spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1704

Dell Buka Pusat Penelitian IoT Pertama di Asia Pasifik

0

Telko.id – Dell telah membuka tempat penelitian dan lab IoT pertama mereka di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ), yang bernama Dell Solution Centre dan bermarkas di Singapura.

Dilansir dari Telecom Asia, Lab ini dilengkapi dengan fasilitas baru hasil kerjasama dengan Intel. Beberapa fitur dari Dell dan solusi IoT dari Intel dengan fasilitas platform yang end-to-end akan memungkinkan para pelanggan untuk menguji produk dan berkonsultasi dengan ahli teknis Dell.

Sekedar informasi, ini merupakan laboratorium IOT ketiga Dell secara global, setelah sukses pada peluncuran dari laboratorium di Silicon Valley di Amerika Serikat dan Limerick, Irlandia.

Untuk di Singapura sendiri, akan berfokus pada perangkat cerdas dan gateway, mempercepat koneksi sistem ke cloud dan memungkinkan end-to-end analisis untuk mengubah data yang besar menjadi sebuah insight.

Mitra lain dalam ekosistem IOT ini, yakni pengembang Independen Vendor Software (ISV) juga akan dapat manfaat dari laboratorium ini, karena di Lab ini memiliki ruang kerja untuk berinovasi menggunakan solusi dari Dell dan Intel IOT.

Glen Burrows, Area VP for Dell OEM, Asia Pasifik dan Jepang mengungkapkan, “Kami melihat peluang yang luas dari IOT dan akan menguntungkan perusahaan dengan mengidentifikasi model bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi,”.

Ia menambahkan, Dengan konektivitas infrastruktur yang kuat dan visi pemerintah untuk menjadikan Smart Nation, Singapura adalah pilihan ideal untuk lokasi laboratorium IOT pertama mereka di wilayah Asia Pasifik dan Jepang ini.

Sementara hal serupa juga diungkapkan oleh Prakash Mallya, Managing Director untuk Intel Asia Tenggara yang menyebut, sistem laboratorium akan dapat memberikan cetak biru yang kuat untuk memberikan inovasi ke pasar yang lebih cepat dengan mengurangi kompleksitas.

“Lab ini juga akan mendefinisikan bagaimana perangkat pintar akan terhubung dan berbagi data secara aman dan terpercaya ke cloud,” tambah Mallya.

Ini Dia, Pojok Edukasi Untuk UKM

0

Telko.id – Usaha Kecil menengah dan kecil adalah salah satu urat nadi bagi perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, jumlah nya mencapai 57,9 juta pelaku. Tentu itu bukan angka kecil.

Sayang, tidak semua mengenal solusi digital yang akan sangat membantu dalam pengembangan bisnis modern saat ini. Untuk itu, dibutuhkan edukasi yang berkesinambungan dalam memperkenalkan dunia digital agar UKM Indonesia mampu bertahan dan berkembang menjadi besar.

Telkomsel adalah salah satu yang turut serta dalam mengedukasi para UKM ini dengan membentuk SME Corner di beberapa Grapari yang dimilikinya. Pada pojok informasi berbagai macam solusi yang yang memungkinkan para pelaku UMKM dapat tumbuh dan berkembang. SME Corner ini sekarang sudah ada di Grapari Banda (Bandung), Grapari Pemuda (Surabaya), Grapari Yogya dan Grapari Denpasar.

“Hadirnya SME Corner di 4 GraPARI ini akan memudahkan akses para pelaku yang ingin memanfaatkan solusi dan layanan Telkomsel sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan kinerjanya. Di tahap awal kami memprioritaskan SME Corner hadir di lokasi yang sudah memiliki banyak pelaku UKM,” ujar Rini Apriliani, General Manager Corporate Business Solution Management Telkomsel.

Di SME Corner, para pelaku UKM akan dilayani oleh agen customer service yang memiliki product knowledge lengkap tentang UKM. Agen-agen ini juga siap untuk memberikan konsultasi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait produk dan solusi UKM Telkomsel. Bahkan di beberapa lokasi terdapat demo produk dan display solusi yang ditawarkan. Selain itu berbagai kegiatan terkait dengan dunia UKM dilakukan secara berkala, seperti kelas workshop dan FGD (Focus Group Discussion) yang berkolaborasi dengan komunitas pelaku UKM setempat.

