spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 28

OpenAI Hapus Model Lama ChatGPT, Fokus ke GPT-5.2

Telko.id – OpenAI resmi menghapus akses ke sejumlah model ChatGPT lama, termasuk GPT-4o, GPT-4.1, GPT-4.1 mini, dan OpenAI o4-mini, dari platform utamanya mulai 13 Februari 2026. Keputusan ini menjadi titik balik signifikan dalam evolusi layanan ChatGPT, di mana model-model generasi sebelumnya disingkirkan demi konsolidasi dan fokus pada teknologi terbaru seperti GPT-5.2.

GPT-4o sendiri merupakan salah satu model yang paling populer di kalangan pengguna ChatGPT karena karakter percakapannya yang lebih hangat, ekspresif, dan terasa “manusiawi”.

Sejak diluncurkan pada 2024 sebagai versi multimodal yang dapat memproses teks, gambar, dan audio, GPT-4o sempat menjadi favorit untuk tugas-tugas kreatif, interaksi sosial, dan percakapan sehari-hari.

Di masa lalu, OpenAI sempat menarik GPT-4o saat peluncuran model GPT-5 dan kemudian mengembalikannya setelah adanya reaksi pengguna yang kuat. Namun kini perusahaan memutuskan untuk mengakhiri dukungan untuk GPT-4o secara definitif, menyusul tren migrasi mayoritas pengguna ke model yang lebih baru dan berperforma lebih tinggi.

Menurut catatan resmi OpenAI, hanya sekitar 0,1 % pengguna harian yang masih memilih GPT-4o, sehingga pertumbuhan penggunaan model tersebut dinilai menurun. Langkah pensiunkan model lama ini juga menyertai penghapusan varian GPT-5 (Instant dan Thinking) yang sebelumnya tersedia dalam pilihan model di ChatGPT.

Baca juga:

Perubahan tersebut mencerminkan strategi OpenAI untuk menyederhanakan jajaran model yang ditawarkan dan mengarahkan pengguna pada solusi yang lebih terintegrasi dan terlatih lebih dalam, seperti GPT-5.2.

Apa Artinya bagi Pengguna dan Teknologi ChatGPT ke Depan

Secara teknologi, pensiunan model-model lama ini menandai fase di mana OpenAI berfokus pada pengembangan sistem generasi terbaru yang lebih responsif, akurat, dan aman.

Model GPT-5.2, yang kini menjadi model default, menghadirkan kemampuan penalaran yang lebih kuat, respons yang lebih natural, dan dukungan fitur lanjutan di ChatGPT — mulai dari pemrosesan konteks panjang, pemahaman suara, hingga kemampuan multitugas kompleks.

Bagi pengguna, keputusan ini memiliki dua sisi. Di satu pihak, penarikan model seperti GPT-4o mungkin mengecewakan bagi mereka yang menikmati interaksi hangat atau gaya bahasa khas model tersebut. Namun di sisi lain, fokus pada model yang lebih baru berarti ChatGPT dapat memberikan hasil jawaban yang lebih akurat, cerdas, dan konsisten, terutama untuk tugas-tugas profesional, riset, dan pemecahan masalah teknis.

Konsolidasi ini juga menyederhanakan pengalaman pengguna secara keseluruhan, karena platform tidak lagi harus menampung berbagai model lawas yang performanya sudah ketinggalan zaman.

Meskipun demikian, nostalgia dan keterikatan emosional terhadap model lama menunjukkan bahwa dinamika human-AI interaction akan terus menjadi aspek penting dalam pengembangan teknologi generatif AI ke depan.

CXMT Jual RAM Murah Saat Harga Global Melonjak

Telko.id – Pasar Random Access Memory (RAM) global tengah menghadapi dinamika yang kompleks pada awal 2026.

Di tengah lonjakan harga dan kekurangan pasokan memori semikonduktor di seluruh dunia, sebuah fenomena yang berakar dari perubahan struktural rantai pasok dan permintaan AI yang membengkak.

ChangXin Memory Technologies (CXMT), vendor asal China mengambil strategi berbeda dengan menawarkan RAM dengan harga sangat kompetitif di pasar mereka sendiri.

Analisis pasar semikonduktor menunjukkan bahwa harga DRAM dan modul memori umum telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Faktor utamanya adalah alokasi kapasitas produksi oleh pabrikan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron untuk kebutuhan memori ber-bandwidth tinggi yang dibutuhkan oleh pusat data kecerdasan buatan dan server, sementara pasokan untuk DRAM mainstream (DDR4/DDR5) menjadi lebih sempit. Pergerakan ini tercatat dalam analisis tren global yang menunjukkan tekanan pasokan kuat di pasar memori.

Baca juga:

CXMT hadir dengan pendekatan yang kontras: menjual modul DDR4 ECC 32 GB di kisaran sekitar US$ 138 (±Rp 2,1 juta), jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar global yang umumnya berada di kisaran US$ 300–400 atau lebih untuk modul sejenis.

Dari sisi teknologi produk, RAM yang dijual oleh CXMT tetap merupakan modul standar yang digunakan pada server kelas bawah dan workstation ringan. Walau harganya lebih menarik, modul tersebut menghadapi tantangan dalam hal efisiensi daya, dukungan perangkat keras global, dan pengakuan merek jika dibandingkan dengan produk dari pemain besar industri seperti Samsung, SK Hynix, atau Micron.

Efeknya, adopsi luas di pasar internasional masih terbatas karena ekosistem komponen dan sertifikasi global cenderung mendukung merek mapan.

Langkah vendor China ini bisa dilihat sebagai strategi defensif dan ekspansi pangsa pasar. Dengan tekanan geopolitik dan pembatasan akses teknologi canggih, perusahaan-perusahaan semikonduktor China berupaya memperluas kapasitas serta menciptakan segmen permintaan domestik yang kuat.

