spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1686

Penuhi Janji, SK Telecom Hadirkan 5G di MWC

0

Telko.id – SK Telecom akirnya memenuhi janji mereka untuk menunjukkan layanan 5G yang juga diklaim sebagai pertama di dunia. Mereka memamerkan kecepatan internet 20Gbps ini pada ajang Mobile World Congress di Barcelona pekan ini.

Sekedar informasi, platform 5G mereka dapat memberikan kecepatan transmisi data hingga 20 Gbps melalui jaringan, hal ini tentunya memenuhi persyaratan kinerja yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) untuk generasi berikutnya dari jaringan mobile, ucap perwakilan SK Telecom dalam sebuah pernyataan .

Selain itu, operator asal Korea Selatan ini juga mengatakan bahwa sistem 5G yang dibangun bekerjasama dengan Nokia dan Ericsson, dengan kedua vendor ini menyediakan teknologi yang memberikan kontribusi pada kedua jaringan mereka. Demo ini juga mencakup perangkat prototipe 5G yang dikembangkan bersama dengan Intel.

Selain itu, SK Telecom akan menampilkan kasus penggunaan beragam untuk jaringan 5G, termasuk demo dari gambar hologram 3D untuk mewujudkan komunikasi yang realistis, yang menurut ramalan, teknologi ini akan menyebar luas di era 5G.

Di ajang yang sama, Perusahaan negeri Ginseng ini juga akan mengungkap perangkat prototipe 5G pertama yang akan mendukung komunikasi antara kendaraan serta meng’enabler’ inti kendaraan otonom. Selain itu, mereka juga akan menunjukkan permainan virtual reality yang tentunya melibatkan transmisi data dalam jumlah besar melalui jaringan 5G mereka.

Bukan hanya 5G, pada ajang yang digelar di Barcelona ini, raksasa seluler asal Korea Selatan ini juga memamerkan kemampuan mereka di sektor IOT dengan menunjukan sebuah ekosistem IOT secara end-to-end yang meliputi platform IOT, jaringan dan solusi.

Dilansir dari TelecomAsia (22/2), platform IOT yang mereka sebut sebagai ThingPlug akan diluncurkan pada bulan Juni mendatang. Paltform ini menawarkan lingkungan pengembangan ‘one-stop’ serta beragam fitur aplikasi yang bisa digunakan oleh pengembang, kata SK Telecom.

SK Telecom juga menyebutkan telah mengembangkan jaringan IOT beragam seperti Narrow-Band IOT (NB-IOT), yang memanfaatkan jaringan LTE yang ada, dan Low Power Wide Area (LPWA), serta jaringan eksklusif untuk IOT.

Selain itu, perusahaan akan menunjukkan layanan monitoring sepeda yang beroperasi melalui jaringan LPWA di Mobile World Congress tahun ini. Hal ini sebagai lawan layanan monitoring sepeda yang sudah ada yang menggunakan perangkat IOT terpasang dengan modul 3G, sehingga mengakibatkan biaya yang tinggi dan penggunaan daya baterai yang bermasalah.

Sementara layanan berbasis LPWA SK Telecom secara efektif mencegah pencurian sepeda dengan memungkinkan pelacakan menggunakan daya rendah dari lokasi sepeda. Saat ini, lembaga-lembaga publik di Korea yang mengoperasikan sepeda dalam jumlah besar menunjukkan ketertarikannya dalam layanan ini.

Selain itu, SK Telecom juga akan memperkenalkan layanan IOT mereka yang mirip seperti solusi Smart Home dan terhubung dengan layanan mobil T2C (tablet untuk mobil), mereka mengembangkan solusi ini bersama dengan Renault Samsung Motors.

Sekedar informasi, Renault Samsung Motors telah meluncurkan 25 peralatan yang kompatibel dengan Smart Home yang berbeda di Korea dan segera memperkenalkan perangkat yang dioptimalkan untuk Eropa dan Amerika Utara termasuk wallpad, robot vacuum cleaner, humidifier dan pembersih udara untuk mempromosikan ekspor produk tersebut.

