Telko.id – Bank Indonesia membuka peluang perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Vietnam dan Filipina sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Langkah ini melanjutkan ekspansi QRIS yang sebelumnya sudah terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Melansir dari Kumparan, Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.
“Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).
Baca Juga:
- Netzme Jadi First Mover QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok
- QRIS Bisa Dipakai di China Mulai 30 April
Melalui integrasi lintas negara ini, pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran di luar negeri cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia, tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional.
Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang dan memproses transaksi melalui jaringan pembayaran masing-masing negara.
BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.
“Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.
Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.
“Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.
Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.
Dia menjelaskan integrasi antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand.
Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.
Perluasan QRIS ke lebih banyak negara akan mempermudah aktivitas perjalanan maupun transaksi internasional sehari-hari.
Pembayaran bisa dilakukan langsung dari aplikasi lokal yang sudah digunakan sehari-hari, sehingga pengalaman transaksi lintas negara menjadi lebih praktis tanpa perlu banyak aplikasi tambahan.


