Kategori: Fintech

  • KBank dan Ant International Perkuat Pembayaran Lintas Negara

    KBank dan Ant International Perkuat Pembayaran Lintas Negara

    Telko.id – KASIKORNBANK (KBank) dan Ant International resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan infrastruktur keuangan terintegrasi.

    Kerja sama ini bertujuan menghadirkan pengalaman pembayaran yang lebih cepat, andal, dan mudah dikembangkan bagi Ant International beserta para pelanggannya.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini akan menggabungkan kapabilitas layanan keuangan teregulasi milik KBank dengan solusi AI finansial dari Ant International.

    Kolaborasi ini memungkinkan transaksi lintas negara dalam mata uang USD secara real-time selama 24/7. Inisiatif ini akan memanfaatkan Blockchain Deposit Accounts dari Kinexys by J.P. Morgan, unit bisnis blockchain terdepan di bawah J.P. Morgan Payments, guna mendukung pergerakan likuiditas USD secara real-time.

    Dr. Karin Boonlertvanich, Executive Vice President of KASIKORNBANK, mengatakan, “Kolaborasi ini mengatasi kendala utama dalam sistem keuangan lintas negara saat ini, di mana pergerakan likuiditas masih terhambat oleh infrastruktur yang terfragmentasi”.

    Ia menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan blockchain ke dalam sistem keuangan teregulasi, kami menciptakan arus dana yang lebih berkelanjutan, transparan, dan mudah dikembangkan antara jaringan global dan ekonomi lokal.

    Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan transaksi secara signifikan sekaligus memungkinkan operasional tanpa henti selama 24/7.

    KBank dan Ant International juga akan mengupayakan pengembangan solusi menyeluruh yang mencakup penerimaan pembayaran, proses kliring, hingga penyelesaian transaksi. Seluruh pengembangan ini tetap bergantung pada persetujuan hukum dan regulasi yang berlaku.

    Kolaborasi ini akan meningkatkan efisiensi transaksi dan settlement Ant International, sehingga arus kas para pelaku usaha menjadi lebih lancar. Inisiatif ini merupakan lanjutan dari kolaborasi yang telah berjalan antara KBank dan layanan pembayaran global Ant International.

    Melalui Alipay+, platform dompet digital dari Ant International, aplikasi mobile banking KPLUS milik KBank kini terhubung dengan ekosistem global yang mencakup 150 juta pelaku usaha dan 1,8 miliar akun konsumen di seluruh dunia.

    Integrasi dengan Antom pun turut memperkuat posisi KPLUS sebagai salah satu opsi pembayaran di Google Pay bagi pelaku usaha di Thailand.

    Solusi Fintech untuk Pelaku Usaha Kecil

    Kelvin Li, General Manager of Platform Tech and Senior Vice President at Ant International, mengatakan, “Di berbagai pasar berkembang, pemimpin industri seperti KBank tengah mendorong kesiapan masyarakat menghadapi ekonomi global yang semakin terhubung melalui adopsi teknologi AI dan blockchain yang aman dan lebih luas. Kami bangga dapat mendukung KBank melalui solusi fintech ini guna memberdayakan merchant di Thailand, khususnya pelaku usaha kecil, dengan solusi pembayaran yang lebih efisien agar dapat berkembang di pasar global.”

    MoU ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan sistem keuangan lintas negara yang terintegrasi dan mudah dikembangkan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi serta keandalan sistem pembayaran global mendukung perdagangan internasional.

    Kolaborasi ini sejalan dengan tren global perluasan sistem pembayaran lintas negara. Di Indonesia, misalnya, Bank Indonesia terus memperluas QRIS ke delapan negara untuk memfasilitasi transaksi antarnegara. Sementara itu, Alipay+ juga telah memperluas jangkauan ke 100+ negara untuk mendukung pariwisata global.

    Pengembangan serta kemungkinan penerapan inisiatif ini nantinya akan dilakukan dengan berkonsultasi bersama regulator terkait. Inisiatif baru dapat dijalankan setelah memperoleh seluruh persetujuan yang dibutuhkan.

    Komitmen Jangka Panjang

    KBank mengusung visi sebagai “Bank of Sustainability” dengan komitmen menghadirkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi, tata kelola yang kuat, dan pertumbuhan yang bertanggung jawab.

    KBank juga terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin perbankan digital melalui berbagai inisiatif strategis yang mendorong inklusi keuangan dan interoperabilitas lintas negara, termasuk pengembangan infrastruktur berbasis blockchain serta ekosistem pembayaran on-chain yang teregulasi bersama para inovator global.

    Sementara itu, Ant International merupakan perusahaan penyedia layanan pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial global terkemuka.

    Melalui kolaborasi lintas sektor, baik swasta maupun publik, platform techfin terintegrasi milik Ant International mendukung institusi keuangan dan merchant dari berbagai skala untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif melalui beragam solusi pembayaran digital dan layanan keuangan berbasis teknologi terkini.

    Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem keuangan lintas negara yang lebih efisien di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan AI, KBank dan Ant International berupaya menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah.

