spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 21

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

0

Telko.id – Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata memiliki intensitas fisik yang setara dengan latihan High Intensity Interval Training (HIIT).

Mulai dari menggendong anak naik tangga, mengejar balita saat waktu makan, hingga membereskan rumah, semua aktivitas ini memberikan tekanan fisik dan mental yang signifikan setiap hari. Garmin, melalui kampanye terbaru bertajuk Women of Endurance, mengangkat realita ini untuk menyadarkan banyak pihak akan fenomena kelelahan yang tak kasat mata atau invisible fatigue.

Kampanye ini menggambarkan bagaimana rutinitas perempuan modern dapat dianalogikan sebagai “latihan tanpa garis finis.” Aktivitas seperti menggendong anak sambil membawa tas belanjaan dapat meningkatkan detak jantung hingga setara sesi HIIT.

Sementara itu, mobilitas dan multitasking sepanjang hari menyerupai tantangan obstacle race jarak jauh.

“Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Fenomena ini sering disebut sebagai invisible fatigue, yaitu akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sulit diukur. Garmin melihat banyak perempuan terbiasa terus bergerak dan menunda istirahat, bahkan ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan.

Padahal, fragmented sleep, tingkat stres tinggi, dan kurangnya recovery dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Melalui kampanye ini, Garmin berkolaborasi dengan ilustrator perempuan Chouyi untuk menghadirkan visual emosional tentang ketahanan perempuan dalam keseharian mereka.

Wearable Garmin Bantu Deteksi Invisible Fatigue

Untuk membantu perempuan memahami fenomena ini, Garmin merekomendasikan pemanfaatan data dari wearable mereka. Beberapa fitur utama yang dapat digunakan antara lain: Kenali Fragmented Sleep, di mana fitur Garmin Sleep Coach yang didukung Firstbeat Analytics membantu mengidentifikasi periode istirahat dengan kualitas rendah.

Pantau Tren Tingkat Stres, di mana latihan pernapasan terpandu dapat membantu tubuh kembali rileks. Lacak Recovery dan Imunitas Tubuh, dengan memantau HRV yang sering berubah selama siklus menstruasi atau saat kurang istirahat.

Selain itu, fitur Lifestyle Logging membantu memantau dampak kafein, alkohol, atau makanan tinggi gula terhadap metrik kesehatan. Terakhir, Terapkan Active Rest, di mana istirahat yang dilakukan secara sadar dan terencana merupakan bagian penting menjaga performa tubuh.

“Recovery bukan hanya tentang tidur, tetapi bagian penting dari menjaga performa tubuh dalam menjalani berbagai peran setiap hari,” tambah Desideriani.

Bagi kamu yang penasaran dengan teknologi terbaru Garmin, kamu bisa menyimak ulasan tentang Fitur Terbaru dari seri Garmin fēnix 8 yang hadir dengan fitur ECG App.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kampanye sebelumnya yang mengajak pekerja kantoran untuk lebih aktif, seperti yang dibahas dalam artikel #BeMoreBeHealthier.

Pendekatan Holistik untuk Kesehatan Perempuan

Garmin tidak hanya fokus pada data fisik, tetapi juga pada keseimbangan hidup. Kampanye ini mengingatkan bahwa perempuan sering kali fokus menjaga orang lain, tetapi lupa mendengarkan kebutuhan tubuh mereka sendiri.

Dengan data kesehatan yang lebih mudah dipahami, Garmin ingin membantu perempuan mengambil waktu recovery yang lebih tepat. Hal ini juga relevan dengan tren terbaru di industri wearable, seperti pengembangan fitur Energy Score untuk Galaxy Watch7 dari Samsung yang juga fokus pada pemantauan energi harian.

Melalui kampanye Women of Endurance, Garmin mengajak lebih banyak perempuan untuk melihat kesehatan dan pemulihan sebagai bagian penting dari keseharian. Sama seperti seorang atlet menjaga performanya dalam jangka panjang, perempuan juga perlu menjaga kesejahteraan diri sendiri.

“Karena kami percaya, untuk dapat hadir sepenuhnya bagi keluarga dan lingkungan sekitar, langkah pertama yang paling esensial adalah menjaga kesejahteraan diri sendiri,” tutup Desideriani.

Kampanye ini juga mengingatkan pentingnya study-life balance, yang menerapkan keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi.

Dengan memadukan teknologi wearable, data kesehatan, dan storytelling yang emosional, Garmin berharap kampanye ini dapat membantu perempuan lebih memahami tubuh mereka sekaligus menghargai ketahanan luar biasa yang mereka jalani setiap hari. (Icha)

Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan Ketahanan

Telko.id – Samsung resmi meluncurkan Galaxy A37 5G sebagai penerus Galaxy A36 5G di segmen midrange. Smartphone anyar ini membawa sejumlah peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: kamera, performa chipset, dan ketahanan bodi.

Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 menjadi topik hangat bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa Galaxy A37 5G tidak hanya menawarkan spesifikasi lebih tinggi, tetapi juga pengalaman optimal.

“Mulai dari performa Exynos 1480 yang lebih responsif untuk multitasking hingga AI, juga peningkatan durabilitas IP68 yang lebih maksimal,” ujarnya.

Lantas, apa saja perbedaan utama antara kedua ponsel ini? Berikut ulasan lengkapnya untuk membantu Anda menentukan pilihan.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan KetahananHasil video pada Galaxy A37 5G membuat area membuat objek pohon dan kupu-kupu lebih terang, lebih detail, dan jelas. Sorotan cahaya lampu memiliki warna kontras yang lebih seimbang dan lebih natural.

Kamera: Sama-Sama 50MP, Hasil Galaxy A37 Lebih Tajam

Baik Galaxy A37 5G maupun Galaxy A36 5G dibekali konfigurasi triple camera 50MP (utama) + 8MP (ultra-wide) + 5MP (macro). Namun, perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 di sektor kamera menunjukkan peningkatan pada Image Signal Processor (ISP) dan dukungan HDR Video di model terbaru.

Galaxy A37 5G juga memiliki ukuran pixel sensor 1 mikrometer, lebih besar dibandingkan 0,8 mikrometer di Galaxy A36 5G. Hasilnya, foto dan video di kondisi low-light lebih terang, tajam, dan minim noise.

Fitur Nightography pun bekerja lebih optimal untuk konten malam hari seperti konser atau nongkrong di kafe remang-remang.

Hasil foto olahraga malam dengan Galaxy A37 5G makin terang terlihat pada sorotan lampu di area lapangan dan rumput tampak lebih terang, hidup dan tajam

Untuk pengguna yang sering mengabadikan momen di malam hari, peningkatan ini terasa signifikan. Warna yang dihasilkan lebih hidup dan detail, membuat pengguna lebih percaya diri saat membuat konten di berbagai situasi.

Performa: Exynos 1480 Lebih Responsif

Salah satu poin krusial dalam perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 adalah sektor dapur pacu. Galaxy A36 5G masih menggunakan Snapdragon 6 Gen 3, sementara Galaxy A37 5G ditenagai Exynos 1480.

Chipset anyar ini menawarkan peningkatan performa hingga 167% pada NPU, 14% pada CPU, dan 24% pada GPU.

Dalam aktivitas harian, perbedaan ini membuat Galaxy A37 5G terasa lebih responsif saat multitasking, scrolling media sosial, editing konten, hingga gaming.

Performa AI juga lebih mulus berkat NPU yang lebih bertenaga. Fitur Circle to Search 3.0 dengan Find the Look hanya tersedia di Galaxy A37 5G, memudahkan pengguna mencari inspirasi fashion secara instan.

Circle to Search 3.0 Find the Look tersedia di Galaxy A37 5G dan tidak hadir di Galaxy A36 5G

Ada pula fitur Voice Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks secara offline. Galaxy A37 5G sudah menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5, memberikan opsi kustomisasi quick panel yang lebih leluasa dibandingkan pendahulunya yang masih menggunakan Android 15 dan One UI 7.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan KetahananOpsi kustomisasi yang lebih banyak pada Quick Panel Galaxy A37 5G memberikan kontrol yang lebih bebas bagi pengguna dalam mengatur perangkatnya

Jika Anda mencari HP AI untuk Multitasking, lini Galaxy A series terbaru menawarkan pengalaman yang lebih baik.

Durabilitas: IP68 Lebih Maksimal

Perbedaan lain yang cukup signifikan dalam perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 ada pada sertifikasi ketahanan. Galaxy A37 5G mengantongi sertifikasi IP68, naik satu level dari IP67 yang dimiliki Galaxy A36 5G.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan Ketahanan

Galaxy A37 5G memiliki sertifikasi IP68 memberikan perlindungan lebih maksimal ketika pengguna beraktivitas outdoor

Dengan IP68, Galaxy A37 5G mampu bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit, serta perlindungan lebih baik terhadap debu dan pasir. Ini membuatnya lebih andal untuk aktivitas outdoor, traveling, atau penggunaan di lingkungan berdebu.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, peningkatan durabilitas ini menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan saat memutuskan upgrade.

Harga dan Ketersediaan

Galaxy A37 5G tersedia dalam empat pilihan warna: Awesome Lavender, Awesome Charcoal, Awesome Gray Green, dan Awesome White. Varian 8/128GB dibanderol Rp6.599.000, sementara 8/256GB seharga Rp7.299.000.

Jika Anda tertarik dengan pilihan lain di segmen ini, simak rekomendasi HP Samsung Terbaru untuk referensi lebih lengkap.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Cocok?

Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 menunjukkan bahwa Galaxy A37 5G unggul di hampir semua aspek: kamera lebih tajam di low-light, performa lebih responsif berkat Exynos 1480, dan ketahanan IP68 yang lebih maksimal. Untuk pengguna yang menginginkan pengalaman lebih optimal, Galaxy A37 5G menjadi pilihan tepat.

Sementara itu, Galaxy A36 5G masih menjadi opsi bagi mereka yang budget-nya lebih terbatas namun tetap menginginkan perangkat midrange yang mumpuni. Keputusan akhir tergantung pada prioritas dan anggaran masing-masing.

Bagi yang penasaran dengan teknologi kamera terbaru, Anda juga bisa membaca tentang Sensor Kamera Baru Samsung yang akan digunakan di perangkat lain. (Icha)

Konten AI Kini Bisa Ditandai, ChatGPT dan Nvidia Ikut Pakai

Telko.id – Persaingan industri AI memasuki fase baru setelah OpenAI dan Nvidia resmi mengadopsi teknologi watermark AI milik Google bernama SynthID.

Melansir dari SindoNews, langkah ini dilakukan untuk membantu pengguna membedakan konten asli dengan konten yang dihasilkan kecerdasan buatan, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran gambar, video, dan audio AI yang semakin sulit dikenali.

Penggunaan SynthID yang diperluas, yang diperkenalkan sejak tahun 2023, akan memungkinkan sistem AI Google termasuk Gemini untuk lebih mudah mendeteksi konten gambar, video, dan audio generatif yang dihasilkan AI.

Fitur deteksi dapat diakses oleh pengguna melalui aplikasi Gemini, fungsi Circle to Search, dan integrasi di browser web Google Chrome.

Melalui kerja sama ini, OpenAI akan mulai menerapkan SynthID pada gambar yang dihasilkan lewat ChatGPT dan API mereka, sementara NVIDIA mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam model AI Cosmos miliknya.

Baca Juga:

Selain OpenAI dan Nvidia, beberapa perusahaan lain seperti ElevenLabs dan Kakao juga ikut mendukung penggunaan SynthID sebagai standar identifikasi konten AI lintas platform.

Google juga memperluas kemampuan verifikasi AI melalui dukungan standar C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity).

