Kategori: Fintech

  • SMBC Indonesia Tech Connect 2025: AI Jadi Fondasi Masa Depan Sektor Keuangan

    SMBC Indonesia Tech Connect 2025: AI Jadi Fondasi Masa Depan Sektor Keuangan

    Telko.id – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) kembali menggelar SMBC Indonesia Tech Connect pada 24 November 2025 di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta.

    Forum ini secara khusus membahas peran kecerdasan buatan (AI) dan inovasi teknologi terkini dalam mentransformasi industri keuangan dan pengalaman nasabah.

    Michellina Laksmi Triwardhany, Wakil Direktur Utama SMBC Indonesia, dalam sambutannya menegaskan bahwa AI telah menjadi fondasi masa depan industri keuangan.

    “SMBC Indonesia Tech Connect hadir dengan tujuan membuka ruang dialog yang inklusif mengenai perkembangan teknologi terkini di industri keuangan. Tahun ini, kami melihat fenomena kecerdasan buatan (AI), yang tidak lagi menjadi tren, tetapi fondasi masa depan industri keuangan,” ujarnya.

    Forum ini akan menjadi ajang rutin SMBC Indonesia sebagai bagian dari visi menjadi bank pilihan utama di Indonesia.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengungkapkan bahwa teknologi seperti AI telah mengubah cara lembaga keuangan dalam menjalankan operasional, meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, dan menciptakan produk keuangan yang lebih terpersonalisasi.

    Dialog dalam SMBC Indonesia Tech Connect merefleksikan komitmen Perseroan dalam menyediakan layanan modern yang mendorong kemajuan sektor keuangan Indonesia.

    Rangkaian kegiatan SMBC Indonesia Tech Connect meliputi Tech Sharing Session yang menghadirkan pemaparan dari para ahli teknologi mengenai tren AI dan digital banking.

    Selain itu, Panel Discussion membahas tantangan dan peluang dalam adopsi teknologi di sektor keuangan.

    Irwan Tisnabudi, Head of Digital Banking SMBC Indonesia, dalam sesinya mengungkapkan komitmen Jenius, perbankan digital dari SMBC Indonesia.

    “Jenius, perbankan digital dari SMBC Indonesia, berkomitmen untuk membantu masyarakat digital savvy untuk mengelola keuangan dengan lebih mudah, cerdas, dan aman. Komitmen tersebut kami wujudkan dengan menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih simpel dan relevan bagi nasabah melalui pemanfaatan teknologi terkini secara menyeluruh,” jelas Irwan.

    Ia menambahkan bahwa melalui eksplorasi dan implementasi teknologi seperti kecerdasan buatan, dapat membantu mengakselerasi lembaga keuangan dalam menghadirkan solusi finansial yang adaptif dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keamanan.

    Irwan turut menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi termasuk AI yang harus selalu sejalan dengan prinsip keamanan, etika dan privasi, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi nasabah.

    Implementasi Teknologi Terkini di Jenius

    Beberapa contoh implementasi teknologi terkini dari Jenius meliputi penerapan Liveness Biometric dan Device Intelligence sebagai bagian dari Know Your Customer (KYC).

    Teknologi autentikasi berbasis AI seperti ini dinilai penting untuk memperkuat keamanan digital di sektor finansial.

    Selain itu, Jenius juga menggunakan Chatbot dengan integrasi teknologi dan manusia untuk pengalaman yang lebih dekat dan cepat, serta Marketing Automation untuk memberikan pendekatan melalui pemasaran yang lebih relevan dan personal bagi pengguna.

    Pemanfaatan teknologi ini menjadi bukti dari transformasi SMBC Indonesia untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang lebih baik untuk para nasabah, sekaligus memperkuat posisi Jenius sebagai solusi life finance bagi masyarakat yang digital-savvy.

    Penggunaan beragam teknologi ini tidak hanya mengoptimalkan perjalanan konsumen pada aplikasi Jenius, tetapi juga mampu meningkatkan efektivitas dalam operasionalnya.

    Irzan Raditya, Founder Kata.ai, turut mengungkap pandangannya mengenai perkembangan AI dalam industri keuangan.

    “AI telah membawa perubahan besar dalam operasional lembaga keuangan, mulai dari analisis data hingga personalisasi layanan. Ekosistem teknologi Indonesia memiliki potensi besar, dengan perkembangan yang cepat, kesiapan regulasi, dan kolaborasi yang kian kuat antara pemain teknologi dan perbankan, saya optimis industri perbankan Indonesia bisa mencapai tingkat pemanfaatan AI yang lebih maju dan relevan dengan kebutuhan lokal,” papar Irzan.

    Perkembangan AI di Indonesia semakin pesat dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Beberapa perusahaan teknologi besar telah meluncurkan layanan AI yang dapat mendukung digitalisasi sektor keuangan, termasuk solusi yang ditawarkan oleh BigBox-AI Telkom untuk digitalisasi layanan keuangan.

    Dukungan infrastruktur seperti pusat data hyperscale AI di Batam juga memperkuat ekosistem teknologi nasional.

    Selain itu, kolaborasi antara penyedia layanan cloud dan perusahaan AI seperti Biznet Gio yang meluncurkan layanan AI bersama Kazee turut memperkaya pilihan solusi teknologi bagi industri perbankan.

    Kolaborasi semacam ini memungkinkan lembaga keuangan untuk mengadopsi AI dengan lebih efisien dan terukur.

    SMBC Indonesia Tech Connect menegaskan peran SMBC Indonesia sebagai mitra perbankan tepercaya yang mendorong pemahaman teknologi dan inovasi digital di sektor keuangan.

    Perseroan berharap, ajang ini dapat membantu para pemangku kepentingan untuk beradaptasi, berkembang, dan berkontribusi terhadap kemajuan industri keuangan Indonesia.

    Sebagai bagian dari grup SMBC, bank ini terus memperkuat posisinya melalui berbagai solusi keuangan inovatif dan komprehensif yang berpusat pada kebutuhan nasabah di berbagai segmen.

