spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1688

Siap Luncurkan VoLTE, Smartfren Hadirkan Handset terbaru

0

Telko.id – Smartfren sebagai operator layanan 4G dengan cakupan terluas mengaku telah siap dalam meluncurkan layanan Voice over LTE (VoLTE) pada minggu ini. Seperti diketahui, VoLTE atau Voice over LTE merupakan sebuah layanan voice berbasis data dan berjalan di jaringan 4G LTE.

Walaupun berbasis data, pengguna VoLTE milik Smartfren juga tidak perlu khawatir karena kuota data mereka akan habis terpakai, pasalnya layanan VoLTE ini nantinya akan memotong pulsa para pengguna seperti halnya layanan voice konvensional di 3G ataupun 2G.

Namun, hadirnya layanan VoLTE juga memerlukan sebuah perangkat 4G yang juga mendukung layanan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, Smartfren mengambil langkah kongkret dengan menghadirkan dua handset 4G terbaru yang akan dirilis pada Jumat pekan ini.

Lalu, bagaimana dengan pengguna Smartfren di Handset selain Andromax seperti Lenovo A6010 dan Samsung generasi J? Mengenai hal tersebut, Sukaca Purwokardjono, Selaku Division Head Smartphone Business Smartfren menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan pihak Samsung dan Lenovo terkait update firmware pada handset tersebut.

Khusus untuk Lenovo A6010, Sukaca menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan uji coba untuk layanan VoLTE pada handset tersebut.

IMG_20160217_3963

Nantinya, layanan VoLTE milik Smartfren akan memiiki beberapa fitur seperti kualitas HD, Video Call Conference, Video Call dan memiliki Call swipe yang mudah dari voice ke voice call. Kecepatan internet minimum untuk menggunakan layanan ini adalah 2Mbps. Smartfren pun memberikan garansi bahwa selama mendapatkan jaringan 4G mereka, pengguna masih bisa menggunakan layanan VoLTE.

IMG_20160217_29192

Seperti diketahui, Hadirnya layanan VoLte akan memberikan Smartren sebuah efisiensi. Hadirnya layanan ini juga sekaligus mampu menjadi subtitusi dari layanan voice lawas milik Smarftren. Mengenai hal ini, Roberto Saputra selaku Direktur Smartfren mengaku bahwa saat ini mereka belum akan melakukan subtitusi terhadap teknologi EVDO yang mereka miliki. Pasalnya, masih banyak revenue Smartfren yang berasal dari jaringan EVDO mereka.

Disinggung mengenai kenaikan ARPU, Roberto juga menjelaskan bahwa hadirnya layanan VoLTE milik Smartfren diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemasukan layanan voice mereka. Namun, Ia mengungkapkan saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan mengenai kenaikan ARPU Mereka. Smartfren pun saat ini masih berfokus pada penyebaran dari layanan VoLTE miliknya sambil memperkaya ekosistem di layanan tersebut.

Kunjungi AS, Presiden Joko Widodo Sempatkan Mampir ke Markas Twitter

0

Telko.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (@jokowi) telah sampai di Amerika Serikat untuk menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) US – ASEAN Summit yang pertama di Sunnylands, California.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Twitter di San Francisco untuk bertemu dengan CEO Twitter, Jack Dorsey (@jack), pada tanggal 17 Februari mendatang waktu setempat (18 Februari pagi hari, WIB).

Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif beliau untuk menekankan peran Indonesia dalam meningkatkan keamanan dan pra-deteksi, di mana platform komunikasi dan sosial seperti Twitter memainkan peran yang sangat penting dalam melawan dan mencegah terorisme dan tindakan ekstrimis.

Sebelum meluncurkan kembali akun Twitternya, @jokowi telah memiliki lebih dari 2.3 juta pengikut. Sampai hari ini, akun Presiden Joko Widodo telah mempunyai lebih dari 4.43 juta pengikut. Beliau juga menjadi Presiden pertama di kawasan Asia Pasifik yang memiliki dan menggunakan Periscope, aplikasilive broadcast milik Twitter (dengan nama akun: @presidenjokowidodo) untuk berbicara langsung dengan masyarakat saat #KarnavalKhatulistiwa di Pontianak bulan Agustus 2015 lalu.

Dengan menggunakan Twitter memungkinkan Presiden Joko Widodo untuk tetap terhubung dengan masyarakat dan memberikan beliau kesempatan menjadi lebih transaparan mengenai kinerja pemerintah dalam hal pembangunan, keamanan, hukum, sosial, politik, dan budaya. Beliau juga menggunakan Twitter sebagai media untuk melakukan diplomasi dengan pemimpin dari berbagai negara. Presiden @jokowi juga menggunakan Twitter untuk menjawab beragam isu yang sedang terjadi serta mengambil tindakan sebagai balasan dari Tweet masyarakat. (Icha)

Sequans Luncurkan Low Cost Chipset LTE Cat-M Untuk IoT

0

Telko.id – Tipikal dari pemasaran LTE biasanya mengenai kecepatan tinggi dan teknologi bandwith yang tinggi Padahal, tidak semua melihatnya seperti itu. Produsen chipset asal Perancis, Sequans beberapa tahun terakhir ini fokus untuk mengembangkan chipset LTE berdaya rendah dengan tujuan mencipatakan modem LTE yang mudah untuk mendukung perkembangan Internet of Things,

“Tidak semua orang membutuhkan kecepatan tinggi, banyak juga yang mementingkan konsumsi daya yang rendah. Pilihannya adalah menggunakan tknologi Cat-M,” ujar Georges Karam, CEO Sequans, seperti yang dilansir dari RCR Wireless.

Cat-M sendiri mengacu kategori M, generasi kedua dari chipset LTE ini dimaksudkan untuk mengakomodir aplikasi IOT. Kategori M berikut nya adalah Kategori-1 LTE, bagian dari standar 3GPP LTE yang ada, yang memungkinkan untuk mengurangi konsumsi daya dan biaya dengan capping speed pada 10 megabit per detik.

Sequans sendiri adalah pembuat chip pertama yang mengumumkan solusi Cat-M, yang mampu bekerja dengan kecepatan 300 kilobit per detik. Chipset ini mengintegrasikan baseband, transceiver RF, RAM dan manajemen daya yang bebentuk 6. X 8 mm. Penyedia solusi seperti Gemalto akan menambahkan baterai, power amplification, switches dan antenna untuk melengkapi IoT module. Dan Gemalto sendiri akan menciptakan Cat-M LTE module dengan menggunakan chipset milik Sequans, meneruskan keberhasilan dari Module Cat-1 yang juga menggunakan modem dari Sequans.

Selanjutnya, Sequans menargetkan bahwa modul ini dapat dijual dengan harga sekitar US $ 8,00 atau sekitar setengah harga dari module katagori 1 yang saat ini ada di pasaran. Bahkan Karam berharap, harga jual dari Cat-M ini dapat lebih rendah lagi. Paling tidak bisa mencapai US$ 6,00.

“Saat ini, di pasar banyak yang menggunakan Cat-1 untuk semua aplikasinya karena tidak ada yang lain,” ujar Karam lebih lanjut. Padahal semua aplikasi untuk M2M harus pindah dari 2G dan yang terbaik dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Cat-1. Baik untuk yang berkecepatn tinggi maupun berkecepatan sangat rendah. Jika memang bisa terjangkau tidak masalah. Tapi, pada kenyataanya tidak demikian.

Itu sebabnya, Sequans masuk dengan menawarkan Cat-M. Solusi yang lebih baik untuk melayani konsumen dengan lebih murah. Cat-M diprediksikan akan meningkatkan skala ekonomi dari IoT seperti smart energy meter, industriak IoT sensor, asset tracker, smart city controller, dan consumer wearable.

Cat-M ini sendiri sudah compliant dengan 3GPP Release 13 LTE Advanced Pro standard yang menjadi definisi baru terhadap kapabilitas dari LTE untuk machine-type-communications. (Icha)

Setelah Jio, TCS Juga Hadirkan VoLTE di India

0

Telko.id – Tata Consultancy Services (TCS) telah meluncurkan solusi untuk mengaktifkan layanan Voice over LTE untuk jaringan virtual menggunakan platform TCS ‘Network Function Virtualization (NFV) Concerto. Perusahaan IT terkemuka di India ini berkolaborasi dengan Brocade, Metaswitch dan Ixia, pada Intel Xeon platform untuk menunjukkan penyebaran dan verifikasi layanan Voice over LTE dalam jaringan virtual yang mereka buat.

