Telko.id – Axioo Indonesia resmi mendorong implementasi local AI Indonesia sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur cloud luar negeri.
Langkah ini dinilai krusial di tengah lonjakan harga hardware global yang dipicu oleh tingginya permintaan industri AI terhadap komponen seperti memori dan prosesor.
Dalam acara peluncuran program tersebut, Timmy Theopelus, VP of Business Development & Strategic Partnership Axioo Indonesia, mengungkapkan bahwa harga memori server mengalami kenaikan drastis.
“Dulu memori mungkin harganya sekitar Rp400 ribu per keping, sekarang bisa mencapai Rp4 juta. Saat ini yang mulai langka justru prosesornya,” ujarnya.
Kondisi ini terjadi karena industri AI global menyerap suplai hardware dalam jumlah besar, terutama untuk komputasi cloud dan pengolahan data skala besar.
Axioo menilai bahwa setiap aktivitas prompting dan inference AI melalui layanan cloud internasional secara tidak langsung meningkatkan penggunaan dolar AS.
“Kata kuncinya adalah efisiensi. Jangan terus-menerus membuang dolar ke luar negeri hanya untuk inference AI,” tegas Sugiyanto Sutikno – Managing Director Indo Mega Vision yang turut hadir dalam acara tersebut.
Oleh karena itu, perusahaan mengajak pelaku bisnis dan enterprise di Indonesia untuk mulai membangun infrastruktur AI lokal, termasuk server dan data center berbasis domestik.
Baca Juga:
Gandeng PrimaCom Bangun Ekosistem AI Lokal
Untuk memperkuat langkah ini, Axioo menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PrimaCom. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan server AI, tetapi juga mencakup pengembangan layanan data center, GPU instance, software AI enterprise, hingga solusi edge computing dan IoT berbasis AI.
Samuel Lawrence dari Axioo Indonesia menjelaskan bahwa potensi AI lokal di Indonesia masih sangat besar dan baru berada pada tahap awal pengembangan.
“Sky is the limit. Implementasi AI itu luas sekali, mulai dari hardware, services, software, sampai solusi enterprise,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ekosistem ini akan menjadi fondasi bagi adopsi AI yang lebih masif di Tanah Air.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Sebagai contoh, sebelumnya telah diluncurkan Platform AI Lokal yang bertujuan menyediakan solusi AI berbasis kebutuhan lokal.
Selain itu, inovasi serupa juga muncul dari kolaborasi anak muda, seperti yang terlihat pada Inovasi Samsung oleh Anak Muda yang menggabungkan budaya dan AI lokal.
Target Pasar: Pemerintah hingga Perbankan
Axioo mengungkapkan bahwa sektor pemerintah menjadi salah satu target utama implementasi AI server lokal. Saat ini, berbagai instansi pemerintah mulai membangun data center sendiri dan mengadopsi teknologi AI untuk operasional mereka.
Selain pemerintahan, segmen lain yang dinilai potensial meliputi perbankan, perusahaan legal dan notaris, enterprise dengan data sensitif, serta industri berbasis IoT dan smart monitoring.
Axioo menyebut kebutuhan AI lokal semakin penting karena data sensitif dinilai lebih aman jika diproses di dalam negeri dibanding menggunakan cloud luar negeri.
Hal ini menjadi pertimbangan serius di tengah meningkatnya ancaman siber. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber per detik, sehingga keamanan data menjadi prioritas utama.
Pasar Data Center Indonesia Capai US$500 Juta
Dalam kesempatan yang sama, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa nilai pasar data center Indonesia saat ini diperkirakan mencapai US$500 juta.
Axioo menargetkan dapat mengambil pangsa pasar awal sekitar 1–2 persen melalui edukasi pasar dan penyediaan solusi AI lokal yang scalable.
Perusahaan juga menghadirkan model bisnis fleksibel berupa layanan rental AI dan penggunaan LLM berbasis subscription agar perusahaan tidak perlu langsung mengeluarkan investasi besar.
“Tidak harus langsung investasi besar. Bisa scalable dan bertahap sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Sugiyanto.
Langkah Axioo ini juga menjadi respons terhadap dominasi pemain asing di sektor telekomunikasi Indonesia. Dengan mendorong AI lokal, Axioo berharap dapat memperkuat posisi perusahaan teknologi dalam negeri.
Fokus pada Efisiensi dan Kemandirian Teknologi
Axioo menegaskan bahwa pengembangan Local AI bukan hanya soal bisnis hardware, melainkan upaya membangun kemandirian teknologi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan AI global.
Dengan dukungan data center lokal, GPU computing, hingga layanan AI enterprise, perusahaan berharap Indonesia dapat mempercepat transformasi digital tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur luar negeri.
“Efisiensi dan pemanfaatan Local AI menjadi kunci utama,” tutup pihak Axioo.
Ke depan, perusahaan akan terus mengedukasi pasar dan memperluas ekosistem AI lokal agar dapat diadopsi oleh lebih banyak sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, hingga industri kreatif. (Icha)