    Di kawasan Asia Tenggara, inovasi pembayaran lintas negara terus berkembang pesat. Flip mempermudah pembayaran rumah sakit di Malaysia untuk wisata medis, sementara QRIS antar negara resmi masuk Jepang melalui Netzme. Semua ini menunjukkan bahwa integrasi sistem pembayaran lintas negara menjadi prioritas utama bagi berbagai pihak.

    Dengan adanya kolaborasi antara KBank dan Ant International, ekosistem pembayaran digital di Thailand dan kawasan Asia Tenggara diprediksi akan semakin terintegrasi.

    Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan bisnis mereka ke pasar global dengan lebih mudah dan efisien. (Icha)

  • UMKM Jadi Penggerak Utama E-commerce Asia Tenggara 2029

    UMKM Jadi Penggerak Utama E-commerce Asia Tenggara 2029

    Telko.id – Pasar e-commerce Asia Tenggara diproyeksikan menjadi yang tercepat kedua di dunia pada 2029 dengan pertumbuhan 13,2% per tahun.

    Studi terbaru dari 2C2P by Antom dan IDC mengungkap bahwa UMKM menjadi penggerak utama di balik lonjakan ini.

    Laporan bertajuk “How Southeast Asia Buys and Pays 2026: Unlocking SMEs’ Potential” menunjukkan nilai pasar e-commerce kawasan akan tumbuh 85,4% menjadi US$289,8 miliar pada 2029. Pertumbuhan ini hanya kalah dari India secara global.

    Pembayaran digital diprediksi mencakup 97% dari total transaksi e-commerce pada 2029, naik dari 89% pada 2024. Dompet digital dan metode pembayaran lokal seperti QRIS di Indonesia menjadi pendorong utama.

    Worachat Luxkanalode, Group CEO of 2C2P by Antom, mengatakan, “Di tengah pertumbuhan pesat pasar e-commerce Asia Tenggara, 2C2P berkomitmen membantu bisnis dari berbagai skala melalui solusi pembayaran dan insight yang memudahkan mereka.”

    “Pelaku usaha, khususnya UMKM, memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan—berkontribusi lebih dari 50% terhadap PDB dan menyerap 64,6% tenaga kerja—namun banyak yang masih menghadapi tantangan transformasi digital,” lanjutnya.

    UMKM diproyeksikan menyumbang 58% pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2029. Survei terhadap 600 responden di enam negara—Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam—menunjukkan 66% UMKM telah berjualan secara online.

    Namun, tingkat kematangan digital masih timpang. Sekitar sepertiga UMKM masih bergantung pada transaksi tunai, termasuk di Singapura. Tantangan utama meliputi kompleksitas integrasi sistem, kekhawatiran fraud, biaya tinggi, dan keterbatasan infrastruktur.

    Di Indonesia, prioritas utama UMKM adalah penguatan kehadiran digital (35%), memperkuat rantai pasok (34%), dan memperluas pasar (28%). Tantangan terbesar adalah proses settlement lambat (35%), dukungan pembayaran internasional terbatas (30%), dan biaya layanan tinggi (27%).

    Hambatan digitalisasi UMKM Indonesia meliputi kompleksitas integrasi sistem (40%), keterbatasan akses internet (33%), dan biaya pengelolaan pajak (33%). Meski begitu, prospek UMKM tetap cerah seiring pertumbuhan e-commerce dan adopsi pembayaran digital.

    Pembayaran domestik diperkirakan tumbuh 104% dari US$45,1 miliar (2024) menjadi US$92,0 miliar (2029), menjadi kontributor terbesar dengan alokasi 32%. Dompet digital naik 107% dari US$38,2 miliar menjadi US$79,0 miliar, dengan pengguna naik dari 24% ke 27%.

    Buy Now Pay Later (BNPL) mencatat pertumbuhan tertinggi 174%, dari US$6,9 miliar menjadi US$18,9 miliar. Dengan 56% populasi Asia Tenggara belum memiliki akses kartu pembayaran (World Bank), solusi digital menjadi krusial.

    Sebanyak 63% responden UMKM menyatakan sistem pembayaran saat ini perlu peningkatan. Meski baru 49% menjalankan bisnis lintas negara, tiga dari empat responden berencana ekspansi internasional dalam dua tahun ke depan, terutama di Indonesia dan Thailand.

    IDC memperkirakan peningkatan partisipasi UMKM dalam e-commerce lintas negara berpotensi membuka tambahan nilai penjualan US$20,8 miliar pada 2029, setara peningkatan 7,1% terhadap nilai e-commerce kawasan.

    Worachat menambahkan, “Seiring ekosistem pembayaran yang berkembang cepat di berbagai negara, bisnis membutuhkan solusi yang menyederhanakan operasional, mendukung preferensi pembayaran lokal, dan membantu ekspansi lintas negara.”

    “Melalui platform pembayaran enterprise kami, pelaku usaha dapat mengatasi tantangan tersebut melalui satu integrasi API, sekaligus membuka peluang baru di ekonomi digital Asia Tenggara,” pungkasnya.

    Laporan lengkap tersedia di situs resmi 2C2P. Studi ini menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya penggerak, tetapi juga penerima manfaat utama dari transformasi digital di kawasan. (Icha)

  • QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

    QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

    Telko.id – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus memperluas jangkauannya di China.

    Setelah sebelumnya terintegrasi dengan Alipay dan UnionPay, kini QRIS dibidik untuk dapat terhubung dengan WeChat Pay, salah satu platform pembayaran digital terbesar di negara tersebut.

    Melansir dari Kompas, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, saat ini QRIS RI-China yang baru diluncurkan pada 30 April 2026, baru dapat digunakan melalui platform Alipay dan UnionPay.

    “Ke depan kami sudah bicara untuk kemungkinan WeChat Pay dan juga MPC, itu adalah mobile payment juga akan bekerjasama. Jadi mereka sudah membangun satu single QR. Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

    Baca Juga:

    Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) antara Indonesia dan China.

    Dengan integrasi tersebut, pengguna dari Indonesia nantinya dapat melakukan transaksi di merchant yang mendukung WeChat Pay hanya menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung QRIS.

    Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem pembayaran antarnegara.

    Santoso pun mengaku telah mencoba langsung penggunaan QRIS Antarnegara di China dan menilai implementasinya berjalan cukup baik, meski belum tersebar luas di seluruh merchant.

    “Di mereka yang ada masalah karena baru dua kan. Mereka harus mengintegrasikan, mereka harus merubah menjadi satu platform. Platform ini sebenarnya sudah ada di platform domestik, cuma kita meminta bisa enggak ini juga melayani internasional,” ungkapnya.

    Dia menambahkan, penggunaan QRIS RI-China memiliki potensi besar seiring tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan China.

    “Total pemain kita kebanyakan mikro dan UMKM kan di Indonesia, sekitar 44-45 jutaan. Kalau di China kita tahu di sana penduduknya besar dan pemainnya juga banyak. Yang kami pernah mendengar itu mereka hampir mendekati ratusan juta sampai ke UMKM-UMKM dan turis itu di sana baik jasa maupun barang juga,” kata Santoso.

    Integrasi ini dapat memberikan pengalaman transaksi lintas negara yang lebih sederhana.

    Wisatawan Indonesia di China nantinya cukup menggunakan aplikasi pembayaran lokal yang biasa dipakai sehari-hari tanpa perlu membawa banyak uang tunai atau kartu tambahan.

    Di masa depan, ekspansi QRIS ke lebih banyak platform dan negara berpotensi mempercepat terbentuknya ekosistem pembayaran digital ASEAN dan Asia yang lebih terhubung, efisien, dan mandiri.

  • QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

    QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

    Telko.id – Bank Indonesia membuka peluang perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Vietnam dan Filipina sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

    Langkah ini melanjutkan ekspansi QRIS yang sebelumnya sudah terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

    Melansir dari Kumparan, Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.

    “Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).

    Baca Juga:

    Melalui integrasi lintas negara ini, pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran di luar negeri cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia, tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional.

    Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang dan memproses transaksi melalui jaringan pembayaran masing-masing negara.

    BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.

    “Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.

    Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.

    “Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.

    Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.

    Dia menjelaskan integrasi antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand.

    Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.

    Perluasan QRIS ke lebih banyak negara akan mempermudah aktivitas perjalanan maupun transaksi internasional sehari-hari.

    Pembayaran bisa dilakukan langsung dari aplikasi lokal yang sudah digunakan sehari-hari, sehingga pengalaman transaksi lintas negara menjadi lebih praktis tanpa perlu banyak aplikasi tambahan.

  • ShopeePay Gratis Kirim Uang ke Semua Bank dan E-Wallet

    ShopeePay Gratis Kirim Uang ke Semua Bank dan E-Wallet

    Telko.id – Aplikasi ShopeePay meluncurkan kampanye terbaru bertajuk “Pasti Gratis Kirim Uang”, yang memungkinkan pengguna melakukan transfer gratis ke semua e-wallet dan semua bank tanpa biaya admin serta tanpa minimum transaksi.

    Layanan ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman transaksi harian yang lebih praktis, hemat, dan menguntungkan dalam satu genggaman.

    Eka Nilam Dari, selaku Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, menjelaskan bahwa aktivitas kirim uang kini menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat. Tren penggunaan dompet digital terus meningkat karena kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan.

    “Kami melihat aktivitas kirim uang semakin menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat. Trennya mulai beralih menggunakan dompet digital karena mudah dan praktis. Kini, masyarakat dapat bertransaksi langsung dari ponsel mereka dengan lebih cepat dan efisien. Melalui kampanye Pasti Gratis Kirim Uang, aplikasi ShopeePay ingin menghadirkan solusi yang lebih fleksibel dan menguntungkan, di mana pengguna dapat bertransaksi tanpa biaya tambahan,” ujarnya.

    Content image for article: ShopeePay Gratis Kirim Uang ke Semua Bank dan E-Wallet

    Kampanye ini menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transfer yang bebas biaya. Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi khawatir terhadap potongan admin yang kerap membebani transaksi keuangan sehari-hari.

    Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-wallet Sepuasnya

    Aplikasi ShopeePay memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan kirim uang sepuasnya ke bank, e-wallet, dan virtual account, tanpa dikenakan biaya admin.

    Layanan ini juga hadir tanpa minimum transaksi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik untuk nominal kecil maupun jumlah yang lebih besar.

