spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1703

Beberapa Istilah yang Perlu Diketahui Dalam LTE

0

Sebagai sebuah teknologi terbaru dalam telekomunikasi, meskipun bukan yang paling baru, LTE tak bisa dipungkiri masih memiliki sejuta cerita dibalik kecepatannya. Salah satunya adalah terkait beragam istilah rumit yang datang bersamanya. Di bawah ini, adalah sejumput informasi yang bisa kami sajikan untuk Anda:

Istilah

Deskripsi

3GPP

3rd Generation Partnership Project

3GPP2

3rd Generation Partnership Project 2

ARIB

Association of Radio Industries and Businesses

ATIS

Alliance for Telecommunication Industry Solutions

AWS

Advanced Wireless Services

CAPEX

Capital Expenditure

CCSA

China Communications Standards Association

CDMA

Code Division Multiple Access

CDMA2000

Code Division Multiple Access 2000

DAB

Digital Audio Broadcast

DSL

Digital Subscriber Line

DVB

Digital Video Broadcast

eHSPA

evolved High Speed Packet Access

ETSI

European Telecommunications Standards Institute

FDD

Frequency Division Duplex

FWT

Fixed Wireless Terminal

GSM

Global System for Mobile communication

HSPA

High Speed Packet Access

HSS

Home Subscriber Server

IEEE

Institute of Electrical and Electronics Engineers

IPTV

Internet Protocol Television

LTE

Long Term Evolution

MBMS

Multimedia Broadcast Multicast Service

MIMO

Multiple Input Multiple Output

MME

Mobility Management Entity

NGMN

Next Generation Mobile Networks

OFDM

Orthogonal Frequency Division Multiplexing

OPEX

Operational Expenditure

PAPR

Peak to Average Power Ratio

PCI

Peripheral Component Interconnect

PCRF

Policing and Charging Rules Function

PDSN

Packet Data Serving Node

PS

Packet Switched

QoS

Quality of Service

RAN

Radio Access Network

SAE

System Architecture Evolution

SC-FDMA

Single Carrier Frequency Division Multiple Access

SGSN

Serving GPRS Support Node

TDD

Time Division Duplex

TTA

Telecommunications Technology Association

TTC

Telecommunication Technology Committee

TTI

Transmission Time Interval

UTRA

Universal Terrestrial Radio Access

UTRAN

Universal Terrestrial Radio Access Network

WCDMA

Wideband Code Division Multiple Access

WLAN

Wireless Local Area Network

Hati-hati! Malware Perbankan Canggih Dideteksi Aktif Di Indonesia

0

Telko.id – F5 WebSafe security Solutions baru-baru ini mendeteksi keberadaan sebuah varian terbaru dari malware perbankan canggih, yang menargetkan institusi perbankan di Indonesia. Malware tersebut tidak menyerang institusi keuangan secara langsung, tetapi fokus menargetkan konsumen atau pengguna layanan perbankan melalui internet.

Varian terbaru dari malware canggih yang pertama kali ditemukan oleh F5 Networks ini dinamakan Tinbapore. Tinbapore merupakan varian kelima dari Tinba banking Trojan (alias Tinybanker, Zusy, and HμNT€R$) yang sudah terkenal dengan rekam jejaknya dalam menyerang institusi keuangan di berbagai penjuru dunia dan membuat jutaan hingga miliaran dolar dalam bahaya.

Berdasarkan data dari F5 Global Security Operations Center (SOC) saat ini, Singapura dan Indonesia menjadi target utama dari aktivitas Tinbapore di dunia. Dari keseluruhan serangan yang terjadi, sebanyak 30% dari total keseluruhan aktivitas malware ini terjadi di Singapura, sedangkan 20% menargetkan institusi dan pengguna layanan perbankan melalui internet di Indonesia.