Namun data menunjukkan bahwa pangsa pasar mereka di kancah global masih relatif kecil (diperkirakan sekitar 4 – 5 % untuk DRAM pada 2025), sehingga dampaknya terhadap harga dunia masih terbatas.

Xiaomi HyperOS 3: Fitur Lengkap dan Daftar Perangkat

Telko.id – Melalui pembaruan Xiaomi HyperOS 3, Xiaomi Indonesia kembali menegaskan fokusnya pada transformasi digital yang komprehensif. OS terbaru tersebut diklaim membawa peningkatan signifikan dalam stabilitas sistem, lintas integrasi perangkat, dan kemudahan penggunaan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Jeksen, Product Marketing Lead Xiaomi Indonesia, menjelaskan bahwa HyperOS 3 ini menggunakan tiga fondasi utama yaitu, desain intuitif, interkonektivitas yang lancar dan AI yang cerdas.

Desain yang Lebih Intuitif

Desain intuitif dari HyperOS 3 salah satunya adalah AI Dynamic Wallpaper, dimana pengguna dapat mengubah wallpapernya dari gambar kesukaan yang biasa menjadi gambar dinamis yang bergerak.

“Dan kita juga bisa customize, apakah mau lebih simpel, lebih casual, itu semua bisa diatur,” kata Jeksen dalam hands-on HyperOS 3 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ada juga Xiaomi HyperIsland yang dapat memantau notifikasi dan aktivitas pengguna yang sedang berjalan, seperti saat mendengarkan musik, stopwatch atau timer, dan voice recorder secara bersamaan.

Interkonektivitas yang Lancar Antar Perangkat

Xiaomi HyperConnect memungkinkan pengguna untuk menggunakan dua perangkat dalam satu layar. Tidak hanya untuk menampilkan layar smartphone secara langsung, tapi juga mengontrol layar langsung dari tablet atau laptop. Fitur ini juga dapat digunakan untuk perangkat lintas ekosistem seperti MacBook.

Tidak hanya itu, kemudahan lain untuk berbagi dokumen antar perangkat dapat juga dilakukan hanya dengan metode drag-and-drop apabila perangkat smartphone sedang terhubung dengan tablet atau laptop. Pengguna juga dapat menggunakan Touch to Share untuk berbagi berkas maupun foto secara instan.

Untuk terhubung antar perangkat Xiaomi, pengguna hanya perlu memastikan kedua perangkat terhubung ke jaringan WiFi yang sama. Apabila salah satu dari perangkat adalah lintas ekosistem, maka perangkat tersebut perlu untuk mengunduh HyperOS InterConnectivity untuk dapat terhubung dengan perangkat Xiaomi lainnya.

Baca juga:

Xiaomi Hyper AI, AI yang Lebih Pintar

HyperOS 3 membantu pengguna untuk mencari informasi atau foto di galeri hanya dengan perintah sederhana, misalnya dengan mengetik “sunset”, foto matahari terbenam dari liburan bisa langsung ditemukan.

Fitur lainnya dari HyperAI adalah AI Writing, fitur ini memungkinkan pengguna mengolah teks sekaligus menghasilkan ringkasan cerdas langsung di aplikasi Notes (Catatan).

Selain catatan tertulis, ada juga fitur Voice Enhancement, untuk memastikan kejernihan suara saat melakukan voice recording, sehingga mengurangi suara bising yang ada disekitar. Tidak hanya itu, hasil rekaman suara dapat dirangkum menggunakan AI dan dapat ditranslate ke beberapa bahasa yang tersedia.

Seluruh fitur HyperOS 3 ini tentu telah dilindungi oleh protokol keamanan MiTEE dimana seluruh proses sinkronasi dan data biometrik pengguna akan terjaga untuk memastikan privasi tetap terjaga di seluruh perangkat.

Distribusi HyperOS 3 akan dilakukan secara bertahap melalui sistem Over-the-Air(OTA) untuk perangkat yang telah memenuhi persyaratan.

Daftar perangkat yang menerima update HyperOS 3

Xiaomi

  • Xiaomi 15 Ultra
  • Xiaomi 15 Pro
  • Xiaomi 15
  • Xiaomi 15T Pro
  • Xiaomi 15T
  • Xiaomi 14
  • Xiaomi 14T Pro
  • Xiaomi 14T

Redmi

  • Redmi Note 14 Pro+ 5G
  • Redmi Note 14 Pro 5G
  • Redmi 15
  • Redmi 13
  • Redmi A3

Poco

  • Poco F8 Ultra
  • Poco F8 Pro
  • Poco F7 Ultra
  • Poco F7 Pro
  • Poco F7
  • Poco X7 Pro 5G
  • Poco M7
  • Poco M6

Tablet

  • Xiaomi Pad 7 Pro
  • Xiaomi Pad 7
  • Xiaomi Pad 6s Pro 12.4”

Tips Couple Budgeting Anti Drama di Hari Valentine ala blu by BCA Digital

0

Telko.id – Hari Valentine yang jatuh pada bulan Februari sering kali identik dengan perayaan romantis, namun blu by BCA Digital memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan pentingnya couple budgeting bagi pasangan muda.

Di balik manisnya cokelat dan bunga, terdapat realitas finansial yang sering kali terlewatkan, padahal menyatukan kebiasaan keuangan dua individu merupakan fondasi krusial dalam membangun hubungan jangka panjang yang sehat.

Topik mengenai uang kerap dianggap sensitif, bahkan lebih pelik dibandingkan kesalahpahaman kecil dalam hubungan asmara. Persoalan ini bukan sekadar tentang siapa yang membayar makan malam atau siapa yang lebih hemat, melainkan bagaimana mengelola pengeluaran bersama secara transparan.

Mulai dari biaya nongkrong yang membengkak, patungan tiket konser, hingga pertanyaan mendasar mengenai kapan mulai menabung bersama, semuanya membutuhkan strategi yang matang agar tidak memicu konflik.

Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, menegaskan bahwa transparansi dan komunikasi adalah fondasi utama dalam sebuah hubungan, termasuk dalam aspek finansial.

Menurutnya, semakin banyak pasangan muda yang menyadari bahwa masa depan tidak hanya dibangun dengan perasaan, tetapi juga kesiapan finansial. Melalui berbagai fitur yang disediakan, blu by BCA Digital berupaya menjadi mitra yang membantu pasangan merencanakan tujuan bersama dengan lebih terstruktur.

Bukan Sekadar Hitungan Matematis

Banyak pasangan yang mungkin sudah sepakat dalam urusan hati, namun belum tentu memiliki pandangan yang sama soal pengaturan uang. Fenomena ini sangat terasa di kalangan pasangan muda yang mulai memikirkan langkah serius, seperti rencana traveling ke luar negeri, dana pernikahan, hingga persiapan hunian.

Semangat untuk mewujudkan mimpi tersebut sering kali ada, namun sistem yang adil dan transparan kerap belum terbentuk.

Prinsip utama dari couple budgeting bukanlah membagi semua pengeluaran secara rata atau 50:50. Setiap pasangan memiliki dinamika yang unik; ada yang memilih pembagian proporsional sesuai besaran penghasilan, ada yang tetap mempertahankan rekening pribadi ditambah satu rekening bersama, atau membagi tanggung jawab berdasarkan jenis kebutuhan. Intinya bukan pada nominal, melainkan kesepakatan yang membuat kedua belah pihak merasa nyaman dan dilibatkan.

Tantangan terbesar dalam praktiknya sering kali bukan pada jumlah uang, melainkan visibilitas dan komunikasi. Gesekan sering muncul ketika salah satu pihak merasa mengeluarkan uang lebih banyak atau tidak mengetahui alur penggunaan dana bersama.

Oleh karena itu, diperlukan sistem yang simpel dan bisa diakses bersama tanpa perlu repot membuat catatan manual yang sering kali terlupakan.

Fitur Pendukung untuk Fase Penjajakan

Bagi pasangan yang masih dalam tahap penjajakan atau pacaran, menggabungkan seluruh keuangan mungkin belum menjadi pilihan yang tepat. Pada fase ini, fokus utamanya adalah belajar bertanggung jawab atas tujuan finansial pribadi sembari menyelaraskan rencana bersama.

Aplikasi perbankan digital seperti blu menyediakan fitur bluSaving yang memungkinkan pengguna memiliki pos tabungan sendiri sesuai rencana hidup masing-masing.

Pengguna dapat membuat pos tabungan dengan nama-nama unik sesuai tujuan, seperti “Trip Bareng Kalau Jadi” atau “Dana Nikah 2027”. Pendekatan ini memungkinkan masing-masing individu tetap memiliki privasi dan kendali atas aset mereka, namun tetap memiliki wadah untuk tujuan bersama.

Hal ini sejalan dengan tren pengelolaan keuangan modern yang lebih fleksibel, mirip dengan konsep Solusi Pintar yang ditawarkan berbagai platform digital saat ini.

Selain itu, untuk momen-momen kasual seperti patungan nonton bioskop atau makan bersama, fitur Tagih Dana dapat menjadi solusi agar proses penagihan tidak terasa canggung. Fitur ini membuat urusan finansial sehari-hari menjadi lebih praktis.

Hubungan yang matang ditandai dengan dua individu yang stabil secara finansial, di mana pengaturan keuangan menjadi lebih rapi dan terarah tanpa mengganggu kenyamanan masing-masing pihak.

Transparansi untuk Hubungan Serius

Ketika hubungan melangkah ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan, pengelolaan keuangan menuntut keterbukaan yang lebih tinggi. Mengatur uang bersama menjadi bagian integral dari perjalanan hidup berdua.

Untuk kebutuhan ini, fitur bluGether hadir sebagai solusi rekening bersama (single account) yang dapat digunakan untuk kebutuhan kolektif.

Melalui bluGether, pasangan dapat mengelola dana pernikahan, biaya tempat tinggal, hingga anggaran belanja bulanan dalam satu wadah. Keunggulan utamanya terletak pada transparansi; setiap transaksi tercatat secara otomatis sehingga kedua belah pihak dapat memantau arus kas (cashflow) dengan jelas.

Masing-masing pihak dapat berkontribusi sesuai kesepakatan awal, menghilangkan drama klasik seperti lupa transfer atau ketidakjelasan penggunaan dana.

Untuk mempermudah transaksi harian, tersedia pula bluSpending yang berfungsi sebagai akun tambahan untuk memisahkan alokasi dana belanja. Dengan memisahkan dana pengeluaran dari dana utama, proses budgeting menjadi lebih rapi.

Hal ini juga membantu proses pembayaran menjadi lebih cepat, mirip dengan kemudahan Transaksi Bersama yang kini menjadi standar layanan perbankan digital.

Ekosistem Digital yang Terintegrasi

Sebagai bank digital generasi baru, BCA Digital yang sebelumnya bernama Bank Royal dan hadir sejak 2020, terus mengembangkan ekosistemnya untuk melayani segmen digital savvy.

Aplikasi blu tidak hanya berfungsi sebagai direct digital banking, tetapi juga mengusung konsep bank as a service (BaaS). Konsep ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, transfer, hingga top up e-money langsung dari platform mitra tanpa perlu berpindah aplikasi.

Saat ini, blu telah berkolaborasi dengan mitra dari berbagai industri, mulai dari e-commerce seperti Blibli dan tiket(dot)com, hingga sektor transportasi dan gaya hidup seperti MRT Jakarta, Transjakarta, Kopi Kenangan, dan Fore.