Saat ini solusi digital yang dihadirkan dalam membantu para pelaku UKM mengembangkan bisnisnya adalah PAKAR (Paket Komunikasi Andalan Wira Usaha). PAKAR dibagi menjadi beberapa paket, yaitu PAKAR Komunikasi yang memungkinkan pelanggan untuk berkoordinasi secara efisien dengan free call ke sesama grup melalui solusi MyGroup. PAKAR Bisnis, merupakan solusi digital yang memungkinkan pelanggan UKM berkoordinasi melalui email, chat, berbagi dokumen, dan semua fitur lainnya dengan solusi Business Connect yang didukung oleh Google Apps for Work. PAKAR Marketing, merupakan solusi digital yang memungkinkan UKM untuk membuat toko online-nya sendiri dan memasarkan produknya melalui solusi Jarvis store. Serta PAKAR Finansial, merupakan solusi digital yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan transaksi keuangan perusahaan secara terstruktur melalui solusi e-accounting serta melakukan transaksi penjualan dan pembayaran menggunakan kartu kredit/debit melalui solusi Moka POS.

Telkomsel juga menawarkan layanan Telkomsel Digital Advertising kepada pelaku UKM yang akan menghadirkan solusi komunikasi pemasaran yang fokus kepada konsumen sesuai profil dan perilaku melalui layanan berbasis pesan seperti SMS dan MMS dalam bentuk Bulk, Targeted maupun Location Based Advertising. (Icha)

Diboikot Tiga Operator Terkait Lelang 4G, Regulator Senegal Cuek

0

Telko.id – Menyusul boikot terkoordinasi yang dilakukan oleh tiga operator seluler di negaranya, Senegal minggu ini akhirnya memutuskan untuk mengundang pendatang baru guna berpartisipasi dalam lelang 4G.

Regulator yang berwenang untuk telekomunikasi dan pos (ARTP) di negara itu meluncurkan proses tender 4G pada bulan November lalu. Saat itu, tender ini hanya terbuka untuk pemegang lisensi yang ada, yakni Orange, Tigo, dan Expresso.

Frekuensi di pita 800 MHz, 700 MHz, dan 1800 MHz tersedia untuk diperebutkan, dan ARTP menetapkan harga terendah 30 miliar franc (€ 45.7 juta) untuk lisensi selama 20 tahun. Pihak yang berkepentingan memiliki waktu sampai hari Senin untuk menyerahkan aplikasinya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, pengawas mengungkapkan bahwa ia menerima surat pada bulan Desember yang ditandatangani oleh Orange, Tigo dan Expresso, melaporkan “kekhawatiran mereka atas harga terendah lisensi,” namun mengatakan bahwa mereka tidak menerima permintaan resmi untuk memundurkan batas waktu pendaftaran. Alhasil, ARTP pun menyebut ketiga operator bersangkutan tidak tertarik untuk mengikuti tender.

“Hari ini, negara mengakui non-partisipasi kolektif dan terkoordinasi dari operator,” kata ARTP.

Regulator mengatakan bahwa harga terendah spektrum dikembangkan dari patokan harga di lebih dari 20 negara, dengan mempertimbangkan kuantitas dan kualitas frekuensi yang tersedia, populasi, pendapatan dari pasar telekomunikasi Senegal, dan kewajiban cakupan yang melekat pada lisensi 4G.

ARTP mengatakan pihaknya berencana untuk menghidupkan kembali proses lisensi 4G dalam beberapa hari mendatang.

“Ke depannya panggilan untuk mendaftar akan terbuka untuk pendatang baru, [dan] operator telekomunikasi internasional, yang tertarik dalam pengembangan telepon dan internet mobile di Senegal,” pungkas ARTP.

Kantongi Izin Regulator, Nepal Telecom Siap Gelar 4G

0

Telko.id – Warga Nepal sepertinya akan benar-benar bisa menikmati 4G-nya sendiri. Kabar baik ini hadir menyusul kesiapan Nepal Telecom untuk meluncurkan layanan 4G-nya, segera setelah menerima izin dari regulator Nepal Telecomunication Authority (NTA).

Berdasarkan laporan dari TheKathmandu Post, direktur Nepal Telecom, Buddhi Prasad Acharya mengatakan bahwa komisi pengembangan parlemen awal pekan ini telah menetapkan untuk memulai layanan dan meminta bersabar untuk menunggu jawaban.