Solusi ini tentunya akan membantu dalam menciptakan peluang bisnis baru, menyederhanakan pengembangan produk, dan membantu pelanggan dengan pengadopsian virtualisasi jaringan. Dalam VoLTE atau yang lebih dikenal dengan Voice over LTE, panggilan voice akan berjalan melalui jaringan data 4G LTE dan bukan menggunakan skema lawas circuit-switched yang biasa digunakan di jaringan 2G atau 3G yang saat ini digunakan. Teknologi VoLTE, juga memungkinkan layanan voice yang dapat berjalan pada jaringan data LTE.

VoLTE juga merupakan standar teknologi bagi para penyedia dalam memberikan layanan broadband kecepatan tinggi, yang saat ini dikenal sebagai 4G. V Rajanna, Wakil Presiden dan Global Head of Technology Unit Bisnis, TCS mengatakan, “TCS ‘NFV Concerto secara signifikan mengurangi pengembangan dan siklus tes untuk fungsi-fungsi jaringan virtual dengan mengotomatisasi fungsional, kinerja, skalabilitas dan penyesuaian testing. solusi ini merupakan bukti keahlian TCS ‘pada platform berbasis prosesor Intel dan OpenStack, pemahaman mitra VNFs dan pengalaman yang luas terhadap teknologi generasi sebelumnya,” ucapnya seperti dikutip dari laman ETTelecom(17/2).

Platform NFV Concerto TCS juga ‘mengintegrasikan Brocade virtual Evolved Packet core, virtualisasi Sistem Internet Multimedia Metaswitch dan Session Border controller, serta Ixia IxLoad Wireless, platform ini juga berhasil menunjukkan panggilan voice melalui layanan LTE di jaringan seluler virtual. Solusi ini digunakan pada Intel Xeon server berbasis prosesor memanfaatkan Red Hat OpenStack.

“Dengan interface terbuka dan desain ground-up untuk lingkungan virtual, vEPC kami cocok dalam framework Concerto dan juga cukup efisien dalam melayani volume data yang tinggi dan latency VoLTE yang sensitif,” ucap Nishi Kant , Wakil Presiden Mobile Networking di Brocade.

Sekedar informasi Reliance Jio adalah operator pertama di India yang menyelenggarakan teknologi VoLTE untuk menawarkan layanan suara di negara ini. Pada tahun lalu, mereka memilii kontrak senilai $ 100 juta (sekitar Rs 670 crore) dengan Nokia untuk penyebaran VoLTE di seluruh India. Sementara Bharti Airtel dan Vodafone juga menggunakan jasa Nokia untuk penyebaran teknologi VoLTE berbasis IMS pada jaringan mereka yang diharapkan akan mulai beroperasi segera dengan layanan berbasis teknologi ini pada bulan April.

Nokia Harapkan Banyak Permintaan VoLte di India

0

Telko.id – Nokia mengharapkan banyak klien mereka dari operator di India yang menginginkan implementasi dari layanan VoLte. Pasalnya, operator telekomunikasi India menunjukkan banyak kepentingan untuk segera mengimplementasikan layanan voice HD ini.

VoLte juga memungkinkan para pelanggan dari operator tersebut untuk melakukan panggilan suara melalui jaringan data 4G. Bahkan, kata seorang pejabat Nokia menambahkan bahwa perusahaan pendukung industri Telekomunikasi ini berada pada posisi yang baik untuk menerima penawaran VoLte.

“India terlihat sangat positif ketika terlihat peluang di segmen VoLTE atau Voice over LTE, Kami juga berada pada posisi yang baik secara signifikan di India,” ucap Amit Marwah, Head of Technology Nokia India, seperti dilansir dari ETTelecom (16/2).

Sekedar informasi, peluncuran komersial pertama dari teknologi ini dijadwalkan secepatnya oleh Reliance Jio Infocomm. Seperti diketahui, teknologi VoLTE memungkinkan suara menjadi data yang naik pada jaringan data LTE, yang membutuhkan layanan mobile broadband berkecepatan tinggi.

Marwah mengatakan bahwa operator telekomunikasi di India tengah mempersiapkan diri untuk menawarkan layanan VoLTE, mereka juga berharap bahwa akan ada banyak permintaan yang lebih besar dari end user setelah peluncuran Jio. ETTelecom sebelumnya juga melaporkan bahwa Nokia telah mengantongi kontrak dari dua perusahaan telekomunikasi terkemuka India, yakni Bharti Airtel dan Vodafone India untuk penyebaran IMS berbasis teknologi VoLTE pada jaringan mereka.

