Kategori: Fintech

  • SeaBank Ungkap Tren Pengelolaan Keuangan Anak Muda di 2026

    SeaBank Ungkap Tren Pengelolaan Keuangan Anak Muda di 2026

    Telko.id – Fenomena gaya hidup serba cepat yang didukung oleh kemudahan teknologi kini menjadi ciri khas keseharian anak muda Indonesia di tahun 2026. SeaBank Indonesia menyoroti bahwa tantangan utama generasi masa kini bukan lagi sekadar menahan laju konsumsi, melainkan bagaimana mengelola keuangan secara sadar di tengah derasnya arus transaksi digital.

    Hal ini diungkapkan manajemen SeaBank seiring dengan meningkatnya aktivitas finansial berbasis aplikasi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari hiburan hingga kebutuhan harian.

    Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, menjelaskan bahwa anak muda saat ini sangat produktif dan aktif.

    Menurutnya, pengelolaan uang yang terencana menjadi kunci agar gaya hidup modern tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial di masa depan.

    Pernyataan ini mencerminkan kondisi di mana hampir seluruh aktivitas keuangan dapat diselesaikan hanya dengan beberapa sentuhan layar ponsel.

    Adopsi layanan keuangan digital yang masif ini berjalan beriringan dengan tren literasi keuangan nasional yang positif.

    Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai angka 66,46 persen.

    Capaian ini mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin membaik, meskipun implementasi praktik pengelolaan keuangan yang konsisten masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

    Peningkatan pemahaman ini menjadi krusial mengingat kinerja industri perbankan digital yang terus tumbuh. Sebagai informasi, stabilitas industri ini terlihat dari catatan laba SeaBank yang menunjukkan tren positif dalam beberapa periode terakhir, menandakan kepercayaan nasabah yang tinggi.

    Strategi Pemisahan Rekening

    Kemudahan transaksi digital sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan fleksibilitas, namun di sisi lain membuat perencanaan keuangan jangka menengah kerap terabaikan.

    Banyak anak muda terjebak dalam kebiasaan menggunakan satu rekening utama untuk segala kebutuhan, mulai dari membayar kopi sepulang kerja, berlangganan platform streaming, hingga belanja daring.

    Tanpa adanya pemisahan dana yang jelas, arus pengeluaran harian berpotensi menggerus alokasi dana yang seharusnya disiapkan untuk tabungan masa depan.

    Lindawati menyarankan strategi pemisahan rekening sebagai solusi praktis. Tabungan digital dapat difungsikan sebagai pusat kendali untuk transaksi harian yang dinamis.

    Sementara itu, untuk menjaga disiplin finansial, instrumen simpanan berjangka seperti deposito menjadi opsi yang relevan. Karakteristik deposito yang tidak mudah dicairkan secara spontan dapat membantu menahan dorongan konsumsi impulsif.

    Hal ini sejalan dengan upaya mendukung gaya hidup anak muda yang mobile namun tetap ingin memiliki fondasi keuangan yang kokoh.

    Ekosistem Digital yang Aman

    Gen Z dan Milenial kini menjadikan bank digital sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas mereka. Faktor kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses menjadi alasan utama tingginya adopsi layanan ini. Hal tersebut tecermin dari data internal SeaBank yang mencatat rata-rata transaksi harian mencapai lebih dari 10 juta transaksi.

    Tingginya volume transaksi ini juga didukung oleh inovasi layanan yang memudahkan pengguna, seperti fitur setor tunai di gerai ritel yang memperluas jangkauan akses perbankan bagi masyarakat.

    Bagi SeaBank, deposito digital bukan sekadar produk simpanan, melainkan alat bantu untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat (financial habit).

    Lindawati menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi fondasi utama di balik segala kemudahan tersebut. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

    Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, anak muda diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir akan kondisi keuangan mereka di masa mendatang. (Icha)

  • BCA Perkuat Keamanan Siber Lewat Strategi People, Process, dan Technology

    BCA Perkuat Keamanan Siber Lewat Strategi People, Process, dan Technology

    Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) semakin agresif memperkuat benteng pertahanan digital perusahaan guna menghadapi lonjakan kejahatan daring yang kian canggih.

    Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya metode serangan siber seperti phishing serta social engineering yang menargetkan nasabah maupun sistem perbankan.

    Dalam upaya memitigasi risiko tersebut, BCA menerapkan pendekatan holistik yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology).

    SVP IT Security BCA, Ferdinan Marlim, menegaskan bahwa ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama bank dalam memproteksi ekosistem digitalnya.

    Fokus ini sangat krusial untuk melawan berbagai jenis ancaman, mulai dari pencurian data melalui situs palsu, serangan Distributed Denial of Service (DDoS), hingga rekayasa sosial yang memanipulasi psikologis korban. Pernyataan tersebut disampaikan Ferdinan dalam sesi diskusi di ajang BCA Expoversary 2026 yang berlangsung di Tangerang.

    Pihak manajemen menyadari bahwa teknologi canggih saja tidak cukup tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang waspada dan prosedur yang ketat.

    Oleh karena itu, BCA secara rutin melakukan komunikasi intensif, baik kepada internal perusahaan maupun nasabah yang menjadi korban, serta melakukan investigasi mendalam atas setiap insiden keamanan yang dilaporkan.

    Langkah ini sejalan dengan upaya industri telekomunikasi yang juga gencar memerangi spam dan scam demi kenyamanan pengguna.

    Penguatan Pilar Manusia (People)

    Pada aspek manusia atau people, BCA menempatkan kesadaran keamanan siber sebagai prioritas utama. Ferdinan menjelaskan bahwa perusahaan secara konsisten menyosialisasikan awareness kepada seluruh lapisan organisasi, mulai dari karyawan operasional, manajemen, hingga jajaran direksi.

