Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Linknet Resmi Kelola Jaringan Utama dan IoT di Kawasan EJIP

    Linknet Resmi Kelola Jaringan Utama dan IoT di Kawasan EJIP

    Telko.id – PT Link Net Tbk (Linknet) resmi memperluas kemitraan strategisnya dengan PT East Jakarta Industrial Park (EJIP). Perusahaan infrastruktur digital itu kini mengelola jaringan utama sekaligus menghadirkan solusi Internet of Things (IoT) di kawasan industri tersebut.

    Penandatanganan addendum kerja sama dilakukan pada 13 Mei 2026 di Cikarang. Langkah ini menandai perluasan layanan Linknet di EJIP, yang sebelumnya hanya mencakup penyediaan dedicated internet bagi para tenant. Kini, Linknet juga akan mengelola infrastruktur telekomunikasi utama kawasan.

    “Transformasi digital adalah kunci untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di era modern,” ujar Andy Rif’at Jusuf, Direktur EJIP. Ia menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik perluasan kemitraan dengan Linknet yang membawa solusi AI-Powered CCTV dan infrastruktur IoT canggih ke dalam kawasan.

    Salah satu layanan baru yang dihadirkan adalah AI-Powered CCTV. Solusi ini mencakup pemantauan perimeter security untuk area perbatasan EJIP, traffic management untuk mendeteksi parkir liar serta memantau kecepatan kendaraan, hingga water level detection untuk memantau ketinggian air sebagai langkah mitigasi risiko lingkungan.

    Dengan sistem manajemen lalu lintas yang lebih cerdas dan deteksi dini risiko lingkungan, EJIP diyakini akan menjadi kawasan industri yang semakin tangguh dan aman. “Ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan investasi strategis untuk menjamin keamanan maksimal dan efisiensi operasional bagi seluruh tenant kami,” tegas Andy.

    Addendum ini menjadi langkah strategis bagi EJIP dalam menghadirkan kawasan industri yang lebih modern dan terintegrasi secara digital. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menjawab kebutuhan operasional tenant yang semakin dinamis melalui dukungan infrastruktur konektivitas dan solusi IoT yang andal.

    Ronald C. Lesmana, Chief Enterprise Business Officer Linknet, menegaskan bahwa addendum ini menunjukkan peran perusahaan yang lebih luas. “Linknet tidak hanya menyediakan layanan internet, tetapi juga berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang andal bagi kawasan industri strategis di Indonesia,” katanya.

    Melalui konektivitas yang stabil dan solusi IoT yang tepat guna, Linknet ingin membantu tenant menjalankan operasional bisnis dengan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak bagi pertumbuhan industri nasional,” tambah Ronald.

    Sebelumnya, Linknet telah menyediakan layanan dedicated internet untuk mendukung kebutuhan konektivitas tenant di kawasan industri tersebut. Dengan perluasan layanan ini, Linknet semakin memperkuat perannya dalam menghadirkan konektivitas yang stabil, aman, dan berketahanan tinggi untuk mendukung aktivitas bisnis tenant selama 24/7.

    Langkah Linknet ini sejalan dengan tren percepatan infrastruktur digital yang juga dilakukan oleh berbagai pemain industri di Indonesia. Kolaborasi dengan kawasan industri strategis seperti EJIP menjadi model bisnis yang potensial untuk direplikasi di kawasan lainnya.

    EJIP sendiri merupakan salah satu kawasan industri terkemuka di Indonesia yang menaungi berbagai perusahaan manufaktur global. Dengan tambahan solusi IoT dan keamanan berbasis AI, kawasan ini diharapkan semakin menarik bagi investor asing yang membutuhkan standar operasional tinggi.

    Linknet, yang merupakan bagian dari grup Axiata, telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri infrastruktur teknologi. Perusahaan ini menjangkau jaringan lebih dari 5 juta rumah di lebih dari 70 kota melalui lini bisnis utamanya, yakni Linknet Fiber, Linknet Enterprise, dan Linknet Media.

    Ekspansi layanan Linknet di EJIP juga menjadi bukti bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal semakin mendesak, tidak hanya untuk sektor residensial tetapi juga untuk kawasan industri. Solusi IoT seperti AI-Powered CCTV menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengelola kawasan.

    Ke depannya, kolaborasi serupa antara penyedia infrastruktur dan pengelola kawasan industri diperkirakan akan semakin marak. Hal ini didorong oleh kebutuhan tenant akan keamanan, efisiensi operasional, dan konektivitas yang tidak terputus.

    Dengan adanya addendum ini, Linknet menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berkelanjutan bagi sektor industri di Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang untuk menjalin kemitraan strategis serupa dengan kawasan industri lainnya di tanah air.

  • QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

    QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

    Telko.id – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus memperluas jangkauannya di China.

    Setelah sebelumnya terintegrasi dengan Alipay dan UnionPay, kini QRIS dibidik untuk dapat terhubung dengan WeChat Pay, salah satu platform pembayaran digital terbesar di negara tersebut.

    Melansir dari Kompas, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, saat ini QRIS RI-China yang baru diluncurkan pada 30 April 2026, baru dapat digunakan melalui platform Alipay dan UnionPay.

    “Ke depan kami sudah bicara untuk kemungkinan WeChat Pay dan juga MPC, itu adalah mobile payment juga akan bekerjasama. Jadi mereka sudah membangun satu single QR. Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

    Baca Juga:

    Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) antara Indonesia dan China.

    Dengan integrasi tersebut, pengguna dari Indonesia nantinya dapat melakukan transaksi di merchant yang mendukung WeChat Pay hanya menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung QRIS.

    Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem pembayaran antarnegara.

    Santoso pun mengaku telah mencoba langsung penggunaan QRIS Antarnegara di China dan menilai implementasinya berjalan cukup baik, meski belum tersebar luas di seluruh merchant.

    “Di mereka yang ada masalah karena baru dua kan. Mereka harus mengintegrasikan, mereka harus merubah menjadi satu platform. Platform ini sebenarnya sudah ada di platform domestik, cuma kita meminta bisa enggak ini juga melayani internasional,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, penggunaan QRIS RI-China memiliki potensi besar seiring tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan China.

    “Total pemain kita kebanyakan mikro dan UMKM kan di Indonesia, sekitar 44-45 jutaan. Kalau di China kita tahu di sana penduduknya besar dan pemainnya juga banyak. Yang kami pernah mendengar itu mereka hampir mendekati ratusan juta sampai ke UMKM-UMKM dan turis itu di sana baik jasa maupun barang juga,” kata Santoso.

    Integrasi ini dapat memberikan pengalaman transaksi lintas negara yang lebih sederhana.

    Wisatawan Indonesia di China nantinya cukup menggunakan aplikasi pembayaran lokal yang biasa dipakai sehari-hari tanpa perlu membawa banyak uang tunai atau kartu tambahan.

    Di masa depan, ekspansi QRIS ke lebih banyak platform dan negara berpotensi mempercepat terbentuknya ekosistem pembayaran digital ASEAN dan Asia yang lebih terhubung, efisien, dan mandiri.

  • QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

    QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

    Telko.id – Bank Indonesia membuka peluang perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Vietnam dan Filipina sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

    Langkah ini melanjutkan ekspansi QRIS yang sebelumnya sudah terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

    Melansir dari Kumparan, Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.

    “Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).

    Baca Juga:

    Melalui integrasi lintas negara ini, pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran di luar negeri cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia, tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional.

    Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang dan memproses transaksi melalui jaringan pembayaran masing-masing negara.

    BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.

    “Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.

    Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.

    “Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.

    Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.

    Dia menjelaskan integrasi antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand.

    Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.

    Perluasan QRIS ke lebih banyak negara akan mempermudah aktivitas perjalanan maupun transaksi internasional sehari-hari.

    Pembayaran bisa dilakukan langsung dari aplikasi lokal yang sudah digunakan sehari-hari, sehingga pengalaman transaksi lintas negara menjadi lebih praktis tanpa perlu banyak aplikasi tambahan.

  • OpenAI Ungkap Kebiasaan Pengguna ChatGPT Sehari-Hari

    OpenAI Ungkap Kebiasaan Pengguna ChatGPT Sehari-Hari

    Telko.id – OpenAI mulai mengungkap bagaimana kebiasaan dari penggunanya dalam memanfaatkan ChatGPT sehari-hari. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan AI kini semakin luas dan tidak lagi terbatas untuk sekedar mencari jawaban sederhana atau eksperimen teknologi.

    Melansir dari Tekno, OpenAI membagikan data terbaru yang menujukkan bahwa layanan ini diakses oleh 800 juta orang setiap minggunya. Pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk beragam keperluan, mulai dari menyusun rencana perjalanan hingga bantuan memilih makanan segar.

    Mayoritas pengguna memanfaatkan ChatGPT sendiri untuk aktivitas seperti menulis, merangkum dokumen, mencari ide, hingga membantu pekerjaan kantor dan belajar.

    Namun, menariknya, pola penggunaan mulai bergeser ke arah yang lebih personal, termasuk untuk brainstorming, hingga menjadi teman disuksi sehari-hari.

