spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

ARTIKEL TERKAIT

Indosat Dorong Ketahanan Siber Strategis Hadapi AI Fraud

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) melalui Indosat Business meluncurkan whitepaper terbaru yang mendorong pendekatan ketahanan siber lebih strategis di tengah lonjakan AI fraud dan ancaman siber enterprise.

Langkah ini diambil seiring proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 340 miliar pada 2030.

Whitepaper berjudul “A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience” ini disusun bersama pakar cybersecurity, Dr. Ir. Charles Lim. Dokumen tersebut mengangkat fenomena “resilience gap”, yaitu kondisi ketika laju transformasi digital berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan organisasi dalam membangun ketahanan siber.

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa Indonesia sedang memasuki fase baru ekonomi digital. Namun, pertumbuhan digital harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai.

Content image for article: Indosat Business Dorong Ketahanan Siber Strategis Hadapi AI Fraud

“Hari ini, cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Buldansyah.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang mendampingi transformasi digital enterprise di berbagai sektor, Indosat melihat kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak.

Karena itu, kerja sama dengan Dr. Charles Lim dilakukan untuk menghadirkan perspektif komprehensif mengenai tantangan dan kesiapan cyber resilience di Indonesia.

Lanskap ancaman siber di Indonesia kini berkembang semakin kompleks. Whitepaper ini mencatat peningkatan AI-related fraud hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia, termasuk penggunaan deepfake dan AI voice impersonation untuk penipuan berbasis identitas.

Ancaman ransomware terhadap institusi strategis nasional juga terus meningkat. Salah satu contohnya adalah serangan terhadap pusat data nasional Indonesia pada 2024 yang mengganggu lebih dari 200 layanan publik.

Dr. Ir. Charles Lim, Deputy Head of Master IT program, Swiss German University, menambahkan bahwa ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake.

“Organisasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” kata Charles.

Besarnya eksposur risiko tersebut turut berdampak pada kesiapan enterprise. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11% organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman keamanan siber modern. Sementara itu, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Indonesia dapat mencapai sekitar Rp15 miliar.

Di sisi lain, implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) juga mendorong organisasi memperkuat kemampuan monitoring dan respons keamanan siber secara real-time. Salah satu kewajibannya adalah pelaporan insiden dalam waktu 72 jam.

Strategi Ketahanan Siber Lintas Sektor

Selain membahas strategi seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, whitepaper ini juga mengulas tantangan ketahanan siber lintas sektor strategis Indonesia.

Sektor finansial, manufaktur, pemerintahan, dan pendidikan kini menghadapi eksposur risiko siber yang semakin tinggi seiring percepatan digitalisasi nasional.

Langkah Indosat Business ini sejalan dengan upaya nasional memperkuat Ketahanan Siber yang juga didorong oleh berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih.

Pemerintah melalui BSSN juga terus berupaya Perkuat Ketahanan Siber dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini penting mengingat kesenjangan keterampilan keamanan siber masih menjadi tantangan utama di Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, Kolaborasi Ketahanan Siber terus diperkuat melalui berbagai forum dan inisiatif, termasuk yang digagas oleh sektor swasta dan akademisi.

Melalui whitepaper ini, Indosat Business ingin mendorong perusahaan di Indonesia untuk melihat ketahanan siber sebagai bagian integral dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang.

Sebagai mitra transformasi digital enterprise, Indosat Business terus memperkuat perannya dalam membantu perusahaan membangun fondasi digital yang lebih aman, adaptif, dan terpercaya di era AI dan ekonomi digital.

Langkah strategis ini menjadi penting mengingat Tantangan Keamanan Siber yang masih membayangi kesiapan digital Indonesia memasuki 2026. Perusahaan perlu segera beradaptasi dengan lanskap ancaman yang terus berevolusi.

Selain itu, integrasi solusi keamanan siber berbasis AI juga mulai merambah ke perangkat konsumen. Keamanan Siber AI kini menjadi tren yang tidak bisa diabaikan, baik di tingkat enterprise maupun individu. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU