spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 29

SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

0

Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Bina Karya (Persero) untuk mempercepat perencanaan dan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan konektivitas digital yang andal guna mendukung operasional pemerintahan dan kebutuhan publik di ibu kota baru tersebut.

Kesepakatan yang terjalin pada 11 Februari 2026 ini menjadi langkah konkret dalam agenda transformasi digital nasional. Fokus utama kerja sama meliputi pengembangan jaringan serat optik, akses broadband, serta sistem konektivitas terintegrasi yang dirancang untuk melayani instansi pemerintah, sektor bisnis, hingga kawasan hunian di IKN.

Presiden Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa IKN bukan sekadar ibu kota baru, melainkan simbol masa depan Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem TIK yang tangguh dan berskala luas. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital nasional yang menjadi fondasi daya saing negara dalam jangka panjang.

Layanan Internet Terjangkau untuk Warga IKN

Sebagai pusat administrasi dan ekonomi baru, Nusantara dirancang dengan konsep kota cerdas yang berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur TIK yang mumpuni menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari pelayanan publik yang efisien hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Content image for article: SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

Presiden Direktur PT Bina Karya (Persero), Boyke Prasetyanto, mengungkapkan alasan pemilihan SURGE sebagai mitra. Ia merujuk pada arahan Presiden mengenai pentingnya ketersediaan layanan internet yang terjangkau bagi masyarakat. Bina Karya melihat SURGE memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui solusi konektivitas yang efisien.

Boyke menambahkan bahwa SURGE akan menghadirkan layanan Fixed Wireless Access bernama IRA yang beroperasi di wilayah Jawa, Papua, dan Maluku.

Sementara untuk wilayah IKN, SURGE diproyeksikan melayani sekitar 25.000 warga ibu kota melalui layanan Fiber to the Home (FTTH).

Langkah ini memungkinkan masyarakat di sana mengakses internet dengan biaya yang lebih rendah, sekaligus mendukung kemitraan strategis dalam pengembangan teknologi komunikasi.

SURGE sendiri memiliki rekam jejak dalam pengelolaan infrastruktur digital skala besar, mulai dari perencanaan jaringan hingga operasional. Keahlian teknis ini akan disinergikan dengan peran strategis PT Bina Karya dalam proyek pembangunan nasional.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengeksplorasi adopsi teknologi inovatif guna memastikan sistem digital di Nusantara tetap relevan dengan tuntutan masa depan serta memiliki standar keamanan tinggi.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas portofolio proyek strategis SURGE, tetapi juga menciptakan potensi pendapatan berulang yang berkelanjutan bagi perusahaan. Dengan terciptanya lingkungan digital yang terintegrasi, kualitas hidup penduduk, kelancaran bisnis, dan operasional pemerintah di IKN dapat berjalan lebih optimal. (Icha)

Meta Bagikan Tips Aman Internet bagi Remaja di Safer Internet Day

0

Telko.id – Peringatan Safer Internet Day atau Hari Internet Aman Sedunia yang jatuh pada 12 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi ekosistem digital di Indonesia.

Memanfaatkan momen ini, Meta Indonesia kembali menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam menjaga keamanan remaja saat berselancar di dunia maya, tanpa harus terjebak dalam pengawasan yang kaku atau perdebatan yang melelahkan mengenai durasi penggunaan perangkat.

Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, Berni Moestafa, mengungkapkan bahwa pendekatan keamanan digital kini telah berevolusi. Orang tua dapat memastikan remaja tetap aman di internet tanpa perlu memeriksa setiap isi percakapan pribadi atau merasa kewalahan dengan cepatnya perubahan tren aplikasi serta grup percakapan yang ramai.

Kunci utamanya terletak pada dukungan yang tepat sasaran dan pemanfaatan fitur teknologi yang sudah tersedia.

Di tengah dinamika keamanan siber yang terus berubah, Meta membagikan serangkaian panduan praktis agar orang tua bisa tetap suportif terhadap aktivitas digital anak.

Langkah ini diambil mengingat media sosial kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah bagi remaja untuk mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang sesuai minat mereka.

Membangun Komunikasi Dua Arah

Langkah pertama yang disarankan adalah tetap menaruh minat atau “kepo” terhadap dunia digital remaja. Meskipun orang tua mungkin tidak sepenuhnya memahami siapa konten kreator favorit anak atau lelucon internal yang mereka gunakan, mengajak berdiskusi tentang minat mereka adalah pintu masuk yang efektif.

Diskusi santai mengenai apa yang mereka sukai di dunia maya seringkali membuat remaja lebih terbuka untuk menceritakan aktivitas online mereka.

Membangun kepercayaan dinilai sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur teknis. Berni menyarankan agar diskusi dijadikan komunikasi dua arah yang hangat untuk menyamakan ekspektasi.

Orang tua disarankan untuk menanyakan hal-hal spesifik seperti apa yang paling disukai remaja saat online, tindakan apa yang harus diambil jika menerima pesan dari orang asing, serta kesepakatan mengenai waktu istirahat dari gawai.

Percakapan dari hati ke hati ini, jika dilakukan dengan jujur dan santai, dapat berdampak positif dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Hal ini sejalan dengan berbagai tips keamanan yang menekankan pentingnya kesadaran pengguna dalam berinteraksi di media sosial.

Pemanfaatan Fitur Perlindungan Otomatis

Selain pendekatan personal, Meta juga menyoroti pentingnya memaksimalkan fitur perlindungan bawaan. Saat remaja menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka secara otomatis akan dikategorikan sebagai Akun Remaja.

Kategori ini dilengkapi dengan perlindungan dan fitur keamanan penting yang aktif secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Sistem ini memastikan bahwa orang asing tidak dapat mengirimkan pesan kepada remaja. Selain itu, interaksi seperti pemberian tag atau penandaan hanya dapat dilakukan oleh teman mereka.

Fitur ini juga secara otomatis menyaring konten yang tidak sesuai usia dan memburamkan gambar yang mencurigakan di pesan langsung (DM). Khusus untuk remaja di bawah usia 16 tahun, pengaturan keamanan ini bersifat lebih ketat dan memerlukan izin orang tua jika ingin diubah.

Manajemen Waktu Layar yang Ideal

Negosiasi mengenai screen time seringkali menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat memanfaatkan fitur pengingat istirahat yang tersedia di platform Meta. Remaja akan mendapatkan notifikasi untuk beristirahat setelah mengakses media sosial selama 60 menit setiap harinya.

Lebih lanjut, tersedia fitur Mode Tidur yang aktif otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Selama periode ini, suara notifikasi akan dimatikan dan balasan otomatis akan dikirimkan jika ada pesan masuk.

Bagi orang tua yang menginginkan kontrol lebih, fitur pengawasan orang tua memungkinkan pengaturan batas waktu harian atau pemblokiran akses pada waktu-waktu tertentu, seperti saat mengerjakan pekerjaan rumah, makan bersama, atau waktu tidur.

Hal ini menjadi relevan mengingat tingginya interaksi remaja dengan gawai, bahkan di era di mana teknologi lain seperti chatbot AI mulai mendominasi interaksi digital. Menjaga keseimbangan waktu layar menjadi kunci kesehatan digital keluarga.

Adaptasi Sesuai Usia

Berni Moestafa juga mengingatkan bahwa keamanan digital terus berkembang. Topik diskusi yang relevan saat anak berusia 13 tahun mungkin tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan mereka saat menginjak usia 16 tahun. Oleh karena itu, komunikasi di rumah harus bersifat adaptif mengikuti perkembangan dunia remaja yang begitu cepat.

Bagi orang tua yang membutuhkan panduan lebih lanjut, Meta menyediakan Family Center Education Hub yang berisi materi dan referensi dari berbagai ahli. Namun, pengaruh terkuat tetaplah berasal dari orang tua itu sendiri. Menjadi sosok pertama yang didatangi remaja saat merasa tidak nyaman di internet adalah indikator keberhasilan pola asuh digital yang sehat. (Icha)

Danantara Siap Rampingkan Telkom, Pangkas 66 Anak Usaha Jadi Belasan

0

Telko.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur bisnis PT Telkom Indonesia Tbk.

Langkah konsolidasi ini menargetkan pemangkasan jumlah anak usaha Telkom, yang saat ini tercatat sebanyak 66 perusahaan, menjadi hanya belasan entitas saja demi meningkatkan efisiensi operasional grup.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda prioritas untuk menata ulang portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam peta jalan yang dirancang, Telkom akan dikembalikan fungsinya sebagai Strategic Holding yang fokus mengelola unit-unit bisnis vital, alih-alih terbebani oleh puluhan anak usaha yang tumpang tindih.

“Sebagai contoh lagi misalkan Telkom, Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusing bisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” ungkap Dony saat memberikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Fokus pada Empat Pilar Bisnis Utama

Dalam skema perampingan yang dibocorkan oleh Danantara, Telkom nantinya hanya akan berkonsentrasi pada empat pilar bisnis utama yang dinilai paling strategis dan menguntungkan. Keempat unit tersebut mencakup layanan seluler, infrastruktur serat optik, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

Dony merinci pembagian fokus tersebut secara spesifik. Unit pertama adalah Telkomsel yang akan memegang kendali penuh atas layanan seluler.

Unit kedua adalah Infrako yang dikhususkan untuk mengelola bisnis serat optik atau fiber optik. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana pengelolaan aset fiber sering kali membutuhkan entitas terpisah, mirip dengan strategi Spin-Off Fiber yang kerap dilakukan pemain telekomunikasi global.

Unit ketiga adalah Mitratel yang akan terus mengembangkan bisnis menara telekomunikasi. Sedangkan unit keempat akan difokuskan pada pengelolaan data center yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.

Struktur ini dirancang agar setiap unit memiliki spesialisasi yang jelas tanpa saling kanibalisasi pasar.

Pangkas Inefisiensi Secara Menyeluruh

Selain menetapkan empat pilar utama, Danantara juga menyiapkan skema pendukung di lapisan bawah. Dony menjelaskan bahwa di bawah keempat unit bisnis tersebut, akan dikembangkan satu entitas bisnis infrastruktur yang bertugas menopang operasional di atasnya. Dengan konsolidasi ini, puluhan anak usaha yang ada saat ini akan dilebur atau dirampingkan.

“Yang di bawahnya mereka kita akan develop 1 infrastructure bisnis untuk mendukung bisnis di atasnya, sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja,” jelas Dony lebih lanjut.

Langkah tegas ini diambil untuk memotong rantai inefisiensi yang selama ini teridentifikasi di dalam tubuh Telkom Group.

Menurut Dony, penyederhanaan struktur organisasi adalah kunci untuk membuat BUMN telekomunikasi ini lebih lincah dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat, termasuk kompetisi di sektor infrastruktur internet tetap atau Ekspansi FTTH yang semakin masif.

Rencana perampingan Telkom ini bukan satu-satunya agenda Danantara. Dony menyebutkan bahwa langkah serupa merupakan bagian dari perombakan menyeluruh BUMN lintas sektor, mulai dari industri pupuk, semen, hingga logistik. Tujuannya adalah memastikan setiap aset negara dikelola dengan struktur yang paling optimal.

“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas, nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” pungkas Dony menutup penjelasannya. (Icha)

Mudik Lebaran 2026: Kemkomdigi Siapkan 386 Posko Digital dan Portal Terpadu

0

Telko.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi mengumumkan kesiapan infrastruktur teknologi informasi guna menyambut arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.

Dalam upaya memastikan kelancaran komunikasi dan keselamatan publik, Kemkomdigi menyiagakan sebanyak 386 posko digital serta sistem monitoring terpadu yang akan beroperasi penuh selama periode krusial tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi merupakan tulang punggung utama mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Kesiapan ini tidak hanya berfokus pada kualitas sinyal untuk komunikasi personal, tetapi juga terintegrasi dengan sistem keselamatan transportasi dan layanan publik lainnya.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” jelas Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026).

Sebaran Posko dan Periode Siaga

Untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, Kemkomdigi menetapkan periode siaga mulai tanggal 15 hingga 29 Maret 2026. Sebanyak 386 posko siaga telah disiapkan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Infrastruktur ini mencakup 5 posko utama, dukungan dari berbagai operator seluler dan gerai layanan, serta melibatkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi.

Seluruh UPT tersebut akan bersiaga selama 24 jam penuh untuk memantau kualitas layanan telekomunikasi dan mendeteksi potensi gangguan jaringan sedini mungkin.

Langkah ini sejalan dengan komitmen operator dalam memberikan layanan terbaik, seperti program TelkomGroup Mudik yang kerap dilakukan untuk mendukung perjalanan masyarakat.

Selain posko fisik, Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu. Sistem canggih ini memungkinkan pemantauan kepadatan arus mudik secara fisik dan kualitas sinyal seluler secara real time.

Data yang dihasilkan akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi bottleneck atau kemacetan, baik di jalur transportasi darat maupun pada trafik komunikasi digital.

Peningkatan Kecepatan Internet dan Kualitas Jaringan

Kualitas pengalaman digital masyarakat menjadi prioritas utama. Menkomdigi memaparkan data komparasi yang menunjukkan tren positif dalam kecepatan internet di Indonesia.

Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 lalu, kecepatan internet berhasil dipertahankan pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh (download) dan 35–36 Mbps untuk unggah (upload).

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode libur Lebaran tahun 2025, di mana kecepatan rata-rata berada di angka 44,75 Mbps untuk unduh dan 24,43 Mbps untuk unggah.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang ingin tetap produktif atau sekadar menikmati hiburan menggunakan perangkat seperti Aspire Lite selama perjalanan.

“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” tambah Meutya.

Selain menjaga pengalaman pengguna seluler, pengawasan spektrum frekuensi juga diperketat demi keselamatan transportasi vital. Kemkomdigi memastikan frekuensi penerbangan dan perkeretaapian, termasuk operasional kereta cepat Whoosh, bebas dari gangguan.

