spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 4

QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

Telko.id – Bank Indonesia membuka peluang perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Vietnam dan Filipina sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini melanjutkan ekspansi QRIS yang sebelumnya sudah terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Melansir dari Kumparan, Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.

“Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).

Baca Juga:

Melalui integrasi lintas negara ini, pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran di luar negeri cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia, tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional.

Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang dan memproses transaksi melalui jaringan pembayaran masing-masing negara.

BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.

“Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.

Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.

“Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.

Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.

Dia menjelaskan integrasi antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand.

Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.

Perluasan QRIS ke lebih banyak negara akan mempermudah aktivitas perjalanan maupun transaksi internasional sehari-hari.

Pembayaran bisa dilakukan langsung dari aplikasi lokal yang sudah digunakan sehari-hari, sehingga pengalaman transaksi lintas negara menjadi lebih praktis tanpa perlu banyak aplikasi tambahan.

Huawei WATCH FIT 5 Series, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series di Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Smartwatch anyar ini hadir dalam dua varian, yakni Basic dan Pro, dengan harga mulai dari Rp2,399 juta.

Seri terbaru ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama pada fitur kesehatan. Untuk pertama kalinya di industri, Huawei menghadirkan Diabetes Risk Study pada varian Pro, sebuah fitur pemantauan risiko diabetes yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

“Dengan semangat ‘Now Is Your Spark’, Huawei menghadirkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series sebagai smartwatch stylish dan powerful dengan fitur Ultra-Health & Sports,” demikian pernyataan resmi Huawei dalam siaran persnya.

Smartwatch ini dirancang untuk masyarakat modern dengan mengusung filosofi “FIT” yaitu Fashion, Innovation, dan Thinness. Kehadirannya diharapkan memperkuat posisi Huawei sebagai pemimpin pasar wearable global setelah mencapai status Top 1 Global Wearable Brand.

Kedua varian akan mulai tersedia di Indonesia pada 21 Mei 2026. HUAWEI WATCH FIT 5 Basic dibanderol Rp2.399.000, sementara HUAWEI WATCH FIT 5 Pro dijual mulai Rp3.699.000.

Fitur Kesehatan Revolusioner: Diabetes Risk Study dan ECG

Fitur unggulan HUAWEI WATCH FIT 5 Pro adalah Diabetes Risk Study. Fitur ini berbasis teknologi photoplethysmography (PPG) untuk memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro di pergelangan tangan. Pengembangannya dilakukan bersama institusi dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 3-14 hari, siang dan malam. Data denyut nadi dikumpulkan dan dipadukan dengan profil pengguna seperti usia, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan. Algoritma khusus kemudian menganalisis risiko dan mengkategorikannya menjadi rendah, sedang, atau tinggi.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis WATCH FIT 5 Series di Indonesia, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Selain itu, HUAWEI WATCH FIT 5 Pro juga dilengkapi fitur Comprehensive Cardiovascular Insights melalui CE-Certified ECG dan Pulse Wave Arrhythmia Analysis. Fitur Multidimensional Emotional Wellbeing 2.0, HRV yang lebih mendalam, dan advanced sleep tracking turut melengkapi paket pemantauan kesehatan preventif ini.

Sementara itu, varian Basic juga dibekali Pulse Wave Arrhythmia Analysis, Scientific Sleep Evaluation, pemantauan kondisi emosional multi-dimensi, serta panduan mini workout. Sistem ini didukung sensor gerak (accelerometer) untuk meminimalkan gangguan pembacaan akibat aktivitas.

Desain Premium dengan Layar Lebih Besar

HUAWEI WATCH FIT 5 Pro mengusung layar AMOLED 1,92 inci dengan rasio screen-to-body 83% dan kecerahan hingga 3.000 nits. Bobotnya hanya 30,4 gram. Material titanium case dan 2.5D sapphire glass memperkuat kesan premium. Teknologi ceramic coating dan micro arc oxidation meningkatkan durabilitas hingga 130%.

Varian Basic hadir dengan layar AMOLED 1,82 inci, kecerahan 2.500 nits, dan bobot hanya 27 gram. Material 2.5D tempered curved glass dan 7000 series aluminium alloy memberikan keseimbangan antara desain stylish dan durabilitas.

HUAWEI WATCH FIT 5 Basic tersedia dalam lima pilihan warna: Silver, Purple, White, Black, dan Green. Sementara varian Pro hadir dalam Orange, White, dan Black dengan sentuhan desain oil-filling.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis WATCH FIT 5 Series di Indonesia, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Kedua varian juga mendukung personalisasi tampilan layar melalui fitur customizable watch face.

Performa Olahraga dengan Tracking Presisi Tinggi

HUAWEI WATCH FIT 5 Series dilengkapi teknologi Sunflower Positioning System untuk pelacakan lokasi presisi pada aktivitas seperti running, trail run, dan bersepeda. Dual-band positioning dengan GPS 6 satelit membantu navigasi akurat di area perkotaan maupun outdoor.