    Edukasi ini dilakukan secara terus-menerus untuk mengingatkan bahaya modus kejahatan siber yang selalu berevolusi.

    Guna mengukur efektivitas edukasi tersebut, BCA tidak segan melakukan simulasi serangan nyata. Ferdinan mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mengadakan tes simulasi phishing untuk menguji tingkat kewaspadaan karyawan.

    Dalam simulasi ini, tim keamanan mengirimkan tautan situs palsu untuk melihat seberapa banyak staf yang terkecoh dan mengeklik tautan tersebut. Hasil dari tes ini kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan program pelatihan, memastikan setiap individu di dalam organisasi memiliki kepekaan tinggi terhadap ancaman digital.

    Selain kesadaran umum, BCA juga fokus pada peningkatan kapabilitas teknis tim keamanan. Staf keamanan IT didorong untuk mengambil sejumlah sertifikasi profesional dan mengadopsi kerangka kerja (framework) keamanan siber bertaraf internasional.

    Salah satu acuan yang digunakan adalah National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework (CSF). Kerangka kerja ini berpusat pada manajemen risiko strategis yang mencakup enam fungsi utama: identify (mengenali), protect (melindungi), detect (mendeteksi), respond (menanggapi), recover (memulihkan), dan govern (mengatur). Peningkatan kompetensi ini penting, mengingat pentingnya literasi digital yang kuat di era modern.

    Implementasi Teknologi dan Standar ISO

    Beralih ke aspek teknologi, BCA menerapkan sistem pertahanan berlapis untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber. Ferdinan menyebutkan bahwa perusahaan mengalokasikan sumber daya yang cukup signifikan untuk investasi di bidang pengamanan siber.

    Salah satu wujud nyata dari investasi ini adalah keberadaan Security Monitoring Center. Unit ini bertugas sebagai pusat komando yang mengawasi keamanan siber perusahaan selama 24 jam penuh setiap harinya.

    Validasi atas keandalan teknologi dan proses pengelolaan keamanan informasi di BCA juga dibuktikan melalui kepemilikan berbagai sertifikasi ISO. Ferdinan memaparkan bahwa BCA telah mengantongi sertifikasi ISO yang terkait dengan keamanan sistem informasi, termasuk spesifikasi untuk jasa pembayaran dan privasi data (privacy data).

    Kepatuhan terhadap standar internasional ini dilakukan agar seluruh pengelolaan proses di BCA berjalan dengan baik dan terstandar, mirip dengan standar tinggi yang diterapkan pada keamanan digital di sektor telekomunikasi.

    Prosedur Penanganan dan Perlindungan Nasabah

    Selain langkah preventif di sisi internal, aspek proses (process) menjadi kunci dalam penanganan insiden yang melibatkan nasabah.

    SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA, Martinus Robert Winata, menjelaskan bahwa BCA memiliki prosedur standar operasional yang ketat dalam menangani keluhan pelanggan, terutama bagi mereka yang menjadi korban kejahatan daring. BCA memastikan tidak akan lepas tangan dan berupaya membantu nasabah seoptimal mungkin.

    Ketika menerima laporan kejahatan, langkah awal yang dilakukan BCA adalah melakukan investigasi dan pengecekan menyeluruh untuk memvalidasi laporan tersebut. Jika terbukti terjadi tindak pidana siber, BCA akan segera berkoordinasi dengan lembaga keuangan lain.

    Hal ini krusial, terutama jika dana nasabah telah ditransfer oleh pelaku ke rekening bank lain. Robert mengakui bahwa para pelaku kejahatan saat ini sudah sangat andal; mereka seringkali langsung memindahkan dana curian ke bank lain untuk segera ditarik tunai.

    Robert juga memberikan imbauan keras kepada nasabah untuk selalu waspada. Ia menekankan agar nasabah tidak mudah terpancing oleh alamat situs web palsu yang sering muncul di mesin pencari (searching tools).

    Nasabah diingatkan untuk tidak membagikan data sensitif kepada siapa pun. BCA menegaskan tidak akan pernah meminta data rahasia seperti PIN, kode dari KeyBCA (Appli 1 dan Appli 2), maupun kata sandi milik nasabah.

    Pentingnya Kontrol Ganda dalam Transaksi Bisnis

    Edukasi mengenai penggunaan alat transaksi juga menjadi sorotan. Nasabah diharapkan memahami fungsi spesifik dari KeyBCA, khususnya perbedaan antara Appli 1 dan Appli 2. Robert menjelaskan, apabila nasabah diminta memasukkan angka ke KeyBCA untuk mendapatkan respon kode dari Appli 2, itu artinya nasabah sedang melakukan otentikasi transaksi finansial.

    Oleh karena itu, nasabah harus sadar sepenuhnya untuk tidak memberikan kode respon Appli 2 tersebut kepada pihak yang meminta melalui telepon atau pesan singkat.

    Bagi nasabah korporasi atau pengguna KlikBCA Bisnis, BCA mengimbau penerapan fungsi kontrol ganda atau double control. Idealnya, pengelolaan akun bisnis melibatkan peran Maker (pembuat transaksi) dan Releaser (penyetuju transaksi) yang dipegang oleh orang berbeda. Robert memperingatkan agar perusahaan tidak menitipkan kedua fungsi dan peran user tersebut hanya kepada satu orang saja, karena hal itu akan menghilangkan fungsi pengawasan yang semestinya ada.

    Menutup penjelasannya, Robert menegaskan bahwa tidak ada satu pun tautan situs web palsu yang dapat ditemukan di laman resmi BCA. Pernyataan ini sekaligus menjadi jaminan integritas platform resmi bank. Dengan kombinasi strategi pada manusia, proses, dan teknologi, BCA berharap dapat menciptakan ekosistem perbankan yang aman dan terpercaya bagi seluruh nasabah di Indonesia. (Icha)

  • haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Cegah Penipuan

    haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Cegah Penipuan

    Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025.

    Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

    EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan.

    Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

    Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka.

    Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

    Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak.

    Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut.

    Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

    Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call.

    Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

    Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri.

    Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

    Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas.

    Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

    Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

    Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi. (Icha)

  • Aplikasi haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Efektif Cegah Penipuan

    Aplikasi haloBCA Integrasikan Layanan Digital dan Fisik, Efektif Cegah Penipuan

    Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi mengumumkan langkah strategis pengintegrasian teknologi digital dengan layanan fisik guna memaksimalkan pelayanan bagi 43 juta rekening nasabah yang tercatat hingga akhir 2025. Upaya penyatuan ekosistem layanan ini difokuskan melalui satu pintu akses, yakni aplikasi haloBCA, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan perbankan sekaligus meningkatkan keamanan nasabah dari ancaman kejahatan siber.

    EVP Contact Center & Digital Services BCA, Adrianus Wagimin, mengungkapkan bahwa volume interaksi nasabah terus mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2025 saja, Halo BCA telah melayani total 30 juta interaksi yang masuk melalui berbagai kanal, mulai dari telepon, layanan percakapan (chat), hingga media sosial. Angka tersebut mencakup beragam aktivitas, termasuk permintaan penanganan atas laporan kasus kriminalitas yang menimpa nasabah.

    Terkait isu keamanan, data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025 mencatat adanya sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di seluruh Indonesia. Dari total angka nasional tersebut, Halo BCA menerima sekitar 23 ribu laporan yang berkaitan langsung dengan nasabah mereka. Modus kejahatan yang paling mendominasi laporan tersebut adalah praktik scamming dan phishing yang mencatut nama besar BCA untuk memperdaya korban.

    Adrianus menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan kerap menggunakan iming-iming keuntungan finansial atau menebarkan rasa takut (fear-mongering) agar target merasa terdesak. Situasi psikologis ini dimanfaatkan pelaku agar nasabah tanpa sadar menyerahkan informasi sensitif dan rahasia. Dalam Strategi BCA untuk mengedukasi pasar, Adrianus merinci perbedaan mendasar antara kedua modus tersebut. Scamming didefinisikan sebagai tindakan penipuan di mana pelaku mengaku sebagai orang atau institusi lain, sedangkan phishing lebih mengarah pada teknik rekayasa sosial (social engineering) yang mengeksploitasi kelalaian korban untuk mencuri data.

    Merespons tantangan tersebut serta kebutuhan nasabah yang kian kompleks, Halo BCA terus melakukan inovasi fitur. Saat ini, nasabah dapat memanfaatkan fitur Voice Internet Protocol (VOIP) Call. Teknologi ini memungkinkan nasabah menghubungi layanan Halo BCA tanpa memotong pulsa seluler, cukup dengan menggunakan koneksi internet melalui aplikasi. Kemudahan ini diharapkan dapat mempercepat pelaporan jika terjadi kendala transaksi atau indikasi penipuan.

    Memasuki tahun 2026, pengembangan aplikasi haloBCA semakin agresif dengan penambahan deretan Fitur Baru. Adrianus memaparkan beberapa fasilitas anyar yang siap digunakan, antara lain layanan live chat yang lebih responsif, fitur pemantauan status laporan secara real-time, serta kemudahan buka blokir PIN kartu ATM secara mandiri. Selain itu, terdapat pula fitur pembaruan data nasabah, pengaturan OTP transaksi, hingga mekanisme persetujuan digital yang membuat proses administrasi menjadi lebih ringkas.

    Sebagai langkah preventif, BCA bersama tim komunikasi pemasaran dan perusahaan menggaungkan gerakan #tanyaHaloBCAaja. Kampanye ini melibatkan seluruh garda terdepan (frontliners) BCA untuk meningkatkan kesadaran nasabah agar lebih waspada terhadap modus kriminalitas. Gerakan ini menekankan bahwa segala urusan perbankan dapat diselesaikan lebih aman dan nyaman melalui aplikasi resmi.

    Komitmen BCA dalam melindungi nasabah juga diperkuat melalui keanggotaan aktif di Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di bawah naungan OJK serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan bank dalam menciptakan ekosistem keuangan yang aman. Adrianus menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh nasabah untuk selalu mengambil langkah tepat dan memanfaatkan kanal resmi aplikasi haloBCA demi keamanan transaksi.

  • Laba BCA Digital 2025 Meroket 98 Persen, Tembus Rp213 Miliar

    Laba BCA Digital 2025 Meroket 98 Persen, Tembus Rp213 Miliar

    Telko.id – PT Bank Digital BCA (BCA Digital) menorehkan pencapaian gemilang pada tahun buku 2025 dengan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 98% Year on Year (YoY).

    Dalam laporan kinerja terbarunya, perseroan berhasil membukukan laba senilai Rp213,4 miliar, sebuah angka yang merefleksikan pertumbuhan profitabilitas hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

    Pengumuman kinerja positif ini disampaikan dalam sesi “Ngobrol C.U.A.N bareng BCA Digital” yang digelar pada perhelatan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (6/2/2026).

    Momentum ini dimanfaatkan perusahaan untuk memaparkan transparansi kinerja, inovasi layanan, serta komitmen keberlanjutan yang menjadi landasan operasional mereka.

    Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Pertumbuhan laba yang signifikan ini berjalan beriringan dengan kepercayaan nasabah yang semakin kuat.

    Hal ini terlihat dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 22% menjadi Rp14,3 triliun. Selain itu, berkat sinergi yang kuat dalam Ekosistem Digital Grup BCA, penyaluran kredit tercatat naik 31% mencapai Rp8,6 triliun, serta pendapatan operasional yang meningkat 38% menjadi Rp1,5 triliun dari basis nasabah yang kini melebihi 3 juta pengguna.