    SMBC Indonesia menyediakan produk dan layanan seperti pembiayaan, produk untuk nasabah pensiunan, nasabah UMKM, nasabah perusahaan besar, layanan wealth management melalui Sinaya, serta layanan perbankan digital melalui Jenius. (Icha)

  • Amar Bank Soroti Peluang Pembiayaan Digital untuk Industri Film

    Amar Bank Soroti Peluang Pembiayaan Digital untuk Industri Film

    Telko.id – Akselerasi digital mengubah cara kerja industri film Indonesia, membuka peluang pembiayaan digital yang lebih efisien dan transparan.

    Amar Bank, sebagai sponsor utama JAFF Market 2025, melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kolaborasi antara sektor finansial digital dengan ekonomi kreatif perfilman nasional.

    Josua Sloane, SVP MSME Amar Bank, menegaskan komitmen bank dalam menghadirkan solusi keuangan yang memudahkan rumah produksi.

    “Amar Bank ingin menghadirkan solusi yang memudahkan rumah produksi dalam mengelola keuangan bersama mitra co-production mereka. Ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga tentang membangun sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan kolaboratif,” ujarnya.

    Industri film Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai bagian penting ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM di dalamnya.

    Geliat ini mendorong kolaborasi lebih erat dengan sektor finansial digital untuk membawa ekonomi kreatif Indonesia naik kelas.

    Melalui dukungannya di JAFF Market 2025, Amar Bank mengidentifikasi dua peluang besar di perfilman nasional yang dapat berkembang lebih jauh melalui kolaborasi dengan sektor finansial digital.

    Sinergi yang tepat diharapkan dapat memperluas jangkauan film Indonesia, meningkatkan efisiensi proses, dan memperkuat daya saing di pasar global.

    Tren Co-Production dan Peluang Pembiayaan

    Produksi film bersama semakin populer di industri film Indonesia. Tren co-production kini marak dengan banyak rumah produksi menggandeng mitra lokal maupun internasional untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing. Sepanjang 2025, delapan dari sepuluh film terlaris di Indonesia lahir dari kolaborasi lintas studio.

    Content image for article: Amar Bank Soroti Peluang Pembiayaan Digital untuk Industri Film

    Film seperti Jumbo, Sore: Istri dari Masa Depan, dan Qodrat 2 menjadi bukti co-production sebagai cara sukses baru di perfilman Tanah Air. Contoh lainnya adalah Rangga dan Cinta, hasil kolaborasi Miles Film, Barunson E&A dari Korea Selatan, dan Imajinari Productions.

    Kolaborasi produksi membuka peluang menarik bagi perbankan digital. Dengan menyediakan pembiayaan fleksibel dan risiko yang lebih terukur, bank digital dapat mendukung kualitas film tetap terjaga sekaligus menghadirkan solusi finansial yang mempermudah pengelolaan keuangan sepanjang proses pembuatan film.

    Diversifikasi Sumber Pendanaan Film

    Pendanaan film di Indonesia semakin beragam, mencakup investor swasta, crowdfunding, sponsor dari brand, hingga program hibah pemerintah yang membuka peluang lebih luas bagi sineas lokal. Namun, peluang besar ini menuntut pengelolaan yang lebih profesional.

    Produser tidak hanya fokus pada sisi kreatif, tetapi juga harus memastikan keuangan dan distribusi dikelola dengan efisien dan transparan. Permasalahan pendanaan masih menjadi tantangan besar bagi industri film, dimana proses meyakinkan investor sering memakan waktu lama.

    Gita Fara, Produser film Pangku, menegaskan pentingnya portofolio keuangan yang sehat dan terkelola baik. “Kami melihat potensi besar jika bank digital bisa hadir lebih dekat dengan dunia film. Banyak produser masih menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan di tahap produksi, sehingga akses pendanaan dari investor menjadi lebih terbatas,” jelasnya.

    Film Pangku, yang saat ini tengah tayang di bioskop, sebelumnya berhasil meraih penghargaan White Light Post-Production Awards di JAFF Market 2024 dan memenangkan HAF Goes to Cannes Program, yang membawanya ke Festival Film Cannes 2025.

    Dana yang terkumpul kerap belum cukup menutup seluruh kebutuhan produksi, sementara ketidakpastian pengembalian investasi membuat akses pendanaan semakin terbatas. Padahal di tahap pra-produksi saja, biaya seperti lokasi, peralatan, kostum, dan kru sudah harus disiapkan.

    Pendanaan merupakan mekanisme terbaik bagi para pembuat film untuk lebih ekspresif dalam membuat film dengan cerita yang menarik, termasuk membuka peluang besar bagi pembuat film debutan untuk menunjukkan kemampuannya bertumbuh dalam industri film Indonesia bahkan global.

    Dukungan digitalisasi sektor kreatif juga tercermin dalam inisiatif lain seperti Indibiz Education oleh Telkom yang turut mendorong transformasi digital di berbagai sektor.

    Peran Bank Digital dalam Ekosistem Film

    Menjawab peluang tersebut, Amar Bank melihat bahwa peran bank digital dapat berkembang lebih jauh dari sekadar penyedia pendanaan. Bank digital dapat menjadi mitra strategis bagi para sineas dalam mengelola keuangan secara lebih cerdas dan terukur.

    Pendekatan ini berangkat dari kesadaran bahwa industri kreatif, termasuk film, memiliki dinamika dan kebutuhan finansial yang unik dan belum sepenuhnya terpenuhi. Setiap tahap pembuatan film, seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, memerlukan perencanaan keuangan yang cermat.

    Josua menambahkan, “Kolaborasi antara bank digital dan industri kreatif menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh ide besar, tetapi juga oleh infrastruktur digital yang mampu memperkuat ekosistemnya.”

    Di sinilah peran Amar Bank yang berfokus pada UMKM menjadi relevan, melalui solusi perbankan yang dapat membantu sineas mengelola keuangan secara efisien dari pencatatan transaksi hingga pengaturan arus kas.

    Hal ini memungkinkan mereka membangun portofolio keuangan yang solid dan berbasis data, yang pada akhirnya memperkuat analisis risiko, strategi mitigasi, serta kepercayaan investor terhadap potensi proyek film yang dijalankan.

    Transformasi digital di sektor kreatif juga didukung oleh operator telekomunikasi seperti Telkomsel dengan 4 pilar semangatnya dan platform MaxStream yang terus memperbanyak serial orisinal.

    Amar Bank melihat tantangan di industri kreatif sebagai peluang untuk tumbuh bersama para pelakunya. Dengan pendekatan digital yang mudah dan fleksibel, Amar Bank membantu para pelaku usaha kreatif, termasuk industri film, untuk mendapatkan akses pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka hingga Rp 5 Miliar.

    Dukungan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak ide, inovasi, dan karya lahir dari ekosistem kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat posisi industri film nasional di kancah global. (icha)

  • Netzme Luncurkan Sentra QRIS UMKM Kedua di Malang

    Netzme Luncurkan Sentra QRIS UMKM Kedua di Malang

    Telko.id – Netzme meluncurkan Sentra QRIS UMKM kedua mereka di Malang pada 19 November 2025, memperkuat komitmen mendorong digitalisasi usaha lokal di Jawa Timur.

    Peluncuran Sentra QRIS UMKM Hub Malang ini bertepatan dengan satu tahun peresmian hub serupa di Surakarta, menandai ekspansi strategis perusahaan dalam membangun ekosistem digital UMKM.

    Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyambut baik inisiatif ini.

    “Kehadiran Sentra QRIS UMKM Hub Malang oleh Netzme dapat menjadi peluang bagi para pelaku UMKM serta meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha mereka,” ujarnya dalam sambutan peresmian.

    Pemerintah Kota Malang mendukung penuh program ini sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat transformasi digital dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Data Bank Indonesia menunjukkan momentum positif adopsi QRIS di Indonesia. Pada kuartal ketiga 2025, pengguna QRIS telah mencapai 58 juta orang dengan 41 juta merchant, serta nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp1,9 kuadriliun.

    Provinsi Jawa Timur menempati posisi ketiga dalam jumlah merchant QRIS di seluruh Indonesia dengan total 4,6 juta merchant aktif, dimana 869 ribu di antaranya beroperasi di Kota Malang menurut laporan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) tahun 2025.

    Sentra QRIS UMKM Hub Malang tidak hanya menjadi titik pertemuan pelaku UMKM dengan komunitas, event organizer, regulator, dan pemerintah daerah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memperkenalkan beragam inovasi teknologi berbasis QRIS kepada masyarakat Malang.

    Beberapa teknologi unggulan yang diperkenalkan antara lain QRIS Soundbox Netzme, QRIS Tap, serta vending machine berbasiskan QRIS TAP.

    Head of Product & Technology ASPI, Tata Martadinata, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi pembayaran modern bagi UMKM.

    “Pemanfaatan teknologi pembayaran modern seperti QRIS merupakan kunci penting untuk membawa UMKM naik kelas. Dengan sistem pembayaran Bank Indonesia yang cepat, mudah, dan aman, UMKM diharapkan dapat mengoptimalkan peluang ini secara maksimal,” jelas Tata.

    Ia menambahkan apresiasi terhadap inisiatif Netzme, khususnya untuk QRIS Soundbox yang dinilai sebagai alat yang aman dan memudahkan pedagang menerima transaksi QRIS.

    Teknologi ini memberikan notifikasi suara dan menampilkan nominal pembayaran secara langsung, sehingga pedagang tidak perlu lagi memeriksa aplikasi atau meminta bukti transaksi dari pelanggan.

    CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G Saputra, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan digital di Kota Malang dan Jawa Timur.

    “Perkembangan digital di Kota Malang dan Jawa Timur sedang menunjukkan momentum yang kuat. Netzme ingin mendukung langkah tersebut dengan membantu pemerintah daerah, regulator, dan pendamping UMKM agar para pelaku usaha dapat memaksimalkan penggunaan QRIS dalam mendorong pertumbuhan usahanya,” ujar Vicky.

    Vicky juga menekankan komitmen perusahaan dalam memberikan rasa aman bagi UMKM di tengah meningkatnya kasus penipuan.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman bagi UMKM di tengah meningkatnya kasus penipuan, agar mereka dapat menggunakan QRIS secara konsisten dengan tenang,” tegasnya. Pernyataan ini relevan mengingat Bank Indonesia telah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penipuan QRIS palsu.

    QRIS Soundbox Netzme hadir sebagai perangkat yang sederhana, terjangkau, dan disesuaikan dengan kebutuhan UMKM.

    Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat penguatan ekonomi digital di Jawa Timur sekaligus menjadi solusi pilihan bagi UMKM.

    Inovasi ini sejalan dengan perkembangan QRIS yang resmi beroperasi di Jepang, menunjukkan ekspansi teknologi pembayaran digital Indonesia ke kancah internasional.

    Sentra QRIS UMKM Malang terbuka bagi berbagai lembaga yang ingin berkolaborasi secara strategis (B2B) dengan Netzme untuk memperkuat ekosistem digital UMKM di Jawa Timur, terutama di Kota Malang.

    Kolaborasi semacam ini sebelumnya telah terbukti efektif, seperti terlihat dari program QRIS antar negara yang resmi masuk Jepang dimana Netzme mengajak merchant mencoba langsung teknologi tersebut.

    Keberadaan sentra QRIS ini diharapkan dapat menyebar ke seluruh kecamatan di Kota Malang sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat transformasi digital dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan kemudahan akses teknologi pembayaran seperti QRIS, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha mereka secara signifikan. (Icha)

  • DBS Gandeng Ant International, Ini Targetnya!

    DBS Gandeng Ant International, Ini Targetnya!

    Telko.id – DBS dan Ant International memperkuat kemitraan strategis mereka dengan memperluas solusi pembayaran lintas negara dan inovasi fintech untuk mendorong pertumbuhan inklusif.

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan pada Singapore Fintech Festival 2025, menyatukan berbagai unit bisnis kedua perusahaan dalam kolaborasi komprehensif.

    Kerja sama ini memungkinkan pengguna DBS PayLah! melakukan pembayaran dengan memindai kode QR Alipay+ di lebih dari 150 juta merchant di 100+ pasar global.

    Selain itu, kedua perusahaan sedang mengeksplorasi solusi remitansi real-time antara nasabah DBS dan 1,8 miliar akun konsumen dalam ekosistem Alipay+.

    Peng Yang, CEO Ant International, menyatakan kebanggaannya memperdalam kemitraan dengan DBS. “Dengan visi bersama untuk meningkatkan pertumbuhan inklusif bagi perdagangan lokal dan regional, serta menumbuhkan inovasi dan talenta lokal, kami berharap dapat memadukan keahlian kami di bidang pembayaran dan digitalisasi untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat,” ujarnya.

    Tan Su Shan, CEO DBS, menambahkan antusiasmenya terhadap perluasan kemitraan ini. “Mereka adalah mitra yang satu visi dengan kami dalam mengutamakan tujuan untuk berinovasi, dan telah menunjukkan aspirasi yang sama untuk memanfaatkan teknologi mutakhir guna menciptakan ekosistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif,” katanya.

    Kolaborasi Strategis untuk Pembayaran Digital

    Kemitraan ini mencakup beberapa inisiatif strategis yang dirancang untuk memperbesar skala pembayaran digital dan memperkuat konektivitas finansial. Integrasi DBS PayLah! ke dalam ekosistem Alipay+ akan memberikan akses pembayaran yang lebih luas bagi lebih dari tiga juta pengguna DBS.

    Inisiatif remitansi yang sedang dieksplorasi akan menggunakan komunikasi keuangan berstandar ISO 20022 dan jaringan SWIFT. Solusi bank-to-wallet ini bertujuan menyederhanakan proses transfer dana antara nasabah DBS dan pengguna ekosistem Alipay+.

    Perluasan pembayaran lintas negara ini sejalan dengan tren global dalam digitalisasi transaksi keuangan yang semakin meningkat pasca pandemi.

    Dukungan untuk UKM dan Inovasi Fintech

    Kolaborasi ini juga berfokus pada dukungan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) dalam transformasi digital. DBS akan bermitra dengan Antom, penyedia layanan pembayaran pedagang terpadu milik Ant International, untuk mengeksplorasi solusi digitalisasi.

    Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah Antom Agentic Payment berbasis Model Context Protocol (MCP) yang mengintegrasikan kemampuan checkout Metode Pembayaran Alternatif (APM) unik. DBS juga akan menggandeng WorldFirst untuk memperluas solusi pembayaran lintas negara di hari yang sama bagi UKM.

    Kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif.

    DBS dan Ant International juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendorong inovasi di sektor keuangan dengan memperdalam kolaborasi terkait tokenised deposits. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka jalur pertumbuhan baru dan merancang ulang masa depan keuangan digital.

    Kolaborasi antara perusahaan fintech dan operator telekomunikasi semakin menguat, seperti terlihat dalam kemitraan IM3 dengan AirAsia rewards yang memudahkan komunikasi traveler internasional.

    Dengan jaringan operasi yang luas di Asia dan komitmen terhadap inovasi digital, kemitraan DBS dan Ant International diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem fintech regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. (Icha)

  • Laba SeaBank Naik 40% di Kuartal III-2025, Tembus Rp408 Miliar

    Laba SeaBank Naik 40% di Kuartal III-2025, Tembus Rp408 Miliar

    Telko.id – PT Bank Seabank Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif sebesar 40% pada kuartal III-2025 menjadi Rp408,5 miliar. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi performa bisnis yang sehat bagi SeaBank di tengah fluktuasi ekonomi global.

    Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh strategi bisnis yang tepat dan meningkatnya kepercayaan nasabah.

    “Terima kasih kepada seluruh Nasabah yang terus mendukung SeaBank, dukungan Anda merupakan motivasi terbesar kami dalam menghadirkan inovasi layanan keuangan yang aman dan terdepan,” ujar Sasmaya dalam keterangan resminya.

    Pertumbuhan laba ini melanjutkan tren positif yang telah ditunjukkan SeaBank sebelumnya, dimana pada semester I-2025 bank digital ini juga berhasil mencatat laba bersih Rp214 miliar dengan pertumbuhan 34%.

    Konsistensi pertumbuhan ini menguatkan posisi SeaBank sebagai pemain penting dalam ekosistem fintech digital Indonesia.

    Hingga posisi 30 September 2025, total aset SeaBank mencapai Rp39,6 triliun, meningkat 20% year-on-year (yoy). Tingkat pengembalian aset (ROA) bank juga tumbuh menjadi 1,9%, menunjukkan efisiensi yang semakin baik dalam pengelolaan aset.

    Pertumbuhan aset terutama berasal dari optimalisasi penyaluran kredit melalui joint financing, channeling dengan P2P lending, serta direct lending. Portofolio kredit SeaBank tercatat tumbuh 45% yoy menjadi Rp28,6 triliun dengan rasio NPL yang terjaga di angka 1,9%.

    Content image for article: Laba SeaBank Naik 40% di Kuartal III-2025, Tembus Rp408 Miliar

    Di sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp30,5 triliun atau meningkat 20% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan DPK dalam bentuk Giro Korporasi dan Tabungan ritel, yang berdampak pada kenaikan rasio CASA menjadi 68% dari 65% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    SeaBank berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp523,9 miliar, dengan laba setelah pajak mencapai Rp408,5 miliar. Peningkatan laba ini juga didukung oleh efisiensi operasional bank, terlihat dari rasio CIR yang membaik menjadi 21,5% dari 25,8%.

    Rasio likuiditas dan permodalan SeaBank tercatat tetap stabil dan kuat, berada di atas ketentuan regulator yang berlaku. Hingga akhir September 2025, SeaBank telah melayani rata-rata 9 juta transaksi per hari dengan perputaran uang mencapai Rp4,6 triliun.

    Komitmen Edukasi dan Inklusi Keuangan

    SeaBank terus mendorong perluasan edukasi literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Bank digital ini aktif mengisi program Bulan Inklusi Nasional yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui berbagai aktivitas edukasi.

    SeaBank bekerja sama dengan Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang, Kalimantan Barat menggelar webinar literasi keuangan di daerah perbatasan. Kegiatan ini diikuti oleh 84 mahasiswa ISB dan berisi informasi tentang produk layanan perbankan, perencanaan keuangan, kredit skor dan asuransi.

    Selain itu, SeaBank juga menyebarkan 1.600 flyers di seluruh kantor cabang yang berisikan informasi seputar perbankan dan perencanaan keuangan. Konten edukatif mengenai pelindungan konsumen juga ditayangkan di media sosial SeaBank untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

    SeaBank mendukung perluasan inklusi keuangan melalui program kode referal “Undang Teman”. Program ini mendorong masyarakat untuk saling mengajak menggunakan layanan perbankan digital SeaBank, sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau.

    Bank digital ini juga secara aktif memberikan edukasi dan informasi terkait keamanan siber (cyber security) kepada nasabah.

    Pertumbuhan SeaBank di kuartal III-2025 ini sejalan dengan tren positif di sektor teknologi secara global, dimana pasar smartphone global juga tumbuh 2,6% di periode yang sama. Kemampuan SeaBank menjaga momentum pertumbuhan menunjukkan ketahanan bisnis digital di tengah dinamika pasar.

    SeaBank merupakan bank yang memberikan layanan keuangan secara digital untuk membantu kehidupan masyarakat agar dapat diakses melalui teknologi.

    Sebagai bagian dari Sea Limited (NYSE:SEA), SeaBank menawarkan pengalaman perbankan yang mudah, aman, dan cepat untuk dinikmati jutaan nasabah setiap harinya.

    Layanan SeaBank berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan anggota Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pencapaian kuartal III-2025 ini memperkuat posisi SeaBank sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi digital perbankan Indonesia. (Icha)

  • PD Pasar Jaya Gandeng Netzme Digitalisasi Pasar Tradisional Jakarta

    PD Pasar Jaya Gandeng Netzme Digitalisasi Pasar Tradisional Jakarta

    Telko.id – Perumda Pasar Jaya resmi berkolaborasi dengan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) untuk mempercepat digitalisasi pasar tradisional di DKI Jakarta.

    Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat Perumda Pasar Jaya, Jakarta Pusat, pada 10 November 2025.

    Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis ini.

    “Kami berharap kerja sama ini akan meningkatkan efisiensi dan modernisasi transaksi pedagang di pasar-pasar tradisional,” ujarnya dalam keterangan resmi. Inisiatif ini sejalan dengan berbagai upaya digitalisasi pasar rakyat yang semakin masif di Indonesia.

    Sebagai implementasi awal, sosialisasi penggunaan QRIS Soundbox Netzme akan dilakukan di 10 pasar percontohan yang mewakili seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Pasar-pasar tersebut meliputi Palmerah dan Baru Metro Atom (Jakarta Pusat), Cengkareng dan Tomang Barat (Jakarta Barat), Kramat Jati dan Perumnas Klender (Jakarta Timur), Kebayoran Lama dan Tebet Barat (Jakarta Selatan), serta Sunter Podomoro dan Koja Bau (Jakarta Utara). Program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

    CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.

    “Kami sangat antusias dapat berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya dalam mendukung digitalisasi pasar tradisional di DKI Jakarta. Program ini tidak hanya akan memudahkan pedagang dalam melakukan transaksi secara digital, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan di level mikro,” jelas Vicky.

    Content image for article: PD Pasar Jaya Gandeng Netzme Digitalisasi Pasar Tradisional Jakarta

    QRIS Soundbox Netzme menawarkan berbagai keunggulan bagi pedagang pasar tradisional. Alat ini memungkinkan merchant fokus pada pelayanan pelanggan tanpa terganggu proses pembayaran.

    Transaksi menjadi lebih cepat dengan pengurangan antrian di kasir yang signifikan. Sistem konfirmasi pembayaran QRIS yang langsung terdengar memberikan keamanan ekstra dan menghilangkan kebutuhan kasir untuk memfoto ponsel pelanggan.

    Vicky menambahkan, “Dengan QRIS Soundbox Netzme kami berharap dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bertransaksi. UMKM Jakarta dan seluruh Indonesia dapat naik kelas, sehingga kedepannya dapat menciptakan lapangan kerja lebih banyak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

    Kolaborasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Netzme dalam mendorong digitalisasi UMKM, yang sejalan dengan kerja sama antara Netzme dan Jalin melalui program CSR Jalin dalam pemberdayaan UMKM Indonesia.

    Inisiatif serupa juga telah dilakukan berbagai pemain industri, termasuk program akselerasi UMKM menuju pasar global.

    Transformasi digital di sektor pasar tradisional ini menjadi respons terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen akan kemudahan bertransaksi secara digital.

    Netzme berkomitmen memberikan dukungan teknologi yang tangguh dan mudah digunakan untuk para pedagang pasar, termasuk penyediaan dashboard sistem monitoring yang akan dimanfaatkan oleh Perumda Pasar Jaya.

    Digitalisasi UMKM terus menjadi fokus berbagai perusahaan teknologi di Indonesia. Selain inisiatif dari Netzme dan Pasar Jaya, berbagai program serupa juga digelar, termasuk transformasi digital melalui infrastruktur broadband yang mendukung ekosistem digital yang lebih luas.

    Implementasi QRIS Soundbox di pasar tradisional diharapkan dapat meningkatkan adaptasi pedagang terhadap perkembangan zaman sekaligus memperkuat daya saing mereka di era digital.

