Modalku, Alternatif Pembiayaan UKM Berbasis Teknologi Digital

Telko.id – Modal, dengan suku bunga bersaing dan pelayanan prima, tak bisa dipungkiri lagi menjadi salah satu aspek penting bagi UKM untuk bisa berkembang dan memperluas usahanya. Berkaca pada kenyataan itu, PT Mitrausaha Indonesia Grup pun meluncurkan produk bisnis alternatif dari investasi yang berbasis teknologi digital. Mereka menyebutnya, ‘Modalku’.

“Melalui pendekatan teknologi yang Modalku miliki, kami sangatlah serius dalam mendedikasikan waktu untuk mendorong akses bagi UKM untuk memenuhi kebutuhan pinjaman modal usaha, sebagai bagian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Platform Modalku mampu memberikan suku bunga bersaing dan layanan yang cepat, prima, serta mudah diakses melalui new-age screening dan underwriting.” ungkap Reynold Wijaya, Chief Executive Officer dan Co-founder Modalku melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1).

Layanan berbasis teknologi digital ini berfungsi sebagai solusi yang dapat diandalkan bagi para pemberi pinjaman untuk pertukaran hasil yang mampu mencapai lebih dari 12 persen per tahun, serta sebagai alternatif untuk pilihan investasi konvensional seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito. Produk ini terjangkau bagi para profesional kelas menengah, karena setiap orang dapat membuka akun di Modalku dengan jumlah pinjaman minimal Rp 10 juta.

“Hal ini penting, mengingat tingkat pendapatan dan standar hidup, khususnya kelompok kelas menengah Indonesia tetap menunjukkan tren meningkat ditengah gejolak ekonomi global,” tambah Reynold.

Bagi pelaku UKM, peminjaman modal usaha kepada institusi non-formal seringkali membebankan bunga pinjaman yang terlampau besar dan memberatkan. Oleh karena itu, para pelaku usaha membutuhkan alternatif pemodalan dengan bunga pinjaman yang terjangkau, dapat diakses secara cepat, dan dengan layanan prima.

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan elemen penting dari lapangan pekerjaan baru, hanya saja, UKM kehilangan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satu masalah utama bagi UKM walaupun usahanya tergolong aman dan menguntungkan, adalah secara struktur tidak mampu dirangkul seluruhnya oleh institusi keuangan yang ada untuk memperoleh pinjaman pembiayaan usaha. Padahal, dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), UKM dituntut untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya agar dapat bersaing di tingkat regional.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0