    Menariknya, aktivitas mengunggah foto untuk diedit ternyata jauh lebih populer dibandingkan permintaan pembuatan gambar AI dari awal. Hal ini menandakan pengguna lebih membutuhkan bantuan AI untuk menyempurnakan aset visual yang sudah mereka miliki.

    Penggunaan multimodal juga disebut meningkat secara signifikan. Pengguna kini tidak hanya mengetik teks, tetapi mulai memanfaatkan fitur gambar, suara, hingga analisis file untuk berbagai kebutuhan.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa AI mulai berkembang dari sekadar chatbot menjadi platform interaksi digital yang lebih lengkap.

    Baca Juga:

    Data penggunaan juga memperlihatkan bahwa pengguna cenderung semakin bergantung pada AI untuk mempercepat pekerjaan sehari-hari.

    Mulai dari membuat email, menyusun presentasi, mencari refrensi hingga membantu coding. AI kini menjadi bagian dari workflow di masyarakat.

    Data yang dihimpun dari Tech Radar, adanya perbedaan pola penggunaan di Negara Inggris. Masyarakat di sana lebih sering menggunakan ChatGPT untuk tugas praktis seperti rekomendasi kecantikan, bimbingan belajar, dan pengeditan materi komunikasi.

    Temuan yang mengejutkan adalah rendahnya penggunaan fitur pengkodean atau coding di wilayah tersebut. Fitur ini menempati peringkat bawah yang mengindikasikan bahwa fungsi teknis pemrograman belum menjadi prioritas utama bagi pengguna umum di Inggris.

    Fenomena ini memperlihatkan bagaimana AI perlahan berubah dari teknologi tambahan menjadi tools utama dalam aktivitas digital.

    Namun, semakin tingginya penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait privasi data, akurasi informasi, dan potensi ketergantungan pengguna terhadap sistem AI.

    Bagi industri sendiri, pola ini menjadi sinyal bahwa masa depan AI kemungkinan akan bergerak menuju personal AI assistant yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

  • OpenAI Luncurkan Daybreak untuk Perkuat Keamanan Siber

    OpenAI Luncurkan Daybreak untuk Perkuat Keamanan Siber

    Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan inisiatif keamanan siber bernama Daybreak, sebuah program yang difokuskan untuk memperkuat keamanan siber menggunakan teknologi AI. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatkan ancaman digital yang kini semakin kompleks dan sulit dideteksi secara manual.

    Menurut siaran Engadget pada Senin (11/5), Daybreak dikembangkan berdasarkan premis bahwa pertahanan siber harus dibangun ke dalam perangkat lunak sejak awal dan tidak hanya berfokus pada menemukan dan memperbaiki kerentanan.

    Daybreak dirancang untuk membantu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber dengan lebih cepat menggunakan kemamuan AI generatif dan machine learning.

    Sistem ini mampu memproses data keamanan dalam jumlah besar secara real-time untuk menemukan pola serangan yang mungkin terlewat oleh sistem konvensional.

    Program ini juga ditujukan untuk membantu organisasi dan peneliti keamanan dalam menghadapi ancaman baru, termasuk serangan otomatis berbasis AI yang mulai banyak digunakan oleh pelaku kejahatan siber.

    Dengan pendekatan AI, proses identifikasi ancaman dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional yang masih banyak bergantung pada analisis manual.

    Baca Juga:

    OpenAI menyampaikan bahwa Daybreak menggunakan model-model kecerdasan buatan milik perusahaan, termasuk agen khusus Codex Security yang bisa digunakan untuk memindai basis kode, memvalidasi temuan berisiko tertinggi, dan memperbaikinya.​​​​​​​

    Daybreak akan mengandalkan model AI GPT-5.5 untuk keperluan umum dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber untuk sebagian besar alur kerja keamanan defensif seperti peninjauan kode secara aman, analisis malware, validasi tambalan, dan rekayasa deteksi ancaman.

    Sementara itu, model GPT-5.5-Cyber disiapkan untuk kebutuhan yang lebih khusus seperti simulasi serangan siber, pengujian penetrasi, dan validasi sistem keamanan secara terkontrol.

    OpenAI bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan keamanan siber seperti Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Oracle, dan Akamai, dalam pengembangan Daybreak ini.

    Inisiatif Daybreak ini disebut sebagai pesaing project Glasswing milik Anthropic, layanan keamanan siber dengan dukungan model kecerdasan buatan Claude Mythos Preview.

    Kehadiran Daybreak menunjukkan bahwa Ai kini tidak hanya menjadi sumber ancaman baru, tetapi juga menjadi alat utama dalam pertahanan siber modern.

    Perkembangan ini berpotensi menghadirkan sistem keamanan digital bagi pengguna yang lebih proaktif dan responsive terhadap ancaman online.

  • Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber Per Detik, Ini Strategi Lindungi UMKM

    Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber Per Detik, Ini Strategi Lindungi UMKM

    Telko.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia menghadapi 5 miliar anomali trafik ke sistem elektronik setiap tahun, setara dengan 170 serangan siber per detik.

    Angka ini menjadi alarm keras bagi ekosistem digital nasional, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi.

    Serangan tersebut menargetkan industri-industri kritis seperti perbankan, layanan keuangan, dan kesehatan. Ancaman yang kian canggih, mulai dari phishing berbasis kecerdasan buatan hingga Business Email Compromise (BEC), mengancam keberlangsungan bisnis kecil yang sering kali memiliki sumber daya terbatas untuk sistem keamanan.

    Anthony Chadd, Chief Revenue Officer di Zimbra, menekankan pentingnya langkah proaktif. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Mengadopsi langkah-langkah keamanan proaktif dan berlapis sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka,” ujarnya Selasa (12/5/2026).

    Menurut data yang dihimpun, hanya 18% UMKM di Indonesia yang berinvestasi dalam keamanan siber. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan besar antara ancaman yang ada dengan kesiapan perlindungan. Padahal, satu kali pelanggaran data bisa menyebabkan kerugian finansial dan reputasi yang signifikan.

    Zimbra, platform kolaborasi dan email berbasis open-core, membagikan empat strategi kunci yang bisa diterapkan UMKM untuk memperkuat pertahanan siber mereka. Pendekatan ini dirancang agar mudah diimplementasikan tanpa memerlukan tim IT khusus.

    Empat Strategi Kunci dari Zimbra

    Pertama, sederhanakan pengelolaan keamanan dengan menjadikan email sebagai infrastruktur utama. Email adalah tulang punggung setiap sistem bisnis.

    Memilih platform kolaborasi dengan antarmuka mudah digunakan memungkinkan bisnis mengintegrasikan keamanan tanpa tenaga ahli khusus.

    Kedua, prioritaskan pertahanan otomatis berdampak tinggi. Filter email tradisional tidak lagi cukup. UMKM perlu berinvestasi pada autentikasi dua faktor (2FA), enkripsi, dan protokol anti-phishing untuk memberikan perlindungan setara perusahaan besar.

    Ketiga, membangun kepercayaan melalui pengendalian data lokal dan kepatuhan. Platform yang menyimpan data secara lokal memastikan kepatuhan terhadap peraturan nasional dan mencegah risiko dari penyedia layanan asing.

    Keempat, bangun ‘human firewall’ melalui pendidikan talenta secara terarah. Karyawan tetap menjadi garis pertahanan pertama. Pelatihan rutin membantu mereka mengenali taktik rekayasa sosial seperti penyamaran dan phishing.

    Ancaman Siber di Indonesia Semakin Nyata

    Indonesia menempati posisi rawan dalam peta ancaman siber Asia Tenggara. Serangan malware, phishing, dan deepfake kian marak menargetkan bisnis dari berbagai ukuran. UMKM, yang mewakili lebih dari 97% tenaga kerja dan hampir 62% PDB, menjadi sasaran empuk karena sistem keamanan yang usang.

    Anthony menambahkan bahwa ketahanan siber harus diintegrasikan ke dalam operasional sehari-hari. “Di Indonesia, di mana UMKM menjadi mayoritas kontributor ekonomi nasional, penguatan keamanan siber mereka sangat penting untuk mendukung stabilitas perekonomian secara keseluruhan,” tegasnya.

    Seiring upaya Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045, UMKM memegang peranan kunci. Visi yang menekankan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan nasional ini membutuhkan UMKM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga tahan terhadap ancaman siber.

    Untuk diketahui, kesadaran terhadap ancaman ini mulai meningkat. Seperti yang pernah kami laporkan, Masyarakat Indonesia sudah mulai lebih waspada terhadap serangan siber. Tren positif ini perlu didorong dengan adopsi teknologi yang tepat.

    Di sisi lain, penyedia solusi keamanan juga terus berinovasi. ESET Rilis layanan cloud protection gratis di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem digital yang lebih aman. Langkah serupa juga dilakukan oleh Kaspersky Ungkap pertumbuhan bisnis dan adopsi SOC di Indonesia.

    Strategi dari sisi korporasi juga tak kalah penting. BCA Perkuat keamanan siber melalui pendekatan people, process, dan technology. Sementara itu, Indosat Dorong ketahanan siber strategis untuk menghadapi AI fraud.

    Anthony menutup dengan pesan penting. “Ketahanan siber harus diintegrasikan ke dalam operasional sehari-hari, bukan dipandang sebagai pilihan terakhir.”

