Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Ketika Paparan Bahan Kimia Memaksa Karyawan Samsung Duduk di Kursi Roda

    Ketika Paparan Bahan Kimia Memaksa Karyawan Samsung Duduk di Kursi Roda

    “Sebuah kursi roda terlipat rapi bersandar di dekat pintu masuk sebuah apartemen di Chuncheon, Korea. Itu adalah kursi roda Han Hye Kyung, seorang mantan pekerja di sebuah perusahaan elektronik yang diduga menderita kanker otak akibat paparan bahan kimia di tempat kerjanya.”

    Tercatat, 10 tahun sudah, sejak tumor ganas yang berdiam di otaknya diangkat, dan Han pun mulai menjalani rehabilitasi di rumah sakit. Di apartemen kecil miliknya, yang dihuni peralatan seperti kulkas, kompor, wastafel dan kulkas kedua untuk menyimpan kimchee – hidangan sayuran pedas yang difermentasi – Han merenungkan kemalangannya.

    “Jadi pada awalnya saya pikir itu adalah nasib saya,” kata wanita muda dengan rambut hitam seperti ekor kuda ini. “Saya mencoba untuk menghibur diri. Tapi seiring waktu berlalu, saya marah, apa yang bisa say katakan? Ini adalah kesalahan Samsung. Samsung yang harus disalahkan. ” Han mengucap.

    Han adalah satu diantara ratusan mantan karyawan Samsung yang mempercayai bahwa kanker yang dialaminya adalah disebabkan oleh paparan bahan kimia beracun di tempat kerjanya. Seperti diketahui, tuduhan tersebut pernah dilontarkan para pekerja di Amerika Serikat sekitar 2 dekade lalu.

    Menurut sebuah laporan advokasi, tercatat lebih dari 70 pekerja di Korea Selatan meninggal akibat kanker.

    Sementara itu, Samsung mengatakan bahwa pabrik-pabrik mereka dinyatakan aman dan menyangkal jika para pekerjanya muak dengan pekerjaan mereka. Tapi para mantan pekerja Samsung telah memenangkan kasus pengadilan secara signifikan dan mendorong perusahaan untuk membuat permintaan maaf secara publik untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap karyawan yang sakit bahkan sekarat.

    Pada bulan Agustus silam, Samsung sepakat untuk mengumpulkan dana sebesar USD 85.800.000 dan memberikan bantuan keuangan kepada pekerja tersebut beserta keluarganya. “Kami memberikan dukungan keuangan ini terlepas dari apakah mungkin ada korelasi antara lingkungan kerja dan penyakit karyawan,” tutur perwakilan perusahaan elektronik itu dalam sebuah pernyataan.

    Seperti kebanyakan karyawan di Samsung, Han direkrut di sekolah tinggi selama ujian musim semi tahunan oleh perusahaan pencari pekerja baru. Sebanyak 200.000 orang mendaftar untuk mengikuti tes setiap tahunnya, dan hanya orang-orang dengan nilai tertinggi lah yang ditawarkan pekerjaan tersebut.

    Han mulai bekerja di Samsung pada tahun 1996 dengan rencana besar. Dia akan bertahan setidaknya lima atau enam tahun untuk mengumpulkan uang dan kembali ke rumah untuk membuka toko dengan ibunya.

    Pekerjaan itu dilakukannya berulang-ulang. Dia terpaku pada kabel dan potongan elektronik dalam sebuah papan sirkuit. Dengan menggunakan krim dia kemudian belajar untuk melakukannya lebih baik lagi.

    Kertas masker tipisnya tidak menjaganya dari asap yang dihasilkan, dan dalam beberapa bulan ia mengidap gejala seperti flu dan masalah dengan siklus menstruasi.

    Para dokter tidak bisa menunjukkan masalah atau menormalkan siklus tersebut, dan setelah hampir enam tahun, ia akhirnya berhenti dari pekerjaannya. Kesehatan tidak membaik bahkan ia mulai mengalami masalah dengan keseimbangan. Pada bulan Oktober 2005, sekitar empat tahun setelah ia berhenti, MRI mengungkapkan ada sebuah tumor di otaknya. Saat itu, Han berusia 28 tahun.

    “Saya tidak tahu tentang tumor di otak saya sebelum operasi,” kata Han. “Saya tahu tentang hal itu setelah operasi, jadi ketika saya terbangun saya menemukan bahwa tubuh saya tidak seperti orang normal. Saya menemukan diri saya telah menjadi orang yang cacat,” tuturnya.

    Han tinggal di Chuncheon hanya untuk beberapa bulan saja. Dia tidak bisa berjalan dan berjuang untuk berbicara. Dia juga mendapat latihan dan fisioterapi serta belajar menggunakan komputer. Han menginginkan Samsung untuk bertanggung jawab atas tumor yang dideritanya.

    Kurangnya keterbukaan terhadap bahan kimia

    Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah bahan kimia yang digunakan untuk membuat ponsel, TV layar datar, tablet atau komputer, tetapi tentunya tidak sedikit. Dr Thomas Gassert, seorang dokter kesehatan kerja dan lingkungan dari University of Massachusetts Medical School dan Harvard University School of Public Health, mengatakan bahwa puluhan ribu bahan kimia digunakan dalam industri elektronik, namun hanya sebagian kecil saja yang telah diuji untuk toksisitas.

    Ini menciptakan masalah bagi para pekerja yang membuat gadget elektronik. Jika mereka sakit, mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk mengidentifikasi penyakitnya karena mereka sering tidak tahu mengenai nama-nama zat yang ada di lingkungan kerja mereka.

    Pihak perusahaan beralasan bahwa mereka telah memberikan masker, respirator dan peralatan lainnya, serta otomatisasi dan sirkulasi udara yang melindungi para pekerja. Mereka juga mengatakan telah memeriksa pabrik-pabrik mereka di Asia untuk memastikan bahwa aturan keselamatan diikuti oleh setiap pabrik. Setiap perangkat tidak dibuat dalam satu tempat. Komponen semikonduktor penting dari ponsel dan komputer diproduksi di pabrik-pabrik khusus. Sementara layar dan casing dibuat di tempat lain. Perusahaan sendiri mengaku bahwa mereka tidak dapat memeriksa semua situs-situs tersebut.

    Sementara itu, permintaan untuk produk elektronik terus berkembang. Para konsumen kini tak lagi menunggu hingga handsetnya rusak untuk kemudian mencari pengganti, melainkan jauh sebelumnya. Bahkan saat handset itu masih dalam keadaan baik sekalipun. Di sini, setiap perangkat yang diupgrade memerlukan penggunaan bahan kimia baru yang lebih banyak dan kesemuanya hampir tidak diuji.

    Sebagian besar produk elektronik saat ini dibuat di Asia, dimana pemerintah bersaing untuk menawarkan upah minimum terendah serta pajak dan tanah termurah, dalam banyak kasus, hukum peraturan mengenai buruh dan perlindungan kesehatan kerja juga lemah.

    Sanjiv Pandita, selaku Direktur Eksekutif dari Asia Monitor Resource Centre, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Hong Kong dengan fokus pada isu-isu perburuhan mengatakan bahwa Industri elektronik merupakan keprihatinan besar, karena sebagian besar pekerjanya adalah perempuan muda dan dari daerah pedesaan.

    “Kami tidak mengetahui orang-orang yang sekarat dari kanker atau dimana mereka berada,” katanya. “Sebagai contoh, jika Anda melihat sebuah pabrik di Shenzhen (China), dan jika seseorang sakit, mereka akan dikirim kembali ke kampung halamannya dan kami tidak lagi menempatkan mereka di statistik tersebut. Hal yang sama terjadi di Vietnam serta Filipina. Tapi itu bukan berarti masalah tersebut tidak ada. Itu berarti kita sedang duduk di atas bom waktu. ”

    Elektronik booming di Vietnam

    Vietnam adalah tujuan terbaru untuk industri elektronik. Sejak 2009, Samsung telah menginvestasikan miliaran dolar dan saat ini hampir 20 persen dari ekspor Vietnam. Sementara itu, Samsung memiliki dua pabrik di dekat Hanoi Utara yang mempekerjakan 80.000 orang. Di Kota Ho Chi Minh di Selatan, satu pabrik sedang dalam operasi dan yang kedua sedang dalam pembangunan.

    Samsung tidak sendirian. Intel Corporation kini memproduksi 80 persen unit CPU mereka di Vietnam. Foxconn memiliki enam pabrik yang membuat komputer, ponsel pintar, dan komponen. Ratusan pemasok yang lebih kecil dan sub-kontraktor juga telah mengikuti di belakangnya.

    Sementara itu, Vietnam memiliki populasi muda dengan permintaan yang sangat besar untuk pekerjaan baru. Pada tahun 2014 saja, 42 persen dari pekerja Vietnam berada di bawah usia 25 tahun.

    The Center for Development and Integration, yakni sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Hanoi, memantau ledakan elektronik yang terjadi di Vietnam. Direktur perusahaan, Duong Viet Anh, khawatir bahwa Vietnam tidak memiliki pengalaman untuk mengontrol dan mengelola industri semacam ini. “Ini terjadi begitu cepat, dan Pemerintah tidak punya waktu untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan pekerja di tempat pertama,” tuturnya.

    Sebuah studi yang dilakukan di tiga pabrik baru-baru ini, dengan sekitar 200.000 pekerja, terutama wanita antara usia 18 dan 30 tahun, menemukan bahwa pekerja secara rutin memiliki jam kerja 12 jam per hari dan tidak memiliki pengetahuan tentang jenis bahan kimia yang mereka gunakan. Banyak dari mereka menderita sakit kepala dan pusing, dan beberapa memiliki masalah reproduksi, kata Duong. Sejumlah perempuan berhenti dari pekerjaan mereka setelah mendengar dari orang lain yang mengalami keguguran.

    “Pemerintah berpikir bahwa pekerja-bekerja ini bekerja di sebuah ruangan yang sangat bersih yang sangat aman,” kata Duong. “Tapi dari penelitian kami, kami melihat bahwa terdapat elektronik yang tidak aman.”

    Dominasi Samsung di Korea

    Korea adalah rumah dari Samsung Electronics, yang kehadirannya dirasakan di mana-mana. Ada blok apartemen dengan nama Samsung. Pun demikian kapal dan peralatan militer dengan lebel sama, Samsung. Samsung memproduksi bahan kimia dan menjual asuransi, sekuritas dan kartu kredit.

    Perusahaan ini memulai bisnisnya pada 1938, dengan menjual ikan kering, sayuran dan buah. Dalam beberapa tahun itu, Samsung telah pindah ke manufaktur pabrik tepung dan mesin penganan. Pada tahun 1970-an, Samsung mulai membuat televisi. Dan tidak sampai 20 tahun, mereka telah menjadi sebuah perusahaan internasional dan pemimpin dalam produksi elektronik.

    Hari ini, Samsung Electronics Korea memiliki lebih dari 90.000 karyawan dan setengah juta di seluruh dunia. Demikian dilansir dari laman public integrity, (11/9/2015).

    Pada suatu malam di bulan Maret, diadakan acara peringatan  di di pusat kota Seoul. Tujuannya adalah untuk mengingat seorang wanita muda, Hwang Yu-mi, yang meninggal delapan tahun yang lalu karena Leukemia Mielositik akut.

    Orang duduk di atas bantal tipis di trotoar, minum teh panas untuk tetap hangat. Ada testimonial dari para pekerja dan keluarga mereka, dengan latar belakang puisi dan musik. Paling mengejutkan adalah foto-foto dari para pekerja sebagian besar adalah perempuan, yang meninggal karena Leukemia dan kanker otak, kanker payudara dan kanker paru-paru. Mereka tergolong berusia muda, yakni, 21, 24, hingga 28 tahun.

    Peringatan ini diselenggarakan oleh Hwang Sang-ki untuk menghormati putrinya, Yu-mi, dan memberikan perhatian terhadap penyakit di kalangan pekerja elektronik lainnya, yang sebagian besar telah dipekerjakan oleh Samsung. Ketika rekan kerja Yu-mi , Yi Sook-Young, juga meninggal, Hwang mengatakan, dia pikir pasti ada hubungannya.

    “Tapi saya tidak memiliki informasi tentang pabrik, dan semua yang saya tahu pada waktu itu adalah mereka menggunakan beberapa bahan kimia, dan saya mendengar bahwa beberapa bahan kimia dapat berbahaya,” katanya.

    Hwang tidak tahu berapa banyak pekerja yang sakit. Dia menceritakan kisahnya kepada pendukung untuk Kesehatan dan Hak Rakyat di Industri Semikonduktor (SHARPS), sebuah kelompok yang memayungi organisasi nirlaba dan relawan. Dengan bantuan dokter dan pengacara, SHARPS mulai mengumpulkan nama-nama pekerja yang telah meninggal dan penyebab kematiannya. Database mereka mencakup lebih dari 300 kasus dan penyebab yang paling banyak adalah Samsung.

    Sebuah permintaan maaf publik

    Setelah kematian Yu-mi, sang ayah, Hwang Sang-ki, mengajukan klaim kepada Korea Workers’ Compensation and Welfare Service. Sebuah badan kesejahteraan dan kompensasi para pekerja di Korea, atau lebih simpelnya, ini adalah Depnakernya Korea Selatan.

    Badan itu mengatakan tidak ada bukti bahwa Yu-mi terkena Leukemia karena pekerjaannya dan menolak klaim tersebut. Dengan bantuan SHARPS, Hwang mengajukan ke pengadilan pada tahun 2011 dan mendapat keberuntungan, yakni sebuah dokumen internal Samsung yang bocor ke administrator SHARPS, Lee Jong-ran.

    “Ini menunjukkan daftar yang tepat dari bahan-bahan beracun yang digunakan dalam setiap proses dalam pabrik, tidak semua bahan tetapi yang utama, dan mereka benar-benar sangat beracun,” kata Lee.

    Daftar tersebut meliputi bahan kimia seperti hidrogen klorida, amonia, benzena, asam fluorida, asam sulfat dan trichloroethylene.

    SHARPS menemukan seorang ahli untuk melihat daftar itu dan bersaksi tentang bahaya bahan kimia. Pengadilan setuju untuk mendengarkan keterangan dari karyawan Samsung yang bekerja di area yang sama dengan Yu-mi. Setelah pekerja menceritakan kisah mereka, pengadilan pun membatalkan keputusan layanan kompensasi itu.

    Tiga hakim mengatakan, “eksposur yang lama untuk berbagai bahan kimia beracun selama (Yu-mi) dipekerjakan memunculkan atau setidaknya mempercepat perkembangan Leukemia myeloid akut yang dideritanya. Dengan demikian, hubungan kausal proksimat … tampaknya cukup. ”

    Layanan kompensasi mengajukan banding. Samsung mendapat persetujuan dari pengadilan untuk campur tangan di tingkat banding dan menyewa beberapa pengacara Top di Negerinya.

    Pada bulan Mei 2014, setelah bertahun-tahun mengabaikan peringatan dan demonstrasi, wakil ketua Samsung, Kwon Oh-Hyun, mengajukan permintaan maaf publik di TV nasional.

    “Kami menyesal bahwa solusi untuk masalah rumit ini belum ditemukan pada waktu yang tepat, dan kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan permintaan maaf tulus kami kepada orang-orang yang terkena dampak,” katanya. “Kami harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu, dan kami merasakan penyesalan yang mendalam bahwa kami gagal untuk melakukannya dan mengungkapkan permintaan maaf tulus kami.”

    Samsung berjanji untuk menghentikan intervensi dalam kasus-kasus pengadilan yang diajukan terhadap layanan kompensasi dan kompensasi pekerja yang sakit serta keluarga mereka yang meninggal, termasuk ayah Yu-mi, Hwang Sang-ki, dan Han Hye Kyung, wanita muda dari Chuncheon yang memiliki tumor otak.

    Ditanya bagaimana Samsung melindungi pekerja dari bahaya kimia, Park Ji Yun selaku Juru Bicara Samsung mengatakan, “Kami tengah mengatur paparan kimia selama proses manufaktur dari penyimpanan ke pembuangan. Semua karyawan Samsung menerima informasi selama pelatihan dan diamanatkan tentang bahan kimia yang mereka tangani termasuk kemungkinan bahaya yang ditimbulkan oleh zat tersebut,” tuturnya.

    Samsung menolak untuk memberikan salinan mengenai bahan-bahan kimia berbahayanya, dengan mengatakan dalam email bahwa kebijakan dan praktik internal tidak bisa dibagi. Mereka tidak menjelaskan mengapa rincian tentang pelatihan keselamatan kimia perlu dirahasiakan.

    Ditanya mengapa Samsung memberikan kompensasi kepada mantan karyawan mereka, Park menjawab, “Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Bukan karena kami memiliki mandat hukum atau pengadilan memerintahkan untuk melakukannya atau bahkan bukti ilmiah untuk menghubungkan penyakit ini ke tempat kerja.”

    Pada bulan Agustus 2014, Pengadilan Tinggi Seoul menolak banding layanan kompensasi dan memerintahkan untuk memberikan upah yang hilang dan biaya pemakaman untuk keluarga dari dua mantan pekerja Samsung yang meninggal karena Leukemia. Hwang Sang-ki percaya keputusan akan mengubah cara klaim kompensasi.

    Meskipun Samsung memberikan dana bantuan keuangan bulan lalu, namun para aktivis tetap tidak puas. Perusahaan menolak gagasan untuk membayar  sebuah yayasan nirlaba yang akan mengawasi program bantuan dan mengembangkan langkah-langkah untuk mencegah penyakit di tempat kerja. Sebuah komite mediasi tidak mengikat telah meminta perusahaan untuk mempertimbangkan kembali. [AK/IF]

  • Cloud Computing, Apa dan Mengapa?

    Cloud Computing, Apa dan Mengapa?

    Pada era big data seperti sekarang ini, kita tentunya sudah sangat akrab dengan istilah Cloud Computing. Bahkan hampir setiap smartphone kelas menengah hingga premium pun memberikan sebuah fitur untuk para pengguna mereka mengakses cloud. Sebut saja, Iphone dengan Icloud nya, kemudian Asus dengan Asus web storage mereka, hingga Xiaomi yang mulai “pede” memperkenalkan MiCloud andalannya.

    Namun, sebagian pengguna smartphone di Indonesia belum benar-benar memahami apa itu cloud serta fungsi dari fitur itu sendiri. Untuk lebih memperbaharui informasi kita seputar cloud, simak ulasan yang telah kami himpun berikut ini.

    Apa itu Cloud Computing ?

    Cloud Computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Awan (cloud) sendiri merupakan istilah lain dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer.

    Seperti halnya awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Sederhana nya, cloud merupakan sebuah server yang kita sendiri para penggunanya tidak mengetahui bentuk fisiknya dan tidak seperti rak server konvensional yang cukup menguras tempat.

    Sementara untuk komputasi awan sendiri adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service),  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”)  tanpa mengetahui apa saja yang terdapat di dalamnya, atau  infrastruktur teknologi apa yang mendukungnya.

    Jika ditanya, apakah cloud computing membutuhkan akses internet? Jawabannya ya, tentu saja akses internet dibutuhkan, karena membutuhkan jalur internet dan juga data untuk mengakses server pada cloud tersebut.

    Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.

    Jenis-Jenis Layanan Cloud Computing

    Seperti halnya sebuah layanan, Cloud Computing biasanya juga memiiliki range layanan tertentu yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah jenis-jenis atau service model dari layanan cloud secara umum.

    • Internet as a Service

    IaaS adalah sebuah model layanan dimana penyedia cloud menyediakan hardware / perangkat keras (komputer server, penyimpanan data, jaringan, dll) untuk pelanggan. Manajemen perangkat keras menjadi tanggung jawab penyedia layanan, dan pelanggan mengontrol operating system serta aplikasi yang diinstal ke dalam server.

    Contoh: Penyedia layanan hosting (Neohoster, GoDaddy, dll), vCloud Express Services (misalnya BlueLock, Hosting.Com, Melboure IT, Terremark), Private cloud yang di-deploy dan di-manage oleh sebuah departemen IT sebagai layanan kepada bisnis unit lainnya (pelanggan di dalam sebuah organisasi), Azure Service dengan VM role.

    • Platform as a Service (PaaS)

    PaaS adalah model layanan yang menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan / develop sebuah aplikasi pada cloud. PaaS menawarkan fasilitas untuk mengembangkan, testing, deployment, hingga maintenance aplikasi tanpa harus membeli infrastruktur dan software environment (Operating System)

    Contoh: Windows Azure Platform, Google App Engine, VMforce.com

    • Software as a Service (SaaS)

    SaaS adalah model layanan dimana pelanggan cloud menggunakan aplikasi yang sudah disediakan dalam cloud. SaaS adalah bentuk cloud yang paling umum digunakan saat ini

    Contoh: Office 365, Salesforce.com, Hosted Exchange, Salesforce.com

    Contoh Implementasi Cloud

    Contoh pengaplikasian dari cloud computing sebenarnya telah kita gunakan dikeseharian kita, namun terkadang kita sendiri yang kurang menyadari akan hal itu. Sebagai contoh sederhana, ketika kita mengupload foto ke facebook atau sosial media yang lain, kita tidak pernah memikirkan bagaimana dan dimana facebook menyimpan foto kita, namun kita masih bisa melihat dan mengakses foto kita bahkan mengunduh nya kembali ke komputer atau device pribadi lainnya. Tentunya hal tersebut membutuhkan koneksi jaringan internet. Beberapa contoh lain seperti Dropbox, google drive, dan masih banyak lagi penyedia jasa layanan storage lainnya.

    Layanan Cloud juga terbagi menjadi tiga golongan, yaitu Private Cloud, Public Cloud, serta Hybrid Cloud.

    1. Public Cloud

    Public Cloud adalah layanan  infrastruktur yang disediakan off-site melalui Internet. Public Cloud ini menawarkan level yang tinggi dari efisiensi share resources. Namun, mereka juga lebih rentan dari pada private Cloud. Public Cloud adalah pilihan yang tepat dengan kondisi seperti, beban kerja standar untuk aplikasi yang digunakan oleh banyak orang, seperti e -mail. Pengguna memerlukan kapasitas tambahan. Banyak eksekutif departemen TI mengkhawatirkan keamanan Public Cloud dan kehandalannya.

    Luangkan waktu untuk memastikan bahwa Anda memiliki perencanaan yang baik untuk masalah keamanan, atau penghematan biaya jangka pendek, karena jika tidak hal ini bisa berubah menjadi mimpi buruk jangka – panjang bagi perusahaan anda.

    2. Private Cloud

    Private Cloud adalah salah satu layanan di mana infrastruktur diselenggarakan di private network. Private Cloud ini menawarkan tingkat keamanan dan kontrol yang tinggi, tapi perusahaan harus tetap membeli dan memelihara software dan infrastuktur, yang mana hal itu bisa menguras biaya. Jika sebuah perusahaan bergerak di bidang perbankan atau menghadirkan jasa telekomunikasi, maka private cloud adalah solusi yang tepat untuk menjamin data anda.

    3. Hybrid Cloud

    Hybrid Cloud mencakup berbagai pilihan public and private dengan beberapa penyedia. Dengan men-share hal-hal di atas Hybrid Cloud, Anda menjaga setiap aspek di bisnis Anda dalam lingkungan yang seifisien mungkin. Anda harus mentrack berbagai platform security yang berbeda dan memastikan bahwa semua aspek dari bisnis Anda dapat terhubung satu sama lain. Berikut adalah beberapa situasi di mana lingkungan hybrid adalah pilihan yang terbaik.

    • Perusahaan Anda ingin menggunakan aplikasi SaaS tetapi mengkhawatirkan keamanan. Vendor SaaS Anda dapat membuat Privat cloud hanya untuk perusahaan Anda di dalam firewall mereka. Mereka menyediakan  virtual private network ( VPN ) untuk keamanan tambahan.
    • Perusahaan Anda menawarkan layanan yang disesuaikan untuk pasar vertikal yang berbeda. Anda dapat menggunakan Public Cloud untuk berinteraksi dengan klien tetapi menyimpan data mereka dijamin dalam private cloud. Persyaratan manajemen Cloud Computing menjadi jauh lebih kompleks bila Anda perlu mengelola private, public, and traditional data centers bersama-sama. Anda harus menambahkan kemampuan untuk penyatuan environments ini.

    Masalah yang dihadapi dalam pengimplementasian Cloud

    Dunia komputasi awan merupakan dunia baru karena tidak semua orang mengetahui teknologi baru tersebut. Karena masih baru tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke dunia luar.

    Contohnya komputasi awan merupakan sarana penyimpanan data melalui jaringan internet maka internet wajib bagi pemakai komputasi awan apabila terjadi masalah dalam internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat karena proses yang terlalu lama. Masalah lain adalah jika suatu perusahaan menggunakan komputasi awan dalam penyimpanan datanya maka akan sangat tergantung pada vendor (penyedia layanan komputasi awan) karena perusahaan tersebut tidak mempunyai server langsung dalam komputasi awan dan juga apabila vendor mempunyai layanan backup yang buruk atau server pada vendor rusak akan menyebabkan kerugian besar pada perusahaan tersebut karena semua data yang tersimpan pada vendor akan mengalami masalah.

    Jika ingin menggunakan komputasi awan juga harus tersedia bandwidth yang besar karena data yang keluar masuk dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan bandwidth yang berukuran besar agar mampu menampung data yang ditransfer.

    Masalah keamanan dan privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu data dalam internet maka itu bisa dilihat oleh masyarakat luas apabila data tersebut sangat rahasia maka bisa menyebabkan kefatalan dalam mengelola sesuatu.

    Selain itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena masih barunya teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data dalam internet.

    Masalah lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak para peretas yang muncul dari berbagai dunia dalam meretas internet membuat vendor harus berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dipakai dalam komputasi awan.

    *dari berbagai sumber*

  • OpenBTS, Apakah Itu?

    OpenBTS, Apakah Itu?

    Untuk sebagian orang, mungkin belum mengetahui apa itu open BTS. Walaupun sudah sering mendengar dari beberapa media dan praktisi IT, namun banyak juga yang tidak tahu pengertian sesungguhnya dari Open BTS tersebut dan apa kegunaan nya bagi industri telekomunikasi Indonesia.

    Beberapa waktu yang lalu, salah satu praktisi IT ternama di Indonesia, Onno W. Purbo pernah memeragakan cara membuat dan mengoperasikan Open BTS tersebut pada salah satu ajang di Bali. Nah, apa sih sebetulnya OpenBTS tersebut? Simak ulasannya berikut ini?

    Pengertian OpenBTS

    Open BTS adalah sebuah aplikasi yang berjalan pada platform linux. Open BTS sejatinya merupakan sebuah aplikasi yang opensource namun dalam pengadaan alatnya/hardwarenya harus membeli. Open BTS sebenarnya tidak berbeda jauh dengan BTS(Base Transceiver Station) pada umumnya.
    Open BTS menggunakan perangkat keras yang bernama USRP(Universal Software Radio Peripheral) untuk memancarkan signal jaringan standar selular (GSM).

    Komponen dasar sistem Open BTS relatif sederhana di bandingkan BTS yang sebenarnya dan cara kerjanya hampir mirip. Open BTS dalam penggunaannya dapat digunakan di daerah yang terpencil dan terisolir dari listrik maupun koneksi internet.