Integrasi ini memberikan keleluasaan bagi pasangan untuk mengatur keuangan mereka sambil tetap menikmati gaya hidup modern. Pentingnya keamanan perangkat juga menjadi perhatian, seiring dengan regulasi pemerintah terkait Pengendalian IMEI yang memastikan perangkat yang digunakan untuk bertransaksi adalah legal dan aman.

Selain fitur tabungan dan transaksi bersama, blu juga menyediakan beragam fitur lain yang dirancang untuk memberikan kontrol penuh kepada pengguna, seperti bluInvest untuk investasi, bluInsurance untuk proteksi, hingga bluVirtual Card dan Garuda x bluDebit Card untuk kemudahan pembayaran.

Dengan berbagai solusi yang relevan dan mudah digunakan, pengelolaan keuangan bersama kini bisa dilakukan dengan lebih rapi, terbuka, dan tentunya tanpa drama, sehingga hubungan dapat berjalan lebih harmonis. (Icha)

BINUS University Tampil Beda di IIETE 2026, Pamerkan Karya Alumni dan Mahasiswa

0

Telko.id – BINUS University kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan tinggi dengan berpartisipasi aktif dalam ajang Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) 2026.

Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Hall A pada Februari 2026, kehadiran kampus ini tidak hanya sekadar memberikan informasi akademik, melainkan menyuguhkan bukti nyata hasil kolaborasi antara institusi, mahasiswa, dan alumni yang telah berkecimpung di industri kreatif.

Dalam pameran pendidikan berskala internasional ini, booth BINUS University dirancang dengan konsep yang menonjolkan sinergi kreatif. Pengunjung disuguhkan visual yang megah dan atraktif berkat kolaborasi dengan kreator ternama yang juga merupakan alumni School of Design BINUS University, yakni Sundate Stories dan Corakcaraka.

Langkah ini diambil untuk menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari calon mahasiswa, orang tua, hingga pegiat industri yang hadir di lokasi.

Partisipasi ini juga menjadi momentum bagi BINUS untuk mempertegas semangat “BINUS Asia Collaboration”. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai pengalaman belajar internasional yang dapat diakses oleh mahasiswa.

Melalui inisiatif ini, BINUS membuka peluang luas seperti program study abroad, pertukaran pelajar, magang internasional, hingga kunjungan bisnis ke berbagai negara di Asia. Tujuannya adalah mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki daya saing global dan siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.

Kolaborasi artistik menjadi daya tarik utama yang membedakan booth BINUS dari peserta pameran lainnya. Sentuhan desain dari Gilang Ndaru, sosok di balik Sundate Stories, menjadi ilustrasi utama yang menghiasi seluruh area booth.

Sementara itu, Melfri Gazza melalui Corakcaraka turut memeriahkan suasana lewat sesi mural langsung. Sinergi ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan di BINUS bersifat adaptif terhadap tren industri terkini, sekaligus mendorong para alumninya untuk terus berkarya secara profesional di ranah kreatif.

Pameran Karya Digital dan Hiburan Interaktif

Selain aspek visual, BINUS University juga mengajak pengunjung merasakan langsung hasil pembelajaran mahasiswa melalui produk digital yang nyata. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Games Project Impact: Rouge. Game bergenre hack and slash action ini merupakan karya orisinal mahasiswa Program Game Application and Technology BINUS University. Pengunjung dapat mencoba langsung permainan ini, baik secara solo maupun bermain bersama teman.

Dalam game tersebut, pemain diajak menghadapi invasi makhluk alien dengan misi utama mengalahkan bos atau bertahan hidup dari gelombang serangan musuh yang datang tanpa henti. Kehadiran game ini di IIETE 2026 bukan sekadar hiburan, melainkan demonstrasi kemampuan teknis mahasiswa dalam mengembangkan karya yang aplikatif dan relevan dengan standar industri game global.

Hal ini sejalan dengan upaya kampus dalam mendorong inovasi developer muda agar siap terjun ke pasar kerja.

Kemeriahan di booth semakin terasa dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari BINUS, Stamanara. Mereka membawakan Tari Kreasi Dayak yang penuh energi, menampilkan talenta seni mahasiswa di panggung utama IIETE 2026.

Tak hanya itu, BINUS juga merangkul komunitas eksternal melalui sesi Community Meet Up bersama komunitas cosplay Jabodetabek. Aktivitas ini menjadikan booth BINUS sebagai ruang interaksi yang hidup dan wadah ekspresi bagi para kreator muda.

Ekosistem Wirausaha dan Pengalaman Influencer

Melengkapi ekosistem pendidikan yang ditawarkan, BINUS University turut memperkenalkan BINUSPreneur Zone. Area ini didedikasikan sebagai wadah kolaborasi dan ekosistem kewirausahaan bagi mahasiswa.

Melalui zona ini, kampus memfasilitasi pengembangan ide usaha, memberikan pembekalan keahlian bisnis, serta menyediakan dukungan nyata agar bisnis rintisan mahasiswa dapat tumbuh dan bersaing di dunia industri yang sebenarnya.

Interaksi dengan pengunjung semakin intens melalui berbagai kegiatan menarik seperti fun workshop dari berbagai jurusan, sesi berbagi (sharing session) mengenai perkuliahan, serta temu sapa dengan BINUSFluencer dan atlet mahasiswa (Student Athlete) dari tim Stingers Basketball.

Kehadiran figur publik turut menjadi magnet tersendiri. Citra Tri Kumala Caesar, seorang BINUSFluencer yang juga dikenal sebagai Brand Ambassador Bigetron Esports, tampak antusias mencoba berbagai aktivitas di booth.

“Aktivitas di booth BINUS seru dan interaktif banget! Di sini pengunjung bisa dengan mudah dapat informasi soal akademik, mulai dari jurusan sampai info beasiswa, yang pasti nggak bosen karena banyak gamesnya,” ujar Citra saat berinteraksi dengan pengunjung.