Bharti Airtel Alirkan LTE Advanced di Kerala

0

Telko.id – Setelah berencana untuk menghadirkan layanan VoLTE jaringan 4G mereka, Operator jaringan telekomunikasi Bharti Airtel kini hadir dengan penyebaran layanan teknologi LTE-Advanced (4G +) di Kerala, India.

Dengan penyebaran, yang merupakan bagian dari program investasi senilai Rs 60.000 crore, Airtel telah menjadi operator seluler pertama di India dalam hal penyebaran komersial dari teknologi LTE-Advanced (4G +) dengan Carrier Aggregation di jaringan TDD dan FDD pada jaringan 4G.

Bharti Airtel nantinya akan menawarkan kecepatan data hingga 135 Mbps pada jaringan 4G di Kerala dengan menggunakan teknologi Carrier Aggregation dan menggabungkan kapasitas TDD mereka pada spektrum 2300 MHz serta jaringan FDD di frekuensi 1800 MHz yang mereka miliki.

Sekedar informasi, Nokia merupakan vendor jaringan 4G yang manangani LTE Advanced milik Bharti Airtel di Kerala, India. Seperti dikutip dari laman TelecomLead (22/2).

Sementara itu, CEO Bharti Airtel India, Gopal Vittal mengatakan, “Ini adalah game changer untuk mobile broadband di India dan Airtel telah mempelopori penyebaran 4G di India, kami sangat senang untuk menaikkan patokan inovasi guna memberikan pengalaman kelas dunia untuk pelanggan kami,”ucapnya.

Berbicara mengenai LTE Advanced sendiri, setidaknya sampai dengan kuartal terakhir tahun lalu. Jumlah penyedia teknologi ini telah mencapai 100 jaringan. Tercatat, untuk di Amerika Serikat sendiri telah memiliki tujuh penyedia teknologi ini, diantaranya, AT&T, Sprint, T-Mobile, Verizon Wireless dan RedZone.

Seperti diketahui, Airtel memiliki jaringan 4G terbesar di India dengan layanan aktif di lebih dari 350 kota. Airtel juga menjual layanan 4G kepada pelanggan pada berbagai perangkat pintar termasuk ponsel, dongle, hotspot 4G dan dongle Wi-Fi.

Sementara itu, Reliance Jio Infocomm, Vodafone dan Idea Cellular sedang dalam proses peluncuran jaringan 4G di kota-kota terpilih di India.

Manjakan Pengguna 3G, Digicel Gunakan Solusi NFV

0

Telko.id – Operator jaringan telekomunikasi Karibia Digicel telah menyebarkan solusi Network Functions Virtualization (NFV) untuk jaringan inti mereka. Digicel dibantu oleh vendor jaringan terkemuka yaitu Ericsson untuk mendeploy solusi ini.

Jaringan mobile broadband 3G dari Digicel di Guyana dengan jumlah subscriber mencapai 100.000 pelanggan adalah jaringan Ericsson pertama yang menggunakan solusi NFV di Amerika Latin. Digicel juga akan memanfaatkan teknologi NFV untuk skala jaringan yang lebih besar untuk layanan masa depan dan memungkinkan perampingan dan optimalisasi dari penawaran mereka.

Dilansir dari TelecomLead (22/2), Jaringan 3G terbaru ini akan memungkinkan Digicel untuk menawarkan peningkatan kecepatan serta peningkatan kualitas jaringan dan tentunya meningkatkan pengalaman pelanggan. Ericsson Virtual Evolved Packet Core terintegrasi dengan jaringan asli operator mobile. Sekedar informasi, solusi ini juga mendukung jaringan berbasis 2G, 3G dan tentunya LTE.

Krishna Phillipps, CTO, Digicel Region Karibia, mengatakan,”Kami meminta solusi dan dalam waktu 30 hari Ericsson datang dengan cara yang kreatif bagi kami untuk meningkatkan penawaran kami kepada pelanggan dengan solusi yang selangkah di depan,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Phillips juga menyebut bahwa dengan solusi cloud ini, mereka akan terus melakukan investasi yang relatif lebih kecil, namun untuk pengaplikasiannya solusi ini dinilai aman serta mudah dalam mengadopsi layanan baru yang inovatif untuk masa depan.

SDN_ProductsAndSolutions_TA

Sejatinya, saat ini Ericsson buknlah satu-satunya perusahaan yang menawarkan solusi NFV, tercatat VMWare juga melakukan hal yang sama yang diresmikan pada ajang VMworld di Barcelona pada tahun 2015 silam. Solusi dari Mwre ini juga mendukung core mobile dan fungsi IMS.

Sementara itu, solusi Ericsson membawa paket lengkap NFV dan terdiri dari Ericsson Virtual Evolved Packet Core untuk mobile broadband serta Ericsson Cloud Execution Environment and Ericsson Cloud Manager.

Google Siapkan Drone Untuk Hadirkan 5G

0

Telko.id – Upaya Google untuk menghadirkan internet di daerah rural dan sulit tercover tak hanya berhenti di Project Loon. Raksasa internet ini juga berencana untuk memanfaatkan sebuah drone sebagai alat untuk memancarkan frekuensi internet.

Dalam sebuah proyek yang diberi nama SkyBender, Google akan membangun beberapa prototipe transceiver di spaceport yang terisolasi pada musim panas lalu, dan mereka sedang melakukan pengujian dengan beberapa drone.

Dilansir dari The Guardian(1/2), Google dikabarkan akan menguji drone tersebut di beberapa Spaceport seperti, Spaceport America, New Mexico, dan telah menyewa hanggar seluas 15 ribu meter persegi di Gateway hingga terminal Space.

“Keuntungan besar dari gelombang milimeter adalah akses ke spektrum baru karena spektrum ponsel yang ada saat ini sudah penuh sesak,” ungkap Jacques Rudell, profesor teknik listrik dari University of Washington di Seattle.

Proyek SkyBender menggunakan drone untuk bereksperimen dengan transmisi radio gelombang milimeter, salah satu teknologi yang bisa mendukung generasi berikutnya yakni akses internet nirkabel 5G. Frekuensi tinggi gelombang milimeter secara teoritis dapat mengirimkan gigabit data setiap detik, hingga 40 kali lebih cepat dari sistem 4G LTE saat ini. Google akhirnya membayangkan ribuan mill ketinggian dapat memberikan akses internet di seluruh dunia.

Namun, transmisi gelombang milimeter memiliki cakupan yang jauh lebih pendek dari sinyal ponsel. Sebuah broadcast di frekuensi google di 28GHz yang sedang diuji di Spaceport America, ternyata memudar di sekitar sepersepuluh jarak sinyal telepon 4G. Untuk mendapatkan gelombang milimeter bekerja dari sebuah pesawat tak berawak terbang tinggi, Google perlu untuk bereksperimen dengan transmisi yang terfokus yang disebut phased array.

Sistem SkyBender sedang diuji dengan opsi kemudi pesawat yang disebut Centaur serta drone bertenaga surya buatan Google Titan, sebuah divisi yang terbentuk ketika Google mengakuisisi New Mexico startup Titan Aerospace pada tahun 2014. [ak/if]

Berkat Kesuksesan Pelanggan, Cloudera Raih Penghargaan Forester

0

Telko.id – Cloudera, selaku penyedia manajemen data dan platform analisis tercepat, termudah dan teraman yang dibangun pada Apache Hadoop dan teknologi open source terbaru, mengumumkan bahwa mereka dinobatkan sebagai pemimpin dalam The Forrester Wave™: Distribusi Big Data Hadoop, laporan Q1 2016.
Forester menggunakan 35 kriteria sistem evaluasi yang meliputi, Penawaran Terbaru, Strategi, dan Keberadaan Pasar bagi lima vendor distribusi Hadoop dalam laporan tersebut; Cloudera mendapatkan skor tertinggi untuk Penawaran Terbaru dan Keberadaan Pasar dan tertinggi kedua untuk Strategi.

Menurut laporan Wave yang ditulis oleh analis Forrester, Mike Gualtieri dan Noel Yuhanna, “Hadoop menjadi pasangan data untuk satu alasan dan secara keseluruhan mendisrupsi ekonomi data, analisis, dan aplikasi dari data. Adopsi enterprise menjadi kewajiban bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kecanggihan analitik dan menciptakan aplikasi yang didukung oleh informasi untuk membantu mereka meraih sukses dalam era konsumen ini.