Berkaca pada insiden interferensi frekuensi saat libur Nataru lalu, tim di lapangan kini lebih siap menangani gangguan dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat.

Waspada Modus Penipuan Fake BTS

Salah satu sorotan penting dalam persiapan mudik tahun 2026 adalah antisipasi terhadap kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi Fake BTS.

Meutya Hafid memperingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang menggunakan perangkat pemancar ilegal untuk mengirimkan pesan palsu ke ponsel pengguna yang berada di jangkauannya.

Pelaku kejahatan ini biasanya beroperasi secara mobile menggunakan kendaraan boks yang dilengkapi perangkat pemancar dan baterai berkapasitas besar.

Mereka kerap menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan di jalur mudik. Bagi pemudik yang menggunakan Hape Sejutaan hingga perangkat flagship, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan saat menerima pesan mencurigakan.

“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” tegas Meutya.

Sebagai langkah mitigasi risiko lainnya, Kemkomdigi memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Optimalisasi kapasitas jaringan dan rekayasa trafik juga dilakukan di wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami lonjakan penggunaan data tertinggi. (Icha)

XLSMART Raup Laba Rp 3 Triliun di 2025, Tumbuh Double Digit Pasca Merger

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja finansial yang solid pasca merger.

Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan double digit dengan total pendapatan mencapai Rp 42,5 triliun, tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) bahkan melonjak drastis sebesar 63% YoY menyentuh angka Rp 3,0 triliun.

Kinerja positif ini didorong oleh keberhasilan integrasi dan sinergi operasional yang berjalan lebih cepat dari ekspektasi. EBITDA yang dinormalisasi tercatat tumbuh 13% YoY menjadi Rp 20,1 triliun dengan margin sebesar 47%.

Kontribusi terbesar bagi pendapatan perseroan masih didominasi oleh layanan data dan digital yang menyumbang lebih dari 90% total pemasukan.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian perusahaan dalam fase awal merger ini. Menurutnya, tantangan industri yang dinamis tidak menghalangi perusahaan untuk mencetak rapor hijau.

“Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan, kemudian target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya,” ujar Rajeev di Jakarta (13/02/2026).

Pertumbuhan Pelanggan dan ARPU

Dari sisi operasional, basis pelanggan XLSMART mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir 2025, total pelanggan mencapai 73 juta, naik 24% secara tahunan.

Peningkatan jumlah pelanggan ini berjalan beriringan dengan naiknya pendapatan rata-rata per pengguna atau ARPU campuran (blended) yang berada di angka Rp 39,5 ribu.

Tren positif terlihat jelas pada kuartal keempat 2025, di mana ARPU menyentuh Rp 44,8 ribu, meningkat dari kinerja Q3 sebelumnya yang sebesar Rp 38,9 ribu.

Manajemen menyebut kenaikan ini sebagai hasil efektif dari strategi monetisasi, penyederhanaan produk, serta perbaikan pengalaman pelanggan pasca integrasi jaringan.

Trafik layanan data juga melonjak 38% YoY mencapai 14.566 Petabytes. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang semakin kuat dengan total BTS mencapai lebih dari 225 ribu unit, meningkat 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 34.500 objek jaringan telah berhasil diintegrasikan dalam periode ini.

Akselerasi 5G dan Efisiensi Biaya

Tahun 2025 menjadi momen penting bagi transformasi teknologi XLSMART dengan peluncuran layanan 5G serentak di 33 kota dan kabupaten.

Ekspansi ini memperkuat posisi merek-merek di bawah naungan perusahaan, yakni XL Prepaid, XL Prio, AXIS, dan Smartfren. Perusahaan menawarkan pengalaman true 5G dengan kecepatan unduh yang meningkat hingga 83%.

Komitmen komitmen merger untuk menghadirkan jaringan berkualitas dibuktikan dengan pengakuan dari Ookla Speedtest Awards sebagai penyedia jaringan 5G tercepat.

Fitur seperti blanket city coverage dan auto 5G experience memungkinkan pelanggan menikmati kecepatan hingga 250 Mbps tanpa pengaturan tambahan.

Di sisi finansial, proses merger telah merealisasikan sinergi senilai USD 250 juta pada tahun pertama.

Meskipun beban biaya operasional mengalami kenaikan akibat proses integrasi, komisi penjualan, serta investasi pemasaran untuk peluncuran 5G, perusahaan tetap menjaga kesehatan neraca keuangan.

Posisi keuangan XLSMART tercatat sehat dengan utang kotor Rp 23,7 triliun dan utang bersih Rp 21,0 triliun. Rasio net debt to EBITDA berada di level aman 3,38x.

Perusahaan menegaskan tidak memiliki utang dalam mata uang USD, sehingga meminimalisir risiko fluktuasi kurs. Belanja modal (Capex) yang digelontorkan sepanjang 2025 mencapai Rp 11,2 triliun, yang difokuskan untuk perluasan jaringan dan peningkatan kualitas layanan.

Ke depan, XLSMART akan terus melanjutkan ekspansi cakupan 5G secara bertahap dan fokus pada pertumbuhan berkualitas yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. (Icha)

Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

0

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi memperkenalkan jajaran smartphone terbarunya untuk segmen entry-level, yakni Samsung Galaxy A07 5G. Perangkat ini hadir dengan membawa peningkatan signifikan pada kapasitas daya, konektivitas 5G yang cepat, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) yang jarang ditemukan di kelas harganya. Dibanderol dengan harga Rp2 jutaan, ponsel ini dirancang untuk mendukung produktivitas dan hiburan pengguna yang semakin mobile.

Peluncuran ini menjawab kebutuhan pasar akan perangkat terjangkau namun memiliki spesifikasi mumpuni untuk penggunaan jangka panjang. Galaxy A07 5G menonjolkan baterai berkapasitas jumbo 6.000mAh, layar dengan refresh rate tinggi, serta jaminan pembaruan perangkat lunak yang panjang. Sebelumnya, kabar mengenai perangkat ini sempat resmi terdaftar dalam berbagai sertifikasi yang mengindikasikan kehadirannya di pasar tanah air.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, menyatakan bahwa Galaxy A07 5G ditujukan untuk pengguna yang aktif menikmati konten digital. Menurutnya, kombinasi konektivitas 5G dan baterai besar menjadi nilai jual utama untuk memastikan kenyamanan pengguna dalam beraktivitas seharian tanpa hambatan.

“Mendukung para pengguna yang aktif menikmati konten digital, kami menghadirkan Galaxy A07 5G sebagai smartphone 5G dua jutaan yang menggabungkan konektivitas cepat dengan baterai 6000mAh yang tahan lama, refresh rate layar 120Hz untuk pengalaman visual yang lebih mulus, serta ketahanan IP54 yang siap menemani aktivitas harian,” ujar Annisa melalui keterangan resminya.