Testimoni ini menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan BINUS berhasil menciptakan suasana edukatif yang tetap menyenangkan.

Melalui partisipasi menyeluruh di IIETE 2026, BINUS University tidak hanya sekadar menyebarkan brosur pendidikan. Lebih dari itu, mereka menawarkan pengalaman langsung yang merepresentasikan ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi global.

Langkah ini diharapkan dapat membantu calon mahasiswa dan orang tua mendapatkan gambaran utuh dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masa depan dan melahirkan talenta digital berkualitas. (Icha)

SeaBank Ungkap Tren Pengelolaan Keuangan Anak Muda di 2026

0

Telko.id – Fenomena gaya hidup serba cepat yang didukung oleh kemudahan teknologi kini menjadi ciri khas keseharian anak muda Indonesia di tahun 2026. SeaBank Indonesia menyoroti bahwa tantangan utama generasi masa kini bukan lagi sekadar menahan laju konsumsi, melainkan bagaimana mengelola keuangan secara sadar di tengah derasnya arus transaksi digital.

Hal ini diungkapkan manajemen SeaBank seiring dengan meningkatnya aktivitas finansial berbasis aplikasi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari hiburan hingga kebutuhan harian.

Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, menjelaskan bahwa anak muda saat ini sangat produktif dan aktif.

Menurutnya, pengelolaan uang yang terencana menjadi kunci agar gaya hidup modern tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial di masa depan.

Pernyataan ini mencerminkan kondisi di mana hampir seluruh aktivitas keuangan dapat diselesaikan hanya dengan beberapa sentuhan layar ponsel.

Adopsi layanan keuangan digital yang masif ini berjalan beriringan dengan tren literasi keuangan nasional yang positif.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai angka 66,46 persen.

Capaian ini mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin membaik, meskipun implementasi praktik pengelolaan keuangan yang konsisten masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Peningkatan pemahaman ini menjadi krusial mengingat kinerja industri perbankan digital yang terus tumbuh. Sebagai informasi, stabilitas industri ini terlihat dari catatan laba SeaBank yang menunjukkan tren positif dalam beberapa periode terakhir, menandakan kepercayaan nasabah yang tinggi.

Strategi Pemisahan Rekening

Kemudahan transaksi digital sering kali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan fleksibilitas, namun di sisi lain membuat perencanaan keuangan jangka menengah kerap terabaikan.

Banyak anak muda terjebak dalam kebiasaan menggunakan satu rekening utama untuk segala kebutuhan, mulai dari membayar kopi sepulang kerja, berlangganan platform streaming, hingga belanja daring.

Tanpa adanya pemisahan dana yang jelas, arus pengeluaran harian berpotensi menggerus alokasi dana yang seharusnya disiapkan untuk tabungan masa depan.

Lindawati menyarankan strategi pemisahan rekening sebagai solusi praktis. Tabungan digital dapat difungsikan sebagai pusat kendali untuk transaksi harian yang dinamis.

Sementara itu, untuk menjaga disiplin finansial, instrumen simpanan berjangka seperti deposito menjadi opsi yang relevan. Karakteristik deposito yang tidak mudah dicairkan secara spontan dapat membantu menahan dorongan konsumsi impulsif.

Hal ini sejalan dengan upaya mendukung gaya hidup anak muda yang mobile namun tetap ingin memiliki fondasi keuangan yang kokoh.

Ekosistem Digital yang Aman

Gen Z dan Milenial kini menjadikan bank digital sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas mereka. Faktor kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses menjadi alasan utama tingginya adopsi layanan ini. Hal tersebut tecermin dari data internal SeaBank yang mencatat rata-rata transaksi harian mencapai lebih dari 10 juta transaksi.

Tingginya volume transaksi ini juga didukung oleh inovasi layanan yang memudahkan pengguna, seperti fitur setor tunai di gerai ritel yang memperluas jangkauan akses perbankan bagi masyarakat.

Bagi SeaBank, deposito digital bukan sekadar produk simpanan, melainkan alat bantu untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat (financial habit).

Lindawati menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi fondasi utama di balik segala kemudahan tersebut. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, anak muda diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir akan kondisi keuangan mereka di masa mendatang. (Icha)

BCA Perkuat Keamanan Siber Lewat Strategi People, Process, dan Technology

0

Telko.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) semakin agresif memperkuat benteng pertahanan digital perusahaan guna menghadapi lonjakan kejahatan daring yang kian canggih.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya metode serangan siber seperti phishing serta social engineering yang menargetkan nasabah maupun sistem perbankan.

Dalam upaya memitigasi risiko tersebut, BCA menerapkan pendekatan holistik yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology).

SVP IT Security BCA, Ferdinan Marlim, menegaskan bahwa ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama bank dalam memproteksi ekosistem digitalnya.

Fokus ini sangat krusial untuk melawan berbagai jenis ancaman, mulai dari pencurian data melalui situs palsu, serangan Distributed Denial of Service (DDoS), hingga rekayasa sosial yang memanipulasi psikologis korban. Pernyataan tersebut disampaikan Ferdinan dalam sesi diskusi di ajang BCA Expoversary 2026 yang berlangsung di Tangerang.

Pihak manajemen menyadari bahwa teknologi canggih saja tidak cukup tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang waspada dan prosedur yang ketat.

Oleh karena itu, BCA secara rutin melakukan komunikasi intensif, baik kepada internal perusahaan maupun nasabah yang menjadi korban, serta melakukan investigasi mendalam atas setiap insiden keamanan yang dilaporkan.

Langkah ini sejalan dengan upaya industri telekomunikasi yang juga gencar memerangi spam dan scam demi kenyamanan pengguna.

Penguatan Pilar Manusia (People)

Pada aspek manusia atau people, BCA menempatkan kesadaran keamanan siber sebagai prioritas utama. Ferdinan menjelaskan bahwa perusahaan secara konsisten menyosialisasikan awareness kepada seluruh lapisan organisasi, mulai dari karyawan operasional, manajemen, hingga jajaran direksi.

