spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog

Berita Teknologi Hari ini : Mulai Dari 5G Hingga Teknologi AI Terbaru!

Telko.id – Berita teknologi terbaru selalu menarik perhatian banyak orang, terutama para penggemar gadget dan teknologi. Kita hidup di zaman yang serba digital, di mana kemajuan teknologi terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru yang menarik. Dan ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari gadget terbaru, aplikasi baru, hingga teknologi terkini yang dapat memudahkan hidup kita sehari-hari. Tak hanya itu, berita ini juga dapat memberikan kita wawasan baru tentang tren dan arah perkembangan teknologi di masa depan.

Bicara tren, salah satu tren teknologi terbaru yang sedang naik daun adalah teknologi 5G. Berita teknologi terbaru menginformasikan bahwa teknologi 5G sekarang sudah tersedia di beberapa negara di seluruh dunia dan akan segera diperluas ke banyak negara lainnya. Teknologi 5G juga diklaim mampu memberikan kecepatan internet yang lebih cepat dan jaringan yang lebih stabil, sehingga akan sangat membantu bagi mereka yang sering menggunakan internet dalam mobilitas yang tinggi.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi topik hangat dalam berita teknologi terbaru. Beberapa perusahaan teknologi ternama sedang mengembangkan aplikasi dan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam berbagai bidang. Contohnya adalah pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang dapat membantu mengoptimalkan proses pengobatan dan pembelajaran. Informasi terbaru yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dapat memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Berikut adalah sejumlah berita teknologi terbaru yang kami muat di situs telko.id.

Luís Figo Pastikan Hadir di Jakarta 12 Juli 2026 untuk Pesta Bola HGI

Telko.id – Jagat olahraga tanah air akan kedatangan salah satu legenda sepak bola dunia. Higgs Games Island (HGI) resmi mengonfirmasi jadwal kedatangan mantan kapten tim nasional Portugal, Luís Figo, ke fX Sudirman Jakarta pada 12 Juli 2026. Kehadiran peraih Ballon d’Or 2000 ini menjadi puncak rangkaian acara “Pesta Bola HGI 2026”.

Kedatangan Figo bukan sekadar seremoni. Ia hadir sebagai Global Brand Ambassador HGI dengan agenda yang sudah dirancang matang. Mulai dari sesi pertemuan dengan komunitas olahraga nasional, diskusi taktis, hingga penguatan kampanye olahraga berpikir (mind sport), khususnya domino yang kini telah diakui sebagai cabang olahraga profesional di Indonesia.

“Kami memahami bahwa aspek strategi dan kesiapan mental merupakan pilar krusial dalam olahraga kompetitif. Kedatangan Luís Figo ke Jakarta pada 12 Juli 2026 merupakan pembuktian bahwa taktik sepak bola kelas dunia memiliki korelasi kuat dengan mind sport dalam genggaman. Figo adalah representasi bagaimana kecerdasan membaca permainan di lapangan hijau mampu menentukan kemenangan,” jelas perwakilan HGI, Ray.

Ray menambahkan, “Melalui momentum ini, HGI berkomitmen mengimplementasikan standar profesionalisme olahraga berpikir yang berbasis kearifan lokal ke dalam ekosistem kompetisi digital yang terus kami sempurnakan.”

Dalam perspektif olahraga, korelasi antara performa atletik dan kekuatan otak semakin kuat. Domino kompetitif telah mendapat pengakuan International Mind Sports Association (IMSA) setara dengan catur dan bridge.

Cabang ini menuntut kemampuan kalkulasi probabilitas tinggi, manajemen tekanan, serta pengambilan keputusan cepat. Kondisi serupa juga dialami pesepak bola kelas dunia saat mengatur tempo permainan di lapangan.

Figo dan Transformasi Mind Sport

Pemilihan Figo sebagai Global Brand Ambassador HGI didasari reputasi legendarisnya bersama Barcelona, Real Madrid, dan Inter Milan. Karakter permainan Figo yang mengandalkan kecekatan luar biasa dan pengambilan keputusan cepat dalam sepersekian detik merupakan cerminan kompetisi domino profesional.

Setiap langkah menuntut pemain memprediksi strategi lawan dan menghitung probabilitas demi kemenangan.

Figo bukan sekadar tamu utama di Pesta Bola HGI. Harapannya, masyarakat Indonesia tidak hanya menonton pesta olahraga dunia, tapi ikut ambil bagian dalam keseruan olahraga berpikir. Berbagai komunitas gaming, olahraga, dan mind sport tanah air akan terlibat dalam acara ini.

Industri mind sport di Indonesia terus berkembang seiring pengakuan resmi dari pemerintah. Domino kini tidak lagi dipandang sekadar permainan tradisional, melainkan olahraga yang membutuhkan strategi dan kecerdasan.

Kehadiran figur sekelas Figo diharapkan mampu mendongkrak popularitas dan profesionalisme cabang ini. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa membaca Digital Identity Co. yang juga memberdayakan teknologi modern.

Acara Pesta Bola HGI 2026 sendiri dirancang sebagai ajang tahunan yang menggabungkan sepak bola dan mind sport. Figo akan berinteraksi langsung dengan penggemar dan peserta, memberikan wawasan tentang bagaimana strategi di lapangan hijau bisa diaplikasikan dalam permainan domino. Ini menjadi kesempatan langka bagi komunitas olahraga Indonesia untuk belajar dari maestro sejati.

HGI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekosistem digital mereka. Platform kompetisi yang terus disempurnakan akan menjadi wadah bagi para pemain domino profesional untuk berkompetisi secara online.

Integrasi teknologi dan olahraga berpikir ini sejalan dengan tren global di mana mind sport semakin populer.

Dari sisi bisnis, kolaborasi dengan Figo membuka peluang besar bagi HGI. Brand ambassador sekelas Figo tidak hanya meningkatkan kredibilitas, tetapi juga menarik minat sponsor dan mitra strategis. Industri gaming dan olahraga elektronik di Indonesia diprediksi akan semakin kompetitif dengan hadirnya tokoh-tokoh global.

Antusiasme masyarakat terhadap kedatangan Figo sudah terlihat dari berbagai diskusi di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang penasaran dengan agenda spesifik yang akan dijalani Figo selama di Jakarta. HGI berjanji akan merilis detail lebih lanjut dalam waktu dekat, termasuk sesi meet and greet dan workshop taktik.

Kehadiran Figo juga menjadi angin segar bagi pariwisata olahraga di Indonesia. fX Sudirman Jakarta sebagai lokasi acara dipilih karena aksesibilitasnya yang strategis.

Acara ini diharapkan mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai destinasi mind sport internasional.

Dalam jangka panjang, HGI menargetkan untuk menjadikan Pesta Bola sebagai agenda tahunan yang dinanti. Dengan dukungan figur global seperti Figo, mimpi tersebut bukan lagi sekadar wacana. Transformasi mind sport di Indonesia sedang berlangsung, dan semua mata tertuju pada 12 Juli 2026.

Chipset Kustom vivo X Fold6: Revolusi AI di Ponsel Lipat

Bayangkan sebuah ponsel lipat yang tidak hanya sekadar layar besar yang bisa ditekuk, tetapi juga memiliki otak yang dirancang khusus untuk menaklukkan tugas-tugas berat dalam sekejap. vivo, dalam gebrakan terbarunya, tampaknya ingin menghadirkan mimpi itu menjadi kenyataan. Bukan sekadar menyematkan prosesor generik, vivo memilih jalan yang lebih ambisius: menciptakan chipset khusus yang dikembangkan selama lebih dari dua tahun hanya untuk perangkat lipat flagship mereka.

