Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Gamer Hemat

    AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Gamer Hemat

    Telko.id – AMD dikabarkan kembali menghadirkan prosesor gaming legendaris mereka, Ryzen 7 5800X3D, sebagai opsi menarik untuk pengguna PC gaming low budget.

    Kabar perilisan ulang ini pertama kali mencuat lewat sejumlah bocoran slide presentasi di internet, mengutip dari Arstecnica.

    Langkah ini cukup mengejutkan karena prosesor tersebut sebenarnya sudah dirilis beberapa tahun lalu, namun hingga kini masih dianggap sebagai salah satu CPU gaming terbaik untuk platform AM4.

    Berdasarkan bocoran yang ada, prosesor edisi perayaan ini diyakini tidak akan membawa modifikasi teknis apa pun dari versi aslinya.

    Prosesor AMD tersebut akan tetap mengusung 8 core, 16 thread, boost clock hingga 4,5 GHz, dan TDP 105W.

    Daya tarik utamanya tetap terletak pada teknologi 3D V-Cache yang membawa kapasitas cache sebesar 100 MB.
    Fitur inilah yang membuat Ryzen 7 5800X3D dinilai masih sangat relevan untuk memainkan game-game modern saat ini, bahkan mampu bersaing ketat dengan prosesor yang jauh lebih baru.

    Baca Juga:

    Kehadiran ulang prosesor ini dianggap sebagai kabar baik bagi pengguna yang masih memakai motherboard AM4 dan RAM DDR4.

    Dengan menggunakan Ryzen 7 5800X3D, pengguna tidak perlu melakukan upgrade besar-besaran ke platform baru seperti AM5 yang membutuhkan motherboard dan memori generasi terbaru dengan biaya lebih mahal.

    Karena itu, prosesor ini dinilai cocok untuk gamer yang ingin meningkatkan performa PC tanpa harus merakit sistem baru dari nol.

    Keputusan AMD untuk menghidupkan kembali “monster” gaming dari masa lalu ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kondisi pasar saat ini.

    Strategi AMD ini juga menunjukkan bahwa pasar PC gaming murah masih memiliki permintaan tinggi.

    Di tengah harga komponen komputer yang terus naik, banyak pengguna mulai mencari kombinasi hardware lama dengan performa tinggi agar tetap bisa memainkan game modern secara nyaman tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar.

    Dengan kembalinya pasokan chip ini, pengguna bisa menikmati performa frame rate (FPS) secara maksimal sembari tetap mempertahankan motherboard AM4 dan memori DDR4 lama mereka.

    Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak AMD mengenai detail ketersediaan dan distribusi globalnya, bocoran soal harga sudah mulai terendus publik.

    Berdasarkan temuan terbaru di sebuah situs ritel India, Ryzen 7 5800X3D edisi perayaan 10 tahun ini diyakini akan dibanderol di kisaran harga 310 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).

    Angka tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga peluncuran awal sang prosesor beberapa tahun silam yang sempat menyentuh 449 dollar AS.

    Kehadiran ulang CPU ini memberikan alternatif menarik di tengah tren hardware baru yang semakin mahal. Dengan performa gaming yang masih kuat dan kompatibilitas luas dengan komponen lama, Ryzen 7 5800X3D berpotensi kembali menjadi pilihan favorit bagi perakit PC hemat.

  • AMATI Resmi Deklarasi, Tegaskan Media Jadi Mitra Strategis Korporasi di Era AI

    AMATI Resmi Deklarasi, Tegaskan Media Jadi Mitra Strategis Korporasi di Era AI

    Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi dideklarasikan di Jakarta, Kamis (22/5/2026). Bersamaan dengan deklarasi, AMATI menggelar diskusi panel strategis bertajuk “Managing Communication in the AI Era: Strengthening Media’s Role as a Strategic Partners for Brand/Corporate”.

    Acara ini mempertemukan praktisi Public Relations (PR), pimpinan redaksi, dan perwakilan merek teknologi untuk membahas perubahan lanskap komunikasi akibat kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital.

    Diskusi yang didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung ini menyoroti peran krusial media arus utama di tengah gempuran AI. Temuan riset AMATI menjadi salah satu sorotan utama. Riset tersebut mengungkapkan bahwa audiens kini lebih sering bertanya langsung ke AI dibandingkan membaca artikel.

    Namun, riset ini membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri; setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

    “Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pemimpin Redaksi Telset, dalam presentasinya.

    Riset Ungkap Dominasi Narasi di Media Massa

    Salah satu temuan paling menarik dari riset AMATI adalah studi kasus tentang narasi kecerdasan buatan di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

    Akibat dari dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar—Claude, Gemini, dan ChatGPT—secara serempak memberikan jawaban yang sama: merekomendasikan produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

    Temuan ini menegaskan bahwa media massa memiliki peran vital dalam membentuk persepsi publik, termasuk persepsi yang diadopsi oleh mesin AI. Hal ini menjadi peluang emas bagi brand untuk membangun reputasi jangka panjang melalui pemberitaan yang kredibel.

    Era Konvergensi dan Kerancuan Definisi KOL

    Mengawali diskusi, Bambang Moegono, Founding Board Member Strategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA), menyoroti paparan riset AMATI mengenai ledakan data dan pergeseran pola komunikasi. Bambang menyebut masa ini sebagai “era konvergensi”, di mana ancaman terhadap reputasi brand bisa datang dari mana saja, bahkan dari perilaku staf internal perusahaan yang kemudian diamplifikasi oleh publik di media sosial.

    Bambang juga memberikan kritik tajam mengenai kerancuan industri dalam memahami konsep Key Opinion Leader (KOL).

    “Sekarang banyak sekali yang didefinisikan sebagai KOL tapi dia hanya punya kekuatan untuk buzzing, jadi rancu ya antara KOL dengan buzzer sebenarnya,” tegasnya.

    Ia mengingatkan kembali esensi dasar KOL: “Yang KOL adalah satu entah itu person entah itu lembaga tapi expert dan menguasai bidangnya yang mampu menghadirkan pesan yang kredibel, bereputasi dan didasari oleh expertise,” jelasnya.

    Krisis Korporasi: Media sebagai Pembangun Reputasi

    Berbicara mengenai manajemen krisis, Uday Rayana, Pemimpin Redaksi Selular sekaligus moderator diskusi, mengingatkan kembali beberapa studi kasus krisis besar yang pernah menimpa korporasi.

    Ia menegaskan bahwa pada titik krisis yang mengancam keberlangsungan bisnis, perusahaan tidak bisa menyandarkan nasibnya pada influencer, melainkan harus kembali kepada media.

    “Reputasi itu kan jujur saja kalau kami sebagai media masih melihat reputasi itu di-build oleh media bukan oleh influencer faktanya,” ungkap Uday.

    Ia menjelaskan bahwa peran influencer lebih condong pada dorongan konversi penjualan sesaat atau product oriented, sementara fondasi kepercayaan publik hanya bisa dibentuk melalui validasi jurnalistik di media.

    Pandangan ini diamini oleh Bambang. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, media massa tidak menerima bayaran untuk memutarbalikkan fakta, sehingga posisinya sangat kuat untuk membangun trust di mata publik.

    “Media tetap menjadi satu aktor utama, satu aktor terpenting dalam situasi apapun termasuk dalam crisis sebagai partner dari teman-teman komunikasi sebagai partner validasi,” kata Bambang.

    Lebih jauh, ia menambahkan, “Publik akan melihat bahwa apa yang disampaikan oleh media adalah informasi yang memang terpercaya. Berbeda dengan akun-akun yang memang paid itu ya ibaratnya memang diposisikan sebagai buzzer.”

    AI Mensintesis Berita: Peluang Emas bagi Media

    Terkait ancaman AI, para panelis sepakat bahwa sintesis berita oleh AI bukanlah akhir dari media massa, melainkan peluang baru.

    AI dinilai tidak akan gegabah mengambil referensi dari akun-akun media sosial yang tidak kredibel karena hal itu akan menghancurkan reputasi mesin AI itu sendiri. Oleh karena itu, AI akan selalu bergantung pada karya jurnalistik media terpercaya.

    Diskusi juga berlangsung interaktif dengan para hadirin yang juga pelaku industri mengemukakan pendapatnya. Kesamaan persepsi yang muncul adalah bahwa media konvensional saat ini memegang peran ganda yang krusial bagi sebuah brand.

    Di satu sisi, media menjadi penyuplai kebenaran bagi mesin AI masa kini dan masa depan. Di sisi lain, media tetap menjadi benteng pertahanan dan mitra validasi yang paling diandalkan saat perusahaan menghadapi potensi krisis dari kebisingan media sosial.

    Menutup diskusi, Bambang memberikan pandangan optimis kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam AMATI untuk tidak gamang dan terus berinovasi memanfaatkan AI sebagai alat pembaca profil audiens.

    Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

    “Era AI saya rasa tidak akan membunuh media kalau bisa mengoptimalkan secara optimal. Justru di era inilah teman-teman media bisa mencari solusi agar kembali lagi memegang hegemoni pendistribusian media kepada publik,” pungkasnya.

    Deklarasi AMATI: Empat Komitmen Utama

    Bersamaan dengan acara diskusi, AMATI menggelar acara deklarasi pendirian asosiasi. Didirikan untuk merespon perkembangan terkini seperti era transformasi digital dengan perkembangan AI yang masif serta dinamika media sosial, AMATI berkomitmen menjadi kompas strategis di tengah banjir informasi.

    Pendirian AMATI bertumpu pada empat komitmen utama untuk mengamankan masa depan jurnalisme teknologi di Indonesia. Pertama, menjadi pilar kredibilitas dengan menjaga integritas jurnalistik di atas kepentingan algoritma. Kedua, menjamin keamanan merek (brand safety) dengan menyediakan ekosistem media yang sehat bagi mitra strategis.

    Ketiga, adaptasi teknologi yang etis dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas intelektual. Keempat, membangun ekosistem digital nasional dengan menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

    Acara diskusi ini menjadi tonggak baru dalam industri. AMATI sendiri akan secara rutin menggelar diskusi strategis yang relevan dengan kondisi terkini.

    Bagi korporasi yang ingin membangun reputasi berkelanjutan, bermitra dengan media profesional menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan, terutama di era di mana setiap konten hari ini bisa menjadi jawaban AI di masa depan.

  • Riset AMATI : Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

    Riset AMATI : Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

    Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi merilis riset komprehensif yang mengungkap peran krusial media di era Kecerdasan Buatan (AI).

    Riset yang dirilis bertepatan dengan deklarasi pendirian AMATI pada 20 Mei 2026 ini menegaskan bahwa AI tidak mematikan peran media, melainkan menjadikannya infrastruktur pembentuk realitas yang direproduksi hingga jutaan kali.