    Sementara itu, USRP sendiri berfungsi sebagai transceiver(pemancar dan penerima) sinyal GSM. Untuk penomoran dan manajemen lalu lintas suara(voice) digunakan aplikasi Asterisk(protokol VoIP SIP). Fungsi Asterisk mirip perangkat MSC(Mobile Switching Center) pada sistem GSM. Karena itu Asterisk juga disebut soft switch karena berbasis piranti lunak. Sedang untuk SMS memakai aplikasi Jabber protokol XMPP. Semua aplikasi ini free dan open source.

    Mengenai jangkauan, OpenBTS ini bisa menjangkau hingga radius 20 km sehingga socok untuk diterapkan di wilayah pelosok yang tidak terjangkau jaringan seluler. Selain itu, SIM card yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan di OpenBTS ini.

    Legalkah ?

    Ketika praktisi Onno w.Purbo mencoba mengimplementasikan OpenBTS di Indonesia, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai penggunaan teknologi Open BTS masih terlarang karena belum ada regulasi yang mengaturnya secara detail.

    Namun, Jika mengacu pada Undang Undang Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi pasal 3; telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antar bangsa. Termasuk dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi Pasal 6. Dari pembeberan pasal-pasal dari regulasi di atas, jelas bahwa penyelenggara jasa teleponi dasar dapat dilakukan oleh non-operator asal ada ijin menteri.

    Sistem kerja OpenBTS

    Skema kerja dari OpenBTS adalah OpenBTS mengganti infrastruktur tradisional dari operator GSM, dari Base Transceiver Station (BTS) ke belakangnya. Dari yang biasanya traffik diteruskan ke Mobile Switching Center (MSC), pada OpenBTS trafik di terminasi pada box yang sama dengan cara mem-forward data ke Asterisk PBX melalui SIP dan Voice-over-IP (VoIP). Sementara itu, referensi air interface (Um) menggunakan software-defined radio (SDR) pada Universal Software Radio Peripheral (USRP) USB board.

    Penerapan OpenBTS

    Penerapan pertama dari OpenBTS adalah ketika dipasang di sebuah negara kecil yang bernama Niue pada 2010 silam. Niue adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan penduduk sekitar 1700 orang yang tidak menarik bagi penyelenggara telekomunikasi mobile. Struktur biaya OpenBTS sangat cocok untuk Niue yang sangat mendambakan layanan selular tapi tidak bisa membeli sistem base station GSM konvensional. Di papua juga merupakan lokasi penerapan OpenBTS. Tercatat sejak tahun 2014, Kurtis Heimerl membangun OpenBTS di salah satu daerah terpencil dekat wamena.

    Demikianlah sedikit informasi mengenai OpenBTS. Jika memang anda memiliki informasi lebih detail mengenai OpenBTS, silahkan submit komentar di kolom komentar yang sudah disediakan.

  • Mengenali Ransomware dan Tips Pencegahannya

    Mengenali Ransomware dan Tips Pencegahannya

    Jakarta – Salah satu virus yang sedang naik daun yaitu Ransomware cukup mengegerkan publik dunia beberapa waktu lalu. Ransomware sendiri memang identik dengan situs porno dengan melihat kecenderungan para pengunjung di situs dewasa tersebut.

    Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai malware yang sedang jadi buah bibir ini, mari kita simak ulasan mengenai Ransomware yang telah di rangkum oleh Tim Telko.id.

    Apa itu Ransomware ?

    Ransomware adalah jenis malware yang membatasi akses ke sistem komputer yang menginfeksi dalam beberapa cara, dan meminta para korban untuk membayar sejumlah uang tebusan kepada operator malware tersebut untuk menghapus pembatasan.

    Pada beberapa kasus, ransomware mengenkrip file pada sistem di komputer namun tidak meminta tebusan. Tapi pada kasus lain dan yang saat ini sedang marak adalah virus ini mengunci sistem dan meminta sejumlah uang kepada korban agar akses tersebut dapat di buka kembali. Ransomware biasa nya muncul sebagai trojan dan beberapa diantara nya seperti file yang sah dan bukan seperti virus.

    Ransomware awalnya begitu populer di Rusia. Namun, saat ini jumlah korban yang terjangkit sudah masuk kedalam skala internasional. Hal tersebut terlihat pada Juni 2013, ketika perusahaan antivirus McAfee merilis data jumlah serangan ransomware pada tahun tersebut sebanyak 250.000 serangan dan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat pada kuartal pertama di 2014 lalu.

    Sampai dengan bulan Juni tahun ini, total serangan dari ransomware telah merampas sekitar 15 Juta Dollar Amerika Serikat.

    Cara Kerja Ransomware

    Ransomware biasanya menyebar sebagai trojan dan memasuki komputer melalui sistem. Penetrasi ransomware sejatinya bervariasi, diantara nya hanya menampilkan pemberitahuan peringatan palsu. Sementara penetrasi lain dari ransomware adalah memberikan pemberitahuan palsu dari yang di keluarkan oleh perusahaan atau lembaga  ketika pengguna membuka situs porno ataupun situs software bajakan. Sementara penetrasi lainnya adalah memberikan pemberitahuan palsu mengenai aktivasi software dan meminta pengguna untuk mengaktivasi ulang software.

    Bukan hanya itu, penetrasi dari ransomware lainnya adalah dalam bentuk sebuah aplikasi yang di rancang untuk mengunci atau membatasi sistem sampai pembayaran di lakukan, biasanya dengan menetapkan Windows Shell untuk dirinya sendiri atau bahkan memodifikasi master boot record untuk mencegah sistem operasi dari boot sampai diperbaiki.

    Tebusan uang umum nya menjadi tujuan dari para cracker kepada korbannya dengan menggunakan ransomware ini. Para korban biasanya diminta untuk membayar sejumlah uang melalui transfer bank, sms premium atau payment voucher service.

    Cara mencegah masuknya Ransomware

    Berikut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah perangkat mobile menjadi korban ransomware :

    1.Pastikan perangkat mobile Anda disertai program antivirus. Memang antivirus yang baik harganya mahal, tapi cukup ampuh untuk mengamankan data-data Anda.

    2.Biasakan lakukan back-up semua data Anda. Jaga-jaga jika penjahat kriminal mencuri data Anda dan menghapusnya secara remot.

    3.Jangan unduh data dari sumber yang tidak jelas dan tidak terpercaya. Sebab bisa jadi itu jebakan para penyebar malware.

    4.Hindari mengklik sembarang web, walau itu sangat menggoda.

    5.Sebisa mungkin jangan lakukan jailbreak pada iPhone, iPad atau iPod Touch Anda, karena hal tersebut akan menghilangkan fitur keamanan dari Apple.

    6.Jika menyadari Anda sudah jadi korban ransomware, jangan panik. Coba gunakan antivirus untuk menghapus virus tersebut untuk meminimalisir efek dengan mengkarantinanya.

    7.Jangan menghubungkan perangkat mobile yang sudah terkena virus ke PC atau laptop Anda karena hanya akan menyebarkan virus ke sana.

    8.Serahkan pada ahli keamanan komputer untuk menanganinya. Ini adalah langkah terbaik daripada Anda harus berusaha menyelesaikannya sendiri.