Nepal Telecom berencana untuk menawarkan layanan 4G di kota-kota besar di mana terdapat permintaan akan jaringan ini. Perusahaan akan meng-upgrade jaringan 3G di seluruh cakupan mereka dan segera menonaktifkan layanan 2G.

Sementara itu, upaya untuk meningkatkan kualitas layanan telah diselenggarakan kembali, karena kesulitan dalam mengimpor akibat dugaan blokade yang dideklarasikan pada Nepal oleh India, dengan sebagian besar peralatan yang diimpor terjebak di kantor pabean.

Di sisi lain, Nepal Telecom yang notabene merupakan perusahaan negara harus mampu bersaing dengan pemain swasta. Sekedar informasi, sejak empat tahun lalu Nepal Telecom terus menanyakan mengenai alokasi spektrum 4G kepada NTA, dan baru tahun ini mereka mendapatkan lampu hijau dari pihak regulasi.

Namun, hal tersebut tampaknya tidak akan berjalan semulus yang diinginkan. Pasalnya mereka tidak mampu mendapatkan peralatan dan infrastruktur secepat mereka bisa, ucap Acharya kepada komite. [ak/if]

Tambah Saham 5%, MDS Tingkatkan Kepemilikan di MatahariMall.com

0

Telko.id – Peritel terbesar Indonesia di bidang fesyen, kecantikan, dan produk rumah tangga, Matahari Department Store (MDS), telah meningkatkan kepemilikannya di MatahariMall.com.

Peningkatkan kepemilikan yang dilakukan dengan mengakuisisi 5% saham tambahan PT Global eCommerce Indonesia (GEI) dan meningkatkan kepemilikannya hingga 10% ini dilakukan untuk memperluas jangkauan MDS melalui eCommerce. MDS mengakuisisi saham ini melalui penggunaan opsi 10% yang diberikan MatahariMall.com sebagai bagian dari kemitraan strategis.

Keputusan MDS untuk terus meningkatkan saham dan menggunakan opsi yang dimiliki di MatahariMall.com merupakan bentuk kepercayaan dan validasi atas pertumbuhan perusahaan eCommerce tersebut.

“Traksi dan pertumbuhan MatahariMall.com sangat mengesankan. Tim MatahariMall.com dan pencapaian yang mereka wujudkan dalam setahun terakhir sangat luar biasa. MDS sangat bangga untuk bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ini dan kami juga berharap untuk terus dapat memperdalam pemahaman kami terhadap ruang ritel online,” ujar Michael Remsen, CEO MDS dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/1).

Kedua perusahaan menyatakan bahwa kemitraan strategis ini terjalin atas kesamaan visi dan pandangan bahwa eCommerce merupakan salah satu peluang terbesar di Indonesia saat ini. Hadi Wenas, CEO MatahariMall.com pun menyambut positif kemitraan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan MDS, dan kami menyambut MDS sebagai mitra strategis dan jangka panjang. Sangat sedikit peritel besar yang benar-benar memahami eCommerce, dan MDS adalah salah satunya,” imbuhnya.

Kemitraan antara kedua perusahaan telah mempercepat pertumbuhan MatahariMall.com. Kemitraan yang dijalin mencakup jaringan online-to-offline (O2O) yang memungkinkan pelanggan untuk membayar, mengambil, dan mengembalikan barang-barang mereka di toko-toko MDS di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemasaran, merchandising, dan akses terhadap jaringan pemasok luas yang dimiliki MDS juga tercakup dalam kemitraan ini. Untuk MDS, kemitraan ini juga memungkinkan raksasa ritel tersebut untuk mendalami sektor eCommerce yang dinamis, dan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di kota-kota yang belum memiliki toko fisik MDS.

Investasi MDS ke MatahariMall.com menandakan sebuah langkah paling berani yang pernah diambil oleh peritel Indonesia di ranah ritel online. “Langkah dan pemikiran inovatif yang diambil oleh pemimpin pasar seperti MDS merupakan sesuatu yang sangat unik. Kemitraan ini memang sangat masuk akal baik bagi MDS maupun bagi MatahariMall.com,” ujar Emirsyah Satar, mantan CEO Garuda Airlines, yang sekarang menjadi Chairman of MatahariMall.com.

MatahariMall.com sendiri, yang merupakan perusahaan eCommerce yang didukung oleh Lippo Group, telah memanfaatkan tim yang kuat, nama brand yang terpercaya, jaringan O2O terbesar, infrastruktur pengiriman yang kuat, produk-produk eksklusif, dan harga yang kompetitif, untuk mengguncang pasar, dan menjadi platform ritel online terkemuka di Indonesia. Kemitraan dan keputusan MDS untuk menggunakan opsi peningkatan saham akan menambah momentum bagi MatahariMall.com yang sedang berkembang pesat.

Modalku, Alternatif Pembiayaan UKM Berbasis Teknologi Digital

0

Telko.id – Modal, dengan suku bunga bersaing dan pelayanan prima, tak bisa dipungkiri lagi menjadi salah satu aspek penting bagi UKM untuk bisa berkembang dan memperluas usahanya. Berkaca pada kenyataan itu, PT Mitrausaha Indonesia Grup pun meluncurkan produk bisnis alternatif dari investasi yang berbasis teknologi digital. Mereka menyebutnya, ‘Modalku’.

“Melalui pendekatan teknologi yang Modalku miliki, kami sangatlah serius dalam mendedikasikan waktu untuk mendorong akses bagi UKM untuk memenuhi kebutuhan pinjaman modal usaha, sebagai bagian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Platform Modalku mampu memberikan suku bunga bersaing dan layanan yang cepat, prima, serta mudah diakses melalui new-age screening dan underwriting.” ungkap Reynold Wijaya, Chief Executive Officer dan Co-founder Modalku melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1).

Layanan berbasis teknologi digital ini berfungsi sebagai solusi yang dapat diandalkan bagi para pemberi pinjaman untuk pertukaran hasil yang mampu mencapai lebih dari 12 persen per tahun, serta sebagai alternatif untuk pilihan investasi konvensional seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito. Produk ini terjangkau bagi para profesional kelas menengah, karena setiap orang dapat membuka akun di Modalku dengan jumlah pinjaman minimal Rp 10 juta.

“Hal ini penting, mengingat tingkat pendapatan dan standar hidup, khususnya kelompok kelas menengah Indonesia tetap menunjukkan tren meningkat ditengah gejolak ekonomi global,” tambah Reynold.

Bagi pelaku UKM, peminjaman modal usaha kepada institusi non-formal seringkali membebankan bunga pinjaman yang terlampau besar dan memberatkan. Oleh karena itu, para pelaku usaha membutuhkan alternatif pemodalan dengan bunga pinjaman yang terjangkau, dapat diakses secara cepat, dan dengan layanan prima.

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan elemen penting dari lapangan pekerjaan baru, hanya saja, UKM kehilangan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu masalah utama bagi UKM walaupun usahanya tergolong aman dan menguntungkan, adalah secara struktur tidak mampu dirangkul seluruhnya oleh institusi keuangan yang ada untuk memperoleh pinjaman pembiayaan usaha. Padahal, dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), UKM dituntut untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya agar dapat bersaing di tingkat regional.

Intel Hadirkan Perangkat IoT Untuk Pasar Retail

0

Telko.id – Raksasa chipset asal Amerika Intel telah meluncurkan seperangkat alat teknologi yang dirancang khusus untuk pasar ritel, perangkat ini juga termasuk sebagai platform IOT terbaru mereka.

Intel Retail Sensor Platform merupakan platfotm yang didasarkan pada Intel IOT Platform, yang merupakan model referensi dan mengatur produk yang dirancang untuk mempercepat adaptasi dari era Internet of Things di industri ritel. Produk ritel ini  terdiri dari sensor ritel, gateway, dan Analytics Trusted Platform Intel.

Dilansir dari Telecoms, beberapa solusi IoT dari Intel menggunakan teknologi RealSence, yang menggunakan sebuah kamera array dan memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dengan komputer melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan lain-lain. Alat baru ini termasuk pemindaian tubuh untuk kustomisasi ukuran pakaian dan virtual reality.

Joe Jensen, VP Divisi Solusi Retail Intel menyebutkan, “Pengecer tampaknya akan mengubah sudut pandang dalam hal menggunakan teknologi baru untuk lebih memahami bisnis mereka dan terhubung dengan pelanggan,” Ia juga nemanbahkan, dibandingkan tahun lalu, saat ini terdapat dua kali lebih banyak pengecer independen yang mulai berinvestasi di bidang teknologi yang menggunakan analisis data dan perangkat lunak untuk membuat keputusan pembelian yang cerdas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Scott Meden yakni salah seorang pengecer sepatu di Nordstrom yang menyebut, “Kami ingin melayani pelanggan dengan cara baru dan unik, kami juga terus menguji bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman layanan kami, Dalam bisnis sepatu kami, ukuran yang pas adalah komponen penting dalam melayani pelanggan dan kami sangat gembira untuk dapat meningkatkan akurasi dan kenyamanan dengan menemukan ukuran yang tepat,”ucapnya.

Tahun ini memang seakan menjadi tahunnya Internet of Things, Intel sebagai penyedia perangkat tentu akan semakin memanfaatkan momen ini untum terus memberikan perangkat yang menunjang partner mereka.

Jika di Amerika Intel telah mengjadirkan perangkat IoT untuk retail, bukan tidak mungkin industri retail di Indonesia juga akan ‘kebanjiran’ produk IoT dari Intel.

Dibalik Rencana Singapura Restrukturisasi Regulator Telekomunikasi

0

Telko.id – Pemerintah Singapura, melalui Menteri Komunikasi Dr Yaacob Ibrahim baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk merestrukturisasi regulator telekomunikasi dan media mengingat konvergensi dari kedua sektor.

Akan diluncurkan pada paruh kedua 2016, Info-communication Media Development Authority (IMDA) dan Government Technology Organisation (GTO), akan menggantikan Info-communications Development Authority (IDA) dan Media Development Authority.

Menurut laporan Totaltele, Kamis (21/1), IMDA akan mengembangkan dan mengatur telekomunikasi konvergen dan sektor media dalam kepentingan konsumen dan perusahaan. Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk membentuk Komisi Perlindungan Data Pribadi, yang akan menjadi bagian dari IMDA, dan akan bertanggungjawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat mengenai cara sektor swasta menggunakan informasi pribadi.

“Lanskap Infocomm telah berkembang selama bertahun-tahun, dan kecepatannya akan bertambah dengan pertumbuhan konvergensi infocomm dan media. Instansi pemerintah kami bertanggung jawab untuk membuat infocomm dan media memastikan bahwa mereka secara optimal terstruktur, untuk membantu Singapura memperoleh keuntungan dari dan dengan memanfaatkan peluang dalam ekonomi digital baru,” ungkap Chan Yeng Kit, ketua IDA.

Ketua MDA, Niam Chiang Meng menambahkan bahwa restrukturisasi ini akan membuka jalan bagi kerangka peraturan yang lebih harmonis, dan pendekatan terpadu untuk pengembangan industri.

Sementara itu, GTO akan memimpin upaya transformasi digital Singapura di sektor publik, mendorong warga untuk berpartisipasi dalam menciptakan layanan publik digital. Ini juga akan membantu instansi pemerintah memanfaatkan teknologi baru, seperti robotika, kecerdasan buatan, Internet of Things (IOT) dan big data, serta yang lainnya.

Rencananya, restrukturisasi ini sendiri akan dimulai pada tanggal 1 April mendatang.

ITU : Internet of Things Bisa Tingkatkan Taraf Hidup Banyak Orang

0

Telko.id – Sebuah laporan dari ITU dan Cisco mengatakan bahwa Internet of Things (IOT) dapat meningkatkan taraf hidup jutaan orang serta dapat mempercepat kemajuan menuju tujuan pembangunan berkelanjutan PBB, seperti kesehatan masyarakat dan pendidikan.

Merujuk pada laporan yang diluncurkan pada pertemuan tahunan Dewan Pacific Telecommunications di Hawaii, laporan yang bertajuk ‘Memanfaatkan Internet of Things untuk pembangunan global’ ini mencatat bahwa ada tiga penggerak utama yang jika didukung, bisa membuat ‘revolusi IOT’ di negara berkembang.

Pertama adalah perangkat IOT yang sudah umum, hadir dengan harga yang relatif murah dan mudah diganti dalam mengembangkan pasar. Infrastruktur dasar untuk mendukung IOT, seperti Wi-Fi dan kafe internet sudah tersebar luas dengan konektivitas dasar ke jangkauan ponsel di sekitarnya.

Terlebih lagi, perangkat IOT yang saat ini banyak digunakan dapat bertahan dalam kondisi ekstrim.

Kedua, biaya R&D IOT yang diserap oleh permintaan yang kuat di pasar dunia terus berkembang, dan ada sedikit biaya yang terkait dengan adopsi mereka untuk negara berkembang.