Kabar ini muncul di tengah persaingan sengit pasar ponsel lipat yang kian memanas. Setiap produsen berlomba-lomba menawarkan ketipisan, ketahanan, dan fitur kamera yang mumpuni. Namun, vivo sepertinya ingin mengambil pendekatan berbeda dengan fokus pada performa kecerdasan buatan (AI) yang revolusioner. Pertanyaannya, apakah strategi ini akan cukup untuk menggoyang dominasi para pemain lama? Atau justru ini adalah langkah berani yang akan mendefinisikan ulang standar ponsel lipat masa depan?

Bocoran terbaru mengindikasikan bahwa vivo X Fold6 akan menjadi panggung perdana bagi MediaTek Dimensity 9500 Super Edition. Ini bukanlah chipset biasa yang bisa Anda temukan di ponsel lain. Ini adalah hasil kolaborasi eksklusif yang dirancang untuk menjawab tantangan unik perangkat lipat, mulai dari manajemen termal hingga efisiensi daya saat menjalankan aplikasi berat dalam mode layar terbagi. Mari kita bedah lebih dalam apa yang membuat chipset ini begitu istimewa dan bagaimana dampaknya bagi Anda sebagai pengguna.

Dua Tahun Riset: Chipset yang Lahir untuk Lipat

Vivo tidak main-main dengan klaimnya. Seorang eksekutif vivo melalui akun Weibo-nya mengonfirmasi bahwa Dimensity 9500 Super Edition telah melalui proses pengembangan yang panjang, yakni lebih dari dua tahun. Ini menunjukkan komitmen serius vivo untuk tidak sekadar menjadi pengikut, melainkan inovator di segmen foldable. Fokus utama pengembangan ini adalah pada tiga pilar: multitasking yang lebih mulus, rendering multi-jendela yang lebih cepat, dan yang terpenting, peningkatan performa AI yang dramatis.

Hasilnya? Vivo mengklaim telah terjadi lompatan besar dalam kemampuan AI. Peak AI computing performance diklaim meningkat hingga 111% dibandingkan NPU generasi sebelumnya. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas; ini berarti tugas-tugas berat seperti pengeditan foto real-time, penerjemahan bahasa secara offline, atau bahkan asisten virtual yang lebih cerdas dapat berjalan dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya di ponsel lipat. Jika Anda seorang profesional yang sering bekerja dengan dokumen dan gambar saat bepergian, peningkatan ini bisa menjadi game-changer dalam produktivitas harian Anda.

Efisiensi Daya: Performa Gahar, Baterai Awet

Salah satu kekhawatiran terbesar pengguna ponsel lipat adalah daya tahan baterai. Layar besar yang selalu menyala tentu membutuhkan daya yang tidak sedikit. Untungnya, vivo dan MediaTek juga memikirkan hal ini. Meskipun performa AI meningkat drastis, konsumsi daya justru diklaim berkurang hingga 56%. Ini adalah kabar baik bagi Anda yang sering khawatir kehabisan baterai di tengah hari.

Kombinasi antara peningkatan performa dan efisiensi daya ini diperkuat dengan rumor baterai jumbo. Beberapa sumber menyebutkan bahwa vivo X Fold6 akan dibekali baterai berkapasitas 6.900mAh. Jika rumor ini benar, maka ini akan menjadi salah satu baterai terbesar yang pernah ada di ponsel lipat, mengalahkan banyak kompetitor. Bayangkan, Anda bisa menonton film marathon, bermain game berat, atau melakukan video conference berjam-jam tanpa harus mencolokkan charger. Ini adalah nilai tambah yang sangat signifikan, terutama jika dibandingkan dengan perangkat lipat lain yang mungkin harus Anda cas lebih dari sekali sehari.

Untuk memberikan gambaran lebih luas tentang persaingan di segmen ini, Anda bisa melihat bagaimana Fitur Terbaru dari kompetitor lain seperti Honor Magic V5 yang mengusung ketipisan sebagai nilai jual utama. Sementara itu, vivo memilih jalur performa AI dan daya tahan baterai sebagai senjatanya.

Revolusi AI: Lebih Cepat, Lebih Cerdas, Lebih Personal

Peningkatan performa AI pada Dimensity 9500 Super Edition bukan hanya soal angka benchmark. Vivo memberikan beberapa contoh konkret bagaimana hal ini akan dirasakan oleh pengguna. Misalnya, kecepatan transkripsi suara dan pengenalan ucapan secara offline diklaim meningkat 7%. Mungkin terdengar kecil, tetapi dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan ini akan terasa signifikan saat Anda mendiktekan pesan panjang atau mencari catatan suara lama.

Yang lebih menarik lagi adalah klaim peningkatan kecepatan pembuatan teks (text generation) hingga 57%. Ini adalah kabar gembira bagi para penulis, jurnalis, atau siapa pun yang sering menggunakan AI untuk membantu menulis. Baik itu untuk membuat draf email, ringkasan rapat, atau bahkan konten media sosial, prosesnya akan terasa jauh lebih cepat dan responsif. Ditambah lagi dengan peningkatan kemampuan penalaran AI (AI reasoning) hingga 20%, asisten virtual di ponsel Anda akan mampu memahami konteks percakapan dengan lebih baik dan memberikan jawaban yang lebih relevan.

Fokus vivo pada AI ini juga sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada perangkat yang lebih personal dan proaktif. Ponsel lipat bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi menjadi pusat produktivitas dan kreativitas yang didukung oleh kecerdasan buatan. Jika Anda seorang early adopter yang selalu ingin merasakan teknologi terdepan, vivo X Fold6 dengan chipset kustomnya ini layak masuk dalam daftar incaran Anda.

Lebih dari Sekadar Angka: Dampak Nyata pada Pengalaman

Semua angka dan klaim peningkatan performa ini memang mengesankan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana semua itu diterjemahkan ke dalam pengalaman nyata. Vivo X Fold6, dengan chipset barunya, menjanjikan multitasking yang benar-benar mulus. Anda bisa membuka tiga aplikasi sekaligus dalam mode layar terbagi, menjalankan video call di satu jendela, browsing di jendela lain, dan mengetik catatan di jendela ketiga, semuanya tanpa jeda atau lag.

Bagi para gamer, peningkatan performa AI juga berarti pengalaman bermain yang lebih imersif. Grafik yang lebih halus, loading time yang lebih cepat, dan kemampuan AI untuk mengoptimalkan pengaturan game secara real-time berdasarkan kebiasaan bermain Anda. Ini adalah level personalisasi yang sebelumnya hanya bisa ditemukan di PC gaming kelas atas.

Selain itu, dengan layar dalam 8 inci yang dirumorkan, vivo X Fold6 akan menjadi kanvas yang sempurna untuk semua aktivitas ini. Untuk memahami lebih dalam tentang inovasi di industri ini, Anda bisa membaca liputan tentang Penghargaan Teknologi yang mengapresiasi berbagai terobosan terbaik. Serta, jangan lewatkan diskusi tentang Pemerataan Akses yang menjadi salah satu fokus utama perkembangan teknologi di Indonesia.

Vivo X Fold6, dengan segala bocoran dan klaimnya, tidak hanya akan menjadi ponsel lipat biasa. Ini adalah pernyataan bahwa masa depan ponsel lipat tidak hanya tentang desain, tetapi juga tentang kecerdasan yang tertanam di dalamnya. Dengan chipset yang lahir dari dua tahun riset dan dedikasi, vivo sepertinya siap untuk memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Tunggu saja peluncurannya dan bersiaplah untuk melihat bagaimana sebuah ponsel lipat bisa menjadi lebih dari sekadar layar yang bisa dilipat.

TSMC Siapkan CoPoS, Teknologi Chip yang Bikin Nvidia Makin Ngebut

Telko.id – Bayangkan Anda memiliki sebuah panggung raksasa untuk menampung ribuan penari cilik yang harus bergerak serempak.

Semakin besar panggungnya, semakin sulit mengatur mereka tanpa ada yang bertabrakan atau tersandung. Kurang lebih seperti itulah dilema yang dihadapi industri semikonduktor saat ini.

Permintaan akan chip AI yang semakin kompleks dan bertenaga besar—seperti otak dari kendaraan otonom atau pusat data raksasa—terus melonjak. Namun, teknologi kemasan (packaging) tradisional mulai kewalahan. Mereka seperti panggung yang sudah terlalu sempit.

Di sinilah bocoran terbaru dari raksasa manufaktur chip asal Taiwan, TSMC, menjadi krusial. Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, TSMC tengah menggarap teknologi revolusioner untuk pengemasan chip bernama CoPoS.

Teknologi ini diprediksi akan menjadi jawaban atas kebutuhan performa tinggi yang tak terpuaskan oleh metode konvensional. CoPoS bukan sekadar peningkatan kecil; ini adalah lompatan paradigma dalam cara kita merangkai dan menghubungkan komponen-komponen chip.

Apa sebenarnya CoPoS ini, dan mengapa bocoran ini membuat para pengamat teknologi dan pelaku industri, termasuk Nvidia, bergidik antusias? Mari kita bedah lebih dalam.

Membedah CoPoS: Sandwich Kaca Tiga Lapis yang Revolusioner

CoPoS adalah singkatan dari Chip-on-Panel-on-Structure. Jika diterjemahkan secara sederhana, ini adalah teknik menempelkan chip (die) di atas panel yang terbuat dari material khusus, yang kemudian diletakkan di atas struktur dasar.

Uniknya, teknologi ini menggunakan material kaca sebagai komponen kunci. Kaca tidak hanya berfungsi sebagai pembawa sementara (temporary carrier) selama proses produksi, tetapi juga menjadi bagian integral dari substrat akhir dalam struktur tiga lapis (three-layer sandwich structure).

Pertanyaan besarnya, mengapa kaca? Material ini menawarkan stabilitas termal dan dimensi yang lebih baik dibandingkan substrat organik tradisional. Dalam chip AI modern yang menghasilkan panas luar biasa dan membutuhkan koneksi antar-komponen yang sangat presisi, kaca adalah fondasi yang ideal.

Dengan struktur sandwich tiga lapis, CoPoS memungkinkan integrasi yang lebih padat, jalur sinyal yang lebih pendek, dan manajemen panas yang lebih efisien. Ini bukan hanya soal membuat chip lebih kecil, tetapi juga membuatnya lebih pintar dan lebih cepat dalam berkomunikasi.

Jadwal Rilis dan Dampak Biaya: 2028, Lebih Cepat dari yang Anda Kira

Bocoran paling menarik adalah jadwal produksi massal. TSMC dikabarkan akan memulai produksi chip menggunakan teknologi CoPoS pada akhir tahun 2028. Ini adalah tenggat waktu yang ambisius, mengingat kompleksitas teknologi ini.

Namun, jika berhasil, hasilnya akan spektakuler. Teknologi baru ini diprediksi akan menurunkan biaya manufaktur secara signifikan dan, pada saat yang sama, meningkatkan performa chip secara drastis.

Penurunan biaya ini bukanlah hal yang sepele. Saat ini, biaya pengemasan chip canggih bisa mencapai puluhan persen dari total biaya produksi chip. Dengan CoPoS, TSMC berharap dapat menekan angka tersebut, membuat chip AI berperforma tinggi lebih terjangkau.

Ini adalah kabar baik di tengah tren kenaikan biaya komponen, seperti yang dihadapi oleh Xiaomi akibat kenaikan biaya memori dan penyimpanan. Jika biaya chip turun, harga perangkat AI di masa depan bisa lebih ramah di kantong.

Dampak lebih luasnya, biaya produksi yang lebih murah akan mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, tidak hanya di pusat data mewah. Ini bisa menjadi katalis bagi demokratisasi teknologi kecerdasan buatan.

Nvidia Feynman: Klien Pertama yang Akan Merasakan Keajaiban CoPoS

Berita ini semakin panas dengan kabar bahwa chipset AI Nvidia Feynman akan menjadi yang pertama menggunakan teknologi CoPoS. Nvidia, yang saat ini mendominasi pasar chip AI, jelas tidak ingin tertinggal dalam soal inovasi pengemasan.

Memilih CoPoS untuk chip andalan masa depan mereka adalah langkah strategis untuk mempertahankan supremasi performa.

Pilihan Nvidia ini masuk akal. Teknologi pengemasan canggih seperti CoPoS pada awalnya akan difokuskan untuk chip AI dan komputasi berperforma tinggi (high-performance computing/HPC). Ini adalah segmen di mana setiap peningkatan kecepatan dan efisiensi energi memiliki dampak finansial yang sangat besar.

Nvidia Feynman diperkirakan akan menjadi monster performa yang membutuhkan fondasi paling kokoh yang ada, dan CoPoS adalah jawabannya.

Namun, Nvidia bukan satu-satunya pemain yang bergerak di ranah ini. Persaingan di lini depan teknologi chip sangat ketat. Perusahaan lain seperti Anthropic juga tengah mengkaji untuk mengembangkan chip AI sendiri, menunjukkan bahwa ketergantungan pada satu pemasok seperti Nvidia mungkin mulai dipertanyakan.

Di sisi lain, Intel juga mulai uji produksi chip lagi untuk Apple, menandakan persaingan di lini manufaktur kian memanas.

Implikasi Industri: Peta Kekuatan Baru di Dunia Semikonduktor

Jika CoPoS benar-benar menjadi game-changer seperti yang diprediksi, dampaknya akan sangat besar terhadap lanskap industri semikonduktor. Pertama, ini akan semakin memperkuat posisi TSMC sebagai pemimpin pasar yang tak terbantahkan.

Mereka tidak hanya unggul dalam fabrikasi (litografi EUV), tetapi juga dalam teknologi pengemasan canggih. Ini membuat mereka menjadi mitra yang sangat diperlukan bagi para desainer chip besar seperti Nvidia, AMD, dan Apple.

Kedua, tekanan pada perusahaan saingan akan meningkat drastis. Mereka akan dipaksa untuk menawarkan teknologi alternatif yang setara atau lebih baik.

Jika tidak, mereka berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen chip AI yang paling menguntungkan. Ini bisa memicu gelombang inovasi baru di bidang pengemasan chip, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen.

Ketiga, keberhasilan CoPoS bisa mengubah fundamental ekonomi industri chip. Biaya produksi yang lebih rendah untuk chip berperforma tinggi berarti hambatan masuk (barrier to entry) bagi perusahaan rintisan AI bisa berkurang. Ini bisa memicu ledakan startup AI baru yang sebelumnya terhalang oleh biaya komputasi yang mahal.

Namun, perlu diingat bahwa ini masih sebatas bocoran. Teknologi ini belum diproduksi massal dan tantangan teknis pasti ada.