Teknologi ini bekerja dengan metadata dan tanda kriptografi untuk menunjukkan asal-usul sebuah konten digital, termasuk apakah konten tersebut pernah dimodifikasi AI.

Fitur verifikasi ini mulai tersedia di aplikasi Gemini dan nantinya akan diperluas ke Google Search serta browser Chrome.

Selain software, Google turut membawa dukungan C2PA ke perangkat keras.

Seri smartphone Pixel terbaru disebut akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mendukung standar tersebut secara native, termasuk kemampuan menambahkan informasi metadata AI langsung pada foto dan video yang direkam pengguna.Dalam pengembangan perangkat keras, seri ponsel pintar Pixel 10 akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mendukung standar C2PA secara native.

Google juga berencana untuk memperbarui perangkat Pixel 8 dan Pixel 9 dalam waktu dekat sehingga informasi metadata C2PA dapat secara otomatis disertakan dalam konten video yang direkam.

Kolaborasi lintas perusahaan ini menunjukkan bahwa industri AI mulai bergerak menuju sistem verifikasi bersama untuk menghadapi era konten sintetis.

Seiring kualitas AI generatif yang semakin realistis, keberadaan watermark dan sistem identifikasi seperti SynthID dipandang penting untuk membantu menjaga kepercayaan pengguna terhadap konten digital di internet.

AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Gamer Hemat

Telko.id – AMD dikabarkan kembali menghadirkan prosesor gaming legendaris mereka, Ryzen 7 5800X3D, sebagai opsi menarik untuk pengguna PC gaming low budget.

Kabar perilisan ulang ini pertama kali mencuat lewat sejumlah bocoran slide presentasi di internet, mengutip dari Arstecnica.

Langkah ini cukup mengejutkan karena prosesor tersebut sebenarnya sudah dirilis beberapa tahun lalu, namun hingga kini masih dianggap sebagai salah satu CPU gaming terbaik untuk platform AM4.

Berdasarkan bocoran yang ada, prosesor edisi perayaan ini diyakini tidak akan membawa modifikasi teknis apa pun dari versi aslinya.

Prosesor AMD tersebut akan tetap mengusung 8 core, 16 thread, boost clock hingga 4,5 GHz, dan TDP 105W.

Daya tarik utamanya tetap terletak pada teknologi 3D V-Cache yang membawa kapasitas cache sebesar 100 MB.
Fitur inilah yang membuat Ryzen 7 5800X3D dinilai masih sangat relevan untuk memainkan game-game modern saat ini, bahkan mampu bersaing ketat dengan prosesor yang jauh lebih baru.

Baca Juga:

Kehadiran ulang prosesor ini dianggap sebagai kabar baik bagi pengguna yang masih memakai motherboard AM4 dan RAM DDR4.

Dengan menggunakan Ryzen 7 5800X3D, pengguna tidak perlu melakukan upgrade besar-besaran ke platform baru seperti AM5 yang membutuhkan motherboard dan memori generasi terbaru dengan biaya lebih mahal.

Karena itu, prosesor ini dinilai cocok untuk gamer yang ingin meningkatkan performa PC tanpa harus merakit sistem baru dari nol.

Keputusan AMD untuk menghidupkan kembali “monster” gaming dari masa lalu ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kondisi pasar saat ini.

Strategi AMD ini juga menunjukkan bahwa pasar PC gaming murah masih memiliki permintaan tinggi.

Di tengah harga komponen komputer yang terus naik, banyak pengguna mulai mencari kombinasi hardware lama dengan performa tinggi agar tetap bisa memainkan game modern secara nyaman tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar.

Dengan kembalinya pasokan chip ini, pengguna bisa menikmati performa frame rate (FPS) secara maksimal sembari tetap mempertahankan motherboard AM4 dan memori DDR4 lama mereka.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak AMD mengenai detail ketersediaan dan distribusi globalnya, bocoran soal harga sudah mulai terendus publik.

Berdasarkan temuan terbaru di sebuah situs ritel India, Ryzen 7 5800X3D edisi perayaan 10 tahun ini diyakini akan dibanderol di kisaran harga 310 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).

Angka tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga peluncuran awal sang prosesor beberapa tahun silam yang sempat menyentuh 449 dollar AS.

Kehadiran ulang CPU ini memberikan alternatif menarik di tengah tren hardware baru yang semakin mahal. Dengan performa gaming yang masih kuat dan kompatibilitas luas dengan komponen lama, Ryzen 7 5800X3D berpotensi kembali menjadi pilihan favorit bagi perakit PC hemat.

AMATI Resmi Deklarasi, Tegaskan Media Jadi Mitra Strategis Korporasi di Era AI

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi dideklarasikan di Jakarta, Kamis (22/5/2026). Bersamaan dengan deklarasi, AMATI menggelar diskusi panel strategis bertajuk “Managing Communication in the AI Era: Strengthening Media’s Role as a Strategic Partners for Brand/Corporate”.

Acara ini mempertemukan praktisi Public Relations (PR), pimpinan redaksi, dan perwakilan merek teknologi untuk membahas perubahan lanskap komunikasi akibat kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital.

Diskusi yang didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung ini menyoroti peran krusial media arus utama di tengah gempuran AI. Temuan riset AMATI menjadi salah satu sorotan utama. Riset tersebut mengungkapkan bahwa audiens kini lebih sering bertanya langsung ke AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset ini membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri; setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pemimpin Redaksi Telset, dalam presentasinya.

Riset Ungkap Dominasi Narasi di Media Massa

Salah satu temuan paling menarik dari riset AMATI adalah studi kasus tentang narasi kecerdasan buatan di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dari dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar—Claude, Gemini, dan ChatGPT—secara serempak memberikan jawaban yang sama: merekomendasikan produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Temuan ini menegaskan bahwa media massa memiliki peran vital dalam membentuk persepsi publik, termasuk persepsi yang diadopsi oleh mesin AI. Hal ini menjadi peluang emas bagi brand untuk membangun reputasi jangka panjang melalui pemberitaan yang kredibel.

