Kategori: Fintech

  • Amartha Bantah Tuduhan Kartel Bunga Pinjaman dari KPPU

    Amartha Bantah Tuduhan Kartel Bunga Pinjaman dari KPPU

    Telko.id – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) membantah semua tuduhan investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kartel dalam penetapan bunga pinjaman pada periode 2020-2023.

    Bantahan tersebut disampaikan kuasa hukum Amartha, Harry Rizki Perdana, dalam sidang Perkara Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5/1999 di KPPU, Kamis (11/9/2025).

    Harry menegaskan bahwa Amartha merupakan penyedia layanan keuangan yang fokus pada pemberdayaan perempuan di perdesaan, mirip dengan model Grameen Bank di Bangladesh.

    “Fokus Amartha adalah pada pembiayaan produktif melalui modal kerja untuk usaha ultra mikro dan UMKM, khususnya perempuan di perdesaan. Hal ini juga tadi mencuat dalam persidangan, karena seharusnya dibedakan antara pembiayaan produktif dengan konsumtif,” ujarnya.

    Baca juga :

    Amartha Financial Resmi Lahir, Hadirkan Layanan Keuangan Digital di 50.000 Desa

    Amartha Dorong Literasi dan Pendidikan Perempuan Melalui Beasiswa STEAM

    Investigator KPPU mendalilkan dugaan pelanggaran berdasarkan Pedoman Perilaku Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang mengatur batas atas bunga P2P lending.

    Pedoman tersebut menetapkan batas bunga sebesar 0,8% per hari yang kemudian turun menjadi 0,4% per hari di 2021. Investigator menafsirkan hal ini sebagai bentuk perjanjian bersama dalam mengatur harga (price fixing).

    Namun, Harry membantah tafsiran tersebut. Menurutnya, Pedoman Perilaku AFPI tidak dapat dijadikan bukti perjanjian kartel karena tidak ada kesepakatan sukarela untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

    “Pedoman Perilaku AFPI disusun dan dirancang sesuai arahan dalam surat edaran OJK saat itu, yang salah satu poinnya adalah larangan bagi para anggota AFPI untuk melakukan predatory lending,” ungkap Harry.

    Harry menjelaskan bahwa pedoman tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan OJK Nomor 77/2016 dan collective action dari AFPI dan OJK untuk mengisi kekosongan regulasi.

    Tujuannya adalah melindungi konsumen dari maraknya praktik layanan pinjol ilegal dan tidak beretika.

    Lebih lanjut Harry menegaskan bahwa Pedoman Perilaku AFPI tidak menghalangi atau membatasi persaingan usaha di industri P2P lending. Penetapan batas atas suku bunga dalam pedoman bukan merupakan kewajiban penyeragaman harga.

    Para anggota AFPI dapat menentukan secara mandiri dan independen besaran suku bunga atau manfaat ekonomi yang diberikan kepada konsumennya.

    “Sebagai contoh, Amartha konsisten menerapkan suku bunga sekitar 2% per bulan sejak 2018 sampai dengan 2023. Artinya, Amartha tidak mengikuti batas maksimum yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku AFPI karena tingkat bunganya jauh di bawah itu,” tegas Harry.

    Harry juga menyoroti struktur pasar fintech lending di Indonesia yang tidak menunjukkan pola pasar terkonsentrasi atau oligopoli. Mengutip rilis KPPU, empat besar pemain P2P lending hanya memiliki total pangsa pasar 40%.

    Berdasarkan data ini, struktur pasar fintech lending Indonesia lebih mendekati kategori persaingan efektif.

    “Lagipula, jumlah perusahaan yang menjadi terlapor sangat banyak, 97 perusahaan. Bagaimana mungkin membuat kesepakatan kalau pemainnya sangat banyak,” tandas Harry.

    Perkara ini merupakan bagian dari pengawasan KPPU terhadap industri fintech lending yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Sidang akan terus berlanjut untuk mengkaji lebih dalam dugaan pelanggaran yang diajukan investigator.

    Amartha sendiri telah beroperasi selama 15 tahun dengan fokus pada pembiayaan produktif untuk sektor ultra mikro dan UMKM.

    Perusahaan ini dikenal dengan pendekatannya yang memberdayakan perempuan pengusaha di daerah perdesaan melalui skema pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan.

    Industri P2P lending di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan nilai transaksi yang terus meningkat.

    Regulasi dari OJK dan pedoman dari AFPI ditujukan untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga kesehatan industri.