    Untuk PC :
    1. Jangan mengklik sembarang web yang tidak terpercaya.

    2. Hidari website yang mengandung iklan seperti netcoupon, dan lain-lain.

    3. Gunakan antivirus seperti kaspersky yang juga melindungi aktivitas internet anda.

    4. Jangan membuka situs porno. Karena ransomware biasanya sering menyelinap dari situs tersebut.

  • Internet of Things, Bawa Dunia ke Alam Maya

    Internet of Things, Bawa Dunia ke Alam Maya

    Jakarta – Bicara tentang Internet of Things, sebagian dari Anda mungkin akan dengan mudah menyimpulkan, bahwa ini pasti berkaitan dengan sesuatu, dalam hal ini benda, yang berhubungan dengan internet. Well, pengertian ini sebenarnya tidak salah, meski  tidak juga sepenuhnya benar. Pasalnya, Internet of Things tak hanya sekadar berkutat dengan komputer, tablet ataupun smartphone, ini jauh lebih besar dari itu. Internet of Things menggambarkan sebuah dunia di mana apa saja dapat dihubungkan dan berkomunikasi dengan cara yang cerdas. Dengan kata lain, dengan Internet of Things, dunia fisik menjadi salah satu sistem informasi yang besar.

    Apa itu Internet of Things?

    Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep komputasi yang menggambarkan masa depan dimana benda-benda fisik sehari-hari akan terhubung ke Internet dan dapat mengidentifikasi dirinya ke perangkat lain. Istilah ini erat diidentifikasi dengan RFID  (Radio Frequensi Identifity) sebagai metode komunikasi, meskipun dapat juga mencakup teknologi sensor lainnya, teknologi nirkabel atau kode QR.

    IoT penting karena obyek yang dapat mewakili dirinya secara digital menjadi sesuatu yang lebih besar daripada obyek itu sendiri. Tidak lagi hanya sekadar apakah objek itu berhubungan dengan Anda, tetapi kini terhubung ke obyek dan pusat data di sekitar. Ketika banyak objek bertindak bersama-sama, mereka dikenal sebagai memiliki “kecerdasan ambien.” Singkat kata, segala sesuatu dalam hidup kita, mulai dari lampu jalan hingga pelabuhan, akan dibuat “pintar.”

    Istilah Internet of Things pertama kali dicetuskan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT. Saat itu, Ashton menilai Internet of Things memiliki potensi untuk mengubah dunia seperti yang pernah dilakukan oleh Internet, bahkan mungkin lebih baik.

    Saat ini, penelitian pada Internet of Things masih dalam tahap perkembangan, sehingga tidak mengherankan jika definisi standar mengenai hal ini masih belum bisa benar-benar dirumuskan.  Selain dari apa yang dimaksud Ashton, Internet of Things juga memiliki banyak defenisi lainnya di luar sana.

    Casagras (Coordination and support action for global RFID-related activities and standardisation), misalnya, mendefinisakan Internet of Things sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi.

    Infrastruktur sendiri terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi ko-operatif yang independen. Ini juga ditandai dengan tingkat otonom data capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan interoperabilitas.

    Hal yang tak jauh berbeda digulirkan SAP (Systeme, Anwendungen und Produkte). Menurut perusahaan penyedia solusi dari Jerman ini, Internet of Things merupakan dunia dimana benda-benda fisik diintegrasikan ke dalam jaringan informasi secara berkesinambungan, dan di mana benda-benda fisik tersebut berperan aktif dalam proses bisnis. Layanan yang tersedia berinteraksi dengan ‘obyek pintar’ melalui Internet, mencari dan mengubah status mereka sesuai dengan setiap informasi yang dikaitkan, disamping memperhatikan masalah privasi dan keamanan.

    Sementara ETP EPOSS, melihat Internet of Things sebagai jaringan yang dibentuk oleh hal-hal atau benda yang memiliki identitas, pada dunia maya yang beroperasi di ruang itu dengan menggunakan kecerdasan antarmuka untuk terhubung dan berkomunikasi dengan pengguna, konteks sosial dan lingkungan.

    Things dalam Internet of Things

    the-internet-of-thingsSeperti telah kami sebutkan sebelumnya, Internet of Things adalah sebuah konsep yang sangat global, yang defenisinya pun, hingga saat ini belum benar-benar bisa dirumuskan. Dan berbicara tentang Internet of Things, tak bisa hanya dengan mengungkit-ungkit soal komputer, tablet ataupun smartphone, ini jauh lebih  besar dari yang Anda bayangkan.

    Things, dalam Internet of Things bisa berupa orang dengan monitor jantung implan, peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil dengan sensor built-in untuk mengingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah – atau objek alami atau buatan manusia  yang dapat diberi alamat IP dan dilengkapi dengan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan.

    Sejauh ini, Internet of Things dikaitkan paling dekat dengan komunikasi mesin-ke-mesin (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, serta utilitas minyak dan gas. Produk yang dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M sering disebut sebagai cerdas.

    Bagaimana IoT Bekerja?

    Internet of Things bekerja dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman dimana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapapun.

    Di sini, internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut.

    Terdengar mudah, bukan? Tapi tentu saja bukan tanpa kesulitan. Tantangan terbesar dalam melakukan konfigurasi pada Internet of Things adalah menyusun jaringan komunikasi itu sendiri, dimana jaringan tersebut tak hanya terbilang kompleks, tetapi juga memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu, biaya yang mahal juga sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi.

    Implementasi Internet of Things

    20130522%20AMS-IX_infographic%20Internet%20of%20Things%20finalSeperti telah dikemukakan sebelumnya, Internet of Things mengacu pada pengidentifikasian suatu objek yang digambarkan secara virtual di Internet. Jadi dapat dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di dunia maya (Internet).

    Samsung, dalam ajang IFA yang digelar di Berlin, Jerman beberapa waktu lalu mungkin hanyalah satu dari sekian banyak perusahaan yang menunjukkan bagaimana Internet of Things (IoT) sebagai sebuah visi menjadi nyata. Melalui ajang tahunan ini perusahaan asal Korea Selatan itu menampilkan berbagai perangkat baru yang terhubung satu sama lain. Bayangkan bagaimana  televisi di rumah Anda mati dengan sendirinya ketika Anda tanpa sengaja tertidur, atau bagaimana AC  menyesuaikan suhu untuk lingkungan tidur yang sempurna. Pun demikian dengan ketika Anda yang sedang diburu-buru waktu, hanya perlu menggunakan aplikasi di smartphone untuk membuat mesin cuci bekerja.

    Tak hanya itu, bahkan Starbucks dalam beberapa tahun ke depan, dilaporkan berencana menghubungkan kulkas dan mesin kopi milik mereka dengan teknologi yang sama, Internet of Things. Dengan cara ini, mereka dapat meningkatkan pelayanan mereka dengan mengetahui apa saja yang lebih disukai konsumen, meramalkan kebutuhan stock barang (kopi,dan lain-lain), dan masih banyak lainnya yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan keuntungan.