Edukasi ini dilakukan secara terus-menerus untuk mengingatkan bahaya modus kejahatan siber yang selalu berevolusi.

Guna mengukur efektivitas edukasi tersebut, BCA tidak segan melakukan simulasi serangan nyata. Ferdinan mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mengadakan tes simulasi phishing untuk menguji tingkat kewaspadaan karyawan.

Dalam simulasi ini, tim keamanan mengirimkan tautan situs palsu untuk melihat seberapa banyak staf yang terkecoh dan mengeklik tautan tersebut. Hasil dari tes ini kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan program pelatihan, memastikan setiap individu di dalam organisasi memiliki kepekaan tinggi terhadap ancaman digital.

Selain kesadaran umum, BCA juga fokus pada peningkatan kapabilitas teknis tim keamanan. Staf keamanan IT didorong untuk mengambil sejumlah sertifikasi profesional dan mengadopsi kerangka kerja (framework) keamanan siber bertaraf internasional.

Salah satu acuan yang digunakan adalah National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework (CSF). Kerangka kerja ini berpusat pada manajemen risiko strategis yang mencakup enam fungsi utama: identify (mengenali), protect (melindungi), detect (mendeteksi), respond (menanggapi), recover (memulihkan), dan govern (mengatur). Peningkatan kompetensi ini penting, mengingat pentingnya literasi digital yang kuat di era modern.

Implementasi Teknologi dan Standar ISO

Beralih ke aspek teknologi, BCA menerapkan sistem pertahanan berlapis untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh penjahat siber. Ferdinan menyebutkan bahwa perusahaan mengalokasikan sumber daya yang cukup signifikan untuk investasi di bidang pengamanan siber.

Salah satu wujud nyata dari investasi ini adalah keberadaan Security Monitoring Center. Unit ini bertugas sebagai pusat komando yang mengawasi keamanan siber perusahaan selama 24 jam penuh setiap harinya.

Validasi atas keandalan teknologi dan proses pengelolaan keamanan informasi di BCA juga dibuktikan melalui kepemilikan berbagai sertifikasi ISO. Ferdinan memaparkan bahwa BCA telah mengantongi sertifikasi ISO yang terkait dengan keamanan sistem informasi, termasuk spesifikasi untuk jasa pembayaran dan privasi data (privacy data).

Kepatuhan terhadap standar internasional ini dilakukan agar seluruh pengelolaan proses di BCA berjalan dengan baik dan terstandar, mirip dengan standar tinggi yang diterapkan pada keamanan digital di sektor telekomunikasi.

Prosedur Penanganan dan Perlindungan Nasabah

Selain langkah preventif di sisi internal, aspek proses (process) menjadi kunci dalam penanganan insiden yang melibatkan nasabah.

SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA, Martinus Robert Winata, menjelaskan bahwa BCA memiliki prosedur standar operasional yang ketat dalam menangani keluhan pelanggan, terutama bagi mereka yang menjadi korban kejahatan daring. BCA memastikan tidak akan lepas tangan dan berupaya membantu nasabah seoptimal mungkin.

Ketika menerima laporan kejahatan, langkah awal yang dilakukan BCA adalah melakukan investigasi dan pengecekan menyeluruh untuk memvalidasi laporan tersebut. Jika terbukti terjadi tindak pidana siber, BCA akan segera berkoordinasi dengan lembaga keuangan lain.

Hal ini krusial, terutama jika dana nasabah telah ditransfer oleh pelaku ke rekening bank lain. Robert mengakui bahwa para pelaku kejahatan saat ini sudah sangat andal; mereka seringkali langsung memindahkan dana curian ke bank lain untuk segera ditarik tunai.

Robert juga memberikan imbauan keras kepada nasabah untuk selalu waspada. Ia menekankan agar nasabah tidak mudah terpancing oleh alamat situs web palsu yang sering muncul di mesin pencari (searching tools).

Nasabah diingatkan untuk tidak membagikan data sensitif kepada siapa pun. BCA menegaskan tidak akan pernah meminta data rahasia seperti PIN, kode dari KeyBCA (Appli 1 dan Appli 2), maupun kata sandi milik nasabah.

Pentingnya Kontrol Ganda dalam Transaksi Bisnis

Edukasi mengenai penggunaan alat transaksi juga menjadi sorotan. Nasabah diharapkan memahami fungsi spesifik dari KeyBCA, khususnya perbedaan antara Appli 1 dan Appli 2. Robert menjelaskan, apabila nasabah diminta memasukkan angka ke KeyBCA untuk mendapatkan respon kode dari Appli 2, itu artinya nasabah sedang melakukan otentikasi transaksi finansial.

Oleh karena itu, nasabah harus sadar sepenuhnya untuk tidak memberikan kode respon Appli 2 tersebut kepada pihak yang meminta melalui telepon atau pesan singkat.

Bagi nasabah korporasi atau pengguna KlikBCA Bisnis, BCA mengimbau penerapan fungsi kontrol ganda atau double control. Idealnya, pengelolaan akun bisnis melibatkan peran Maker (pembuat transaksi) dan Releaser (penyetuju transaksi) yang dipegang oleh orang berbeda. Robert memperingatkan agar perusahaan tidak menitipkan kedua fungsi dan peran user tersebut hanya kepada satu orang saja, karena hal itu akan menghilangkan fungsi pengawasan yang semestinya ada.