Kedua kontrak tersebut diharapkan akan mulai beroperasi dengan layanan berbasis teknologi ini pada bulan April mendatang. Selain itu, Nokia juga sedang dalam pembicaraan aktif dengan Idea Cellular untuk kesepakatan IMS / VoLTE.

Namun, berbicara mengenai VoLte, Marwah masih menolak untuk mengomentari lebih detail tawaran dari Reliance Jio. “Kami terlibat dalam semua peluang IMS / VoLTE,” ucapnya

Reliance Jio, yang juga bagian dari perusahaan Mukesh Ambani, Reliance Industries, pada tahun lalu memiliki kontrak senilai $ 100 juta (sekitar Rs 670 crore) ke Nokia untuk penyebaran VoLTE di seluruh negeri. saat ini mereka tengah melakukan penggelaran teknologi VoLTE di tingkat nasional.

Menurut Marwah, operator telekomunikasi perlu agresif dan melihat investasi di VoLTE sebagai teknologi dan layanan untuk melawan VoIP (voice over internet protocol) dan ancaman aplikasi OTT (over-the-top). Dia juga menunjukkan bahwa adanya mekanisme yang memungkinkan perusahaan Telekomunikasi untuk mendapatkan tagihan dari pelanggan dengan basis per menit untuk panggilan VoLTE bahkan ketika menggunakan paket data sekalipun.

“VoLTE memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan VoIP,” kata Marwah. VoLTE juga akan menjadi layanan gratis untuk sebagian besar perusahaan telekomunikasi yang memberikan layanan circuit switch voice.

Mengantisipasi pengimplementasi yang lebih tinggi dari layanan VoLTE, Marwah mengatakan kerangka peraturan perlu dibuat dalam mekanisme interkoneksi VoLTE di negara ini. Sementara itu, pada hari Kamis pekan lalu waktu setempat, regulator telekomunikasi telah merekomendasikan amandemen yang cocok di lisensi telekomunikasi untuk membuka jalan bagi sistem interkoneksi yang terjadi pada IP atau tingkat protokol internet antar operator berlisensi.

Jika diterima oleh pemerintah, pengguna pada jaringan 4G berbasis VoLTE milik Jio dapat memanggil pelanggan dari operator lain serta untuk melakukan sharing VoLTE dan sebaliknya.

Marwah mengatakan tarif interkoneksi VoLTE saat ini tidak didefinisikan antara dua operator telekomunikasi di negara tersebut. Layanan roaming VoLTE Internasional dan nasional dalam tahap baru akan lahir secara global, dan dapat menimbulkan beberapa tantangan pada awalnya, tetapi akan berkembang setelah skala dari penyebarannya menjadi lebih luas.

Dia menambahkan bahwa perusahaan telekomunikasi akan mendorong sebuah pemikiran untuk roaming dan interkoneksi setelah VoLTE tersebar di negara ini.

Ia juga menambahkan, bahwa perangkat ekosistem merupakan tantangan bagi teknologi VoLTE, karena smartphone juga tidak tersedia dalam kategori terjangkau. “Ekosistem tergantung pada skala dan volume, namun ada beberapa smartphone yang dapat dikonversi menjadi perangkat VoLTE,” tutup Marwah.

Yotaphone Masih Lakukan Penjajakan Untuk Urusan TKDN

0

Telko.id – Masalah TKDN atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang diwajibkan oleh pemerintah, terutam bagi vendor yang meluncurkan produk 4G, memang baru akan dilaksanakan pada awal 2017 nanti. Namun, para vendor smartphone sudah berlomba-lomba untuk membuat manufaktur sendiri, walapun hanya perakitan, atau berpartner dengan perusahaan manufaktur.

Yotaphone sendiri, ketika meluncurkan Yotaphone 2 ini masih belum memenuhi aturan TKDN tersebut. “Kami masih melakukan identifikasi manufaktur mana yang pas untuk diajak kerjasama karena Yotaphone ini memiliki teknologi yang inovasi dari Rusia sehingga tidak semua manufaktur siap untuk bekerjasama,” ujar Ted Samuel, Wakil Direktur, Maxindo Telemedia Nusantara menjelaskan.

