Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • DJI Osmo Mobile 8P, Gimbal Canggih berbekal FrameTap & ActiveTrack 8.0

    DJI Osmo Mobile 8P, Gimbal Canggih berbekal FrameTap & ActiveTrack 8.0

    Telko.id – DJI resmi memperkenalkan Osmo Mobile 8P ke pasar global pada 8 Mei 2026. Gimbal smartphone ini hadir dengan fitur pembingkaian dan pelacakan tingkat lanjut, termasuk pengendali jarak jauh Osmo FrameTap yang dapat dilepas, ActiveTrack 8.0 yang lebih lincah, serta dukungan Apple DockKit untuk pengguna iPhone.

    Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle, menyambut baik kehadiran produk ini. “Sebagai bagian dari komitmen kami di Erajaya Active Lifestyle untuk menghadirkan teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan gaya hidup modern, kami menyambut kehadiran Osmo Mobile 8P dari DJI sebagai solusi yang semakin memudahkan kreator dalam menghasilkan konten berkualitas profesional hanya dengan smartphone,” ujarnya.

    “Melalui fitur pembingkaian dan pelacakan yang semakin canggih, perangkat ini membuka lebih banyak kemungkinan bagi para kreator—baik pemula maupun profesional—untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan lebih presisi dan fleksibel. Kami optimistis, kehadiran Osmo Mobile 8P di Indonesia akan semakin memperkuat ekosistem kreator digital yang terus berkembang, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perangkat imaging berteknologi tinggi,” ujar Djohan.

    Content image for article: DJI Osmo Mobile 8P Resmi: Gimbal Canggih dengan FrameTap & ActiveTrack 8.0

    Gimbal ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreator konten yang menginginkan hasil profesional tanpa harus menggunakan kamera besar. Inovasi utama terletak pada Osmo FrameTap, sebuah pengendali jarak jauh yang dapat dilepas dan dilengkapi layar untuk menampilkan pratinjau langsung dari ponsel.

    Kreator bisa mengambil swafoto menggunakan kamera belakang berkualitas tinggi atau mengarahkan bidikan dari jarak jauh dengan presisi.

    Joystick yang intuitif pada FrameTap memberikan kendali penuh atas gerakan gimbal dan zoom. Tak hanya itu, kecerahan dan suhu cahaya pengisi pada Modul Multifungsi 2 dapat disesuaikan hingga delapan tingkat.

    Desain magnetiknya memudahkan modul untuk dipasang di pegangan gimbal atau dilepas dengan cepat, memberikan fleksibilitas maksimal saat pengambilan gambar.

    Bagi kreator yang sering merekam di keramaian, ActiveTrack 8.0 menjadi andalan. Fitur pelacakan subjek ini mampu menjaga objek tetap di tengah bingkai meskipun berada di lingkungan kompleks seperti konser atau acara olahraga.

    Sistem ini sangat efektif menavigasi di sekitar halangan dan menangani perpindahan cepat. Modul Multifungsi 2 juga dapat melacak lebih dari sekadar manusia dan hewan peliharaan, termasuk objek umum seperti mobil dan landmark.

    Pengguna iPhone mendapatkan keuntungan tambahan berkat dukungan Apple DockKit. Dengan fitur ini, kreator dapat melacak subjek tanpa hambatan langsung melalui aplikasi kamera bawaan iPhone, tanpa perlu membuka aplikasi pihak ketiga. Integrasi ini membuat proses perekaman menjadi lebih mulus dan efisien.

    Dari segi desain, Osmo Mobile 8P mengusung gimbal 3-sumbu dengan stabilisasi generasi kedelapan DJI. Bobotnya sekitar 386 gram, membuatnya cukup ringan untuk dibawa bepergian. Perangkat ini dilengkapi tripod bawaan yang dapat dibuka lebih lebar untuk stabilitas lebih baik di berbagai permukaan, serta tongkat ekstensi 215 mm untuk variasi sudut pengambilan gambar.

    Content image for article: DJI Osmo Mobile 8P Resmi: Gimbal Canggih dengan FrameTap & ActiveTrack 8.0

    Daya tahan baterai mencapai 10 jam dalam sekali pengisian penuh. Port USB-C bawaan memungkinkan gimbal berfungsi sebagai power bank untuk mengisi daya ponsel, fitur yang sangat berguna untuk perekaman luar ruangan dalam waktu lama atau sesi live streaming.

    Aplikasi DJI Mimo menjadi pusat kendali kreatif dengan beragam mode sinematik intuitif. Fitur Terbaru seperti DynamicZoom menghadirkan efek visual peregangan dan kompresi ala film blockbuster melalui mode Move In dan Move Out. Slow Shutter menangkap jejak cahaya halus, sangat unggul untuk pemandangan malam dan kondisi minim cahaya.

    Action Shot mempertahankan pembingkaian mulus untuk subjek berkecepatan tinggi, ideal untuk atlet atau penari. Mode layar lebar merekam langsung dalam format klasik 2,35:1, menghasilkan tekstur film profesional tanpa perlu pemotongan saat pascaproduksi.

    Fleksibilitas sudut pengambilan gambar juga menjadi nilai jual utama. Putaran tak terbatas 360° pada gimbal memungkinkan panorama mulus dari sudut mana pun melalui rotasi horizontal tanpa batas.

    Dikombinasikan dengan pelacakan cerdas, perangkat ini terus mengunci subjek yang bergerak untuk rekaman profesional. Pengambilan gambar sudut rendah juga dapat dilakukan dengan memiringkan sumbu pan ke depan, sehingga kreator bisa menangkap dunia dari sudut pandang setinggi mata anak-anak atau hewan peliharaan.

    Bagi yang penasaran dengan inovasi gimbal lain, Spesifikasi Lengkap dari Honor Robot Phone juga menawarkan pendekatan unik dengan gimbal 3-aksis terintegrasi pada ponsel.

    DJI Osmo Mobile 8P tersedia dalam tiga konfigurasi paket penjualan. Osmo Mobile 8P Standard Combo dibanderol Rp2.038.000, sudah termasuk gimbal, DJI OM Magnetic Phone Clamp 5, Osmo FrameTap, kabel daya, kabel pengisi daya ponsel, dan tas penyimpanan.

    Osmo Mobile 8P Advanced Tracking Combo seharga Rp2.490.000 menambahkan Modul Multifungsi 2 ke dalam paket Standard Combo. Sementara itu, Osmo Mobile 8P Creator Combo seharga Rp3.119.000 merupakan paket terlengkap yang mencakup Advanced Tracking Combo plus DJI Mic Series Mobile Receiver, DJI Mic Mini 2 Transmitter, dan aksesori audio lainnya.

    Pembelian dapat dilakukan melalui DJI Official Online Store di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, dan eraspace.com. Secara offline, produk ini tersedia di DJI Store, Urban Republic, Erafone, iBox, dan toko kamera pilihan terdekat.

    Kehadiran Osmo Mobile 8P menegaskan komitmen DJI dalam menghadirkan alat kreatif yang memberdayakan kreator konten. Dengan kombinasi pelacakan cerdas, stabilisasi unggul, dan kontrol presisi, gimbal ini menjadi pilihan menarik bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas video dari smartphone mereka. (Icha)

  • Nvidia Suntik Rp 5 Triliun ke Produsen Gorilla Glass

    Nvidia Suntik Rp 5 Triliun ke Produsen Gorilla Glass

    Telko.id – Nvidia dikabarkan menginvestasikan US$300 juta (sekitar Rp 5 triliun) ke Corning Incorporated, perusahaan pembuat Gorilla Glass, untuk memperkuat infrastruktur pendukung industri AI.

    Investasi ini tidak berkaitan langsung dengan layar smartphone, melainkan fokus pada pengembangan teknologi kaca optik dan serat fiber yang menjadi fondasi utama pusat data AI modern.

    Langkah ini tidak hanya memastikan pasokan perangkat keras Nvidia berjalan mulus, tetapi juga memberikan Nvidia kendali atas porsi dari produksi serat optik di wilayah AS.

    Melalui perjanjian kerja sama jangka panjang ini, tiga pabrik baru tersebut akan didirikan di negara bagian Carolina Utara dan Texas. Proyek ini diproyeksikan bakal menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

    Suntikan dana dari Nvidia ini dipastikan akan melipatgandakan hasil produksi serat optik Corning di AS hingga 10 kali lipat. Secara keseluruhan, kapasitas produksi serat optik domestik AS juga akan terdongkrak lebih dari 50 persen.

    Baca Juga:

    Corning sendiri dikenal luas lewat Gorilla Glass di smartphone, namun perusahaan ini juga merupakan pemain penting dalam industri fiber optik dan material kaca khusus untuk jaringan data center.

    Infrastruktur semacam ini menjadi sangat krusial karena model AI modern membutuhkan pertukuran data dalam jumlah masif antar chip dan server secara real-time.

    Langkah Nvidia menunjukkan bahwa persaingan Ai kini tidak lagi hanya soal chip dan model AI, tetapi juga menyangkut seluruh rantai infrastruktur pendukung.

    Semakin besar model AI yang dikembangkan, semakin tinggi pula kebutuhan bandwidth dan efisiensi jaringan antar server. Tanpa koneksi data yang memadai, performa GPU AI tidak bisa dimaksimalkan sepenuhnya.

    Investasi ini juga menandakan perubahan arah industri teknologi, di mana perusahaan AI mulai masuk ke sektor infrastruktur fisik seperti jaringan optik, pendinginan data center, hingga pasokan energi.

    Artinya, perang AI global kini berkembang menjadi persaingan membangun ekosistem teknologi secara menyuluruh.

    Namun, ada satu catatan yang patut digarisbawahi dari kesepakatan ini. Dalam siaran persnya, dijelaskan bahwa pabrik-pabrik baru ini hanya akan memasok konektivitas optik ke pusat data hyperscale yang menggunakan “komputasi berakselerasi Nvidia” saja.

    Artinya, alih-alih membantu mengatasi krisis pasokan kabel optik untuk seluruh industri, Nvidia merancang kesepakatan ini untuk secara eksklusif melayani klien yang menggunakan perangkat keras AI buatannya.

    CEO sekaligus pendiri Nvidia, Jensen Huang, menyebut langkah ini sebagai fondasi penting bagi pergerakan industri AI di masa depan yang berjalan dengan sangat cepat.

    “AI mendorong pembangunan infrastruktur terbesar di zaman kita, dan ini menjadi peluang sekali dalam satu generasi untuk menghidupkan kembali manufaktur serta rantai pasokan Amerika,” ujar Huang, dilansir dari Toms Hardware.

    Huang menambahkan bahwa kolaborasi bersama Corning ini bertujuan untuk menciptakan masa depan komputasi melalui teknologi optik tingkat lanjut.

    “Membangun fondasi bagi infrastruktur AI di mana kecerdasan bergerak secepat kecepatan cahaya, sambil memajukan tradisi kebanggaan Made in America,” pungkasnya.

    Kerja sama ini dapat mempercepat pembangunan pusat data AI generasi baru dengan kapasitas lebih besar dan efisiensi lebih tinggi.

    Sementara bagi pengguna, dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi infrastruktur seperti ini menjadi fondasi penting agar layanan AI masa depan bisa berjalan lebih cepat, stabil, dan responsive.

  • China Mulai Batasi Penggunaan AI Agent OpenClaw

    China Mulai Batasi Penggunaan AI Agent OpenClaw

    Telko.id – Pemerintah China mulai memperketat penggunaan agen AI bernama OpenClaw setelah muncul kekhawatiran terkait keamanan data dan potensi penyalahgunaan sistem.

    Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan milik negara (BUMN) milik China dilaporkan memperingatkan pegawai instansi pemerintahan mereka agar tidak memasang aplikasi OpenClaw di perangkat kerja.

    Langkah tersebut dilakukan karena regulator China khawatir teknologi tersebut berpotensi menimbulkan masalah keamanan. Misalnya kebocoran data, penghapusan data tanpa sengaja, hingga penyalahgunaan informasi pengguna.

