spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1501

Qualcomm Snapdragon 636 Mobile Platform Diluncurkan Demi Puaskan Para Gamer

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, para mobile gamer terus meningkat. Tentu ekspektasi terhadap smartphohe gaming juga menjadi lebih tinggi. Itu sebabnya, Qualcomm memperkenalkan mobile platform baru yang khusus diperuntukan bagi para penyuka game.

Produk tersebut adalah Qualcomm Snapdragon 636, yang dirancang untuk memberikan peningkatan pada kinerja perangkat, teknologi gaming dan display yang lebih maju dibandingkan dengan Snapdragon 630 Mobile Platform. Snapdragon 636 menambah portfolio bagi mobile platform Snapdragon berkinerja tinggi dari Qualcomm Technologies yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan perangkat berkualitas tinggi dengan fitur tingkat atas dan harga rendah.

Snapdragon 636 mengusung CPU Qualcomm Kyro 260, yang memberikan 40% peningkatan kinerja perangkat dibandingkan dengan Snapdragon 630. Snapdragon 636 juga hadir dengan dukungan layar modern ultra-wide FHD+ dan Assertive Display, yang mengoptimasikan visibilitas layar di segala kondisi pencahayaan. Fitur Qualcomm TruPalette dan Qualcomm EcoPix yang terintegarsi dengan Adreno Visual Processing Subsystem untuk menyokong pengalaman tampilan layar ponsel yang superior. Terakhir, GPU Qualcomm Adreno 509 yang terintegrasi juga dirancang untuk mendorong performa gaming dan browsing sebesar 10 persen dibandingkan generasi sebelumnya, menunjang pengalaman gaming yang belum pernah ada sebelumnya dengan visual yang serupa dengan kenyataan dan secara efisien menghasilkan grafik 3D yang canggih.

Snapdragon 636 Mobile Platform menggunakan proses 14nm FinFet dan memiliki peranti lunak dan soket elektronik yang kompatibel dengan Snapdragon 660 dan 630 Mobile Platform, memungkinkan pembuat ponsel (OEM) yang sudah menggunakan kedua platform tersebut agar dapat dengan mudah mengimplementasi Snapdragon 636 di perangkat mereka selanjutnya secara cepat dan efisien.

Snapdragon 636 Mobil Platform juga didukung dengan modem Snapdragon X12 LTE yang canggih dan sudah teruji secara global, dengan kecepatan unduh tertinggi secepat 600 Mbps sehingga operator dapat menyediakan kecepatan unduh super cepat kepada konsumen; Qualcomm Spectra ISP 160 14-bit, yang mendukung kamera hingga 24 megapiksel dengan zero shutter lag dan menunjang smooth zoom, autofocus cepat, dan warna-warna objek seperti aslinya untuk kualitas foto yang luar biasa; dan Qualcomm Aqstic audio codec yang mendukung Hi-Fi audio on the go, dengan dukungan hingga 192kHz/24 bit dan kemampuan untuk melakukan playback lossless file audio dengan distorsi rendah dan high dynamic range.

“Diperkenalkannya Snapdragon 636 Mobile Platform membuat OEM dapat menikmati transisi mulus dari Snapdragon 660 dan 630 Mobile Platforms sembari menunjang diberikannya fungsionalitas dan kinerja superior kepada para pengguna,” ujar Kedar Kondap, wakil presiden, manajemen produk, Qualcomm Technologies, Inc.

Kondap juga menambahkan bahwa “Produsen dapat menggunakan modem dan arsitektur kamera yang sama untuk memungkinkan uji coba dan kalibrasi yang cepat dan efisien, memangkas secara signifikan sumber daya dan waktu normal yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk dengan platform baru.”

Snapdragon 636 Mobile Platform diperkirakan akan sampai kepada para pelanggan pada bulan November 2017. (Icha)

 

 

Telkomsel Lindungi Keluarga Indonesia Via Aplikasi Family Protect

0

Telko.id – Untuk mendukung pemanfaatan Internet yang positif, Telkomsel bekerjasama dengan Family Zone, perusahaan asal Australia yang bergerak dalam bidang keamanan internet (internet safety), menghadirkan layanan Family Protect. Berbasis aplikasi mobile, Family Protect memungkinkan orang tua untuk memonitor sekaligus mengontrol aktivitas di perangkat seluler anak, sehingga anak terlindung dari dampak kurang baik ketika berinternet seperti cyber-bullying, mengakses situs web terlarang, dan waktu pemakaian Internet yang berlebih.