Khusus varian Pro, fitur Ultra-Sport mendukung olahraga outdoor seperti golf dengan akses ke lebih dari 17.000 peta lapangan global, freediving hingga 40 meter, hiking, diving, serta offline maps global. Fitur checkpoint dan ETA to checkpoint juga tersedia untuk trail run.

Untuk aktivitas lari, smartwatch ini didukung scientific running metrics seperti running power dan Running Ability Index. Data olahraga dapat disinkronkan langsung ke aplikasi Strava.

Kedua varian mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk racket sports tracking untuk tenis, badminton, dan padel dengan analisis mendalam terhadap jenis pukulan dan intensitas ayunan.

Baterai Tahan Lama dan Fitur Pintar

HUAWEI WATCH FIT 5 Series memiliki daya tahan baterai hingga 10 hari untuk penggunaan normal, dan hingga 21 jam untuk penggunaan intens seperti trail run. Kapasitas penyimpanan mencapai 64GB.

Fitur pendukung lainnya termasuk Bluetooth calling, message notifications, dan kompatibilitas dengan iOS dan Android. Smartwatch ini juga akan segera mendukung pembayaran via LinkAja QR Payment di jaringan merchant modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Selama periode penjualan 21 Mei – 20 Juni 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan hadiah senilai Rp699 ribu berupa HUAWEI FreeBuds SE 3, 1 bulan membership HUAWEI Health+, serta 1 bulan HUAWEI Watch Face VIP.

HUAWEI WATCH FIT 5 Series akan tersedia di HUAWEI Store, e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, erafone, dan eraspace. Secara offline, perangkat ini bisa didapatkan di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli Store, Urban Republic, Digiplus, dan partner store resmi Huawei.

Peluncuran ini menandai langkah maju Huawei dalam menghadirkan teknologi kesehatan preventif yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna. Fitur Selam 150 Meter pada seri sebelumnya menunjukkan komitmen Huawei pada inovasi wearable. Ke depan, fitur serupa mungkin akan diadopsi oleh merek lain untuk memperluas ekosistem kesehatan digital di Indonesia. (Icha)

OpenAI Ungkap Kebiasaan Pengguna ChatGPT Sehari-Hari

Telko.id – OpenAI mulai mengungkap bagaimana kebiasaan dari penggunanya dalam memanfaatkan ChatGPT sehari-hari. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan AI kini semakin luas dan tidak lagi terbatas untuk sekedar mencari jawaban sederhana atau eksperimen teknologi.

Melansir dari Tekno, OpenAI membagikan data terbaru yang menujukkan bahwa layanan ini diakses oleh 800 juta orang setiap minggunya. Pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk beragam keperluan, mulai dari menyusun rencana perjalanan hingga bantuan memilih makanan segar.

Mayoritas pengguna memanfaatkan ChatGPT sendiri untuk aktivitas seperti menulis, merangkum dokumen, mencari ide, hingga membantu pekerjaan kantor dan belajar.

Namun, menariknya, pola penggunaan mulai bergeser ke arah yang lebih personal, termasuk untuk brainstorming, hingga menjadi teman disuksi sehari-hari.

Menariknya, aktivitas mengunggah foto untuk diedit ternyata jauh lebih populer dibandingkan permintaan pembuatan gambar AI dari awal. Hal ini menandakan pengguna lebih membutuhkan bantuan AI untuk menyempurnakan aset visual yang sudah mereka miliki.

Penggunaan multimodal juga disebut meningkat secara signifikan. Pengguna kini tidak hanya mengetik teks, tetapi mulai memanfaatkan fitur gambar, suara, hingga analisis file untuk berbagai kebutuhan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa AI mulai berkembang dari sekadar chatbot menjadi platform interaksi digital yang lebih lengkap.

Baca Juga:

Data penggunaan juga memperlihatkan bahwa pengguna cenderung semakin bergantung pada AI untuk mempercepat pekerjaan sehari-hari.

Mulai dari membuat email, menyusun presentasi, mencari refrensi hingga membantu coding. AI kini menjadi bagian dari workflow di masyarakat.

Data yang dihimpun dari Tech Radar, adanya perbedaan pola penggunaan di Negara Inggris. Masyarakat di sana lebih sering menggunakan ChatGPT untuk tugas praktis seperti rekomendasi kecantikan, bimbingan belajar, dan pengeditan materi komunikasi.

Temuan yang mengejutkan adalah rendahnya penggunaan fitur pengkodean atau coding di wilayah tersebut. Fitur ini menempati peringkat bawah yang mengindikasikan bahwa fungsi teknis pemrograman belum menjadi prioritas utama bagi pengguna umum di Inggris.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana AI perlahan berubah dari teknologi tambahan menjadi tools utama dalam aktivitas digital.

Namun, semakin tingginya penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait privasi data, akurasi informasi, dan potensi ketergantungan pengguna terhadap sistem AI.