    Perkembangan sidang ini akan menjadi perhatian banyak pihak, mengingat dampaknya terhadap masa depan regulasi dan praktik bisnis di industri fintech lending Indonesia.

    KPPU diharapkan dapat memberikan keputusan yang adil dan berdasarkan bukti-bukti yang kuat. (Icha)

  • DOKU Travel Fest 2025 Hadir Lebih Besar, Berlangsung Secara Hybrid

    DOKU Travel Fest 2025 Hadir Lebih Besar, Berlangsung Secara Hybrid

    Telko.id – DOKU Travel Fest (DTF) 2025 kembali digelar dengan skala lebih besar dan kategori merchant yang lebih luas.

    Acara ini berlangsung secara hybrid, dimulai dengan pameran offline di KAI Expo pada awal Agustus, dan puncaknya berjalan online mulai 9 September hingga 10 Oktober 2025. Semua informasi program dapat diakses melalui portal https://doku.promo/travel-fest/.

    Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU, mengatakan, “Dengan semangat Healing Tetap Jalan, Pakai Promo Andalan, DTF 2025 hadir lebih interaktif dengan promo yang dapat di mix and match sesuai pilihan konsumen.”

    Tahun lalu, program DTF berkontribusi mendorong pertumbuhan transaksi sekitar 79% merchant yang berpartisipasi hingga 20% selama periode program.

    “Dengan semakin banyak merchant dan partner yang terlibat dan ragam kegiatan yang ditambahkan, kami optimis bahwa DTF tahun ini berpotensi memberikan dampak yang konsisten baik bagi transaksi merchant maupun partner kami,” tambah Himelda.

    Selain kategori travel, konsumen juga akan dimanjakan dengan promo menarik dari berbagai sektor, seperti kuliner, asuransi, beauty, F&B, serta penawaran dari merchant UKM DOKU.

    Merchant UKM DOKU terbagi ke dalam empat kategori: Sobat Jelajah (kuliner dan travel kit lokal), Sobat Gaspol (tour & travel serta transportasi), Sobat Jalan (wisata dan taman hiburan), dan Sobat Santai (hotel dan akomodasi terbaik).

    Melalui DTF, DOKU tidak hanya menggandeng dan memfasilitasi para merchant, tetapi juga mengapresiasi kontribusi mereka dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif.

    Inisiatif ini diharapkan mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan, serta memperkuat posisi DOKU sebagai solusi pembayaran terpercaya untuk berbagai kebutuhan, termasuk liburan nasional maupun internasional.

    Content image for article: DOKU Travel Fest 2025 Hadir Lebih Besar, Kolaborasi Merchant Makin Luas

    Perkembangan teknologi pembayaran digital seperti yang ditawarkan DOKU semakin memudahkan konsumen dalam merencanakan liburan. Inovasi serupa juga terlihat dari peluncuran Alipay+ Voyager yang memanfaatkan AI sebagai travel companion terintegrasi.

    Selain itu, kemudahan dalam mengumpulkan points atau miles untuk perjalanan juga semakin populer. Hal ini sejalan dengan semangat DTF 2025 yang ingin memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen.

    Di sisi lain, perkembangan aplikasi perjalanan juga mendapat perhatian dari regulator, seperti kolaborasi antar sektor terus didorong untuk menciptakan ekosistem yang sehat.

    DOKU Travel Fest 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promo, tetapi juga wadah kolaborasi yang memperkuat ekosistem digital di Indonesia.

    Dengan partisipasi merchant yang semakin beragam, acara ini berpotensi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan transaksi dan perluasan layanan pembayaran digital. (Icha)

  • QRIS Resmi Beroperasi di Jepang, Didukung Finnet dan BI

    QRIS Resmi Beroperasi di Jepang, Didukung Finnet dan BI

    Telko.id – Sistem pembayaran digital nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) resmi dapat digunakan di Jepang mulai 4 September 2025.

    Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dan menandai perluasan QRIS pertama kali di luar kawasan ASEAN.

    Pada tahap awal, masyarakat Indonesia dapat melakukan transaksi menggunakan QRIS di 35 merchant di Jepang dengan memindai JPQR Global melalui aplikasi pembayaran domestik.

    Perluasan ini merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan dukungan penyelenggara sistem pembayaran termasuk PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa perluasan QRIS ke Jepang menjadi langkah bersejarah dalam perjalanan sistem pembayaran Indonesia.

    “Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital serta memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah menjangkau 57 juta pengguna,” ujarnya dalam acara peluncuran di Bank Indonesia.