Mulai dari memastikan keandalan kaca sebagai substrat hingga menyesuaikan rantai pasokan global. Akan tetapi, jika ada satu perusahaan yang mampu mewujudkan mimpi ini, TSMC adalah kandidat terkuat.

Pada akhirnya, CoPoS bukan hanya tentang chip yang lebih cepat. Ini tentang fondasi bagi generasi baru kecerdasan buatan yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih mudah diakses.

Bagi Anda yang gemar mengikuti perkembangan prosesor dan teknologi, ini adalah salah satu cerita paling menarik untuk disimak dalam beberapa tahun ke depan. Masa depan AI mungkin benar-benar akan dibangun di atas panggung kaca ciptaan TSMC.

MacBook Layar Sentuh Pertama Segera Hadir

Telko.id – Selama bertahun-tahun, Apple dikenal sebagai salah satu dari sedikit raksasa teknologi yang mati-matian menolak menghadirkan layar sentuh di jajaran laptopnya.

Tim Cook dan jajaran eksekutif Apple berkali-kali menyatakan bahwa MacBook adalah perangkat yang dioptimalkan untuk trackpad dan keyboard, bukan untuk jari-jari Anda.

Namun, sepertinya dogma itu akan segera runtuh. Bocoran terbaru dari dunia maya kembali menegaskan bahwa Apple akhirnya siap menyerah pada tren industri dan akan meluncurkan MacBook dengan layar sentuh pertamanya tahun ini.

Kabar ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Sejumlah laporan kredibel sebelumnya telah mengindikasikan hal yang sama, dan kini seorang pembocor asal China dengan nama samaran Instant Digital kembali mengulangi klaim tersebut.

Ia menyebutkan bahwa sebuah MacBook anyar yang akan datang akan dibekali kemampuan input sentuh—sebuah fitur yang selama ini menjadi “buah simalakama” bagi Apple.

Di satu sisi, ekosistem iPad dan iPhone sudah sangat matang dengan sentuhan; di sisi lain, macOS selama ini dirancang untuk interaksi pointer yang presisi.

Yang menarik, Apple sebenarnya sudah mulai membangun fondasi untuk langkah besar ini secara diam-diam. Mari kita bedah lebih dalam apa arti kehadiran MacBook layar sentuh ini bagi Anda, pengguna setia ekosistem Apple, dan bagaimana strategi Cupertino dalam menjawab keraguan yang selama ini menghantui para puritan Mac.

Bukan Sekadar Rumor: Bukti di Balik Layar

Instant Digital memang bukan nama sebesar Ming-Chi Kuo atau Mark Gurman, namun track record-nya cukup solid untuk beberapa bocoran produk Apple.

Dalam unggahan terbarunya, ia menyatakan bahwa MacBook layar sentuh tersebut benar-benar akan hadir, meskipun ia tidak menyebutkan model pastinya. Namun, jika kita merujuk pada laporan-laporan sebelumnya, semua mata kini tertuju pada satu kandidat kuat: MacBook Ultra.

Yang membuat klaim ini semakin kuat adalah perubahan halus yang sudah mulai terlihat di sisi perangkat lunak. macOS 27 Golden Gate, misalnya, kini mendukung input sentuh untuk fitur Sidecar—yang memungkinkan iPad digunakan sebagai layar sekunder Mac.

Lebih dari itu, aplikasi bawaan Apple seperti Safari, Mail, dan News kini merespons gestur tarik-ke-bawah untuk me-refresh konten. Ini bukanlah kebetulan. Apple sedang memanaskan mesin sebelum peluncuran besar.

Pertanyaan besarnya: akankah ini menjadi gebrakan yang mengubah cara kita bekerja, atau sekadar gimmick yang terlambat datang? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat lebih dalam pada spekulasi spesifikasi dan implikasinya.

OLED dan Dynamic Island: Revolusi Antarmuka

Bocoran paling menarik datang dari sisi tampilan. MacBook layar sentuh ini diprediksi akan menggunakan panel OLED—sebuah lompatan kualitas dari layar Liquid Retina XDR yang saat ini digunakan.

Dengan OLED, kontras yang lebih dalam dan warna yang lebih akurat bukan lagi sekadar mimpi. Namun, yang lebih revolusioner adalah kehadiran menu kontekstual yang akan muncul sesuai dengan titik sentuhan jari Anda di layar.

Bayangkan Anda sedang mengedit foto di aplikasi pihak ketiga. Alih-alih harus mencari tombol di toolbar, Anda cukup menyentuh area tertentu di gambar dan menu konteks langsung muncul dengan opsi-opsi yang relevan.

Ini adalah pendekatan yang jauh lebih intuitif dibandingkan harus mengingat pintasan keyboard atau menavigasi menu drop-down yang rumit.

Selain itu, rumor tentang kehadiran Dynamic Island di MacBook juga mulai menguat. Fitur yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 14 Pro ini memungkinkan area notifikasi dan kontrol sistem menyatu secara dinamis dengan desain layar.

Jika benar, ini akan menjadi perubahan desain paling signifikan sejak MacBook Pro notch hadir pada tahun 2021.

Bagi Anda yang penasaran dengan lini terbaru lainnya, Apple juga tengah menyiapkan kejutan lain. Simak informasi lengkapnya di artikel Tiga Produk Baru yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Ditenagai M6: Performa yang Haus Daya?

Di balik layar yang memukau, Apple diprediksi akan menyematkan chip M6 pada MacBook Ultra ini. Ini adalah lompatan generasi yang wajar mengingat M5 pun belum resmi diperkenalkan.

Artinya, Apple benar-benar ingin menjadikan MacBook layar sentuh ini sebagai produk flagship yang tidak ada duanya.

Namun, ada harga yang harus dibayar. Dengan chip M6 yang lebih bertenaga, panel OLED yang lebih boros daya, dan komponen layar sentuh yang kompleks, harga MacBook Ultra diprediksi akan melonjak hingga 20 persen lebih tinggi dibandingkan MacBook Pro saat ini.

Jika Anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk membeli MacBook Pro dengan chip M4, mungkin Anda perlu berpikir dua kali. Atau, Anda bisa melihat opsi yang lebih terjangkau seperti MacBook Air M4 yang tetap menawarkan performa gahar dengan harga lebih bersahabat.

Dampak pada Ekosistem dan Pengguna Lama

Kehadiran MacBook layar sentuh tidak hanya akan mengubah cara Anda berinteraksi dengan laptop, tetapi juga akan berdampak besar pada ekosistem Apple secara keseluruhan.

Selama ini, iPad dan MacBook hidup berdampingan dengan fungsi yang cukup jelas: iPad untuk konsumsi dan kreativitas sentuhan, MacBook untuk produktivitas berbasis keyboard. Kini, garis itu mulai kabur.

Bagi para profesional kreatif—desainer grafis, videografer, atau ilustrator—ini bisa menjadi kabar baik. Anda tidak perlu lagi beralih antara MacBook dan iPad saat ingin melakukan sentuhan presisi pada kanvas digital.

Cukup sentuh layar MacBook Anda. Namun, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan workflow keyboard-trackpad, mungkin akan ada kurva belajar yang cukup curam.

Pertanyaan retorisnya: Apakah Anda siap untuk meninggalkan kebiasaan lama dan merangkul era baru interaksi laptop? Atau Anda justru merasa bahwa trackpad MacBook sudah cukup sempurna sehingga layar sentuh hanya akan menjadi fitur yang jarang digunakan?

Menimbang Harga: Apakah Sebanding?

