spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1687

Ini Tanggapan Lenovo soal VoLTE

0

Telko.id – Seperti pada bahasan sebelumnya, layanan voice over LTE atau VoLTE merupakan salah satu fitur utama yang dihadirkan oleh jaringan 4G. Di negara-negara maju seperti di India dan Amerika Serikat, layanan voice berbasis jaringan 4G ini tengah bahkan telah diimplementasikan. Di Indonesia sendiri, barulah Smartfren yang paling berani menghadirkan layanan ini, walaupun belum secara komersial tentunya.

Berbicara mengenai VoLTE, perlu juga adany handset yang mendukun teknologi ini. Walaupun syarat utama dari handset tersebut adalah mampu berjalan di jaringan 4G, namun tentunya pihak vendor masih perlu untuk setidaknya melakukan update firmware terhadap handset tersebut.

Salah satu vendor yang sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikn handset 4G mereka yait Lenovo, memberikan sedikit pandangn mereka mengenai layanan yang menawarkan kualitas suara HD ini.

Anvid Erdian, 4P Manager Lenovo Indonesia mengungkapkan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren mampu menudukung layanan VoLTE. “Waktu itu pak Sukoco bilang Lenovo A6010 bisa VoLTE, dan sekarang memang sedang dalam tahap proses testing, secara chipset nya sudah support voLTE dan sekarang yang sedang di lakukan test adalah parameter-parameter VoLTE,” ucapnya disela-sela kegiatan sponshorship Lenovo untuk film AADC 2.

Nantinya, para pengguna yang ingin menggunakan layanan VoLTE dari Smartphone A6010 bisa mengunduh update firmware. Hanya saja saat ini belum diberikan oleh pihak Lenovo. Sekedar informasi, saat ini belum ada handset Lenovo yang sudah mendukung VOLTE, namun kedepannya Anvid menyebut akan ada Handset Lenovo yang langsung mendukung VoLTE, mengingat para operator 4G akan meluncurkan layanan VoLTE.

“Hanya saja tidak semua operator meluncurkan VoLTE secara bersamaan, jadi kami juga akan meluncurkan update tersebut secara bertahap,” tuturnya.

Disinggung Mengenai kerjasama lagi dengan Smartfren, Anvid menjawab,”tunggu aja lah,” Namun, Ia mengungkapkan ingin kerjasama dengan semua operator 4G karena perangkat yang mereka tawarkan adalah perangkat 4G. Berbicara mengenai perangkat 4G Lenovo yang ada di pasaran saat ini, Anvid menjawab secara chipset beberapa sudah mendukung namun mereka belum menyediakan update firmware.

“Di dalam VoLTE itu kan terdapat banyak parameter dan itu semua harus di test, karena VoLTE itu kan ada video call, conference call dan itu semua harus dilakukan test sehingga butuh waktu untuk melakukan itu semua,” ucapnya lagi.

Mengenai kemungkinan bisa digunakan, Anvid mengatakan bahwa Smartphone 4G di pasaran saat ini sebenarnya belum bisa digunakan untuk layanan VoLTE, namun Ia menyebut bahwa chipset yang ada di dalamnya sudah mendukung layanan tersebut.

Disinggug mengenai kapan Lenovo akan melakukan update firmware pada smartphone 4G mereka yang ada di pasaran, Anvid menjawab denga aksen khasnya “tunggu aja lah”. Nampaknya mereka belum mau memberikan kapan waktu yang tepat untk melakukan update firmware, namun sekali lagi Ia menjelasskan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren sudah dalam tahap testing, mengingat Smartfren akan meluncurkan layanan VoLTE secepatnya.

Sekedar Informasi, untuk Lenovo A6010 sejatinya sudah bisa dignakan untuk layanan VoLTE, mereka bekerjasama dengaan salah satu operator terbesar di India yakni Reliance Jio untuk sama – sama menghadirkan layanan VoLTE bagi masyarakat India.

Minim Investasi, Indosat Ooredoo Tetap Berikan Layanan 1 Gbps

0

Telko.id – Anda ingin semakin akrab dengan keluarga? Mungkin dengan berlangganan akses internet hingga 1 GBps, bisa lebih akrab lagi karena memungkinkan untuk nonton film box office terbaru bersama di ruang keluarga. Untuk itu, Anda bisa menggunakan GIG dari Indosat Ooredoo yang baru saja diluncurkan. GIG ini adalah layanan Giga Speed Home Internet. Memang, ada beberapa provider lain yang juga sudah memberikan layanan yang mirip, hanya saja, yang memberikan belum sampai 1 GBps.

Dengan berlangganan GIG, pelanggan akan mendapatkan manfaat dari koneksi full fiber optic tanpa batas, dapat diandalkan, dan koneksi internet yang stabil mulai dari 15MBps hingga 1GBps untuk meningkatkan pengalaman digital yang lebih baik.

“Ini merupakan kelanjutan dari semangat baru kami dalam membangun Indonesia Digital Nation. Dengan hadirnya GIG, kami ingin memberikan akses yang lebih baik dan lebih banyak di tempat tinggal sehingga para anggota keluarga tetap terhubung dengan dunia digital dan menikmati semua hiburan digital bersama-sama. Kami memahami bahwa semua perjalanan berawal dari rumah,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli. “Itulah mengapa, GIG dapat menjadi solusi terpadu dan mengubah gaya hidup pelanggan menjadi lebih digital di tempat tinggalnya.”

GIG sendiri adalah merek yang dimiliki oleh Indosat Ooredoo, demikian juga dengan jaringannya yang dipakai. Yang merupakan ‘perkawinan’ dari network mobile yang sudah dimiliki oleh provider ini ditambah dengan jaringan Fiber Optic nya. Sedangkan layanan nya ini sendiri sudah sejak kuartal 2 tahun lalu sudah dipasarkan oleh IndosatM2. “Saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan layanan ini sudah mencapai 100 ribu,” ujar Prashant Gokarn, Chief New Business and Innovation Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

‘Dengan ‘perkawinan’ jaringan ini, maka agak sulit jika kami ditanya tentang investasinya,” ujar Alexander menjelaskan. Selanjutnya, Alex juga menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memaksimalkan jaringan sudah ada dan tinggal disambungkan ke apartemen, atau area residensial. Artinya, investasi yang dikeluarkan bukan dalam bagian CAPEX saja, tetapi ada OPEX juga. Sayang, Alex tidak mau terbuka untuk masalah ini.

Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh Telko.id, Indosat Ooredo untuk meluncurkan layanan ini minim sekali investasinya. Pertama karena menggunakan jaringan yang sudah ada, ke dua, untuk masuk ke apartemen, tinggal ‘colok’ saja, karena biasanya, apartemen sudah memiliki akses di dalam gedung. Sedangkan untuk perluasan dari layanan ini, IndosatM2 baru akan mengajukan investasi di tahun 2016 ini. Besarannya seperti apa, masih belum diungkapan.

Bahkan untuk promosi pun, Indosat Ooredoo menggandeng Google. Memang, dengan kerjasama dengan Google maka benefit yang diberikan oleh GIG ini juga bertambah karena setiap berlangganan layanan ini, pelanggan akan diberikan Google Chromecast, Chromebooks, dan Drive.

“Ini pertama kalinya Google merilis Chromecast di Indonesia, hasil kerja sama dengan Indosat. Produk ini sangat populer di negara lain, sudah terjual lebih dari 20 juta unit, dan kami percaya produk ini juga akan sukses di Indonesia,” ujar Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia menjelaskan.

Dengan berlangganan GIG, para pelanggan akan mendapatkan paket internet dengan Google Chromecast dan 50GB dari penyimpanan Google Drive tanpa biaya tambahan. Sebagai tambahan untuk Chromecast dan Google Drive, Google Chromebooks juga tersedia dengan beberapa paket bundling. Sekarang ini, produk bundling tersebut hanya tersedia dengan berlangganan GIG di Indonesia. Tarif yang dipatok untuk layanan internet broadband ini berkisar dari Rp 250 ribu sampai Rp 5,5 juta.

Selama sembilan bulan terakhir, peminat GIG sudah cukup banyak terutama untuk area high residential seperti apartemen di Jabodetabek dan Bandung. Tahun ini, GIG juga akan memperluas pasarnya ke kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makasar, Balikpapan, dan Bali baik di high residential seperti apartemen dan kawasan komplek perumahan (landed house). “Kami akan menambah cakupan di 10 sampai 12 kota tahun 2016 ini,” ujar Arpad Istvan Kiraly Commercial and Business Director IM2 menjelaskan. (Icha)

Alasan Pentingnya VoLTE Segera Diimplementasi di Indonesia

0

Telko.id – Layanan Suara berbasis 4G LTE dirasa perlu segera diimplementasikan di Indonesia. Pasalnya, banyak operator di beberapa negara maju yang tengh atau bahkan sudah mendeploy layanan ini. Seperti diketahui, VoLTE atau Voice over LTE merupakan sebuah layanan voice berbasis data dan berjalan di jaringan 4G LTE. Layanan ini juga memanfaatkan skema paket switching yang tentunya tidak akan menurunkan signal 4G pengguna ketika sedang melakukan panggilan voice. Hal ini tentunya berbeeda dengan skema panggilan lawas yang masih memanfaatkan circuit switching yang menyebabkan signal 4G pengguna harus turun ke 3G atau bahkan 2G ketika sedang melakukan panggilan voice.

Hadirnya layanan VoLTE di Indonesia juga akan semakin mempermudah para operator dalam melakukan perawatan dari infrastruktur mereka. Seperti diketahui, saat ini para operator setidaknya minimal perlu me maintance dua teknologi yakni 2G dan 4G, dengana catatan BTS 3G para operator sudah di switch pindah ke teknologi 4G.

Dengan hanya me maintance satu infrastruktur untuk semua layanan mereka, yakni voice dan data, tentunya para operator akan lebih efisien dalam hal perawatan. Penyebaran jaringan 4G pun saat ini sudah semakin meluas di Indonesia. Disinggung mengenai hal ini, Roberto Saputra, Direktur Smartfren membenarkan adanya kemungkinan hal ini. “Dengan hanya melakukan maintanance pada 4G saja, tentunya kami akan lebih efisien dalam hal perawatan,” ucapnya kepada tim Telko.id (17/2).

Namun, Ia juga menjelaskan bahwa saat ini mereka belum akan melakukan subtitusi terhadap teknologi 3G yang mereka miliki, Ia mengungkapkan bahwa masih banyak revenue Smartfren yang berasal dari jaringan EVDO mereka.

Sekedar informasi, Smartfren adalah operator 4G pertama di Indonesia yang akan meluncurkan layanan VoLTE dalam waktu dekat ini.

Alasan lain perlunya pengimplementasian VoLTE di Indonesia adalah dari segi kualitas, seperti diketahui layanan VoLTE menjanjikan kualitas suara yang Full HD, dengan menghilangkan berbagai macam noise yang timbul ketika melakukan panggilan telepon. Tidak seperti panggilan voice konvensional, layanan VoLTE juga dapat menghadirkan fitur video call dengan set up yang sederhana. Pengguna juga tidak perlu khawatir dengan kuota data mereka yang terkuras, karena operator akan membebani pengguna dengan tarif pulsa biasa.

Pengguna juga tidak perlu khawatir ketika sedang melakukan pengunduhan data ketika sedang ada panggilan masuk. Pasalnya, pengguna masih bisa menerima panggilan melalui VoLTE tanpa khawatir kecepatan download mereka turun atau bahkan konektifitas internet mereka terputus, seperti halnya yang terjadi pada panggilan konvensional.

Pengguna juga dapat melakukan set up panggilan dengan lebih cepat. Tercatat, ketika Tim Telko.id melakukan pengujian VoLTE milik Smartfren, kami hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 detik untuk set up panggilan.

Di negara maju lainnya seperti India, pengimplementasian VoLTE sudah bukan isapan jempol belaka. Pasalnya pada Kamis(11/2), regulator telekomunikasi mereka telah merekomendasikan amandemen yang cocok di lisensi telekomunikasi untuk membuka jalan bagi sistem interkoneksi yang terjadi pada IP atau tingkat protokol internet antar operator berlisensi.

Namun, di Indonesia sendiri belum diberlakukan satuan tarif interkoneksi untuk layanan VoLTE. Hal ini menjadi hambatan sekaligus tantang bagi para operator untuk merealisasikan layanan VoLTE di masyarakat Indonesia.

Diharapkan, dengan Smartfren yang sudah berani meluncurkan layanan ini, akan ada keberanian dari operator lain untuk segera mengkomersialisasikan layanan VoLTE di Indonesia, serta akan banyak juga handset yang mendukung layanan ini dengan harga yang terjangkau dan sesegera mungkin di buat peraturan tarif interkoneksi.

Samsung dan Qualcomm Berkolaborasi untuk LTE-U

0

Telko.id – Raksasa elektronik Samsung telah mengumumkan kerjasamanya dengan pemimpin pasar chip mobile, Qualcomm untuk mengembangkan small cell atau sel-sel kecil yang dirancang untuk meningkatkan LTE melalui spektrum tak berlisensi (LTE-U).