    Strategi Berkelanjutan dan Inovasi User-Centric

    Keberhasilan finansial BCA Digital tidak lepas dari pendekatan strategis yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital, menjelaskan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan melalui aplikasi blu dirancang dengan prinsip user-centric.

    Fitur-fitur baru bukan sekadar menjadi pembeda atau Unique Selling Point, melainkan solusi konkret bagi dinamika hidup nasabah.

    Komitmen ini juga tercermin dalam berbagai penghargaan yang diterima sepanjang tahun lalu. Kerja keras dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang mulus atau seamless membuahkan 50 penghargaan industri selama 2025.

    Dominasi apresiasi tersebut meliputi kategori Product & Services sebanyak 22 penghargaan, Sales & Communication dengan 19 penghargaan, serta pengakuan di bidang Leadership dan operasional.

    Lebih dari sekadar angka, perusahaan mengintegrasikan nilai keberlanjutan melalui inisiatif Corporate Sustainability Initiative (CSI). Program ini bertumpu pada tiga pilar utama: People untuk inklusi finansial, Prosperity untuk literasi keuangan, dan Planet untuk pelestarian lingkungan.

    Salah satu wujud nyata dari pilar Prosperity adalah program edukasi yang menyasar Investor Muda dan pelajar. Program bluAcademy yang berlangsung sepanjang 2025 berhasil merangkul 1.876 peserta dengan peningkatan literasi rata-rata mencapai 96,5%.

    Selain itu, inisiatif bluAcademy TGIF! (Teens Guide Into Finance) telah mengedukasi 350 siswa di empat kota besar untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, sejalan dengan semangat Resolusi Finansial yang kuat.

    Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Rencana 2026

    Di sektor lingkungan, kolaborasi BCA Digital dengan Rekosistem melalui manajemen limbah di lingkungan kantor berhasil mengelola sekitar 5.200 kg sampah dengan prinsip zero residue. Upaya ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 1.400 kg CO2e.

    Tak hanya itu, inovasi kartu fisik bluCard yang menggunakan lebih dari 85% bahan Recycled PVC turut berkontribusi menekan limbah plastik hingga 700 kg.

    Memasuki tahun 2026, BCA Digital telah menyiapkan strategi matang untuk memperluas dampak positifnya. Fokus perusahaan akan diarahkan pada empat pilar strategis utama:

    • Sustainable Growth & Trust: Menjaga profitabilitas berkelanjutan dengan tata kelola yang kokoh.
    • Expanding Ecosystem: Eksplorasi kolaborasi dengan mitra strategis untuk akses layanan yang lebih inklusif.
    • Elevating Tech: Penguatan infrastruktur TI demi layanan yang andal, aman, dan responsif.
    • Purpose for Impact: Inovasi adaptif untuk pertumbuhan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

    “Memasuki tahun 2026, BCA Digital akan terus memperkuat pendekatan keberlanjutan berbasis People, Planet, dan Prosperity melalui pengembangan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang relevan dengan ekosistem blu,” tutup Nariswari. (Icha)

  • BCA Ajak Generasi Muda Atur Keuangan via Fitur Poket Rupiah

    BCA Ajak Generasi Muda Atur Keuangan via Fitur Poket Rupiah

    Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi finansial nasabah, khususnya segmen generasi muda, di tengah kemeriahan perayaan ulang tahun perbankan tersebut.

    Dalam gelaran BCA Expoversary 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, BCA tidak hanya menyuguhkan berbagai penawaran kredit menarik, tetapi juga memperkenalkan cara cerdas mengelola pos anggaran melalui inovasi digital terbaru mereka, yakni fitur Poket Rupiah di aplikasi myBCA.

    Direktur BCA, Santoso, dalam keterangannya usai pembukaan acara pada Kamis (05/02/2026), menekankan pentingnya keseimbangan antara konsumsi dan manajemen aset bagi anak muda.

    Meskipun BCA Expoversary 2026 identik dengan pesta belanja yang menawarkan bunga rendah untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), hingga Kredit Sepeda Motor (KSM), aspek perencanaan keuangan jangka panjang tetap menjadi prioritas edukasi perusahaan.

    Menurut Santoso, generasi muda sering kali terjebak dalam persepsi bahwa acara seperti Expoversary hanya bertujuan untuk mendorong pengeluaran atau spending.

    Padahal, di balik kemudahan akses pembiayaan yang diberikan, BCA telah menyediakan alat financial management pribadi yang terintegrasi dalam ekosistem digital myBCA.

    Kehadiran fitur Poket Rupiah diharapkan dapat mengubah pola pikir nasabah muda untuk lebih disiplin dalam memisahkan dana belanja dan tabungan masa depan.

    Fitur ini dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan nasabah yang ingin memiliki kontrol penuh atas arus kas mereka.

    Santoso menjelaskan bahwa melalui Poket Rupiah, nasabah dapat memantau profil pengeluaran secara real-time dan menyesuaikannya dengan pendapatan yang diterima setiap bulan.

    Hal ini menjadi krusial agar keputusan finansial, seperti pengambilan kredit, didasarkan pada kemampuan bayar yang terukur.

    Personalisasi Pos Keuangan Digital

    Inovasi Poket Rupiah di myBCA menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna. Dalam satu rekening utama, nasabah dapat membuat hingga 20 kantong atau poket berbeda.

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memisahkan dana berdasarkan tujuan spesifik, mulai dari dana pendidikan anak, anggaran liburan akhir tahun, rencana pembelian gadget terbaru, hingga pos dana darurat yang sangat penting untuk stabilitas ekonomi pribadi.