    Dengan fleksibilitas ini, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi ShopeePay untuk berbagai situasi, mulai dari kebutuhan harian hingga transaksi mendadak, tanpa perlu khawatir terhadap biaya tambahan pada setiap transaksi. Hal ini sejalan dengan misi ShopeePay untuk mendukung gaya hidup digital yang lebih efisien.

    Lebih Hemat dengan Gratis Isi Saldo dan Tarik Tunai

    Tak hanya kirim uang, aplikasi ShopeePay juga melengkapi layanannya dengan gratis admin untuk isi saldo dan tarik tunai. Pengguna dapat menikmati gratis isi saldo hingga 25 kali per bulan, baik melalui metode online maupun melalui tunai di minimarket seperti Alfamart, Circle K, Indomaret, atau di gerai terdekat seperti Kantor Pos Indonesia.

    Selain itu, aplikasi ShopeePay juga menyediakan layanan tarik tunai gratis hingga 5 kali per bulan. Hal ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi pengguna yang membutuhkan uang tunai secara cepat tanpa dikenakan biaya.

    Dengan berbagai kemudahan ini, pengguna dapat menghemat lebih banyak di setiap tahapan transaksi keuangan mereka.

    Cara Mudah Kirim Uang dengan Aplikasi ShopeePay

    Untuk menggunakan fitur kirim uang di aplikasi ShopeePay, pengguna cukup mengikuti langkah-langkah sederhana berikut:

    1. Membuka aplikasi ShopeePay
    2. Masuk ke menu Kirim Uang
    3. Pilih tujuan transfer ke bank, e-wallet, atau virtual account
    4. Masukkan nominal dan konfirmasi transaksi

    Selain kirim uang, pengguna juga dapat memanfaatkan berbagai fitur lain di aplikasi ShopeePay untuk mendukung kebutuhan finansial sehari-hari. Mulai dari pembelian produk digital seperti pulsa dan token listrik, pembayaran berbagai tagihan, hingga akses ke layanan investasi.

    Semua layanan ini terintegrasi dalam satu aplikasi, sehingga memudahkan pengguna dalam mengelola keuangan.

    ShopeePay dapat diunduh melalui Google Play Store dan Apple App Store. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan ketentuan, pengguna dapat mengunjungi aplikasi ShopeePay atau kanal resmi ShopeePay.

    Pengguna juga diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap tautan atau penawaran yang mengatasnamakan ShopeePay di luar kanal resmi.

    Kampanye “Pasti Gratis Kirim Uang” ini menjadi langkah strategis ShopeePay dalam memperkuat posisinya di industri pembayaran digital Indonesia. Dengan menghilangkan biaya admin dan minimum transaksi, ShopeePay berharap dapat mendorong adopsi dompet digital yang lebih luas di masyarakat.

    Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi mereka yang selama ini merasa terbebani dengan biaya transaksi perbankan konvensional.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, Telko.id juga melaporkan berbagai inovasi dari ShopeePay, termasuk Shopee Big Ramadan yang memberikan THR miliaran rupiah. Hal ini menunjukkan komitmen ShopeePay dalam menghadirkan solusi keuangan yang menguntungkan bagi semua kalangan.

    Dengan kampanye ini, pengguna kini dapat melakukan transaksi keuangan dengan lebih leluasa tanpa khawatir biaya tambahan. Layanan gratis kirim uang, isi saldo, dan tarik tunai menjadikan aplikasi ShopeePay sebagai solusi all-in-one untuk kebutuhan finansial harian.

    Bagi Anda yang ingin merasakan kemudahan ini, segera unduh aplikasi ShopeePay dan nikmati berbagai promo menarik lainnya. (Icha)

  • Netzme Jadi First Mover QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok

    Netzme Jadi First Mover QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok

    Telko.id – PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) resmi menjadi salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) first mover dalam implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok.

    Integrasi ini mulai berlaku pada 30 April 2026 dan memperluas fungsi QRIS dari standar pembayaran nasional menjadi jembatan pembayaran lintas negara.

    Partisipasi Netzme mendukung agenda Bank Indonesia dan People’s Bank of China (PBoC) untuk memperkuat konektivitas pembayaran yang efisien dan inklusif.

    Bagi merchant dan UMKM, manfaat utamanya sederhana: pelanggan dari Tiongkok dapat membayar secara digital di merchant QRIS yang telah terhubung, sementara dana diterima merchant dalam Rupiah sesuai mekanisme QRIS yang berlaku.

    CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra mengatakan QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok bukan sekadar fitur pembayaran baru.

    “Ini adalah infrastruktur yang membuat UMKM Indonesia lebih siap melayani konsumen global, terutama wisatawan dan pelaku perjalanan dari Tiongkok,” ungkap Vicky.

    Sebagai PJP yang berperan di sisi issuer dan acquirer, Netzme menghadirkan manfaat di dua sisi. Pengguna Indonesia dapat bertransaksi lebih mudah di Tiongkok melalui Netzme Pay, sementara merchant Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme.

    Content image for article: Netzme Jadi First Mover QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok

    Dua Skenario Transaksi

    Pada fase awal implementasi, Netzme menghadirkan dua skenario transaksi. Pertama, dari sisi issuer melalui Netzme Pay: pengguna aplikasi Netzme Pay dapat melakukan pembayaran di merchant di Tiongkok yang telah mendukung skema QRIS Antarnegara dengan memindai kode QR melalui aplikasi.