Qualcomm telah lama menjadi juara dalam LTE-U, yang menggunakan pita spektrum tak berlisensi, termasuk yang saat ini digunakan oleh wifi, untuk menambah sinyal LTE. Ini telah menjadi isu berkelanjutan, terutama di Amerika Serikat, di mana sejumlah pihak yang berkepentingan telah menyatakan keprihatinannya tentang sinyal wifi yang terdegradasi oleh teknologi ini.

Produk utama dalam kemitraan ini adalah sel Samsung LTE-U eFemto, yang menggabungkan chipset Qualcomm FSM9955. Teknologi kunci dalam sel kecil ini adalah enhanced Carrier Sensing Adaptive Transmission (eCSAT), yang dirancang untuk mengatasi masalah gangguan wifi ini.

“Kami sangat senang bekerjasama dengan pemimpin industri seperti Samsung dalam mempercepat inovasi sel kecil dan memperluas manfaat dari LTE untuk spektrum tak berlisensi,” kata Neville Meijers, VP Bussines Development di Qualcomm. “Memanfaatkan kedua band spektrum berlisensi dan tidak berlisensi secara memadai sangat penting untuk memenuhi permintaan data dan memberikan pengguna akhir dengan pengalaman mobile terbaik.”

“Kami bangga untuk membawa teknologi inovatif LTE-U ini ke portofolio sel kecil kami,” kata Kiho Cho, VP sistem jaringan desain laboratorium di Samsung Electronics.

Ia menambahkan, oerator dan perusahaan memerlukan kombinasi teknologi mutakhir dan keterjangkauan untuk memenuhi tingginya permintaan akan data, baik hari ini dengan 4G dan seterusnya. Sel Samsung LTE-U eFemto akan menguntungkan pengguna akhir dengan memungkinkan komunikasi data yang lebih cepat, dengan mobilitas mulus dan kinerja yang handal, dan meminimalkan gangguan dengan wifi. ”

Selain Samsung, dalam berita jelang MWC lainnya Qualcomm juga mengumumkan penambahan tiga mitra ODM baru, yakni Borqs, Compal dan Infomark. Ketiganya digandeng untuk membuat desain referensi berdasarkan pada platform Snapdragon Wear-nya.

Apple Tolak Permintaan FBI untuk akses ‘backdoor’

0

Telko.id – Apple masih terus berjuang untuk melindungi data penggunanya. Hal itu dibuktikan perusahaan dengan kembali menolak permintaan pemerintah AS untuk memberikan akses backdoor terkait penyelidikan terorisme. Kasus ini menyangkut serangan di San Bernardino, California yang terjadi Desember 2015 silam.

CEO Apple Tim Cook mengatakan dalam sebuah posting di website perusahaan bahwa Apple telah bekerja sama dengan FBI untuk kasus ini, dengan memberikan data yang diminta, sesuai dengan surat perintah dan panggilan dari pengadilan dan mengerahkan insinyurnya untuk membantu menyelidiki perangkat mobile yang mungkin digunakan oleh tersangka. Namun, perusahaan menolak permintaan FBI untuk membuat versi baru dari sistem operasi iPhone yang akan menghindari beberapa fitur keamanan penting. Ini akan dipasang pada iPhone yang ditemukan selama penyelidikan dalam upaya memulihkan informasi lebih lanjut.

Cook mengatakan, seperti dilansir Telecompaper, Kamis (18/2), akses ‘backdoor’ seperti itu kini sudah tidak ada, dan perusahaan khawatir bahwa kalaupun itu dibuat, perangkat lunak tersebut bisa jatuh ke tangan yang salah. Keberadaan kode sandi tersebut pada sistem enkripsi iOS akan mengekspos semua pelanggan Apple dan berpotensi pada risiko keamanan serta invasi privasi.

Implikasi dari permintaan FBI sendiri, yang didasarkan pada surat perintah Undang-Undang tahun 1789, bisa berdampak buruk bagi Apple secara bisnis.

“Jika pemerintah dapat menggunakan Undang-Undang untuk memudahkan dalam membuka iPhone Anda, itu akan memiliki kekuatan untuk mencapai ke perangkat siapa pun untuk mengambil data mereka,” katanya. “Pemerintah bisa memperpanjang pelanggaran privasi ini dan meminta Apple membuat perangkat lunak mata-mata untuk mencegat pesan Anda, mengakses catatan kesehatan Anda atau data keuangan, melacak lokasi Anda, atau bahkan mengakses mikrofon ponsel atau kamera tanpa sepengetahuan Anda.”