Era Konvergensi dan Kerancuan Definisi KOL

Mengawali diskusi, Bambang Moegono, Founding Board Member Strategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA), menyoroti paparan riset AMATI mengenai ledakan data dan pergeseran pola komunikasi. Bambang menyebut masa ini sebagai “era konvergensi”, di mana ancaman terhadap reputasi brand bisa datang dari mana saja, bahkan dari perilaku staf internal perusahaan yang kemudian diamplifikasi oleh publik di media sosial.

Bambang juga memberikan kritik tajam mengenai kerancuan industri dalam memahami konsep Key Opinion Leader (KOL).

“Sekarang banyak sekali yang didefinisikan sebagai KOL tapi dia hanya punya kekuatan untuk buzzing, jadi rancu ya antara KOL dengan buzzer sebenarnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan kembali esensi dasar KOL: “Yang KOL adalah satu entah itu person entah itu lembaga tapi expert dan menguasai bidangnya yang mampu menghadirkan pesan yang kredibel, bereputasi dan didasari oleh expertise,” jelasnya.

Krisis Korporasi: Media sebagai Pembangun Reputasi

Berbicara mengenai manajemen krisis, Uday Rayana, Pemimpin Redaksi Selular sekaligus moderator diskusi, mengingatkan kembali beberapa studi kasus krisis besar yang pernah menimpa korporasi.

Ia menegaskan bahwa pada titik krisis yang mengancam keberlangsungan bisnis, perusahaan tidak bisa menyandarkan nasibnya pada influencer, melainkan harus kembali kepada media.

“Reputasi itu kan jujur saja kalau kami sebagai media masih melihat reputasi itu di-build oleh media bukan oleh influencer faktanya,” ungkap Uday.

Ia menjelaskan bahwa peran influencer lebih condong pada dorongan konversi penjualan sesaat atau product oriented, sementara fondasi kepercayaan publik hanya bisa dibentuk melalui validasi jurnalistik di media.

Pandangan ini diamini oleh Bambang. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, media massa tidak menerima bayaran untuk memutarbalikkan fakta, sehingga posisinya sangat kuat untuk membangun trust di mata publik.

“Media tetap menjadi satu aktor utama, satu aktor terpenting dalam situasi apapun termasuk dalam crisis sebagai partner dari teman-teman komunikasi sebagai partner validasi,” kata Bambang.

Lebih jauh, ia menambahkan, “Publik akan melihat bahwa apa yang disampaikan oleh media adalah informasi yang memang terpercaya. Berbeda dengan akun-akun yang memang paid itu ya ibaratnya memang diposisikan sebagai buzzer.”

AI Mensintesis Berita: Peluang Emas bagi Media

Terkait ancaman AI, para panelis sepakat bahwa sintesis berita oleh AI bukanlah akhir dari media massa, melainkan peluang baru.

AI dinilai tidak akan gegabah mengambil referensi dari akun-akun media sosial yang tidak kredibel karena hal itu akan menghancurkan reputasi mesin AI itu sendiri. Oleh karena itu, AI akan selalu bergantung pada karya jurnalistik media terpercaya.

Diskusi juga berlangsung interaktif dengan para hadirin yang juga pelaku industri mengemukakan pendapatnya. Kesamaan persepsi yang muncul adalah bahwa media konvensional saat ini memegang peran ganda yang krusial bagi sebuah brand.

Di satu sisi, media menjadi penyuplai kebenaran bagi mesin AI masa kini dan masa depan. Di sisi lain, media tetap menjadi benteng pertahanan dan mitra validasi yang paling diandalkan saat perusahaan menghadapi potensi krisis dari kebisingan media sosial.

Menutup diskusi, Bambang memberikan pandangan optimis kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam AMATI untuk tidak gamang dan terus berinovasi memanfaatkan AI sebagai alat pembaca profil audiens.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

“Era AI saya rasa tidak akan membunuh media kalau bisa mengoptimalkan secara optimal. Justru di era inilah teman-teman media bisa mencari solusi agar kembali lagi memegang hegemoni pendistribusian media kepada publik,” pungkasnya.

Deklarasi AMATI: Empat Komitmen Utama

Bersamaan dengan acara diskusi, AMATI menggelar acara deklarasi pendirian asosiasi. Didirikan untuk merespon perkembangan terkini seperti era transformasi digital dengan perkembangan AI yang masif serta dinamika media sosial, AMATI berkomitmen menjadi kompas strategis di tengah banjir informasi.

Pendirian AMATI bertumpu pada empat komitmen utama untuk mengamankan masa depan jurnalisme teknologi di Indonesia. Pertama, menjadi pilar kredibilitas dengan menjaga integritas jurnalistik di atas kepentingan algoritma. Kedua, menjamin keamanan merek (brand safety) dengan menyediakan ekosistem media yang sehat bagi mitra strategis.

Ketiga, adaptasi teknologi yang etis dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas intelektual. Keempat, membangun ekosistem digital nasional dengan menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

Acara diskusi ini menjadi tonggak baru dalam industri. AMATI sendiri akan secara rutin menggelar diskusi strategis yang relevan dengan kondisi terkini.

Bagi korporasi yang ingin membangun reputasi berkelanjutan, bermitra dengan media profesional menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan, terutama di era di mana setiap konten hari ini bisa menjadi jawaban AI di masa depan.

Riset AMATI : Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi merilis riset komprehensif yang mengungkap peran krusial media di era Kecerdasan Buatan (AI).

Riset yang dirilis bertepatan dengan deklarasi pendirian AMATI pada 20 Mei 2026 ini menegaskan bahwa AI tidak mematikan peran media, melainkan menjadikannya infrastruktur pembentuk realitas yang direproduksi hingga jutaan kali.