Terlebih yang memiliki wewenang dari pemilihan manufaktur ini adalah pihak principal. Jadi diskusi untuk penentuan dari manufaktur ini juga cukup panjang.

Seperti diketahui, saat ini ada beberapa manufaktur di Indonesia yang siap memproduksi smartphone pesanan dari vendor. Sebut saja PT Haier Electrical Appliaces, LG Innotek, Tridharma Kencana dan Sat Nusapersada.

Sedangkan brand lain, lebih memilih membuat pabrik sendiri ketimbang melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Yotaphone sendiri, ketika ditanya untuk membuat pabrik sendiri masih belum bisa banyak bicara karena ketika siap membuat pabrik maka volume produksi pun harus memenuhi hitung bisnis. “Jadi dalam jangka pendek Yotaphone memiliki untuk melakukan partner dengan manufaktur,” ujar Ted menjelaskan. (Icha)

Yotaphone Siap ‘Tanding’ Dengan Global Brand

0

Telko.id – Bagi masyarakat Indonesia, mungkin belum banyak yang dengan merek smartphone Yotaphone. Namun di luar sana, merek asal Rusia ini sudah banyak kenal. Terutama di India dan Singapura. Di Indonesia, Yotaphone 2 adalah produk pertama yang diperkenalkan pada masyarakat. Dengan keunikan, dua layar dan baterai yang mampu bertahan hingga 5 hari. Yang menjadi distributor untuk merek ini adalah Maxindo telemedia Nusantara yang juga pemilik merek Pixcom.

“Yotaphone 2 ini merupakan smartphone dual screen pertama di dunia. Oleh karena itu, kehadiran YotaPhone 2 di diharapkan bisa mengisi varian smartphoneAndroid di Indonesia,” ujar Tri Sasono Kimas, CEO Maxindo Telemedia Nusantara menjelaskan.

“Keunikan itulah yang membuat kami yakin bahwa produk ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Terutama segmen atas,” ujar Ted Samuel, Wakil Direktur, Maxindo Telemedia Nusantara menjelaskan.

Yotaphone 2 ini dibandrol cukup tinggi harganya yakni Rp.8.999.999. Hanya saja, pada masa pre order yang bekerjasama dengan Blibli.com dan akan berakhir di akhir Februari 2016 ini, ada potongan sebesar Rp.2 juta. Harapannya, tentu produk ini lebih dapat diterima lagi oleh masyarakat. Nanti, pada bulan Maret, Maxindo sudah siap bekerjasama bundling dengan operator. Ada kemungkinan dengan Indosat dan Tri. Namun, bentuknya akan seperti apa, program itu masih dijajaki.

“Masalah Harga adalah relatif karena pangsa pasar juga ada stratanya. Di mana papan atas juga tetap ada peminatnya, “ ujar Ted menjelaskan optimistis nya terhadap kendala harga tinggi yang mungkin menjadi barrier menerima produk ini di pasar.

Dengan mensasar ceruk pasar yang cukup spesifik ini, tentu investasi yang dikeluarkan oleh principal dari Yotaphone juga cukup kuat. Pasalnya, yang menjadi pesaing di kelas yang disasar oleh Yotaphone, saat ini diisi oleh para pemain global brand yang sudah melekat di benak masyarakat Indonesia. “Investasi yang ditanamkan untuk brand ini kurang dari 1 Triliun rupiah dan masih 70% berasal dari Maxindo,” ujar Ted menjelaskan.

Sebenarnya, tidak sekedar besarnya dana investasi saja yang dibutuhkan, tetapi juga kesinambungan dari investasi tersebut sehingga mampu bertahan lama di pasar. Namun, Ted menyakinkan bahwa Maxindo sangat serius menggarap merek ini agar dapat sukses dan diterima secara positif oleh masyarak Indonesia.

Beragam teknologi buatan Yota ada di smartphone Yotaphone 2 ini. Seperti Yota Energy yang menjadi andalan daya tahan produk ini beraktifitas selama 5 hari. Lalu, dua layar yang digadang-gadang bakal membuat laris di pasar. Selebih nya, prosesor yang digunakan adalah Qualcomm Snapdragon 801 quad core dan RAM 2 GB serta memiliki memori penyimpanan sebesar 32 GB. Untuk kamera, smartphone ini sudah memiliki kamera utama dengan resolusi 8 Megapiksel (MP) dan kamera depan beresolusi 2,1 MP.