    Direktur Technology, Product & Operation Finnet Apep MK Noormansyah yang hadir dalam acara tersebut menyatakan komitmen Finnet untuk terus berperan aktif dalam mendorong ekosistem pembayaran digital nasional menuju level global.

    “PT Finnet Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan industri sistem pembayaran dan seluruh mitra dalam memperluas akseptasi QRIS, baik di dalam negeri maupun lintas negara,” katanya.

    Noormansyah menambahkan bahwa inovasi ini akan mendorong inklusi keuangan digital serta memperkuat daya saing Indonesia di era global. Ke depan, jangkauan merchant di Jepang akan diperluas sehingga masyarakat Indonesia semakin mudah bertransaksi di negeri Sakura.

    Selain Jepang, Bank Indonesia juga mengumumkan dimulainya uji coba interkoneksi QRIS dengan Tiongkok melalui kerja sama dengan People’s Bank of China (PBoC), UnionPay International (UPI), ASPI, dan perwakilan industri sistem pembayaran. Konektivitas ini diharapkan semakin mempermudah transaksi lintas negara, khususnya dalam perdagangan, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM.

    Peluncuran QRIS di Jepang menjadi tonggak baru bagi Finnet sebagai bagian dari ASPI, yang secara konsisten mendukung implementasi sistem pembayaran digital Indonesia di kancah internasional.

    Langkah strategis ini mempertegas komitmen Finnet dalam mendukung misi nasional memperluas jaringan pembayaran digital, menghadirkan inovasi yang inklusif, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan mitra internasional.

    Sebelumnya, QRIS telah terhubung dengan beberapa negara ASEAN termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ekspansi ke Jepang membuka peluang baru bagi pengguna QRIS untuk bertransaksi secara lebih luas di kawasan Asia.

    Ke depan, tidak hanya masyarakat Indonesia yang dapat bertransaksi di Jepang, tetapi masyarakat Jepang juga akan dapat menggunakan aplikasi pembayaran domestik mereka untuk bertransaksi di Indonesia dengan memindai QRIS. Hal ini akan semakin mempererat hubungan ekonomi antara kedua negara.

    Dukungan Finnet terhadap pengembangan QRIS sejalan dengan komitmen Telkom Group dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, Finnet terus berinovasi dalam menyediakan layanan pembayaran digital yang aman dan andal.

    Pengembangan QRIS juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui integrasi dengan platform seperti Sistem Jakpreneur yang memudahkan pelaku UMKM dalam bertransaksi digital.

    Inisiatif pembayaran digital lintas negara ini juga sejalan dengan program Telkomsel Solution Day 2025 yang mendorong inovasi teknologi untuk industri, termasuk dalam sektor pembayaran digital.

    Dengan semakin meluasnya penggunaan QRIS di tingkat internasional, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global. (Icha)

  • Perdagangan Aset Kripto 2025 Lancar dengan Nilai Rp 276,45 Triliun

    Perdagangan Aset Kripto 2025 Lancar dengan Nilai Rp 276,45 Triliun

    Telko.id – Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan transaksi kripto di Indonesia melesat hingga Rp 52,46 triliun hingga Juli 2025, atau mengalami pertumbuhan 62% secara bulanan atau month-to-month (MtM).

    Mengutip dari Blooberg Technoz, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi mengatakan, “ Nilai transaksi kripto per Juli Rp 52,46 triliun yang juga meningkat secara signifikan dibandingkan Juni Rp 32,31 triliun,” Kamis (4/9/2025).

    Industri perdagangan aset kripto pada Juli 2025 telah melampaui catatan periode yang sama tahun lalu (YoY) yang masih dikisaran Rp 32,35 triliun. OJK mencatat total transaksi kripto tahun ini sudah mencapai Rp 276,45 triliun.

    Kapitalisasi pasar aset kripto hingga Juli lalu juga berada pada Rp 36,58 triliun. OJK mencatat terjadi pertumbuhan kapitalisasi secara MtM dibandingkan bulan sebelumnya, Rp 31,24 triliun.

    Baca juga:

    Lebih jauh, pengguna aset kripto di Indonesia naik secara MtM menjadi 16,5 juta konsumen pada Juli 2025. Pada bulan Juni tercatat nilainya 15,85 juta dan periode Mei ada di 15,07 juta.

    Secara tren peningkatan minat atas kripto tetap meningkat dimana pada akhir Maret posisinya masih berada di 13,71 juta dan April 14,16 juta. “Per Juli 2025 tren konsumen terus mencatat peningkatan, tercatat 16,5 juta konsumen, ini meningkat signifikan 4,11% dibandingkan Juni” jelas Hasan.