Hadoop enterprise adalah pasar yang belum genap berusia 10 tahun, namun Forrester memperkirakan bahwa 100% perusahaan besar akan mengadopsinya (Hadoop dan teknologi yang terkait seperti Spark) untuk analisis big data dalam dua tahun ke depan.”

Selain itu, Forrester menambahkan bahwa pemimpin membuat perbedaan dalam pendekatan inovasi mereka, “Cloudera berpikir besar dan bertindak cepat dengan lingkup dan kecepatan inovasi Cloudera sangat luar biasa, namun tidak begitu mengejutkan bagi startup Hadoop komersial pertama yang didirikan pada tahun 2008 ini. Cloudera memulai kegemaran akan SQL-for-Hadoop dengan Impala,” Solusi ini menawarkan alat manajemen kluster visual pertama dan terus memberikan upaya maksimal untuk fitur-fitur utama seperti keamanan, ketersediaan tinggi, tata kelola, dan administrasi. Vendor tidak segan ketika harus membuat akuisisi strategis dan kemitraan untuk menghilangkan kesenjangan perusahaan dalam hal keamanan, manajemen data, dan analisis. Pelanggan Cloudera menghargai alat komersial add-on seperti Cloudera Manager, Cloudera Navigator, dan Impala, serta visi perusahaan secara keseluruhan untuk menjadi sebuah perusahaan platform data besar atau big data.

“Saat kami merayakan ulang tahun ke sepuluh berdirinya proyek Hadoop oleh Chief Architect kami, Doug Cutting dan Mike Cafarella, Cloudera terus memimpin transisi Hadoop menjadi manajemen data modern dan platform analitik untuk semua perusahaan,” kata Mike Olson, co-founder, chairman Board dan chief strategy officer, Cloudera. “Bagi kami, dinobatkan sebagai pemimpin dalam The Forrester Wave Big Data Hadoop memvalidasi visi kami dan menunjukkan kemampuan kami untuk berinovasi dan menyediakan pelanggan kami teknologi dan dukungan yang mereka butuhkan,”

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Dalam 10 tahun terakhir, komunitas Hadoop, termasuk kontribusi yang signifikan dari Cloudera, telah menciptakan dan mengembangkan lebih dari 40 proyek yang kini menjadi bagian dari ekosistem Hadoop.

Keberhasilan Cloudera diukur dari keberhasilan pelanggannya. Perusahaan telah melihat lembaga jasa keuangan menjadi semakin patuh dengan peraturan-peraturan industri dan pemerintah; hal ini juga membantu klien secara signifikan mengurangi perdagangan manusia; semakin meningkatnya jumlah bayi sehat; dan terlihat pula operator telekomunikasi besar dan penerbit kartu kredit menghentikan laju penipuan dalam jumlah besar.

Secara keseluruhan, Cloudera telah berkembang dengan baik bersama dengan komunitas. Secara bersamaan mereka telah mencapai tonggak yang tidak diramalkan 10 tahun yang lalu. Komunitas tersebut terus memajukan peluang dan nilai dari data, salah satu sumber daya terbesar untuk setiap organisasi. Karena komunitas dan Cloudera merayakan ekspansi dan evolusi berkelanjutan ekosistem Hadoop, Cloudera berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan terus bekerja menuju masa depan yang lebih cerah, dan mempertahankan momentum uniknya.

Inilah Dua Device Smartfren Yang Mendukung VoLTE

0

Telko.id -Smartfren hari ini (19/2), resmi meluncurkan layanan VoLTE mereka. Smartfren juga menjadi operator pertama di Indonesia yang menyelenggarakan layanan VoLTE atau Voice Over LTE yang mana layanan ini merupakan layanan panggilan voice yang berbasis jaringan 4G LTE. Namun seperti diketahui sebelumnya, VoLTE juga berbeda dengan OTT seperti WhatsApp, dan LINE yang berbasis Voip.