    Bagi UMKM yang memprioritaskan infrastruktur email yang aman dan lokal, mereka akan menjadi kunci dalam melindungi operasional dan tetap kompetitif di dunia yang berubah cepat.

    Tentang Zimbra: Zimbra adalah platform perangkat lunak komersial dengan kode open source yang didirikan pada 2003.

    Perusahaan ini menyediakan solusi email dan kolaborasi yang aman, terukur, dan dapat diperluas melalui model open-core. Zimbra melayani badan pemerintahan, lembaga keuangan, universitas, dan penyedia layanan di 127 negara. (Icha)

  • Xiaomi Rilis Laporan ESG 2025, Tekankan Keberlanjutan dan AI

    Xiaomi Rilis Laporan ESG 2025, Tekankan Keberlanjutan dan AI

    Telko.id – Xiaomi resmi merilis laporan tahunan Environmental, Social, and Governance (ESG) kedelapan untuk tahun 2025.

    Laporan ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan yang kini terintegrasi penuh dengan ekosistem pintar “Human × Car × Home”.

    Laporan tersebut merinci berbagai kemajuan, mulai dari teknologi terkini, tata kelola, keamanan data, hingga produk ramah lingkungan.

    Xiaomi juga menyoroti strategi perusahaan yang berbasis teknologi inti sebagai fondasi utama dalam mendorong ekonomi sirkular dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

    “Investasi jangka panjang menjadi prioritas kami untuk mendorong terobosan teknologi,” demikian pernyataan resmi Xiaomi dalam laporannya.

    Pada tahun 2025, biaya R&D mencapai RMB 33,1 miliar dengan dukungan 25.457 personel riset, yang mencakup 45 persen dari total tenaga kerja.

    Inovasi AI dan Tata Kelola Tepercaya

    Xiaomi telah membangun matriks kapabilitas AI berupa “foundation models + scenario-based derivative models”. Strategi ini memungkinkan perusahaan mencapai kapabilitas umum sekaligus adaptasi skenario yang lebih presisi, memperkuat ekosistem pintar mereka.

    Perusahaan baru saja memperkenalkan tiga large models mandiri untuk era agentic AI: Xiaomi MiMo-V2-Pro, Xiaomi MiMo-V2-Omni, dan Xiaomi MiMo-V2-TTS. Hanya dalam sepekan, MiMo-V2-Pro berhasil menempati peringkat pertama dalam volume permintaan mingguan di OpenRouter.

    Model ini juga menduduki peringkat ke-8 secara global dan ke-2 di Tiongkok dalam Artificial Analysis Intelligence Index. Untuk menghadapi dinamika regulasi global, Xiaomi mengadopsi konsep “Trustworthy AI” yang mengacu pada pedoman Uni Eropa.

    Langkah ini memastikan model AI yang dikembangkan bersifat adil, inklusif, dan tepercaya melalui praktik tata kelola ketat pada aspek privasi, etika, dan keamanan.

    Keamanan Data dan Privasi Pengguna

    Xiaomi berkomitmen membangun produk dan layanan andal dalam empat kategori utama: keamanan, privasi, kepatuhan, dan transparansi. Praktik perlindungan privasi perusahaan telah diakui melalui sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27701.

    Untuk memperkuat keamanan pada perangkat, Xiaomi mengembangkan sistem operasi aman MiTEE. Sistem ini bekerja dalam lingkungan terisolasi, memastikan data sensitif seperti facial templates dan kredensial pembayaran tidak pernah meninggalkan perangkat.

    Dalam perlindungan data lintas perangkat, Xiaomi memegang empat prinsip inti: Authorization First, End-to-End & No Trace, Consistent Protection, dan Secure Link. Perusahaan juga menstandarisasi durasi pemrosesan Data Subject Requests menjadi hanya 15 hari di seluruh dunia.

    Angka ini jauh lebih cepat daripada ketentuan satu bulan pada GDPR Uni Eropa, dengan tingkat respons 100 persen.

    Produk Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

    Berpedoman pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Xiaomi mengelola efisiensi sumber daya di seluruh siklus hidup produk. Beberapa model smartphone seperti Xiaomi 15T Series dan REDMI K90 telah menggunakan mid-plate dari 100 persen aluminium daur ulang.

    Rumah pengisi daya smartphone kini mengandung 30 persen plastik post-consumer recycled (PCR). Komitmen ini juga merambah ke lini kendaraan listrik, dengan rasio aluminium daur ulang mencapai 14,2 persen untuk Xiaomi YU7 Series dan 19 persen untuk Xiaomi SU7 Series.