Bagi industri sendiri, pola ini menjadi sinyal bahwa masa depan AI kemungkinan akan bergerak menuju personal AI assistant yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

OpenAI Luncurkan Daybreak untuk Perkuat Keamanan Siber

Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan inisiatif keamanan siber bernama Daybreak, sebuah program yang difokuskan untuk memperkuat keamanan siber menggunakan teknologi AI. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatkan ancaman digital yang kini semakin kompleks dan sulit dideteksi secara manual.

Menurut siaran Engadget pada Senin (11/5), Daybreak dikembangkan berdasarkan premis bahwa pertahanan siber harus dibangun ke dalam perangkat lunak sejak awal dan tidak hanya berfokus pada menemukan dan memperbaiki kerentanan.

Daybreak dirancang untuk membantu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber dengan lebih cepat menggunakan kemamuan AI generatif dan machine learning.

Sistem ini mampu memproses data keamanan dalam jumlah besar secara real-time untuk menemukan pola serangan yang mungkin terlewat oleh sistem konvensional.

Program ini juga ditujukan untuk membantu organisasi dan peneliti keamanan dalam menghadapi ancaman baru, termasuk serangan otomatis berbasis AI yang mulai banyak digunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Dengan pendekatan AI, proses identifikasi ancaman dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional yang masih banyak bergantung pada analisis manual.

Baca Juga:

OpenAI menyampaikan bahwa Daybreak menggunakan model-model kecerdasan buatan milik perusahaan, termasuk agen khusus Codex Security yang bisa digunakan untuk memindai basis kode, memvalidasi temuan berisiko tertinggi, dan memperbaikinya.​​​​​​​

Daybreak akan mengandalkan model AI GPT-5.5 untuk keperluan umum dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber untuk sebagian besar alur kerja keamanan defensif seperti peninjauan kode secara aman, analisis malware, validasi tambalan, dan rekayasa deteksi ancaman.

Sementara itu, model GPT-5.5-Cyber disiapkan untuk kebutuhan yang lebih khusus seperti simulasi serangan siber, pengujian penetrasi, dan validasi sistem keamanan secara terkontrol.

OpenAI bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan keamanan siber seperti Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Oracle, dan Akamai, dalam pengembangan Daybreak ini.

Inisiatif Daybreak ini disebut sebagai pesaing project Glasswing milik Anthropic, layanan keamanan siber dengan dukungan model kecerdasan buatan Claude Mythos Preview.

Kehadiran Daybreak menunjukkan bahwa Ai kini tidak hanya menjadi sumber ancaman baru, tetapi juga menjadi alat utama dalam pertahanan siber modern.

Perkembangan ini berpotensi menghadirkan sistem keamanan digital bagi pengguna yang lebih proaktif dan responsive terhadap ancaman online.

Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Perseroan mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sementara normalized net income mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4%.

Pendapatan konsolidasi tercatat Rp146,7 triliun, dengan EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dan margin EBITDA 49,2%. Normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, Telkom mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025. Angka ini terdiri dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

Respons positif pasar ini didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Empat Pilar Transformasi TLKM 30

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence, yang memperkuat prinsip tata kelola perusahaan baik.

Hal ini mendorong peningkatan disiplin organisasi berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses efisien, serta peningkatan kualitas layanan.

Pada pilar kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business. Implementasi strategi ini tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026.

Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Pilar ketiga berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber.

Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding. Sebelumnya, spin-off InfraNexia telah menjadi salah satu inisiatif kunci perseroan.

Sebagai pilar keempat, Telkom menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan dan mengharmonisasi lini bisnis.

Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi.

Perseroan juga melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini memperkuat praktik tata kelola transparan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset.

Segmen B2C masih menjadi kontributor utama pendapatan. Telkomsel berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian.

Trafik data meningkat signifikan 15% YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) bergerak ke arah pemulihan positif mulai paruh kedua 2025. Di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga tepat sasaran dan keunggulan kualitas jaringan.

Content image for article: Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tercatat Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber. Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center, dan dua fasilitas co-location data center di Singapura yang dikelola NeutraDC. TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX.

Bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan net income margin 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung rasio penyewa 1,57x atas 40.230 menara telekomunikasi, menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Sejalan dengan itu, konsolidasi Mitratel terus berjalan untuk optimalisasi aset.

Pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Sementara segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital.

Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan.

Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian. (Icha)

Kinerja XLSMART Q1 2026, Pendapatan Tumbuh 38%

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengawali Q1 tahun 2026 dengan kinerja solid. Pendapatan perusahaan tumbuh 38% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 11,84 triliun pada kuartal pertama 2026.

Pertumbuhan ini didorong oleh integrasi jaringan pasca merger dan ekspansi layanan 5G. Laba bersih yang dinormalisasi (normalized PAT) bahkan melonjak 254% YoY menjadi Rp 1,37 triliun. EBITDA yang dinormalisasi juga tumbuh 26% YoY menjadi Rp 5,43 triliun dengan margin 46%.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan fokus perusahaan saat ini. “Fokus utama XLSMART saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/5/2026).