    Temuan utama riset ini menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam lanskap kehumasan. Praktik Media Monitoring tradisional dinilai sudah tidak lagi mencukupi.

    Pasalnya, sistem Media Intelligence modern kini mampu membedah satu artikel berita menjadi 24 titik data intelijen yang terbagi dalam tiga lapisan utama: Analisis Utama, Deteksi Krisis, dan Intelijen Kompetitif.

    Riset AMATI didasarkan pada pengolahan data nyata. Melalui pemrosesan AI, tim peneliti menganalisis 1.503 artikel dari 15 media massa selama periode 30 hari. Artikel-artikel tersebut menyoroti 12 merek teknologi terkemuka di Indonesia.

    Dari ribuan artikel yang diproses, dihasilkan lebih dari 36.072 titik data yang siap diagregasi, dibandingkan, dan ditindaklanjuti oleh pemilik merek.

    “Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pimpinan  Redaksi Telset dalam presentasi di acara diskusi dan deklarasi AMATI di Jakarta.

    Salah satu temuan paling krusial dari riset ini adalah perubahan perilaku audiens yang kini lebih sering bertanya langsung kepada AI dibandingkan membaca artikel.

    Namun, riset membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri. Setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

    Studi kasus konkret dalam riset ini membedah narasi ‘Kecerdasan Buatan’ di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

    Akibat dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar (Claude, Gemini, dan ChatGPT) secara serempak memberikan rekomendasi produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

    Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh liputan media terhadap output AI. Untuk memahami lebih dalam tentang strategi Samsung dalam mengadopsi AI, Anda bisa membaca artikel kami tentang Samsung Unpacked 2026 yang memamerkan Galaxy AI terbaru.

    Merespons temuan ini, AMATI memperingatkan para praktisi komunikasi agar segera meninggalkan metrik Share of Voice (SOV). Metrik volume tersebut terbukti gagal mengukur kualitas dan pengaruh narasi.

    Tools monitoring konvensional saat ini bekerja secara pasif, hanya merekam apa yang sudah terjadi dan menyerahkan laporan yang terlambat hingga 30 hari.

    Sebagai gantinya, riset AMATI merekomendasikan penggunaan lima lapisan intelijen yang tidak dapat dijawab oleh SOV tradisional. Pertama, Narrative Health untuk mengetahui framing narasi mana yang memenangkan simpati publik.

    Kedua, Belief Mapping untuk memetakan apa yang dipercaya publik berdasarkan pola berulang dari ratusan artikel. Ketiga, Predictive Signal untuk mendeteksi sinyal mikro pergeseran framing secara dini. Keempat, AI Presence untuk mengukur narasi yang dibangun AI tentang suatu merek. Kelima, Decision Intelligence yang menyajikan rekomendasi strategis siap eksekusi secara real-time.

    Peluncuran riset dan deklarasi AMATI ini sejalan dengan agenda panel diskusi “Managing Corporate Reputation: Effective Communication and Public Engagement Strategies to Counter Disinformation” yang digelar pada 20 Mei 2026. Acara ini didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung.

    AMATI merupakan asosiasi baru yang didirikan oleh pimpinan enam media teknologi utama: Technologue, TeknoBuzz, Telset, Telko ID, Selular, dan Hybrid.co.id. Asosiasi ini berkomitmen menjadi kompas strategis yang menjamin kredibilitas informasi, keamanan merek, serta adaptasi teknologi yang etis di tengah gempuran kebisingan digital.

    Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

    Bagi korporasi, riset ini memberikan pesan yang jelas. Di lanskap media yang bergerak secepat AI, Media Intelligence bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat utama untuk bertahan hidup. Praktisi komunikasi dituntut untuk mengubah peran mereka menjadi “pengelola makna” yang mampu mengelola narasi secara cerdas dan adaptif.

    Perubahan ini juga memengaruhi strategi komunikasi merek. Pemilik merek tidak bisa lagi mengandalkan kliping berita tradisional. Mereka perlu beralih ke sistem intelijen yang mampu memonitor bagaimana narasi mereka terbentuk, bagaimana publik memercayainya, dan bagaimana AI mereproduksinya.

    Implikasinya, perusahaan harus berinvestasi pada teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mengelola data intelijen ini. Ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan soal kelangsungan reputasi merek di era di mana opini publik dibentuk oleh algoritma. (Icha)

  • Alibaba Cloud Gandeng PosIND, BULOG, dan Agrinesia Ini Target nya!

    Alibaba Cloud Gandeng PosIND, BULOG, dan Agrinesia Ini Target nya!

    Telko.id – Alibaba Cloud, unit bisnis cloud dan kecerdasan buatan milik Alibaba Group, hari ini mengumumkan komitmen jangka panjangnya terhadap transformasi digital Indonesia.

    Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan tiga perusahaan nasional, yakni PosIND, BULOG, dan PT Agrinesia Raya. Pengumuman ini disampaikan dalam acara media di Jakarta.

    Selain kemitraan baru, Alibaba Cloud juga mengungkapkan rencana untuk memperdalam investasi di pasar Indonesia. Perusahaan akan menghadirkan model dan solusi AI terbaru, memperluas ekosistem mitra lokal, serta meningkatkan program pengembangan talenta digital.

    Inisiatif ini menyasar berbagai sektor strategis, termasuk keuangan, e-commerce, telekomunikasi, manufaktur, otomotif, gaming, dan hiburan.