Merza Fachys, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom mengungkapkan, “Suatu kebanggan bagi kami karena Smartfren merupakan operator pertama yang menyediakan layanan VoLTE di Indonesia serta meluncurkan handset 4G dengan harga terjangkau yang mampu mendukung layanan VoLTE,” ucapnya.

Bersamaan dengan peluncuran dari layanan VoLTE, Smartfren juga sekaligus meluncurkan dua buah handset yang mendukung layanan ini yakni, Andormax E2 serta Andromax R2 yang juga memiliki harga terjangkau oleh semua kalangan di Indonesia.

Sementara itu, Sukaca Purwakardjono selaku division Head Smartphone Business Smartfren menyebutkan bahwa hadirnya kedua ponsel pintar ini menjadi sebuah keseriusan mereka dalam menggarap ponsel entry level di Indonesia, serta hadirnya fitur VoLTE yang tertanam di dalam kedua handset ini akan semakin menambah jumlah pengguna 4G smartfren di Indonesia.

“Untuk R2, kami menggunakan frame metal, yang memiliki beberapa kelebihan seperti, kekuatan, premieum lube serta tidak mudah panas, sementara untuk Andromax E2, kami membenamkan kelebihan pada sisi kamera depan dengan 5 MP serta auto focus,” ucapnya pada saat peluncuran kedua handset tersebut di Jakarta.

 

Andromax R2
Andromax R2

Andromax R2 hadir dengan desain yang ergonomis sehingga nyaman untuk digenggam dan juga dibekali dengan dapur pacu yang cukup mumpuni. Untuk dapur pacu sendiri, mereka menyematkan prosesor Snapdragon 415 octa core dengan RAM sebesar 2GB untuk memastikan agar handset ini memiliki kinerja yang mumpuni.

Sementara untuk kamera, Andromax RA memiliki kamera belakang 13 MP dengan dual LED Flash yang mampu mengakomodir kebutuhan pengguna dalaam mengabadikan momen mereka. Kemudiann, untuk kamera depan sendiri, mereka memiliki kamera dengan 5MP juga dengan LED Flash.Kelebihan lainnya adalah disematkannya fitur USB OTG. Andromax R2 dibanderol dengan harga Rp.1.699.000,-.

Andromax E2
Andromax E2

Untuk Andromax E sendiri memiliki bentang layar 4.5 inci dengan resolusi FWVGA yang juga tentunya mampu berjalan di jaringan 4G LTE dan mampu menjalankan layanan VoLTE milik Smartfren. Handset ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 212 Quadcore dengan clock speed 1.3 Ghz.

Untuk urusan Kamera, mereka memiliki sepasang kamera berukuran 5MP di kedua sisinya, baik itu depan maupun belakang. Kedua kamera tadi juga dibekali dengan LED Flash di masing-masing kamera. Untuk mempercepat proses kerja, Andromax E2 dibekali oleh RAM sebesar 1GB yang tentunya akan mendukung keccepatan dari prosesor mereka. Mengenai harga, Andromax E2 dibanderol pada angka Rp.899.000,- harga ini dirasa cukup terjangkau bagi seluruh kalangan di Indonesia.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk menikmati layanan VoLTE dari Smartfren, Anda disarankan untuk membeli salah satu dari dua varian handset terbaru dari keluarga Andromax ini. Namun, jika anda sudah memiliki perangkat Andromax 4G ataupun Handset yang dibundling dengan Staterpack 4G Smartfren, disarankan anda untuk bersabar, karena update firmware yang mendukung layanan VoLTE mereka pada masing-masing handset akan segera diluncurkan oleh masingmasing vendor smartphone tersebut.

Singapura Tetapkan Aturan Untuk Lelang Spektrum, Apa Saja?

0

Telko.id – Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) telah mengumumkan kerangka untuk alokasi spektrum untuk layanan International Mobile Telecommunications (IMT) dan IMT-Advanced (layanan 4G). IDA berharap dapat mengalokasikan spektrum tersebut tahun ini, dengan total 235 MHz spektrum yang akan disediakan untuk layanan mobile.