    Namun jumlah investor aset kripto terkini masih belum jauh diatas pencapaian Juli tahun lalu yang mencapai 20,59 juta.

    OJK juga melaksanakan beberapa inisiatif strategi baru, diantaranya menerbitkan pedoman keamanan siber dan program literasi keuangan digital melalui penyelenggaraan digination day dan PAFSI berinisiasi potensi syariah di IAKD.

    Hasan turut menyampaikan bahwa industri perdagangan aset kripto, pemeringkatan kredit alternatif, penyelenggara agregasi jasa keuangan, atau terkait inovasi teknologi sektor keuangan berjalan normal dan tidak mengalami gangguan merespons dinamika sosial-politik yang sempat terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta. “Hal ini untuk mengidentifikasi dan antisipasi aset kripto dalam keuangan syariah nasional,” tutup Hasan.

  • Hijra Bank dan Netzme Hadirkan QRIS Soundbox Syariah untuk UMKM

    Hijra Bank dan Netzme Hadirkan QRIS Soundbox Syariah untuk UMKM

    Telko.id – PT BPRS Hijra Alami (Hijra Bank) bersama PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) mengumumkan kolaborasi strategis untuk menghadirkan layanan pembayaran digital berbasis syariah melalui QRIS Soundbox Syariah.

    Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses transaksi keuangan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah di Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada acara Jakarta Halal Expo and Conference (JHEC) yang merupakan bagian dari Muslim LifeFest 2025, diselenggarakan pada 29–31 Agustus 2025 di ICE BSD, Tangerang.

    Momentum ini menandai dimulainya kerja sama dalam menghadirkan layanan pembayaran QRIS terintegrasi dalam ekosistem kedua platform.

    Melalui kolaborasi ini, merchant yang menggunakan aplikasi Merchant QRIS Toko Netzme dapat menerima hasil transaksi pembayaran QRIS secara otomatis dan langsung di rekening syariah mereka di Hijra Bank.

    Mereka juga mendapatkan fitur keamanan, kepraktisan, dan kenyamanan bertransaksi melalui QRIS Soundbox Syariah.

    Dana hasil transaksi dapat langsung diakses dan digunakan oleh merchant melalui aplikasi Hijra Bank untuk kebutuhan operasional sehari-hari, yang sudah dilengkapi fitur QRIS pembayaran Hijra.

    Jaringan merchant Hijra Bank juga dapat mengakses layanan QRIS hasil kolaborasi ini, menciptakan ekosistem pembayaran digital yang lebih luas, praktis, dan aman.

    Content image for article: Hijra Bank dan Netzme Luncurkan QRIS Soundbox Syariah untuk UMKM

    Presiden Komisaris Hijra Bank, Dima Audra Djani, menyatakan, “Hijra Bank berkomitmen menjadi mitra keuangan digital terpercaya yang mengedepankan prinsip syariah. Kerja sama dengan Netzme memperluas jangkauan layanan QRIS kami, sehingga semakin banyak merchant dan konsumen yang dapat menikmati manfaat transaksi yang sesuai dengan nilai-nilai islami.”

    Presiden Direktur Netzme, Ferdy Yustianto, menyampaikan optimismenya, “Dengan memperkenalkan QRIS Soundbox Syariah, kami menghadirkan solusi pembayaran yang Islami, praktis, dan terpercaya, khususnya bagi pelaku UMKM. Fitur rekening syariah sebagai akses utama, konfirmasi suara, serta layanan responsif diharapkan membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara efektif.”

    Kolaborasi Hijra Bank dan Netzme diharapkan memberikan dampak signifikan bagi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

    Layanan QRIS yang mudah, cepat, efisien, dan berbasis syariah memungkinkan UMKM memperluas jangkauan pasar dan memperkuat daya saing di era digital.

    Inisiatif ini sejalan dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia, mengikuti tren kolaborasi serupa seperti Flip dan Bank Aladin Syariah yang meluncurkan Super Flip, serta pengembangan Permata RDN Syariah berbasis teknologi.

    Selain itu, layanan seperti E-mas dari Bank Mandiri Syariah turut mendorong adopsi produk keuangan syariah digital yang inovatif dan mudah diakses. (Icha)

  • Pasar Kripto Dukung Penerbitan Stablecoin Rupiah

    Pasar Kripto Dukung Penerbitan Stablecoin Rupiah

    Telko.id – Industri kripto di Indonesia tengah mendorong penerbitan stablecoin berbasis rupiah. Langkah ini diyakini dapat memperkuat posisi mata uang Garuda di tengah dinamika pasar global, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar dan meningkatkan kepercayaan pada ekosistem aset digital dalam negeri.