    Sean Yuan, Country Manager Alibaba Cloud untuk Indonesia, menjelaskan bahwa semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai mengeksplorasi agentic AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

    “Komitmen kuat kami terhadap pasar Indonesia dibangun melalui teknologi terdepan, kemitraan lokal yang berdampak, serta pengembangan talenta digital di berbagai wilayah,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa Alibaba Cloud tidak hanya menghadirkan kapabilitas cloud dan AI unggulan ke Indonesia, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam ekosistem lokal agar setiap industri dapat berinovasi secara aman dan dalam skala besar.

    Mitra Cloud untuk Perusahaan Nasional

    Alibaba Cloud terus dipercaya sebagai mitra cloud oleh berbagai perusahaan di Indonesia. PosIND, yang sebelumnya dikenal sebagai Pos Indonesia, bekerja sama dengan Alibaba Cloud untuk mengembangkan platform logistik modern berbasis cloud-native.

    Mereka memanfaatkan layanan Container Service for Kubernetes (ACK), kapabilitas pengolahan data berskala besar, serta sistem keamanan berstandar global.

    Implementasi tersebut menghasilkan peningkatan tiga kali lipat pada kapasitas pemrosesan transaksi puncak. Waktu respons aplikasi menjadi lebih cepat, skor kepuasan pelanggan meningkat, dan pemborosan sumber daya pada periode non-peak berkurang. Hal ini menempatkan PosIND dalam posisi yang lebih kompetitif di pasar logistik Indonesia.

    Sementara itu, BULOG meningkatkan layanan distribusi bantuan pangan nasional melalui implementasi infrastruktur digital berbasis cloud yang aman.

    Solusi ini meningkatkan keandalan, skalabilitas, perlindungan layanan, serta pemantauan operasional untuk mendukung proses distribusi di seluruh Indonesia.

    PT Agrinesia Raya, perusahaan manufaktur makanan terkemuka, memusatkan seluruh sistem TI mereka ke Alibaba Cloud. Mereka memanfaatkan layanan komputasi, pengelolaan data, serta kapabilitas AI melalui model AI Qwen dan platform pengembangan AI Model Studio.

    Kolaborasi ini mengoptimalkan biaya infrastruktur, memastikan proses migrasi data berjalan aman, serta membangun fondasi teknologi yang lebih fleksibel.

    Perluas Ekosistem Lokal dan Talenta AI

    Untuk memenuhi kebutuhan solusi digital yang terkustomisasi, Alibaba Cloud memperluas ekosistem kemitraan lokal. Perusahaan telah menggandeng mitra seperti PT Mitra Integrasi Informatika (MII), anak perusahaan Metrodata; PT UNIVERSE SOLUSI DIGITAL, konsultan transformasi digital untuk sektor keuangan; serta PT DEVOTEAM CLOUD SERVICES.

    Alibaba Cloud juga memperluas AI Talent Development Program. Dalam setahun terakhir, perusahaan menggelar roadshow generative AI di sembilan kota, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Aceh, Padang, Bali, dan Papua.

    Bekerja sama dengan 60 komunitas dan universitas lokal, inisiatif ini melibatkan lebih dari 500 peserta dan menghasilkan lebih dari 500 sertifikasi cloud.

    Sebelumnya, Telkomsel dan AWS juga mencetak 750 talenta disabilitas mahir cloud dan AI. Inisiatif seperti ini menunjukkan tren positif pengembangan talenta digital di Indonesia.

    Alibaba Cloud berencana menghadirkan model AI terbaru ke pasar Indonesia, termasuk seri large language model (LLM) Qwen yang mendukung berbagai kemampuan multimodal.

    Perusahaan juga menghadirkan model generasi video Wan dan Happy Horse untuk industri kreatif. Selain itu, tersedia aplikasi seperti platform pengembangan kode Qoder, platform produktivitas kerja QoderWork, serta MuleRun.

    Alibaba Cloud juga mengintegrasikan AI ke dalam infrastruktur cloud melalui Database Autonomous Agent (DAS), AI Safety Guardrail, dan Security Center. Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengadopsi AI secara aman dan andal.

    Perusahaan juga meraih peringkat keamanan siber tertinggi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dengan level “Inovatif” (Level 5) dalam Instrumen Penilaian Kematangan Keamanan Siber (IKAS).

    Kolaborasi dengan berbagai merek global juga terus berlanjut. HONOR baru-baru ini mempercepat inovasi AI dengan kolaborasi Google Cloud, Alibaba, dan Qualcomm. Langkah ini menunjukkan semakin pentingnya ekosistem AI di industri teknologi.

    Dengan kemitraan baru dan perluasan ekosistem, Alibaba Cloud menegaskan posisinya sebagai mitra transformasi digital bagi perusahaan di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mendorong inovasi dan pertumbuhan di berbagai sektor industri. (Icha)

  • Philips UltraBright 40% Lebih Terang untuk Rumah Modern

    Philips UltraBright 40% Lebih Terang untuk Rumah Modern

    Telko.id – Signify melalui brand Philips resmi meluncurkan Philips LED UltraBright, produk lampu terbaru yang diklaim 40 persen lebih terang dibandingkan lampu standar Philips.

    Peluncuran ini merupakan jawaban atas hasil riset konsumen yang menginginkan pencahayaan lebih terang namun tetap nyaman di mata.

    Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Commercial Indonesia, menyatakan bahwa kebutuhan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan.