Baterai Jumbo untuk Aktivitas Seharian

Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan oleh Samsung Galaxy A07 5G adalah kapasitas baterainya yang mencapai 6.000mAh. Samsung mengklaim kapasitas ini 120% lebih besar, memungkinkan pengguna untuk melakukan streaming film, menonton acara TV, hingga menikmati konten favorit sepanjang hari tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Tren penggunaan baterai 6000mAh memang sedang marak di segmen ini untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang semakin intens.

Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

Dengan daya tahan yang ditingkatkan, pengguna dapat lebih leluasa menggunakan ponsel untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja hingga hiburan, dengan waktu putar video yang lebih panjang. Hal ini mengurangi frekuensi pengisian daya yang seringkali mengganggu mobilitas pengguna aktif.

Content image for article: Samsung Galaxy A07 5G Resmi Meluncur: Baterai 6000mAh dan Fitur AI, Harga 2 Jutaan

Integrasi AI Canggih di Kelas Entry-Level

Langkah menarik yang diambil Samsung adalah menyematkan fitur kecerdasan buatan (AI) pada perangkat di rentang harga dua jutaan ini. Galaxy A07 5G dilengkapi dengan fitur AI populer seperti Google Gemini dan Circle to Search with Google. Fitur ini biasanya ditemukan pada seri flagship, namun kini dapat dinikmati oleh pengguna seri Galaxy A.

Pengguna dapat mengakses Gemini melalui tombol samping untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mencari ide, menulis, hingga merencanakan aktivitas. Selain itu, terdapat fitur Gemini Live yang memungkinkan interaksi suara secara alami layaknya bercakap-cakap untuk mendapatkan jawaban instan.

Fitur Circle to Search juga hadir untuk mempermudah pencarian informasi. Pengguna cukup melingkari objek pada layar—baik itu gambar, teks, atau video—untuk langsung mendapatkan hasil pencarian tanpa perlu berpindah aplikasi. Kemudahan ini menawarkan pengalaman penggunaan yang intuitif dan efisien.

Layar Imersif dan Performa Responsif

Dari sektor visual, Samsung Galaxy A07 5G mengusung layar berukuran 6,7 inci yang luas. Layar ini didukung oleh refresh rate 120Hz yang menjamin transisi visual lebih halus saat scrolling media sosial atau navigasi menu. Pengalaman menonton juga ditingkatkan dengan fitur High Brightness Mode yang mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 800 nits.

Tingkat kecerahan ini memastikan layar tetap terlihat jelas dan cerah meskipun digunakan di luar ruangan di bawah paparan sinar matahari langsung. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering beraktivitas di lapangan atau area outdoor.

Untuk dapur pacu, ponsel ini ditenagai oleh prosesor dengan fabrikasi 6 nm. Chipset ini dirancang untuk memberikan performa yang responsif sekaligus efisiensi daya yang baik, mendukung konektivitas 5G yang super cepat. Kombinasi ini memastikan multitasking berjalan lancar, baik saat membuka aplikasi berat maupun bermain game kasual.

Kamera 50MP dan Fitur Fotografi

Bagi penggemar fotografi mobile, Galaxy A07 5G dibekali konfigurasi dua kamera belakang. Kamera utama memiliki resolusi 50MP (Wide) yang mampu menghasilkan foto tajam dan jernih dengan detail yang kaya. Pemrosesan gambar yang canggih membantu menyeimbangkan cahaya dan bayangan untuk hasil optimal di berbagai kondisi pencahayaan.

Kamera utama tersebut didampingi oleh kamera depth 2MP yang berfungsi untuk menciptakan efek bokeh alami pada foto potret. Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 8MP yang diklaim mampu menghasilkan tampilan fokus dan minim noise.

Desain Tangguh dan Jaminan Update Panjang

Samsung merancang Galaxy A07 5G dengan mempertimbangkan ketahanan fisik. Perangkat ini telah mengantongi sertifikasi IP54, yang artinya tahan terhadap debu dan cipratan air. Bagian belakang ponsel menggunakan material Glass Fiber Reinforced Polymer yang memberikan perlindungan ekstra terhadap goresan dan benturan ringan.

Meski memiliki baterai besar dan konstruksi tangguh, ponsel ini tetap tampil cukup ramping dengan ketebalan 8,2 mm dan bobot 199 gram. Tersedia dua pilihan warna yang stylish, yakni Black dan Light Violet.

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Samsung adalah komitmen pembaruan perangkat lunak. Galaxy A07 5G dijanjikan akan mendapatkan enam generasi pembaruan OS dan pembaruan keamanan selama enam tahun. Ini merupakan jaminan yang sangat jarang ditemukan di kelas harga ini, memastikan perangkat tetap aman dan relevan untuk penggunaan jangka panjang.

Ponsel ini sudah menjalankan antarmuka One UI 8.0 yang menawarkan pengalaman intuitif dan opsi personalisasi luas. Keamanan data pengguna juga dijaga ketat oleh Samsung Knox Vault, solusi keamanan hardware yang melindungi informasi sensitif dari upaya peretasan.

Harga dan Ketersediaan

Samsung Galaxy A07 5G mulai tersedia di pasar Indonesia pada tanggal 13 Februari 2026. Konsumen dapat membeli varian RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB dengan harga resmi Rp2.799.000. Harga ini menempatkannya sebagai opsi menarik dibandingkan Samsung Galaxy A07 versi reguler atau model sebelumnya.

Selama periode promo mulai 13 Februari hingga 31 Maret 2026, Samsung menawarkan berbagai keuntungan pembelian, antara lain:

  • Bundling travel adapter 25W.
  • Garansi pabrik selama 2 tahun (extended warranty).
  • Diskon 30% untuk Samsung Care+ (full protection atau crack screen).
  • Kemudahan pembayaran melalui program Finance+.
  • Diskon 10% untuk pembelian Galaxy Buds Core (purchase with purchase).

Kehadiran Galaxy A07 5G menambah ketat persaingan di pasar smartphone 5G terjangkau, memberikan lebih banyak opsi bagi konsumen yang menginginkan teknologi terkini tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

XLSMART Rilis Fitur Baru Sisternet, Perkuat Ruang Aman Digital Perempuan

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) secara resmi memperkenalkan wajah baru ekosistem digital mereka melalui peluncuran fitur baru Sisternet pada aplikasi dan situs webnya.

Langkah strategis ini dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menciptakan ruang digital yang inklusif, produktif, dan aman bagi perempuan di Indonesia.

Peluncuran yang berlangsung di XLSMART Tower, Jakarta, pada Selasa (10/2) ini menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan telekomunikasi tersebut untuk tidak hanya menyediakan akses internet, tetapi juga solusi sosial.

Melalui inisiatif ini, aplikasi Sisternet kini bertransformasi menjadi platform yang mengintegrasikan pembelajaran, jejaring komunitas, dan perlindungan digital dalam satu wadah yang komprehensif.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa pembaruan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat ruang aman digital.

Menurutnya, akses terhadap literasi dan keterampilan digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan yang memadai agar perempuan dapat berpartisipasi secara aktif tanpa rasa takut.