    Program percontohan di 10 pasar ini akan menjadi basis evaluasi sebelum diperluas ke lebih banyak pasar tradisional di Jakarta. (Icha)

  • QRIS Jadi Pilar Kedaulatan Pembayaran Digital Indonesia

    QRIS Jadi Pilar Kedaulatan Pembayaran Digital Indonesia

    Telko.id – Dalam waktu lima tahun sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019, sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi infrastruktur digital yang menyatukan bangsa, dengan hampir 60 juta pengguna, termasuk 40 juta diantaranya adalah pelaku UMKM. Hal ini dapat menjadi sebuah awal untuk kedaulatan pembayaran digital di Indoneisa.

    Melansir dari Tirto.id, dalam sebuah peristiwa tak disengaja telah memperkuat keyakinan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, tentang kesuksesan QRIS. Suatu hari, ketika berolahraga golf, ia membutuhkan bola bekas dan telah menyiapkan beberapa lembar uang untuk melakukan transaksi. Tapi, gestur penolakan dari si penjual membuatnya merasa keheranan. Alih – alih menerima pembayaran tunai, transaksi tersebut hanya bisa dilayani dengan menggunakan QRIS.

    “Terakhir saya main golf, beli bola golf bekas di lapangan pun pengennya dibayar pake QRIS, enggak mau dibayar pake uang tunai,” katanya dalam acara pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (30/10/2025).

    Transaksi sederhana di lapangan golf itu menjadi bukti nyata bahwa QRIS telah merasuk dalam denyut nadi perekonomian rakyat. Tak hanya menawarkan kemudahan, Perry menilai bahwa QRIS telah menjadi “simbol kedaulatan negara” dalam era digital ini.

    Baca juga:

    Menurutnya, Indonesia kini menjelma sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital tercepat di dunia. Bahkan kini, nilai transaksi tahunan platform e-commerce telah mencapai Rp 4.500 triliun, dengan total volume transaksi keuangan sebanyak 37 miliar transaksi per tahun.

    “Ekonomi keuangan digital Indonesia volume transaksinya 37 miliar per tahun. Hampir Rp 4.500 triliun untuk e-commerce,” ujarnya.

    Angka fantastis ini menunjukkan betapa masifnya adopsi digital dalam kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Sementara untuk volume transaksi sistem pembayaran digital yang mencakup online banking, mobile banking, dan QRIS, telah mencapai 13.000 transaksi dengan nilai hampir Rp 60.000 triliun.

    Pertumbuhan eksponensial ini menurut Perry merupakan buah dari konsistensi implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) tahap awal yang diluncurkan pada 2019-2025.

    BI Fast: Layanan Termurah dan Tercepat di Dunia

    Keunggulan transaksi digital Indonesia tidak berhenti di QRIS. Gubernur BI dengan bangga memaparkan bahwa BI Fast – sistem pembayaran lain yang dikembangkan bank sentral – telah menjadi layanan transaksi tercepat dan termurah di dunia.

    “Rp 2.500 itu kalau dalam bentuk dolar murah banget, one of the cheapest transaksi di dunia,” ucap Perry.

    Dengan konversi hanya 25-30 sen dolar AS per transaksi, BI-Fast disebut sebagai salah satu payment system yang paling efisien secara global. Kemurahan layanan ini semakin terasa dengan kebijakan transaksi hingga Rp 500.000 yang digratiskan atau dikenakan merchant discount rate (MDR) nol persen.

    Data BI hingga kuartal III-2025 membuktikan bahwa tingginya animo masyarakat terhadap layanan ini. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-Fast telah mencapai 1,22 miliar transaksi, tumbuh 32,34 persem (YoY) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.024,08 triliun. Sementara untuk transaksi bernilai besar, Sistem BI-RTGS mencatat 2,76 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp56.422,87 triliun.

    QRIS tidak hanya Berjaya didalam negeri, namun menjamah negara-negara mitra strategis Indonesia. Bank Indonesia sedang melakukan uji coba terbatas integrasi QRIS dengan Korea Selatan yang masuk kedalam tahap sandboxing.

    “Insya Allah hari ini mulai kita akan sambungkan dengan Korea Selatan,” tuturnya penuh keyakinan.

    Ekspansi ini melanjutkan konektivitas QRIS yang sebelumnya telah terhubung dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dengan perluasan ke China, India, dan Arab Saudi.

    Dalam acara yang sama, BI juga meluncurkan QRIS tanpa pindai (TAP) fitur tap in-tap out di lima moda transportasi Jabodetabek dan sarana parkir, yang diharapkan memperluas akseptasi QRIS di sektor publik.

  • Kredivo dan Transjakarta Hadirkan PayLater untuk Mobilitas Urban

    Kredivo dan Transjakarta Hadirkan PayLater untuk Mobilitas Urban

    Telko.id – Kredivo, platform PayLater terkemuka di Indonesia, resmi bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan opsi pembayaran PayLater bagi pengguna layanan bus Transjakarta.

    Kolaborasi strategis ini diumumkan pada 4 November 2025, menjawab kebutuhan masyarakat urban akan mobilitas publik yang cepat, mudah, dan fleksibel di tengah kepadatan aktivitas dan kemacetan ibu kota.

    Lily Suriani, Direktur Pemasaran dan Strategi Kredivo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menunjukkan PayLater semakin mudah diakses dan menjangkau berbagai aspek kehidupan harian masyarakat.

    “Bagi masyarakat urban, mobilitas cepat dan kemudahan bertransaksi kini menjadi kunci produktivitas. Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami bersama Transjakarta untuk memperluas akses keuangan dan transportasi publik yang berkelanjutan,” ujarnya.

    Fadly Hasan, Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kredivo merupakan bagian dari strategi perusahaan 3S (Service, Strategic Partnership, dan Sustainability).

    “Inisiatif ini merupakan strategic partnership dengan segmentasi financial technology untuk memberikan pengalaman mobilitas yang lebih praktis dan mendukung aktivitas produktif masyarakat,” jelasnya.

