Telko.id – Perjalanan ke wilayah selatan Indonesia seperti Kupang hingga Pulau Rote bukan cuma soal menikmati keindahan alam di ujung negeri.
Di tengah suasana yang terasa lebih “offline”, muncul pertanyaan sederhana: seberapa andal koneksi 4G LTE dari Telkomsel di perjalanan ini?
Setibanya di Bandara El Tari, langsung dilakukan speedtest pertama untuk mengecek kecepatan di kota Kupang,

Perjalanan langsung berlanjut menuju Pantai Tablolong di bagian barat Kupang. Perjalanan ini memakan waktu sekitar satu jam dari pusat kota, meski sekitar setengah rutenya masih berupa jalan non-aspal yang cukup menantang.

Namun begitu tiba, semua terasa terbayar—hamparan laut biru yang tenang dan suasana pantai yang sepi jadi tempat pas untuk rehat sejenak sambil menikmati segarnya air kelapa.
Setelah sejenak menikmati suasana dan mengabadikan beberapa momen, penasaran gimana sih koneksi internet di daerah ini?

Pada titik ini, hasil speedtest menunjukkan koneksi 4G LTE dari Telkomsel masih cukup stabil, sehingga aktivitas seperti browsing, membuka media sosial, hingga mengunggah foto dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
Setelah dari Pantai Tablolong, perjalanan dilanjutkan kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya.
Menjelang sore, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pantai Lasiana, salah satu spot favorit untuk menikmati matahari terbenam di Kupang. Suasana pantai yang lebih ramai, dengan deretan pohon lontar dan angin laut yang sejuk, menjadi penutup hari yang pas saat langit perlahan berubah warna di ufuk barat.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Rote melalui jalur laut. Dari Kupang, penyeberangan dilakukan menggunakan kapal penumpang berukuran sedang.
Suasana di atas kapal terasa santai, ditemani hembusan angin laut yang cukup kencang serta pemandangan perairan biru yang membentang luas. Di tengah perjalanan ini, koneksi internet mulai terasa tidak sekuat di daratan, menandai peralihan dari area perkotaan menuju wilayah yang lebih terpencil.
Baca Juga:
- Nongkrong Asyik di Seputaran Blok M Bareng Hyper 5G Telkomsel
- Telkomsel Gelar IndonesiaNEXT ke-10, Fokus Siapkan Talenta AI Muda
Setibanya di Pelabuhan Ba’a, koneksi internet kembali diuji untuk melihat bagaimana performanya setelah perjalanan laut. Hasil speedtest menunjukkan jaringan 4G LTE dari Telkomsel masih cukup stabil untuk digunakan, baik untuk mengakses informasi maupun sekadar berbagi kabar.

Setelah itu, perjalanan sejenak diisi dengan makan siang sebelum dilanjutkan menuju Mulut Seribu, salah satu destinasi alam yang menjadi tujuan utama di Pulau Rote.
Mulut Seribu sendiri adalah sebuah kawasan perairan yang menyerupai teluk dengan gugusan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Pulau-pulau yang ada didaerah sana berbentuk seperti mulut yang terbuka, sehingga dinamai Mulut Seribu.
Untuk menikmati keindahan tersebut lebih dekat, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu kecil. Dari atas perahu, setiap sudut Mulut Seribu menghadirkan pemandangan yang berbeda, menjadikannya salah satu pengalaman paling berkesan selama berada di Pulau Rote.

Di tengah perjalanan mengelilingi Mulut Seribu menggunakan perahu kecil, koneksi internet kembali diuji di kondisi yang bisa dibilang cukup menantang. Hasil speedtest menunjukkan jaringan 4G LTE dari Telkomsel masih dapat diakses, meski tidak sekuat saat berada di daratan.

Meski begitu, koneksi yang tersedia masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas dasar seperti mengirim pesan hingga mengakses informasi ringan selama perjalanan berlangsung.
Setelah menjelajahi kawasan Mulut Seribu, perjalanan dilanjutkan menuju Batu Termanu. Lokasi ini dikenal dengan formasi batuan unik yang berdiri kokoh di tepi laut, menciptakan pemandangan yang kontras antara birunya air laut dan tekstur karang yang khas.

Suasana di sekitar area terasa lebih tenang dan alami, menjadikannya tempat yang cocok untuk menikmati lanskap sekaligus mengabadikan momen dari sudut pandang yang berbeda.
Perjalanan di Pulau Rote berlanjut keesokan harinya dengan mengunjungi Pantai Tolonamon, salah satu titik yang berada cukup dekat dengan kawasan selatan Indonesia.
Lokasi ini menawarkan pemandangan laut lepas yang luas dengan suasana yang benar-benar tenang dan minim aktivitas. Namun di balik keindahannya, koneksi internet di area ini justru tidak tersedia sama sekali—menjadi satu-satunya titik tanpa sinyal yang ditemui sepanjang perjalanan.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa di beberapa wilayah yang sangat terpencil, akses jaringan masih menjadi tantangan tersendiri.

Menjelang sore, perjalanan kembali dilanjutkan menuju penginapan yang berada di sekitar Pantai Loedi.
Di lokasi ini, koneksi 4G LTE dari Telkomsel kembali diuji dan menunjukkan hasil yang cukup baik untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari browsing hingga berbagi momen secara online setelah seharian menjelajah.

Hari terakhir di Pulau Rote diisi dengan mengunjungi Pantai Oeseli dan Pantai Batu Pintu. Aktivitas berlangsung hingga menjelang siang, dengan suasana pantai yang masih relatif sepi dan alami.

Di Pantai Batu Pintu, koneksi internet kembali diuji dan menunjukkan hasil yang cukup stabil untuk digunakan dalam aktivitas ringan seperti browsing dan mengakses media sosial.

Menjelang sore, perjalanan ditutup dengan mengunjungi Pantai Nemberala, salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Rote.
Langit yang perlahan berubah warna dengan latar suara ombak menjadi penutup yang tenang setelah rangkaian perjalanan menjelajahi berbagai sudut pulau.

Perjalanan dari Kupang hingga Pulau Rote menunjukkan bahwa koneksi 4G LTE dari Telkomsel masih cukup bisa diandalkan di berbagai kondisi. Mulai dari daratan, pesisir, hingga di atas laut, jaringan masih bisa digunakan untuk kebutuhan dasar, meski di beberapa titik performanya menyesuaikan kondisi.
Menariknya, hanya ada satu lokasi yang benar-benar tanpa sinyal, yaitu di Pantai Tolonamon. Selebihnya, koneksi masih bisa menemani perjalanan tanpa banyak hambatan, cukup untuk tetap terhubung sambil menikmati keindahan alam di ujung selatan Indonesia.