“Tinbapore atau varian terbaru dari Tinba malware ini merupakan malware terbesar yang berhasil dideteksi oleh Security Operation Center (SOC) global kami. Malware ini diklasifikasikan sebagai sebuah aktivitas kriminal yang sangat berbahaya dengan level Severity One / kritis,” ungkap Andre Iswanto, Manager Field System Engineer, F5 Networks dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, baik institusi dan juga pengguna layanan perbankan melalui internet harus lebih berhati-hati dan lebih menaruh perhatian pada jenis malware ini, karena sifatnya yang mengeksploitasi kelengahan pengguna dalam hal keamanan berinternet.

Lalu bagaimana dengan cara kerjanya? Tinbapore serupa namun tidak sama dengan phishing. Phishing mengalihkan pengguna ke sebuah situs baru, namun Tinbapore mampu secara langsung memodifikasi tampilan situs web. Banyak metode yang dapat dilakukan oleh malware ini seperti menambahkan fitur baru – yang akan tampak seperti layanan yang sah – untuk mencuri data pengguna, dan mengubah input data (seperti nomor rekening tujuan transfer uang) di dalam sistem tanpa harus mengubah tampilan data tersebut di layar.

Yang membuat varian terbaru ini lebih berbahaya dari varian lainnya adalah kemampuannya untuk mampu aktif kembali walaupun Command & Control (C&C) server malware tersebut telah ditutup.

“Cara kerja Malware ini sederhana namun fatal akibatnya. Contohnya, ketika pengguna ingin mentransfer sejumlah uang ke suatu rekening tujuan, maka malware ini dapat mengubah nomor rekening tujuan dan memodifikasi tampilan di layar sehingga tampak tidak ada yang berubah. Pada akhirnya, pengguna akan menjalankan proses transfer uang tanpa curiga dan uang pun masuk ke rekening penjahat,” tambah Andre.

Penyebaran Tinbapore dilakukan melalui e-mail spam dan tautan yang mengarahkan pengguna menuju suatu situs web berbahaya. Ketika pengguna mengunjungi situs tersebut, malware Tinbapore akan disuntikan ke dalam sistem dan peramban (browser) web milik pengguna. Malware yang telah disuntikan tersebut hanya akan aktif jika pengguna mengakses layanan internet banking.

Tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh pengguna untuk menanggulangi risiko ini, lanjut Andre, “Hal terpenting yang harus dilakukan oleh pengguna adalah membekali diri mereka dengan berbagai pengetahuan tentang keamanan berinternet. Namun di sisi lain, institusi perbankan-lah yang lebih berperan penting untuk memastikan keamanan pengguna layanan mereka. Mereka harus mengedepankan keamanan pengguna dengan cara bermitra dengan tim-tim intelegensi keamanan internasional yang memiliki pengalaman luas serta pelanggan dari berbagai negara.

Hal ini membuat perusahaan bisa memiliki pengetahuan luas tentang berbagai kejadian dan serangan yang terjadi di negara lain. Pengetahuan ini akan memungkinkan perusahaan untuk bisa mendeteksi ancaman keamanan sedini mungkin, sehingga tim manajemen Risk/Fraud di dalam perusahaan mampu mengambil keputusan yang lebih terinformasi guna memastikan keamanan pengguna layanan mereka,” tutup Andre.

Siapa Bilang Pemindai Sidik Jari Paling Aman? Ini Alasannya

0

Telko.id – Semakin populernya pemindai sidik di jari, dimana hampir semua smartphone flagship kini telah dilengkapi oleh fitur canggih tersebut, mau tidak mau membuat banyak vendor bersaing untuk menghasilkan teknologi terbaik di sektor ini. Mereka mengklaim bahwa sensor biometrik tak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga keamanan perangkat mobile. Tapi apakah itu benar?

Ternyata tidak sepenuhnya. Sebagai permulaan, sensor ini tidaklah sempurna. Pemindai kapasitif model lama sulit untuk mengenali sidik jari yang basah, dan dalam kebanyakan kasus sering kali tidak bekerja pada upaya pertama. Jadi jika tangan Anda berkeringat saat musim panas atau sehabis berolahraga, kemungkinan besar smartphone Anda tidak berfungsi karena tidak mengenali sidik jari Anda.