Cook menambahkan bahwa Apple tidak menentang perintah FBI, tetapi merasa harus angkat bicara dalam menghadapi apa yang dinilainya melampaui batas. Pernyataan CEO Apple ini hadir menyusul perintah dari pengadilan federal di California 16 Februari dimana perusahaan diharuskan untuk memberikan bantuan teknis kepada FBI dalam kasus tersebut. Bantuan tersebut mencakup pembukaan kode PIN pada iPhone, yang mengunci perangkat secara otomatis setelah beberapa upaya penggunaan PIN yang salah.

OTT Sepakat Lakukan Self Cencorship untuk Konten Negatif

0

Telko.id – Konten negative memang sulit dicegah penyebarannya. Itu sebabnya, perlu adanya self cencorship. Bagitu juga dengan aplikasi Over The Top atau OTT. Untuk itu, Kementerian Kominfo bersama perwakilan Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif khususnya Panel 1 tentang Pornogrofi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet serta Panel 2 tentang Terorisme, SARA, dan Kebencian telah mengundang perwakilan penyelenggara OTT di Indonesia antara lain Twitter Indonesia, Blackberry Indonesia, dan Line Indonesia.

Dari wakil panel menyampaikan bahwa konten-konten yang sudah jelas dilarang Undang-undang seperti pornografi, perjudian, dan terorisme/SARA agar bisa dilakukan filtering secara efektif dari sisi penyedia OTT. Yang dimaksud efektif disini adalah sebelum terjadi suatu kasus yang menimbulkan polemik di masyarakat sudah ter-eskalasi dulu di sisi penyelenggara OTT sehingga dapat meminimalisir keresahan yang terjadi di masyarakat. Pemenuhan terkait Undang-undang ini adalah tanggung jawab bersama baik dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait (penyelenggara OTT).

Penyelenggara OTT diharapkan untuk lebih aktif dalam mencegah konten negatif beredar di Indonesia. Panel menyampaikan bahwa terkait penangan konten negatif ini harus disikapi secara serius, panel juga meminta agar permintaan dari perwakilan pemerintah bisa di proses secepatnya, dan harus segera ditangani tanpa diseleksi terlebih dahulu.

Yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kominfo adalah pencegahan, belum masuk kepada ranah hukum, sebagaimana amanat dalam UU ITE No.11/2008 Pasal 27 dan Pasal 28.

Lebih lanjut diharapkan ada mekanisme teknis yang bisa diimplementasikan. Sebagai contoh untuk market Indonesia, seharusnya konten yang diedarkan harus sesuai dengan aturan, norma, dan budaya Indonesia, karena  negara Indonesia dibangun diatas konstruksi yang sangat menjunjung tinggi agama. Manakala dibutuhkan maka bisa dibentuk tim khusus dalam mengecek konten-konten tersebut, dan akan lebih baik lagi kalau tim khusus tersebut berada di Indonesia, sehingga kerja sama antara pemerintah dan penyedia konten berjalan lebih efektif dan efisien.

Perwakilan penyelenggara OTT menyambut baik inisiatif pemerintah dalam melakukan komunikasi dengan para penyelenggara OTT, lebih lanjut mereka menegaskan bahwa sebagai perusahaan global mereka tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan tunduk pada peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Masing-masing penyelenggara OTT telah melakukan beberapa langkah untuk menangani konten internet bermuatan negatif, dan sepakat untuk melakukan self cencorship terhadap konten-konten yang beredar pada masing-masing aplikasi OTT. Selanjutnya akan diadakan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan hari ini dapat dijalankan. (Icha)

Klarifikasi Kominfo Tentang Pemblokiran Tumblr

0

Telko.id – Beberapa hari belakangan, ramai diberitakan bahwa kominfo akan melakukan pemblokiran Tumblr. Sehubungan dengan pemberitaan tentang wacana pemblokiran beberapa situs terutama Tumblr oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika maka ada beberapa point yang ditegaskan ulang oleh Kominfo tentang Tumblr tersebut.

Yang pertama adalah Panel Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet menemukan unsur pornografi pada beberapa dari 477 situs yang dilaporkan. Di dalamnya termasuk Tumblr.