    Xiaomi juga meluncurkan teknologi Ultra-Low Standby Power Consumption pertama di dunia untuk pengisi daya 100W. Teknologi ini diproyeksikan mampu menghemat ratusan juta kilowatt-jam konsumsi listrik standby setiap tahunnya.

    Di sektor peralatan rumah tangga, lini bisnis lemari es berhasil memangkas penggunaan EPS sebesar 620 gram per unit, mengurangi total konsumsi tahunan hingga hampir 310 ton. Lebih dari 2 juta smartphone bekas telah didaur ulang melalui program trade-in sepanjang tahun ini.

    Di pasar internasional, Xiaomi memposisikan program trade-in sebagai penggerak utama ekosistem sirkular global. Pada tahun 2025, perusahaan membangun kapabilitas trade-in di 14 pasar baru, mencakup 24 negara dan wilayah. Bagi yang tertarik dengan komitmen hijau lainnya, simak Masa Depan Hijau dalam laporan ESG sebelumnya.

    Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim

    Xiaomi secara aktif beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mengakselerasi pengurangan emisi di seluruh operasional serta rantai pasokannya. Langkah ini sejalan dengan jalur 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

    Komitmen ini diperkuat dengan keberhasilan Xiaomi Smart Factory dan Xiaomi EV Factory dalam memperoleh sertifikasi ISO 50001. Di fasilitas EV Factory, sistem regenerative thermal oxidizer (RTO) memungkinkan pengolahan gas buang sekaligus pemulihan panas suhu tinggi.

    Inovasi ini menghasilkan total pemulihan panas tahunan sebesar 38.333 GJ. Teknologi Xiaomi HyperCasting juga menciptakan lini produksi lebih ringkas, menghemat sekitar 1,82 juta kWh listrik per tahun.

    Xiaomi melakukan restrukturisasi logistik rendah karbon dengan mengalihkan moda pengiriman dari udara ke transportasi laut dan kereta api. Langkah ini berhasil memangkas emisi sekitar 2.471 ton setara karbon dioksida selama tahun 2025.

    Dalam aspek energi terbarukan, Xiaomi telah mengalokasikan lebih dari 40 juta kWh listrik hijau pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan peningkatan volume transaksi hingga lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

    Melalui skema gabungan panel surya atap dan pengadaan listrik hijau, Xiaomi Smart Home Appliances Factory berhasil meningkatkan proporsi energi terbarukan.

    Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan penggunaan listrik dari panel surya yang memenuhi sekitar 15 persen dari total kebutuhan energi tahunan.

    Xiaomi juga memperkuat investasi strategis pada berbagai perusahaan dalam ekosistem kendaraan listrik. Fokus utama adalah pengembangan teknologi rendah karbon, seperti inovasi material ringan dan sistem pengaturan suhu yang efisien.

    Melalui integrasi berbagai inovasi ini, Xiaomi berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem teknologi yang mampu menghadirkan pengalaman hidup pintar yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan bagi pengguna di seluruh dunia. (Icha)

  • OpenAI Garap AI Phone Pertamanya dengan Chip MediaTek

    OpenAI Garap AI Phone Pertamanya dengan Chip MediaTek

    Telko.id – OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan smartphone pertamanya yang akan hadir dengan fokus utama pada pengalaman berbasis kecerdasan buatan.

    Beberapa minggu yang lalu, analis Ming-Chi Kuo mengungkap rencana OpenAI untuk meluncurkan gadget AI pertamanya.

    Menurut laporan terbaru dari Kuo, OpenAI berencana memproduksi massal ponsel AI pertamanya pada paruh pertama tahun 2027. Jadwal baru ini jauh lebih cepat dari prediksi Kuo sebelumnya yaitu tahun 2028.

    Kuo mengatakan OpenAI mempercepat pengembangan proyek ini untuk memperkuat posisinya di kategori perangkat AI yang masih sangat baru, dan untuk mendukung rencananya melantai di bursa saham.

    Berbeda dari smartphone biasa yang hanya menambahkan fitur AI sebagai pelengkap, perangkat ini disebut akan menjadikan AI sebagai pusat utama pengalaman pengguna, mulai dari interaksi, pencarian informasi, hingga pengelolaan aplikasi dan aktivitas harian.

    Baca Juga:

    Dari sisi hardware, OpenAI dikabarkan memilih chipset MediaTek karena dinilai lebih fleksibel untuk pengembangan fitur AI di perangkat mobile.

    Chip MediaTek yang akan dipakai adalah Dimensity 9600 versi custom yang kabarnya akan diproduksi oleh TSMC menggunakan pemrosesan N2P. Chip ini baru akan diumumkan pada paruh kedua tahun 2026.