Dilansir dari Telecompaper, Jumat (19/2), regulator juga ingin memfasilitasi masuknya MNO baru dalam rangka meningkatkan inovasi dan persaingan di pasar ponsel. Sebagai hasilnya, lelang akan berlangsung selama dua tahap. Pertama, lelang untuk peserta baru (New Entrant Spectrum Auction), dimana hanya mereka yang lolos pra-kualifikasi serta saat ini tidak mengoperasikan jaringan seluler nasional di Singapura yang akan memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Di sini, IDA menyediakan 60 MHz spektrum dari pita 900 MHz dan 2,3 GHz. Lelang untuk spektrum ini akan dimulai pada harga penawaran SGD 35 juta. Hak spektrum akan dimulai pada April 2017.

Tahap kedua, adalah lelang spektrum umum (General Spectrum Auction) yang akan diadakan setelah kesimpulan dari lelang pertama diperoleh. Lelang ini akan terbuka untuk MNO incumbent, seperti M1, Singtel Mobile dan StarHub Mobile serta MNO baru lainnya yang muncul setelah lelang sebelumnya.

IDA akan mengharuskan MNO baru untuk mencapai cakupan layanan outdoor pada Oktober 2018.

Direktur IT BEI tentang Link Net, “Selama Ini Relatif Tidak Pernah Ada Insiden”

0

Telko.id – Direktur IT dan Manajemen Risiko BEI, Sulistyo Budi mengungkap alasan dibalik diperpanjangnya kontrak Link Net sebagai penyedia layanan koneksi data untuk JTPM di pasar modal. Menurutnya, Link Net telah mampu memberikan akses internet yang baik sehingga memenuhi requirement untuk jaringan di pasar modal.

“Yang paling utama di sini adalah availability. Jaringan tidak pernah putus,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini Link Net berhasil memenuhi kriteria itu, karena jaringan yang disediakan relatif tidak pernah mengalami gangguan atau mati. Kalau mati satu ada, tapi tidak terlalu menganggu aktivitas pasar modal karena di sini kita menggunakan dua jaringan. Jadi jika yang satu mati masih ada jaringan yang satu lagi, tambahnya.

Sebagai industri yang dinamis, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) merasa perlu untuk melakukan berbagai inovasi di pasar modal sebagai respon logis atas kebutuhan pelaku pasar, pemodal, maupun stake holders. Dan penyediaan sistem perdagangan yang andal sehingga memungkinkan setiap orang dapat langsung bertransaksi di pasar modal di mana saja secara real time melalui fasilitas perdagangan secara online (online trading) adalah salah satu bentuknya.

“Tren penerapan ‘online trading’ yang selama ini telah dimiliki oleh mayoritas perusahaan efek telah membuat rata-rata jumlah transaksi harian BEI mengalami peningkatan, yakni sebesar 196.312 atau 987 persen kali transaksi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum “booming era online trading” yakni pada 2009 rata-rata nilai transaksi harian di BEI mencapai 87.040 kali transaksi. Setelah “era online trading” di 2010, rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi 105.790 kali transaksi dan terus tumbuh hingga mencapai 216.192 kali transaksi di 2016.

Sebagai informasi, Link Net telah mendukung BEI dalam menciptakan perdagangan efek yang wajar, teratur, dan efisien melalui penyediaan layanan koneksi data berkecepatan tinggi selama 10 tahun terakhir. Layanan koneksi data yang andal dari Link Net juga telah membantu SRO dalam memberikan pelayanan perdagangan maupun akses informasi kepada pemodal, anggota bursa, maupun para stake holders.

Link Net Kembali Digandeng BEI untuk Optimalkan JTPM

0

Telko.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mengumumkan perpanjangan kontrak perjanjian dan pemeliharaan perangkat Jaringan Terpadu Pasar Modal (JTPM) milik self regulatory organization (SRO) dengan PT Link Net Tbk. Melalui kerjasama baru ini, yang akan berlangsung selama 5 tahun ke depan, terhitung sejak 30 Desember 2015, Link Net akan menyediakan layanan koneksi data berkecepatan tinggi lewat JTPM.

