spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1500

Telkomsel Janji Streaming Video Bebas ‘Lag’ Dengan Tambahan Frekuensi 2,3 GHz

0

Telko.id – Dengan kemenangan Telkomsel atas lelang frekuensi 2.3GHz yang dilakukan oleh pemerintah, operator ini berjanji bahwa pelanggan akan dapat menikmati layanan lebih cepat lagi. Pasalnya, tambahan spektrum 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz itu rencananya akan dipakai Telkomsel untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan 4G LTE, khususnya dalam hal konsumsi konten yang membutuhkan transfer data cepat seperti video streaming.

Dengan tambahan spektrum ini, Telkomsel menjanjikan streaming video di jaringannya yang bebas lag. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah dalam konferensi pers yang digelar di kantor Telkomsel di Jakarta, Senin (23/10/2017).

“Untuk video yang memang haus bandwith. Kami berharap tambahan di frekuensi 2,3 GHz ini bisa meningkatkan kualitas, termasuk untuk video,” ujar Ririek usai acara.

Terlebih, Telkomsel akan menerapkan teknologi 4G LTE Pro yang akan menambah pengalaman pelanggan dalam menikmati layana datanya.

Menurut Edward Ying, Director of Planning and Transformation Telkomsel, kecepatan yang akan dirasakan oleh pelanggan dengan mengaplikasikan spektrum baru di frekuensi 2,3 GHz akan berlipat dua.

“Sekarang itu rata-rata kecepatan transfer saat menonton video itu misalnya berkisar di 6 Mbps. Dengan tambahan spektrum di 2.300 MHz, kecepatannya bisa berlipat dua. Jadi pelanggan akan lebih menikmati video. Tidak ada lagi buffering (lag),” kata Edward memberikan ilustrasi.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Ini Alasan Telkomsel Kenapa Harga Lelang Rp.1 Triliun Itu Wajar

0

Telko.id – Telkomsel sudah resmi diumumkan oleh pemerintah sebagai pemenang lelang frekuensi 2,3 Ghz sebesar 30 MHZ. Dana yang dikeluarkan oleh operator ini Rp 1.007.483.000.000. Bukan angka yang kecil, tetapi Telkomsel sudah menyiapkan dana nya untuk memperoleh frekuensi yang sudah sangat dibutuhkan nya ini sejak tahun lalu.

“Kemenangan kami akan lelang ini tidak akan memberatkan keuangan perusahaan. Soalnya, kami sudah persiapkan dana nya sejak tahun lalu. Namun, karena lelang baru dilaksanakan pada tahun ini, maka dana tersebut mulai akan dicatatkan. Dana yang digunakan juga akan berasal dari dana internal,” kata Ririek menjelaskan.

Angka yang cukup besar tersebut dinilai oleh Telkomsel masih merupakan harga yang wajar. Bahkan jauh lebih rendah dari operator lain di negara berkembang lainnya. Sebagai contoh, salah satu operator telekomunikasi di India yang membayar sekitar empat kali lebih besar, yakni sebesar 0,34 dolar AS/MHz/populasi dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel sebesar 0,08 dolar AS/MHz/populasi. Jika dibandingkan dengan negara maju, seperti Korea Selatan, Singapura, Australia, dan Hongkong, harga yang dibayarkan operator di negara-negara tersebut lebih tinggi 1,5 hingga 5 kali lipat dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel.

“Saat ini ketersediaan spektrum di Indonesia masih sangat terbatas dan sangat langka, sementara perbandingan antara jumlah pelanggan dan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional. Dengan pertimbangan tersebut dan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah populasi yang sangat besar di Indonesia, nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan penting untuk Telkomsel,” tambah Ririek.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Pelanggan Telkomsel Bakal Merasakan Hasil Lelang frekuensi 2300 Mhz Mulai Awal 2018

0

Telko.id – Baru saja, Telkomsel menerima surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 1896 tahun 2017, yang menetapkan operator seluler tersebut sebagai pemenang seleksi pengguna atau lelang pita frekuensi  2.300 MHz (2,3 GHz) untuk jaringan bergerak seluler.

Dengan mendapatkan penambahan spektrum sebesar 30Mhz di frekuensi tersebut, Telkomsel akan digunakan untuk menambah kapasitas 4G LTE di wilayah Jabodetabek dan kota besar lainnya yang memang sudah mendesak untuk menambah layanan data nya.

“Kami bersyukur telah ditetapkan menjadi pemenang lelang frekuensi. Nilai sejumlah Rp 1.007.483.000.000 dilakukan berdasarkan strategi investasi yang matang dengan dukungan finansial yang kuat. Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperkuat  layanan 4G LTE dan  memaksimalkan kualitas layanan broadband bagi pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap hal ini akan mendukung ekosistem digital di Indonesia, termasuk e-commerce, dan mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah,” kata Ririek Adriansyah,Direktur Utama Telkomsel.

Ririek juga menambahkan bahwa seiring konsistensi dan komitmen Telkomsel untuk membangun jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah pelosok dan perbatasan negara, tambahan spektrum ini akan mendukung upaya perusahaan untuk membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat di perdesaan.

“Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, kami mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ririek.

Dengan adanya penambahan frekuensi ini, Telkomsel semakin optimis bahwa layanan data akan meningkat. “Tahun lalu, layanan data meningkat 35% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan adanya tambahan frekuensi ini, kami yakin akan tetap berada diatas industri pertumbuhan layanan data kami. Hanya saja, kami tidak bisa menentukan seberapa besar,” ujar Ririek menjelaskan.

Setidaknya, sampai akhir tahun 2017 ini, Telkomsel akan membangun lebih dari 500 BTS menggunakan spektrum 2,3 GHZ. Pembangunan tersebut akan selesai dalam tiga bulan ke depan terutama di wilayah-wilayah yang paling tinggi kebutuhan layanan datanya setelah melalui proses sesuai ketentuan termasuk uji laik operasi.

“Jadi setidaknya, di Januari 2018, pelanggan sudah dapat menikmati kecepatan akses maksimal mobile broadband hingga 400 Mbps, yang menjadikan Telkomsel operator dengan kecepatan akses terbaik di Indonesia,” jelas Ririek.

Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Dalam hal pembangunan jaringan, hingga semester pertama tahun 2017, Telkomsel telah membangun lebih dari 146.000 BTS, di mana sekitar 65% di antaranya merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Saat ini Telkomsel terus melanjutkan pembangunan layanan 4G LTE ke wilayah yang lebih luas, di mana saat ini telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di sekitar 480 ibukota kabupaten. (Icha)

Telkomsel Kirim Karyawan Untuk ‘Bakti Negeriku’ ke Kabupaten Lebak

0

Telko.id – Telkomsel menggelar rangkaian awal program Corporate Social Responsibilty (CSR) ‘Baktiku Negeri’ di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten. Program bantuan bagi masyarakat  dengan fokus pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai daerah pelosok di Indonesia melalui teknologi, pemberdayaan masyarakat serta pendidikan ini digelar mulai tanggal 16 sd 20 Oktober 2017.

Program CSR ‘Baktiku Negeriku’ adalah program yang memiliki tujuan pada 4 aspek, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement dan industrial relationship yang merupakan kolaborasi antara Corporate Management dengan Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT). Program ini juga melibatkan partisipasi langsung dari para karyawan Telkomsel dengan berbagai aktivitas seperti kerja sukarela karyawan (employee volunteering), gerakan peduli lingkungan (green movement), pembangunan fasilitas pusat digital (digital center), serta pembangunan infrastruktur.
“Telkomsel kembali mengimplementasikan salah satu rangkaian program CSR yang telah direncanakan sejak awal tahun ini, yaitu program CSR Baktiku Negeriku. Untuk tahap awal, program ini digelar di Desa Cisungsang yang berada di Kabupaten Lebak, Banten. Melalui program ini Telkomsel berharap hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar tidak sebatas dalam pemanfaatan layanan telekomunikasi, namun juga dengan membangun kepercayaan dan kepedulian yang kuat untuk mengembangkan potensi desa dan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Hasan Kurdi, General Manager Sales Regional Western Jabotabek Telkomsel.

Persiapan program CSR Telkomsel Baktiku Negeriku sendiri sudah dilakukan sejak bulan Mei 2017 dengan dilakukan survey serta pemetaan pemilihan lokasi sesuai tujuan program. Setelah data dan rekomendasi terkumpul, maka pada periode saat ini dilaksanakan proses implementasi di lapangan yang menyasar ke delapan titik daerah pelosok  di Pulau Sumatera, Jawa, sampai dengan kepulauan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Lokasi terpilih merupakan daerah-daerah dengan taraf kehidupan masyarakat yang relatif rendah namun memiliki potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang unik.