Memang, konten pornografi tersebut tidak terdapat pada seluruh akun Tumblr, namun sampai saat ini tidak memungkinkan bagi operator dan Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran per akun sehingga Kominfo meminta kepada Thumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

Kominfo pun telah mengirimkan surat pada Tumblr untuk melakukan self-censorship terhadap konten pornografi kepada akun-akun yang memanfaatkan layanan tersebut. Selanjutnya, Kominfo melalui Panel akan melakukan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat dijalankan. Hasil dari rapat tersebut akan diserahkan kepada Kemkominfo sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan. (Icha)

Huawei Targetkan 60 Kontrak Untuk Komersialkan LTE-A Pro di 2016

0

Telko.id – Huawei memprediksikan bahwa Teknologi LTE-A tahun ini akan booming. Itu sebabnya, perusahaan asal Cina ini menargetkan dapat kontrak untuk pembangunan LTE-Advanced Pro-Based teknologi 4.5G pada akhir 2016 ini. Demikian yang diungkapkan oleh Qui Heng, president of wireless network marketing operation Huawei menjelaskan, seperti yang dilansir dari RCR Wireless.

Pada akhir tahun 2015, transmisi 1 gigabit per detik telah digelar oleh operator seluler di Kanada, Norwegia, Jerman, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, China, Hong Kong dan Singapura.

“Kami melihat bahwa operator di seluruh wilayah tertarik dalam penyebaran solusi 4.5G,” kata Heng menambahkan. Sudah lebih dari 20 operator di dunia yang melakukan demonstrasi atau test komersial 4.5G teknologi dan bekerjasama dengan Huawei sejak 2014. “Saat ini kami juga sudah memulai negosiasi dengan beberapa operator untuk membangun teknologi 4.5G secara komersial. Kami percaya bahwa teknologi ini akan booming ditahun ini dan akan 4.5G akan komersial secara global.

Bagaimana dengan penyebaran teknologi 4.5G sendiri di Cina? Heng menjelaskan bahwa China Mobile sudah menunjukan minatnya untuk teknologi berbasis TDD atau Time Division Duplex. Demikian juga dengan operator lain di Cina sudah mulai membicarakan evolusi jaringan mereka ke 4G.

Sebelumnya, Huawei pernah mengatakan bahwa teknologi 4.5G akan memungkinkan operator seluler untuk meningkatkan pengalaman para pelanggannya dan mendukung dalam peningkatan komunikasi M2M atau Machine to Machine serta Internet of Things. Termasuk juga aplikasi baru untuk internet mobile, seperti kacamata virtual-reality dan teknologi pesawat tanpa awak.

“Implementasi dari evolusi jaringan ini dapat menggunakan peralatan yang ada sehingga pengembalian atas investasi yang pernah dikeluarkan untuk 4.5G juga akan lebih cepat,” ujar Heng menjelaskan.

Pada presentasinya, Huawei juga memperkenalkan produk 4.5G yakni Giga Radio. Termasuk juga di dalamnya, portfolio remote radio unit dan active antenna unit. Perusahaan ini juga mengatakan bahwa GigaRadio ini adalah diimplementasikan secara komersila dalam skala besar tahun ini. Dan akan membantu akselerasi dalam adopsi 4.5G secara global.

Sebagai tambahan informasi, pada bulan Oktober 2015, 3GPP menyebutkan bahwa teknologi 4.5G sebagai LTE-Advanced Pro. Beberapa aspek dari LTE-Advanced standar Pro adalah termasuk Small Cell dual-connectivity dan arsitektur,carrier aggregation enhancement, interworking dengan WiFi, licensed assisted access di di 5 GHz, indoor positioning, single cell-point to multi-point dan pengurangan latency. (Icha)

6 Point Penting Agar Small Cell Efektif dan Efisien

0

 

Telko.id – Teknologi Small Cell, adalah teknologi yang pas untuk memenuhi kebutuhan akan data wilayah atau area yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan utama secara maksimal dan dalam skala kecil. Saat ini, masih dikembangkan terus agar perpindahan dari jaringan utama ke small cell dapat berjalan mulus. Pasalnya, konsumen tidak akan pernah mentolelir jika ada spot kosong, terutama di kota besar yang begitu hype dengan data.

Menurut Alan Law, ketua Forum Small Cell, seperti yang di lansir dari RCR Wireless, bahwa ke depan, ada 6 point yang perlu diperhatikan ketika akan mengembangkan small cell ini.

Yang pertama adalah perusahaan. Tidak dapat dipungkiri, para pebisnis banyak membutuhkan akses data di mana saja dan kapan saja. Itu sebabnya, area perkantoran atau pusat bisnis menjadi penting untuk dibangun small cell. Small Cell Forum juga merencanakan untuk lebih fokus dalam pengembangan Small Cell ini agar dapat sesuai dengan semua scenario berbagai jenis perusahaan. Selain itu di daerah rural dan perumahan juga menjadi penting.

Pada perusahaan di Amerika misalnya, tahun 2015 lalu tumbuh sangat signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Mobile Experts, terjadi pertumbuhan 110% di 2015 atau lebih dari 400 ribu units small cell yang terpasang. Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan IGR, ada sekitar 75% bisnis besar dan menengah di Amerika sudah menyadari membutuhkan small cell ini. Bahkan dua pertiga perusahaan sudah tertarik untuk membangun sendiri.

Point ke dua adalah Virtualization. Law menyebutkan bahwa pada pengembangan small cell lebih lanjut harus fokus pada network intelligence yang bekerja. Small cell harus mampu melakukan distribusi dengan baik dan arsitektur jaringan radio access yang ada pun harus mendukung.

Lebih lanjut, Law juga menyebutkan bahwa forum menyarankan agar melakukan pemisahan antara API dengan physical layer dan MAC layer. Dengan demikian, cloud dapat mendukung penurunan transportasi dan persyaratan latency serta biaya agregasi pun jadi lebih murah.

Forum juga menyarakan, penggunaan small cell antar generasi pertama dengan kedua dibedakan, tergantung dari area atau wilayah yang disasar. Pasalnya, small cell generasi ke dua sudah mencakup langkah menuju virtualisasi.

Usulan ketiga dari Forum Small Cell ini adalah gunakan Small Cell pada unlicensed technologies. Untuk masalah agregasi licensed dan unlicensed spectrum small cell terus didorong agar menjadi bagian dari perkembangan agregasi LTE WiFi atau licence-assisted access. Di mana semua itu akan di standarisasi pada LTE Release 13 yang rencananya segera dikeluarkan. Saat ini, Verizon sudah melakukan test untuk penerapkan LTE Unlicensed Technology, bekerjasama dengan Qualcomm.

Point ke empat adalah Neutral Host Small Cell. Menurut Law, Small cell yang saat ini adalah sudah multi-technology. Tapi ke depan, pada generasi ke dua dari small cell diharapkan sudah mendukung multi-operator. Forum Small Cell melihat bahwa licensed radio small cell adalah solusi yang disukai oleh pasar, begitu juga dengan multi-operator. IGR juga mengidentifikasi yang hal yang sama sebagai syarat untuk menggarap enterprise.

Point ke lima yang menjadi usulan dari Forum Small Cell adalah Self-organizing networks dan hetnets. Saat ini, Forum sudah mensposori SON plugfest untuk lebih meningkatkan otomatisasi dan ke depan menjadi tujuan agar pembangunan small cell jauh lebih mudah pada network yang heterogen di macro site. Termasuk juga distribusi system antenna dan WiFi nodes. Selain itu juga Forum menyatakan bahwa interoperable dan multi-vendor SON system adalah kritial enabler yang perlu diperhatikan karena menjadi tidak praktis ketika harus mengimplemtasikan small base station dalam jumlah banyak. Tanpa memperhatikan otomatisasi dan fleksibilitas.

Saat ini banyak small cell di bangun hanya untuk memenuhi kebutuhan coverage dan capacity saja. Untuk itu, Forum menargetkan bahwa penyebaran small cell selanjutnya menjadi lebih terencana dan menjadi layer ke dua dan posisinya berdekatan. Itu sebabnya, dibutuhkan penanganan yang sangat ketat dengan sisa jaringan yang ada.

Point ke enam atau yang terakhir adalah peran Small Cell pada era Internet of Things dan 5G. Harapan dari industry telekomunikasi dari 5G itu adalah ultra-low latencies, ultra-high capacities dan pemanfaatan spekturm high band untuk aplikasi mobile dan stasionary. Itu sebabnya, diharapkan ke depan small cell ini menjadi pusat untuk arsitektur jaringan 5G yang dapat digunakan untuk manusia maupun untuk IoT. (Icha)

‘Diusir’ dari Spektrum 1900 Mhz, Smartfren Tetap Pertahankan CDMA

0

Telko.id – Smartfren diminta untuk meningggalkan frekuensi 1900 Mhz dengan batas maksimal setidaknya hingga akhir tahun 2016 mendatang. Hal tersebut dikarenakan aktifitas mereka di frekuensi ini mengganggu blok 11 dan 12 pada frekuensi 2100 Mhz yang dulunya dimiliki oleh Axis.