    Kedua, dari sisi acquirer melalui Toko Netzme: merchant dan UMKM mitra Netzme dapat menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok menggunakan aplikasi pembayaran yang telah terhubung, termasuk Alipay dan UnionPay.

    Implementasi ini menjadi momentum penting karena QRIS telah menjadi infrastruktur pembayaran ritel yang semakin luas di Indonesia.

    Bank Indonesia mencatat akseptasi QRIS telah menjangkau 44 juta merchant, terutama UMKM, dan 61,7 juta pengguna hingga triwulan I 2026. Di periode yang sama, transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta transaksi senilai Rp713,59 miliar, sementara transaksi outbound mencapai 737.647 transaksi senilai Rp249,26 miliar.

    “Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi infrastruktur utama bagi pelaku usaha. Fokus Netzme adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara dapat benar-benar dipakai di lapangan oleh merchant, tidak berhenti sebagai teknologi,” ungkap Vicky.

    Netzme juga menyiapkan perluasan implementasi dalam agenda grand launching QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada Juni 2026.

    Pada tahap berikutnya, Netzme akan terus mengikuti kesiapan ekosistem, arahan regulator, dan integrasi mitra pembayaran lintas negara agar manfaat QRIS Antarnegara dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan merchant.

    “Melalui Toko Netzme dan QRIS Soundbox, kami ingin proses pembayaran tetap sederhana bagi pemilik usaha, pembayaran terkonfirmasi, pencatatan transaksi rapi, dan pengalaman pelanggan lebih lancar,” tambah Vicky.

    Program Apresiasi Merchant

    Sebagai bagian dari edukasi dan apresiasi kepada merchant, Netzme meluncurkan program “QRIS Soundbox Goes Global, Gratis Trip ke China!” bagi merchant aktif pengguna Toko Netzme dan QRIS Soundbox yang memenuhi kriteria program.

    Merchant terpilih akan berkesempatan mengikuti perjalanan edukatif ke Tiongkok untuk merasakan langsung pengalaman transaksi QRIS Antarnegara dan melihat perkembangan ekosistem pembayaran digital di negara tersebut.

    “Program ini kami desain bukan hanya sebagai apresiasi, tetapi sebagai pengalaman belajar bagi merchant. Kami ingin para pelaku usaha melihat sendiri bahwa transformasi digital membuka akses yang lebih luas, termasuk akses ke pelanggan lintas negara,” ujar Vicky.

    Seluruh biaya utama perjalanan, akomodasi, dan uang saku selama program akan ditanggung oleh Netzme sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Langkah Netzme ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana mitra digitalisasi UMKM terus berinovasi. Sebelumnya, program QR cross border DANA juga telah memperluas akses pembayaran lintas negara.

    Dengan hadirnya QRIS Antarnegara, peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar global semakin terbuka lebar. (Icha)

  • Ant International Hubungkan 150 Juta Merchant dan 2 Miliar Pengguna

    Ant International Hubungkan 150 Juta Merchant dan 2 Miliar Pengguna

    Telko.id – Ant International saat ini telah menghubungkan lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia dengan lebih dari 2 miliar akun pengguna global.

    Pencapaian ini disampaikan dalam forum eksekutif fintech unggulan, MoMents 2026, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

    CEO Ant International, Peng Yang, memaparkan strategi global perusahaan di era AI commerce. Ia menekankan bahwa model baru interoperabilitas keuangan dan AI commerce memberikan kemampuan besar untuk membantu perusahaan global maupun usaha kecil meningkatkan ketahanan bisnis sekaligus memperluas sumber pendapatan.

    “Model baru interoperabilitas keuangan dan AI commerce memberi kami kemampuan yang besar untuk membantu perusahaan global maupun usaha kecil dalam meningkatkan ketahanan bisnis sekaligus memperluas sumber pendapatan,” ujar Peng Yang.

    “Dengan jaringan yang semakin luas dan mendalam, kami dapat berkolaborasi dengan lebih banyak mitra untuk menghadirkan solusi fintech yang inovatif, tepercaya, dan bernilai tinggi di pasar dengan pertumbuhan tercepat,” ujar Peng Yang menambahkan.

    Sebagai penyedia global terkemuka di bidang pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial, Ant International kini mendukung lebih dari 300 metode pembayaran di lebih dari 220 pasar.

    Jaringan ini mencakup seluruh skema kartu, 50 mitra pembayaran seluler, serta lebih dari 10 sistem QR nasional, termasuk SGQR (Singapura), DuitNow (Malaysia), ZeroPay (Korea Selatan), PromptPay (Thailand), QRIS (Indonesia), dan LankaPay (Sri Lanka).

    Perusahaan juga terus memperluas ekosistemnya dengan menggandeng e-wallet dan aplikasi perbankan global, termasuk iFAST Global Bank (Inggris), KBank dan SCB (Thailand), barq (Arab Saudi), serta ShopeePay (Asia Tenggara).

    Dengan rata-rata lebih dari 20 juta transaksi per hari, Ant International terus memperluas jangkauan pasarnya melalui lisensi baru dan kemitraan di Asia, Amerika Latin, dan EMEA.