Untuk pelaksanaan rangkaian awal di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak-Banten, pemilihan desa ini didasarkan atas potensi ekonomi dan wisata budaya daerah tersebut. Desa Cisungsang sendiri merupakan satu dari sekian desa kasepuhan yang berada di wilayah Banten dalam, yang selain memiliki keunikan budaya (Festival Serentaun) dan juga potensi agraris yang unggul. Saat ini, di sekitar Desa tersebut juga telah terjangkau layanan jaringan broadband 3G yang mendukung aktivitas digital masyarakat setempat. Kedepannya, seiring dengan pertumbuhan pengguna layanan data, Telkomsel juga akan mengimplementasikan layanan jaringan data berbasis teknologi terdepan 4G LTE.

Pada dua hari awal, sebanyak 15 karyawan Telkomsel dari wilayah operasional Area Jabotabek Jabar yang telah terpilih dalam program kerja sukarela (Employee Volunteering) akan mendapatkan pelatihan untuk sosialisasi #internetBAIK, pemanfaatan 8village app (aplikasi untuk pertanian), serta pembuatan konten multimedia. Melalui pelatihan tersebut, para karyawan Telkomsel akan melanjutkan sosialisasi kepada warga setempatnya khususnya perwakilan anak muda dan pelajar di sekolah setempat untuk menjadi agent of change dalam pemanfaatan sarana digital dalam penguatan perekonomian dan budaya desa setempat terutama potensi wisata agribisnis.

Selain itu, para karyawan Telkomsel bersama dengan jajaran Muspida dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) setempat juga terjun langsung ke lapangan melaksanakan program green environment melalui kegiatan menuai padi bersama dan membersihkan serta memperbaiki sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) agar layak digunakan dengan konsep kebersihan lingkungan yang memadai. Dalam kesempatan tersebut, Telkomsel juga menyerahkan perangkat alat musik akustik dan sejumlah buku untuk pengembangan budaya kalangan anak muda desa.

Hasan lebih lanjut menambahkan, saat ini pelanggan di sekitar Desa Cisungsang masih dominan menggunakan layanan dasar nelpon dan sms sebagai penunjang komunikasi. Untuk itu, gelaran CSR ini juga dimaksudkan untuk lebih memperkuat penetrasi pemanfaatan layanan berbasis broadband oleh warga desa terutama untuk mengembangkan potensi Usaha Kecil Menengah (UKM) berbasis pertanian atau agribisnis. Telkomsel juga turut membangun sarana digital center dengan fasilitas wifi gratis yang nantinya dapat dimanfaatkan warga setempat secara bersama memperluas pengenalan dan promosi potensi desa kepada masyarakat luas.

“Dengan dukungan lebih dari 210 BTS yang sebagian sudah dilengkapi teknologi jaringan terdepan 4G LTE di Kabupaten Lebak, trafik layanan data Telkomsel sendiri telah meningkat lebih dari 110% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini juga didorong dengan komitmen Telkomsel memperluas cakupan layanan jaringan berbasis 4G LTE sejak tahun lalu yang tumbuh hingga 2100%. Untuk itu, melalui program CSR Baktiku Negeriku ini juga Kami berharap penetrasi layanan broadband dapat dinikmati hingga wilayah pelosok dengan mempersiapkan adopsi ekosistem layanan digital yang merata untuk masyarakatnya” tutup Hasan. (Icha)

 

Nokia Gandeng Amazon Web Service Untuk Perkuat Strategi 5G dan IoT

0

Telko.id – Nokia telah mengumumkan kolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS) dalam upaya untuk meningkatkan migrasi Cloud dan layanan wide-area networking (SD-WAN) yang didefinisikan oleh perangkat lunak untuk perusahaan, dan juga bekerja sama dalam pengembangan 5G dan Internet Things (IoT ), seperti dilansir dari ZDNet.

Kesepakatan tersebut akan melibatkan kolaborasi di empat katagori. Pertama, Nokia dan AWS menciptakan strategi dan panduan 5G dan edge cloud baru termasuk referensi arsitekturnya. Kedua, baik Nokia maupun AWS akan mengkomersialkan IoT dengan menggunakan AWS Greengrass, Amazon Machine Learning, Nokia Multi-access Edge Computing (MEC), dan Nokia Impact platform. Ketiga, Nokia juga akan memberikan konsultasi, desain, integrasi, migrasi, dan operasi untuk infrastruktur dan aplikasi serta penerapan AWS pada service provider. Keempat, Nokia dan AWS akan bekerjasama untuk mengintegrasikan antara layanan NAN-SD dan WAN Nokia NSE dan AWS, dengan lingkungan hibrida “satu panel kaca”.

Kemitraan ini dibentuk karena kebutuhan akan “integrasi yang lebih ketat” antara jaringan dan infrastruktur TI, kata perumus strategi utama Nokia Kathrin Buvac.