    Beberapa laporan keamanan bahkan menyebut AI agent seperti ini rentan terhadap prompt injection attack, yaitu manipulasi instruksi agat AI menjalankan perintah berbahaya tanpa disadari pengguna.

    Berbeda dengan chatbot AI biasa, OpenClaw merupakan AI agent otonom yang dapat menjalankan berbagai tugas secara mandiri di komputer pengguna. Sistem ini mampu mengakses browser, menjalankan perintah terminal, mengelola aplikasi, bahkan mengoperasikan perangkat selama 24 jam tanpa interaksi terus-menerus dari pengguna.

    Baca Juga:

    Ironisnya, OpenClaw sempat berkembang pesat di China karena banyak developer lokal mengadaptasinya menggunakan model AI domestik seperti DeepSeek.

    Bahkan beberapa wilayah teknologi di China sebelumnya mendukung pengembangan ekosistem AI agent sebagai bagian dari strategi nasional ‘AI Plus’.

    Namun setelah popularitasnya melonjak,pemerintah mulai mengambil langkah lebih hati-hati terkait dampak keamanan dan kontrol teknologi tersebut.

    Menurut sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, instansi pemerintah dan perusahaan milik negara di China telah memperingatkan pegawai agar tidak memasang OpenClaw di perangkat kerja karena alasan keamanan.

    Pegawai yang terlanjur menginstal aplikasi terkait juga diminta melapor kepada atasan agar perangkatnya dapat diperiksa dan aplikasinya kemungkinan dihapus.

    Beberapa pegawai, termasuk di bank milik negara dan lembaga pemerintah, bahkan disebut dilarang memasang OpenClaw baik di komputer kantor maupun di ponsel pribadi yang terhubung dengan jaringan kantor.

    Salah satu sumber juga menyebut pembatasan tersebut dalam beberapa kasus turut berlaku bagi keluarga personel militer.

    Menurut laporan The Business Times dan Reuters, kekhawatiran utama pemerintah China berkaitan dengan akses luas yang dimiliki AI agent seperti OpenClaw terhadap sistem perangkat.

    Agar dapat menjalankan berbagai tugas otomatis, AI ini biasanya membutuhkan izin untuk mengakses data pengguna, aplikasi lain, serta koneksi jaringan internet.

    Akses yang luas tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko keamanan, seperti kebocoran data sensitif, penghapusan data secara tidak sengaja, hingga kemungkinan penyalahgunaan akses oleh pihak luar.

    Bagi pengguna, kasus ini menjadi pengingat bahwa AI agent bukan sekedar alat produktivitas biasa. Semakin besar akses yang diberikan ke AI, semakin besar pula Risiko keamanan dan privasi yang harus diperhatikan.

  • Signify Luncurkan Platform Interact Terbaru dan Program Keberlanjutan 2030

    Signify Luncurkan Platform Interact Terbaru dan Program Keberlanjutan 2030

    Telko.id – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin global di bidang pencahayaan, resmi mengumumkan program keberlanjutan terbaru bertajuk ‘Brighter Lives, Better World 2030’.

    Bersamaan dengan itu, perusahaan juga meluncurkan solusi pencahayaan terkoneksi generasi terbaru dari platform Interact.

    Langkah ini memperkuat komitmen Signify dalam menghadirkan lingkungan yang lebih cerdas, rendah karbon, dan efisien.

    Program ini dirancang untuk merespons lonjakan kebutuhan listrik global, kelangkaan sumber daya, serta fluktuasi harga energi.

    Pada akhir 2030, Signify menargetkan penghematan energi kumulatif sebesar 60 TWh untuk pelanggan. Perusahaan juga berkomitmen mengurangi intensitas emisi CO₂ portofolio hingga 35% per tahun.

    Selain itu, Signify menargetkan 41% pendapatan berasal dari solusi yang memberikan manfaat lebih dari sekadar penerangan, seperti keselamatan, keamanan, kesehatan, hingga produksi pangan.

    Dorongan untuk Efisiensi Energi di Asia Tenggara

    Jitender Khurana, Chief Executive Officer of Professional Business for Southeast Asia & Far East Signify, menekankan urgensi transisi energi di kawasan ini.

    “Permintaan energi di Asia Tenggara terus meningkat, dan hampir 80% di antaranya masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan yang sangat serius,” ujarnya.

    Content image for article: Signify Luncurkan Program Keberlanjutan 2030 dan Platform Interact Terbaru

    Khurana menambahkan bahwa bangunan menyumbang 40% dari total konsumsi energi dan emisi global. “Meningkatkan sistem pencahayaan menjadi salah satu langkah paling cepat dan efektif. Langkah ini berpotensi mengurangi penggunaan energi hingga 80%,” jelasnya.

    Melalui program ini, Signify mengajak mitra untuk bertindak sekarang dengan sistem cerdas dan solusi berbasis data.

    Untuk mendukung ekonomi sirkular, Signify memperkenalkan kerangka kerja “use less, use longer, use again”.

    Dua program utama yang diluncurkan adalah Signify Circle untuk pelanggan profesional dan Signify Switch untuk transisi efisiensi energi. Signify Circle mencakup produk sirkular, Light as a Service, remanufaktur, serta suku cadang dan upgrade kits.

    Empat Solusi Baru Platform Interact

    Dalam menerjemahkan tujuan keberlanjutan menjadi aksi nyata, Signify memperkenalkan empat tambahan utama pada platform Interact di pameran Light + Building, Frankfurt.

    Solusi ini memanfaatkan data real-time untuk mengoptimalkan penggunaan energi di seluruh bangunan dan jaringan penerangan kota berskala besar.

    Content image for article: Signify Luncurkan Program Keberlanjutan 2030 dan Platform Interact Terbaru

    Pertama, Interact for Intelligent Buildings telah dipercaya di lebih dari 40.000 proyek global. Solusi ini mengubah bangunan menjadi lingkungan cerdas dengan pemantauan terpusat dan real-time.

    Pemilik bangunan dapat mengoptimalkan pencahayaan secara otomatis, mengurangi biaya operasional, dan memaksimalkan penghematan energi.

    Kedua, Interact EasyConnect menyederhanakan penerapan pencahayaan terkoneksi di area outdoor. Solusi ini menggunakan konektivitas seluler dan hybrid, sehingga menghilangkan kebutuhan instalasi kabel yang rumit.

    Kota dan pemerintah daerah dapat bertransisi menuju jaringan pencahayaan yang terukur dan future-ready.

    Ketiga, Central Management System (CMS) menyediakan platform digital terpadu untuk memantau, mengontrol, dan mengelola jaringan pencahayaan outdoor berskala besar dari jarak jauh. Sistem ini meningkatkan efisiensi maintenance dan memastikan kinerja pencahayaan yang konsisten di seluruh lingkungan perkotaan.

    Keempat, Traffic and Weather Adaptive Lighting Systems menyesuaikan tingkat pencahayaan secara dinamis dengan kondisi arus lalu lintas dan cuaca.

    Dibandingkan penjadwalan tetap, pendekatan cerdas ini meningkatkan keselamatan jalan saat dibutuhkan sekaligus meminimalkan konsumsi energi selama periode aktivitas rendah.

    As Tempelman, Chief Executive Officer Signify, mengatakan program ‘Brighter Lives, Better World 2030’ didesain untuk menghadirkan solusi yang meningkatkan kualitas hidup.

    “Inisiatif ini menunjukkan bahwa dampak dan peluang berjalan beriringan karena kami menciptakan nilai nyata bagi masyarakat sekaligus membangun perusahaan yang lebih kuat dan tangguh,” ujarnya.

    Langkah Signify ini sejalan dengan upaya global dalam mewujudkan wisata berkelanjutan dan destinasi hijau. Sebelumnya, perusahaan juga telah berkolaborasi dengan ITDC untuk mewujudkan kawasan pariwisata yang ramah lingkungan.

    Selain itu, Signify juga ditunjuk sebagai penyedia pilihan FIFA untuk lampu sorot stadion, menunjukkan kredibilitas global perusahaan.

    Dengan kedua inisiatif yang berjalan, Signify memperkuat komitmen terhadap masa depan yang tangguh. Perusahaan memajukan manufaktur berdampak rendah, rantai pasok yang etis, dan akses pencahayaan di komunitas yang kurang terlayani.

    Dipandu prinsip bahwa dampak perusahaan dan peluang pasar harus berjalan beriringan, Signify terus menciptakan nilai jangka panjang melalui program keberlanjutan dan inovasi IoT. (Icha)

  • Shokz OpenFit Pro, Open-Ear Noise Reduction

    Shokz OpenFit Pro, Open-Ear Noise Reduction

    Telko.id – Erajaya Active Lifestyle bersama Shokz resmi meluncurkan OpenFit Pro di Indonesia. Open-ear flagship terbaru ini hadir dengan teknologi Dolby Atmos, noise reduction canggih, serta daya tahan baterai hingga 50 jam.

    Produk ini dirancang untuk memberikan pengalaman audio lebih imersif dan nyaman bagi pengguna aktif masa kini. Shokz OpenFit Pro menjadi varian tertinggi dari lini open-ear mereka dengan peningkatan signifikan di berbagai aspek.

    Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle mengungkapkan, “Sebagai bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, kami menyambut kehadiran OpenFit Pro di Indonesia. Produk ini tidak hanya menawarkan kualitas audio premium, tetapi juga kenyamanan dan fleksibilitas untuk mendukung gaya hidup aktif dan produktif.”

    Peluncuran ini menegaskan komitmen Erajaya Active Lifestyle dalam menghadirkan produk audio berkualitas. Sebelumnya, perusahaan juga telah menghadirkan Shokz true wireless earbuds pertama di pasar Indonesia.

    Kualitas Audio dan Fitur Unggulan

    Mengusung kualitas suara yang ditingkatkan, OpenFit Pro menghadirkan dynamic sound dengan detail lebih kaya dan minim distorsi. Perangkat ini telah dioptimalkan dengan teknologi Dolby Atmos untuk pengalaman mendengarkan yang lebih imersif.

    Salah satu inovasi utama adalah penggunaan synchronized dual-diaphragm driver dengan teknologi Shokz SuperBoost™. Teknologi ini mampu menghasilkan suara high yang halus, mid yang seimbang, serta bass yang dalam dan presisi.

    Teknologi DirectPitch™ 3.0 juga hadir untuk meminimalkan kebocoran suara. Hal ini menjaga pengalaman mendengarkan tetap lebih privat bagi pengguna.

    OpenFit Pro menjadi headphone pertama dari Shokz yang dilengkapi fitur Open-Ear Noise Reduction. Didukung Advanced Acoustic Modelling, fitur ini mampu menyesuaikan performa noise reduction dengan berbagai bentuk telinga pengguna.

    Untuk kebutuhan komunikasi, perangkat ini dibekali Triple Mic System dengan dukungan AI voice recognition. Sistem ini mampu mereduksi hingga 99,4% kebisingan latar belakang. Bahkan dalam kondisi berangin hingga 25 km/jam, suara tetap terdengar jernih berkat teknologi wind-control.

    Kenyamanan dan Daya Tahan Baterai

    Desain open-ear khas Shokz tetap dipertahankan dengan peningkatan material. OpenFit Pro menggunakan Ultra-Soft Silicone™ 2.0 yang lebih lembut dan ramah di kulit.

    Ear hook berbahan nickel-titanium alloy yang fleksibel memastikan perangkat dapat menyesuaikan berbagai bentuk telinga. Pengguna dapat merasa nyaman meskipun digunakan dalam waktu lama tanpa tekanan.

    Dari sisi baterai, OpenFit Pro menawarkan performa yang mumpuni. Dalam satu kali pengisian daya, perangkat ini mampu digunakan hingga 12 jam. Total penggunaan bisa mencapai 50 jam dengan charging case.

    Fitur quick charge memungkinkan penggunaan hingga 2,5 jam hanya dengan pengisian singkat selama 5 menit. Fitur ini ideal untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.

    Kinerja positif Erajaya Active Lifestyle juga tercermin dari laporan keuangan. Perusahaan baru saja mencatatkan penjualan bersih yang naik 22,8% YoY.

    Ketersediaan dan Harga

    OpenFit Pro kini telah tersedia di seluruh Shokz Monostore serta platform online seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok melalui Shokz Official Store. Produk ini juga dapat ditemukan di berbagai channel distribusi seperti Urban Republic dan Eraspace.com.

    Tersedia dalam dua pilihan warna, hitam dan putih. OpenFit Pro dibanderol dengan harga Rp4.499.000.

    Kehadiran Shokz OpenFit Pro menjadi bagian dari upaya Erajaya Active Lifestyle (ERAL) dalam menghadirkan inovasi teknologi dari berbagai brand global kepada konsumen Indonesia. Melalui kolaborasi ini, ERAL memperluas portofolio produk gaya hidup aktif.

    Ekspansi bisnis juga terus dilakukan perusahaan. Baru-baru ini, Erajaya Active Lifestyle melakukan ekspansi ke Balikpapan dan Surabaya.

    Dengan hadirnya OpenFit Pro, Shokz semakin memperkuat posisinya di pasar audio wearable Indonesia. Produk ini menawarkan kombinasi kualitas audio premium, kenyamanan, dan daya tahan baterai yang mumpuni. (Icha)

  • Bisnis AI Claude Makin Kencang, Ini Penyebabnya!

    Bisnis AI Claude Makin Kencang, Ini Penyebabnya!

    Telko.id – Pertumbuhan bisnis AI milik Anthropic, yaitu Claude, disebut semakin melesat dalam beberapa bulan terakhir. Model AI ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan karena dinilai unggul dalam kemampuan analisis, penulisan, hingga pemrosesan dokumen dalam skala besar.

    Kondisi tersebut membuat Claude kini menjadi salah satu pesaing terkuat bagi ChatGPT dan Gemini di pasar AI generatif.

    Melansir dari Kompas Tekno, perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik Claude, Anthropic, dikabarkan menyalip OpenAI dalam hal valuasi di pasar sekunder (secondary market).

    CEO Forge Global, Kelly Rodriques, mengonfirmasi bahwa valuasi Anthropic di platform tersebut kini berada di kisaran 1 triliun dollar AS. Sementara OpenAI diperdagangkan di sekitar 880 miliar dollar AS atau setara Rp 14.886 triliun di platform yang sama.

    Baca Juga:

    Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Claude adalah meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja profesional. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk membantu produktivitas harian, seperti merangkum dokumen, membuat laporan, membantu coding, hingga menganalisis data.

    Dalam hal ini, Claude dianggap memiliki keunggulan pada kemampuan memahami konteks panjang dan menghasilkan jawaban yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis.

    Anthropic juga dinilai berhasil membangun citra Claude sebagai AI yang lebih aman dan terkontrol. Perusahaan sejak awal fokus mengembangkan pendekatan constitutional AI, yaitu metode pelatihan yang dirancang agar AI dapat memberikan respons lebih sesuai aturan dan mengurangi risiko jawaban berbahaya atau menyesatkan.

    Pendekatan tersebut membuat banyak perusahaan lebih percaya menggunakan Claude untuk kebutuhan enterprise.

    Selain itu, integrasi Claude ke berbagai platform kerja juga menjadi alasan pertumbuhannya semakin cepat. AI ini kini mulai terhubung dengan software produktivitas, tools coding, hingga aplikasi kreatif, sehingga pengguna dapat memanfaatkan AI langsung di dalam workflow mereka tanpa harus berpindah platform.

    Strategi ini membuat penggunaan AI menjadi lebih praktis dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.

    Dari sisi bisnis, Anthropic juga mendapat dukungan besar dari berbagai perusahaan teknologi global. Investasi miliaran dolar dari Amazon dan Google membantu perusahaan memperluas infrastruktur komputasi AI sekaligus mempercepat pengembangan model terbaru Claude.

    Dukungan tersebut membuat Anthropic mampu bersaing di tengah kebutuhan komputasi AI yang semakin mahal.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan industri AI kini tidak lagi hanya soal siapa memiliki chatbot paling populer, tetapi juga siapa yang mampu menghadirkan AI yang paling berguna untuk kebutuhan nyata di dunia kerja.

    Jika tren ini terus berlanjut, Claude berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam transformasi penggunaan AI di sektor enterprise.

  • Startup Bangun Data Center AI di Tengah Laut

    Startup Bangun Data Center AI di Tengah Laut

    Telko.id – Kebutuhan infrastruktur AI yang terus meningkat mulai mendorong munculnya konsep pusat data generasi baru. Salah satunya datang dari startup bernama Panthalassa, yang mengembangkan data center AI di tengah laut dengan memanfaatkan tenaga ombak sebagai sumber listrik utama.

    Energi laut lepas dan komputasi lepas pantai akan berkembang lebih cepat daripada pusat data di darat membuat perusahaan ini berhasil mengantongi pendanaan Seri B sebesar US$140 juta (sekitar Rp 2,2 triliun). Dana ini akan digunakan untuk mengubah prototipe mereka menjadi perangkat keras komersial perdana.

    Panthalassa menghadirkan konsep pusat data terapung yang bekerja secara mandiri di laut lepas. Sistem ini menggunakan platform khusus bernama nodes, yaitu struktur baja besar yang bergerak mengikuti gelombang laut untuk menghasilkan energi listrik.

    Energi tersebut kemudian langsung digunakan untuk menjalankan chip dan server AI di dalam kapsul komputasi yang tertutup rapat.

    Menariknya, listrik yang dihasilkan tidak dialirkan ke darat. Seluruh energi dipakai langsung di lokasi untuk menjalankan proses komputasi AI, sementara hasil pengolahan data dikirim melalui koneksi internet satelit seperti Starlink.

    Baca Juga:

    Pendekatan ini dianggap lebih efisien karena mengurangi kebutuhan transmisi listrik jarak jauh yang selama ini menjadi tantangan proyek energi laut.

    Selain memanfaatkan ombak sebagai sumber energi, laut juga digunakan sebagai sistem pendingin alami bagi server AI.

    Pendinginan menjadi salah satu tantangan terbesar data center modern karena beban kerja AI menghasilkan panas yang sangat tinggi.

    Dengan memanfaatkan suhu laut yang stabil, perusahaan mengklaim konsumsi energi pendingin bisa ditekan sekaligus membantu memperpanjang umur perangkat keras.

    “Salah satu wawasan utama yang kami miliki adalah sangat penting untuk menggunakan listrik di tempat,” ungkap CEO dan salah satu pendiri Panthalassa, Garth Sheldon-Coulson. “Kami tidak akan pernah mentransmisikan listrik kembali ke pantai. Itulah yang membuat kami sangat berbeda dari semua proyek energi laut yang pernah dicoba di masa lalu.”

    Suntikan dana segar ini akan digunakan untuk menyelesaikan fasilitas manufaktur percontohan di dekat Portland, Oregon. Proyek ambisius ini turut menarik perhatian sejumlah investor kelas kakap, termasuk Peter Thiel, Marc Benioff (TIME Ventures), dan Max Levchin (SciFi Ventures).

    Setelah sukses menguji prototipe awal (Ocean-1, Ocean-2, dan Wavehopper), Panthalassa kini bersiap meluncurkan seri Ocean-3 di Pasifik Utara mulai tahun 2026, dengan target ekspansi komersial pada tahun 2027.

    Sheldon-Coulson, yang juga mantan peneliti energi dan AI, meyakini bahwa ombak pada dasarnya adalah bentuk energi matahari yang tersimpan.

    “Ombak diciptakan oleh angin, dan angin diciptakan oleh panas dari matahari. Jadi ombak adalah sinar matahari yang terkonsentrasi dua kali lipat, dan mereka terus bergerak bahkan saat angin berhenti. Ombak seperti baterai untuk sinar matahari, dan kita bisa memanfaatkannya 24/7,” pungkasnya, dikutip dari Financial Times, Kamis (7/5/2026).

    Jika konsep ini berhasil diterapkan dalam skala besar, data center masa depan kemungkinan tidak lagi sepenuhnya dibangun di daratan.

    Infrastruktur AI bisa mulai bergerak ke laut demi mendapatkan sumber energi yang lebih stabil, pendinginan alami, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi.

  • ESET Rilis Cloud Protection Gratis di Indonesia

    ESET Rilis Cloud Protection Gratis di Indonesia

    Telko.id – ESET, perusahaan keamanan siber global, resmi meluncurkan fitur baru ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia.

    Langkah ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah meningkatnya adopsi cloud oleh organisasi di Tanah Air.

    Modul baru ini dirancang untuk melindungi cloud workload pengguna, termasuk memperkaya telemetri untuk deteksi dan respons terhadap ancaman siber.

    Selain itu, fitur ini mengkonsolidasikan tata kelola keamanan di seluruh endpoint dan berbagai lingkungan cloud melalui satu tampilan terpadu (single pane of glass), sehingga memudahkan pemantauan.

    “Semakin banyak organisasi di Indonesia sekarang yang menganggap bahwa public cloud itu sebagai urat nadi inisiatif bisnis digital mereka,” ujar Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.

    Yudhi menambahkan bahwa dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise.

    Kehadiran fitur ini sangat relevan mengingat pesatnya migrasi ke cloud di Indonesia. Menurut laporan Mordor Intelligence, pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2,81 miliar pada 2026 dan diprediksi tumbuh hingga US$ 5,5 miliar pada 2031. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, keamanan seringkali menjadi aspek yang terabaikan.

    Secara global, studi IBM menunjukkan bahwa kerugian rata-rata akibat pelanggaran data di public cloud mencapai US$ 5,17 juta per insiden, angka tertinggi dibandingkan lingkungan IT lainnya.

    Banyak organisasi, terutama UKM, belum memiliki proteksi yang kuat di layer cloud. Mereka rentan menjadi sasaran ransomware, mengalami misconfiguration, visibilitas terbatas, dan memiliki tim keamanan IT yang terbatas.

    Seluruh pengguna ESET PROTECT, kecuali paket PROTECT ENTRY, sudah dapat menikmati keunggulan ESET Cloud Workload Protection tanpa biaya tambahan. Pelanggan cukup mengintegrasikan ESET PROTECT mereka dengan lingkungan cloud yang dipakai, seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform (GCP).

    Modul ini akan melindungi virtual machine (VM) di public cloud dengan memasukkan data VM cloud ke dalam Platform ESET PROTECT XDR untuk mendapatkan visibilitas yang lebih luas.

    Admin bisa langsung melakukan deployment agen proteksi, dan otomatis VM mereka terlindungi dari berbagai ancaman siber. Fitur ini juga bisa memproteksi pengguna private cloud dan VM di on-premise.

    Fitur baru ini sudah ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan deteksi anomali, mendeteksi ancaman berbasis perilaku (behavior-based), hingga otomatisasi respons.

    Semuanya membantu tim IT untuk tidak hanya tahu ada serangan, tapi juga langsung merespons sebelum dampaknya meluas.

    Modul ESET Cloud Workload Protection dirancang super ringan sehingga tim IT tak perlu mengkhawatirkan performa server akan drop. Fitur ini akan membantu manajer IT untuk memvalidasi kontrol keamanan dan memudahkan pembuatan laporan bukti audit.

    Sistem ini bisa membantu menghasilkan audit evidence yang dibutuhkan untuk memenuhi standar seperti NIST, CIS, hingga PCI DSS.

    Hal ini menjadi solusi di tengah makin ketatnya aturan kepatuhan (compliance), serta audit yang makin sering dari pemerintah dan regulator.

    Dengan kontrol keamanan yang kuat dan kemudahan implementasi di lingkungan on-premise dan private cloud, modul ESET Workload Protection akan membantu organisasi di Indonesia mematuhi berbagai ketentuan perlindungan data sensitif seperti UU Perlindungan Data Pribadi dan pedoman keamanan dari BSSN, serta menghadirkan ekosistem IT yang aman dan berdaulat.