    Chipset tersebut diperkirakan akan memiliki kemampuan pemrosesan AI (on-device AI) yang cukup besar, sehingga berbagai fitur cerdas dapat berjalan langsung di perangkat tanpa harus selalu terhubung ke cloud.

    Pendekatan ini penting untuk meningkatkan kecepatan respons sekaligus menjaga privasi pengguna.

    Kuo menambahkan chip baru ini akan fokus untuk meningkatkan kinerja AI, bukan sekedar metrik performa semata, seperti dikutip dari Android Authority, Senin (11/5/2026).

    Fitur unggulan ponsel ini adalah image signal processor (ISP), dengan HDR yang disempurnakan untuk meningkatkan pemahaman visual.

    Selain itu, ponsel pertama OpenAI diduga akan mengusung dual-NPU untuk menjalankan fungsi AI berbeda secara efisien, serta RAM LPDDR6 dan memori internal UFS 5.0.

    Dari segi keamanan, fitur seperti protected Kernel-based Virtual Machine (pKVM) dan inline hashing akan menjadi bagian dari spesifikasi ponsel ini. Ini adalah fitur perlindungan data yang sudah ada di sejumlah perangkat Android.

    Kehadiran perangkat ini menunjukkan bagaimana persaingan industri smartphone mulai bergeser menuju era AI-native device, yaitu perangkat yang sejak awal dirancang untuk bekerja bersama AI.

    Tren ini sebelumnya sudah mulai terlihat lewat AI PC dan wearable AI, namun kini mulai masuk lebih serius ke pasar smartphone.

    Jika benar akan dirilis tahun depan, smartphone OpenAI berpotensi menjadi pesaing baru di industri mobile yang selama ini didominasi Apple, Samsung, dan Google.
    Bagi pengguna, perangkat seperti ini bisa menghadirkan pengalaman penggunaan smartphone yang lebih personal, otomatis, dan berbasis AI dibanding generasi smartphone saat ini.

  • Alphabet Mulai Tantang Dominasi Nvidia di Sektor AI

    Alphabet Mulai Tantang Dominasi Nvidia di Sektor AI

    Telko.id – Dominasi Nvidia di industri kecerdasan buatan mulai mendapat tantangan baru dari Alphabet, induk perusahaan Google, yang kini semakin agresif mengembangkan ekosistem AI miliknya sendiri.

    Hal ini menunjukkan upaya Alphabet untuk tetap relevan merajai sektor teknologi, ketika lanskap industri sudah bertransformasi ke era kecerdasan buatan (AI).

    Alphabet mulai mengejar ketinggalan dalam perlombaan AI, sahamnya melonjak dan memecahkan rekor gara-gara ledakan bisnis cloud dan upaya pengembangan AI.

    Alphabet menjadi salah satu perusahaan yang paling serius membangun jalur alternatif tersebut melalui pengembangan Tensor Processing Unit (TPU), yaitu chip AI buatan Google sendiri yang dirancang khusus untuk kebutuhan machine learning dan AI generatif.

    TPU ini kini digunakan secara luas di layanan Google Cloud maupun berbagai produk AI internal Google, termasuk Gemini.
    Dengan strategi tersebut, Google mulai mengurangi ketergantungannya terhadap GPU Nvidia yang selama ini mendominasi pasar AI global.

    Baca Juga:

    Selain mengembangkan chip sendiri, Alphabet juga memperkuat posisi cloud AI mereka agar dapat bersaing langsung dengan ekosistem Nvidia.

    Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar mulai menyadari bahwa biaya penggunaan GPU AI premium sangat tinggi, sementara permintaan terus meningkat drastis.

    Karena itu, pengembangan chip internal menjadi langkah strategis untuk menekan biaya sekaligus menjaga kontrol terhadap infrastruktur AI mereka sendiri.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Alphabet mampu membuat Wall Street terkagum-kagum berkat pertumbuhan bisnis cloud yang jauh melampaui ekspektasi pasar, serta mengalahkan pesaing-pesaing besar lainnya seperti Amazon dan Microsoft.

    Kinerja Alphabet ini memberikan investor rasa percaya diri bahwa investasi ratusan miliar dolar yang dikeluarkan untuk AI akan memberikan imbalan nyata.

    “Ini sebenarnya tentang pengeluaran modal (capex) dari perusahaan komputasi cloud berskala besar dan, sampai batas tertentu, tanda-tanda awal monetisasi yang lebih baik, khususnya untuk Alphabet, dibandingkan dengan ‘rantai makanan’ AI yang lebih luas, yang mencakup pusat data, jaringan listrik, dan energi,” kata Stephanie Link, kepala strategi investasi di Hightower Advisors, dikutip dari Reuters, Senin (11/5/2026).