    “Philips UltraBright hadir menjawab harapan konsumen akan pencahayaan yang lebih terang namun tetap nyaman di mata. Dengan inovasi 40% lebih terang dan masa pakai hingga 30 ribu jam, kami harap produk ini dapat membantu keluarga Indonesia untuk menciptakan hunian yang lebih berkualitas,” ujarnya dalam peluncuran di Jakarta.

    Produk ini hadir di tengah perubahan fungsi rumah masa kini yang tidak lagi sekadar tempat beristirahat. Rumah kini menjadi pusat aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga menjalankan hobi.

    Pencahayaan yang tepat menjadi kunci kenyamanan, mengurangi kelelahan mata, serta meningkatkan produktivitas.

    Philips UltraBright merupakan kategori lampu Philips paling terang. Teknologi EyeComfort memastikan cahaya yang dihasilkan tidak menyilaukan, bebas kedip, dan tetap nyaman di mata.

    Produk ini juga memiliki masa pakai hingga 30.000 jam, tiga kali lebih lama dari lampu LED lain dengan watt setara, dan dilengkapi garansi tiga tahun.

    Dari sisi efisiensi, Philips UltraBright tersertifikasi bintang lima dalam parameter pengukuran efisiensi energi. Lampu ini mampu menghasilkan 160 lumen per watt, sehingga lebih hemat energi tanpa mengurangi performa cahaya maksimal. Kombinasi ini menjadikannya investasi cerdas untuk hunian modern.

    Philips UltraBright tersedia dalam dua varian. Pertama, bohlam Philips MyCare UltraBright yang tersertifikasi efisiensi energi bintang lima. Kedua, downlight Meson UltraBright yang ideal untuk sebaran cahaya merata dengan kesan minimalis. Keduanya sama-sama 40 persen lebih terang dari produk standar Philips.

    Produk ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas rumah tangga modern. Mulai dari pekerjaan yang menuntut fokus tinggi seperti menyusun data di spreadsheet atau merancang desain arsitektur, hingga kegiatan kreatif seperti menghias kue, merajut, menjahit, dan merakit furnitur.

    Natasha Surya, content creator sekaligus ibu rumah tangga, membagikan pengalamannya. “Sebagai seseorang yang aktif bekerja sekaligus membuat konten dari rumah, saya merasakan pencahayaan sangat mempengaruhi kenyamanan dan fokus, terutama untuk aktivitas yang membutuhkan perhatian pada detail.

    Setelah menggunakan Philips UltraBright, detail terlihat lebih jelas—baik saat bekerja, beres-beres rumah, maupun saat quality time bersama keluarga seperti menemani anak belajar—sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman,” ujarnya.

    Cahaya yang lebih terang dari Philips UltraBright mampu menjangkau setiap sudut ruangan. Hal ini membuat huruf-huruf di layar dan benda-benda kecil sekalipun bisa terlihat lebih jelas. Perbedaan signifikan ini menjadi nilai tambah dibandingkan lampu LED lain di pasaran.

    Melalui kampanye “Terus Terang Philips Lebih Terang Terus”, Philips menegaskan komitmennya menghadirkan solusi pencahayaan terbaik di Indonesia. Inovasi ini merupakan hasil riset dan pengembangan berkelanjutan selama lebih dari 130 tahun.

    Inovasi pencahayaan rumah ini juga relevan dengan perkembangan teknologi perangkat lain yang membutuhkan Kamera Tajam dan kualitas visual optimal. Pencahayaan yang baik tentu mendukung performa kamera dan kenyamanan menonton.

    Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman visual maksimal, kombinasi pencahayaan berkualitas dengan Evolusi Kamera terkini bisa menjadi solusi lengkap untuk hunian modern. (Icha)

  • Meta Hadirkan Kontrol Keamanan Iklan Baru di Threads

    Meta Hadirkan Kontrol Keamanan Iklan Baru di Threads

    Telko.id – Meta resmi memperluas kontrol keamanan dan kesesuaian merek untuk iklan di Threads.

    Kini, pengiklan dapat menggunakan daftar blokir konten pihak ketiga di Threads Feed, sebuah fitur yang sebelumnya hanya tersedia di Facebook serta Instagram Feed dan Reels.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Meta untuk memberikan lebih banyak transparansi dan kontrol kepada pengiklan. Sejak Threads meluncurkan iklan, Meta telah menyediakan filter inventaris pihak pertama dan menambahkan verifikasi pihak ketiga dalam waktu sembilan bulan.

    Kini, dengan dukungan empat mitra keamanan, fitur ini dapat diakses oleh lebih banyak pengiklan di berbagai bahasa.

    Daftar blokir konten ini dirancang untuk membantu pengiklan menghindari penempatan iklan di samping konten yang tidak selaras dengan merek mereka.

    Pengiklan bekerja langsung dengan mitra pihak ketiga untuk menentukan kategori spesifik yang ingin diblokir. Kontrol ini dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan filter inventaris Meta.

    Lebih dari 99% konten yang muncul di samping iklan di Feed dan Reels pada Facebook, Instagram, dan Threads dinilai aman bagi merek. Penilaian ini dilakukan secara independen oleh para mitra keamanan dan kesesuaian merek Meta.

    Meta juga memperluas ekosistem mitra. Dalam beberapa bulan mendatang, pengiklan dapat bekerja sama dengan Channel Factory dan Protected by Mediaocean untuk verifikasi serta kontrol keamanan dan kesesuaian merek.

    Dengan pembaruan ini, Meta terus memperkuat posisinya dalam menyediakan lingkungan iklan yang aman dan sesuai merek. Pengiklan kini memiliki lebih banyak alat untuk memastikan iklan mereka muncul di tempat yang tepat. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Meta dalam menjaga Keamanan Siber di platformnya.