Ia menambahkan, integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi fondasi utama. Hal ini untuk membangun pengalaman digital generasi berikutnya di Indonesia. XLSMART optimistis berada pada posisi yang lebih siap menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik.

Perusahaan juga terus membangun organisasi yang agile dan kolaboratif. Tujuannya untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang unggul. “Kami percaya konektivitas berkualitas merupakan fondasi penting untuk mempercepat transformasi digital nasional,” tutup Rajeev.

Content image for article: XLSMART Buktikan Kinerja Solid di Q1 2026, Pendapatan Tumbuh 38%

Layanan Data Jadi Penopang Utama

Kontribusi layanan data dan digital menjadi tulang punggung bisnis XLSMART. Sektor ini menyumbang 91,8% terhadap total pendapatan perusahaan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kualitas pasar dan optimalisasi portofolio pelanggan.

Blended ARPU (Average Revenue Per User) meningkat menjadi Rp 47,3 ribu. Angka ini naik dari periode sebelumnya, menunjukkan peningkatan utilisasi layanan data bernilai tambah. Trafik layanan data juga tumbuh 36% YoY menjadi 3.867 Petabytes.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas tinggi menjadi pendorong utama. Streaming video, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud semakin diminati. Hal ini sejalan dengan strategi XLSMART untuk memperkuat kualitas jaringan secara berkelanjutan.

Ekspansi 5G dan Pengakuan Global

XLSMART terus mempercepat pengembangan layanan 5G. Pendekatan blanket coverage diterapkan di berbagai kota strategis. Hingga akhir Maret 2026, layanan 5G telah hadir di 43 kota dan akan terus diperluas.

Jumlah BTS meningkat 54% YoY menjadi lebih dari 253 ribu BTS. Infrastruktur yang kuat ini menjadi fondasi untuk mendukung transformasi digital nasional. Selama periode Ramadan dan Idulfitri, trafik data meningkat hingga 21%, namun kualitas layanan tetap terjaga.

Prestasi internasional juga diraih XLSMART. Perusahaan meraih penghargaan Ookla Speedtest Awards 2025 sebagai Fastest 5G Network di Indonesia. Selain itu, XLSMART masuk dalam daftar TIME Best Companies Asia-Pacific 2026.

Pengakuan ini menegaskan positioning XLSMART sebagai perusahaan telekomunikasi dengan kualitas jaringan kompetitif. Budaya perusahaan yang kuat juga menjadi nilai tambah. Hal ini sejalan dengan kinerja solid yang ditunjukkan operator telekomunikasi di Indonesia.

Percepatan konsolidasi jaringan juga berjalan baik. Hingga Q1 2026, sekitar 40,3 ribu site telah diintegrasikan ke jaringan XLSMART. Penambahan 4,9 ribu site baru juga dilakukan untuk memperluas cakupan.

Perseroan telah menyelesaikan sekitar 77% target tower dismantling. Ini bagian dari realisasi sinergi dan efisiensi operasional pasca merger. Belanja modal (capex) hingga Q1 2026 tercatat Rp 2,25 triliun.

Dana tersebut difokuskan untuk integrasi jaringan, ekspansi 5G, dan modernisasi infrastruktur. XLSMART juga mengoptimalkan strategi multi-brand melalui XL Prepaid, AXIS, SMARTFREN, XL PRIORITAS, XL SATU, dan Enterprise. Strategi ini menjangkau kebutuhan pelanggan yang beragam di berbagai segmen pasar.

Dengan jaringan yang semakin luas dan ekspansi 5G yang agresif, XLSMART optimistis memainkan peran strategis. Perusahaan siap mempercepat transformasi digital nasional dan menghadirkan konektivitas bermakna bagi masyarakat Indonesia. (Icha)

Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber Per Detik, Ini Strategi Lindungi UMKM

Telko.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia menghadapi 5 miliar anomali trafik ke sistem elektronik setiap tahun, setara dengan 170 serangan siber per detik.

Angka ini menjadi alarm keras bagi ekosistem digital nasional, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi.

Serangan tersebut menargetkan industri-industri kritis seperti perbankan, layanan keuangan, dan kesehatan. Ancaman yang kian canggih, mulai dari phishing berbasis kecerdasan buatan hingga Business Email Compromise (BEC), mengancam keberlangsungan bisnis kecil yang sering kali memiliki sumber daya terbatas untuk sistem keamanan.

Anthony Chadd, Chief Revenue Officer di Zimbra, menekankan pentingnya langkah proaktif. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Mengadopsi langkah-langkah keamanan proaktif dan berlapis sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka,” ujarnya Selasa (12/5/2026).