“Peluncuran fitur baru Aplikasi Sisternet merupakan wujud komitmen XLSMART dalam memperkuat ruang aman digital bagi perempuan Indonesia. Kami percaya bahwa akses terhadap literasi dan keterampilan digital harus dibarengi dengan perlindungan yang memadai, agar perempuan dapat berpartisipasi secara aktif, aman, dan berdaya di ekosistem digital nasional,” ujar Merza dalam acara Community Gathering SIS CONNECT.

Merza menambahkan bahwa dengan adanya integrasi fitur-fitur strategis seperti DigiHer dan Ruang Aman Sister, Sisternet kini tidak sekadar menjadi platform pembelajaran biasa. Ekosistem ini dirancang untuk menghubungkan pelatihan, komunitas, dan kanal perlindungan dalam satu aplikasi yang mudah diakses.

Content image for article: XLSMART Rilis Fitur Baru Sisternet, Perkuat Ruang Aman Digital Perempuan

Integrasi DigiHer dan Digital Talent Scholarship

Salah satu pembaruan paling signifikan dalam versi terbaru ini adalah kehadiran fitur DigiHer. Fitur ini terhubung langsung dengan program Digital Talent Scholarship yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Integrasi ini memungkinkan pengguna perempuan untuk mengakses berbagai pelatihan keterampilan digital berskala nasional secara langsung melalui aplikasi.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kemkomdigi RI, Boni Pudjianto, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini.

Ia menilai bahwa sinergi antara Sisternet dan Digitalent Mobile adalah langkah konkret untuk menghapus hambatan akses bagi perempuan yang ingin meningkatkan kompetensi diri.

“Kolaborasi melalui integrasi Sisternet dan Digitalent Mobile merupakan komitmen Kemkomdigi dan XLSMART untuk memastikan tidak adanya hambatan akses bagi Perempuan Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem digital nasional, mulai dari literasi digital, re-skilling, dan up-skilling, sertifikasi, hingga mencari peluang kerja,” jelas Boni.

Melalui fitur ini, perempuan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka, sehingga mampu menangkap peluang ekonomi yang lebih besar di era digital saat ini. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk mencetak 9 juta talenta digital pada tahun 2030.

Ruang Aman Sister dan Layanan SAPA 129

Selain fokus pada peningkatan keterampilan, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam pembaruan kali ini. Fitur Ruang Aman Sister kini mengintegrasikan layanan SAPA 129, sebuah kanal resmi pelaporan kekerasan berbasis gender online yang dikelola oleh KemenPPPA. Kehadiran fitur ini memperkuat posisi Sisternet sebagai ruang aman digital yang terpercaya.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA RI, Dra. Desy Andriani, menyambut baik inisiatif integrasi ini. Menurutnya, langkah ini secara signifikan memperluas jangkauan layanan pengaduan bagi perempuan melalui platform yang sudah memiliki basis pengguna yang besar.

“Integrasi Lapor SAPA 129 ke Sisternet secara signifikan memperluas jangkauan layanan pengaduan bagi Perempuan melalui satu platform yang sudah banyak digunakan. Ini bukan sekedar penggabungan sistem, melainkan penyatuan ekosistem perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan menuju terwujudnya ruang digital yang aman dan positif bagi Perempuan untuk berkreasi tanpa rasa takut,” ungkap Desy.

Data SPHPN 2024 menunjukkan urgensi dari fitur perlindungan ini, di mana tercatat 7,5% perempuan di Indonesia pernah mengalami Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE).

Prevalensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia muda antara 15 hingga 24 tahun. Selain itu, kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) juga tercatat tinggi, mencapai 1.791 kasus pada tahun 2024.

“Kekerasan kini berpindah ke ruang digital yang sering tidak terlihat. Integrasi ini menjadi terobosan penting untuk membuka peluang bagi semua pihak bergerak bersama mengatasi fenomena ‘gunung es’ kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Indonesia,” tegas Desy.

Target Jutaan Perempuan Go Digital

Peluncuran aplikasi dan website terbaru ini juga dilatarbelakangi oleh masih lebarnya kesenjangan digital gender di Indonesia. Data menunjukkan gap penggunaan internet mencapai 21 persen, ditambah dengan rendahnya partisipasi perempuan dalam literasi digital.

Melalui Gerakan Digital #1JutaSisterDigital, XLSMART berupaya menjembatani kesenjangan tersebut.

Hingga saat ini, aplikasi Sisternet telah berhasil diunduh oleh lebih dari 1,6 juta pengguna. Dengan pembaruan fitur dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, XLSMART menargetkan angka partisipasi ini meningkat menjadi 2,4 juta perempuan yang go digital hingga akhir tahun 2026.

Keunggulan utama Sisternet dibandingkan platform sejenis terletak pada integrasi langsung dengan program pemerintah dan Kolaborasi KemenPPPA.

Ekosistem pembelajaran, komunitas, dan perlindungan yang terintegrasi dalam satu aplikasi menjadikan Sisternet unik dan memiliki dampak yang luas bagi penggunanya.

Pelanggan XLSMART dan perempuan Indonesia pada umumnya dapat berpartisipasi dalam program ini dengan mengunduh aplikasi Sisternet. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengikuti pelatihan keterampilan digital via DigiHer, bergabung dalam kelas edukasi, serta berpartisipasi dalam festival dan kompetisi berbasis komunitas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peran aktif perempuan dalam ekonomi kreatif dan menciptakan ruang digital yang berkelanjutan. (Icha)

Pasar IoT Indonesia Tembus Rp673 Triliun, Faizal Rochmad Pimpin ASIOTI

0

Telko.id – Industri Internet of Things (IoT) di Tanah Air menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat agresif dengan proyeksi nilai pasar mencapai US$40 miliar atau setara Rp673 triliun pada tahun 2025.

Momentum strategis ini beriringan dengan penetapan Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc sebagai Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) periode 2026–2029, menggantikan Teguh Prasetya yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) III ASIOTI di Jakarta, jumlah perangkat IoT yang beredar di Indonesia diperkirakan mencapai 678 juta unit.

Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring dengan adopsi teknologi digital yang masif di segmen konsumen maupun korporasi.

Ketua ASIOTI periode 2022–2025, Teguh Prasetya, mengungkapkan bahwa industri IoT nasional diproyeksikan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 14,7%.

Potensi peningkatan jumlah perangkat bahkan diperkirakan mampu menembus angka 800 juta unit dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan ini menuntut adanya regulasi yang kuat dan standar teknis yang memadai.

Teguh menegaskan bahwa sejak awal asosiasi berkomitmen mendorong kedaulatan digital. Hal ini dilakukan melalui penyusunan standar SNI IoT, penguatan regulasi IoT, serta penyusunan best practice pemanfaatan teknologi tersebut.

Hingga saat ini, ASIOTI telah berkontribusi dalam mencetak 11.800 engineer IoT bersertifikasi yang diakui secara regional.