Bekas luka, goresan dan cacat kulit lainnya juga menurunkan kualitas pemindaian. Selain itu, masih banyak sensor yang belum dapat membedakan  antara jari yang asli dengan jari hasil cetakan – dan ini adalah sebuah celah yang sangat besar dalam hal keamanan.

Beberapa permasalahan ini mungkin dapat terselesaikan ketika Qualcomm meluncurkan sensor ultrasonik, yang menggunakan ultrasound untuk memindai gambar 3D jari Anda. Sensor tidak akan tertipu dengan hasil cetakan dari jari Anda. Selain itu, sensor ultrasonik baru ini akan tetap bekerja bahkan jika jari Anda kotor atau basah. Namun ancaman lain masih tetap ada.

Teknologi baru selalu rentan – dikarenakan mereka masih baru. Tidaklah cukup hanya dengan memuncukan inovasi terbaru lainnya – yang benar adalah teknologi baru seharusnya diimplementasikan dengan cara yang aman, dan tidak semua vendor mampu melakukan hal itu. Kalaupun mereka mampu mengatasi permaslahan ini, mereka pasti tidak akan melakukannya untuk satu versi.

Sebagai informasi, pada Agustus 2015 sebuah cara baru untuk mencuri sidik jari ditemukan – secara jarak jauh dan dalam skala besar.

Selain itu, kebanyakan smartphone memiliki sensor yang tidak terenkripsi, sehingga memungkinkan malware mendapatkan gambar langsung dari pemindai sidik jari. Yang menarik, smartphone Apple ternyata cukup aman, karena mereka mengenkripsi data sidik jari dari pemindai.

Beberapa vendor ada juga yang menggunakan teknologi ARM TrustZone untuk melindungi data pada perangkat mereka. Teknologi ini bekerja dengan gambar sidik jari yang berada pada  “dunia” virtual khusus, yang tidak dapat diakses oleh OS utama. Akibatnya, data penting (seperti sidik jari) tidak dapat bocor dan digunakan oleh aplikasi pihak ketiga. Sayangnya, tergantung pada model implementasi, teknologi ini juga bisa cacat.

Ketika Anda mendengar bahwa sidik jari bukanlah sebuah kata sandi, dan pemilik perangkat tidak bisa berbagi dengan orang lain, lupa atau bahkan akhirnya menunjukkannya kepada orang lain – jangan mudah percaya. Tahun ini, para peneliti menunjukkan betapa mudahnya untuk mencuri sidik jari dari jarak jauh, bahkan tanpa kontak tatap muka. Seseorang dapat melakukannya hanya dengan foto jari korban yang berkualitas. Kamera SLR dengan lensa zoom yang baik atau bahkan sebuah foto majalah yang dicetak dalam resolusi tinggi sudah cukup.

Sebagai informasi, metode yang sama dapat juga digunakan untuk memalsukan iris mata.

Ketika kata sandi Anda bocor, Anda dapat mengubahnya dalam beberapa menit, tetapi Anda harus hidup dengan sidik jari Anda selama sisa hidup Anda. Bagaimana jika mereka dicuri? Inilah sebabnya mengapa Anda tidak harus sepenuhnya percaya janji-janji pemasaran dari para vendor populer. Jika Anda memiliki smartphone dengan sensor sidik jari built-in, kami sarankan Anda untuk mengikuti tiga aturan sederhana berikut ini.