“Sebagai penyedia layanan seluler di Indonesia, kami mendorong penggunaan Internet yang bermanfaat dan positif. Untuk meminimalisir penggunaan Internet yang memberikan dampak kurang baik pada anak, kami berusaha untuk memberikan solusi lewat layanan inovatif parental control Family Protect dengan fitur lengkap, yang dapat disesuaikan sesuai kebiasaan dan kebutuhan masing-masing keluarga,” kata Crispin Tristram, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel.

Crispin kemudian menambahkan bahwa layanan Family Protect juga melengkapi bukti komitmen  Telkomsel dalam kampanye cyber wellness  #internetBAIK Telkomsel dalam rangka menciptakan ekosistem digital yang konstruktif, yang sudah lama berjalan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi penggunaan internet secara BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) yang ditujukan bagi segmen anak-anak, serta para orang tua dan guru di sekolah.

Layanan Family Protect memiliki fitur lengkap untuk memonitor dan mengontrol aktivitas internet di perangkat seluler yang dimiliki oleh anak, yaitu Safe Content yang berfungsi untuk mengeliminasi konten negatif ataupun konten dewasa, blokir situs, dan pembatasan pencarian dari situs Google, Bing dan YouTube berdasarkan kata kunci tertentu.

Selain itu, terdapat fitur Manage Apps  yang berguna untuk memblok pengunduhan dan mematikan fungsi pembelian aplikasi (apps purchase), serta Manage Screen Time untuk mengatur waktu aktivitas online anak dalam beberapa kondisi seperti waktu belajar, sekolah, dan istirahat. Sementara itu, fitur Device Feature Manager juga dapat dimanfaatkan orang tua untuk mengatur akses fitur di perangkat seluler anak, misalnya kamera, dan lain-lain.

Kolaborasi Telkomsel dan Family Zone untuk layanan ini juga memberikan pengalaman parental control yang berbeda dari layanan sejenis, seperti penggunaan aplikasi di perangkat orang tua dan anak yang terhubung melalui activation key, akses terhadap cyber expert untuk konsultasi terkait keamanan internet, peringatan atas akses situs terlarang atau pelanggaran lainnya, kontrol jarak jauh untuk mematikan layanan Internet anak, dasbor aktivitas browsing dan penggunaan aplikasi di perangkat anak, dan lain-lain.

Layanan ini memproteksi dan mengontrol akses Internet keluarga melalui aplikasi Family Protect yang terpasang di perangkat milik orang tua dan perangkat yang digunakan oleh anak. Seluruh pelanggan Telkomsel dapat menggunakan layanan parental control ini dengan mengakses *500*56# dengan pilihan tarif berlangganan sebesar Rp. 13.200 per bulan untuk dua perangkat terproteksi atau Rp. 8.800 per bulan untuk satu device terproteksi. Setelah memilih tarif berlangganan, pelanggan kemudian akan mendapatkan SMS yang berisi tautan untuk mengunduh aplikasi Family Protect di Google Playstore,  beserta kode aktivasinya.

“Layanan Family Protect merupakan jawaban dari kekhawatiran para keluarga atas penggunaan Internet selama ini. Dengan meminimalisir aktivitas internet yang kurang bermanfaat, kami harap para orang tua dapat lebih tenang dan dapat memaksimalkan pemanfaatan Internet yang positif demi perkembangan anak”, tutup Crispin. (Icha)

 

 

 

Google Gandeng ESET Basmi Software Berbahaya di Internet

0

Telko.id – Setiap hari jutaan pengguna internet, tanpa mereka sadari, seringkali menjadi korban perangkat lunak yang memodifikasi hasil pencarian mereka untuk mengalihkannya ke laman lain atau memasukkan iklan tambahan ke laman yang mereka kunjungi. Lebih parah, pengguna diarahkan ke situs yang tidak diinginkan yang penuh dengan iklan, ke depan hal ini bisa lebih buruk lagi, pengguna akan terus menerus terperangkap di situs yang sama secara terus-menerus.

Chrome sudah memiliki alat untuk membantu pengguna menghindari unwanted software atau perangkat lunak yang tidak diinginkan semacam ini. Misalnya, penggunaan Safe Browsing mencegah banyak infeksi terjadi dengan memperingatkan jutaan pengguna. Tapi terkadang ini saja belum cukup untuk menghentikannya.

Untuk itu, Chrome menggandeng ESET yang merupakan salah satu perusahaan keamanan siber global terkemuka dengan meluncurkan Chrome Cleanup, sebuah pemindai dan pembersih baru untuk Google Chrome yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajahi web dengan aman dan tanpa gangguan. Pembersih Chrome akan tersedia untuk semua pengguna Google Chrome yang berjalan di Windows.