Pihak regulasi dalam hal ini Kementrian Kominfo meminta Smartfren untuk meninggalkan frekuensi 1900 Mhz dengan memberikan pengalokasian spektrum yang cukup ‘lega’ yakni sebesar 30Mhz di frekuensi 2300 Mhz, dan setelah mereka meninggalkan frekuensi 1900 Mhz, nantinya pemerintah akan melakukan pelelangan kembali pada Blok 11 dan 12 di spektrum 2100 Mhz tadi.

Jika berkaca pada komentar Menkominfo Rudiantara kepada tim Telko.id November tahun lalu, Ia menyatakan bahwa Pemerintah memberikan tenggat waktu kepada PT. Smartfren Tbk untuk mengosongkan frekuensi ini hinga akhir tahun 2016 mendatang.

Berbicara mengenai refarming, Chief RA menambahkan, “Sementara untuk pengalokasian spektrum 2100 Mhz bisa lebih cepat dari akhir tahun 2016, tapi implementasi tergantung dari kita bersih-bersih frekuensinya,” ucapnya kepada Tim Telko.id pada November 2015 silam.

Yang menjadi permasalahan adalah spektrum 1900 Mhz Smartfren ini merupakan spektrum yang dihuni oleh pelanggan CDMA mereka. Bahkan, sempat terdengar desas-desus bahwa masa aktif layanan CDMA milik smartfren akan tamat pada akhir tahun 2016 mendatang.

Hal ini tentunya akan menjadi sebuah kerisauan bagi para pelanggan CDMA mereka, mengingat mereka memiliki pelanggan CDMA lebih dari 10 juta pelanggan sampai dengan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Direktur mereka, Roberto Saputra menegaskan bahwa Smartfren akan tetap mempertahankan layanan CDMA mereka meski harus bermigrasi ke spektrum lainnya. Ia juga menambahkan bahwa frekuensi CDMA mereka juga terdapat di frekuensi lainnya sehingga jika memang harus pindah maka Smartren masih bisa mempertahankan layanan CDMA mereka.

“Kami memiliki dua sprktrum untuk layanan CDMA kami, yakni di frekuensi 850 Mhz dan juga di frekuensi 1900 Mhz sehingga kalaupun kami harus pindah dari 1900 Mhz, maka layanan CDMA masih bisa digunakan karena kita juga memiliki device CDMA yang mendukung dual band, dalam arti bisa digunakan untuk frekuensi 850 Mhz dan 1900 Mhz,”tutunya kepada tim Telko.id (16/2).

Jawaban dari Roberto Saputra ini tentu menjadi sebuah kabar yang sangat mengembirakan bagi pelanggan CDMA Smartfren. Bukan hanya itu, komentar ini juga sekaligus menjawab opini publik akan nasib pengguna CDMA di Indonesia. Seperti diketahui bersama, belum lama ini Bakrie telecom yang juga menjadi salah satu pemain CDMA di Indonesia telah mengumumkan untuk menuup layanan CDMA mereka.

Berbicara mengenai perpindahan spektrum ini, apa dampak yang dirasakan oleh pengguna mereka? Menjawab pertanyaan tersebut, Hartadi Novianto selaku Mass Production Dept. Head Smartfren mengungkapkan, “Sebenarnya tidak terlalu terasa bagi para pelanggan kita, hanya saja kapasitasnya yang akan kurang, mengingat 1900 Mhz memiliki kapasitas yang lebih besar ketimbang 850 Mhz,”ucapnya.

Ia juga mengungkapkan Smartfren akan tetap mengembalikan spektrum 1900 Mhz kepada Pemerintah. Disinggung mengenai migrasi ke frekuensi 850 Mhz, Hartadi juga mengngkapkan sampai dengan saat ini, hampir semua pelanggan CDMA di 1900 Mhz sudah berhasil di migrasikan ke spektrum 850 Mhz.

Sekedar informasi, di frekuensi 850 Mhz, Smartfren saat ini telah mengalokasikan 5 Mhz untuk layanan CDMA. Smartfren akan benar-benar menghilangkan layanan CDMA ketika semua pengguna layanan ini telah bermigrasi ke 4G LTE mereka.