  1. Meskipun dengan janji-janji dari para vendor bahwa perangkat Anda aman, jangan pernah menggunakan pemindai sidik jari untuk melakukan otentikasi ke PayPal dan jasa keuangan lainnya. Ini tidak aman. Saat ini mungkin saja smartphone berada di tangan Anda, namun siapa tahu di kemudian hari smartphone Anda dicuri. Seorang pencuri dapat dengan mudah menyalin sidik jari Anda langsung dari permukaan smartphone dan menggunakannya untuk membeli sesuatu.
  2. Biasanya orang memilih jari telunjuk atau ibu jari sebagai login biometrik mereka dengan alasan kenyamanan, tapi tidak benar, karena kedua jari ini adalah jari yang paling sering kita gunakan dengan smartphone. Itulah mengapa sangat mungkin untuk menemukan cetak utuh kedua jari ini padasmartphone apapun dan membuat salinan palsu untuk menerobos perlindungan pada perangkat Anda – terutama dengan ada banyaknya manual untuk melakukan hal seperti ini di Internet. Jadi lebih baik untuk menggunakan jari kelingking atau jari manis pada tangan kiri untuk pengguna tangan kanan dan sebaliknya untuk pengguna tangan kiri / kidal.
  3. Sebuah pemindai sidik jari tidak cukup untuk melindungi data pribadi Anda. Jika Anda peduli tentang privasi, pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi khusus. Sebagai contoh, Kaspersy Internet Security for Android yang memiliki fungsi Anti-theft and Personal Contacts di dalamnya. Kedua fungsi ini dapat membantu Anda melacak telepon yang dicuri, dari jarak jauh Anda dapat menghapus semua data dari perangkat atau menyembunyikan riwayat pesan teks dan daftar kontak dari para pencuri.

Secara umum, pemindai sidik jari merupakan inovasi besar, yang lebih banyak kegunaannya, daripada bahayanya. Tetapi jangan juga terlalu bergantung dengan hal itu – menggunakan teknologi baru dengan bijaksana dan tidak mengabaikan kata sandi, otentikasi dua faktor serta langkah-langkah keamanan lainnya.

TeliaSonera dan Ericsson Janjikan 5G di Tahun 2018

0

Telko.id – TeliaSonera dan Ericsson bermitra untuk mengembangkan teknologi 5G dengan tujuan meluncurkan jaringan generasi kelima ini pada tahun 2018 mendatang. Tahun tersebut sepertinya menjadi tahun favorit para operator di dunia untuk menyelenggatakan layanan 5G mereka. Sebagai informasi, tahun 2020 digadang-gadang menjadi awal diluncurkannya jaringan 5G secara resmi di seluruh dunia dan banyak operator yang ingin meluncurkan jaringan internet generasi kelima ini dua tahun sebelum 2020.

Dilansir dari Mobile World Live(22/1), TeliaSonera mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka bertujuan untuk memungkinkan pelanggan TeliaSonera di Stockholm dan Tallinn memperoleh layanan 5G dua tahun dari sekarang.

Perusahaan menambahkan bahwa kolaborasi mereka didasarkan pada pemahaman umum dari pasar dan kebutuhan pelanggan, dan mereka akan mengembangkan kasus penggunaan 5G dan skenario layanan. Hal tersebut termasuk komunikasi dan jasa IOT untuk membuka peluang bisnis baru.

ericsson5g

Sementara itu, standar 5G sampai dengan saat ini pun belum didefinisikan, namun, proyek peluncuran pada tahun  2018 mendapatkan banyak pujian dan banyak pihak yang menganggap bahwa TelaSonera memiliki niat yang besar untuk melakukan hal tersebut.

Seperti diketahui bersama, sepanjang tahun 2015, sejumlah pemain Asia dan Eropa berbicara atas kepentingan mereka di 5G, dengan banyak perusahaan yang menyebut tahun 2020 sebagai target yang realistis untuk meluncurkan jaringan ini.

Sementara itu, Verizon saat ini memimpin jalan di AS, dengan rencana meluncurkan uji coba lapangan untuk 5G di seluruh negeri tahun ini, sementara saingan mereka seperti AT & T tetap setia pada rencana awal mereka.

Johan Dennelind, Presiden dan CEO di TeliaSonera, menjelaskan alasan mereka untuk membawa layanan 5G ke Stockholm dan Tallinn untuk wilayah pertama. Ia menyebut bahwa dua kota tersebut adalah kota yang paling terhubung di seluruh dunia.