    Integrasi PayLater Kredivo ke dalam ekosistem transportasi publik ini muncul di saat yang tepat. Data menunjukkan 42% pengguna Kredivo memanfaatkan PayLater untuk kebutuhan produktif seperti transportasi, kesehatan, dan belanja rutin berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024.

    Sementara Transjakarta mencatat lebih dari 371 juta perjalanan sepanjang 2024, dengan lebih dari satu juta perjalanan per hari dan ratusan ribu pengguna aktif di aplikasinya.

    Fitur bayar nanti tanpa bunga dan tanpa biaya admin untuk transaksi transportasi di Transjakarta membuat PayLater menjadi opsi yang semakin fleksibel dan seamless bagi masyarakat produktif.

    Sinergi antara sektor keuangan digital dan transportasi publik ini memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan kota, sekaligus memperkuat komitmen Kredivo dalam memperluas akses keuangan di momen Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diinisiasi oleh OJK.

    Kolaborasi Kredivo dengan berbagai mitra strategis terus menunjukkan perkembangan positif. Sebelumnya, Kredivo telah menggandeng Ramayana untuk memperdalam penetrasi PayLater di kota tier 2 dan 3.

    Kemudian, Telkomsel PayLater yang merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dan Kredivo juga menawarkan pembelian pulsa dengan bunga nol persen.

    Dukungan finansial untuk ekspansi Kredivo juga terus mengalir. Bank DBS Indonesia kembali menyalurkan kredit ke Kredivo dengan total mencapai Rp2 triliun, menunjukkan kepercayaan institusi keuangan terhadap model bisnis platform PayLater ini.

    Sebagai bagian dari kerja sama dengan Transjakarta, Kredivo memberikan penawaran khusus berupa promo cashback points 100% khusus naik Transjakarta dengan pembayaran Kredivo PayLater setiap minggunya.

    Integrasi PayLater di layanan Transjakarta memperkuat ekosistem mobilitas yang lebih efisien, mendorong kebiasaan finansial yang sehat dan produktif, serta meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.

    Transjakarta mendukung langkah ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem mobilitas yang semakin mudah diakses dan berkelanjutan. (Icha)

  • Alipay+ Perluas Jangkauan ke 100+ Negara, Dukung Pariwisata Global

    Alipay+ Perluas Jangkauan ke 100+ Negara, Dukung Pariwisata Global

    Telko.id – Alipay+, layanan dompet digital global dari Ant International, memperluas ekosistem pembayaran dan digitalnya ke lebih dari 100 negara.

    Ekspansi ini menghubungkan merchant dengan 1,8 miliar pengguna melalui 40 mitra pembayaran internasional, menciptakan peluang baru bagi sektor pariwisata global.

    Pada paruh pertama 2025, lebih dari 6,5 juta pengguna memanfaatkan pembayaran lintas negara dari Alipay+ untuk pertama kalinya.

    Transaksi melalui agen perjalanan online dan merchant fisik mengalami peningkatan lebih dari 30%, menunjukkan adopsi yang semakin masif.

    “Traveling memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi lokal, dan keberadaan dompet digital dapat mempercepat pertumbuhannya dengan menghubungkan wisatawan dan pelaku usaha melalui beragam cara,” kata Douglas Feagin, Presiden Ant International.

    Douglas menambahkan bahwa Alipay+ mendukung sektor pariwisata melalui layanan digital dan pembayaran berbasis AI yang memungkinkan para merchant, baik online atau offline, mitra pariwisata, dan perusahaan fintech untuk menjangkau para wisatawan dengan lebih baik.

    Perluasan jangkauan Alipay+ mencakup tiga aspek utama. Pada sisi pembayaran, layanan kini tersedia di lebih dari 100 negara dengan 40 mitra dan 1,8 miliar pengguna.

    Di sektor mitra, Alipay+ memungkinkan pengguna Bluecode (Eropa), PayPay (Jepang), dan KBank (Thailand) untuk membayar via aplikasi bank dan dompet digital ketika traveling ke luar negeri.

    Sementara untuk layanan, Alipay+ memperkenalkan tiga inovasi baru. Pertama, Alipay+ Voyager, built-in AI travel agent yang terintegrasi dengan mitra seperti Trip.com, Agoda, dan Grab.

    Kedua, Alipay+ GenAI Cockpit, solusi AI-as-a-Service bagi dompet digital untuk membuat solusi yang AI-native. Ketiga, perluasan sistem pengembalian pajak di aplikasi Global Blue ke lebih banyak mitra.

    Transaksi Alipay+ via kode QR berstandar nasional mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Pertumbuhan ini memungkinkan wisatawan melakukan pembayaran ke berbagai pelaku UMKM dan merchant hingga di kota-kota kecil dengan mudah, termasuk destinasi liburan populer seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Sri Lanka.

    Wilayah Asia mencatat pertumbuhan pariwisata global tertinggi pada 2025 dibandingkan wilayah lainnya. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan khususnya Asia Tenggara, menjadi jajaran destinasi wisata paling populer di dunia.

    Transaksi melalui mitra Alipay+ dalam perjalanan di negara-negara Asia meningkat 32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pemanfaatan A+ Rewards, platform pemasaran di dalam aplikasi yang memudahkan wisatawan mendapatkan promosi, menunjukkan pertumbuhan hingga 57 persen.

    Transaksi di berbagai pelaku usaha lokal juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata jumlah transaksi di bawah USD10 sebesar 37 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Meskipun destinasi populer di Eropa seperti Prancis, Italia, Jerman, dan United Kingdom (UK) masih tetap diminati, negara-negara Eropa lainnya seperti Hungaria, Yunani, dan Norwegia mencatat pertumbuhan transaksi tertinggi.

    Tren ini menunjukkan bahwa para wisatawan ingin menjelajahi beragam destinasi baru sambil memaksimalkan anggaran perjalanan mereka.