    Sebagai informasi, stablecoin merupakan jenis mata uang kripto yang nilainya tidak mudah berubah, berbeda dengan Bitcoin yang harganya bisa naik turun secara drastis.

    Tujuan utama stablecoin adalah menjadi jembatan antara dunia kripto yang tidak stabil dan kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari yang membutuhkan stabilitas.

    Karena harganya yang lebih stabil, stablecoin lebih cocok untuk digunakan dalam transaksi harian, seperti berbelanja atau mengirim uang, dibandingkan dengan mata uang kripto lain yang lebih sering digunakan untk investasi.

    Baca juga:

    Mengutip dari Bisnis.com, pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) Andrew Hidayat mengatakan kehadiran stablecoin dapat menjadi alternatif sistem pembayaran lintas negara. Dia mengatakan, apabila Indonesia memiliki stablecoin rupiah, maka hal ini berpotensi menjadikan Indonesia menjadi pusat kripto di regional Asia Tenggara.

    “Kami mohon kerjasamanya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia untuk bisa menerima kripto dan stablecoin sebagai salah satu alat pembayaran,” ujar Andrew pada CFX Crypto Conference di Tabanan, Bali, Kamis (21/8/2025).

    Sementara itu, Direktur Utama CFX Subani menuturkan stablecoin berbasis rupiah dapat menguntungkan penguatan rupiah, serta demand untuk mata uang rupiah dan penggunaannya.

    “Apalagi banyak tenaga kerja Indonesia yang mengirim remitansi ke Indonesia. Teknologi blockchain membuat semuanya menjadi lebih cepat dan lebih murah.” Ujarnya.

    CEO dan Co-founder Indodax, William Sutanto mengatakan stablecoin dapat menurunkan biaya pengiriman remitansi yang tadinya sebesar 5%-7% menjadi dibawah 1%.

    Menurutnya, pemain kripto lokal menginginkan adanya stablecoin dalam bentuk rupiah, agar dapat bersaing dengan pemain yang sudah sangat besar seperti USDC dan USDT.

    “Kami melihat pasarnya ada, tinggal bagaimana kebijakannya dapat mendukung,” ujar William.

    William mencontohkan, penggunaan stablecoin rupiah ini dapat digunakan untuk membuka akses ke pasar uang di Indonesia, seperti untuk membeli obligasi pemerintah maupun swasta di Indonesia.

    “Jadi jangka panjangnya seperti itu, bagaimana kami bisa menarik orang-orang luar negeri supaya bisa berinvestasi dengan mudah ke instrument berbasis rupiah,” ucapnya.

    Menurut William, pelaku industri kripto cukup sering berdiskusi dengan regulator seperti OJK dan BI mengenai stablecoin ini, agar regulator lebih memahami hal ini dan terbuka akan kemungkinan ini.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam kripto, OJK akan mencoba menampungnya dalam sandbox terlebih dahulu.

  • Honest Card Buka Akses Kartu Kredit dengan Approval 90%

    Honest Card Buka Akses Kartu Kredit dengan Approval 90%

    Telko.id – Honest meluncurkan Honest Card, kartu kredit berbasis fintech pertama di Indonesia dengan tingkat persetujuan aplikasi mencapai 90%.

    Kartu ini dirancang untuk memperluas akses kredit dengan memanfaatkan teknologi data alternatif dan evaluasi perilaku pengguna.

    Direktur Honest, Panji Puntadewa, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan mengatasi rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia yang hanya 7% dari total populasi per Januari 2025.

    “Kami ingin memberikan akses yang lebih inklusif, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat,” ujarnya.

    Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa kepemilikan kartu kredit di Indonesia masih jauh di bawah Thailand (35%) dan Malaysia (30%). Di sisi lain, OJK mencatat lonjakan signifikan pada pinjaman online dan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), dengan utang konsumtif meningkat 33% dalam setahun menjadi Rp76 triliun pada April 2025.

    Pertumbuhan pesat layanan alternatif pembiayaan ini juga disertai risiko, di mana Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) mencapai 2,93%, tertinggi sejak 2017.

    Honest Card hadir sebagai solusi yang menyeimbangkan inklusi keuangan dengan mitigasi risiko melalui fitur guided credit growth.

