Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan inisiatif keamanan siber bernama Daybreak, sebuah program yang difokuskan untuk memperkuat keamanan siber menggunakan teknologi AI. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatkan ancaman digital yang kini semakin kompleks dan sulit dideteksi secara manual.
Menurut siaran Engadget pada Senin (11/5), Daybreak dikembangkan berdasarkan premis bahwa pertahanan siber harus dibangun ke dalam perangkat lunak sejak awal dan tidak hanya berfokus pada menemukan dan memperbaiki kerentanan.
Daybreak dirancang untuk membantu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber dengan lebih cepat menggunakan kemamuan AI generatif dan machine learning.
Sistem ini mampu memproses data keamanan dalam jumlah besar secara real-time untuk menemukan pola serangan yang mungkin terlewat oleh sistem konvensional.
Program ini juga ditujukan untuk membantu organisasi dan peneliti keamanan dalam menghadapi ancaman baru, termasuk serangan otomatis berbasis AI yang mulai banyak digunakan oleh pelaku kejahatan siber.
Dengan pendekatan AI, proses identifikasi ancaman dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional yang masih banyak bergantung pada analisis manual.
Baca Juga:
- OpenAI Garap AI Phone Pertamanya dengan Chip MediaTek
- OpenAI Turunkan Harga ChatGPT Pro di Indonesia
OpenAI menyampaikan bahwa Daybreak menggunakan model-model kecerdasan buatan milik perusahaan, termasuk agen khusus Codex Security yang bisa digunakan untuk memindai basis kode, memvalidasi temuan berisiko tertinggi, dan memperbaikinya.
Daybreak akan mengandalkan model AI GPT-5.5 untuk keperluan umum dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber untuk sebagian besar alur kerja keamanan defensif seperti peninjauan kode secara aman, analisis malware, validasi tambalan, dan rekayasa deteksi ancaman.
Sementara itu, model GPT-5.5-Cyber disiapkan untuk kebutuhan yang lebih khusus seperti simulasi serangan siber, pengujian penetrasi, dan validasi sistem keamanan secara terkontrol.
OpenAI bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan keamanan siber seperti Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Oracle, dan Akamai, dalam pengembangan Daybreak ini.
Inisiatif Daybreak ini disebut sebagai pesaing project Glasswing milik Anthropic, layanan keamanan siber dengan dukungan model kecerdasan buatan Claude Mythos Preview.
Kehadiran Daybreak menunjukkan bahwa Ai kini tidak hanya menjadi sumber ancaman baru, tetapi juga menjadi alat utama dalam pertahanan siber modern.
Perkembangan ini berpotensi menghadirkan sistem keamanan digital bagi pengguna yang lebih proaktif dan responsive terhadap ancaman online.


