Telko.id – OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan smartphone pertamanya yang akan hadir dengan fokus utama pada pengalaman berbasis kecerdasan buatan.
Beberapa minggu yang lalu, analis Ming-Chi Kuo mengungkap rencana OpenAI untuk meluncurkan gadget AI pertamanya.
Menurut laporan terbaru dari Kuo, OpenAI berencana memproduksi massal ponsel AI pertamanya pada paruh pertama tahun 2027. Jadwal baru ini jauh lebih cepat dari prediksi Kuo sebelumnya yaitu tahun 2028.
Kuo mengatakan OpenAI mempercepat pengembangan proyek ini untuk memperkuat posisinya di kategori perangkat AI yang masih sangat baru, dan untuk mendukung rencananya melantai di bursa saham.
Berbeda dari smartphone biasa yang hanya menambahkan fitur AI sebagai pelengkap, perangkat ini disebut akan menjadikan AI sebagai pusat utama pengalaman pengguna, mulai dari interaksi, pencarian informasi, hingga pengelolaan aplikasi dan aktivitas harian.
Baca Juga:
- OpenAI Turunkan Harga ChatGPT Pro di Indonesia
- Butuh HP AI untuk Multitasking? Galaxy A57 5G Buat Aktivitas Harian Lebih Praktis
Dari sisi hardware, OpenAI dikabarkan memilih chipset MediaTek karena dinilai lebih fleksibel untuk pengembangan fitur AI di perangkat mobile.
Chip MediaTek yang akan dipakai adalah Dimensity 9600 versi custom yang kabarnya akan diproduksi oleh TSMC menggunakan pemrosesan N2P. Chip ini baru akan diumumkan pada paruh kedua tahun 2026.
Chipset tersebut diperkirakan akan memiliki kemampuan pemrosesan AI (on-device AI) yang cukup besar, sehingga berbagai fitur cerdas dapat berjalan langsung di perangkat tanpa harus selalu terhubung ke cloud.
Pendekatan ini penting untuk meningkatkan kecepatan respons sekaligus menjaga privasi pengguna.
Kuo menambahkan chip baru ini akan fokus untuk meningkatkan kinerja AI, bukan sekedar metrik performa semata, seperti dikutip dari Android Authority, Senin (11/5/2026).
Fitur unggulan ponsel ini adalah image signal processor (ISP), dengan HDR yang disempurnakan untuk meningkatkan pemahaman visual.
Selain itu, ponsel pertama OpenAI diduga akan mengusung dual-NPU untuk menjalankan fungsi AI berbeda secara efisien, serta RAM LPDDR6 dan memori internal UFS 5.0.
Dari segi keamanan, fitur seperti protected Kernel-based Virtual Machine (pKVM) dan inline hashing akan menjadi bagian dari spesifikasi ponsel ini. Ini adalah fitur perlindungan data yang sudah ada di sejumlah perangkat Android.
Kehadiran perangkat ini menunjukkan bagaimana persaingan industri smartphone mulai bergeser menuju era AI-native device, yaitu perangkat yang sejak awal dirancang untuk bekerja bersama AI.
Tren ini sebelumnya sudah mulai terlihat lewat AI PC dan wearable AI, namun kini mulai masuk lebih serius ke pasar smartphone.
Jika benar akan dirilis tahun depan, smartphone OpenAI berpotensi menjadi pesaing baru di industri mobile yang selama ini didominasi Apple, Samsung, dan Google.
Bagi pengguna, perangkat seperti ini bisa menghadirkan pengalaman penggunaan smartphone yang lebih personal, otomatis, dan berbasis AI dibanding generasi smartphone saat ini.