Kenaikan harga 20 persen bukanlah angka yang bisa diabaikan. Jika MacBook Pro 16 inci saat ini dibanderol mulai dari Rp 40 jutaan, maka MacBook Ultra dengan layar sentuh bisa menyentuh angka Rp 48-50 jutaan. Ini adalah investasi yang sangat besar, bahkan untuk standar pengguna profesional sekalipun.

Namun, perlu diingat bahwa Apple tidak pernah main-main dengan produk kelas atasnya. MacBook Ultra kemungkinan akan menjadi laptop paling canggih yang pernah mereka buat, dengan layar OLED terbaik, chip M6 tercepat, dan fitur layar sentuh yang sepenuhnya terintegrasi dengan macOS.

Jika Anda adalah seorang kreator konten yang membutuhkan perangkat all-in-one tanpa kompromi, mungkin harga tersebut sebanding dengan peningkatan produktivitas yang ditawarkan.

Di sisi lain, kabar ini juga muncul di tengah spekulasi bahwa Apple mungkin akan menghentikan beberapa lini produk lamanya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Apple Akhiri Produksi Mac Pro setelah 20 tahun—sebuah tanda bahwa perusahaan sedang merombak total strategi produknya.

Kesimpulan Alami: Era Baru atau Langkah Salah?

Kehadiran MacBook layar sentuh adalah sebuah keniscayaan yang sudah lama ditunggu. Meskipun Apple selama ini bersikeras bahwa laptop dan sentuhan adalah dua hal yang berbeda, realitas pasar dan ekspektasi pengguna akhirnya memaksa mereka untuk beradaptasi.

Dengan fondasi yang sudah dibangun di macOS terbaru dan spekulasi hardware yang menggoda, tahun ini bisa menjadi tahun di mana Apple menulis ulang definisi laptop premium.

Namun, keberhasilan produk ini akan sangat bergantung pada satu hal: seberapa baik Apple mengintegrasikan sentuhan ke dalam macOS tanpa mengorbankan pengalaman inti yang sudah disukai jutaan pengguna.

Jika mereka berhasil, ini bisa menjadi lompatan besar. Jika gagal, ini bisa menjadi noda dalam sejarah panjang inovasi Apple.

Untuk Anda yang sedang mempertimbangkan untuk upgrade, mungkin ada baiknya menunggu hingga pengumuman resmi. Siapa tahu, MacBook layar sentuh ini justru menjadi laptop impian yang selama ini Anda tunggu-tunggu.

Oppo Siapkan Ponsel Lipat Lebar? Bocoran Ungkap Spesifikasi Gahar

Telko.id – Pernahkah Anda membayangkan memiliki ponsel lipat dengan layar selebar tablet, namun tetap bisa digenggam dengan satu tangan?

Konsep itu mungkin bukan lagi sekadar mimpi. Industri ponsel lipat terus bergerak, dan kini giliran Oppo yang dikabarkan sedang menggarap perangkat dengan format yang lebih lebar.

Bocoran terbaru dari dunia teknologi kembali memanas. Seorang pembocor kenamaan, Digital Chat Station (DCS), melalui akun Weibo-nya, mengungkapkan bahwa Oppo tengah serius mengembangkan ponsel lipat layar lebar.

Perangkat ini diprediksi akan menjadi pesaing berat bagi produk sejenis dari Apple yang kabarnya juga sedang dalam pengembangan. Jika rumor ini benar, Oppo tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi berusaha mendefinisikan ulang segmen ponsel lipat premium.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa perangkat ini sudah memasuki tahap pengembangan lanjutan dan ditargetkan meluncur pada kuartal pertama tahun 2027.

Ini adalah langkah yang cukup berani, mengingat siklus pengembangan teknologi yang biasanya memakan waktu lama. Lantas, apa saja yang membuat perangkat ini layak ditunggu? Mari kita bedah lebih dalam.

Bocoran Spesifikasi dan Chipset Terbaru

DCS mengklaim bahwa ponsel lipat Oppo ini akan ditenagai oleh chipset Qualcomm terbaru, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6. Ini adalah lompatan performa yang signifikan, mengingat chipset tersebut bahkan belum dirilis secara resmi. Penggunaan prosesor ini menandakan bahwa Oppo tidak main-main dalam urusan performa.

Selain dapur pacunya, layar juga menjadi sorotan utama. Perangkat ini kabarnya akan mengusung layar internal seluas 7,6 inci dan layar penutup (cover screen) berukuran 5,5 inci.

Ukuran ini membuatnya berada di posisi yang unik—lebih lebar dari ponsel lipat pada umumnya, namun tidak terlalu besar hingga menyulitkan saat digunakan sehari-hari.

Menariknya, Oppo dikabarkan sedang mengevaluasi panel layar dari dua pemasok besar, yaitu Samsung Display dan BOE.

Langkah ini menunjukkan bahwa Oppo menginginkan kualitas layar terbaik, baik dari segi ketajaman, kecerahan, maupun efisiensi daya. Ini adalah strategi cerdas untuk memastikan produk akhirnya memiliki keunggulan kompetitif.

Desain dan Teknologi Engsel Generasi Terbaru

Salah satu masalah klasik pada ponsel lipat adalah lipatan (crease) pada layar. Oppo tampaknya sangat serius mengatasi masalah ini. DCS menyebutkan bahwa ponsel lipat lebar ini akan menggunakan teknologi engsel generasi terbaru yang dirancang untuk meminimalkan lipatan.

Teknologi ini kemungkinan besar merupakan pengembangan dari sistem engsel yang digunakan pada Find N6.

Keberhasilan dalam mengurangi lipatan layar akan menjadi nilai jual yang sangat penting. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal ketahanan dan kenyamanan penggunaan jangka panjang.

Dengan engsel yang lebih baik, pengguna tidak perlu khawatir layar akan rusak atau tergores akibat lipatan yang terus-menerus.

Dari segi desain, bocoran menyebutkan bahwa tampilan perangkat ini mirip dengan desain ponsel lipat Apple yang dikabarkan juga akan hadir.

Ini adalah pengakuan tidak langsung bahwa desain Apple menjadi tolok ukur di industri. Namun, Oppo tentu akan memberikan sentuhan khasnya agar produk ini tidak sekadar meniru.

Kapan dan Dengan Nama Apa Akan Hadir?

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal jadwal peluncuran. Berdasarkan bocoran, perangkat ini diperkirakan akan meluncur pada Q1 2027.

Ini berarti kita masih harus menunggu sekitar dua tahun lagi. Meskipun terasa lama, waktu ini masuk akal untuk pengembangan teknologi yang benar-benar baru.

Soal branding, masih belum ada kepastian. Beberapa rumor menyebutkan bahwa perangkat ini bisa saja debut sebagai Oppo Find N7.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Oppo. Yang jelas, perangkat ini akan menjadi bagian dari lini flagship Find N yang sudah terkenal dengan inovasi lipatnya.

Persaingan dengan iPhone Lipat Apple

Salah satu aspek paling menarik dari bocoran ini adalah potensi persaingan langsung dengan Apple. Seperti yang kita ketahui, Apple juga dikabarkan tengah mengembangkan iPhone lipat yang produksinya terbatas dan tertunda hingga 2027.

Jika keduanya benar-benar hadir di waktu yang sama, ini akan menjadi pertarungan epik antara dua raksasa teknologi.

Oppo memiliki keunggulan dalam hal pengalaman di pasar ponsel lipat. Mereka sudah beberapa kali merilis produk lipat yang sukses, seperti Find N3 Flip dengan tiga kamera flagship.