    Bisa dibayangkan bukan, apa jadinya ketika semua benda, bahkan manusia, hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasian? Semua bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi lain, sebut saja “kode batang” (Barcode), Kode QR (QR Code) dan Identifikasi Frekuensi Radio (RFID).

    Teknologi…. 

    • Barcode

    Barcode adalah sebuah kumpulan data optik yang dapat dibaca oleh alat pemindainya. Barcode atau kode batang awalnya digunakan untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini barcode (tipe UPC (Universal Price Codes)) masih banyak digunakan untuk keperluan tersebut.

    Alasannya sederhana, selain karena proses Input data lebih cepat, teknologi barcode juga  lebih tepat, lebih akurat dan hemat. Yang terakhir, dikarena teknologi ini dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang. Tentunya, dengan harga yang juga jauh lebih murah. Apalagi jika dibandingkan dengan RFID. Hal ini kemudian bermuara pada peningkatan Kinerja Manajemen, dimana dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen pun akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.

    Prinsip kerja teknologi barcode juga terbilang sederhana, yakni cukup dengan mendekatkan barcode pada pemindainya, maka pemindai akan memancarkan cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada barcode tersebut.

    • QR Code

    Kode QR atau lebih dikenal dengan sebutan QR Code (Quick Response Code) adalah sebuah barcode dua dimensi yang diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan barcode, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, teknologi yang dikembangkan oleh Denso Wave – salah satu divisi pada Denso Corporation – ini mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal. Oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang.

    Saat ini, QR Code banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline).

    Kehadiran kode ini memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR, melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut .

    • RFID

    RFID atau Identifikasi Frekuensi Radio (Radio Frequensi Identifity) merupakan salah satu teknologi implementasi dari Internet of Things. RFID adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu piranti yang disebut RFID tag atau transponder. Saat ini, RFID  sudah cukup banyak digunakan, dikarenakan kepraktisan dan efisiensinya dalam mendukung segala aktivitas kehidupan manusia. Entah itu pada sektor produksi, distribusi maupun konsumsi.

    Alasannya, label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Sehingga memudahkan penggunanya untuk mendata (mengetahui jumlah maupun keberadaan atau lokasi) barang yang dimilikinya tersebut. Prinsip kerja RFID sangatlah sederhana yaitu RFIDtag (label RFID) memuat informasi dalam bentuk elektronik dan ketika bertemu dengan RFIDreadernya, informasi itu akan dikirimkan ke RFIDreader dalam bentuk gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi Identifity). Sehingga benda tersebut dapat teridentifikasi oleh RFIDreadernya.

    Metode….

    Metode yang digunakan oleh Internet of Things adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Pengimplementasian Internet of Things sendiri biasanya selalu mengikuti keinginan si developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang ia ciptakan, apabila aplikasinya itu diciptakan guna membantu monitoring sebuah ruangan maka pengimplementasian Internet of Things itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan internet yang digunakan.

    Perkembangan teknologi jaringan dan Internet seperti hadirnya IPv6, 4G, dan Wimax, dapat membantu pengimplementasian Internet of Things menjadi lebih optimal, dan memungkinkan jarak yang dapat di lewati menjadi semakin jauh, sehingga semakin memudahkan kita dalam mengontrol sesuatu.

    Kenapa Internet of Things penting?

    Banyak alasannya. Mungkin itu jawaban yang paling pas untuk menggambarkan betapa banyaknya manfaat yang mungkin saja kita dapatkan dari pengembangan teknologi ini. Selain mempermudah pekerjaan, Internet of Things juga memungkinkan kita mengerjakan sesuatu lebih cepat, dan efisien. Kita juga dapat  mendeteksi keberadaan pengguna. Tak peduli di mana pun dia berada. Ambil contoh  barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati.

    Selain itu, dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi. Jadi tidak perlu lagi susah – susah menghitung secara manual. Contoh lain adalah ketika kita bepergian ke sebuah negara seperti misalnya Singapura. Jika kita ingin  menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis, kita cukup menggunakan atau membeli sebuah kartu. Kartu ini biasanya digunakan oleh para wisatawan sebagai pengganti uang untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. Sementara warga setempat menggunakan kartu tanpa pengenal atau kartu pelajar sebagai alat membayarnya. Cara ini lebih efisien dan cepat ketimbang kita harus menggunakan uang tunai. Belum lagi jika kita harus menunggu uang kembalian. Hmm…  kabar baik karena kita di sini juga mulai perlahan menerapkan hal serupa di TransJakarta. (IF/HZ)

  • Fiber Optic, Urat Nadi Jaringan Internet

    Fiber Optic, Urat Nadi Jaringan Internet

    Jakarta – Bagi anda yang sering bergelut di bidang industri TI pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Fiber Optic. Namun buat sebagian orang, istilah ini masih di anggap tabu dan tidak jarang mereka mengartikannya dengan keliru.

    Sebenarnya, saat ini sudah ada rumah-rumah yang mengadopsi teknologi fiber optic ini. Melalui peran beberapa operator, jalur fiber optic sudah sampai di kawasan perumahan dan memiliki kecepatan internet hingga 20mbps.

    Nah, sebetulnya apa sih fiber optic tersebut?

    Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah dari sinar laser atau LED.

    Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah mengambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia.

    Pada tahun 1997 fiber optic menghubungkan seluruh dunia, Fiber-Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

    Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi fiber optic sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

    Cara Kerja Fiber Optik

    Pada prinsipnya fiber optic memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh fiber optic.

    Untuk mengirimkan percakapan-percakapan telepon atau internet melalui fiber optic, sinyal analog dirubah menjadi sinyal digital. Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel melakukan on/off untuk mengirimkan setiap bit sinyal. System fiber optic modern dengan single laser bisa mentransmitkan jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali /second.

    Sebuah kabel fiber optic terbuat dari serat kaca murni, sehingga meski panjangnya berkilo-kilo meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya.

    Kelebihan Fiber Optik

    1. Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan.
    2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi.
    3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang.
    4. Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio.
    5. Tidak ada tenaga listrik dan percikan api.
    6. Tidak berkarat.

    Kekurangan Fiber Optik

    1. Beberapa faktor membatasi efektivitas kabel FO. Selain instalasinya yang mahal, sistem ini mungkin sinyalnya kurang kuat, hal ini disebabkan karena faktor fisik ataupun material.
    2. Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.
    3. Tidak seperti halnya dengan kawat atau plastik, fiber juga lebih sulit untuk disambung.
    4. Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari transmisi yang tidak jelas.
    5. Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

    Saat ini teknologi fiber optic telah diimplementasikan di kota-kota besar di Indonesia. Dan semakin banyak perkembangan pada sistem dari pita serat ini. Sistem terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optic yang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat. (AK/HZ)

  • Survei Membuktikan, Orang Lebih Suka Wi-Fi Ketimbang Sarapan Gratis

    Survei Membuktikan, Orang Lebih Suka Wi-Fi Ketimbang Sarapan Gratis

    JAKARTA – Sebagian besar dari Anda, khususnya yang hobi traveller tentu tidak asing lagi dengan nama Agoda.com. Baru-baru ini, salah satu situs akomodasi terkemuka di dunia itu mengumumkan hasil survei Smarts Travel yang digelarnya beberapa waktu lalu. Menurut hasil, diketahui bahwa wisatawan lebih memilih gratis Wi-Fi di kamar ketimbang gratis sarapan.