    Ke depannya, Meta berencana untuk terus menghadirkan inovasi serupa. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan pengiklan yang semakin kompleks.

    Dengan adanya mitra baru seperti Channel Factory dan Protected by Mediaocean, pengiklan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola kesesuaian merek mereka. (Icha)

  • Agoda: Batam dan Phu Quoc Melonjakan Peminat Wisatanya saat Liburan

    Agoda: Batam dan Phu Quoc Melonjakan Peminat Wisatanya saat Liburan

    Telko.id – Data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda mencatat lonjakan signifikan minat wisatawan Indonesia menjelang libur sekolah.

    Dua destinasi, yakni Batam dan Phu Quoc, menjadi primadona dengan peningkatan pencarian akomodasi lebih dari 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Pencarian akomodasi untuk Batam tercatat melonjak 236 persen, sementara Phu Quoc di Vietnam naik 224 persen. Data ini didasarkan pada pencarian yang dilakukan pada 1 hingga 29 April 2026, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

    Pencarian tersebut mencakup perjalanan yang melibatkan setidaknya satu anak untuk periode 22 Juni hingga 10 Juli, yang bertepatan dengan musim libur sekolah di Indonesia.

    Menurut Agoda, libur sekolah tetap menjadi momen krusial bagi perjalanan keluarga di Indonesia. Tahun ini, banyak wisatawan yang memadukan perjalanan bermakna dengan pengalaman rekreasi. Fenomena ini terlihat dari beragamnya destinasi yang diminati, mulai dari wisata pantai, kota, hingga alam.

    Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, mengatakan bahwa antusiasme ini menunjukkan keinginan kuat masyarakat untuk menjelajahi pengalaman baru.

    “Peningkatan pencarian akomodasi juga mencerminkan beragam preferensi perjalanan masyarakat Indonesia. Agoda berkomitmen untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dan berkesan melalui berbagai pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

    Destinasi Internasional Favorit Keluarga

    Pulau Phu Quoc di Vietnam menonjol dengan kenaikan pencarian akomodasi sebesar 224 persen. Destinasi ini semakin populer karena mudah dijangkau dan bebas visa bagi wisatawan Indonesia.

    Pulau yang dikenal dengan pantai berpasir putih ini juga menawarkan kereta gantung yang melintasi laut terpanjang di dunia serta berbagai tempat hiburan seperti VinWonders dan Vinpearl Safari.

    Selain Phu Quoc, kota-kota di Tiongkok seperti Hangzhou dan Guangzhou juga mengalami peningkatan minat. Hangzhou mencatat kenaikan 122 persen, sementara Guangzhou naik 80 persen.

    Keluarga Indonesia tertarik mengunjungi kedua kota tersebut untuk berbelanja, menikmati kuliner, dan menjelajahi taman hiburan. Jeju di Korea Selatan juga tak ketinggalan dengan kenaikan pencarian sebesar 69 persen untuk liburan keluarga.

    Bagi Anda yang ingin merencanakan perjalanan serupa, ada baiknya menyimak Program Yuk Libur dari Gojek yang dapat membantu memudahkan mobilitas selama liburan.

    Destinasi Domestik Semakin Diminati

    Di dalam negeri, Pulau Batam menjadi primadona dengan kenaikan pencarian akomodasi sebesar 236 persen. Lokasinya yang dekat dengan Singapura, pantai yang indah, serta pilihan kuliner yang beragam menjadikan Batam pilihan praktis untuk liburan singkat bersama keluarga.

    Kota-kota lain seperti Makassar dan Cirebon juga mencatat peningkatan minat, masing-masing sebesar 62 persen dan 53 persen. Daya tarik kuliner dan budaya menjadi magnet utama bagi wisatawan.

    Sementara itu, destinasi alam di sekitar Danau Toba seperti Samosir (36 persen) dan Parapat (47 persen), serta Bukittinggi (39 persen), terus menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam dan udara sejuk.

    Agoda sendiri menawarkan lebih dari 6 juta akomodasi liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, dan lebih dari 300.000 aktivitas dalam satu platform.

    Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-21, Agoda menghadirkan promo khusus yang berlangsung pada 7–21 Mei 2026, dengan diskon hingga 60 persen untuk pemesanan hotel, serta flash sale hingga 70 persen pada 19 Mei. Penawaran khusus untuk penerbangan dan aktivitas juga tersedia.

    Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Simak Tips Persiapan Liburan agar perjalanan Anda semakin lancar dan menyenangkan.

    Data ini menunjukkan bahwa tren perjalanan keluarga di Indonesia terus bergerak dinamis. Kombinasi antara destinasi domestik yang praktis dan destinasi internasional yang eksotis menjadi pilihan utama.

    Agoda berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat Indonesia melalui berbagai penawaran dan kemudahan dalam satu platform. (Icha)

  • Serangan Password Stealer di Asia Tenggara Naik 18 Persen

    Serangan Password Stealer di Asia Tenggara Naik 18 Persen

    Telko.id – Ancaman keamanan digital di Asia Tenggara kembali meningkat setelah laporan terbaru menunjukkan lonjakan serangan siber yang berfokus pada pencurian password dan data login pengguna.

    Serangan ini banyak menyasar akun media sosial, email, layanan perbankan, hingga akun kerja yang tersimpan di perangkat pengguna.