Menurut data yang dihimpun, hanya 18% UMKM di Indonesia yang berinvestasi dalam keamanan siber. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan besar antara ancaman yang ada dengan kesiapan perlindungan. Padahal, satu kali pelanggaran data bisa menyebabkan kerugian finansial dan reputasi yang signifikan.

Zimbra, platform kolaborasi dan email berbasis open-core, membagikan empat strategi kunci yang bisa diterapkan UMKM untuk memperkuat pertahanan siber mereka. Pendekatan ini dirancang agar mudah diimplementasikan tanpa memerlukan tim IT khusus.

Empat Strategi Kunci dari Zimbra

Pertama, sederhanakan pengelolaan keamanan dengan menjadikan email sebagai infrastruktur utama. Email adalah tulang punggung setiap sistem bisnis.

Memilih platform kolaborasi dengan antarmuka mudah digunakan memungkinkan bisnis mengintegrasikan keamanan tanpa tenaga ahli khusus.

Kedua, prioritaskan pertahanan otomatis berdampak tinggi. Filter email tradisional tidak lagi cukup. UMKM perlu berinvestasi pada autentikasi dua faktor (2FA), enkripsi, dan protokol anti-phishing untuk memberikan perlindungan setara perusahaan besar.

Ketiga, membangun kepercayaan melalui pengendalian data lokal dan kepatuhan. Platform yang menyimpan data secara lokal memastikan kepatuhan terhadap peraturan nasional dan mencegah risiko dari penyedia layanan asing.

Keempat, bangun ‘human firewall’ melalui pendidikan talenta secara terarah. Karyawan tetap menjadi garis pertahanan pertama. Pelatihan rutin membantu mereka mengenali taktik rekayasa sosial seperti penyamaran dan phishing.

Ancaman Siber di Indonesia Semakin Nyata

Indonesia menempati posisi rawan dalam peta ancaman siber Asia Tenggara. Serangan malware, phishing, dan deepfake kian marak menargetkan bisnis dari berbagai ukuran. UMKM, yang mewakili lebih dari 97% tenaga kerja dan hampir 62% PDB, menjadi sasaran empuk karena sistem keamanan yang usang.

Anthony menambahkan bahwa ketahanan siber harus diintegrasikan ke dalam operasional sehari-hari. “Di Indonesia, di mana UMKM menjadi mayoritas kontributor ekonomi nasional, penguatan keamanan siber mereka sangat penting untuk mendukung stabilitas perekonomian secara keseluruhan,” tegasnya.

Seiring upaya Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045, UMKM memegang peranan kunci. Visi yang menekankan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan nasional ini membutuhkan UMKM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga tahan terhadap ancaman siber.

Untuk diketahui, kesadaran terhadap ancaman ini mulai meningkat. Seperti yang pernah kami laporkan, Masyarakat Indonesia sudah mulai lebih waspada terhadap serangan siber. Tren positif ini perlu didorong dengan adopsi teknologi yang tepat.

Di sisi lain, penyedia solusi keamanan juga terus berinovasi. ESET Rilis layanan cloud protection gratis di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem digital yang lebih aman. Langkah serupa juga dilakukan oleh Kaspersky Ungkap pertumbuhan bisnis dan adopsi SOC di Indonesia.

Strategi dari sisi korporasi juga tak kalah penting. BCA Perkuat keamanan siber melalui pendekatan people, process, dan technology. Sementara itu, Indosat Dorong ketahanan siber strategis untuk menghadapi AI fraud.

Anthony menutup dengan pesan penting. “Ketahanan siber harus diintegrasikan ke dalam operasional sehari-hari, bukan dipandang sebagai pilihan terakhir.”

Bagi UMKM yang memprioritaskan infrastruktur email yang aman dan lokal, mereka akan menjadi kunci dalam melindungi operasional dan tetap kompetitif di dunia yang berubah cepat.

Tentang Zimbra: Zimbra adalah platform perangkat lunak komersial dengan kode open source yang didirikan pada 2003.

Perusahaan ini menyediakan solusi email dan kolaborasi yang aman, terukur, dan dapat diperluas melalui model open-core. Zimbra melayani badan pemerintahan, lembaga keuangan, universitas, dan penyedia layanan di 127 negara. (Icha)

Xiaomi Rilis Laporan ESG 2025, Tekankan Keberlanjutan dan AI

Telko.id – Xiaomi resmi merilis laporan tahunan Environmental, Social, and Governance (ESG) kedelapan untuk tahun 2025.

Laporan ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan yang kini terintegrasi penuh dengan ekosistem pintar “Human × Car × Home”.

Laporan tersebut merinci berbagai kemajuan, mulai dari teknologi terkini, tata kelola, keamanan data, hingga produk ramah lingkungan.

Xiaomi juga menyoroti strategi perusahaan yang berbasis teknologi inti sebagai fondasi utama dalam mendorong ekonomi sirkular dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Investasi jangka panjang menjadi prioritas kami untuk mendorong terobosan teknologi,” demikian pernyataan resmi Xiaomi dalam laporannya.