Menutup penjelasannya, Robert menegaskan bahwa tidak ada satu pun tautan situs web palsu yang dapat ditemukan di laman resmi BCA. Pernyataan ini sekaligus menjadi jaminan integritas platform resmi bank. Dengan kombinasi strategi pada manusia, proses, dan teknologi, BCA berharap dapat menciptakan ekosistem perbankan yang aman dan terpercaya bagi seluruh nasabah di Indonesia. (Icha)

SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

0

Telko.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Bina Karya (Persero) untuk mempercepat perencanaan dan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan konektivitas digital yang andal guna mendukung operasional pemerintahan dan kebutuhan publik di ibu kota baru tersebut.

Kesepakatan yang terjalin pada 11 Februari 2026 ini menjadi langkah konkret dalam agenda transformasi digital nasional. Fokus utama kerja sama meliputi pengembangan jaringan serat optik, akses broadband, serta sistem konektivitas terintegrasi yang dirancang untuk melayani instansi pemerintah, sektor bisnis, hingga kawasan hunian di IKN.

Presiden Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa IKN bukan sekadar ibu kota baru, melainkan simbol masa depan Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem TIK yang tangguh dan berskala luas. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital nasional yang menjadi fondasi daya saing negara dalam jangka panjang.

Layanan Internet Terjangkau untuk Warga IKN

Sebagai pusat administrasi dan ekonomi baru, Nusantara dirancang dengan konsep kota cerdas yang berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur TIK yang mumpuni menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan visi tersebut, mulai dari pelayanan publik yang efisien hingga tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Content image for article: SURGE Gandeng Bina Karya, Kebut Infrastruktur Digital IKN dan Internet Murah

Presiden Direktur PT Bina Karya (Persero), Boyke Prasetyanto, mengungkapkan alasan pemilihan SURGE sebagai mitra. Ia merujuk pada arahan Presiden mengenai pentingnya ketersediaan layanan internet yang terjangkau bagi masyarakat. Bina Karya melihat SURGE memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut melalui solusi konektivitas yang efisien.

Boyke menambahkan bahwa SURGE akan menghadirkan layanan Fixed Wireless Access bernama IRA yang beroperasi di wilayah Jawa, Papua, dan Maluku.

Sementara untuk wilayah IKN, SURGE diproyeksikan melayani sekitar 25.000 warga ibu kota melalui layanan Fiber to the Home (FTTH).

Langkah ini memungkinkan masyarakat di sana mengakses internet dengan biaya yang lebih rendah, sekaligus mendukung kemitraan strategis dalam pengembangan teknologi komunikasi.

SURGE sendiri memiliki rekam jejak dalam pengelolaan infrastruktur digital skala besar, mulai dari perencanaan jaringan hingga operasional. Keahlian teknis ini akan disinergikan dengan peran strategis PT Bina Karya dalam proyek pembangunan nasional.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengeksplorasi adopsi teknologi inovatif guna memastikan sistem digital di Nusantara tetap relevan dengan tuntutan masa depan serta memiliki standar keamanan tinggi.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas portofolio proyek strategis SURGE, tetapi juga menciptakan potensi pendapatan berulang yang berkelanjutan bagi perusahaan. Dengan terciptanya lingkungan digital yang terintegrasi, kualitas hidup penduduk, kelancaran bisnis, dan operasional pemerintah di IKN dapat berjalan lebih optimal. (Icha)

Meta Bagikan Tips Aman Internet bagi Remaja di Safer Internet Day

0

Telko.id – Peringatan Safer Internet Day atau Hari Internet Aman Sedunia yang jatuh pada 12 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi ekosistem digital di Indonesia.

Memanfaatkan momen ini, Meta Indonesia kembali menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam menjaga keamanan remaja saat berselancar di dunia maya, tanpa harus terjebak dalam pengawasan yang kaku atau perdebatan yang melelahkan mengenai durasi penggunaan perangkat.

Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, Berni Moestafa, mengungkapkan bahwa pendekatan keamanan digital kini telah berevolusi. Orang tua dapat memastikan remaja tetap aman di internet tanpa perlu memeriksa setiap isi percakapan pribadi atau merasa kewalahan dengan cepatnya perubahan tren aplikasi serta grup percakapan yang ramai.

Kunci utamanya terletak pada dukungan yang tepat sasaran dan pemanfaatan fitur teknologi yang sudah tersedia.

Di tengah dinamika keamanan siber yang terus berubah, Meta membagikan serangkaian panduan praktis agar orang tua bisa tetap suportif terhadap aktivitas digital anak.

Langkah ini diambil mengingat media sosial kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah bagi remaja untuk mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang sesuai minat mereka.

Membangun Komunikasi Dua Arah

Langkah pertama yang disarankan adalah tetap menaruh minat atau “kepo” terhadap dunia digital remaja. Meskipun orang tua mungkin tidak sepenuhnya memahami siapa konten kreator favorit anak atau lelucon internal yang mereka gunakan, mengajak berdiskusi tentang minat mereka adalah pintu masuk yang efektif.

Diskusi santai mengenai apa yang mereka sukai di dunia maya seringkali membuat remaja lebih terbuka untuk menceritakan aktivitas online mereka.

Membangun kepercayaan dinilai sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur teknis. Berni menyarankan agar diskusi dijadikan komunikasi dua arah yang hangat untuk menyamakan ekspektasi.

Orang tua disarankan untuk menanyakan hal-hal spesifik seperti apa yang paling disukai remaja saat online, tindakan apa yang harus diambil jika menerima pesan dari orang asing, serta kesepakatan mengenai waktu istirahat dari gawai.

Percakapan dari hati ke hati ini, jika dilakukan dengan jujur dan santai, dapat berdampak positif dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Hal ini sejalan dengan berbagai tips keamanan yang menekankan pentingnya kesadaran pengguna dalam berinteraksi di media sosial.

Pemanfaatan Fitur Perlindungan Otomatis

Selain pendekatan personal, Meta juga menyoroti pentingnya memaksimalkan fitur perlindungan bawaan. Saat remaja menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka secara otomatis akan dikategorikan sebagai Akun Remaja.

