yang digunakan pada Samsung Galaxy Buds.
Untuk urusan konektivitas, Galaxy Glasses mendukung Bluetooth 5.3 dan Wi-Fi 6E, memastikan transfer data cepat dan stabil ke smartphone Samsung Galaxy atau perangkat Android lainnya. Perangkat ini juga kompatibel dengan Samsung Galaxy Watch untuk kontrol hands-free yang lebih seamless.
Harga dan Ketersediaan
Samsung Galaxy Glasses akan mulai dijual di pasar global pada kuartal kedua 2026 dengan harga mulai dari US$499 (sekitar Rp8,1 juta). Pasar Indonesia kemungkinan akan menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan produk ini, mengingat besarnya minat konsumen Tanah Air terhadap perangkat wearable.
Peluncuran Galaxy Glasses ini menjadi sorotan karena merupakan langkah konkret Samsung dalam mewujudkan visi AI yang lebih personal dan terintegrasi.
Sebelumnya, Samsung telah memperkenalkan berbagai inovasi AI melalui produk-produk lain seperti smartphone Galaxy S25 series dan Galaxy Book. Dengan hadirnya Galaxy Glasses, ekosistem Galaxy kini menjadi semakin lengkap dan saling terhubung.
Baca Juga:
Kehadiran Galaxy Glasses juga membuka peluang baru bagi pengembang aplikasi. Samsung telah merilis SDK (Software Development Kit) khusus untuk Galaxy Glasses, memungkinkan developer menciptakan aplikasi AR dan AI yang dapat berjalan di perangkat ini. Beberapa mitra awal termasuk Google, Meta, dan Snapchat telah mengonfirmasi akan menghadirkan aplikasi mereka di platform Galaxy Glasses.
Dalam konteks pasar yang lebih luas, langkah Samsung ini sejalan dengan tren industri menuju komputasi spasial. Berbeda dengan headset AR/VR yang besar dan berat, Galaxy Glasses menawarkan pendekatan yang lebih ringan dan praktis.
Samsung menyebut perangkat ini sebagai “smartphone untuk wajah” yang dapat menggantikan kebutuhan untuk terus-menerus menatap layar ponsel.
Galaxy Glasses juga memiliki implikasi positif bagi aksesibilitas. Fitur AI-nya dapat membantu pengguna tunanetra dengan memberikan deskripsi audio tentang lingkungan sekitar, atau menerjemahkan percakapan secara real-time bagi pengguna tunarungu.
Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan fitur-fitur inklusif ini melalui pembaruan perangkat lunak berkala.
Dari sisi keamanan, Galaxy Glasses dilengkapi dengan Samsung Knox yang sudah terkenal ketat. Data yang diproses di perangkat tetap aman dan tidak dikirim ke cloud tanpa izin pengguna.
Fitur privasi lainnya termasuk indikator LED yang menyala saat kamera aktif, serta tombol fisik untuk mematikan semua sensor secara instan.
Peluncuran Galaxy Glasses juga menjadi angin segar bagi ekosistem Samsung yang semakin matang. Dengan integrasi yang erat antara Galaxy Glasses, Galaxy Watch, dan Galaxy Buds, pengguna dapat menikmati pengalaman multitasking yang belum pernah ada sebelumnya.
Misalnya, saat menerima panggilan, notifikasi akan muncul di kacamata, pengguna dapat menjawab melalui earbud, dan denyut nadi dapat dipantau melalui jam tangan.
Samsung juga mengumumkan bahwa Galaxy Glasses akan mendapatkan pembaruan fitur secara berkala melalui update OTA. Fitur-fitur baru yang direncanakan termasuk mode penerjemahan simultan untuk hingga 20 bahasa, integrasi dengan Samsung SmartThings untuk kontrol rumah pintar, serta mode navigasi AR yang lebih imersif untuk pengemudi dan pejalan kaki.
Secara keseluruhan, Galaxy Glasses menandai babak baru dalam evolusi perangkat wearable. Samsung tidak hanya menciptakan gadget baru, tetapi juga membuka jalan bagi cara baru berinteraksi dengan teknologi.
Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang mumpuni, Galaxy Glasses berpotensi menjadi produk yang mendefinisikan ulang kategori smart glasses di pasar global.