    Setiap poket yang dibuat dapat dipersonalisasi sepenuhnya oleh nasabah. Pengguna diberikan kebebasan untuk memberikan nama unik pada setiap kantong, memilih kategori yang relevan, serta menetapkan target nominal yang ingin dicapai.

    Selain itu, fitur ini mendukung skema setoran rutin, yang memungkinkan dana berpindah secara otomatis ke pos tabungan yang telah ditentukan. Dengan mekanisme ini, proses Kelola Keuangan menjadi lebih sistematis, terarah, dan sesuai dengan gaya hidup personal masing-masing nasabah.

    Santoso memberikan ilustrasi konkret mengenai pemanfaatan fitur ini bagi generasi muda yang ingin memiliki kendaraan pribadi. Nasabah dapat menggunakan Poket Rupiah untuk menabung uang muka (Down Payment) terlebih dahulu secara berkala.

    Setelah dana yang dibutuhkan terkumpul dalam poket tersebut, barulah mereka melangkah ke tahap pengajuan KKB di BCA. Strategi ini mengajarkan nasabah muda untuk memahami momentum yang tepat kapan harus menahan diri untuk menabung dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian aset.

    Disiplin Menabung dengan Kunci Poket

    Selain fungsi segmentasi dana, Poket Rupiah juga dilengkapi dengan fitur Kunci Poket yang dirancang untuk menjaga kedisiplinan nasabah. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk mengunci dana pada kantong tertentu agar tidak terpakai untuk kebutuhan konsumtif harian atau keperluan lain yang tidak mendesak. Mekanisme penguncian ini sangat efektif untuk mendukung tujuan tabungan jangka menengah hingga panjang.

    Dalam fitur Kunci Poket, nasabah memegang kendali penuh untuk mengatur target dana dan periode setoran rutin secara mandiri. Hal ini menciptakan ekosistem menabung yang konsisten tanpa intervensi manual yang berlebihan.

    Fleksibilitas juga tetap menjadi prioritas BCA, di mana fitur Kunci Poket dapat dibuka kapan saja jika ada kebutuhan mendesak tanpa dikenakan penalti. Proses pembukaan kunci dapat dilakukan dengan mudah melalui mesin ATM atau kantor cabang BCA terdekat.

    Inovasi digital ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekosistem Startup Digital dan layanan perbankan yang semakin memprioritaskan user experience.

    Bagi nasabah yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai detail teknis dan cara penggunaan fitur ini, BCA menyediakan informasi lengkap yang dapat diakses melalui laman resmi bca.id/poketrupiah.

    Proyeksi Kredit dan Promo Expoversary

    Di sisi lain, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan kredit di tahun 2026. Ia memproyeksikan potensi yang cukup besar dari sektor individu, terutama dari kalangan generasi muda.

    Menurut Hendra, BCA Expoversary 2026 menjadi momentum strategis untuk menangkap peluang tersebut dengan menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif di pasar.

    Meski mendorong penyaluran kredit, Hendra tetap mengingatkan nasabah untuk bijak. Ia menyarankan agar nasabah memanfaatkan fasilitas kredit BCA untuk kebutuhan aset, namun sisa pendapatan harus tetap disimpan dengan baik untuk menambah porsi tabungan.

    Pendekatan berimbang ini dinilai penting agar pertumbuhan kredit berjalan beriringan dengan kesehatan finansial nasabah.

    Bagi nasabah dari kalangan korporasi maupun pemilik bisnis yang menggunakan perangkat Enterprise Edition untuk operasional, pengelolaan arus kas pribadi pemilik usaha juga menjadi lebih mudah dengan fitur myBCA ini.

    Sementara itu, dalam gelaran BCA Expoversary 2026, BCA menawarkan sejumlah promo bunga spesial yang sayang untuk dilewatkan.

    Untuk produk KPR BCA, tersedia penawaran bunga 1,69% eff.p.a fixed selama 1 tahun. Promo ini semakin menarik dengan adanya diskon provisi sebesar 50% dan diskon asuransi jiwa sebesar 5%.

    Penawaran ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk memiliki hunian dengan biaya awal yang lebih ringan.

    Selanjutnya, bagi nasabah yang mengincar kendaraan roda empat, KKB BCA menawarkan bunga spesial 2,15% flat p.a untuk tenor 3 tahun. BCA juga memberikan potongan biaya admin hingga Rp900 ribu untuk pengajuan selama periode acara.

    Sedangkan untuk segmen kendaraan roda dua, promo KSM BCA mencakup uang muka (DP) mulai dari 6,9%, bunga spesial mulai 5,69%, serta potongan biaya admin sebesar Rp200 ribu.  (Icha)

  • Sukses di 9 Kota, NumoFest 2026 Dorong UMKM Adopsi QRIS TAP

    Sukses di 9 Kota, NumoFest 2026 Dorong UMKM Adopsi QRIS TAP

    Telko.id – Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) resmi merampungkan rangkaian roadshow panjangnya di dua lokasi terakhir, yakni Summarecon Mall Bekasi dan Ciputra World Surabaya.

    Festival yang berlangsung sejak 16 Januari hingga 1 Februari 2026 ini sukses menggandeng lebih dari 300 pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi pembayaran terkini, khususnya metode QRIS TAP sebagai standar transaksi utama.

    CEO PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme), Vicky Ganda Saputra, mengungkapkan bahwa gelaran ini tidak hanya menjadi panggung bagi kreativitas fashion modest, tetapi juga sarana sosialisasi efektif untuk literasi keuangan digital.

    Kehadiran teknologi pembayaran nirkontak diharapkan mampu menciptakan tren positif di kalangan pelaku usaha dalam menerima pembayaran non-tunai yang lebih modern, efisien, dan aman.

    Di Bekasi, penutupan acara ditandai dengan langkah strategis berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Netzme.