    Meski Nvidia masih memimpin pasar AI saat ini, munculnya chip alternatif dari perusahaan seperti Alphabet menunjukkan bahwa industri mulai bergerak menuju ekosistem yang lebih beragam.

    Kondisi ini berpotensi mengurangi dominasi tunggal Nvidia dalam jangka panjang, terutama jika perusahaan teknologi besar berhasil mengoptimalkan hardware mereka sendiri untuk kebutuhan AI.

  • Satelit Nusantara 5 Raih Izin Operasi, Siap Perkuat Konektivitas 3T

    Satelit Nusantara 5 Raih Izin Operasi, Siap Perkuat Konektivitas 3T

    Telko.id – Satelit Nusantara 5 (N5) resmi mengantongi izin operasi setelah dinyatakan lulus Uji Laik Operasi (ULO) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada awal Mei 2026.

    Kelulusan ini memastikan infrastruktur satelit berkapasitas 160 Gbps tersebut siap memberikan layanan komersial, khususnya untuk memperkuat konektivitas internet cepat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selaku pemilik satelit mengonfirmasi bahwa N5 telah mendapatkan izin resmi Jaringan Tetap Tertutup (JARTUPSAT) dan VSAT.

    Dengan begitu, satelit yang menempati posisi orbit strategis di 113 derajat Bujur Timur (BT) ini dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung berbagai layanan digital di tanah air.

    “Kami bersyukur Satelit Nusantara 5 telah lulus ULO dan siap beroperasi. Ini adalah tonggak penting bagi PSN untuk menghadirkan konektivitas yang merata, terutama di kawasan timur Indonesia yang selama ini masih minim akses internet berkualitas,” ujar perwakilan manajemen PSN dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id.

    Satelit Nusantara 5 merupakan salah satu satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas High Throughput Satellite (HTS) mencapai 160 Gbps. Satelit ini diluncurkan pada 10 September 2025 menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

    Keberadaan N5 diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di Indonesia. Dengan jangkauan yang luas, satelit ini akan mendukung layanan pendidikan daring, telemedicine, serta konektivitas bagi UMKM di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku.

    PSN menargetkan bahwa dengan beroperasinya N5, kesenjangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia dapat semakin dipersempit. Selama ini, akses internet berkualitas masih menjadi tantangan besar di daerah 3T akibat keterbatasan infrastruktur serat optik.

    Satelit Nusantara 5 dikelola oleh PT Satelit Nusantara 5, anak usaha dari PSN. Sebelumnya, PSN telah sukses mengoperasikan satelit Nusantara 1 dan Nusantara 2 yang juga melayani kebutuhan komunikasi di berbagai sektor.

    Dengan tambahan kapasitas dari N5, total kapasitas satelit yang dikelola PSN semakin besar, memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan yang lebih kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam program pemerataan akses internet nasional.

    Selain untuk kebutuhan dalam negeri, N5 juga diproyeksikan dapat melayani kebutuhan konektivitas di kawasan Asia Tenggara. Posisi orbit di 113 derajat BT memberikan cakupan optimal untuk wilayah Indonesia dan negara-negara tetangga.

    Keberhasilan N5 mendapatkan izin operasi juga menjadi sinyal positif bagi industri satelit nasional. Indonesia terus berupaya membangun kemandirian di bidang telekomunikasi melalui pengembangan satelit sendiri, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur asing.

    Dengan beroperasinya Satelit Nusantara 5, masyarakat di daerah terpencil kini memiliki harapan baru untuk menikmati layanan internet cepat. PSN berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur telekomunikasi guna mendukung visi Indonesia Digital.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari ekosistem konektivitas yang lebih luas di Indonesia. Selain satelit, berbagai teknologi lain seperti Koneksi Satelit Huawei juga mulai dikembangkan untuk perangkat konsumen.

    Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong percepatan digitalisasi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya satelit berkapasitas besar seperti N5, target konektivitas nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

    PSN juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pemanfaatan kapasitas N5. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.

    Dalam waktu dekat, PSN akan mengumumkan paket layanan komersial yang ditawarkan melalui N5. Harga dan skema berlangganan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, termasuk opsi terjangkau untuk daerah terpencil.

    Selain N5, industri satelit tanah air juga diramaikan oleh kehadiran layanan lain seperti Internet Merah Putih dari Telkomsat. Persaingan ini diharapkan semakin memacu inovasi dan menekan harga layanan internet satelit.

    Dengan demikian, era baru konektivitas digital di Indonesia semakin dekat. Satelit Nusantara 5 menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. (Icha)