“Mereka (Stokholm dan Tallinn) adalah dua kota yang paling terhubung di dunia dan kami akan membawa mereka ke tingkat berikutnya,5G akan menciptakan inovasi yang benar-benar baru, ekosistem dan jasa yang terbaik bagi pelanggan dan saya tidak sabar untuk melihat bagaimana Stockholm dan Tallinn akan merangkul jaringan 5G untuk pertama kalinya,” ucapnya.

Sementara itu, pihak Ericsson mengatakan aplikasi 5G termasuk e-health dengan pengawasan pasien secara realtime dan aplikasi lain yang tersedia di 5G adalah connected cars, dengan kinerja yang lebih baik dalam hal cakupan kapasitas dan konsumsi daya.

Kerjasama antara TeliaSonera dan Ericsson bukanlah sejatinya bukan menjadi kerjasama yang pertama antara kedua perusahaan. Ericsson juga membantu TeliaSonera untuk menyelenggarakan layanan 4G dan alasan itulah yang menjadikan Ericsson kembali terpilih untuk proyek jaringan ini.

“Bersama-sama dengan TeliaSonera, kami meluncurkan jaringan 4G komersial pertama pada tahun 2009 dan kami akan berada di garis depan 5G.”Ucap Presiden dan CEO Ericsson.

Menurut laporan mobilitas terbaru, Ericsson memprediksi akan ada 150 juta pelanggan 5G di tahun 2021 dan penunjukan peluncuran pada tahun 2018 setidaknya dapat mempersiapkan TeliaSonera untuk membangun ekosistem 5G.

Akhirnya Kominfo Umumkan Pemenang Proyek Palapa Ring

0

Telko.id – kementrian Komunikasi dan Informtika (KOMINFO) akhirnya mengumumkan pemenang dari proyek Palapa Ring pada Jumat(22/1). Melalui Keterangat pers yang diterima oleh tim Telko.id, Kominfo setidaknya menyampakan bebrapa hal terkait dengan proyek Palapa Ring. Sekedar Informasi, Proyek Palapa Ring adalah proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.

Sementara untuk Ruang lingkup Proyek Palapa Ring adalah sebagai berikut:

  1. Melayani daerah non-financially feasible (tidak layak secara bisnis/keuangan);
  2. Pemerintah berperan menyediakan penjaminan;
  3. Distruktur sebagai PPP/Kerjasama Pemerintah Badan Usaha; dan
  4. Merupakan proyek PPP pertama di sektor telekomunikasi.

Proyek Palapa Ring akan melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia dan terbagi menjadi tiga paket wilayah yakni, Wilayah Barat, Tengah dan Timur. Untuk pemenang paket wilayah barat, dimenangkan oleh konsorsium Moratel – Triasmitra dengan komposisi Moratel memegang 90% dan 10% untuk Trasmitra. Proyek paket barat ini diperkirakan akan menghaiskan biaya sekiar US$ 40,39 Juta. Untuk target penyelesaian proyek ini, pemerintah menargetkan pada akhir ahun 2018 dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2019.

Sementara Untuk Paket Tengah, tender ini dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima. Dengan Presentase sebagai berikut : PT LEN (51 %), PT. Teknologi Riset Global Investama (34 %), PT. Sufia Technologies (5%), PT. Bina Nusantara Perkasa (5%) dan PT Multi Kontro Nusantara (5%). Paket Tengah akan meliputi 17 kabupaten atau kota di Indonesia bagian Barat yang akan terhubung dengan serat optik di darat dan laut sepanjang 1.676 KM. Estimasi biaya untuk pembangunan Paket Tengah ini akan mencapai US$47,08 juta

Paket Timur akan meliputi 35 kabupaten atau kota di wilayah timur sepanjang 5.681 KM di laut dan darat. Estimasi biaya untuk Paket Timur ini sebesar US$143,18 juta. Peserta tender untuk Paket Timur ini adalah PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima—PT Hitachi High Technologies Indonesia—PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Telkom dan Huawei. Namun, sangat disayangkan pengummuman pemenang tender Paket Timur ditunda dan perlu dilakukan penyiapan ulang karena kompleksitas profil medan di wilayah Timur.