Pembersih Chrome akan mengingatkan pengguna Google Chrome akan ancaman potensial saat mendeteksi perangkat lunak yang tidak diinginkan. Google Chrome kemudian akan memberi pengguna pilihan untuk menghapus perangkat lunak. Pembersih Chrome beroperasi dari balik layar tanpa terlihat atau mengganggu pengguna. Ia akan menghapus perangkat lunak dan memberitahukan pengguna setelah pembersihan berhasil diselesaikan.

Menanggapi kerjasama ini, Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan: “Ini bukan yang pertama kali ESET melakukan kerjasama secara global dalam menghadapi kejahatan siber, upaya Google menggandeng ESET tentu saja disambut dengan tangan terbuka, karena sejak awal berdiri, ESET ingin memberikan keamanan dan kenyamanan pada seluruh pengguna internet di dunia. Semoga ke depan kerjasama semacam ini terus terjalin dengan semua pihak yang terkait demi menciptakan lingkungan siber yang aman bagi kita semua.”

Untuk melengkapi sistem keamanan Google, ESET meluncurkan tiga perubahan guna membantu Chrome untuk Windows pulih dari infeksi perangkat lunak tidak diinginkan yakni Hijacked settings detection, Chrome Cleanup yang Lebih Simpel dan Mesin Cleanup yang lebih bertenaga. (Icha)

Chipset Modem Qualcomm Berhasil Melakukan Koneksi 5G Yang Pertama di Dunia

0

Telko.id – Seperti diumumkan tahun lalu, Qualcomm Technologies yang merupakan anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated mengeluarkan chipset Modem Qualcomm. Dengan menggunakan pita frekuensi radio 28GHz mmWave produk ini berhasil mencapai kecepatan gigabite dan koneksi data. Hal ini diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Dengan kehadiran produk Qualcomm ini memberikan pencerahan baru bagi teknologi 5G yang saat ini masih belum ditentukan juga oleh ITU standar yang akan digunakan. Namun, perusahaan asal Amerika ini cukup yakin bahwa uji coba nya ini menjadi acuan bagi industri.

“Perangkat mobile. Chipset modem 5G Qualcomm Snapdragon memberikan kecepatan gigabita dan koneksi data pada pita frekuensi radio 28GHz mmWave ini menghadirkan generasi baru teknologi seluler seraya mempercepat kehadiran perangkat yang mendukung 5G NR kepada konsumen. Selain itu, Qualcomm Technologies juga memberikan preview dari acuan desain smartphone 5G pertamanya untuk pengujian dan optimasi teknologi 5G di dalam batasan-batasan daya dan bentuk smartphone,” kata Cristiano Amon, Wakil Presiden Eksekutif Qualcomm Technologies, Inc. dan Presiden, QCT.

Amon menambahkan bahwa  “Pencapaian koneksi data 5G pertama kali di dunia dengan chip modem 5G Snapdragon X50 5G pada spektrum 28GHz mmWave ini merupakan bukti dari kepemimpinan Qualcomm Technologies di bidang 5G dan keahlian di konektivitas mobile. Sekaligus juga sebagai loncatan besar dan acuan desain smartphone 5G”.

“Langkah Qualcomm ini juga untuk mendorong 5G NR pada perangkat mobile untuk meningkatkan pengalaman mobile broadband untuk pengguna di seluruh dunia,” kata Amon menambahkan.

Demonstrasi koneksi data 5G tersebut berlangsung di laboratorium Qualcomm Technologies di San Diego. Demonstrasi tersebut berhasil mencapai kecepatan unduh gigabita dengan memanfaatkan beberapa carrier 5G 100 MHz, yang berjalan pada spektrum 28GHz milimeter wave (mmWave). 5G NR mmWave adalah area baru di dunia mobile, yang telah dimungkinkan oleh standar 5G NR, dan diperkirakan akan mengantarkan konsumen ke pengalaman pengguna di era baru dan meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan.

Selain chipset modem 5G Snapdragon X50, demonstrasi tersebut juga menggunakan SDR051 mmWave RF transceiver integrated circuit (IC). Demonstrasi tersebut turut menggunakan 5G Protocol R&D Toolset baru dari Keysight Technologies dan UXM 5G Wireless Test Platform.

Qualcomm Technologies merupakan perusahaan pertama yang mengumumkan chipset modem 5G pada tahun lalu. Kemampuannya untuk berkembang dari tahap pengumuman produk hingga mencapai tahap silikon fungsional hanya dalam jangka waktu dua belas bulan menunjukkan kepemimpinan Qualcomm Technologies di teknologi selular – yang saat ini merambah ke 5G.

Qualcomm Technologies merupakan salah satu perusahaan yang sangat mendorong penggunaan 5G NR sehingga dapat dijadikan sebagai standar oleh ITU pada tahun 2019 mendatang. Tak Heran, upaya perusahaan asal Amerika ini juga begitu intensif. Mulai dari penelitian dan penemuan dasar, penentuan standar 3GPP, perancangan sub-6 GHz dan sistem prototipe mmWave 5G NR, uji coba interoperabilitas dan over-the-air dengan operator global utama dan penyedia infrastruktur, serta mengembangkan produk sirkuit terintegrasi untuk perangkat mobile.

Qualcomm pun berharap, keluarga modem Snapdragon X50 5G NR diharapkan akan menunjang peluncuran komersial smartphone dan jaringan 5G pada paruh pertama tahun 2019. (Icha)

 

Pasar Perangkat 4G Global Bakal Tumbuh 8.7% Sampai 2021

Telko.id – Research and Markets, baru saja mengeluarkan riset terbarunya tentang pasar perangkat 4G secara global. Diproyeksikan hingga tahun 2021 nanti akan terjadi pertumbuhan perangkat yang dapat bekerja di jaringan 4G tumbuh hingga 8.7%.

Berdasarkan laporan tersebut, perusahaan yang akan menjadi pemain kunci di pasar perangkat 4G secara global adalah Apple, Huawei Technologies, Lenovo, LG, Netgear, Novatel Wireless, OPPO, Samsung, Sony, Vivo Communication Technology, Xiaomi, dan ZTE.

Mengomentari laporan tersebut, seorang analis dari tim peneliti mengatakan “Tren terbaru yang mendapatkan momentum di pasar adalah distribusi perangkat secara online. Fenomena yang sangat populer yang muncul 2-4 tahun yang lalu adalah distribusi online eksklusif perangkat komputasi mobile seperti smartphone.

Alasannya adalah bahwa generasi muda, yang merupakan kelompok sasaran utama untuk smartphone, menghabiskan banyak waktu di Internet melalui PC, laptop, tablet, dan smartphone. Dengan menambah kenyamanan pengiriman doorstep dan mendapatkan detail mendalam tentang smartphone, orang ingin membeli produk dengan penawaran eksklusif yang tersedia secara online seperti cash back on purchasing. Ini mendorong generasi muda untuk membeli produk melalui saluran online. ”

Selain itu, yang menjadi pendorong utama dari pertumbuhan perangkat 4G ini adalah penggunaan Internet. Di mana, Internet telah mengalami pertumbuhan yang sangat besar sejak tahun 2000. Dengan meningkatnya komunikasi digital, media sosial, dan e-commerce, penetrasi Internet diperkirakan akan semakin meningkat. Meskipun tingkat penetrasi Internet terendah di wilayah ini, APAC memiliki jumlah pengguna Internet tertinggi, yang mewakili lebih dari 50% keseluruhan Internet yang menggunakan populasi.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di seluruh dunia, akan ada penyebaran jaringan 4G yang lebih tinggi untuk mengakses jaringan berkecepatan tinggi dan transfer data yang lebih cepat. Ini akan mendorong permintaan perangkat 4G.

Selanjutnya, laporan tersebut menyatakan bahwa salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan pasar ini adalah rencana tarif tinggi. Koneksi modem broadband mobile lebih mahal daripada koneksi digital subscriber line (DSL) atau pemasangan kabel. Misalnya, koneksi broadband kabel AT & T menyediakan data 250 GB dan harganya sekitar $ 30, sedangkan koneksi hotspot lebih mahal dan harganya sekitar $ 149.99 untuk data bulanan sebesar 5 GB. Koneksi broadband kabel AT & T juga menyediakan tambahan isi ulang 1 GB seharga $ 10.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi tujuan informasi primer dan sekunder termasuk masukan dari peserta kunci dalam industri ini. Laporan tersebut berisi lanskap pasar dan vendor yang komprehensif, di samping analisis SWOT dari vendor utama. (Icha)

Pas HUT ke 16, Tasikmalaya Dapat Hadiah Broadband 4G LTE Dari Telkomsel

0

Telko.id – Telkomsel kembali membagun sinergi bersama pemerintah kota Tasikmalaya dengan menyelenggarakan event jalan sehat bersama masyarakat dalam rangka menyambut hari jadi kota Tasikmalaya yang ke 16, gelaran event ini juga sekaligus diharapkan menjadi salah satu upaya penguatan ekosistem digital Telkomsel di seluruh wilayah Tasikmalaya sekaligus upaya penguatan layanan broadband 4G LTE untuk menunjang kebutuhan gaya hidup digital pelanggan Telkomsel.

Event jalan sehat yang di selenggarakan di balai kota Tasikmalaya mengambil tema Dari Tasikmalaya untuk Semua hal ini diharapkan mampu menyedot animo masyrakat Tasik untuk merasakan secara langsung Digital Experience dari produk dan layanan broadband terdepan milik Telkomsel dengan berbagai keunggulan dan kualitas harga yang terjangkau bagi masyarakat Tasikmalaya.

Dalam rangkaian acara menyambut HUT Tasikmalaya ini juga Telkomsel bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan kartu PEMDA Tasikmalaya yang diperuntukan mempermudah komunikasi dan kordinasi antar instansi pemrintahan Tasik melalui kartu komunitas yang bisa digunakan secara gratis untuk melakukan panggilan telepon dan sms serta paket data sebesar 6 GB dengan cara aktivasi ke *363#.

General Manager Sales Regional Jawa Barat Telkomsel Agustiyono menyampaikan “Melalui kegiatan Jalan Sehat Bersama Warga Tasikmalaya menjadi salah satu bentuk dukungan sekaligus apresiasi Telkomsel atas loyalitas pelanggan Telkomsel di wilayah Tasikmalaya yang menggunakan produk dan layanan Telkomsel sebagai pilihan utama.“

Telkomsel juga menghadirkan Paket Broadband Khusus 30 GB bagi para peserta yang ingin mendapatkan kesempatan memenangkan Doorprize seperti Motor, Kulkas hingga TV LED hingga Grandprize Paket Umroh yang bisa diaktifkan di *363*9# , selain itu para pelanggan juga bisa merasakan produk dan layanan Telkomsel secara langsung di gerai layanan seperti upgrade uSIM 4G LTE gratis, trade in smartphone 4G LTE dengan diskon hingga 50%, serta pengalaman mencoba transaksi layanan digital money Telkomsel TCASH di Fesitival Kuliner,Telkomsel juga menghadirkan penampilan artis dan penyanyi dangdut Aty Selayar untuk menambah keseruan dan kemeriahan acara jalan sehat bersama masyarakat Tasikmalaya.

Selain itu lebih dari 490 BTS teknologi broadband terdepan 4G LTE sudah mencover lebih dari 4 juta pelanggan di wilayah Tasikmalaya menjadikan Telkomsel optimis masyarakat mampu mengadopsi layanan broadband dan digital Telkomsel yang sudah menjangkau luas di setiap populasi melalui pemanfaatan yang efektif dan efisien. Hal ini juga terlihat dari besarnya pelanggan pengguna data di Tasikmalaya yang mencapai 1,7 juta.

Guna mengoptimalkan layanan dan jaringan selama penyelengaraan event Jalan Sehat berlangsung Telkomsel juga sudah mengoperasikan 1 unit compact Mobile BTS (Combat) Arrow yang mampu mencover kepadatan jaringan di wilayah Balaikota Tasikmalaya dengan kekuatan jaringan 3G dan 4G, disisi lain untuk menjaga jaringan tetap stabil pada saat Jalan Sehat berlangsung Telkomsel juga memaksimalkan BTS yang berada disepanjang Rute Jalan Sehat.

“Melalui kegiatan Jalan Sehat bersama Telkomsel diharapkan masyarakat Tasikmalaya bisa mendapatkan pengalaman langsung  produk dan layanan dari Telkomsel.“ tutup Agustiyono. (Icha)

 

 

 

Menkominfo: Player IoT Harus Duduk Bareng Buat Masterplan

0

Telko.id – Era Internet of Things mulai tumbuh bahkan diproyeksikan akan semakin menggila pada tahun 2020 mendatang. Berdasarkan hasil riset beberapa lembaga menyebutkan bahwa IoT akan tumbuh dengan angka yang luar biasa besar. Berdasarkan Gartner sekitar 300 milyar dollar, sedangkan menurut data IDC mencapai 1.7 triliun. Bisnis terbesar akan diperoleh dari bisnis device dan aplikasi. Kedua, didapat dari konektiviti dan platform dan terakhir dari system integrasi.

Pasar yang demikian besar memang mengharuskan Indonesia untuk siap menghadapi ‘serangan’ IoT tersebut. Persiapan yang paling mendasar adalah membuat masterplan IoT Indonesia. Hal ini disebutkan oleh Rudiantara dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional ITF yang bertajuk

“Mendorong Terbentuknya Regulasi dan Standarisasi Dalam Menata Ekosistem Internet of Things”, di Jakarta (16/07).

“Player inilah perlu duduk  bersama merumuskan arah atau masterplan IoT di Indonesia. Karena pasar IoT di Indonesia diproyeksikan tertinggi di Asia tenggara sekitar 4000 dollar di tahun 2020,” ungkap Rudiantara.

Selain menghadirkan Rudiantara, seminar ini juga mendatangkan pembicara dari pihak Dirjen SDPPI, Bapak Ismail  dan pihak operator selular, Indosat Ooredoo yang diwakili oleh Budiharto, Group Head Business Product Indosat Ooredoo.  Budiharto memberikan pandangannya mengenai IoT yang akan terus tumbuh membesar di masa depan. “Sejumlah riset menunjukkan memang IoT akan menjadi salah satu layanan yang akan tumbuh secara eksponensial seiring semakin merebaknya machine to machine communication dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan serta aplikasi.  Peran perusahaan telekomunikasi sangat penting sebagai enabler Utama dalam ekosistem IoT” kata Budiharto.

Sementara dari sisi regulasi, menurut Agung Harsoyo, komisioner BRTI sekaligus staf pengajar STEI ITB Bandung menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan IoT saat ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi termasuk dampaknya bagi masyarakat luas. “Kami melakukan antisipasi ke depan sebagai jawaban atas berkembangnya ekosistem IoT di masa depan,” kata Agung. Terlebih, perkembangan IoT sulit dibendung sehingga memang diperlukan perangkat regulasi yang mampu menjawab berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh IoT.

Selain menghadirkan pembicara dari kalangan industri, ITF juga menghadirkan Desmond Previn, dari perusahaan IoT Smart Home Indonesia yang sukses memasarkan produknya ke pasar Eropa dan Tiongkok. “IoT punya prospek cerah bagi Indonesia karena banyak hal bisa dikreasikan dengan IoT. Kreativitas dan keunggulan sumber daya manusia Indonesia di bidang pemrograman menyakinkan saya untuk menggeluti bisnis ini,” tambahnya.

Dari sisi industri, ruang lingkup yang luas serta pasarnya yang luar biasa membuat perusahaan sebesar GE (General Electric) pun melirik IoT sebagai salah satu solusi. “Ekosistem IoT harus dibangun secara sinergi di antara pemangku kepentingan termasuk kalangan industri,” kata Muliandy Nasution, Market Development GE Indonesia. Perusahaan besar bidang telekomunikasi dan elektronika memang banyak melirik IoT sebagai peluang besar bisnis di masa mendatang.

Dari sisi teknis, sebagai sebuah perangkat dengan standar tersendiri memang harus diperhatikan bahwa IoT juga menyimpan bom waktu yang harus diantisipasi sejak awal. “Kemungkinan-kemungkinan tersedotnya data pribadi dan sebagainya tetap dimungkinkan dari penerapan IoT,” kata Gunawan Wibisono, pengajar Fakultas Teknik Jurusan Elektro Universitas Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia Technology Forum (ITF)  mendorong adanya regulasi dan penataan  ekosistem IoT yang sehat dan mampu membawa manfaat tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi dan informatika serta memajukan keunggulan ekonomi Indonesia

ITF juga berharap, hadirnya IoT bisa mendorong keunggulan kompetitif nasional melalui transformasi dalam era digital dengan memanfaatkan teknologi IoT. Sehingga keberadaan ekosistem IoT bisa mendorong Indonesia menjadi pemain global dan tidak hanya menjadi pangsa pasar melainkan menjadi pemain utama. (Icha)

Lima Operator Ini Berhak Ikut Tahap Lanjutan Lelang Frekuensi

0

Telko.id – Berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan informatika, ada enam penyeleggara jaringan bergerak seluler atau operator yang melakukan pendaftaran sebagai calon peserta seleksi.

Keenam Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler tersebut adalah sebagai berikut  Telekomunikasi Selular, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Smart Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Indosat, seperti yang disampaikan oleh Kemenkominfo dalam siaran tertulisnya.

Namun, Berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi yang meliputi pemeriksaan kelengkapan Dokumen Administrasi dan verifikasi Dokumen Administrasi, maka Tim Seleksi menetapkan 5 (lima) Peserta Seleksi yang lulus Evaluasi Administrasiuntuk seleksi pengguna pita frekuensi radio 2.3 GHz adalah Hutchison 3 Indonesia, Indosat, Smart Telecom, Telekomunikasi Selular dan XL Axiata.

Selanjutnya, sesuai ketentuan Pasal 26 ayat (3) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, maka ke lima peserta seleksi yang lulus tahapan evaluasi administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu tahapan Lelang Harga dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 2.3 GHz. Tahapan Lelang Harga dimaksud akan dimulai pada hari Senin, 16 Oktober 2017.

Dalam tahapan lelang harga ini, pemerintah akan memberikan pagu harga pada operator dan operator akan mengajukan harga. Demikian terus sampai terdapat pemenangnya. “Kita akan tunggu harga yang dikeluarkan oleh pemerintah, baru kemudian kita mengajukan harga. Kita akan coba terus ikut sampai kita dapat frekuensi,” kata M. Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia optimis.

Memang, lelang frekuensi ini sangat ditunggu oleh para operator di Indonesia. Maklum saja, dengan penambahan frekuensi maka operator dapat melakukan banyak hal. Baik dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas jaringannya demi memberikan pelayanan lebih baik bagi para pelangganya. Tak heran, semua operator begitu antusias mengikuti lelang ini. Sayang, tidak banyak frekuensi yang tersisa. Sehingga diperlukan lelang ini agar lebih fair dan terbuka.

Sebagai informasi, pembukaan seleksi lelang, tak lepas dari disahkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.​

Pada frekuensi 2,1 GHz ada dua blok yang dilelang yakni masing-masingnya 5 MHz. Sedangkan, pita frekuensi 2,3 GHz sebanyak 15 MHz dari total yang kosong sebesar 30 MHz. Operator sendiri diberikan kebebasan oleh pemerintah terkait teknologi yang akan digunakan. Bisa dimanfaatkan untuk 3G atau 4G.

Saat ini pita frekuensi 2,1 GHz yang memiliki total lebar spektrum 60 MHz diisi oleh empat operator, yaitu Tri menempati blok 1 dan 2 (10 MHz), Telkomsel di blok 3, 4, dan 5 (15 MHz), Indosat Ooredoo di blok 6 dan 7 (10 MHz), dan XL di blok 8, 9, 10 (15 MHz). Sedangkan yang kosong ada di blok 11 dan 12, usai ditinggalkan Axis setelah diakuisisi oleh XL pada 2014 lalu.

Sementara itu, di pita frekuensi 2,3 GHz total lebar spektrum 90 MHz, di mana 30 MHz dihuni oleh Smartfren, beberapa pemain broadband wireless access (BWA), seperti Internux (Bolt), sedangkan 30 MHz sisanya kosong. (Icha)

Kartu Prabayar Harus Registrasi, Ini Tanggapan dari XL

0

Telko.id – Mulai 31 Oktober mendatang, semua nomor selular harus diregistrasi. Baik pengguna lama maupun yang baru. Registrasi ini akan dikaitkan dengan nomor e-KTP dan NIK atau Nomor Induk Kependudukan.

Targetnya adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa layanan telekomunikasi terhadap tindakan kejahatan dan aksi-aksi penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari kejahatan terorisme, penipuan, informasi spamming, kejahatan siber dan lain sebagainya. Harapannya, masyarakat atau pelanggan pun semakin nyaman dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi.

Termasuk juga kemudahan penyediaan layanan bagi pelanggan layanan telekomunikasi misalnya untuk transaksi online dan non tunai. Data pelanggan tersebut dapat digunakan untuk kepentingan keuangan inklusif atau penyaluran dana atau bantuan pemerintah dan hal hal lain sejenisnya.

XL Axiata sebagai salah satu operator selular di Indonesia menyambut baik pelaksanaan registrasi nomor kartu prabayar ini.

“XL Axiata menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah ini, karena akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat. Kami telah menjalin kerjasama dengan Direktorat Kependudukan & Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri. Melalui kerjasama tersebut akan membantu XL Axiata melakukan pendataan pelanggan secara lebih valid, sehingga jika kartu pelanggan hilang atau digunakan untuk penipuan atau tindak kejahatan, XL Axiata bisa lebih cepat dan mudah menindaklanjutinya,” kata Dian Siswarini Presiden Direktur / CEO XL Axiata.

Dian menambahkan, registrasi yang sesuai dengan indetitas resmi juga akan membuat data pelanggan yang tercatat di XL Axiata menjadi lebih berkualitas karena identitas pelanggan dijamin keakuratannya oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan kewajiban melakukan validasi ke database e-ktp/Dukcapil, XL Axiata juga akan bisa mengetahui identitas pelanggan dengan baik sehingga layanan-layanan keuangan yang berbasiskan teknologi selular menjadi terjamin keabsahannya. Dengan demikian pula, XL Axiata sekaligus bisa membantu pemerintah dalam mendorong program Financial Inclusion.

Sebagai informasi, pemerintah memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari ketentuan mengenai registrasi pelanggan seluler yang sudah dikeluarkan setahun yang lalu dalam bentuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. “Registrasi prabayar diinisiasi Kominfo pada 2016, meskipun sosialisasinya telah dilakukan sejak 2005. Sudah 11 tahun perjalanan untuk diimplementasikan, namun kita harus realistis karena registrasi prabayar ini tergantung pada keberadaan ekosistem dan proses sosialisasi ke masyarakat.

Proses registrasi ulang akan berlangsung sampai akhir Februari 2018. (Icha)

Demi Melindungi Konsumen Bank Indonesia Suspend Beberapa e-Commerce

0

Telko.id – Bank Indonesia telah melakukan pelarangan sementara atau suspend bagi layanan isi ulang (top up) uang elektronik yang dilakukan oleh beberapa e-commerce. Diantaranya adalah Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

Ketiganya, menurut Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI sudah mengajukan perijinan e-money, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

“Mereka sedang mengajukan perizinan e-money,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.

Lebih lanjut, Agusman menjelaskan, karena sejumlah e-commerce tersebut tengah mengajukan izin untuk dapat melayani pengisian ulang uang elektronik, maka bank sentral melarang sementara layanan itu. Pelarangan akan dicabut ketika izin sudah terbit. “Jadi (izin) sedang diproses, begitu perizinan beres semua kembali normal,” ungkap Agusman.

Pelarangan ini merupakan salah satu gerakan dari Bank Indonesia yang baru saja menerbitkan aturan mengenai Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional. Salah satu aspek yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah biaya isi ulang (top up) uang elektronik.

Alasan BI menetapkan kebijakan skema harga itu berdasarkan mekanisme batas atas (ceiling price). Dengan demikian, perlindungan konsumen dan pemenuhan prinsip-prinsip kompetisi yang sehat dapat terpenuhi, termasuk perluasan akseptasi, efisiensi, layanan, dan inovasi.

“Dengan adanya ketentuan batas atas pengenaan biaya, Bank Indonesia menilai kebijakan skema harga yang diatur akan menurunkan biaya transaksi masyarakat, mendorong peningkatan transaksi dan perluasan akseptasi,” ujar Agusman.

Sebelumnya, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, sejumlah e-commerce tengah mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka, yakni Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

Selama proses perizinan berlangsung, maka e-commerce tersebut belum boleh menyelenggarakan layanan isi ulang uang elektronik miliknya.

Lembaga selain bank yang wajib mengajukan permohonan izin sebagai penerbit adalah lembaga selain bank yang telah mengelola atau merencanakan pengelolaan dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih. Yang dimaksud dengan dana float tersebut adalah uang disimpan pada sisi kewajiban segera bank. Sebagai informasi, dana yang mengendap di uang elektronik disimpan dalam sisi kewajiban segera pada neraca bank.

Apabila sejumlah e-commerce atau lembaga selain bank yang sudah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih, maka lembaga itu harus mengajukan izin kepada BI sebagai otoritas sistem pembayaran.

“Kami minta kegiatan yang sudah dilakukan dan belum ada izin di-hold, tidak boleh dulu. Sampai kapan? Sampai dengan proses assessment selesai,” jelas Pungky.

Namun, dengan adanya suspend dari Bank Indonesia ini tidak serta merta menutup kegiatan dari e-commerce tersebut. Pasalnya, masih ada jalur lain untuk melakukan pembayaran.Misalnya, dengan menggunakan kartu kredit atau debit dari rekening konsumen. Nanti, jika perijinan sudah selesai, kegiatan perusahaan e-commerce tersebut dapat berjalan lagi dengan normal. Namun, semua itu tergantung dari perusahaan, seberapa cepat melengkapi persyaratan yang diajukan oleh Bank Indonesia.

“Proses assessment akan berjalan selama 35 hari, yang dihitung begitu semua persyaratan telah dilengkapi,” kata Pungky menambahkan. (Icha)