    Content image for article: Honest Card Buka Akses Kartu Kredit dengan Approval 90%

    Pengguna dapat memulai dengan limit awal antara Rp1 hingga Rp100 juta, sesuai profil yang ditentukan melalui analisis data alternatif. Limit akan meningkat secara bertahap seiring dengan kebiasaan penggunaan yang bertanggung jawab, seperti membayar tagihan tepat waktu atau menggunakan kartu minimal tiga kali dalam sebulan.

    Honest Card membebaskan biaya bunga, biaya administrasi bulanan, dan biaya tahunan bagi pengguna yang melakukan pembayaran penuh dan tepat waktu.

    Kartu ini juga menawarkan reward berupa Honest Poin dengan cashback hingga 1% dari setiap transaksi, tanpa batas.

    Dari segi keamanan, Honest bermitra dengan Mastercard untuk melindungi setiap transaksi dengan sistem anti-fraud terkini.

    Koneksi ke SLIK OJK memastikan riwayat kredit positif pengguna tercatat, mendukung akses keuangan jangka panjang.

    Kehadiran Honest Card turut memperkaya lanskap fintech Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan.

    Sejumlah perusahaan teknologi finansial terus berinovasi menawarkan layanan yang lebih adaptif, termasuk dalam segmen kartu kredit dan pembiayaan digital.

    Sebagai perbandingan, kinerja Bank BTPN Q1 2024 mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 24% year-on-year, mencerminkan potensi pasar yang masih besar.

    Sementara itu, layanan seperti kartu SIM IM3 turut mendukung ekosistem digital dengan memastikan akses connectivity yang lancar.

    Honest berharap kehadiran Honest Card dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan akses kredit yang bertanggung jawab, sekaligus membangun histori kredit yang sehat. (Icha)

  • Promo QRIS ShopeePay Serba Seribu Hematkan Weekend Pengguna

    Promo QRIS ShopeePay Serba Seribu Hematkan Weekend Pengguna

    Telko.id – ShopeePay meluncurkan program Bayar QRIS Serba Seribu yang memungkinkan pengguna menikmati berbagai produk pilihan dengan harga mulai Rp1.000.

    Program ini berlangsung dari 16 Agustus hingga 14 September 2025 dan dapat diakses di merchant QRIS ShopeePay seperti Alfamart, HokBen, Indomaret, dan lainnya.

    Program ini dirancang untuk membantu pengguna menghemat pengeluaran, terutama di akhir pekan setelah gajian. Dengan memanfaatkan promo ini, pengguna bisa tetap menikmati berbagai makanan dan minuman favorit tanpa khawatir keuangan terganggu. Pembayaran dilakukan dengan scan QRIS ShopeePay di merchant mitra, membuat transaksi lebih cepat dan aman.

    Selama periode 16–31 Agustus, promo berlaku setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) dengan batasan satu kali per pengguna per merchant per minggu.

    Sedangkan pada 1–14 September, promo dapat dinikmati setiap hari dengan batasan satu kali per pengguna per merchant selama periode tersebut.

    Program Bayar QRIS Serba Seribu ini merupakan bagian dari inisiatif ShopeePay untuk memberikan nilai tambah bagi pengguna setianya.

    Sebagai dompet digital yang terus berkembang, ShopeePay kini jadi dompet digital serba bisa untuk kebutuhan finansial pengguna sehari-hari.

    Content image for article: Promo QRIS ShopeePay Serba Seribu Hematkan Weekend Pengguna

    Selain promo Bayar QRIS Serba Seribu, pengguna juga dapat memanfaatkan berbagai penawaran menarik dalam Aplikasi ShopeePay 9.9 Festival Serba Murah.

    Termasuk di antaranya Flash Sale Pulsa & PLN Rp99 yang tersedia setiap hari dalam tiga sesi: pukul 00.00, 12.00, dan 18.00 WIB.

    Pengguna yang aktif bertransaksi selama periode promo 11 Agustus–14 September 2025 berkesempatan memenangkan Grand Prize Mobil Toyota Agya melalui undian Golden Ticket. Program ini berlaku untuk transaksi offline QRIS ShopeePay maupun online di merchant mitra.

    ShopeePay juga menawarkan kemudahan dalam bertransaksi digital lainnya. Pengguna dapat melakukan pembayaran tagihan PLN, pembayaran cicilan, hingga top up e-money dengan cepat melalui aplikasi.

    Fitur-fitur ini semakin mengukuhkan posisi ShopeePay sebagai platform pembayaran digital yang komprehensif.