Content image for article: Pasar IoT Indonesia Tembus Rp673 Triliun, Faizal Rochmad Pimpin ASIOTI

“Pengembangan solusi IoT nasional menjadi kebutuhan mendesak seiring masifnya pertumbuhan perangkat di Indonesia,” ujar Teguh dalam Munas III ASIOTI yang digelar pada Kamis (12/2/2026).

Ia juga menyoroti bahwa tantangan utama saat ini terletak pada pemerataan jaringan yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh pelosok negeri, meskipun upaya pemanfaatan jaringan unlicensed pada frekuensi 433 dan 920 MHz terus digalakkan.

Transformasi Kepemimpinan dan Visi Baru

Dalam agenda Munas III tersebut, Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc resmi terpilih sebagai nahkoda baru ASIOTI untuk tiga tahun ke depan. Faizal bukanlah sosok baru dalam industri teknologi nasional.

Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur IT & Digital PT Telkom Indonesia, di mana ia memimpin strategi digitalisasi perusahaan serta pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dengan latar belakang pendidikan Master of Science dari University of Saskatchewan, Kanada, dan gelar Doktor dari Universitas Brawijaya, Faizal dinilai memiliki kombinasi kepemimpinan strategis dan kapabilitas teknis yang mumpuni.

Di bawah kepemimpinannya, ASIOTI menargetkan penguatan standardisasi, tata kelola IoT, serta perluasan kolaborasi lintas sektor.

Struktur kepengurusan baru ini juga diperkuat dengan kehadiran Dr. Ir. Ismail, M.T sebagai Dewan Pengawas. Ismail yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), diharapkan dapat memperkuat sinergi antara asosiasi dan pemerintah.

Keberadaannya dinilai krusial untuk memastikan pengembangan IoT berjalan selaras dengan kebijakan nasional, termasuk dalam aspek kedaulatan data dan infrastruktur digital.

Dukungan Pemerintah dan Tantangan Industri

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa negara-negara global kini tengah berlomba memanfaatkan digitalisasi. Indonesia sendiri memiliki nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai US$130 miliar. Menurutnya, adopsi IoT menjadi faktor kunci dalam mendongkrak daya saing industri nasional.

Namun, Faisol memberikan catatan kritis bahwa Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pasar. Ketergantungan pada impor komponen inti seperti microcontroller dan mikroprosesor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai kemandirian industri.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengingatkan bahwa pengembangan IoT bukan sekadar masalah teknologi.

Aspek tata kelola, mulai dari perizinan investasi, harmonisasi regulasi, hingga kesiapan data center, memegang peranan vital dalam menjamin kecepatan pemrosesan data dan kedaulatan informasi.

Inovasi Konektivitas dan Solusi Cerdas

Dalam sesi talkshow bertema “IoT Indonesia 2026: Dari Konektivitas ke Kecerdasan Kolektif”, General Manager Network Digitalization and Service Innovation Telkomsel, Bowon Baskoro, memaparkan kesiapan infrastruktur operator seluler tersebut.

Telkomsel saat ini mengoperasikan lebih dari 272 ribu BTS, yang terdiri dari 221 ribu BTS 4G dan lebih dari 2.500 BTS 5G.

Bowon menjelaskan bahwa cakupan 4G telah mencapai 97% populasi, sementara fixed coverage mencakup 98% wilayah. Konektivitas 5G secara khusus diarahkan untuk mempercepat adopsi IoT di sektor strategis seperti smart mining, smart warehouse, dan smart manufacturing.

“Melalui jaringan yang andal, latensi rendah, dan skalabilitas tinggi, Telkomsel mendorong implementasi solusi berbasis otomatisasi, kecerdasan buatan, hingga pemantauan real-time guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri,” ujar Bowon.

Peluang ekspansi dinilai masih sangat besar mengingat penetrasi fixed broadband di Indonesia baru berada di angka 4,82 pelanggan per 100 penduduk.

Dari sisi penyedia solusi, Founder PT Myeco Inovasi Indonesia (myECO), Maulana Derifato A, membagikan keberhasilan implementasi solusi efisiensi energi berbasis AI dan IoT.

Solusi yang mengintegrasikan software, firmware, dan hardware ini telah digunakan oleh lebih dari 55.000 perangkat. Salah satu implementasi sukses di Grup Astra (AGEn) mencatat penghematan biaya operasional hingga Rp368 miliar dan efisiensi energi sebesar 3.136 terajoule.

Sementara itu, Tribe Leader Telkom Regional Solution Antares Telkom Indonesia, Ibnu Alinursafa, menambahkan bahwa pemanfaatan IoT terus meluas ke berbagai use case seperti smart city, pertanian, hingga pelacakan aset. CEO PT Indo Code Technology, Eng Tjong, turut memperkenalkan inovasi sistem peringatan dini bencana dan penghitungan kerumunan orang sebagai bentuk implementasi nyata teknologi ini.

Ancaman Siber Mengintai

Di tengah pesatnya digitalisasi, aspek keamanan menjadi sorotan utama. Sandiman Muda Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam BSSN RI, Agus Winarno, mengingatkan bahwa ancaman pelanggaran data dan serangan siber terus meningkat. Potensi kerugian global akibat serangan ini bahkan diprediksi mencapai triliunan dolar AS.

Lonjakan penggunaan cloud dan perangkat terhubung secara langsung memperluas permukaan serangan, termasuk risiko DDoS dan ransomware.

Agus menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan, enkripsi data, serta kesiapan SDM adalah syarat mutlak agar percepatan digitalisasi tidak berujung pada risiko kebocoran data yang merugikan.

Peluncuran white paper “Tren Teknologi dan Bisnis TIK Indonesia 2026” dalam acara ini menjadi simbol langkah strategis pengembangan bisnis IoT di Tanah Air.

Dokumen ini diharapkan menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam memetakan proyeksi permintaan dan arah bisnis teknologi di masa depan, seiring dengan makin terbukanya peluang AI dan IoT dalam ekosistem digital Indonesia. (Icha)

IM3 SATSPAM+, Lindungi WhatsApp Call Pejuang Ramadan dari Penipuan

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 secara resmi meluncurkan kampanye bertajuk “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan” di Jakarta, pada 12 Februari 2026.

Dalam momentum menyambut bulan suci ini, IM3 menghadirkan inovasi keamanan digital terbaru melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus) yang kini dilengkapi kemampuan perlindungan terhadap panggilan WhatsApp (WhatsApp Call).

Fitur ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia yang mampu mengamankan pengguna dari potensi penipuan melalui kanal komunikasi paling populer tersebut, melengkapi perlindungan SMS dan panggilan telepon reguler yang sudah ada sebelumnya.

Langkah strategis ini diambil Indosat mengingat tingginya lonjakan aktivitas digital masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan.

Mulai dari koordinasi mudik, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja kebutuhan Lebaran, hingga penyaluran sedekah digital, semuanya membuat lalu lintas telekomunikasi menjadi sangat padat.

Fitur SATSPAM+ didukung oleh teknologi mutakhir AIvolusi5G, sebuah integrasi antara kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan kekuatan jaringan 5G yang dirancang untuk mendeteksi serta menanggulangi ancaman spam maupun scam secara real-time.