    Di Vietnam, perusahaan bermitra dengan NAPAS dan Vietcombank untuk menghadirkan layanan pembayaran QR lintas negara, sekaligus bekerja sama dengan Pemerintah Ho Chi Minh City dalam pengembangan pusat keuangan internasional.

    Pada akhir tahun 2025, di wilayah Amerika Latin, Ant International menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan fintech asal Meksiko, R2, untuk mendukung ekspansi pembiayaan UMKM di kawasan tersebut.

    Sementara itu di Timur Tengah, perusahaan berkolaborasi dengan Saudi Central Bank (SAMA) dan jaringan pembayaran nasional mada, dengan rencana menghadirkan pembayaran QR lintas negara Alipay+ pada 2026.

    Perusahaan juga tengah menyiapkan peluncuran program keuangan syariah di Asia Tenggara dan pasar berkembang lainnya. Seiring ekspansi global bisnis yang terus berkembang, Ant International menempati peringkat pertama dalam jumlah akun global yang dikelolanya untuk pelaku usaha, khususnya UMKM yang bergerak di perdagangan lintas negara.

    Solusi menyeluruh bagi perusahaan, UMKM, dan pasar berkembang menjadi sorotan utama dalam strategi menggabungkan kekuatan empat bisnis utama, yaitu Alipay+, Antom, Bettr, dan WorldFirst.

    Keempat lini ini menghadirkan solusi pertumbuhan terintegrasi di semua skala bisnis, mulai dari pembayaran global, akun global, penguatan nilai strategis, hingga kepemimpinan inovasi dan teknologi.

    Pembayaran global menjadikan sistem pembayaran sebagai penggerak pertumbuhan bagi bisnis dari berbagai skala agar dapat berkembang di ekonomi digital global.

    Akun global menghadirkan akun global tanpa batas yang berbasis AI bagi bisnis dari berbagai skala, sekaligus membuka akses ke perdagangan digital lintas negara, sehingga memungkinkan bisnis untuk “born global” sejak hari pertama.

    Penguatan nilai strategis menghadirkan solusi pembiayaan terintegrasi, kredit, dan pengelolaan kas berbasis teknologi untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.

    Berbekal pengalaman di pembayaran global, Ant International secara aktif mengembangkan solusi AI dan blockchain bersama pelanggan, mitra, dan regulator guna menghadirkan inovasi yang aman, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan berdampak langsung bagi bisnis.

    Solusi FinAI untuk Tantangan Bisnis Nyata

    Melalui kolaborasi dengan penyedia LLM terkemuka, jaringan kartu, dan fintech lainnya, Ant International mengembangkan solusi FinAI untuk membantu merchant dan institusi keuangan mengatasi tantangan pertumbuhan dan keamanan. Beberapa solusi unggulan diperkenalkan dalam forum MoMents 2026.

    Salah satunya adalah Agentic Mobile Protocol (AMP), kerangka pembayaran agentic pertama di dunia yang bersifat open source dan dirancang untuk antarmuka mobile guna mendorong perkembangan AI commerce.

    Protokol ini memungkinkan koneksi pembayaran agentic yang aman dan berbasis AIOps ke berbagai layanan mobile, termasuk dompet digital, aplikasi perbankan, super app, dan portal mobile, di berbagai perangkat dari ponsel hingga wearable.

    Selain itu, platform AI-as-a-Service milik Ant International, GenAI Cockpit, membekali mitra fintech dengan berbagai alat untuk mengembangkan solusi agentic, mulai dari asisten layanan pelanggan hingga copilot penjualan. Di Malaysia, TNG eWallet, serta easypaisa, bank digital pertama di Pakistan, telah memanfaatkan platform ini untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih optimal berbasis AI.

    Ant International juga mengandalkan AI SHIELD, model transformer manajemen risiko 3-in-1 untuk menjaga keamanan seluruh transaksi dalam ekosistemnya.

    Didukung lebih dari 7 miliar parameter, model ini menggabungkan data graf, sekuensial, dan tabular untuk mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi dengan tingkat presisi di atas 95%, sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan pembayaran hingga 13,5%.

    Model AI FX berbasis MoE pertama di industri, Falcon TST AI FX model, mampu menghasilkan proyeksi jangka panjang dengan tingkat akurasi hingga 93%, didukung lebih dari 8,5 miliar parameter.

    Model ini digunakan secara internal melalui Falcon TST untuk mengelola arus kas dan exposure FX secara berkala, dan berhasil menekan biaya hingga 60%. Pada 2025, model ini dirilis sebagai open source untuk memperluas pemanfaatan dan kolaborasi dalam pengembangan time-series learning.

    EPOS360 merupakan pelopor aplikasi UMKM berbasis AI yang mengintegrasikan berbagai fitur praktis, mulai dari sistem POS, pembayaran, layanan perbankan, pembiayaan, hingga operasional bisnis dalam satu platform.

    Platform ini pertama kali diluncurkan di Singapura, dan kini dapat diakses oleh merchant di Malaysia melalui mini program di TNG eWallet.

    Antom Copilot menghadirkan otomatisasi dan dukungan bagi merchant dengan memanfaatkan pembelajaran dari kasus nyata, sehingga meningkatkan efisiensi layanan seperti penanganan sengketa chargeback hingga 46%.

    Dalam satu tahun sejak diluncurkan, 72% merchant yang bergabung dengan Antom telah menyelesaikan integrasi pembayaran secara mandiri melalui copilot ini.

    Masa Depan Layanan Keuangan di Era AI Commerce

    Dalam forum eksekutif fintech MoMents 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, para eksekutif dari jaringan pembayaran global, perbankan, fintech, perusahaan teknologi, serta regulator membahas arah masa depan layanan keuangan di era AI commerce.

    Fokus diskusi menyoroti transformasi sistem pembayaran, interoperabilitas global, evolusi super app berbasis AI, inovasi keuangan syariah, serta penguatan kepercayaan dan keamanan.

    Ant International meresmikan Digital Business Center di Kuala Lumpur pada 2024. Pencapaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat infrastruktur AI commerce global yang menghubungkan jutaan merchant dan miliaran pengguna di seluruh dunia.

    Seiring dengan perluasan solusi AI, Ant International terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan inklusif di pasar berkembang. Perusahaan juga berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menghadirkan solusi fintech yang inovatif, tepercaya, dan bernilai tinggi.

    Inovasi seperti keamanan siber berbasis AI menjadi bagian penting dari strategi Ant International. Dengan menggabungkan teknologi AI dan interoperabilitas global, perusahaan mampu menghadirkan solusi yang aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Icha)

  • QRIS Bisa Dipakai di China Mulai 30 April

    QRIS Bisa Dipakai di China Mulai 30 April

    Telko.id – Kabar penting bagi pengguna pembayaran digital, warga Indonesia kini bisa menggunakan QRIS di China mulai 30 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi sistem pembayaran lintas negara yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama otoritas China.

    “Tiongkok 30 April bisa launching,” kata Deputi Gubernur BI Fillianingsih Hendarta dalam sebuah konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, Rabu (22/4/2026).

    BI bahkan sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS di China. Dalam uji cob aitu, volume transaksi sudah mencapai 1,64 juta dengan nilai setara dengan Rp 556 miliar.

    QRIS sendiri memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan scan QR code melalui aplikasi mobile banking atau e-wallet.

    Baca Juga:

    Dengan integrasi lintas negara ini, pengguna dari Indonesia tidak perlu lagi menukar mata uang secara fisik saat bertransaksi di China, karena sistem akan secara otomatis mengonversi nilai pembayaran.

    Ekspansi ke China menjadi langkah besar karena negara tersebut memiliki ekosistem pembayaran digital yang sangat maju, terutama melalui QR code.

    Penggunaan QRIS di China nantinya akan diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank, sedangkan dari China ada 19 penyelenggara.

    “Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis dan bisnis ini sudah siap diimplementasikan, sehingga tanggal 30 kita istilahnya gunting pita,” ucap Filianingsih.

    Pelebaran QRIS di China ini akan menambah deretan negara-negara yang bisa bertransaksi tanpa uang tunai bagi masyarakat Indonesia.

    Sebelum di China, pada 1 April 2026 BI telah meresmikan penggunaan QRIS di Korea Selatan. Sedangkan sebelumnya sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

    Namun, implementasi ini tetap bergantung pada kesiapan merchant dan integrasi sistem di lapangan. Artinya, tidak semua tempat di China langsung menerima QRIS di tahap awal, melainkan akan dilakukan secara bertahap seiring perluasan kerja sama antar sistem pembayaran.

    Langkah ini menunjukkan arah baru sistem pembayaran global yang semakin terintegrasi. Bagi pengguna, ini jadi sinyal bahwa ke depan transaksi lintas negara akan semakin seamless—cukup dengan satu aplikasi, pembayaran bisa dilakukan di berbagai negara tanpa hambatan berarti.

  • DOKU Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor

    DOKU Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor

    Telko.id – DOKU, perusahaan fintech pembayaran digital terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan Green Pantry, inisiatif pengelolaan limbah sirkular yang mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos bernilai guna.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap sustainability sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

    Diluncurkan bertepatan dengan Hari Bumi dan perayaan ulang tahun ke-19 DOKU, Green Pantry menargetkan pengalihan hingga 65% sampah organik atau sekitar 650 kilogram per bulan dari tempat pembuangan akhir (TPA).

    Dengan okupansi harian sekitar 150–170 karyawan, DOKU menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulan, yang sebagian besar berupa limbah makanan.

    Melihat potensi tersebut, program ini dirancang untuk mengelola limbah langsung dari sumbernya melalui sistem waste management terintegrasi di pantry kantor.

    “Bahkan bisnis digital tetap meninggalkan jejak. Melalui Green Pantry, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur,” ujar Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU.

    Melalui sistem pengomposan di kantor, karyawan terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan limbah makanan. Selain mengurangi volume sampah, pendekatan ini juga mendorong kebiasaan kerja yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Kompos yang dihasilkan, bernama BeyondGrow, diproses melalui tahapan terkontrol mulai dari pengumpulan, dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan. Produk ini mendukung prinsip zero waste sekaligus dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan peningkatan kualitas tanah.