    Untuk meningkatkan keamanan bertransaksi, pengguna disarankan mengikuti tips aman bayar pakai QRIS yang telah banyak dibagikan oleh para ahli keamanan digital. Hal ini penting mengingat semakin maraknya transaksi digital di masyarakat.

    Integrasi pembayaran digital terus berkembang pesat di Indonesia. Seperti halnya sistem Jakpreneur yang kini terintegrasi dengan QRIS Jakpreneur, kemudahan bertransaksi menjadi fokus utama pengembangan layanan finansial digital.

    Program Aplikasi ShopeePay Serba Gratis juga masih berlangsung, memberikan kebebasan bagi pengguna untuk isi saldo, kirim uang ke bank & e-wallet lain, serta tarik tunai di Alfamart & Indomaret tanpa biaya admin.

    Inovasi ini sejalan dengan perkembangan layanan dompet digital lainnya, seperti Jenius yang memperkenalkan inovasi ‘Cash Cow’ dan ‘Bayar & Nabung’.

    Pengguna dapat mengunduh Aplikasi ShopeePay melalui Google Play atau App Store untuk mulai menikmati berbagai promo dan kemudahan transaksi yang ditawarkan. (Icha)

  • Amartha Financial Resmi Lahir, Hadirkan Layanan Keuangan Digital di 50.000 Desa

    Amartha Financial Resmi Lahir, Hadirkan Layanan Keuangan Digital di 50.000 Desa

    Telko.id – Setelah 15 tahun beroperasi melayani masyarakat akar rumput, Amartha secara resmi bertransformasi menjadi Amartha Financial dengan menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap, mudah, dan cepat.

    Transformasi ini sekaligus menandai peluncuran fitur uang elektronik atau dompet digital melalui aplikasi AmarthaFin, setelah perusahaan memperoleh izin uang elektronik dari Bank Indonesia.

    Peluncuran Amartha Financial dilakukan di Gedung Habitate, Setiabudi, Jakarta pada Senin (26/8/2025). Kehadiran layanan keuangan digital ini ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 50.000 desa di Indonesia, memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha Financial, menyatakan bahwa potensi ekonomi daerah dan masyarakat perdesaan sangat besar namun belum terealisasi secara optimal.

    “Melalui Amartha Financial, kami kini menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap, yang khusus dirancang untuk kebutuhan masyarakat perdesaan,” ujar Taufan dalam acara peluncuran.

    Selama 15 tahun beroperasi, Amartha telah berinovasi dengan menggabungkan praktik internasional terbaik, teknologi digital, serta pembelajaran di lapangan.

    Perusahaan berhasil mendukung lebih dari 3,3 juta UMKM di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali Nusra. Keberhasilan ini menjadi landasan transformasi menuju Amartha Financial.

    Content image for article: Amartha Financial Resmi Lahir, Hadirkan Layanan Keuangan Digital di 50.000 Desa

    Layanan perusahaan ini dihadirkan oleh anak perusahaan PT Amartha Financial Group, mencakup pendanaan produktif untuk UMKM, layanan uang elektronik (dompet digital), dan layanan multifinance untuk UMKM. Seluruh entitas ini berizin dan diawasi oleh regulator masing-masing.

    Selain layanan utama, Amartha Financial juga memfasilitasi penyaluran zakat, keagenan, PPOB, dan layanan lainnya melalui kerja sama dengan mitra strategis. Aplikasi AmarthaFin memungkinkan pengguna melakukan pembayaran, investasi, hingga akses permodalan dengan mudah.

    Rudiantara, Komisaris Utama Amartha Financial, menilai inovasi yang dikembangkan menjadi kunci percepatan inklusi keuangan di daerah.

    “Amartha membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang sustainable dapat ditempuh dengan integritas, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Acara peluncuran turut dihadiri oleh Anastuty K., Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia. Ia menyampaikan pentingnya inklusi keuangan dan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung upaya menuju keuangan yang inklusif secara nasional.

    “Bank Indonesia senantiasa akan mendukung upaya-upaya menuju keuangan yang inklusif melalui langkah kebijakan dan implementasi program edukasi,” tegasnya.

    Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, memberikan pandangan mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh.

    “Inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Data dari OJK menunjukkan tingkat inklusi masyarakat di perdesaan masih berada di bawah angka perkotaan,” jelas Huda.

    Transformasi digital dalam layanan keuangan semakin mengemuka seiring dengan perkembangan teknologi. Amartha Financial juga hadir dengan pendekatan serupa untuk menjangkau segmen yang selama ini kurang terlayani.