Tahun Lalu, China Mobile Sukses Kantongi 312 Juta Pengguna 4G

0

Telko.id – China Mobile benar-benar mendorong kecepatan pertumbuhan 4G mereka pada akhir tahun lalu. Hal tersebut tergambar dari menambahnya 45 juta sambungan 4G pada bulan November dan Desember, sehingga total pengguna 4G mereka mencapai 312 juta user.

Dilansir dari Mobile World Live, Jumat (22/1), operator yang memiliki pangsa pasar mobile sebesar 63 persen di China ini juga merupakan operator 4G terbesar di dunia. Hal tersebut dilihat dari lonjakan basis pengguna 4G mereka, yakni sebesar 222 juta pengguna di tahun lalu.

Sekedar informasi, selama sepuluh bulan pertama di tahun 2015, penambahan rata-rata pengguna China Mobile mencapai 17,7 juta koneksi 4G per bulan, dengan tingkat kenaikan menjadi 22,5 juta pada bulan November dan Desember.

Total koneksi China Mobile juga meningkat dari 19 juta menjadi 826 juta koneksi pada akhir tahun. Sementara terjadi penurunan pada pelanggan 3G dari 246 juta menjadi 167 juta selama 12 bulan terakhir. Hasil ini secara tidak langsung membuktikan kesuksesan program migrasi pengguna 3G ke 4G perusahaan tahun lalu.

Sementara rival mereka, China Telecom menambahkan sekitar 12,3 juta sambungan baru pada tahun 2015, dengan total sambungan menjadi 198 juta. Operator terbesar ketiga di China ini memiliki pangsa pasar sebesar 15 persen, dengan menggabungkan pengguna 3G dan 4G ke dalam angka agregat. Namun, menurut GSMA Intelijen, pada Desember tahun lalu koneksi 4G mereka mencapai 55 juta user.

Pemain Nomor dua di negeri Tirai Bambu, China Unicom mengalami penurunan basis pengguna selama 11 bulan berturut-turut dan hanya memiliki jumlah pengguna sekitar 286 juta pengguna. Mereka telah kehilangan sepuluh juta sambungan sejak akhir 2014 dan hanya memiliki 17 juta koneksi 4G pada akhir 2015, menurut GSMA Intelligence.

Berbicara mengenai aliansi antara China Unicom dan China Telecom, China Mobile mengaku aliansi ini tidak menjadi ancaman dan belum bisa memperkecil kesenjangan dengan China Mobile. [ak/if]

Terjun ke Layanan Pesan Antar, Uber Kenalkan UberEats

0

Telko.id – Perusahaan teknologi Uber akan segera meluncurkan sebuah aplikasi baru untuk layanan pesan antar makanan mereka pada akhir Maret dengan nama UberEats. Menurut laporan Wall Street Journal, layanan UberEats baru akan tersedia untuk 10 kota di Amerika Serikat, seperti New York, Los Angeles dan Chicago.

UberEats yang saat ini masih menjadi salah satu fitur di aplikasi Uber, awalnya hanya memberikan layanan pengiriman untuk makan siang saja, namun saat ini durasi mereka akan diperpanjang. Aplikasi ini telah tersedia selama lebih dari satu bulan di Toronto antara jam 10:00 pagi hingga 10:00 malam dimana Uber bermitra dengan 100 restoran di sana.

Biaya pengiriman akan bervariasi tergantung pada kota, namun perkiraan harga standar berada pada kisaran $ 5. Perusahaan juga akan menarik pungutan biaya dari restoran untuk setiap pemesanan. Uber masih akan menawarkan layanan makan siang untuk pengiriman di bawah 10 menit, yang mereka namai Instant Delivery.

Dilansir dari Mobile World Live, Jumat (22/1), dalam beberapa tahun terakhir Uber telah memiliki hasil yang beragam ketika mencoba bermain di logistik lokal, mulai dari mengangkut segala sesuatu seperti pakaian desainer di New York hingga mengantar pasta gigi di Washington DC.