Temuan utama riset ini menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam lanskap kehumasan. Praktik Media Monitoring tradisional dinilai sudah tidak lagi mencukupi.

Pasalnya, sistem Media Intelligence modern kini mampu membedah satu artikel berita menjadi 24 titik data intelijen yang terbagi dalam tiga lapisan utama: Analisis Utama, Deteksi Krisis, dan Intelijen Kompetitif.

Riset AMATI didasarkan pada pengolahan data nyata. Melalui pemrosesan AI, tim peneliti menganalisis 1.503 artikel dari 15 media massa selama periode 30 hari. Artikel-artikel tersebut menyoroti 12 merek teknologi terkemuka di Indonesia.

Dari ribuan artikel yang diproses, dihasilkan lebih dari 36.072 titik data yang siap diagregasi, dibandingkan, dan ditindaklanjuti oleh pemilik merek.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pimpinan  Redaksi Telset dalam presentasi di acara diskusi dan deklarasi AMATI di Jakarta.

Salah satu temuan paling krusial dari riset ini adalah perubahan perilaku audiens yang kini lebih sering bertanya langsung kepada AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri. Setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

Studi kasus konkret dalam riset ini membedah narasi ‘Kecerdasan Buatan’ di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar (Claude, Gemini, dan ChatGPT) secara serempak memberikan rekomendasi produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh liputan media terhadap output AI. Untuk memahami lebih dalam tentang strategi Samsung dalam mengadopsi AI, Anda bisa membaca artikel kami tentang Samsung Unpacked 2026 yang memamerkan Galaxy AI terbaru.

Merespons temuan ini, AMATI memperingatkan para praktisi komunikasi agar segera meninggalkan metrik Share of Voice (SOV). Metrik volume tersebut terbukti gagal mengukur kualitas dan pengaruh narasi.

Tools monitoring konvensional saat ini bekerja secara pasif, hanya merekam apa yang sudah terjadi dan menyerahkan laporan yang terlambat hingga 30 hari.

Sebagai gantinya, riset AMATI merekomendasikan penggunaan lima lapisan intelijen yang tidak dapat dijawab oleh SOV tradisional. Pertama, Narrative Health untuk mengetahui framing narasi mana yang memenangkan simpati publik.

Kedua, Belief Mapping untuk memetakan apa yang dipercaya publik berdasarkan pola berulang dari ratusan artikel. Ketiga, Predictive Signal untuk mendeteksi sinyal mikro pergeseran framing secara dini. Keempat, AI Presence untuk mengukur narasi yang dibangun AI tentang suatu merek. Kelima, Decision Intelligence yang menyajikan rekomendasi strategis siap eksekusi secara real-time.

Peluncuran riset dan deklarasi AMATI ini sejalan dengan agenda panel diskusi “Managing Corporate Reputation: Effective Communication and Public Engagement Strategies to Counter Disinformation” yang digelar pada 20 Mei 2026. Acara ini didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung.

AMATI merupakan asosiasi baru yang didirikan oleh pimpinan enam media teknologi utama: Technologue, TeknoBuzz, Telset, Telko ID, Selular, dan Hybrid.co.id. Asosiasi ini berkomitmen menjadi kompas strategis yang menjamin kredibilitas informasi, keamanan merek, serta adaptasi teknologi yang etis di tengah gempuran kebisingan digital.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Bagi korporasi, riset ini memberikan pesan yang jelas. Di lanskap media yang bergerak secepat AI, Media Intelligence bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat utama untuk bertahan hidup. Praktisi komunikasi dituntut untuk mengubah peran mereka menjadi “pengelola makna” yang mampu mengelola narasi secara cerdas dan adaptif.

Perubahan ini juga memengaruhi strategi komunikasi merek. Pemilik merek tidak bisa lagi mengandalkan kliping berita tradisional. Mereka perlu beralih ke sistem intelijen yang mampu memonitor bagaimana narasi mereka terbentuk, bagaimana publik memercayainya, dan bagaimana AI mereproduksinya.

Implikasinya, perusahaan harus berinvestasi pada teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mengelola data intelijen ini. Ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan soal kelangsungan reputasi merek di era di mana opini publik dibentuk oleh algoritma. (Icha)

Xiaomi Luncurkan REDMI Watch 6, Targetkan Gen Z Aktif

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan REDMI Watch 6 pada 21 Mei 2026, sebuah smartwatch yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup aktif dan seimbang generasi muda.

Perangkat ini akan tersedia mulai 25 Mei 2026 dengan mengusung semangat “Big Views, Big Moves”.

Layar besar menjadi andalan utama untuk memudahkan pengguna memantau progres olahraga dan kondisi tubuh di tengah aktivitas harian yang dinamis.

“Olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun di saat yang sama, mereka juga ingin tetap menjaga balance antara aktivitas, kesehatan, dan keseharian mereka. Karena itu, kami menghadirkan REDMI Watch 6, smartwatch yang mudah digunakan, insightful, dan dibekali baterai tahan lama untuk menemani pengguna tetap #AlwaysReady dalam berbagai aktivitas. REDMI Watch 6 juga hadir dengan desain stylish yang cocok digunakan di berbagai occasion,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Sekilas, REDMI Watch 6 langsung mencuri perhatian berkat AMOLED Display 2,07 inci dengan bezel super tipis hanya 2 mm. Layar besar dan jernih ini memberikan kesan premium sekaligus menjadi statement item bagi anak muda yang ingin tampil sporty.

Dengan refresh rate 60 Hz dan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits, pengguna bisa melihat notifikasi, mengecek progres olahraga, dan memeriksa heart rate dengan nyaman, bahkan saat di luar ruangan.

Kenyamanan visual ini dilengkapi kemudahan akses fitur melalui tombol fisik baru. Cukup tekan sekali untuk membuka control center, tekan dan tahan lama untuk masuk menu restart, atau tekan tiga kali untuk menghubungi kontak darurat. Desain ini memastikan pengguna tetap terhubung dan aman dalam berbagai situasi.