    Peluncuran ini menegaskan komitmen ESET dalam mendukung transformasi digital yang aman di Indonesia, terutama di era hybrid dan multi-cloud yang semakin kompleks. (Icha)

  • Ini Daftar Model AI dengan Skor ‘IQ’ Tertinggi, Siapa yang Teratas?

    Ini Daftar Model AI dengan Skor ‘IQ’ Tertinggi, Siapa yang Teratas?

    Telko.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus menunjukkan lonjakan signifikan, termasuk dalam hal kemampuan kognitif yang kini mulai diukur menggunakan pendekatan seperti IQ.

    Perusahaan pengembang kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic saling berlomba untuk menghadirkan AI canggih dengan tingkat kepintaran yang terus ditingkatkan.

    Saat dirilis, setiap perusahaan juga kerap membagikan hasil benchmark yang menunjukkan kepiawaian model AI terbarunya.

    Praktik serupa dilakukan Tracking AI, platform yang secara khusus menguji dan membandingkan performa berbagai model AI.

    Platform ini mengukur tingkat kepintaran model AI menggunakan tes IQ. Datanya kemudian divisualisasikan oleh perusahaan media independen, Visual Capitalist.

    Tracking AI menggunakan tes IQ Mensa Norwegia untuk menguji tingkat kepintaran model AI dari setiap perusahaan. Pengujian yang dilakukan pada April 2026, melibatkan setidaknya 26 model AI dari berbagai perusahaan AI.

    Hasil pengujian menunjukkan bahwa, model AI Grok-4.20 dari xAI dan OpenAI 5.4 Pro (Vision) dengan skor yang sama yaitu 145 menempati posisi teratas dengan skor tertinggi dibandingkan model lain.

    Gemini 3.1 Pro Preview diurutan selanjutnya dengan skor 141.

    Grok dinilai unggul dalam kemampuan memahami konteks kompleks, menyelesaikan soal logika tingkat lanjut, serta memberikan jawaban yang lebih konsisten dalam berbagai skenario pengujian.

    Baca Juga:

    Skor tertinggi model AI dalam pengujian ini terbilang telah meningkat dibandingkan dengan pengujian tahun 2025 lalu, dimana skor tertingginya hanya 135 poin.

    Model-model ini umumnya diuji menggunakan berbagai benchmark yang mengukur kemampuan analisis, matematika, bahasa, serta penalaran abstrak. Hasilnya, perbedaan antar model semakin tipis, menandakan bahwa perkembangan AI kini bergerak sangat cepat dan kompetitif.

    Penggunaan istilah “IQ” pada AI sebenarnya masih menjadi perdebatan. Berbeda dengan manusia, kecerdasan AI diukur berdasarkan performa pada tugas tertentu, bukan kemampuan umum yang menyeluruh.

    Oleh karena itu, skor yang dihasilkan lebih tepat dianggap sebagai indikator kemampuan teknis dalam menyelesaikan masalah, bukan ukuran kecerdasan dalam arti luas.

    Selain model AI dari perusahaan besar tersebut, pemain asal China juga mulai menunjukkan daya saing yang kuat. Dari sejumlah model yang diuji, Qwen 3.5 menjadi model AI asal China dengan peringkat tertinggi, menandakan kemampuannya sudah mampu bersaing di level global.

    Berikut rincian daftar model AI dengan ‘IQ’ tertinggi

    1. Grok-4.20 Expert Mode – 145
    2. OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) – 145
    3. Gemini 3.1 Pro Preview – 141
    4. OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) – 139
    5. OpenAI GPT-5.3 – 136
    6. Grok-4.20 Expert Mode (Vision) – 133
    7. OpenAI GPT-5.4 Thinking – 133
    8. Meta Muse Spark – 133
    9. Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) – 132
    10. Qwen 3.5 – 130
    11. Claude 4.6 Opus – 130
    12. Kimi K2.5 – 127
    13. Manus – 115
    14. DeepSeek R1 – 112
    15. DeepSeek V3 – 111
    16. Gemini 3.1 Flash – 110
    17. Llama 4 Maverick – 110
    18. GPT-5.3 (Vision) – 109
    19. Claude 4.6 Sonnet – 106
    20. Bing Copilot – 101
    21. Perplexity – 97
    22. Mistral Medium 3.1 – 96
    23. Claude 4.6 Sonnet (Vision) – 94
    24. Claude 4.6 Opus (Vision) – 82
    25. Llama 4 Maverick (Vision) – 79
    26. GPT-5.4 Pro (non-vision) – 73

    Meski demikian, peningkatan kemampuan ini menunjukkan bahwa AI semakin mendekati cara berpikir manusia dalam beberapa aspek.

    Model AI kini tidak hanya mampu menjawab pertanyaan sederhana, tetapi juga dapat melakukan analisis kompleks, memahami konteks, hingga membantu pengambilan keputusan.

    Perkembangan ini berarti layanan berbasis AI akan menjadi semakin cerdas dan responsif. Mulai dari asisten digital hingga tools produktivitas, kemampuan AI yang terus meningkat berpotensi memberikan pengalaman yang lebih akurat, cepat, dan relevan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

    Namun perlu dicatat bahwa skor ini hanya sebagai perbandingan saja, tidak menjadi patokan pasti kecerdasan AI secara menyeluruh. Pasalnya, tes berbasis IQ hanya mengukur satu aspek, yakni kemampuan penalaran pola, tidak mengukur aspek lainnya, dihimpun Visual Capitalist.

  • BINUS University Cetak Talenta Hospitality Siap Industri Berkelanjutan

    BINUS University Cetak Talenta Hospitality Siap Industri Berkelanjutan

    Telko.id – Di tengah transformasi besar industri hospitality global, BINUS University menegaskan komitmennya menyiapkan talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri yang terus berevolusi.

    Kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak di era digital dan artificial intelligence (AI) kini terjawab dengan pendekatan pendidikan yang terintegrasi dan berbasis industri.