Terakhir, perangkat IOT menawarkan instalasi yang sederhana dan banyak juga yang memiliki fungsi ‘plug & play’ yang tentunya tidak memerlukan keahlian khusus, serta pasokan listrik seperti tenaga matahari dapat mempertahankan sensor dan jaringan di saat tidak ada pasokan listrik yang konsisten.

Studi ini merekomendasikan bahwa pemerintah dan bisnis seharusnya mendukung start-up teknologi, inkubator ICT dan pusat data lokal, dan bekerja untuk mengembangkan kebijakan dan kerangka peraturan yang akan menciptakan sebuah ekosistem yang memungkinkan untuk penyebaran IOT di seluruh dunia.

Dilansir dari mobile world live (21/1), ITU melihat komunikasi M2M melalui jaringan mobile seluler sebagai layanan ICT yang tumbuh paling cepat dalam hal lalu lintas. Mereka juga memperkirakan bahwa ada lebih dari satu miliar perangkat IOT nirkabel yang dikirimkan pada tahun 2015, naik 60 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan diperkirakan telah terpasang sebanyak 2,8 miliar produk.

Sekedar informasi, awal pekan ini Sigfox meluncurkan Sigfox Foundation, yang bertujuan untuk membawa manfaat dari IOT. [ak/if]

Kombinasikan DSL dan LTE, Swisscom Kebut Internet Rumah

0

Telko.id – Sebagai bagian dari investasi yang signifikan untuk memperluas jaringan broadband canggih miliknya, Swisscom telah mengumumkan akan menkombinasikan jaringan tetap dan jaringan bergeraknya dengan menggunakan teknologi DSL + LTE.

Uji coba awal dijadwalkan akan dimulai perusahaan bulan ini, dengan menargetkan sejumlah kecil pelanggan perumahan dan memberikan bandwidth hingga 20Mbps selama tahap pertama. Kecepatan broadband yang lebih tinggi sendiri direncanakan Swisscom untuk pengujian tahap selanjutnya. Demikian diwartakan Telecomtech, Kamis (21/1).

Saat ini, uji coba Swisscom sedang dalam persiapan untuk mengatasi semakin tingginya tingkat lalu lintas yang ditempatkan pada jaringan tetap; yang saat ini menjadi dua kali lipat setiap 16 bulan. Menggabungkan bandwidth mobile dengan jaringan tetap – menggunakan teknologi ikatan LTE + DSL – akan memungkinkan lebih banyak data melewati jaringan tanpa memiliki dampak pada pengalaman pelanggan.

Untuk memuluskan niatnya, sebuah receiver LTE baru juga telah dikembangkan oleh perusahaan yang berbasis di Swiss ini. Perangkat ini akan menjemput aliran data mobile dan menghantarkannya melalui WLAN ke router DSL. Router ini sendiri dilengkapi dengan perangkat lunak cerdas yang menggabungkan aliran data mobile dan jaringan tetap.

Dalam keterangan resminya, Swisscom mengatakan bahwa ketersediaan ikatan DSL + LTE dan bandwidth yang sebenarnya ditentukan oleh panjang tembaga jaringan tetap dan cakupan 3G atau 4G di rumah pelanggan. Swisscom bertujuan untuk menggunakan uji coba ini untuk menentukan apakah peluncuran pasar layak dilakukan.

Swisscom bertujuan untuk menyediakan broadband ultra-cepat hingga 85 persen di semua rumah dan kawasan bisnis di Swiss pada akhir 2020. Pada 2015 saja, penyedia layanan ini menginvestasikan lebih dari CHF 1,75 miliar atau sekitar Rp 24 triliun untuk memperluas infrastruktur jaringan dan IT. Dengan diperkenalkannya standar transmisi baru G.fast, Swisscom percaya dapat memberikan kecepatan hingga 500Mbps dari akhir tahun ini.

Sebagai informasi, DSL, yang merupakan singkatan dari Digital Subscriber Line ini sendiri merupakan koneksi internet broadband yang menggunakan kabel jaringan telepon untuk memberikan sinyal internet kecepatan tinggi. Kecepatan download DSL dapat berkisar dari 256 kbps hingga 24 Mbps, meskipun kecepatan dapat bervariasi tergantung pada kualitas saluran telepon, jarak dari ISP atau jenis langganan DSL. Instalasi DSL umumnya dapat dilakukan tanpa pengeboran lubang tambahan atau menginstal outlet ekstra; asalkan rumah Anda telah memiliki kabel telepon yang terpasang, semua yang perlu Anda lakukan adalah menghubungkan modem DSL.