REDMI Watch 6 juga serba bisa untuk menjaga kebugaran. Tersedia lebih dari 150 pilihan aktivitas fisik, didukung dual L1 antenna, chip GNSS, dan ketahanan air hingga 5 ATM (kedalaman 50 meter). Smartwatch ini memungkinkan pencatatan akurat untuk setiap aktivitas olahraga.

Pengguna bisa memantau jumlah kalori terbakar dan detak jantung secara lebih presisi berkat peningkatan teknologi sensor PPG.

Agar progres olahraga maksimal, REDMI Watch 6 memandu pengguna untuk tidak berolahraga terlalu keras dan beristirahat optimal. Fitur all-day heart rate monitoring dan all-day blood oxygen monitoring membantu pengguna berolahraga sesuai kemampuan demi mengurangi risiko cedera. All-day sleep monitoring juga membantu kualitas tidur yang lebih baik untuk recovery maksimal.

Selain fungsional, REDMI Watch 6 tetap stylish dengan bodi super ramping hanya 9,9 mm. Frame aluminium alloy yang sleek dan pilihan warna trendy menjadikannya fashion item pelengkap outfit. Baterai tahan hingga 24 hari mendukung mobilitas pengguna dari satu event lari ke event berikutnya.

REDMI Pad 2 9.7″ Siap Hadir di Indonesia

Selain REDMI Watch 6, Xiaomi juga memperkaya ekosistem REDMI dengan tablet compact terbaru, REDMI Pad 2 9.7 inci. Tablet ini mengusung konsep “Simply Smart, Simply Fun” untuk merespons penggunaan tablet yang semakin berkembang di kalangan Gen Z, baik untuk belajar, bekerja, atau berkreasi.

Dengan layar 9,7 inci yang compact namun lega, tablet ini nyaman untuk membaca e-book atau menonton konten favorit.

Chipset mumpuni membuatnya ideal untuk mengedit foto dan video, mengerjakan desain visual, atau membuat dokumen. REDMI Pad 2 9.7″ akan dirilis di Indonesia pada 2 Juni 2026.

Ekosistem produk REDMI yang semakin kaya ini siap mendukung anak muda agar Always Ready untuk produktif, aktif, dan terhubung kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut tentang tren gadget terkini, simak artikel kami tentang Tren Gadget dan Ekonomi Digital 2026.

REDMI Watch 6 tersedia dalam tiga varian warna: Silver Gray, Obsidian Black, dan Glacier Blue. Informasi harga resmi belum diumumkan, namun diperkirakan kompetitif di segmen smartwatch entry-level.

Peluncuran REDMI Watch 6 ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk menghadirkan perangkat wearable yang tidak hanya fungsional tetapi juga stylish. Dengan fitur lengkap dan baterai tahan lama, smartwatch ini menjadi pilihan tepat bagi Gen Z yang ingin tetap aktif dan balanced. (Icha)

Telkomsel Gandeng BPJS Hadirkan Jamsostek Poin

Telko.id – Telkomsel bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus meluncurkan paket benefit Jamsostek Poin.

Inovasi kolaboratif ini menghadirkan kemudahan pendaftaran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi calon peserta di sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Kegiatan berlangsung di Plaza BPJamsostek, Jakarta pada 21 Mei 2026.

PKS ditandatangani oleh Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Faizal Rachman, dan Vice President Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa.

Acara ini disaksikan langsung oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, dan Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo.

Bagi banyak pekerja informal di Indonesia, akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan seringkali belum semudah yang dibutuhkan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel Enterprise bersama BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis guna menghadirkan layanan yang lebih praktis, mudah dijangkau, dan relevan bagi jutaan pekerja di tanah air.

Melalui pemanfaatan ekosistem digital terintegrasi Telkomsel, kolaborasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam memperluas jangkauan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Segmen pekerja informal seperti pengemudi ride-hailing, kurir, serta pelaku usaha mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial kini bisa mendapatkan kemudahan.

Perluasan Akses Layanan yang Inklusif

Salah satu inisiatif utama dalam kolaborasi ini adalah pengembangan paket benefit Jamsostek Poin. Paket ini mengintegrasikan konektivitas digital dengan manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui solusi ini, pelanggan dapat memperoleh paket data sekaligus kemudahan dalam mengakses dan mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Dalam praktiknya, pelanggan cukup mengakses aplikasi MyTelkomsel untuk memilih paket Jamsostek Poin. Secara langsung, mereka mendapatkan konektivitas data sekaligus perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Alur yang sebelumnya membutuhkan pembelian secara terpisah kini disederhanakan menjadi satu pengalaman yang lebih mudah dan cepat. Paket ini dapat dinikmati oleh pelanggan dengan kriteria yang diatur oleh Telkomsel Enterprise dan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah ini sejalan dengan berbagai inisiatif sebelumnya untuk memperluas Akses Digital bagi masyarakat Indonesia. Telkomsel terus berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan Kapabilitas Digital Telkomsel

Distribusi layanan Jamsostek Poin akan diperkuat melalui berbagai kanal digital Telkomsel. Ini termasuk aplikasi MyTelkomsel serta kampanye berbasis WhatsApp dan SMS.

Dengan demikian, pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan informasi, memahami cara kerja layanan, mendaftar, hingga memanfaatkan layanan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih luas segmen pekerja informal sehingga mendapatkan benefit lebih optimal.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan, “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pekerja informal. Melalui inovasi seperti Jamsostek Poin dan pemanfaatan ekosistem digital Telkomsel, kami berupaya menyederhanakan akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, agar dapat dilakukan dengan lebih praktis dalam satu layanan”.

Upaya ini juga merupakan bagian dari transformasi digital yang lebih luas. Telkomsel secara konsisten mendorong Transformasi Digital di berbagai sektor, termasuk melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra.