Sekedar informasi, beberapa startup di Amerika Serikat yang menawarkan layanan serupa seperti Postmates dan DoorDash tentunya juga berpeluang menjadi pesaing dari Uber.

Sebelumnya Sidecar Technologies juga membuat aplikasi serupa untuk mencoba peruntungan di pengiriman makanan dan paket selama setahun terakhir, namun sayangnya mereka gagal dan menjual asetnya ke General Motors.

Dalam sebuah posting blog, co-founder dan CEO Sidecar, Sunil Paul menyalahkan Uber, Ia mengatakan, “kami tidak dapat bersaing dengan Uber, perusahaan yang memiliki lebih banyak modal dari yang lain dalam sejarah dan terkenal dengan perilaku anti-kompetitif.”

Pekan lalu, Uber meluncurkan fitur untuk pengembangan yang disebut Uber Trip Experience, yang nantinya akan menghubungkan penumpang dengan aplikasi favorit mereka pada awal perjalanan ketika mereka mungkin memiliki waktu luang. [ak/if]

RedHat Hadirkan “Kuliah” Online Bagi Para Pelanggan Di Asia Pasifik

0

Telko.id – Red Hat, sebagai penyedia solusi open source, belum lama ini mengumumkan peluncuran Program Pelatihan Virtual untuk Kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut bertujuan guna membantu menghadirkan solusi pelatihan online dan kursus secara real-time mengenai teknologi Red Hat bagi para pelanggan, mitra, dan profesional TI.

Tujuan dari inisiatif baru ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat akses terhadap pelatihan teknologi open source Red Hat, sehingga membantu mengatasi kendala jarak akibat pelatihan yang dipusatkan di satu lokasi dan melatih lebih banyak orang mengenai teknologi Red Hat, serta mempersiapkan para peserta untuk memenuhi persyaratan sertifikasi Red Hat.

Para pengguna dapat memilih di antara beragam jenis kursus jarak jauh yang berkaitan dengan produk dan solusi Red Hat untuk manajemen sistem operasi, administrasi, integrasi aplikasi, maksimalisasi, virtualisasi, pengembangan cloud hybrid, dan lain-lain.

Kursus-kursus tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Inggris untuk Australia, Selandia Baru, serta wilayah Asean (termasuk Indonesia), Hong Kong dan India. Tahun depan, program pelatihan virtual ini rencananya juga akan tersedia dalam bahasa Jepang, Korea dan China untuk pasar Jepang, Korea dan Tiongkok.

Untuk mengakses pelatihan virtual tersebut, peserta hanya perlu menginstal satu program pada komputer mereka. Setelah menyelesaikan kursus, peserta tersebut dapat mengunjungi kantor mitra pelatihan Red Hat yang berwenang di negara mereka untuk mengikuti ujian sertifikasi Red Hat.

Nantinya, Red Hat juga menawarkan alat uji kompatibilitas secara online, sehingga peserta dapat menguji sistem mereka untuk memastikan sistem dan akses internet mereka memenuhi persyaratan. Dengan demikian, mereka dapat merasakan pengalaman yang memuaskan dalam sesi belajar di kelas dan laboratorium.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Red Hat menawarkan diskon khusus sebesar 25% pada peluncuran program ini untuk Australia, Selandia Baru, wilayah Asean, Hong Kong dan India bagi semua peserta yang mengikuti pelatihan virtual Red Hat dari bulan Desember 2015 hingga Februari 2016 mendatang.

Trend Mobile Data di Gedung Bakal Meningkat Hingga 600% di 2020

Telko.id – Trafik mobile data saat ini mulai banyak dilakukan dalam ruangan. Bukan hanya di luar ruang saja. Fenomena ini ke depan akan semakin meningkat lagi. Bahkan pada 2015 lalu, trafik WiFi dari perangkat mobile meningkat terus melalui jaringan 4G. Namun, pada 2018, trafik data via WiFi akan melebih Itu trafik gabungan seluler 2G, 3G dan 4G. Itu sebabnya, teknologi WiFi menjadi penting untuk dapat mengakomodir kebutuhan tersebut.