Sementara itu, Apple masih menjadi pemain baru di segmen ini. Namun, Apple memiliki basis penggemar yang sangat loyal dan ekosistem yang kuat.

Bagi konsumen, persaingan ini adalah kabar baik. Ini berarti kita akan mendapatkan produk yang lebih inovatif dengan harga yang lebih kompetitif.

Anda bisa menunggu dan melihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang, atau Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beralih ke ekosistem yang sudah matang seperti Oppo.

Kesimpulan: Apakah Layak Ditunggu?

Bocoran tentang ponsel lipat lebar Oppo ini jelas menarik perhatian. Dengan spesifikasi gahar seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6, layar 7,6 inci, dan teknologi engsel generasi terbaru, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu ponsel lipat terbaik di kelasnya.

Namun, dengan jadwal rilis yang masih jauh di tahun 2027, keputusan untuk menunggu atau tidak sepenuhnya ada di tangan Anda.

Jika Anda adalah seorang early adopter yang selalu menginginkan teknologi terbaru, maka perangkat ini layak masuk dalam daftar pantauan Anda. Namun, jika Anda membutuhkan ponsel lipat sekarang, Oppo sudah memiliki jajaran produk yang tidak kalah canggih, seperti Find N5 yang super tipis.

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda akan menunggu kejutan dari Oppo di tahun 2027, atau memilih untuk menikmati teknologi lipat terbaik yang sudah tersedia saat ini? (Icha)

XLSMART Luncurkan Ekosistem ESTA di BRAVO 500 Summit 2026

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui lini bisnis korporasinya, XLSMART for BUSINESS, resmi memperkenalkan rangkaian solusi enterprise terbaru dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026.

Acara yang mempertemukan 500 pemimpin bisnis dan korporasi terkemuka di Indonesia ini menjadi panggung bagi XLSMART untuk meluncurkan Ekosistem ESTA (Enterprise Smart Technology & Automation), sebuah platform terintegrasi yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital korporasi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan akan efisiensi operasional, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan konektivitas andal, Ekosistem ESTA hadir sebagai jawaban.

Platform ini menggabungkan kekuatan jaringan 5G, AI, data platform, dan otomasi dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menegaskan bahwa transformasi digital yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar teknologi.

“Perusahaan membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat, kemampuan mengelola data secara efektif, serta pemanfaatan AI dan otomasi yang mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata,” ujar Andrijanto.

Ia menambahkan bahwa melalui lima solusi utama—ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent—XLSMART for BUSINESS hadir sebagai mitra strategis yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing di atas fondasi jaringan 5G yang terus diperluas secara nasional.

Lima Pilar Ekosistem ESTA

Ekosistem ESTA terdiri dari lima solusi yang saling melengkapi, masing-masing dirancang untuk menjawab tantangan spesifik dalam perjalanan transformasi digital perusahaan.

ESTA Prime menjadi fondasi utama ekosistem ini. Sebagai platform terintegrasi, ESTA Prime menghubungkan data, teknologi, dan operasional bisnis dalam satu atap.

Platform ini menggabungkan berbagai kapabilitas penting seperti AI, Data Platform, Data Visualization, Cloud, Cybersecurity, Industrial IoT, Interconnect Hub, Connectivity, dan Advanced Managed Services.

Dengan pendekatan “one platform, one accountability”, pelanggan mendapatkan akses ke berbagai teknologi digital sekaligus dukungan operasional menyeluruh.

Pengembangan terbaru ESTA Prime difokuskan pada penguatan AI-ready architecture, integrasi data platform, GPU Cluster untuk pengembangan AI dan Machine Learning, serta Experience Operation Center (XoC) yang memungkinkan monitoring real-time dari satu titik kendali.

ESTA eco menawarkan solusi optimasi energi berbasis AI yang revolusioner. Solusi ini membantu perusahaan mengurangi konsumsi energi pada sistem pendingin (HVAC) melalui model investasi tanpa modal awal (Zero Capex).

Dengan teknologi sensor cerdas dan Machine Learning, ESTA eco mampu memantau, memprediksi, dan mengoptimalkan kinerja sistem HVAC secara real-time. Hasilnya, perusahaan dapat menikmati pengurangan emisi karbon dan efisiensi biaya hingga 40% tanpa mengganggu kenyamanan operasional.

Solusi ini sangat relevan untuk bandara, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, dan perkantoran besar yang memiliki ketergantungan tinggi pada sistem pendingin.

ESTA connect 5G menghadirkan konektivitas generasi baru sebagai fondasi operasional industri. Solusi ini menggabungkan dukungan SD-WAN dan Modem/CPE untuk membangun jaringan bisnis yang andal dan fleksibel.

Didukung perluasan jaringan 5G XLSMART secara nasional, ESTA connect 5G memungkinkan penerapan berbagai use case industri seperti smart manufacturing, smart warehouse, smart port, dan smart mining.

Solusi ini juga dapat berfungsi sebagai koneksi cadangan untuk menjaga kelangsungan operasional saat koneksi utama terganggu, menjadikannya pilihan ideal bagi perusahaan yang membutuhkan solusi transformasi digital yang tangguh.

ESTA vision mengubah kamera pengawas biasa menjadi sumber insight bisnis berharga. Melalui teknologi computer vision dan AI analytics, solusi ini mampu memantau kondisi operasional secara real-time, mendeteksi anomali, meningkatkan keselamatan kerja, dan menghasilkan laporan otomatis berbasis data visual.

Di sektor manufaktur, ESTA vision memantau kepatuhan prosedur keselamatan. Di logistik, solusi ini mendeteksi pergerakan barang secara real-time. Sementara di retail modern, ESTA vision membantu analisis perilaku pengunjung dan efektivitas tata letak toko.

ESTA agent adalah solusi asisten virtual berbasis AI yang meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Dengan memanfaatkan Natural Language Processing (NLP) dan Generative AI, ESTA Agent mampu memberikan respons cepat, konsisten, dan personal melalui berbagai kanal komunikasi digital.

Solusi ini sangat cocok untuk enterprise dan korporasi besar yang menangani volume interaksi pelanggan tinggi, serta organisasi dengan proses operasional kompleks seperti perbankan, asuransi, dan telekomunikasi.

Komitmen untuk Masa Depan Digital Indonesia

Chief Product Partnership & Business Development XLSMART, Tony Wijaya, menekankan bahwa XLSMART for BUSINESS tidak berhenti di konektivitas.

“Melalui ekosistem ESTA, kami hadir di setiap lapisan kebutuhan digital perusahaan—dari konektivitas 5G, analitik visual, otomasi layanan, hingga platform enterprise terintegrasi. Kami ingin menjadi mitra yang benar-benar membantu pelanggan membangun organisasi yang lebih cerdas dan siap menghadapi persaingan,” ujarnya.

Peluncuran Ekosistem ESTA di BRAVO 500 Summit 2026 mempertegas komitmen XLSMART for BUSINESS sebagai mitra strategis yang menghubungkan teknologi, konektivitas, dan inovasi.

Langkah ini sejalan dengan tren percepatan transformasi digital yang tengah digalakkan di berbagai sektor. Dengan menggabungkan kekuatan AI, data, cloud, dan managed services yang semakin matang, XLSMART for BUSINESS siap mendorong akselerasi transformasi korporasi Indonesia.

Bagi perusahaan yang ingin memperkuat daya saing di era digital, Ekosistem ESTA menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga memastikan setiap solusi memberikan dampak bisnis yang terukur.

Dengan dukungan jaringan 5G nasional dan kapabilitas enterprise yang komprehensif, XLSMART for BUSINESS memposisikan diri sebagai katalis utama transformasi digital korporasi di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai solusi ini dapat diakses melalui situs resmi XLSMART. (Icha)

HONOR Banjir Promo di Jakarta Fair 2026, Cashback Rp7 Juta

Telko.id – HONOR menggebrak pengunjung Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026 dengan banjir promo besar-besaran. Mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026, brand teknologi ini berkolaborasi dengan Erafone di Hall D2 untuk menawarkan cashback hingga Rp7 juta dan beragam bonus eksklusif.

Promo utama menyasar para pemburu flagship. Setiap pembelian HONOR Magic V3 tidak hanya mendapatkan cashback puluhan juta rupiah, tetapi juga bonus langsung berupa HONOR Watch 5 dan HONOR Pad X7.

Pengunjung juga berkesempatan mengikuti program Lucky Draw untuk memenangkan voucher Eraspace hingga Rp1 juta. Promo ini berlaku untuk setiap pembelian perangkat HONOR X6c, X7d, dan Pad X8b.

Aryo Meidianto A, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia (HONOR Distributor), menyatakan komitmen perusahaan.

“Kami ingin memberikan pengalaman belanja yang paling menguntungkan bagi para pecinta teknologi di ajang Jakarta Fair Kemayoran tahun ini. Dengan promo cashback puluhan juta rupiah, bonus menarik seperti HONOR Watch 5 dan HONOR Pad X7 untuk pembelian HONOR Magic V3, serta harga spesial untuk seri lainnya, HONOR berkomitmen menghadirkan kemeriahan luar biasa. Ini adalah momen yang tepat bagi pengunjung untuk mendapatkan perangkat HONOR impian mereka dengan penawaran terbaik,” ujarnya.

Bagi pengunjung dengan budget terbatas, HONOR juga menyiapkan harga spesial di kelas entry-level dan menengah. HONOR X7d misalnya, dibanderol hanya Rp4.299.000 dari harga normal Rp4.499.000, plus bonus HONOR Gift Box dan cicilan 0 persen hingga 12 bulan.

Sementara itu, HONOR Pad X8b dibanderol mulai Rp2.999.000 dan perangkat terbaru HONOR X5c Plus bisa dibawa pulang dengan harga Rp2.299.000.

Promo dan bonus ini hanya tersedia selama persediaan masih ada. Pengunjung disarankan untuk tidak melewatkan kesempatan ini. HONOR juga menghadirkan berbagai seri lain seperti HONOR X6c, HONOR Pad 10, HONOR Pad X9a, serta keluarga HONOR 400.

Fenomena promo gadget di ajang pameran seperti PRJ menunjukkan tren positif. Tren Pembelian Gadget di E-commerce dan di pameran offline masih kuat, terutama dengan tawaran cashback dan bonus. Pengunjung PRJ memiliki kesempatan emas untuk mendapatkan perangkat impian dengan harga terbaik.

Kunjungi HONOR di booth Erafone di Hall D2 Jakarta Fair Kemayoran 2026 dan bawa pulang perangkat HONOR impian Anda dengan penawaran terbaik di tahun ini. Jangan sampai ketinggalan momen ini. (Icha)

Apple Akan Hapus Aplikasi yang Dianggap Kurang Menarik

Telko.id – Apple memperketat aturan di App Store dengan akan menghapus aplikasi yang dinilai kurang menarik, jarang diperbarui, atau ditidak memberikan nilai tambah yang jelas bagi pengguna.

Dilansir dari Tech Crunch, Kamis (11/6), melalui pedoman peninjauan aplikasi yang diperbarui pekan ini, Apple menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap aplikasi yang dinilai sudah sangat umum dan dimiliki banyak produk serupa di toko aplikasinya.

“Kami dapat menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari App Store di masa mendatang jika tidak diperbarui, ditingkatkan, atau tidak berhasil menarik pelanggan,” kata Apple.

Sebelumnya, Apple lebih fokus menolak aplikasi tiruan atau aplikasi yang menyalin layanan populer. Kini perusahaan menyoroti aplikasi yang tidak berkembang, tidak ditingkatkan, atau gagal menarik minat pengguna dalam jangka panjang.

Kategori yang dimaksud seperti, aplikasi wallpaper, pengatur waktu sederhana (timer), efek suara, aplikasi kencan, aplikasi senter digital, hingga aplikasi ramalan.

Apple menilai banyak pengembang hanya membuat variasi dari aplikasi yang sudah ada tanpa menghadirkan inovasi yang berarti.

Apple juga memperingatkan bahwa pengembang yang berulang kali mengirimkan aplikasi semacam itu akan berpotensi kehilangan akses ke Apple Developer Program.

Baca Juga:

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kualitas katalog App Store sekaligus memudahkan pengguna menemukan aplikasi yang benar-benar relevan dan bermanfaat.

Raksasa teknologi itu menjelaskan bahwa mereka memiliki mekanisme App Store Improvements yang memberikan pemberitahuan kepada pengembang apabila aplikasi mereka sudah usang atau mengalami penurunan jumlah unduhan.

Dengan demikian, pengembang memiliki kesempatan untuk memperbarui dan meningkatkan aplikasi sebelum menghadapi risiko penghapusan.

Kebijakan ini mungkin akan membuat App Store menjadi lebih rapi dan tidak dipenuhi aplikasi duplikat yang menawarkan fungsi serupa.

Bagi pengembang, aturan baru tersebut menjadi sebuah sinyal bahwa sekedar merilis aplikasi tidak lagi cukup. Pengembang kini dituntut untuk terus memperbarui produk mereka, menambahkan fitur baru, dan menghadirkan pengalaman yang berbeda agar tetap bertahan di ekosistem App Store.

Langkah Apple ini juga mencerminkan tren yang semakin kuat di industri aplikasi modern. Di tengah jutaan aplikasi yang tersedia, kualitas, pembaruan rutin, dan inovasi menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah aplikasi dapat terus bertahan dan ditemukan oleh pengguna.

Shopee VIP x Spotify: Dapatkan Premium Gratis 3 Bulan

Telko.id – Shopee resmi menghadirkan kolaborasi strategis dengan Spotify untuk para anggota Shopee VIP. Mulai 5 Juni hingga 4 Juli 2026, pengguna setia Shopee VIP bisa menikmati layanan Spotify Premium Standard secara gratis selama tiga bulan penuh.

Promo ini menjadi angin segar bagi para pencinta musik yang ingin mendengarkan lagu tanpa gangguan iklan.

Daniel Minardi, Director of Business Partnerships Shopee Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari keinginan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

“Fokus kami selalu tertuju pada bagaimana memberikan pengalaman terbaik dan keuntungan maksimal bagi pengguna. Lewat kolaborasi ShopeeVIP x Spotify ini, kami ingin menghadirkan keuntungan berupa kebebasan menikmati hiburan musik premium yang saat ini sebagai kebutuhan harian pengguna,” ujarnya.

Dengan Spotify Premium Standard, pengguna bisa menikmati berbagai fitur unggulan. Mulai dari mendengarkan musik tanpa iklan, memutar lagu sesuka hati, mengunduh playlist untuk didengarkan secara offline, hingga menikmati kualitas audio hingga ~320 kbps. Semua fitur ini bisa dinikmati tanpa biaya tambahan selama periode promo.

Bagi yang tertarik, proses aktivasi cukup mudah. Pertama, pastikan sudah berlangganan paket ShopeeVIP di aplikasi Shopee.