Kemudahan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, menyampaikan kolaborasi dengan Telkomsel menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kerja sama ini memanfaatkan teknologi digital dan ekosistem yang dekat dengan masyarakat untuk memperluas cakupan kepesertaan pekerja informal.

“Saat ini masih banyak peserta BPU yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kerjasama dalam paket benefit Jamsostek Poin dengan Telkomsel Enterprise ini, kami ingin menghadirkan kemudahan akses pendaftaran untuk mendapat perlindungan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan kerja secara massive dan berkelanjutan,” ungkap Agung.

Agung menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan pilar 3C (Coverage, Care, Credibility) BPJS Ketenagakerjaan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memperluas Coverage atau cakupan kepesertaan pekerja informal melalui ekosistem digital yang dekat dengan masyarakat. Di saat yang sama, kami menghadirkan Care melalui kemudahan layanan pendaftaran dan mendapatkan perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja dapat mengakses perlindungan secara praktis dan berkelanjutan. Sementara Credibility kami bangun dengan memastikan seluruh layanan dan pengelolaan data peserta dilakukan secara profesional, transparan, dan terpercaya,” ungkapnya.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya industri telekomunikasi yang lebih luas. Dalam Reformasi Regulasi yang didorong oleh asosiasi, perluasan akses digital menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung inklusivitas layanan publik.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Enterprise akan terus mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi. Tujuannya adalah untuk memperluas universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Indonesia. Pendaftaran untuk mendapatkan perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan semakin mudah dijangkau secara digital.

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana ekosistem digital dapat menjadi katalis untuk memperluas akses terhadap layanan sosial dasar. Dengan menyederhanakan proses pendaftaran dan pembayaran, pekerja informal kini memiliki jalur yang lebih mudah untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia. (Icha)

Axioo Bangun Ekosistem AI Lokal untuk Kedaulatan Data

Telko.id – PT Tera Data Indonusa Tbk (IDX: AXIO), melalui brand Axioo, resmi mengumumkan langkah strategis terbaru dengan memasuki industri Artificial Intelligence (AI).

Perusahaan mengembangkan lini solusi AI terintegrasi yang mencakup hardware, software, dan AI computing infrastructure.

Dalam momentum media update yang dihadiri perwakilan AMD, Intel, dan NVIDIA, Axioo juga menandatangani kerja sama strategis dengan PT Primacom Interbuana (Primacom) untuk mengembangkan solusi AI enterprise berbasis infrastruktur lokal Indonesia.

Langkah ini menjadi evolusi baru bagi Axioo setelah lebih dari 30 tahun membangun fondasi industri teknologi nasional.

Kini, Axioo tidak hanya berfokus pada perangkat komputasi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kedaulatan data di Indonesia dengan menghadirkan ekosistem AI yang dapat digunakan mulai dari level personal hingga enterprise, mencakup data center scale.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bisnis hari ini. Kami melihat adanya kebutuhan besar akan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan enterprise Indonesia, memiliki kontrol data yang lebih baik, serta didukung infrastruktur lokal yang kuat. Karena itu, Axioo bersama Primacom berkomitmen dalam pengembangan fondasi AI yang tidak hanya powerful secara teknologi, tetapi juga relevan untuk industri nasional,” ujar Michael Sugiarto, Presiden Direktur Axioo Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Axioo dan Primacom akan mengembangkan solusi Enterprise AI Platform yang mencakup agentic workflow automation, enterprise knowledge intelligence, hingga AI powered market intelligence system.

Platform ini dapat terintegrasi dengan ERP, database perusahaan, dokumen internal, dan workflow bisnis. Pendekatan sovereign AI infrastructure memungkinkan perusahaan memiliki kontrol tinggi terhadap keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kebutuhan komputasi AI berskala besar.

“Rencana kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun fondasi Enterprise AI Indonesia yang lebih mandiri, secure, dan scalable. Primacom melihat kebutuhan perusahaan terhadap AI saat ini bukan hanya sekadar penggunaan model AI, tetapi bagaimana AI dapat terintegrasi langsung dengan sistem bisnis, data internal, dan operasional perusahaan secara aman.

“Bersama Axioo, kami ingin menghadirkan solusi AI yang benar-benar enterprise-ready dan dibangun untuk kebutuhan industri Indonesia,” ujar Domy K. Santoso, Direktur PT Primacom Interbuana.

Lini Solusi AI untuk Berbagai Skala Kebutuhan

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Axioo juga memperkenalkan lini solusi AI untuk berbagai skala kebutuhan. Mulai dari AI PC, AI Workstation, hingga AI Server untuk kebutuhan enterprise dan data center.

Pengembangan solusi hardware ini didukung oleh teknologi GPU dan computing platform dari AMD, Intel dan NVIDIA untuk memastikan performa AI yang optimal, scalable, dan enterprise-ready.

Salah satu teknologi terbaru yang diperkenalkan adalah AMD Instinct™ MI350X Series GPU. GPU ini dirancang untuk mendukung kebutuhan AI training, inference, hingga large-scale enterprise AI workload dengan efisiensi dan performa tinggi untuk lingkungan data center modern.

Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan infrastruktur AI lokal Indonesia.

“Adopsi AI yang kian meningkat pesat di kalangan enterprise di Indonesia mendorong kebutuhan infrastruktur yang menunjang dan memiliki performa tinggi sehingga dapat mendukung implementasi AI secara aman dan fleksibel,” ungkap Alexey Navolokin, General Manager APAC, AMD.

“AMD bangga berkolaborasi dengan Axioo dalam menghadirkan solusi AI generasi berikutnya melalui portofolio teknologi AI AMD yang luas, termasuk GPU AMD Instinct dan ekosistem open software.”

Visi Jangka Panjang untuk Kedaulatan Data Indonesia

Kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Axioo untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi AI lokal.

Dengan dukungan jaringan distribusi nasional, manufaktur dalam negeri, serta pengalaman panjang di industri teknologi, Axioo menargetkan dapat menghadirkan solusi AI yang lebih aksesibel bagi perusahaan, institusi pendidikan, hingga sektor pemerintahan.