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pertumbuhan industri kreatif melalui transformasi ekonomi berbasis teknologi. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memberikan kemudahan serta keamanan transaksi bagi para pelaku UKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

    Inovasi Perangkat Pembayaran Syariah

    Salah satu sorotan utama dalam festival ini adalah pengenalan perangkat QRIS Soundbox Syariah (Bilal). Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara Netzme dan Hijra Bank yang dirancang sebagai solusi terjangkau bagi UMKM untuk memulai transformasi digital.

    Perangkat ini memberikan notifikasi suara secara real-time setiap kali transaksi terjadi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan pembayaran dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

    Content image for article: Sukses di 9 Kota, NumoFest 2026 Dorong UMKM Adopsi QRIS TAP

    Selama pameran berlangsung, seluruh merchant UMKM yang berpartisipasi telah dilengkapi dengan fasilitas tersebut serta aplikasi Luna POS.

    Integrasi teknologi ini memastikan setiap proses jual beli tercatat dengan rapi, mendukung upaya perluas QRIS di segmen usaha mikro. Selain aspek teknologi, acara ini juga diisi dengan berbagai sesi edukasi, termasuk talkshow literasi keuangan yang membahas perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital.

    Transformasi UMKM Jawa Timur

    Sementara itu, penutupan di Surabaya dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, yang menekankan pentingnya integritas atau amanah sebagai “mata uang digital” paling berharga di era modern. Arumi menyoroti transisi signifikan yang dilakukan oleh UMKM perempuan di Jawa Timur yang kini semakin akrab dengan teknologi pembayaran transparan.

    Momentum ini dianggap sebagai titik balik untuk menjadikan produk lokal sebagai kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar global atau menjadi “local heroes”.

    Acara penutupan di kedua kota ini juga dimeriahkan dengan pemutaran film layar lebar “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” yang merupakan kolaborasi Netzme dengan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment.

    Kehadiran para pemeran film dalam sesi meet and greet turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang memadati lokasi acara.

    Kesuksesan NumoFest di sembilan kota besar, mulai dari Makassar hingga Surabaya, tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak.

    Bank Indonesia di berbagai kantor perwakilan wilayah, pemerintah daerah setempat, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) turut berperan aktif dalam memastikan kelancaran adopsi sistem pembayaran digital sepanjang festival berlangsung. (Icha)

  • Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Kredivo Jadi Rp3 Triliun

    Bank DBS Indonesia Tingkatkan Pendanaan Kredivo Jadi Rp3 Triliun

    Telko.id – PT Bank DBS Indonesia secara resmi mengumumkan langkah strategis pada awal tahun 2026 dengan meningkatkan pendanaan channeling kepada Kredivo. Nilai pendanaan tersebut kini ditingkatkan menjadi Rp3 triliun.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kedua belah pihak dalam memperluas akses pembiayaan digital di Indonesia, sekaligus merespons tingginya permintaan pasar terhadap layanan kredit yang fleksibel dan terjangkau.

    Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini bukanlah hal baru. Kemitraan strategis ini telah terjalin selama lebih dari setengah dekade, yang membuktikan efektivitas kolaborasi antara institusi perbankan konvensional dan platform kredit digital.

    Peningkatan limit pendanaan ini juga mencerminkan kepercayaan perbankan terhadap model bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) yang dijalankan secara bertanggung jawab dan terukur.

    Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat urgensi dari ekspansi pembiayaan ini. Tercatat pada November 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 68,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai angka Rp11,24 triliun.

    Tren positif ini menjadi landasan kuat bagi Bank DBS Indonesia untuk memperkuat ekosistem kredit ritel mereka melalui mitra tepercaya.

    Di tengah pertumbuhan industri keuangan digital yang pesat, performa positif juga terlihat dari berbagai pemain di sektor ini, seperti Laba SeaBank yang terus menanjak, menandakan sehatnya ekosistem finansial digital di Tanah Air.

    Rekam Jejak Pertumbuhan Pendanaan

    Sejarah kolaborasi kedua entitas ini menunjukkan grafik yang terus menanjak sejak dimulai pada tahun 2020. Pada tahap awal kerja sama, limit pendanaan yang diberikan berada di angka Rp300 miliar.

    Seiring dengan performa penyaluran kredit yang sehat dan meningkatnya kebutuhan masyarakat, angka tersebut terus bertambah secara bertahap.

    Pada tahun 2021, pendanaan meningkat menjadi Rp500 miliar dan kemudian menyentuh Rp1 triliun. Tren kenaikan berlanjut pada tahun 2022 dengan angka mencapai Rp2 triliun, hingga akhirnya menyentuh Rp3 triliun pada akhir tahun 2025 untuk menyongsong tahun 2026.

    Lonjakan pendanaan ini tidak hanya mencerminkan konsistensi kinerja Kredivo, tetapi juga strategi Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan solusi finansial yang adaptif.

    Dukungan pendanaan jumbo dari perbankan kepada sektor potensial juga terlihat pada sektor lain, seperti Kredit BCA yang disalurkan untuk pengembangan infrastruktur digital, menunjukkan pola serupa dalam penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.

    Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, menegaskan bahwa inovasi bagi DBS bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan jembatan untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah.

    Pihaknya sangat antusias melanjutkan kerja sama dengan Kredivo yang konsisten memperluas akses kredit digital.

    “Di tengah percepatan transformasi digital di sektor keuangan, kami ingin mendukung masyarakat untuk dapat ‘Live more, Bank less’ dengan memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga membantu mereka mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman, fleksibel, dan praktis,” ujar Melfrida.

    Fokus Ekspansi ke Kota Tier 2 dan 3

    Tambahan pendanaan sebesar Rp3 triliun ini memiliki target alokasi yang jelas. Kredivo berencana menggunakan amunisi baru ini untuk mendorong ekspansi layanan ke wilayah kota tier 2 dan tier 3.

    Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar, namun kerap kali masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal dari perbankan konvensional.

    Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024, strategi ini terbukti tepat sasaran. Data menunjukkan bahwa 53,6% pengguna Kredivo berasal dari kota tier 2 dan 3.

    Angka ini mencerminkan tingginya tingkat adopsi serta kebutuhan masyarakat di daerah tersebut terhadap alternatif pembiayaan digital. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjangkau 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

    Kebutuhan akan akses dana cepat dan praktis di berbagai lapisan masyarakat juga memicu hadirnya solusi lain seperti Pinjaman Cepat dari berbagai platform digital bank, yang melengkapi lanskap inklusi keuangan saat ini.

    Umang Rustagi, Co-Founder & President Director Kredivo Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan berkelanjutan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia.

    Ia menilai momentum pendanaan di awal 2026 ini sangat krusial untuk menjawab permintaan kredit yang sedang meningkat.

    “Pendanaan yang dilakukan di awal 2026 ini kami harap dapat menjadi dorongan yang tepat ketika permintaan kredit digital meningkat, terutama di kota tier 2 dan 3 yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Dengan dukungan pendanaan ini, kami dapat mempercepat ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ungkap Umang.

    Melalui pendanaan yang lebih besar, prioritas utama adalah penyediaan akses kredit yang aman, mudah, dan terjangkau. Cakupan pembiayaan tidak hanya terbatas pada kebutuhan konsumtif harian, tetapi juga meluas ke sektor esensial seperti kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan produktif.

    Kolaborasi yang telah berjalan hampir enam tahun antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo ini menjadi bukti nyata peran strategis sinergi antara bank dan fintech.

    Dengan penyaluran kredit yang terukur dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kemitraan ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan yang merata di seluruh pelosok negeri. (Icha)

  • BI Perluas QRIS ke Delapan Negara, Target 17 Miliar Transaksi

    BI Perluas QRIS ke Delapan Negara, Target 17 Miliar Transaksi

    Telko.id  – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke tingkat internasional. Saat ini, sistem pembayaran digital tersebut telah dapat digunakan di delapan negara.

    Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan sejumlah negara yang telah mendukung QRIS antara lain Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan.

    “QRIS akan kami perluas ke 8 negara lain, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga Saudi Arabia,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang ditayangkan melalui Youtube BI, Rabu (28/1).

    Dengan perluasan ini, pemanfaatan QRIS ditargetkan bisa mencapai 17 miliar transaksi sepanjang tahun ini. Dimana, jumlah pengguna bisa mencapai 60 juta.

    “Kami akan dorong bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) 17 miliar transaksi digital di 2026 ini. 60 juta pengguna QRIS, diantaranya adalah 45 juta UMKM,” jelas Perry.

    Perry juga mengatakan perekonomian akan tumbuh lebih tinggi lagi di tahun ini, dengan target 4,9-5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen. Dengan inflasi terjaga di kisaran 2,5 persen plus 1 persen.

    Baca juga:

    “Itulah mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see, kalau kita terus dengan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut proses finalisasi kerja sama dengan China dan Korea Selatan sudah memasuki tahap lanjut. Hal itu diharapkan bisa mempermudah warga Indonesia yang ingin berlibur ke kedua negara tersebut.

    “Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih.

    Dari sisi target, BI membidik peningkatan signifikan transaksi dan jangkauan QRIS, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Filianingsih menyebut BI menargetkan 17 miliar transaksi QRIS dan delapan negara mitra untuk layanan lintas batas.

    “Kita targetnya 17 miliar transaksi QRIS dan juga 8 negara untuk cross border. Lalu dari sisi supply-nya, 45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna dari sisi demand-nya,” terang Filianingsih.

  • Kartu Debit blu Kini Dukung Transaksi Valas Bebas Konversi Kurs

    Kartu Debit blu Kini Dukung Transaksi Valas Bebas Konversi Kurs

    Telko.id – blu by BCA Digital secara resmi mengumumkan peningkatan fitur layanan transaksi kartu debit blu yang kini terintegrasi dengan bluValas.

    Langkah strategis ini diambil guna menjawab lonjakan aktivitas perjalanan nasabah, baik di lingkup domestik maupun internasional, yang tercatat signifikan sepanjang tahun 2025.

    Melalui pembaruan ini, nasabah dapat menikmati kemudahan transaksi debit di luar negeri tanpa dikenakan biaya konversi kurs.

    Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai kendala yang kerap dialami masyarakat saat bepergian ke mancanegara. Masalah klasik seperti perbedaan nilai tukar mata uang yang fluktuatif, sulitnya menemukan money changer dengan harga kompetitif, hingga biaya tambahan akibat konversi transaksi sering kali mengurangi kenyamanan perjalanan.

    Dengan fitur baru ini, nasabah yang menggunakan bluVirtual Card, bluDebit Card, maupun Garuda x bluDebit Card dapat bertransaksi lebih efisien dan transparan.

    Rainer Sutedja, Head of Card & Personal Loan Business BCA Digital, menjelaskan bahwa mobilitas global masyarakat yang meningkat menuntut solusi perbankan yang lebih praktis. Pihaknya ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi di luar negeri dengan perasaan tenang, lancar, dan tetap hemat dalam satu ekosistem aplikasi.

    “Seiring meningkatnya mobilitas global masyarakat, kebutuhan akan solusi transaksi lintas negara yang praktis, transparan, dan tetap terkendali juga semakin relevan. Melalui transaksi kartu debit blu dengan bluValas, kami ingin memastikan sobatblu dapat bertransaksi di luar negeri dengan lebih tenang, seamless, dan hemat, dalam satu ekosistem blu,” ujar Rainer.

    Mekanisme Transaksi Otomatis dan Mata Uang yang Didukung

    Salah satu keunggulan utama dari integrasi ini adalah sistem deteksi otomatis. Ketika nasabah melakukan transaksi di luar negeri menggunakan kartu debit blu, sistem akan secara otomatis mengenali mata uang lokal di negara tujuan.

    Dana kemudian akan langsung didebet dari saldo bluValas yang sesuai, bukan dari saldo Rupiah, sehingga meniadakan proses konversi kurs yang biasanya memakan biaya tambahan.

    Mekanisme ini memungkinkan nasabah untuk tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar yang berisiko. Saat ini, fitur tersebut mendukung delapan mata uang asing utama yang populer digunakan di berbagai destinasi favorit.

    Mata uang tersebut meliputi Dolar Singapura (SGD), Yuan China (CNH), Yen Jepang (JPY), Dolar Hong Kong (HKD), Dolar Amerika Serikat (USD), Euro (EUR), Dolar Australia (AUD), dan Poundsterling Inggris (GBP).

    Fitur ini tidak hanya berlaku untuk transaksi fisik di mesin EDC (Electronic Data Capture) di luar negeri, tetapi juga mendukung pembayaran di berbagai merchant internasional berbasis online.

    Hal ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang gemar berbelanja di situs e-commerce global tanpa khawatir terkena selisih kurs yang merugikan. Bagi Anda yang merencanakan perjalanan, fitur ini bisa membuat pengalaman Liburan Seru menjadi lebih hemat.

    Biaya Tarik Tunai Kompetitif di ATM Mancanegara

    Selain kemudahan berbelanja non-tunai, bluValas yang terhubung dengan kartu debit blu juga menawarkan solusi penarikan uang tunai di ATM luar negeri.

    BCA Digital menetapkan struktur biaya yang bersahabat dan kompetitif untuk menjaga efisiensi pengeluaran nasabah selama berada di negara tujuan.

    Biaya penarikan tunai disesuaikan dengan mata uang negara tempat transaksi dilakukan. Berikut adalah rincian biaya penarikan tunai internasional menggunakan bluValas:

    • Amerika Serikat (USD): $1.5
    • Singapura (SGD): $1.5
    • Australia (AUD): $2.5
    • Hong Kong (HKD): $10
    • Eropa (EUR): €1.5
    • Inggris (GBP): £1
    • Jepang (JPY): ¥150
    • China (CNH): ¥10

    Penting untuk dicatat bahwa jika nasabah melakukan penarikan tunai di luar dari delapan mata uang yang didukung bluValas, maka akan dikenakan biaya standar sebesar Rp 25.000 (IDR). Transparansi biaya ini diharapkan dapat membantu nasabah dalam merencanakan anggaran perjalanan dengan lebih matang.

    Strategi Perencanaan Keuangan dan Bonus GarudaMiles

    Fitur bluValas dirancang untuk mendukung strategi perencanaan keuangan “beli sekarang, pakai nanti”. Nasabah dapat memantau pergerakan kurs dan membeli mata uang asing saat nilai tukar sedang menguntungkan, jauh sebelum tanggal keberangkatan.

    Dana yang tersimpan di bluValas kemudian aman dari fluktuasi kurs mendadak yang mungkin terjadi saat nasabah sudah berada di destinasi tujuan.

    Bagi pengguna Garuda x bluDebit Card, terdapat keuntungan tambahan berupa kesempatan mengumpulkan GarudaMiles. Setiap transaksi menggunakan bluValas dalam mata uang asing dengan nilai setara Rp 50.000 memberikan peluang untuk mendapatkan miles.

    Ini menjadi nilai tambah signifikan bagi nasabah yang rutin bepergian menggunakan maskapai nasional tersebut.

    Kemudahan ini sejalan dengan tren Belanja Hemat dan cerdas yang kini banyak diadopsi oleh pelancong modern. Dengan persiapan dana yang matang, risiko pembengkakan anggaran akibat selisih kurs dapat diminimalisir secara efektif.

    Cara Aktivasi dan Pengaturan di Aplikasi

    Untuk menikmati layanan ini, nasabah perlu melakukan aktivasi terlebih dahulu melalui aplikasi blu. Prosesnya dirancang sederhana agar dapat dilakukan secara mandiri oleh pengguna. Berikut adalah langkah-langkah aktivasinya:

    1. Buka aplikasi blu, geser layar ke kiri, lalu klik tombol “Aktifkan” pada kartu bluValas.
    2. Pilih opsi “Aktifkan” pada halaman utama (landing page) bluValas.
    3. Ikuti instruksi selanjutnya dan masukkan PIN transaksi untuk verifikasi.
    4. Setelah berhasil, akun bluValas untuk delapan mata uang asing akan otomatis terbentuk dan terhubung dengan kartu debit blu.

    Akun bluValas ini menggunakan nomor rekening yang sama dengan bluAccount utama, sehingga memudahkan pengelolaan. Selain itu, tersedia fitur pengaturan toggle ‘Transaksi bluValas’ di dalam aplikasi.

    Fitur ini memberikan kendali penuh kepada nasabah untuk memilih sumber dana transaksi, apakah ingin mendebet saldo mata uang asing di bluValas atau tetap menggunakan saldo Rupiah.

    Nasabah juga dapat memantau riwayat pengeluaran melalui fitur tracker bluValas secara real-time. Hal ini memastikan setiap penggunaan mata uang asing tetap transparan dan terkontrol, mirip dengan kemudahan memantau saldo pada layanan Dompet Digital pada umumnya.

    Melalui pengembangan fitur ini, BCA Digital menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi perbankan yang relevan dengan gaya hidup modern. Integrasi bluValas dengan kartu debit diharapkan mampu memberikan pengalaman transaksi internasional yang praktis, nyaman, dan hemat bagi seluruh nasabah. (Icha)