Untuk layar utama, YotaPhone 2 memiliki layar berukuran 5 inci dengan resolusi AMOLED Full HD 1920×1080 piksel. Sementara layar sekunder yang berada di kover belakangnya memiliki ukuran 4,7 inci dengan teknologi Electronic Paper Display (EPD) beresolusi 960×540 piksel. (Icha)

Google Dipastikan Tak Ambil Bagian Dalam Lelang Spektrum 600 MHz

0

Telko.id – Dengan telah berakhirnya batas waktu bagi pihak yang berkepentingan untuk mendaftar dalam lelang insentif FCC pekan lalu, raksasa internet Google dipastikan tidak akan ambil bagian dalam lelang spektrum seluler yang akan berlangsung di AS bulan depan.

Mengutip juru bicara perusahaan, Reuters melaporkan bahwa Google berencana untuk mengikuti proses lelang, namun belum terdaftar sebagai peserta hingga saat ini.

Sebelumnya, Google disebut berbagai sumber sangat mungkin menjadi peserta, terutama mengingat layanan MVNO (jaringan mobile virtual operator) yang diluncurkan tahun lalu, yang sangat bergantung pada cakupan WiFi, tetapi juga mendukung jaringan selular dari Sprint dan T-Mobile.

Menurut Reuters, batas waktu untuk calon penawar untuk mendaftar dalam lelang telah berakhir Rabu lalu, menampilkan sejumlah nama seperti Verizon, AT&T, T-Mobile dan Comcast. Tanpa ada nama Google di sana.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) melelang secara nasional frekuensi 600-MHz, yang saat ini dipegang oleh penyiaran TV, untuk layanan mobile sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakannya untuk meningkatkan cakupan mobile broadband, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Proses ini akan dibagi menjadi dua bagian, yakni lelang dimana pihak penyiaran akan menjual frekuensi mereka kembali ke FCC, serta lelang lanjutan dimana frekuensi tersebut akan dijual lagi ke perusahaan telekomunikasi. Lelang sendiri akan dimulai pada 29 Maret. Demikian dilaporkan Total telecom, Selasa (16/2).

Kelompok Hacker Carbanak Kembali, Bank Diimbau Hati-Hati

0

Telko.id – Lembaga keuangan dan perbankan tampaknya perlu lebih berhati-hati dalam mengamankan asetnya. Pasalnya, sejumlah penjahat siber yang mulai mengadopsi alat serta taktik dari kelompok APTs (advanced persistent threats) yang didukung oleh negara untuk merampok bank disebut-sebut telah muncul. Adapun ketiga kelompok dengan gaya yang sama ini adalah Carbanak 2.0, Metel dan GCMAN.

Ketiga kelompok hacker ini menyerang organisasi keuangan menggunakan gaya pengintaian secara terselubung, malware yang dimodifikasi khusus, perangkat lunak resmi serta penggunaan cara-cara baru dan inovatif untuk mencuri uang.

Kelompok hacker Metel memiliki banyak trik, tetapi yang membuatnya sangat menarik karena pola serangan yang sangat pintar, yakni dengan mendapatkan kontrol atas mesin dalam bank yang memiliki akses ke transaksi uang (misalnya komputer call center/support). Kelompok ini dapat mengotomatisasi rollback dari transaksi ATM.

Kemampuan rollback memastikan bahwa saldo pada kartu debit tetap sama terlepas dari jumlah transaksi ATM yang dilakukan. Dalam contoh yang diamati sampai saat ini, kelompok hacker ini mencuri uang dengan berkeliling kota di Rusia pada malam hari dan mengosongkan mesin ATM milik sejumlah bank, berulang kali menggunakan kartu debit yang sama yang dikeluarkan oleh bank yang telah diretas. Dalam waktu satu malam saja mereka berhasil membawa kabur sejumlah besar uang.

“Saat ini, fase aktif dari serangan siber semakin singkat. Ketika para penjahat siber ini sangat terampil dalam operasi tertentu, maka mereka hanya membutuhkan beberapa hari atau minggu saja untuk mengambil apa yang mereka inginkan kemudian melarikan diri,” ungkap Sergey Golovanov, Principal Security Researcher at Global Research & Analysis Team, Kaspersky Lab dalam keterangan resminya.