“Kami percaya masa depan AI tidak hanya dimiliki oleh perusahaan global. Indonesia juga harus memiliki kapabilitas, infrastruktur, dan platform AI sendiri yang dibangun untuk kebutuhan lokal. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam era AI economy,” tambah Michael Sugiarto.

Sebelumnya, Axioo juga telah meluncurkan Axioo Pongo AMD Series yang membawa performa gaming dan AI lebih kencang. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan Axioo Hype AI 5, laptop AI-ready dengan harga terjangkau untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Peluncuran lini AI terbaru ini menjadi awal dari rencana besar Axioo dalam berkontribusi terhadap pengembangan kedaulatan data di Indonesia dan mendukung AI ecosystem terintegrasi di Indonesia.

Langkah ini sekaligus memperkuat transformasi perusahaan dari hardware company menjadi technology and AI solution provider. (Icha)

Axioo Soroti Dampak AI terhadap Kenaikan Harga Hardware IT

Telko.id – Axioo Indonesia resmi mendorong implementasi local AI Indonesia sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur cloud luar negeri.

Langkah ini dinilai krusial di tengah lonjakan harga hardware global yang dipicu oleh tingginya permintaan industri AI terhadap komponen seperti memori dan prosesor.

Dalam acara peluncuran program tersebut, Timmy Theopelus, VP of Business Development & Strategic Partnership Axioo Indonesia, mengungkapkan bahwa harga memori server mengalami kenaikan drastis.

“Dulu memori mungkin harganya sekitar Rp400 ribu per keping, sekarang bisa mencapai Rp4 juta. Saat ini yang mulai langka justru prosesornya,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi karena industri AI global menyerap suplai hardware dalam jumlah besar, terutama untuk komputasi cloud dan pengolahan data skala besar.

Axioo menilai bahwa setiap aktivitas prompting dan inference AI melalui layanan cloud internasional secara tidak langsung meningkatkan penggunaan dolar AS.

“Kata kuncinya adalah efisiensi. Jangan terus-menerus membuang dolar ke luar negeri hanya untuk inference AI,” tegas Sugiyanto Sutikno – Managing Director Indo Mega Vision yang turut hadir dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan mengajak pelaku bisnis dan enterprise di Indonesia untuk mulai membangun infrastruktur AI lokal, termasuk server dan data center berbasis domestik.

Gandeng PrimaCom Bangun Ekosistem AI Lokal

Untuk memperkuat langkah ini, Axioo menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PrimaCom. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan server AI, tetapi juga mencakup pengembangan layanan data center, GPU instance, software AI enterprise, hingga solusi edge computing dan IoT berbasis AI.

Samuel Lawrence dari Axioo Indonesia menjelaskan bahwa potensi AI lokal di Indonesia masih sangat besar dan baru berada pada tahap awal pengembangan.

“Sky is the limit. Implementasi AI itu luas sekali, mulai dari hardware, services, software, sampai solusi enterprise,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ekosistem ini akan menjadi fondasi bagi adopsi AI yang lebih masif di Tanah Air.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Sebagai contoh, sebelumnya telah diluncurkan Platform AI Lokal yang bertujuan menyediakan solusi AI berbasis kebutuhan lokal.

Selain itu, inovasi serupa juga muncul dari kolaborasi anak muda, seperti yang terlihat pada Inovasi Samsung oleh Anak Muda yang menggabungkan budaya dan AI lokal.

Target Pasar: Pemerintah hingga Perbankan

Axioo mengungkapkan bahwa sektor pemerintah menjadi salah satu target utama implementasi AI server lokal. Saat ini, berbagai instansi pemerintah mulai membangun data center sendiri dan mengadopsi teknologi AI untuk operasional mereka.

Selain pemerintahan, segmen lain yang dinilai potensial meliputi perbankan, perusahaan legal dan notaris, enterprise dengan data sensitif, serta industri berbasis IoT dan smart monitoring.

Axioo menyebut kebutuhan AI lokal semakin penting karena data sensitif dinilai lebih aman jika diproses di dalam negeri dibanding menggunakan cloud luar negeri.

Hal ini menjadi pertimbangan serius di tengah meningkatnya ancaman siber. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber per detik, sehingga keamanan data menjadi prioritas utama.

Pasar Data Center Indonesia Capai US$500 Juta

Dalam kesempatan yang sama, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa nilai pasar data center Indonesia saat ini diperkirakan mencapai US$500 juta.

Axioo menargetkan dapat mengambil pangsa pasar awal sekitar 1–2 persen melalui edukasi pasar dan penyediaan solusi AI lokal yang scalable.

Perusahaan juga menghadirkan model bisnis fleksibel berupa layanan rental AI dan penggunaan LLM berbasis subscription agar perusahaan tidak perlu langsung mengeluarkan investasi besar.

“Tidak harus langsung investasi besar. Bisa scalable dan bertahap sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Sugiyanto.

Langkah Axioo ini juga menjadi respons terhadap dominasi pemain asing di sektor telekomunikasi Indonesia. Dengan mendorong AI lokal, Axioo berharap dapat memperkuat posisi perusahaan teknologi dalam negeri.

Fokus pada Efisiensi dan Kemandirian Teknologi

Axioo menegaskan bahwa pengembangan Local AI bukan hanya soal bisnis hardware, melainkan upaya membangun kemandirian teknologi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan AI global.

Dengan dukungan data center lokal, GPU computing, hingga layanan AI enterprise, perusahaan berharap Indonesia dapat mempercepat transformasi digital tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur luar negeri.

“Efisiensi dan pemanfaatan Local AI menjadi kunci utama,” tutup pihak Axioo.

Ke depan, perusahaan akan terus mengedukasi pasar dan memperluas ekosistem AI lokal agar dapat diadopsi oleh lebih banyak sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, hingga industri kreatif. (Icha)