    Keberhasilan perusahaan ini dalam mendigitalisasi layanan keuangan sejalan dengan tren pertumbuhan bisnis digital yang menjadi penggerak utama.

    Pengoptimalan layanan digital juga menjadi fokus berbagai perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Amartha Financial hadir dengan semangat yang sama, yakni memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih baik.

    Ke depan, perusahaan juga berkomitmen untuk terus memajukan segmen akar rumput secara inklusif dan berkelanjutan.

    “Kami berharap teknologi Amartha Financial semakin membuka peluang bagi jutaan masyarakat desa untuk mengakses ekonomi digital modern dan terhubung dengan investor nasional maupun global,” pungkas Taufan. (Icha)

  • Amar Bank Dukung Industri Film dengan Inovasi Keuangan Digital

    Amar Bank Dukung Industri Film dengan Inovasi Keuangan Digital

    Telko.id – Amar Bank resmi melirik industri perfilman nasional sebagai pilar ekonomi kreatif baru. Bank ini terlibat sebagai mitra utama JAFF Market 2025 untuk mendorong inklusi keuangan melalui solusi digital.

    Komitmen Amar Bank diwujudkan dengan membawa inovasi keuangan digital lebih dekat ke ekosistem kreatif, khususnya perfilman.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta OJK dalam memperkuat kontribusi sektor kreatif terhadap ekonomi digital nasional.

    Josua Sloane, Senior Vice President MSME Amar Bank, menegaskan, “Karakter industri film yang unik menuntut perencanaan anggaran, pengelolaan keuangan dan strategi distribusi yang matang agar proses produksi berjalan lancar dan berkelanjutan.”

    Data dari Cinepoint.com menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh film terlaris di bioskop Indonesia periode Januari-Juli 2025 adalah produksi lokal.

    Sektor ekonomi kreatif sendiri menyumbang lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional pada 2024 dan ditargetkan tumbuh 8% dalam lima tahun ke depan menurut Kemenparekraf.

    Content image for article: Amar Bank Dukung Industri Film dengan Inovasi Keuangan Digital

    Mira Lesmana, Produser dan Pemilik Rumah Produksi Miles Film, menyoroti pentingnya perencanaan finansial yang matang.

    “Riset pasar dan kemitraan sejak awal adalah landasan penting agar produksi tidak menemui tantangan besar. Setiap proyek harus disesuaikan dengan kapasitas, mengenali target penonton, dan mengelola risiko dengan bijak,” jelasnya.

    Film Indonesia juga menunjukkan ekspansi pasar yang signifikan, dengan kesuksesan film seperti Jumbo dan Agak Laen yang berhasil menembus pasar internasional.

    Platform OTT turut memperpanjang siklus komersial film, sementara Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara untuk streaming anime dan VOD dengan pendapatan USD 552 juta menurut Variety.com.

    Kolaborasi lintas sektor semakin menguat, seperti terlihat dalam aktivasi IP lokal film Jumbo di kereta api yang memperluas jangkauan pasar. Dukungan terhadap industri film juga datang dari berbagai pihak, termasuk operator telekomunikasi seperti Tri yang mensponsori Warkop DKI Reborn.

    Josua menambahkan, “Disiplin pengelolaan keuangan dan pembiayaan fleksibel adalah kunci keberlangsungan produksi. Sineas dapat membangun portofolio finansial sehat agar lebih siap bermitra dengan investor dan lembaga pembiayaan.”

    Amar Bank berupaya memberikan solusi finansial berbasis teknologi digital, memungkinkan sineas memantau dan mengelola keuangan secara digital serta mengakses pembiayaan fleksibel. Pendekatan ini menciptakan ekosistem yang lebih transparan, efisien, dan terpercaya.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari misi besar Amar Bank dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia dan mencerminkan kepemimpinan bank dalam inovasi digital. Layanan keuangan yang bertransformasi diharapkan dapat menjawab kebutuhan spesifik sektor kreatif.

    Dukungan terhadap industri film Indonesia juga terlihat dari berbagai platform streaming seperti HOOQ yang menghadirkan AADC2 serta program khusus seperti Little Rebels Cinema Club dari MAXStream Studios.

    Dengan kombinasi kreativitas, pemahaman pasar, dan manajemen keuangan adaptif, industri film Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

    Dukungan lembaga keuangan seperti Amar Bank menjadi fondasi penting untuk menjadikan perfilman sebagai sektor bisnis yang kuat dan berkelanjutan. (Icha)