Pada tahun 2025, biaya R&D mencapai RMB 33,1 miliar dengan dukungan 25.457 personel riset, yang mencakup 45 persen dari total tenaga kerja.

Inovasi AI dan Tata Kelola Tepercaya

Xiaomi telah membangun matriks kapabilitas AI berupa “foundation models + scenario-based derivative models”. Strategi ini memungkinkan perusahaan mencapai kapabilitas umum sekaligus adaptasi skenario yang lebih presisi, memperkuat ekosistem pintar mereka.

Perusahaan baru saja memperkenalkan tiga large models mandiri untuk era agentic AI: Xiaomi MiMo-V2-Pro, Xiaomi MiMo-V2-Omni, dan Xiaomi MiMo-V2-TTS. Hanya dalam sepekan, MiMo-V2-Pro berhasil menempati peringkat pertama dalam volume permintaan mingguan di OpenRouter.

Model ini juga menduduki peringkat ke-8 secara global dan ke-2 di Tiongkok dalam Artificial Analysis Intelligence Index. Untuk menghadapi dinamika regulasi global, Xiaomi mengadopsi konsep “Trustworthy AI” yang mengacu pada pedoman Uni Eropa.

Langkah ini memastikan model AI yang dikembangkan bersifat adil, inklusif, dan tepercaya melalui praktik tata kelola ketat pada aspek privasi, etika, dan keamanan.

Keamanan Data dan Privasi Pengguna

Xiaomi berkomitmen membangun produk dan layanan andal dalam empat kategori utama: keamanan, privasi, kepatuhan, dan transparansi. Praktik perlindungan privasi perusahaan telah diakui melalui sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27701.

Untuk memperkuat keamanan pada perangkat, Xiaomi mengembangkan sistem operasi aman MiTEE. Sistem ini bekerja dalam lingkungan terisolasi, memastikan data sensitif seperti facial templates dan kredensial pembayaran tidak pernah meninggalkan perangkat.

Dalam perlindungan data lintas perangkat, Xiaomi memegang empat prinsip inti: Authorization First, End-to-End & No Trace, Consistent Protection, dan Secure Link. Perusahaan juga menstandarisasi durasi pemrosesan Data Subject Requests menjadi hanya 15 hari di seluruh dunia.

Angka ini jauh lebih cepat daripada ketentuan satu bulan pada GDPR Uni Eropa, dengan tingkat respons 100 persen.

Produk Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

Berpedoman pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Xiaomi mengelola efisiensi sumber daya di seluruh siklus hidup produk. Beberapa model smartphone seperti Xiaomi 15T Series dan REDMI K90 telah menggunakan mid-plate dari 100 persen aluminium daur ulang.

Rumah pengisi daya smartphone kini mengandung 30 persen plastik post-consumer recycled (PCR). Komitmen ini juga merambah ke lini kendaraan listrik, dengan rasio aluminium daur ulang mencapai 14,2 persen untuk Xiaomi YU7 Series dan 19 persen untuk Xiaomi SU7 Series.

Xiaomi juga meluncurkan teknologi Ultra-Low Standby Power Consumption pertama di dunia untuk pengisi daya 100W. Teknologi ini diproyeksikan mampu menghemat ratusan juta kilowatt-jam konsumsi listrik standby setiap tahunnya.

Di sektor peralatan rumah tangga, lini bisnis lemari es berhasil memangkas penggunaan EPS sebesar 620 gram per unit, mengurangi total konsumsi tahunan hingga hampir 310 ton. Lebih dari 2 juta smartphone bekas telah didaur ulang melalui program trade-in sepanjang tahun ini.

Di pasar internasional, Xiaomi memposisikan program trade-in sebagai penggerak utama ekosistem sirkular global. Pada tahun 2025, perusahaan membangun kapabilitas trade-in di 14 pasar baru, mencakup 24 negara dan wilayah. Bagi yang tertarik dengan komitmen hijau lainnya, simak Masa Depan Hijau dalam laporan ESG sebelumnya.

Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim

Xiaomi secara aktif beradaptasi terhadap perubahan iklim dan mengakselerasi pengurangan emisi di seluruh operasional serta rantai pasokannya. Langkah ini sejalan dengan jalur 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Komitmen ini diperkuat dengan keberhasilan Xiaomi Smart Factory dan Xiaomi EV Factory dalam memperoleh sertifikasi ISO 50001. Di fasilitas EV Factory, sistem regenerative thermal oxidizer (RTO) memungkinkan pengolahan gas buang sekaligus pemulihan panas suhu tinggi.

Inovasi ini menghasilkan total pemulihan panas tahunan sebesar 38.333 GJ. Teknologi Xiaomi HyperCasting juga menciptakan lini produksi lebih ringkas, menghemat sekitar 1,82 juta kWh listrik per tahun.