JTPM merupakan jaringan telekomunikasi dan data yang digunakan untuk menghubungkan antara BEI, KPEI dan KSEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Anggota Bursa, Bank Kustodian dan Bank Umum. Jaringan-jaringan yang ada di lingkungan pasar modal mulai dikonsolidasikan menjadi JTPM sejak akhir tahun 2010 dan selesai pada akhir tahun 2011. JTPM saat ini telah menjadi infrastruktur utama dalam mendukung operasional bisnis Pasar Modal.

CEO PT Link Net, Richard Kertawijaya mengungkap rasa senangnya karena dapat terus bekerjasama dengan BEI untuk menyediakan koneksi data dalam mendukung kegiatan Pasar Modal.

“Ini adalah tahun ke-16 bagi Link Net, dan kami merasa bangga dapat kembali menerima kepercayaan dari BEI untuk menyediakan dan memelihara JTPM hingga tahun ke-20,” ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di BEI, Jakarta, Jumat (19/2).

Hal senada diuntai Sulistyo Budi, Direktur IT PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui kerjasama dengan Link Net, yang sudah berjalan cukup lama ini, ia berharap bursa efek Indonesia bisa semakin maju di masa mendatang.

Lewat perpanjangan kerjasama ini, PT Link Net juga akan meningkatkan kecepatan (bandwidth) JTPM menjadi 20 Mbps dari yang sebelumnya 10 Mbps.

“Kami percaya dengan mengupgrade kecepatan menjadi dedicated 20 Mbps akan membantu mengoptimalkan pekerjaan para pengguna jaringan untuk mendapat pengalaman koneksi data yang maksimal,” pungkas Richard.

 

Akhirnya MAP Juga Ikut Jualan Online

0

Telko.id – Perusahaan retail raksasa yang berbasis pada fashion dan gaya hidup yakni PT. Mitra Adi Perkasa Tbk. atau yang lebih dikenal dengan nama MAP akhirnya jua ikut kedalam bisnis online. MAP membuka toko e-commerce mereka secara keseleuruhan yang mencakup semua brand yang mereka miliki.

Bertempat di salah satu Hotel mewah di Jakarta pada (18/2), MAP membuka toko online mereka dengan nama Mapemall.com, gerai oline ini menawarkan berbagai macam pilihan dari merek-merek global terkemuka di dunia fashion, olahraga, travel, lifestyle serta kategori anak.

VP Sharma, CEO MAP Group menyatakan, “Melalui peluncuran MAP EMALL, pelanggan kami di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia, tanpa perlu mengkhawatirkan keasliannya,” ujarnya pada saat peluncuran Mapemall di Jakarta.

Guna memuluskan urusan pembayaran, MAP juga menggandeng Standart Chartered Bank sebagai mitra kartu kredit eksklusif MAP EMALL.Hal ini tentunya akan memberikan beberapa benefit bagi nasabah Bank ini dengan memberikan sejumlah penawaran khusus.

Sekedar informasi, beberapa merek ternama yang tergabung kedalam grup MAP diantaranya adalah Stradivarius, ZARA, Lacoste, Mango, Converse, NIKE, Swatch serta Adidas. setidaknya terdapat lebih dari 150 merek dagang terkemuka di duniayang tergabung kedalam grup ini.

Sharma juga menjelaskan, mengapa mereka tidak memulai bisnis e-commerce tersebut setidak nya sejak dua tahun yang lalu, Ia mengungkapkan, “Mengapa kami tidak meluncurkan ini sejak 2 tahun lalu, karena kami menganggap ini adalah hal yang tergesa-gesa dan menurut pengalaman kami, hal yang tergesa-gesa akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ucapnya.

Melalui peluncuran MAP EMALL, diharapkan pelanggan mereka di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia serta pelanggan juga akan lebih praktis dengan pilihan paket pengiriman, karena jika pembeli tidak menginginkan pengiriman produk secara kurir, mereka juga dapat mengambil produk tersebut di berbagai store MAP yang tersebar luas di Indonesia.

Sharma juga menyebut, MAP EMALL akan tersedia dalam versi aplikasi mobile untuk perangkat bersistem operasi Android dan iOS pada kuartal dua tahun ini. Sementara itu, pada kuartal tiga, MAP akan memulai proses digitalisasi gift voucher sehingga dapat digunakan untuk berbelanja di EMALL.