Peningkatan lapisan keamanan ini menjadi krusial di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang serba cepat. Dalam situasi yang sibuk, respons pengguna seringkali menjadi lebih spontan dan kurang waspada, menciptakan celah bagi pelaku kejahatan siber.

Berdasarkan data tahun 2025 yang dirilis Indosat, kasus penipuan digital selama periode Ramadan tercatat meningkat drastis hingga 34,7 persen. Fakta yang lebih mengkhawatirkan adalah 89 persen dari kasus tersebut terjadi melalui aplikasi WhatsApp, sementara 64 persen lainnya dilakukan melalui panggilan telepon konvensional.

Teknologi AIvolusi5G untuk Keamanan Maksimal

Fitur SATSPAM+ bekerja dengan mekanisme deteksi otomatis yang memantau pola komunikasi mencurigakan tanpa melanggar privasi pengguna. Dengan dukungan teknologi AIvolusi5G, sistem ini tidak hanya mampu mengenali nomor-nomor yang terindikasi sebagai penipu, tetapi juga memberikan opsi pemblokiran secara langsung.

Hal ini merupakan pengembangan signifikan dari Fitur AI anti-spam yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh Indosat.

Selain kemampuan deteksi dan pemblokiran, SATSPAM+ juga menyediakan laporan harian yang dapat dipersonalisasi oleh pelanggan. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk meninjau kembali aktivitas mencurigakan yang berhasil ditangkal oleh sistem.

Kehadiran inovasi ini mempertegas posisi Indosat yang berambisi menjadi AI North Star di Indonesia, dengan fokus memberdayakan dan melindungi seluruh lapisan masyarakat secara inklusif.

Perlindungan ini dinilai sangat vital, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat di daerah terpencil yang kerap menjadi target utama sindikat penipuan digital.

Bilal Kazmi, Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat akan keamanan digital terus meningkat.

“Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ tumbuh hingga 600%, hal ini menunjukkan bahwa perlindungan dari scam dan spam bukan lagi fitur tambahan, tetapi kebutuhan utama. Di Ramadan ini, ketika aktivitas digital meningkat signifikan, kami ingin pelanggan bisa lebih tenang untuk fokus beribadah, bekerja, dan berbagi—tanpa harus khawatir terhadap risiko penipuan digital,” ujar Bilal.

Ragam Pilihan Paket Ramadan SATSPAM+

Untuk memastikan perlindungan ini dapat dinikmati secara luas, IM3 menghadirkan Paket Ramadan SATSPAM+ di mana seluruh pelanggan akan otomatis mendapatkan fitur keamanan ini tanpa biaya tambahan.

Strategi ini memastikan bahwa pengguna tidak perlu melakukan langkah rumit untuk mengamankan komunikasi mereka. Bagi pelanggan yang membutuhkan panduan berlangganan, informasi mengenai Cara Aktivasi Paket dapat diakses melalui berbagai kanal resmi Indosat.

Terdapat beberapa opsi paket unggulan yang ditawarkan selama periode Ramadan ini. Paket pertama menawarkan kuota data sebesar 150GB dengan masa aktif 28 hari seharga Rp150.000.

Opsi kedua memberikan kuota lebih besar, yakni 300GB untuk 28 hari dengan harga Rp200.000. Kedua paket bulanan ini sudah dilengkapi dengan manfaat tambahan berupa 5.000 menit telepon dan SMS ke sesama nomor IM3 dan Tri, serta akses gratis ke layanan streaming Viu atau Vidio Ultimate Mobile yang cocok untuk menemani waktu menunggu berbuka puasa.

Selain paket bulanan, IM3 juga menyediakan opsi paket harian hingga mingguan untuk fleksibilitas yang lebih tinggi. Pilihannya mencakup paket 20GB untuk 3 hari seharga Rp20.000, paket 30GB untuk 5 hari seharga Rp30.000, hingga paket 75GB untuk 10 hari seharga Rp50.000.

Sama seperti paket bulanan, paket jangka pendek ini juga menyertakan bonus 1.000 menit telepon dan SMS ke sesama pengguna IM3 dan Tri.

Privilese Khusus Pelanggan Pascabayar

IM3 juga memberikan perhatian khusus bagi pelanggan layanan pascabayar. Pengguna IM3 Platinum otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ sebagai bagian dari layanan premium mereka.

Salah satu keunggulan utama bagi segmen ini adalah manfaat penggunaan kuota utama yang bisa digunakan untuk bebas roaming di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, memudahkan komunikasi bagi mereka yang bepergian selama bulan puasa.

Khusus untuk paket unggulan Platinum 50 yang dibanderol seharga Rp100.000 per bulan dengan kuota 50GB, pelanggan berhak menikmati promo spesial Ramadan.

Promo tersebut berupa penawaran kuota ekstra sebesar 25GB yang bisa didapatkan hanya dengan harga Rp25.000 untuk masa aktif 7 hari. Penawaran ini dirancang untuk mendukung produktivitas tinggi pelanggan premium yang membutuhkan konektivitas tanpa putus.

Kampanye Kreatif dan Roadshow Daerah

Peluncuran kampanye “Amankan Pejuang Ramadan” ini dimeriahkan dengan pendekatan kreatif yang unik di Blok M Hub, Jakarta. Acara peluncuran menampilkan kolaborasi spesial antara musisi Kunto Aji dan konten kreator Agung Karmalogy.

Mereka membawakan ulang lagu legendaris “Ku Jemu” milik Koes Plus yang liriknya diubah dengan sentuhan frasa “kerja keras bagai kuda”. Penampilan ini dilengkapi dengan flash mob bertema Anti Scam & Spam, sebagai simbol apresiasi bagi masyarakat yang tetap bekerja keras dan produktif di tengah ibadah puasa.

Untuk memperluas jangkauan pesan keamanan ini, IM3 juga menggelar rangkaian acara bertajuk “Bookber SATSPAM+”. Kegiatan buka puasa bersama ini dijadwalkan berlangsung di dua kota besar, yakni Makassar pada 7 Maret 2026 dan Palembang pada 13 Maret 2026.

Acara ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah edukasi dan kebersamaan untuk mengingatkan bahwa di tengah padatnya aktivitas Ramadan, aspek keamanan digital harus tetap menjadi prioritas utama.

Masyarakat dapat memperoleh Paket IM3 Ramadan SATSPAM+ melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi myIM3, layanan IM3 Official WhatsApp di nomor 08551000185, akses UMB *888#, serta di berbagai outlet IM3, minimarket, dan platform e-commerce mitra.

Melalui inisiatif ini, IM3 berharap pelanggan tidak hanya mendapatkan koneksi internet yang cepat, tetapi juga rasa aman dan ketenangan dalam menjalani ibadah serta berinteraksi dengan orang-orang terkasih. (Icha)

Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar 2025

0

Telko.id – Laporan terbaru dari AwanPintar.id mengungkap fakta yang mengkhawatirkan bagi ekosistem digital tanah air, di mana Indonesia kini tercatat sebagai sumber serangan spam dan malware terbesar sepanjang tahun 2025.