    Survei yang dilakukan pada bulan Juli 2015 lalu itu diiuti lebih dari 5.000 pelanggan Agoda.com dari seluruh dunia yang menguraikan apa yang mereka inginkan di kamar hotel.

    Ketika ditanya mana yang lebih mereka suka untuk digratiskan, wisatawan lebih memilih Wi-Fi daripada sarapan. Wi-Fi mendapat 55% suara dan sarapan 45%.

    “Kami tahu keduanya penting untuk pelanggan kami,” kata John Brown,Chief Operating Officer Agoda.com seperti dilansir dari Telecomasia. “Kebanyakan pelaku bisnis perhotelan memahami itu, dan sebagian besar properti di Agoda.com menawarkan harga kamar termasuk Wi-Fi, sarapan atau keduanya,” katanya.

    Namun wisatawan memiliki preferensi yang jelas ketika bicara tentang tempat tidur yang besar. Ketika ditanya apakah mereka lebih memilih tempat tidur lebih besar atau kamar mandi besar, 75% memilih tempat tidur lebih besar. [IF]

  • Multi-Cloud Connect, Integrasikan Cloud Publik dengan MPLS

    Multi-Cloud Connect, Integrasikan Cloud Publik dengan MPLS

    JAKARTA – NTT Com, sebuah perusahaan telekomunikasi asal Jepang baru-baru ini telah meluncurkan sebuah fitur opsional untuk layanan Arcstar Universal One miliknya. Mengusung nama Multi-Cloud Connect, fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses layanan cloud publik pihak ketiga melalui jaringan MPLS berkinerja tinggi untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas.

    Sementara perusahaan terus mempercepat adopsi layanan cloud, di mana sebagian besar layanan ini berbasis cloud publik dan harus diakses melalui internet, kinerja internet yang tidak konsisten menjadi hambatan utama untuk melakukan aktivitas ini. Terutama untuk perusahaan-perusahaan multinasional dengan pengguna akhir yang sangat terdistribusi.

    Multi-Cloud Connect akan mengatasi masalah kinerja tersebut dengan menghubungkan jaringan MPLS Arcstar Universal One langsung ke platform penyedia layanan cloud publik, seperti Microsoft Azure dan Amazon Web Services (AWS).

    Di sini, seperti disampaikan NTT Com dalam keterangan tertulisnya, Multi-Cloud Connect dihubungkan ke Microsoft Azure dan platform cloud AWS melalui keamanan yang ditingkatkan, koneksi private Layer 3, dan bukannya melalui internet.

    Tak hanya itu, dengan memanfaatkan 130 pusat data yang dimilikinya di seluruh dunia, NTT Com juga dapat menyediakan pelangan solusi hibrid yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang berbeda: entah itu campuran on-premise, cloud private (Enterprise Cloud) dan/atau cloud publik.

    Saat ini Multi-Cloud Connect telah menawarkan akses langsung ke Microsoft Azure dan platform cloud AWS di Tokyo, dan rencananya akan diikuti oleh London akhir tahun ini. Sebelum akhirnya terus berkembang secara global ke bagian lain dari Asia dan Amerika Utara. [IF]

  • Intel: Dengan 5G, Semua Orang Bisa Jadi Terminator

    Intel: Dengan 5G, Semua Orang Bisa Jadi Terminator

    JAKARTA – Di saat sebagian orang – termasuk kita di Indonesia – belum bisa merasakan seutuhnya kenikmatan teknologi 4G LTE, beberapa orang di luar sana telah dihadapkan pada teknologi 5G. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan Korea Selatan bahkan telah memberikan sinyal untuk menggelar secara komersial terbatas teknologi tersebut.

    Intel, dalam Forum Developer tahunan yang digelar baru-baru ini menyoal sedikit gambaran tentang teknologi 5G. Menurut perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini, seluruh 5G nantinya akan bekerja seperti jaringan besar dan bahkan benda-benda seperti mobil, skuter serta lemari es akan bekerja pada 5G.

    5G sendiri, seperti diungkapkan eksekutif Intel, berarti kecepatan data yang lebih tinggi – setidaknya 100 kali dan kadang-kadang 1.000 kali lebih tinggi – dengan latensitas ultra-rendah dan faktor bentuk yang benar-benar berbeda.

    Dalam hal ini, mereka menggambarkan 5G sebagai sesuatu yang akan didorong oleh ‘Internet of Things’ (IOT). Dengan versi yang lebih canggih dari augmented reality, virtual reality, real-time, streaming video Ultra HD dan lain-lain menjadi hal lainnya yang ditawarkan.

    Paul McNamara, Wakil Presiden Ericsson Corporate Strategy Group menggambarkan 5G dengan aktivitas mengemudi mobil di jalanan dan memanggang roti. “Bayangkan bahwa kita sedang mengemudi mobil dan jaringan mendeteksi bahwa satu detik di depan kita, ada perlambatan tiba-tiba dan airbag menggelembung. Jaringan ini memiliki 20 milidetik untuk mengirim pesan ke mobil kita yang mengatakan bahwa kita harus menginjak rem. Di saat yang bersamaan, pemanggang roti yang terkoneksi mendeteksi bahwa roti telah matang. Kedua hal yang sangat, sangat berbeda dan mereka membutuhkan jenis karakteristik jaringan yang sangat, sangat berbeda,” katanya.

    Sementara petinggi Intel Sandra Rivera memprediksi bahwa perangkat wearable, chip yang tertanam di dalam tubuh dan lain-lain dapat menjadi tren seiring dengan hadirnya 5G nantinya. “Siapapun bisa menjadi Terminator,” ungkapnya.

    Saat ini, selain memperkenalkan sebuah program bertajuk Intel Networks Builders Fast Track untuk mempercepat inovasi jaringan dan interoperabilitas, Intel juga disebut-sebut telah bekerja sama dengan Nokia Networks, NTT DoCoMo dan SK Telecom, serta institusi akademik untuk pengembangan standar 5G.

    Singkat kata, IDF 2015 melihat 5G sebagai jaringan ‘cerdas’, di mana jaringan akan memungkinkan perangkat untuk terhubung dan berkomunikasi dengan lebih efisien. Jaringan akan memprioritaskan tindakan berdasarkan tingkat kepentingan dan akan mampu untuk mengakomodasi sejumlah perangkat. Perangkat juga akan berkembang dalam hal ukuran, bentuk dan fungsi. Agar hal ini bisa terjadi, perubahan harus terjadi di jaringan inti, yang akan dirancang untuk menjadi lebih fleksibel dan bisa diukur. “Jaringan akan lebih virtual dan interaktif,” pungkas Intel seperti dilansir telecomtalk, Senin (31/8/2015). [IF]