Selama penyelidikan forensik, para ahli Kaspersky Lab menemukan bahwa aktor di belakang kelompok Metel mencapai infeksi awal mereka melalui email spear-phishing yang dibuat secara khusus dengan lampiran berbahaya, dan menggunakan exploit pack Niteris, menargetkan kerentanan dalam browser korban. Setelah berada di dalam jaringan, penjahat siber menggunakan alat yang resmi dan lolos tes penetrasi untuk dapat bergerak secara lateral, membajak pengontrol domain lokal dan akhirnya mencari dan mendapatkan kontrol atas komputer yang digunakan oleh karyawan bank yang bertanggung jawab untuk pemrosesan kartu pembayaran.

Kelompok Metel masih tetap aktif dan penyelidikan akan aktivitasnya masih terus berlangsung. Sejauh ini tidak ada serangan di luar Rusia yang telah diidentifikasi. Namun, hal ini tetap ada kemungkinan bahwa infeksi ini akan semakin jauh lebih luas lagi dan perbankan di seluruh dunia disarankan untuk secara proaktif memeriksa infeksi ini.

Ketiga kelompok hacker ini diidentifikasi bergeser ke arah penggunaan malware yang disertai dengan perangkat lunak resmi dalam aksi penipuan mereka. Mereka beranggapan mengapa harus membuat banyak malware dan peralatan khusus, jika utilitas resmi bisa sama efektif dan berbahayanya, dan juga jauh lebih sedikit memicu alarm?

Tetapi dalam hal kerahasiaan, para aktor dibelakang kelompok hacker GCMAN bahkan melangkah lebih jauh lagi: kadang-kadang mereka berhasil menyerang sebuah organisasi tanpa menggunakan malware, hanya dengan menggunakan alat resmi dan telah lolos uji penetrasi saja. Dalam kasus yang telah diselidiki oleh ahli Kaspersky Lab, terlihat bahwa kelompok hacker GCMAN menggunakan utilitas Putty, VNC, dan Meterpreter untuk bergerak secara lateral melalui jaringan sampai para penjahat ini mencapai sebuah mesin yang dapat digunakan untuk mentransfer uang ke layanan e-currency tanpa memperingatkan sistem perbankan lainnya.

Dalam satu serangan yang diamati oleh Kaspersky Lab, penjahat siber berada di jaringan selama satu setengah tahun sebelum melakukan pencurian. Pecahan uang yang ditransfer sebesar US$ 200, batas atas untuk pembayaran anonim di Rusia. Setiap menit, CRON scheduler meluncurkan script berbahaya, dan sejumlah uang lainnya dipindahkan ke rekening e-currency milik penjahat siber. Perintah transaksi dikirim langsung ke upstream payment gateway bank dan tidak akan muncul di sistem internal bank lainnya.

Dan yang terakhir, Carbanak 2.0 menandai kemunculan kembali kelompok hacker Carbanak, dengan alat dan teknik yang sama tetapi profil korban yang berbeda dan cara-cara inovatif untuk mencuri uang.

Pada 2015, target Carbanak 2.0 tidak hanya perbankan, tapi departemen penganggaran dan keuangan dari organisasi yang menjadi target mereka. Di salah satu contoh yang diamati oleh Kaspersky Lab, kelompok Carbanak 2.0 ini mengakses lembaga keuangan kemudian melakukan perubahan data-data sah kepemilikan dari sebuah perusahaan besar. Informasi ini dimodifikasi sehingga nama penjahat siber tercantum sebagai pemegang saham perusahaan dan menampilkan informasi mengenai identitas palsu mereka.

“Serangan terhadap lembaga keuangan ditemukan pada tahun 2015 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dari penjahat siber semakin agresif menggunakan serangan bergaya APT. Kelompok Carbanak merupakan yang pertama dari banyak lainnya: penjahat siber sekarang belajar dengan cepat bagaimana menggunakan teknik-teknik terbaru dalam aksi mereka, dan kita melihat lebih banyak dari mereka mulai bergeser dari menyerang pengguna ke menyerang bank secara langsung. logika mereka adalah sederhana: di situlah uang berada,” ujar Sergey Golovanov.

