spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

ARTIKEL TERKAIT

Twilio Flex Rilis SDK Baru Integrasi Salesforce

Telko.id – Twilio secara resmi meluncurkan software development kit (SDK) baru untuk Twilio Flex dan integrasi native dengan Salesforce Service Cloud Voice.

Rilis ini bertujuan mempercepat penerapan pusat kontak yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi bisnis yang sudah berjalan.

Inbal Shani, Chief Product Officer Twilio, menegaskan bahwa era pusat kontak yang terisolasi telah berakhir.

“Pelanggan menginginkan percakapan dua arah yang lebih berarti serta pengalaman pengalihan yang mulus,” ujarnya.

Platform Twilio Flex dirancang untuk memungkinkan personalisasi di seluruh kanal komunikasi.

Riset Twilio bertajuk “Inside the Conversational AI Revolution” yang dirilis November 2025 mengungkap, 63% organisasi telah mencapai tahap final implementasi AI percakapan dalam layanan pelanggan dan penjualan.

Tren ini terus berkembang dengan 59% bisnis bersiap mengganti solusi AI percakapan mereka dalam 12 bulan ke depan untuk memenuhi ekspektasi konsumen.

SDK Flex yang baru merupakan SDK JavaScript modular tunggal. Fungsinya memungkinkan pengembang menyematkan kemampuan pusat kontak langsung ke dalam aplikasi web, termasuk CRM kustom.

SDK ini menyederhanakan implementasi dengan meringkas ribuan baris kode logika orkestrasi menjadi perintah fungsi yang sederhana.

Integrasi layanan Voice Twilio dengan Salesforce Service Cloud Voice juga tersedia secara native. Fitur bernama BYOT (Bring Your Own Telephony) ini memungkinkan pelanggan memanfaatkan infrastruktur telephony global, routing, dan kemampuan orkestrasi Twilio langsung di dalam lingkungan Salesforce.

Twilio turut memperkenalkan model penetapan harga User + Usage untuk implementasi Flex pada akun yang sudah ada. Model ini menggabungkan biaya lisensi per pengguna yang rendah dengan biaya berbasis pemakaian, menawarkan fleksibilitas skala yang sesuai kebutuhan bisnis.

Kemampuan baru lainnya adalah dukungan sub-akun. Perusahaan dan ISV kini dapat menerapkan Flex langsung dalam sub-akun untuk isolasi tingkat regional, lingkungan, atau tenant.

Flex juga memungkinkan integrasi data mentah ke dalam aplikasi intelijen bisnis untuk membangun wawasan 360-derajat mengenai pengalaman pelanggan.

Keith Kirkpatrick, Wakil Presiden Riset di Futurum, menyoroti signifikansi langkah ini. “Menyematkan kemampuan pusat kontak modern langsung ke dalam perangkat yang ada dapat membantu pelanggan Twilio memangkas biaya serta menyederhanakan operasi,” komentarnya.

Rivian, produsen kendaraan listrik asal Amerika, merupakan salah satu pengguna Twilio Flex. Severin Andrieu-Delille, Kepala Rekayasa Teknologi Komersial Rivian, mengungkapkan solusi ini mendukung peluncuran model Rivian R2.

“Twilio Flex menyediakan solusi pusat kontak yang fleksibel dan terintegrasi yang dapat dengan cepat diterapkan dan diskalakan,” katanya.

Chris Conant, CEO Zennify, menambahkan bahwa SDK Flex baru memungkinkan pengembangan pengalaman front-end yang berbeda tanpa investasi besar untuk sistem pusat kontak yang kaku. Dukungan bagi pelanggan lama Twilio Flex dan antarmuka penggunanya akan tetap tersedia.

Transformasi layanan pelanggan menjadi fokus banyak perusahaan teknologi. Upaya serupa dalam meningkatkan pengalaman pengguna juga terlihat dari langkah Xiaomi perkuat layanan purna jualnya dengan berbagai fasilitas unggulan.

Fleksibilitas dan integrasi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat. Inovasi dalam platform kontak seperti Twilio Flex sejalan dengan kebutuhan bisnis akan solusi yang dapat beradaptasi.

Kemampuan human-in-the-loop (HITL) dalam SDK baru mempermudah eskalasi dari agen AI ke agen manusia, menciptakan alur kerja yang lebih efisien.

Peluncuran ini juga mendukung solusi Agentforce Contact Center dari Salesforce yang diluncurkan belum lama ini. Konvergensi antara CPaaS (Communications Platform as a Service) dan CCaaS (Contact Center as a Service) dalam satu platform bertujuan menciptakan pengalaman pelanggan yang seragam dan kontekstual.

Di sisi lain, perkembangan teknologi pendukung operasional bisnis terus berlanjut. Misalnya, inisiatif 3Agent dari 3 Indonesia yang menghadirkan peluang wirausaha baru, menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberdayakan model operasi yang berbeda.

Adopsi solusi terintegrasi seperti Twilio Flex diharapkan dapat mengurangi kompleksitas infrastruktur TI perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan bisnis lebih fokus pada peningkatan kualitas interaksi dengan konsumen, alih-alih menghabiskan sumber daya untuk mengelola sistem yang terpisah-pisah.

Perkembangan di bidang perangkat wearable juga menunjukkan pentingnya ekosistem yang terhubung. Seperti OPPO Watch S yang menawarkan integrasi dengan smartphone, kemudahan konektivitas menjadi nilai jual utama di berbagai sektor teknologi.

  1. Kehadiran Twilio Flex sebagai pusat kontak terintegrasi menandai babak baru dalam industri customer experience. Dengan SDK baru dan model harga fleksibel, Twilio memberikan jawaban atas permintaan pasar akan solusi yang dapat disesuaikan, mudah diimplementasikan, dan mampu menyediakan wawasan yang lebih dalam untuk pengambilan keputusan bisnis. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU