Telko.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber publik terkemuka di Indonesia, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Rapat yang digelar hari ini, 16 April 2026, menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat fondasi perseroan dan meningkatkan aksesibilitas bagi investor di pasar modal.
Keputusan utama dari RUPSLB adalah persetujuan atas rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1 banding 2. Dengan keputusan ini, nilai nominal saham ITSEC Asia yang sebelumnya Rp25 per saham akan berubah menjadi Rp12,5 per saham. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memperluas partisipasi investor ritel.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa keputusan dalam RUPSLB mencerminkan komitmen perusahaan.
“Keputusan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat fondasi Perseroan sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi investor,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers resmi.
Ia menambahkan bahwa seiring percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap cybersecurity akan semakin meningkat.
Sebagai dampak langsung dari pelaksanaan stock split, jumlah saham beredar perseroan akan meningkat secara signifikan. Perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar disetujui untuk menyesuaikan modal perseroan. Saham beredar ITSEC Asia akan naik dari 6.715.248.747 saham menjadi 13.430.497.494 saham.

RUPSLB juga menyetujui perubahan dalam struktur tata kelola perusahaan. Terdapat penyesuaian pada Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai tugas dan wewenang Direksi. Perubahan ini memperjelas mekanisme representasi perseroan, di mana Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur berwenang mewakili perseroan. Dalam kondisi tertentu, representasi dapat diwakili oleh dua anggota Direksi lainnya.
Rapat turut menerima pemberitahuan resmi mengenai wafatnya Bapak Bima Kurniawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perseroan, pada 14 Februari 2026.
Perseroan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi almarhum. RUPSLB juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengurusan yang telah dilakukan Bima Kurniawan selama masa jabatannya.
Untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan arah strategis perusahaan, RUPSLB menetapkan susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi untuk melanjutkan sisa masa jabatan. Susunan pengurus tersebut terdiri dari Richardus Eko Indrajit sebagai Presiden Komisaris, didampingi Agustinus Nicholas L. Tobing sebagai Komisaris Independen dan Andri Hutama Putra sebagai Komisaris.
Sementara di jajaran Direksi, Patrick Rudolf Dannacher tetap sebagai Presiden Direktur, dengan Marek Bialoglowy sebagai Wakil Presiden Direktur. Tiga posisi Direktur diisi oleh Eko Prasudi Widianto, Bambang Susilo, dan Doni Mora.
Patrick Dannacher menegaskan kesiapan perseroan menghadapi pertumbuhan pasar. “Kami memastikan bahwa dari sisi teknologi, tata kelola dan organisasi, Perseroan siap untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan meningkatnya fokus pada keamanan siber Indonesia yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Baca Juga:
PT ITSEC Asia Tbk, yang berdiri sejak 2010, telah berkembang menjadi perusahaan keamanan siber yang melayani sektor-sektor strategis. Portofolio layanannya mencakup sektor keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan.
Perseroan aktif berkontribusi dalam memperkuat ketahanan siber nasional melalui inovasi teknologi, pengembangan talenta, dan kolaborasi ekosistem, termasuk upaya talenta keamanan siber.
Inovasi unggulan ITSEC Asia adalah platform IntelliBroń, yang dikembangkan secara lokal. Platform ini dirancang untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons insiden siber secara real-time.
Keberadaan platform semacam ini semakin krusial seiring dengan kompleksitas ancaman digital, yang juga mendorong sinergi keamanan siber antara pelaku industri.
Sebagai perusahaan publik, ITSEC Asia memiliki sejumlah sertifikasi dan verifikasi yang memperkuat kredibilitasnya. Perusahaan ini telah terverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta memegang sertifikasi internasional seperti ISO 27001, ISO 9001, dan ISO 14001. ITSEC Asia juga merupakan anggota resmi CREST, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada keamanan informasi.
Dukungan sumber daya manusia yang mumpuni menjadi salah satu pilar kekuatan ITSEC Asia. Perusahaan didukung oleh lebih dari 400 ahli yang tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Dubai.
Para profesional ini memiliki beragam sertifikasi global, seperti OSCP, CISSP, CISA, CEH, dan GDPR, yang menandakan kompetensi tinggi di bidang keamanan siber.
Melalui keputusan strategis dari RUPSLB ini, PT ITSEC Asia Tbk menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi mitra terpercaya dalam menjaga keamanan digital Indonesia.
Langkah stock split dan penataan ulang tata kelola diharapkan dapat memposisikan perusahaan lebih solid dalam merespons dinamika pasar dan kebutuhan nasional akan proteksi siber yang andal. (Icha)