Ia menambahkan, perusahaan ingin menunjukkan bagaimana dan di mana, khususnya, aktor ancaman ini kemungkinan menyerang untuk mendapatkan uang nasabah. Kaspersky Lab berharap bahwa setelah mendengar tentang serangan GCMAN, nasabah akan segera melakukan pemeriksaan mengenai bagaimana server dari perbankan online dilindungi; sedangkan dalam kasus Carbanak, perusahaan menyarankan untuk melindungi database yang berisi informasi tentang pemilik rekening, bukan hanya saldo mereka saja.

“Produk Kaspersky Lab berhasil mendeteksi dan memblokir malware yang digunakan oleh para aktor ancaman Carbanak 2.0, Metel dan GCMAN. Perusahaan juga merilis Indicators of Compromise (IOC) yang sangat penting dan data lainnya untuk membantu organisasi mencari jejak serangan kelompok hacker ini di jaringan perusahaan mereka,” pungkas Golovanov.

Bagus Mana Alert System Bencana di Taiwan & Indonesia

0

Telko.id – Taiwan pada Senin mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan sistem peringatan dini untuk bencana alam di ponsel 4G, menyusul gempa 6,4 SR pada 6 Februari yang menewaskan 116 orang.

Dari April dan seterusnya, pelanggan layanan telekomunikasi 4G akan menerima pesan dari sistem peringatan publik mengenai bencana alam, Ucap direktur Departemen Infrastruktur Jaringan Komisi Komunikasi Nasional Taiwan, Lo Chin-Hsien. Taiwan telah bekerja pada sistem ini sejak gempa dahyat dengan kekuatan 9 SR pada 11 Mei 2011 silam, yang diikuti oleh tsunami, di timur laut Jepang,laporan EFE News.

sistem baru yang sudah dalam masa percobaan, akan memungkinkan perusahaan telekomunikasi 4G untuk mengirim peringatan instan kepada jutaan pengguna di daerah beresiko potensi bencana alam sehingga mereka dapat mengadopsi langkah-langkah perlindungan. Sampai dengan saat ini, Negara kepulauan kecil ini memiliki sistem yang mampu mengirimkan pesan secara maksimal hingga 2.000 pesan, peringatan tersebut nantinya dikirimkan ke masyarakat yang berada di zona bahaya,

Namun, Sistem peringatan ini belum mampu mengirim ‘alert’ dalam kasus bencana alam besar, kata Lo. Ia menambahkan, bahwasanya sistem peringatan darurat nasional tidak akan mati dan akan diterima melalui pesan teks dengan suara dan getaran, ucapnya seperti dikutip dari ETTelecom (16/2).

Sementara itu, di Indonesia sendiri pemerintah memperkenalkan single emergency number 112 yang juga berlaku untuk internasional. Nomor ini tidak memerlukan pulsa dan juga simcard untuk dapat berkomunikasi.

Hanya saja, pada tahap awal baru akan diaplikasikan oleh Provinsi DKI Jakarta untuk peringatan dini atas bencana banjir. Tapi nantinya, 112 ini juga akan mengirimkan SMS pada masyarakat yang berada di daerah bencana atau gawat darurat yang terdeteksi, mirip seperti informasi yang selama ini kita terima di mall atau merchant yang menawarkan promo tertentu. Teknologi yang ada dibalik itu adalah tekonolgi Location Base Service.

Sekedar informasi, Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika saat ini sudah siap diundangkan, diselesaikan bersama-sama dengan para operator dan seluruh stakeholder. Pemerintah mewajibkan operator untuk menyalurkan informasi kebencanaan ini dan tanpa dipungut biaya untuk masyarakat. Operator akan menyebarkan informasi ke BTS yang lokasinya terdampak dan sekitarnya, tergantung pada jenis kebencanaannya.

“Kami ditantang oleh Pak Menteri, maksimal empat menit seluruh informasi sudah harus sampai. Terutama untuk gempa bumi yang berpotensi tsunami, ini sangat singkat waktunya seluruh informasi sudah harus diterima,” jelas Ismail Cawidu kepada tim Telko.id

Demikianlah sedikit perbedaan skema dari sistem peringatan dini terhadap bencana alam di Indonesia dan Taiwan. Perbedaan ini juga didasari oleh culture dan kebiasaan warga setempat, agar mereka cepat tanggap ketika terjadi bencana alam.