    Berdasarkan data telemetri Kaspersky, sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan serangan password stealer sebesar 18 persen yang menargetkan pengguna bisnis di Asia Tenggara.

    Secara keseluruhan, solusi keamanan perusahaan tersebut berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari satu juta upaya serangan di kawasan ini.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak cukup besar.

    Tercatat sebanyak 234.615 serangan password stealer terhadap perusahaan di dalam negeri berhasil digagalkan sepanjang tahun lalu.

    Baca Juga:

    Angka tersebut menunjukkan bahwa kredensial digital kini menjadi target utama para pelaku kejahatan siber.

    Penyebarannya sendiri banyak dilakukan melalui metode phishing, file bajakan, aplikasi ilegal, hingga tautan palsu yang terlihat meyakinkan.

    Ketika korban mengunduh atau membuka file tertentu, malware langsung aktif dan mulai mengirimkan data ke server milik pelaku tanpa disadari pengguna.

    Password stealer merupakan jenis malware yang dirancang khusus untuk mencuri kata sandi dan data akun pengguna.

    Malware ini bekerja secara senyap dengan mengambil informasi penting yang tersimpan di browser, file cache, cookie, hingga akses ke dompet aset kripto.

    Setelah data berhasil dicuri, peretas dapat menggunakannya untuk berbagai aksi kriminal seperti pencurian dana, pencurian identitas, pemerasan, hingga mengambil alih akun karyawan untuk menyerang server perusahaan lebih dalam.

    Dikutip dari detikINET, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, mengatakan password stealer sangat efektif karena langsung menyasar “pintu depan” organisasi, yakni kredensial pengguna.

    Berdasarkan analisis terhadap 193 juta kata sandi yang bocor, sebanyak 45 persen di antaranya dapat diretas dalam waktu kurang dari satu menit.

    Sementara itu, hanya 23 persen kata sandi yang dinilai cukup kuat untuk bertahan lebih dari satu tahun dari upaya pembobolan.Menurut Adrian, lemahnya kualitas kata sandi masih menjadi pemicu utama intrusi siber berskala besar.

    Ia menyarankan perusahaan mulai mengadopsi aplikasi pengelola kata sandi atau password manager yang mampu menghasilkan kombinasi sandi acak dan lebih aman.

    Selain itu, peningkatan budaya keamanan siber di lingkungan kerja juga dinilai penting untuk menekan risiko kebocoran data.

    Bagi pengguna, kondisi ini menjadi pengingat penting untuk mulai memperkuat keamanan akun digital, seperti menggunakan password unik di tiap layanan, mengaktifkan 2FA, serta menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi.

    Secara keseluruhan, peningkatan serangan ini menunjukkan bahwa keamanan siber kini menjadi tantangan utama di era digital, terutama ketika aktivitas online semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

  • Microsoft Bangun Data Center, Pemerintah Setempat Khawatir

    Microsoft Bangun Data Center, Pemerintah Setempat Khawatir

    Telko.id – Rencana Microsoft membangun data center dalam skala besar memicu kekhawatiran di sejumlah negara karena kebutuhan listrik dan sumber daya yang sangat tinggi.

    Raksasa teknologi Microsoft dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Abu Dhabi, G42, untuk membangun pusat data (data center) senilai USD 1 miliar di Kenya awalnya terdengar seperti angin segar.

    Proyek ini menjanjikan investasi asing yang melimpah dan pemanfaatan energi panas bumi yang ramah lingkungan. Namun, mega-proyek ini kini terancam mandek karena satu masalah fatal: pasokan listrik.

    Melansir dari detikinet, Proyek yang diumumkan pada Mei 2024 lalu ini sedianya akan berlokasi di fasilitas panas bumi Olkaria, Lembah Rift. Rencananya, Microsoft akan menggunakan infrastruktur yang dibangun oleh G42 tersebut untuk meluncurkan cloud region Azure baru di Afrika Timur.

    Dalam laporan terbaru, pembangunan data center Microsoft disebut dapat memberikan tekanan besar terhadap pasokan energi nasional.

    Baca Juga:

    Tahap pertama proyek ini dirancang untuk menyedot kapasitas listrik sebesar 100 Megawatt (MW), dan ditargetkan akan terus diperluas hingga mencapai skala penuh 1 Gigawatt (GW) di masa depan. Di sinilah letak masalah utamanya.

    Sebagai perbandingan, total kapasitas terpasang listrik di seluruh penjuru Kenya saat ini hanya berkisar antara 3 hingga 3,2 GW, dengan rekor beban puncak menyentuh angka 2,4 GW pada Januari lalu.

    Pihak pemerintah mulai khawatir terhadap dampaknya bagi kestabilan listrik dan lingkungan, Presiden Kenya William Ruto menyatakan bahwa jika pusat data AI tersebut dioperasikan dalam skala penuh, pemerintah terpaksa harus mematikan listrik di separuh negara hanya untuk menyalakan fasilitas milik Microsoft tersebut.

    Selain kebutuhan listrik, pembangunan data center skala besar juga memerlukan sistem pendingin yang sangat besar dan konsumsi air dalam jumlah tinggi.

    Hal ini terjadi karena pusat data AI modern membutuhkan daya jauh lebih besar dibanding data center konvensional, terutama untuk menjalankan GPU dan server AI dalam jumlah masif.

    Karena itu, beberapa pemerintah mulai mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, infrastruktur energi, hingga distribusi listrik untuk masyarakat dan industri lain.