    Transaksi di objek wisata dan kuliner terus mencatat pertumbuhan signifikan, namun alokasi pengeluaran untuk produk lokal seperti kecantikan, medis, dan pendidikan telah menjadi salah satu aspek penting ketika melakukan travelling.

    Sebagai contoh, transaksi produk K-beauty di Korea Selatan meningkat 115 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Selain itu, transaksi pada platform ride-hailing tercatat meningkat dua kali lipat dan transaksi pada transportasi umum naik hampir 50 persen. Perluasan ketersediaan layanan Alipay+ di berbagai merchant dan moda transportasi memudahkan wisatawan menjangkau kota-kota kecil seperti Shikokuchūō di Jepang, Jeollabuk-do di Korea Selatan, Semporna di Malaysia, serta Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya di Thailand.

    Ekspansi Alipay+ ke lebih dari 100 negara dan kolaborasi dengan 40 mitra pembayaran internasional menandakan percepatan transformasi digital di sektor pariwisata global.

    Dengan dukungan teknologi AI dan jaringan yang semakin luas, Alipay+ berpotensi mengubah cara wisatawan berinteraksi dengan merchant lokal di berbagai belahan dunia. (Icha)

  • ShopeePay Bebas Biaya Admin: Kuota hingga 120X, Transaksi Lebih Hemat

    ShopeePay Bebas Biaya Admin: Kuota hingga 120X, Transaksi Lebih Hemat

    Telko.id – Pengguna aplikasi keuangan digital kini memiliki solusi untuk menghemat pengeluaran dari biaya admin yang sering kali tidak terasa namun menggerus saldo.

    ShopeePay menghadirkan kuota gratis biaya admin dalam jumlah besar setiap bulannya, memungkinkan berbagai transaksi finansial dilakukan tanpa dikenakan biaya tambahan.

    Kuota ini berlaku untuk pengisian saldo, transfer antar bank dan e-wallet, serta penarikan tunai di merchant retail.

    Kuota gratis biaya admin ShopeePay memberikan fleksibilitas yang signifikan bagi pengguna. Untuk transfer uang, tersedia kuota hingga 120 kali per bulan dengan nilai transaksi mulai dari Rp10.000.

    Sementara untuk pengisian saldo melalui transfer bank, kartu debit, dan kartu kredit, pengguna mendapatkan 20 kali kuota gratis setiap bulan tanpa minimum transaksi. Fitur ini sangat relevan mengingat semakin tingginya aktivitas transaksi digital di masyarakat.

    Layanan pengisian saldo offline juga mendapatkan perhatian khusus dengan kuota gratis biaya admin sebanyak 5 kali per bulan. Pengguna dapat mengisi saldo ShopeePay di gerai Indomaret, Alfamart, atau kantor Pos Indonesia tanpa dikenakan biaya tambahan.

    Kemudahan akses ini memperkuat posisi ShopeePay sebagai platform finansial yang inklusif bagi berbagai segmen pengguna.

    Untuk kebutuhan penarikan tunai, ShopeePay menyediakan kuota gratis biaya admin sebanyak 5 kali per bulan. Pengguna dapat melakukan tarik tunai di Alfamaret dan Indomaret tanpa minimum transaksi, memberikan solusi praktis saat membutuhkan uang fisik secara mendesak. Fitur ini semakin melengkapi ekosistem transaksi digital yang ditawarkan platform tersebut.

    Proses transaksi di ShopeePay didesain dengan antarmuka yang user-friendly. Untuk pengisian saldo, pengguna cukup membuka aplikasi ShopeePay, memilih menu “Isi Saldo”, kemudian memilih metode pembayaran yang diinginkan.

    Setelah konfirmasi, kode pembayaran akan muncul dan saldo akan langsung bertambah setelah proses pembayaran berhasil.

    Fitur transfer uang di ShopeePay mendukung pengiriman ke berbagai platform. Pengguna dapat mentransfer ke bank, e-wallet seperti DANA, GoPay, OVO, LinkAja, AstraPay, i.saku, dan KasPro (Maxim), serta transfer antar akun ShopeePay.

    Prosesnya dimulai dengan memilih menu “Kirim Uang”, menentukan tujuan transfer, memasukkan nomor rekening atau handphone penerima, lalu mengonfirmasi transaksi.

    Layanan tarik tunai ShopeePay menawarkan kemudahan akses melalui jaringan retail terluas. Setelah memilih menu “Tarik Tunai” dan menentukan lokasi penarikan, pengguna akan mendapatkan kode token yang harus disampaikan kepada kasir bersama nomor handphone terdaftar dan jumlah nominal yang ingin ditarik. Proses ini memastikan keamanan transaksi sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna.

    Keberagaman fitur transaksi tanpa biaya admin ini sejalan dengan perkembangan sistem pembayaran QRIS yang semakin populer di Indonesia. Integrasi berbagai layanan finansial dalam satu platform seperti ShopeePay memperkuat ekosistem digital payment nasional.

    Inovasi layanan tanpa biaya admin juga direspons positif oleh kompetitor pasar. Beberapa platform mulai menawarkan paket berlangganan seperti Gojek PLUS yang memberikan berbagai benefit termasuk pembebasan biaya admin tertentu. Persaingan sehat ini pada akhirnya menguntungkan konsumen dengan pilihan layanan yang semakin beragam.

    Aspek keamanan transaksi digital juga mendapatkan perhatian khusus. Regulasi tanda tangan elektronik tersertifikasi yang diterapkan pemerintah semakin memperkuat perlindungan bagi pengguna layanan finansial digital.

    Standardisasi keamanan ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri fintech di Indonesia.

    Dengan kuota gratis biaya admin yang melimpah, ShopeePay memberikan solusi konkret bagi masyarakat untuk melakukan transaksi digital secara lebih hemat.

    Kombinasi antara kemudahan akses, jaringan merchant yang luas, dan pembebasan biaya admin menjadikan platform ini sebagai pilihan menarik di tengah semakin tingginya kebutuhan transaksi non-tunai. (Icha)