    Sebagai langkah lanjutan, DOKU membuka pre-order terbatas untuk BeyondGrow agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

    Content image for article: DOKU Luncurkan Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor
    Content image for article: DOKU Luncurkan Green Pantry, Target Kurangi 65% Sampah Organik Kantor

    Kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi DOKU.

    Nabilah Alsagoff, Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU, menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam mengintegrasikan corporate sustainability ke dalam operasional sehari-hari.

    “Kami percaya keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara kerja. Dengan sistem yang tepat dan keterlibatan karyawan, dampaknya dapat dikelola secara konsisten dan terukur,” ujarnya.

    Green Pantry merupakan bagian dari komitmen ESG DOKU yang mencakup pengelolaan limbah, efisiensi operasional, serta peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik yang lebih bertanggung jawab.

    “Perubahan tidak selalu harus besar. Dari pantry kantor, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana bisa memberikan dampak nyata,” tutup Himelda.

    Program ini dirancang agar mudah diterapkan dan scalable, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam membangun praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

    Dampak Positif bagi Lingkungan dan Karyawan

    Inisiatif Green Pantry tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan di kalangan karyawan. Dengan keterlibatan langsung dalam pemilahan dan pengolahan sampah, setiap individu menjadi bagian dari solusi. Hal ini sejalan dengan tren korporasi global yang mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

    DOKU juga membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mengadopsi model serupa. Dengan sistem yang terukur dan hasil kompos yang berkualitas, Green Pantry bisa menjadi blueprint pengelolaan limbah organik di perkantoran.

    Komitmen ESG dan Masa Depan Berkelanjutan

    Green Pantry menjadi bukti nyata komitmen DOKU dalam menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Inisiatif seperti ini juga menjadi daya tarik bagi talenta muda yang peduli terhadap isu keberlanjutan.

    Dengan target pengurangan 65% sampah organik per bulan, DOKU optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Langkah ini juga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

    Dengan pendekatan yang terukur dan melibatkan seluruh elemen perusahaan, Green Pantry diharapkan mampu menjadi katalis perubahan menuju operasional bisnis yang lebih hijau.

    DOKU membuktikan bahwa transformasi menuju keberlanjutan bisa dimulai dari langkah kecil di pantry kantor. (Icha)

  • Maybank Indonesia Dorong Ekosistem Halal Terpadu

    Maybank Indonesia Dorong Ekosistem Halal Terpadu

    Telko.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) menghadirkan pendekatan terintegrasi untuk membangun ekosistem halal di Indonesia.

    Langkah ini menjawab tantangan keterhubungan antar sektor dan akses pembiayaan yang belum merata di tengah pertumbuhan ekonomi syariah yang pesat.

    Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari menegaskan strategi ini sebagai bagian dari visi jangka panjang bank.

    “Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Romy, Rabu (16/4/2026).

    Alih-alih hanya menawarkan produk keuangan, Maybank Indonesia memosisikan diri sebagai penghubung antar berbagai elemen dalam rantai nilai ekonomi syariah.

    Pendekatan ini mencerminkan pergeseran peran perbankan syariah dari sekadar penyedia produk menjadi enabler yang memungkinkan aktivitas ekonomi halal berjalan lebih efektif.

    Langkah konkret terlihat di sektor kesehatan. Maybank Indonesia tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi institusi, tetapi juga menghadirkan solusi yang mendukung pengembangan ekosistem secara menyeluruh.

    Layanan mencakup pengadaan sarana prasarana kesehatan, dukungan kebutuhan operasional, pengelolaan payroll karyawan, hingga pembiayaan bagi karyawan dan keluarganya.

    Upaya integrasi ini diperluas ke sektor lain seperti pendidikan, food & beverage (F&B), hingga layanan berbasis komunitas. Tujuannya adalah menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar sektor dalam ekonomi syariah.

    Dengan mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam aktivitas ekonomi riil, dampaknya dirasakan pada peningkatan produktivitas dan kemampuan adaptasi ekosistem.

    Romy menuturkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance), khususnya dalam mendorong dampak sosial melalui penguatan sektor-sektor esensial.

    Pengembangan ekosistem halal juga membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai nilai ekonomi syariah. Kolaborasi digital serupa juga dilakukan pihak lain, seperti yang diinisiasi LinkAja Syariah untuk memperkuat ekosistem digital syariah.

    Bagi Maybank Indonesia, langkah ini merupakan komitmen jangka panjang. “Penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi pemimpin global dalam perbankan syariah serta menjalankan misi Humanising Financial Services,” tutup Romy.

    Komitmen terhadap UMKM juga tercermin dari upaya mitra digitalisasi UMKM lainnya yang mendapat pengakuan.

    Perkembangan ekosistem halal di Indonesia kini merambah sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan layanan komunitas, tidak lagi terbatas pada makanan dan gaya hidup.

    Geliat ekonomi syariah yang menguat menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar halal terbesar di dunia. Transformasi digital turut menjadi pendorong, sebagaimana terlihat dalam tren digital terkini yang membentuk bisnis.

    Dukungan terhadap sektor kreatif dan komunitas juga semakin relevan, terutama dalam mengabadikan momen penting. Terdapat beragam tips kreatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat dengan bantuan teknologi.

    Sinergi antara keuangan syariah yang terintegrasi dan adopsi teknologi digital diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. (Icha)