Pada penelitian ABI Research, adopsi 4G dan WiFi akan mendorong trafik di bangunan menjadi 53 exabyte per bulan pada tahun 2020. “Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh operator jaringan Mobile, penyedia host netral, bangunan, perusahaan dan tempat pemilik. Baik melalui jaringan 4G maupun WiFi,” kata Nick Marshall, Direktur Riset di ABI Research.

Marshall juga menjelaskan bahwa trafik konten Video akan melesat, melebihi semua jenis konten lain. Proyeksinya, bisa tumbuh hingga sepukuh kali lipat antara tahun 2015 hingga 2020 nanti. Lokasi yang diperkirakan trafiknya tinggi adalah di gedung perkantoran dan komersial, tempat olahraga, transportasi dan kesehatan. Kemudian diikuti pada posisi ke dua adalah pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Laporan tersebut menunjukan bahwa kawasan Asia Pasifik akan terus mengkonsumsi data secara wireless. Setidaknya, setengah dari konsumsi dunia. Wilayah ini menjadi populasi kedua terbesar dan paling agresif membangun jaringan WiFi dan 4G.

“Dengan kondisi 80% trafik data berasal dari dalam ruangan, maka distribusi system antenna harus bisa mengakomodir trafik data yang berasal dari mobile dan WiFi,” ujar Marshall menjelaskan. Perusahaan yang bermain di DAS atau Distributed Antenna System serta vendor peralatan mobile akan diuntungkan dengan adanya ledakan trafik data ini.

Di Amerika Utara sudah menunjukan bahwa belanja DAS terus meningkat. Diikuti oleh wilayah Asia-Pasific dan kemudian Eropa. Perusahaan yang memimpin DAS ini termasuk Alcatel-Lucent, Cobham, Cisco, CommScope, Corning, Dali Wireless, Ericsson, JMA Wireless, Nokia Networks, Wireless Telecom Group dan Zinwave. Perusahaan tersebut, maupun perusahaan lainnya akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan DAS ini. Termasuk juga para mobile operator yang akan memenuhi lonjakan trafik tersebut. (Icha)

Netflix Blokir Konten AS di Australia

0

Telko.id – Kehadiran Netflix di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia, tampaknya tak pernah benar-benar berjalan mulus seperti yang diinginkan. Jika di Indonesia layanan ini sempat dirumorkan akan diblokir, di Australia polemik yang membayanginya lain lagi. Netflix tampaknya dibuat pusing oleh permasalahan konten.

Menurut laporan Engadget, Jumat (22/1), Netflix mengatakan akan menjatuhkan palu pada orang yang menggunakan VPN (atau cara lain yang sejenis) untuk mengakses konten di luar lokasi geografis. Dan hari ini, raksasa streaming itu tampaknya tidak ingin membuang-buang waktu. Menurut uFlix, layanan berbayar yang memungkinkan siapa saja di Australia mengubah pengaturan alamat IP dan DNS mereka untuk tujuan hiburan, Netflix telah mulai memblokir pelanggan dari melihat video yang hanya ditujukan untuk AS.

“Anda tampaknya menggunakan unblocker atau proxy. Harap matikan salah satu layanan ini dan coba lagi,” kata Netflix kepada beberapa pelanggan Australia.

Namun, blokade ini tampaknya hanya akan mempengaruhi beberapa pengguna saja saat ini, uFlix mengatakan dalam sebuah posting blog, mencatat bahwa mereka mengharapkan jumlah ini meningkat dalam waktu dekat.

“Kami sedang mencari solusi untuk menemukan cara-cara baru dan meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada mereka yang saat ini hanya mendapatkan Netflix Australia,” tambah uFlix.

Saat ini, blokade tersebut mungkin hanya terjadi di Australia, namun tidak menutup kemungkinan Netflix juga akan turut memperluas praktek ini ke tempat lain. Indonesia, mungikn?