Kategori ini dilengkapi dengan perlindungan dan fitur keamanan penting yang aktif secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Sistem ini memastikan bahwa orang asing tidak dapat mengirimkan pesan kepada remaja. Selain itu, interaksi seperti pemberian tag atau penandaan hanya dapat dilakukan oleh teman mereka.

Fitur ini juga secara otomatis menyaring konten yang tidak sesuai usia dan memburamkan gambar yang mencurigakan di pesan langsung (DM). Khusus untuk remaja di bawah usia 16 tahun, pengaturan keamanan ini bersifat lebih ketat dan memerlukan izin orang tua jika ingin diubah.

Manajemen Waktu Layar yang Ideal

Negosiasi mengenai screen time seringkali menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat memanfaatkan fitur pengingat istirahat yang tersedia di platform Meta. Remaja akan mendapatkan notifikasi untuk beristirahat setelah mengakses media sosial selama 60 menit setiap harinya.

Lebih lanjut, tersedia fitur Mode Tidur yang aktif otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Selama periode ini, suara notifikasi akan dimatikan dan balasan otomatis akan dikirimkan jika ada pesan masuk.

Bagi orang tua yang menginginkan kontrol lebih, fitur pengawasan orang tua memungkinkan pengaturan batas waktu harian atau pemblokiran akses pada waktu-waktu tertentu, seperti saat mengerjakan pekerjaan rumah, makan bersama, atau waktu tidur.

Hal ini menjadi relevan mengingat tingginya interaksi remaja dengan gawai, bahkan di era di mana teknologi lain seperti chatbot AI mulai mendominasi interaksi digital. Menjaga keseimbangan waktu layar menjadi kunci kesehatan digital keluarga.

Adaptasi Sesuai Usia

Berni Moestafa juga mengingatkan bahwa keamanan digital terus berkembang. Topik diskusi yang relevan saat anak berusia 13 tahun mungkin tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan mereka saat menginjak usia 16 tahun. Oleh karena itu, komunikasi di rumah harus bersifat adaptif mengikuti perkembangan dunia remaja yang begitu cepat.

Bagi orang tua yang membutuhkan panduan lebih lanjut, Meta menyediakan Family Center Education Hub yang berisi materi dan referensi dari berbagai ahli. Namun, pengaruh terkuat tetaplah berasal dari orang tua itu sendiri. Menjadi sosok pertama yang didatangi remaja saat merasa tidak nyaman di internet adalah indikator keberhasilan pola asuh digital yang sehat. (Icha)

Danantara Siap Rampingkan Telkom, Pangkas 66 Anak Usaha Jadi Belasan

0

Telko.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur bisnis PT Telkom Indonesia Tbk.

Langkah konsolidasi ini menargetkan pemangkasan jumlah anak usaha Telkom, yang saat ini tercatat sebanyak 66 perusahaan, menjadi hanya belasan entitas saja demi meningkatkan efisiensi operasional grup.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda prioritas untuk menata ulang portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam peta jalan yang dirancang, Telkom akan dikembalikan fungsinya sebagai Strategic Holding yang fokus mengelola unit-unit bisnis vital, alih-alih terbebani oleh puluhan anak usaha yang tumpang tindih.

“Sebagai contoh lagi misalkan Telkom, Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusing bisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” ungkap Dony saat memberikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Fokus pada Empat Pilar Bisnis Utama

Dalam skema perampingan yang dibocorkan oleh Danantara, Telkom nantinya hanya akan berkonsentrasi pada empat pilar bisnis utama yang dinilai paling strategis dan menguntungkan. Keempat unit tersebut mencakup layanan seluler, infrastruktur serat optik, menara telekomunikasi, dan pusat data (data center).

Dony merinci pembagian fokus tersebut secara spesifik. Unit pertama adalah Telkomsel yang akan memegang kendali penuh atas layanan seluler.

Unit kedua adalah Infrako yang dikhususkan untuk mengelola bisnis serat optik atau fiber optik. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana pengelolaan aset fiber sering kali membutuhkan entitas terpisah, mirip dengan strategi Spin-Off Fiber yang kerap dilakukan pemain telekomunikasi global.

Unit ketiga adalah Mitratel yang akan terus mengembangkan bisnis menara telekomunikasi. Sedangkan unit keempat akan difokuskan pada pengelolaan data center yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.

Struktur ini dirancang agar setiap unit memiliki spesialisasi yang jelas tanpa saling kanibalisasi pasar.

Pangkas Inefisiensi Secara Menyeluruh

Selain menetapkan empat pilar utama, Danantara juga menyiapkan skema pendukung di lapisan bawah. Dony menjelaskan bahwa di bawah keempat unit bisnis tersebut, akan dikembangkan satu entitas bisnis infrastruktur yang bertugas menopang operasional di atasnya. Dengan konsolidasi ini, puluhan anak usaha yang ada saat ini akan dilebur atau dirampingkan.

“Yang di bawahnya mereka kita akan develop 1 infrastructure bisnis untuk mendukung bisnis di atasnya, sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja,” jelas Dony lebih lanjut.

Langkah tegas ini diambil untuk memotong rantai inefisiensi yang selama ini teridentifikasi di dalam tubuh Telkom Group.

Menurut Dony, penyederhanaan struktur organisasi adalah kunci untuk membuat BUMN telekomunikasi ini lebih lincah dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat, termasuk kompetisi di sektor infrastruktur internet tetap atau Ekspansi FTTH yang semakin masif.

Rencana perampingan Telkom ini bukan satu-satunya agenda Danantara. Dony menyebutkan bahwa langkah serupa merupakan bagian dari perombakan menyeluruh BUMN lintas sektor, mulai dari industri pupuk, semen, hingga logistik. Tujuannya adalah memastikan setiap aset negara dikelola dengan struktur yang paling optimal.

“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas, nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” pungkas Dony menutup penjelasannya. (Icha)