    Hospitality saat ini tidak lagi sekadar industri perhotelan konvensional. Sektor ini telah berkembang menjadi ekosistem luas mencakup pariwisata, event, food and beverage, luxury service, travel business, hingga entrepreneurship berbasis pengalaman (experience economy). Transformasi ini mendorong perubahan signifikan terhadap kebutuhan talenta di dalamnya.

    Industri membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan operasional, business acumen, digital capability, serta pemahaman kuat terhadap sustainability. Mulai dari green hospitality, responsible tourism, hingga strategi bisnis berorientasi keberlanjutan menjadi standar baru yang harus dikuasai.

    Content image for article: BINUS University Siapkan Talenta Hospitality Siap Industri Berkelanjutan

    Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui Program Hotel Management (HM) di kampus BINUS @Kemanggisan dan Business Hotel Management (BHM) di kampus BINUS @Bekasi menghadirkan pendekatan pendidikan yang komprehensif. Kedua program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kesiapan menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks.

    Program Studi Hotel Management (HM) BINUS University menerapkan pendekatan berbasis industri global melalui Global Hotel Simulation, kolaborasi proyek nyata dengan mitra industri, international exposure, serta peluang sertifikasi profesional.

    Mahasiswa tidak hanya dilatih dalam service excellence, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai operasional hotel modern yang terintegrasi dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.

    Sementara itu, Program Business Hotel Management (BHM) di BINUS @Bekasi menghadirkan pendekatan lebih strategis dengan fokus pada entrepreneurship, digital hospitality, dan business innovation.

    Program ini mempersiapkan mahasiswa menjadi pelaku industri yang mampu membaca peluang, membangun bisnis, serta mengintegrasikan prinsip sustainable business practices dalam setiap keputusan bisnis.

    Pendekatan kedua program ini menjadi semakin krusial di tengah pergeseran industri. Di era AI dan otomatisasi, hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia melalui human-centered service excellence.

    Namun, industri juga menuntut talenta yang mampu mengelola teknologi sekaligus memahami pentingnya keberlanjutan sebagai standar global baru.

    Kolaborasi Industri dan Dukungan Mitra Global

    Komitmen BINUS University diperkuat melalui kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui real project, mentoring oleh praktisi, hingga internship di berbagai sektor hospitality. Kolaborasi ini terhubung dengan pemain utama di tingkat nasional maupun global.

    Ekosistem industri yang relevan mencakup jaringan hotel dan hospitality terkemuka seperti ARTOTEL Group, Mandarin Oriental Hotel Group, JW Marriott, InterContinental Hotels Group, Pullman Hotels and Resorts, serta Hyatt Hotels Corporation. Keterhubungan ini mencerminkan luasnya peluang karir yang dapat diakses oleh lulusan.

    Paparan terhadap standar global menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami operasional, tetapi juga ekspektasi industri kelas dunia, termasuk dalam penerapan sustainability, digital innovation, dan customer experience yang semakin kompleks.

    Dr. Yanti, S.Kom., MM – Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism, BINUS University, menyampaikan bahwa fokus utama pendidikan hospitality saat ini adalah memastikan lulusan memiliki kesiapan menyeluruh.

    “Industri hospitality saat ini tidak hanya berubah, tetapi juga berevolusi dengan standar baru, termasuk sustainability. Di BINUS University, melalui Program Hotel Management (HM) dan Business Hotel Management (BHM), kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memahami arah industri dan berkontribusi secara relevan di dalamnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kombinasi antara service excellence, business mindset, digital capability, dan sustainability awareness menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran.

    “Kami ingin lulusan BINUS tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

    Perspektif Industri dan Alumni

    Eduard Rudolf Pangkerego – COO ARTOTEL Group menyampaikan bahwa industri saat ini semakin selektif dalam mencari talenta.

    “Hospitality hari ini membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami service, tetapi juga bisnis, teknologi, dan sustainability. Talenta yang memiliki perspektif ini akan jauh lebih siap menghadapi dinamika industri. Kami melihat lulusan dengan pendekatan seperti yang diterapkan BINUS memiliki keunggulan tersebut,” ungkapnya.

    Hal ini diperkuat oleh perspektif asosiasi industri. Garna Sobhara Swara – Vice President of Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menekankan pentingnya kombinasi antara kompetensi dan passion.

    “Kami membutuhkan talenta yang bukan hanya terampil, tapi juga punya passion. Lulusan BINUS menghadirkan keduanya dan itu yang membuat mereka punya nilai lebih di industri hospitality.”

    Perspektif serupa disampaikan oleh alumni. Rasendriya Bhamakerti (alumni sekaligus pemilik restoran Aiko Inshokuten), Albert Ryan Huang (alumni sekaligus Financial Cafe & Resto Consultant), dan Muhammad Ilham Jivaresta (alumni sekaligus pemilik Kopi Danau Semi) menilai bahwa pendidikan hospitality membekali mahasiswa dengan kesiapan karir sekaligus pola pikir kewirausahaan.

    “Yang kami pelajari bukan hanya operasional, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir strategis dan entrepreneurial dalam melihat peluang di industri hospitality. Kami juga dibekali kemampuan untuk adaptif terhadap perubahan, termasuk memahami pentingnya sustainability sebagai bagian dari bisnis masa depan. Hal ini menjadi keunggulan saat memasuki dunia kerja maupun saat ingin membangun usaha sendiri,” tuturnya.

    Di tengah meningkatnya kebutuhan talenta hospitality yang berkualitas dan relevan, BINUS University meyakini bahwa pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri adalah kunci utama.

    Melalui Program Hotel Management dan Business Hotel Management, BINUS menghadirkan pengalaman belajar yang berorientasi pada kesiapan kerja dan kesiapan menghadapi masa depan industri yang lebih digital, kompetitif, dan berkelanjutan.

    Bagi BINUS University, memilih pendidikan hospitality bukan sekadar memilih jurusan, tetapi memilih jalur karir di industri global yang terus berkembang dengan standar baru.

    Bagi para orang tua, ini menjadi keyakinan bahwa anak-anak mereka dipersiapkan bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi untuk menjadi talenta yang relevan, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam industri yang semakin menempatkan sustainability sebagai prioritas utama. (Icha)