    Krisis kapasitas listrik rupanya bukan satu-satunya alasan proyek ini jalan di tempat. Laporan dari Bloomberg mengungkap bahwa Microsoft dan G42 juga menuntut agar pemerintah Kenya memberikan jaminan pembayaran tahunan untuk sejumlah kapasitas tertentu dari data center tersebut.

    Negosiasi akhirnya menemui jalan buntu karena pemerintah Kenya tidak sanggup memberikan jaminan keuangan yang diminta oleh perusahaan yang bermarkas di Redmond tersebut.

    Meski belum dibatalkan secara resmi, para pejabat setempat mengakui bahwa skala proyek ini masih memerlukan restrukturisasi — sebuah isyarat bahwa rencana ini sedang tidak berjalan mulus.

    Meski demikian, perusahaan teknologi seperti Microsoft menilai pembangunan infrastruktur AI tetap penting untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi berbasis AI.

    Persaingan global di sektor AI membuat perusahaan cloud besar terus memperluas kapasitas data center agar mampu memenuhi permintaan komputasi yang terus meningkat.

  • IdeaFest 2026 Usung Tema ReHumanize di Tengah Perkembangan AI

    IdeaFest 2026 Usung Tema ReHumanize di Tengah Perkembangan AI

    Telko.id – IdeaFest 2026 resmi kembali hadir sebagai festival kreatif terbesar di Indonesia dengan mengusung tema “ReHumanize”. Festival tahun ini akan digelar pada 4-6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) dan menjadi respons terhadap pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara manusia hidup dan berinteraksi.

    Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, IdeaFest 2026 mempertemukan inovator, kreator, entrepreneur, dan pemimpin industri dari berbagai bidang. Mulai dari film, musik, fashion, teknologi, politik, F&B, komedi, olahraga, hingga budaya populer. Tema “ReHumanize” menjadi ajakan bagi seluruh pelaku industri untuk kembali menempatkan manusia sebagai pusat inovasi di era digital.

    Desy Bachir, Co-chair IdeaFest, menjelaskan bahwa tema ini merupakan gerakan kolektif yang relevan di tengah percepatan teknologi saat ini. “Kami percaya bahwa di balik setiap inovasi, harus selalu ada nilai kemanusiaan sebagai fondasi. Tanpa itu, teknologi dapat kehilangan arah dan makna,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

    Pemanfaatan AI di Indonesia sendiri menunjukkan pertumbuhan signifikan. Studi PwC Indonesia mencatat sebanyak 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional mereka selama setahun terakhir. Sebanyak 16% di antaranya memanfaatkannya setiap hari. Kondisi ini menunjukkan teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari dan membutuhkan pendekatan yang lebih berorientasi pada manusia.

    Menjawab dinamika tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) turut mendukung IdeaFest 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih inklusif dan relevan. Bagi Indosat, perkembangan teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membantu manusia tetap terkoneksi dan berkarya di era digital.

    Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan bahwa di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kreativitas dan koneksi antar manusia justru menjadi semakin penting. “Teknologi dapat membantu mempercepat banyak hal, tetapi ide, empati, dan perspektif manusia tetap menjadi hal yang tidak tergantikan. AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya,” tegasnya.

    IdeaFest 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dan program yang semakin relevan dengan dinamika industri saat ini. Setiap tahunnya, festival ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif dari berbagai bidang yang memiliki dampak positif bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.

    Stephanie Regina, Founder dan CEO Haloka Group sekaligus salah satu Braintrust IdeaFest 2026, menekankan pentingnya koneksi yang meaningful di era digital. “Peran kreativitas menjadi krusial untuk membuat pesan terasa hidup dan relatable sehingga komunitas menjadi bagian dari ekosistem yang mampu menciptakan engagement organik,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari penyegaran, IdeaFest menghadirkan program baru JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL melalui kolaborasi bersama JKT GO. Program ini merupakan bazar kurasi yang menampilkan lebih dari 200 brand lokal sebagai wadah bagi pelaku usaha kreatif untuk berkembang. Ian Eryanto Wongso, Co-Founder JKT GO, menambahkan bahwa konten yang impactful selalu memiliki konteks budaya dan emosi.

    Patrick Effendy, Founder of Creative Prompt, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi dapat memberikan nilai nyata. “Inovasi harus dimulai dari masalah manusia, bukan teknologi itu sendiri, karena kreativitas, intuisi, dan pengambilan keputusan tetap menjadi keunggulan yang tidak tergantikan,” katanya.

    IdeaFest 2026 berkolaborasi dengan PT. PERTAMINA (Persero) dan Indofood melalui brand Indomie, Pop Mie, Indomilk dan Chitato Lite sebagai Official Sponsor. Tiket festival dapat dibeli melalui loket.com/ideafest2026 mulai dari Rp350.000.

    Melalui IdeaFest 2026, penyelenggara berharap dapat mendorong perubahan cara berpikir dalam industri kreatif. Keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan manusia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan kehadiran program baru, IdeaFest terus berkomitmen menjadi katalis perkembangan industri kreatif Indonesia.

    Acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di tengah masyarakat. Berbagai inisiatif serupa seperti Literasi AI dan Gerakan Sister Digital menunjukkan bahwa ekosistem festival kreatif di Indonesia semakin matang dan beragam.

    IdeaFest mengundang seluruh kreator, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari gerakan “ReHumanize”. Tujuannya adalah menciptakan masa depan yang lebih inklusif, empatik, dan bermakna di tengah era digital yang terus berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun media sosial resmi @ideafestid.