Kemudian, cari banner “Shopee VIP x Spotify” atau buka halaman Manajemen VIP. Di bagian Keuntungan Lainnya, klik tombol “Klaim” pada pilihan Spotify Premium Standard.

Setelah diarahkan ke halaman khusus, klik tombol hijau “Mulai Uji Coba Gratis”. Hubungkan alamat email yang terdaftar di Spotify, masukkan kode verifikasi enam digit yang dikirim ke email, pilih metode pembayaran, dan pastikan total tagihan tertera IDR 0.00. Setelah notifikasi “Sudah siap” muncul, akun Spotify Premium sudah aktif.

Promo ini berlaku hingga 4 Juli 2026. Setelah periode tersebut, khusus member ShopeeVIP dan pengguna baru Spotify akan dikenakan biaya Rp29.900 untuk langganan tiga bulan penuh.

Ini tetap lebih hemat dibandingkan harga normal Spotify Premium yang biasanya mencapai Rp54.990 per bulan.

Selain menikmati musik gratis, member Shopee VIP juga mendapatkan keuntungan belanja spesial. Pada momen VIP Day khusus tanggal 15, pengguna bisa berburu berbagai penawaran menarik.

Mulai dari voucher potongan harga hingga diskon khusus hingga Rp1,2 juta. Semua keuntungan ini bisa didapatkan dengan berlangganan ShopeeVIP.

ShopeeVIP menawarkan beberapa pilihan paket berlangganan. Mulai dari Rp14.900 per bulan, paket hemat Rp28.900 untuk tiga bulan, hingga pilihan paling menguntungkan yaitu Rp29.900 untuk enam bulan.

Dengan harga terjangkau, pengguna bisa menikmati pengalaman belanja yang lebih hemat dan menyenangkan setiap hari.

Bagi yang penasaran dengan Fitur Terbaru Spotify, kolaborasi ini bisa menjadi momentum tepat untuk mencoba layanan premium. Spotify juga baru saja meluncurkan Fitur Pesan untuk berbagi konten musik dan podcast.

Kolaborasi Shopee VIP dan Spotify ini menunjukkan tren baru di industri e-commerce dan streaming musik. Kedua platform berusaha memberikan nilai tambah bagi pengguna setia mereka.

Dengan menawarkan akses premium gratis, Shopee berharap bisa meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus memperkenalkan layanan Spotify kepada lebih banyak pengguna.

Bagi pengguna yang sudah lama menantikan Paket Premium Baru dari Spotify, promo ini menjadi kesempatan emas. Apalagi dengan kualitas audio yang lebih baik dan tanpa iklan, pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih maksimal.

Ke depannya, Shopee berencana terus menghadirkan kolaborasi serupa dengan berbagai platform hiburan lainnya. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk menjadi super app yang tidak hanya fokus pada belanja, tetapi juga gaya hidup digital pengguna. (Icha)

HUAWEI MatePad Mini, Tablet Mini Teringan di Dunia

Telko.id – Huawei resmi mengumumkan kehadiran HUAWEI MatePad Mini di Indonesia. Tablet mini ini diklaim sebagai yang paling ringan dan tipis di dunia, dengan bobot sekitar 260 gram dan ketebalan hanya 5,2 mm. Perangkat ini mengusung layar Flexible OLED PaperMatte pertama di kelasnya.

Peluncuran ini menjawab kebutuhan mobilitas tinggi di kalangan profesional dan pelajar. Menjelang tahun ajaran baru dan rutinitas kerja yang semakin fleksibel, perangkat ringkas seperti MatePad Mini menjadi solusi praktis.

“Mini but Mighty” menjadi slogan yang diusung, menawarkan performa tangguh dalam format compact.

“HUAWEI MatePad Mini menghadirkan pengalaman tablet premium dalam format compact, memadukan desain stylish, layar Flexible OLED PaperMatte pertama di tablet mini, serta performa tangguh untuk mendukung mobilitas harian pengguna,” tulis Huawei dalam siaran persnya, Kamis (11/6/2026).

Tablet ini dirancang untuk memberikan powerful portability in your palm. Ukurannya yang mini memungkinkan perangkat dimasukkan ke tas kecil bahkan kantong celana.

Hal ini menjawab kebutuhan pengguna aktif yang sering berpindah tempat, mulai dari bekerja di kantor hingga meeting di luar.

Layar Flexible OLED PaperMatte Pertama di Tablet Mini

Keunggulan utama HUAWEI MatePad Mini terletak pada layarnya. Tablet ini menjadi yang pertama di dunia menghadirkan teknologi Flexible OLED PaperMatte pada tablet mini.

Layar berukuran 8,8 inci ini memiliki bezel ultra-tipis hanya 2,9 mm dengan rasio screen-to-body mencapai 92%.

Teknologi PaperMatte pada layar ini memberikan pengalaman visual yang menyerupai kertas. Layar dilengkapi kemampuan anti-glare, anti-reflection, dan anti-sparkle.

Dengan tingkat kecerahan hingga 1800 nits, tampilan tetap jelas dan nyaman di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk di bawah sinar matahari langsung.

Kombinasi ini membuat HUAWEI MatePad Mini ideal untuk membaca e-book, meninjau dokumen, atau membuat catatan dalam waktu lama. Pengalaman visual yang immersive dan vivid tetap terjaga tanpa membuat mata cepat lelah.

Fitur Lengkap dalam Genggaman

Meski berukuran mini, HUAWEI MatePad Mini tidak mengurangi fitur andalan dari seri MatePad. Berbagai aplikasi favorit seperti HUAWEI Notes untuk mencatat ide, GoPaint untuk menuangkan kreativitas, dan WPS Office untuk produktivitas, semuanya tersedia.

Tablet ini juga dibekali baterai 6400 mAh dengan dukungan fast charging. Kapasitas ini dirancang untuk menemani pengguna sepanjang hari, mulai dari meeting di luar kantor, membaca saat commuting, hingga menikmati hiburan setelah beraktivitas.

Bagi yang tertarik dengan ekosistem Huawei, perangkat ini bisa dipadukan dengan aksesori pendukung. Sebelumnya, Huawei juga merilis HUAWEI MatePad 11.5 New Standard Edition yang menjadi solusi produktif bagi first jobber.

Pilihan Warna dan Ketersediaan

HUAWEI MatePad Mini akan hadir dalam pilihan warna Spruce Green. Warna ini memberikan opsi yang dapat disesuaikan dengan gaya dan karakter pengguna.

Dengan desain paling tipis dan ringan di kelasnya, tablet ini siap membuka pengalaman baru bagi pengguna yang menginginkan perangkat compact dengan kemampuan tetap mighty.

Hingga berita ini diturunkan, Huawei belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai harga dan tanggal rilis akan diumumkan dalam waktu dekat.

Bagi yang mencari tablet untuk keluarga, Huawei juga menyediakan Huawei MatePad SE 11 Kids Edition sebagai solusi tablet aman dan edukatif untuk anak.

Kehadiran HUAWEI MatePad Mini menambah daftar panjang inovasi Huawei di segmen tablet. Sebelumnya, Huawei juga merilis HUAWEI FreeClip 2 dengan desain C-Bridge inovatif dan Huawei FreeBuds 6i yang menawarkan keunggulan di kelas TWS.

Dengan kombinasi portabilitas tinggi, layar inovatif, dan fitur lengkap, HUAWEI MatePad Mini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan tablet ringkas untuk produktivitas harian. Perangkat ini membuktikan bahwa ukuran mini tidak berarti mengorbankan kemampuan. (Icha)