Xiaomi melakukan restrukturisasi logistik rendah karbon dengan mengalihkan moda pengiriman dari udara ke transportasi laut dan kereta api. Langkah ini berhasil memangkas emisi sekitar 2.471 ton setara karbon dioksida selama tahun 2025.

Dalam aspek energi terbarukan, Xiaomi telah mengalokasikan lebih dari 40 juta kWh listrik hijau pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan peningkatan volume transaksi hingga lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui skema gabungan panel surya atap dan pengadaan listrik hijau, Xiaomi Smart Home Appliances Factory berhasil meningkatkan proporsi energi terbarukan.

Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan penggunaan listrik dari panel surya yang memenuhi sekitar 15 persen dari total kebutuhan energi tahunan.

Xiaomi juga memperkuat investasi strategis pada berbagai perusahaan dalam ekosistem kendaraan listrik. Fokus utama adalah pengembangan teknologi rendah karbon, seperti inovasi material ringan dan sistem pengaturan suhu yang efisien.

Melalui integrasi berbagai inovasi ini, Xiaomi berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem teknologi yang mampu menghadirkan pengalaman hidup pintar yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan bagi pengguna di seluruh dunia. (Icha)

Telkomsel Buka Ekosistem Belajar Digital di 7 Sekolah Flores

Telko.id – Telkomsel resmi menghadirkan program CSR Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 11 Mei 2026.

Program ini menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat, terdiri dari siswa, guru, dan ekosistem sekolah di tujuh sekolah terpilih. Inisiatif ini lahir dari tantangan pemerataan pendidikan di wilayah rural dan 3T, mulai dari keterbatasan akses hingga kebutuhan penguatan literasi digital.

Telkomsel tidak hanya menyediakan konektivitas internet. Perusahaan membawa pendekatan terintegrasi yang mencakup perangkat belajar, akses platform digital, serta pelatihan literasi digital.

Langkah ini membuktikan bahwa jarak bukanlah hambatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia timur.

VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa perusahaan percaya akses belajar yang lebih setara dimulai dari rasa dipahami.

Content image for article: Telkomsel Buka Ekosistem Belajar Digital di 7 Sekolah Flores
Content image for article: Telkomsel Buka Ekosistem Belajar Digital di 7 Sekolah Flores

“Melalui Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas, kami berupaya menghadirkan dukungan nyata mulai dari perangkat, konektivitas, hingga ekosistem pembelajaran digital, agar siswa dan guru di Flores bisa belajar dengan lebih percaya diri, aman, berdampak. Inilah wujud komitmen kami untuk terus Melayani Sepenuh Hati,” ujarnya.

Dukungan Terintegrasi untuk Pendidikan Digital

Program Belajar Tanpa Batas dirancang agar proses belajar mengajar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan hari ini. Telkomsel memberikan perangkat dan fasilitas pendukung pembelajaran seperti laptop, proyektor, alat peraga, dan kebutuhan penunjang lainnya yang disesuaikan dengan masing-masing sekolah.

Selain itu, perusahaan menyediakan dukungan konektivitas melalui starter pack dan Telkomsel Orbit atau Fixed Wireless Access untuk membantu akses internet di lingkungan sekolah.

Akses gratis selama enam bulan ke tiga platform digital juga diberikan, yaitu Ilmupedia untuk penguatan akademik dan latihan ujian, Kuncie untuk pembelajaran dan pengembangan kompetensi, serta Skul.id+ untuk digitalisasi manajemen sekolah.

Program ini juga mencakup aktivasi pembelajaran, kompetisi, serta edukasi literasi digital untuk mendorong kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Telkomsel melihat pendidikan dan literasi digital sebagai enabler pembangunan manusia, sehingga pendekatan “From Connectivity to Human Capability” menjadi fondasi utama.

7 Sekolah di Flores Menjadi Lokasi Program

Program Belajar Tanpa Batas dijalankan di tujuh lokasi di Pulau Flores. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMKN 3 Komodo di Manggarai Barat, SMAN 2 Komodo di Manggarai Barat, SMKN Bung Ruteng di Manggarai, SMA Budi Darma Cancar di Manggarai, SMAN 2 Soa di Ngada, SMK Karsa Mandiri di Ende, dan SMK Nawa Cita Mego di Sikka.

Agar program benar-benar terasa manfaatnya, Telkomsel menjalankan serangkaian tahap secara terukur. Proses dimulai dengan assessment dan baseline pada April 2026, dilanjutkan kick-off dan aktivasi utama pada 6-7 Mei 2026 bertepatan dengan momentum Hardiknas.

Pendampingan dan pembelajaran daring berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026, diikuti evaluasi dan impact measurement pada Agustus-September 2026.

Telkomsel juga menjalin kolaborasi dengan Gasing Academy untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan yang dicetuskan oleh Prof. Yohanes Surya Ph.D. digunakan sebagai pendekatan pembelajaran numerasi yang efektif dan teruji.

Melalui kolaborasi ini, Telkomsel tidak hanya menyediakan akses dan ekosistem pembelajaran digital yang inklusif, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan berpikir logis dan analitis siswa.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya transformasi pendidikan digital yang terus didorong oleh berbagai pihak. Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan dukungan nyata agar siswa dan guru di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terpencil, bisa belajar dengan percaya diri dan berdampak.

Kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Seperti halnya kolaborasi pendidikan digital yang dilakukan oleh Telkom Regional II, sinergi antar pihak sangat penting untuk memperkuat kapabilitas generasi masa depan.

Program Belajar Tanpa Batas di Flores menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan kemampuan, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Telkomsel berharap program ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah lain. Dengan pendekatan holistik yang mencakup perangkat, konektivitas, dan ekosistem pembelajaran, perusahaan optimistis dapat mendorong try out digital dan berbagai aktivitas pembelajaran lainnya secara lebih merata.

Indosat Dorong Ketahanan Siber Strategis Hadapi AI Fraud

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) melalui Indosat Business meluncurkan whitepaper terbaru yang mendorong pendekatan ketahanan siber lebih strategis di tengah lonjakan AI fraud dan ancaman siber enterprise.

Langkah ini diambil seiring proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang mencapai USD 340 miliar pada 2030.

Whitepaper berjudul “A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience” ini disusun bersama pakar cybersecurity, Dr. Ir. Charles Lim. Dokumen tersebut mengangkat fenomena “resilience gap”, yaitu kondisi ketika laju transformasi digital berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan organisasi dalam membangun ketahanan siber.

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa Indonesia sedang memasuki fase baru ekonomi digital. Namun, pertumbuhan digital harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai.

Content image for article: Indosat Business Dorong Ketahanan Siber Strategis Hadapi AI Fraud

“Hari ini, cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Buldansyah.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang mendampingi transformasi digital enterprise di berbagai sektor, Indosat melihat kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak.

Karena itu, kerja sama dengan Dr. Charles Lim dilakukan untuk menghadirkan perspektif komprehensif mengenai tantangan dan kesiapan cyber resilience di Indonesia.

Lanskap ancaman siber di Indonesia kini berkembang semakin kompleks. Whitepaper ini mencatat peningkatan AI-related fraud hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia, termasuk penggunaan deepfake dan AI voice impersonation untuk penipuan berbasis identitas.

Ancaman ransomware terhadap institusi strategis nasional juga terus meningkat. Salah satu contohnya adalah serangan terhadap pusat data nasional Indonesia pada 2024 yang mengganggu lebih dari 200 layanan publik.

Dr. Ir. Charles Lim, Deputy Head of Master IT program, Swiss German University, menambahkan bahwa ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake.

“Organisasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” kata Charles.

Besarnya eksposur risiko tersebut turut berdampak pada kesiapan enterprise. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11% organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman keamanan siber modern. Sementara itu, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Indonesia dapat mencapai sekitar Rp15 miliar.

Di sisi lain, implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) juga mendorong organisasi memperkuat kemampuan monitoring dan respons keamanan siber secara real-time. Salah satu kewajibannya adalah pelaporan insiden dalam waktu 72 jam.

Strategi Ketahanan Siber Lintas Sektor

Selain membahas strategi seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, whitepaper ini juga mengulas tantangan ketahanan siber lintas sektor strategis Indonesia.

Sektor finansial, manufaktur, pemerintahan, dan pendidikan kini menghadapi eksposur risiko siber yang semakin tinggi seiring percepatan digitalisasi nasional.

Langkah Indosat Business ini sejalan dengan upaya nasional memperkuat Ketahanan Siber yang juga didorong oleh berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih.

Pemerintah melalui BSSN juga terus berupaya Perkuat Ketahanan Siber dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini penting mengingat kesenjangan keterampilan keamanan siber masih menjadi tantangan utama di Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, Kolaborasi Ketahanan Siber terus diperkuat melalui berbagai forum dan inisiatif, termasuk yang digagas oleh sektor swasta dan akademisi.

Melalui whitepaper ini, Indosat Business ingin mendorong perusahaan di Indonesia untuk melihat ketahanan siber sebagai bagian integral dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang.

Sebagai mitra transformasi digital enterprise, Indosat Business terus memperkuat perannya dalam membantu perusahaan membangun fondasi digital yang lebih aman, adaptif, dan terpercaya di era AI dan ekonomi digital.

Langkah strategis ini menjadi penting mengingat Tantangan Keamanan Siber yang masih membayangi kesiapan digital Indonesia memasuki 2026. Perusahaan perlu segera beradaptasi dengan lanskap ancaman yang terus berevolusi.

Selain itu, integrasi solusi keamanan siber berbasis AI juga mulai merambah ke perangkat konsumen. Keamanan Siber AI kini menjadi tren yang tidak bisa diabaikan, baik di tingkat enterprise maupun individu. (Icha)