Lonjakan aktivitas berbahaya ini mengindikasikan bahwa sejumlah besar infrastruktur teknologi informasi (IT) di dalam negeri, mulai dari server perusahaan, komputer pribadi (PC), hingga perangkat Internet of Things (IoT), telah berhasil dikompromi dan dimanfaatkan oleh peretas.

Berdasarkan data yang dirilis dalam laporan “Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 2 Tahun 2025”, tren serangan siber berada pada level kewaspadaan tinggi.

Tercatat total 234.528.187 serangan terjadi sepanjang semester kedua tahun 2025. Angka ini setara dengan rata-rata 15 serangan siber yang terjadi setiap detiknya di wilayah Indonesia.

Peningkatan volume serangan ini terbilang sangat signifikan, melonjak hingga 75,76% jika dibandingkan dengan semester pertama pada tahun yang sama. Puncak aktivitas berbahaya terpantau pada bulan Desember 2025, di mana jumlah serangan menyentuh angka 90.590.833.

Tingginya angka ini kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya aktivitas Distributed Denial of Service (DDoS) serta eksploitasi terhadap lalu lintas transaksi ekonomi digital selama periode liburan akhir tahun.

Founder AwanPintar.id, Yudhi Kukuh, menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melumpuhkan kepercayaan publik terhadap ekosistem digital nasional.

Menurutnya, pelaku serangan siber lokal kini tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan menunjukkan pola kerja sama yang terorganisir.

“Kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat edukasi literasi keamanan di seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam skema manipulasi yang dibuat oleh pelaku lokal,” ujar Yudhi.

Agresivitas Pembajakan Akses Admin

Salah satu jenis serangan yang mengalami kenaikan tajam adalah Attempted Administrator Privilege Gain. Serangan ini merupakan upaya paksa untuk mencuri hak akses administrator pada sistem operasi Windows.

Tercatat kenaikan sebesar 57,74% dibandingkan semester sebelumnya, yang menandakan bahwa pelaku ancaman kini jauh lebih agresif dalam mengeksploitasi kerentanan pada sistem operasi yang belum mendapatkan pembaruan keamanan (unpatched).

Selain membidik akses admin, kembalinya botnet Mirai juga memberikan kontribusi besar terhadap lonjakan statistik serangan. Botnet Mirai, yang pertama kali terdeteksi pada 2016, kini muncul kembali dengan kemampuan yang lebih canggih sejak semester pertama 2025.

Malware berbasis Linux ini secara aktif menginfeksi berbagai perangkat IoT untuk kemudian dijadikan jaringan “zombie” guna melancarkan 35 serangan siber berskala besar seperti DDoS.

Para penjahat siber juga terdeteksi fokus memanfaatkan pintu belakang atau backdoor untuk merebut kendali tanpa terdeteksi. Dominasi backdoor jenis DoublePulsar yang mencapai angka hampir 100 persen menjadi peringatan keras bagi para pengelola IT.

Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur digital di Indonesia masih sangat rentan terhadap eksploitasi, terutama pada sistem yang usang. Serangan DoublePulsar dikenal sangat berbahaya karena sifatnya yang tersembunyi dan sering kali tidak disadari oleh korban hingga kerusakan telah terjadi.

Indonesia Juara Pengirim Spam Dunia

Dalam kategori spam dan malware, Indonesia menempati posisi yang tidak membanggakan. Laporan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara pengirim spam terbesar, dengan lonjakan drastis menjadi 56,29% dari total trafik global, naik dari 21,45% pada semester pertama.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak alamat IP publik dan server di Indonesia telah dikuasai peretas untuk dijadikan mesin pengirim spam massal.

Pola serangan spam terlihat dinamis sepanjang tahun. Setelah cukup aktif di kuartal pertama, terjadi ledakan aktivitas spam pada bulan Juli yang mencapai 36,34%.

Lonjakan ini mengindikasikan adanya kampanye spam masif yang secara spesifik menargetkan pengguna di Indonesia. Email spam masih menjadi senjata utama karena biayanya yang murah namun memiliki daya hancur tinggi, terutama melalui skema phishing yang menipu korban.

Sementara itu, distribusi malware menunjukkan pola yang lebih fluktuatif. Serangan sempat meledak di awal tahun, melandai, lalu melonjak kembali pada bulan Juni tepat sebelum ledakan spam terjadi.

Pola ini mengindikasikan strategi penyerang yang mendistribusikan malware lebih awal untuk mempersiapkan infrastruktur botnet sebelum melancarkan serangan spam massal.

Indonesia juga tercatat sebagai pengirim serangan malware terbanyak dengan persentase 61,32%, menegaskan banyaknya perangkat lokal yang telah terinfeksi.

Pergeseran Target Eksploitasi Kerentanan

AwanPintar.id juga mencatat adanya pergeseran taktik dalam mengeksploitasi celah keamanan atau Common Vulnerabilities & Exposures (CVE). Penyerang kini mulai beralih dari kerentanan lama ke protokol jaringan dan infrastruktur vital.

Produk yang banyak digunakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) dan konsumen umum pun tak luput dari incaran karena seringkali memiliki pengawasan keamanan yang lemah.

Beberapa eksploitasi yang meroket antara lain adalah CVE-2020-11900, sebuah kerentanan pada tumpukan TCP/IP Treck, yang naik drastis dari 1,39% menjadi 22,97%.

Selain itu, ancaman terhadap CVE-2018-13379 yang menargetkan infrastruktur VPN Fortinet juga mencapai angka 20,12%. Data ini sejalan dengan tren global di mana banyak organisasi menjadi target serangan pada lapisan operasional.

Tren baru lainnya adalah kecepatan aktor ancaman dalam merespons celah keamanan yang baru dipublikasikan. Pada tahun 2025, semakin banyak CVE baru yang langsung dieksploitasi pada bulan yang sama saat dirilis, terutama yang berkaitan dengan perangkat IoT dan sistem komunikasi.

Hal ini menuntut perusahaan untuk lebih proaktif, bahkan mungkin perlu mempertimbangkan solusi AI untuk mendeteksi anomali lebih cepat.

Sebagai langkah mitigasi, AwanPintar.id merekomendasikan perusahaan untuk segera melakukan pembaruan firmware pada perangkat jaringan serta melakukan audit ketat terhadap akses VPN.

Organisasi juga disarankan memprioritaskan penambalan (patching) pada layanan yang terbuka ke publik guna mencegah pencurian kredensial yang sedang marak.

“Ketahanan siber nasional saat ini berada pada titik yang krusial di mana pertahanan pasif saja tidak lagi mencukupi. Industri dan perusahaan perlu mengadopsi budaya keamanan digital yang lebih proaktif dengan menerapkan manajemen kerentanan yang ketat,” pungkas Yudhi.

Upaya pertahanan ini juga bisa diperkuat dengan mempelajari bagaimana teknologi seperti tangkal serangan siber dapat diimplementasikan dalam strategi keamanan modern. (Icha)