“Kolaborasi kami dengan AWS akan mempercepat migrasi aplikasi penyedia layanan ke cloud dan memungkinkan kami untuk menempa peluang baru bersama-sama dengan memberikan layanan konektivitas dan awan generasi mendatang,” kata Buvac.

“Ini adalah kolaborasi yang luas, yang mencakup kemampuan layanan kami dalam migrasi aplikasi, SD-WAN dari Nuage Networks, 5G, dan IoT, yang memungkinkan peluang pertumbuhan baru bagi pelanggan utama kami baik di segmen layanan dan segmen pasar perusahaan besar.”

Menurut Nokia, penyedia layanan komunikasi dan perusahaan “memerlukan solusi untuk mengatasi kebutuhan konektivitas aplikasi berbasis awan seperti mengoptimalkan latency, layanan jaringan virtualisasi dan routing, dan solusi untuk IoT”.

“Perusahaan besar memerlukan konektivitas yang dikelola sepenuhnya untuk mengakses infrastruktur awan, dan solusi IoT dan analitik terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas dan kemudahan digitalisasi,” tambah Nokia.

Nokia juga telah terlibat dalam kolaborasi dengan Intel pada teknologi radio 5G pra-standar, solusi jaringan, dan interoperabilitas, dengan kepala industri dan kapal induk Nokia Oceania Gary Conway minggu lalu yang memberi label 5G lebih dari sekadar evolusi jaringan tradisional, namun bukan sebuah enabler untuk mempercepat transformasi industri.

“5G secara khusus dirancang untuk memenuhi puluhan miliar perangkat yang diharapkan untuk masa depan otomatis kami,” kata Conway.

“Ini juga akan memberikan koneksi latency rendah untuk aplikasi real-time paling maju seperti kontrol mesin presisi dalam operasi robot. Yang penting, 5G akan memanfaatkan spektrum tanpa izin, yang berarti jaringan pribadi nirkabel akan mudah dicapai.”

Nokia terlibat dengan sekitar 40 operator secara global pada uji coba 5G, termasuk dengan Vodafone dan Optus di Australia, dan StarHub dan M1 di Singapura.

Selama uji coba Vodafone Australia, Nokia memperoleh kecepatan download dan upload gabungan rata-rata sekitar 4.84Gbps dan latensi 2,8 milidetik dengan menggunakan teknologi 8×8 Multiple-Input Multiple-Output (8×8 MIMO) dan 64 Quadrature Amplitude Modulation (QAM) di seluruh spektrum 4.5GHz. band, dengan bandwidth sel 200MHz.

Uji coba StarHub pada bulan November tahun lalu melihat Nokia mencapai kecepatan 4.3Gbps yang sama dan latensi gelombang 1ms lebih dari sentimeter (cmWave) antara band 3GHz dan 30GHz menggunakan platform Nokia AirScale, sementara M1 dan Nokia menggunakan 5G untuk menampilkan latency 1ms pada robot.

Percobaan 5G ini diikuti oleh StarHub dan demonstrasi kecepatan transmisi data dari 600Mbps melalui 4G menggunakan 4×4 MIMO dan agregasi carrier.

Peralatan dan solusi Nokia 5G juga digunakan oleh AT & T dalam uji coba Indiana, Texas, dan Michigan, sementara Verizon mengandalkan Nokia untuk 11 jaringan percobaan 5G pra-komersial di Atlanta, Georgia; Bernardsville, New Jersey; Brockton, Massachusetts; Dallas, Texas; Denver, Colorado; Houston, Texas; Miami, Florida; Sacramento, California; Seattle, Washington; dan Washington DC.

Nokia juga menggelar sel kecil dengan carrier untuk meningkatkan kepadatan jaringan sebagai pendahulu 5G.

“Operator harus dapat mengoptimalkan bagaimana mereka memasang situs secara lebih cepat, bagaimana mereka mengurangi biaya, dan bagaimana mereka merespons persyaratan situs yang unik,” kepala Nokia Oceania Ray Owen mengatakan pada bulan Juni.

“Pendekatan terkoordinasi terhadap identifikasi, perancangan, dan penerapan lokasi sel kecil, menyatukan teknologi Nokia dalam pendekatan modular dengan ekosistem rekayasa dan layanan industri yang lebih luas, akan menjadi keuntungan yang signifikan bagi operator yang mendukung infrastruktur dan perencanaan yang ada untuk jaringan yang lebih banyak di mana-mana. kain yang akan dibutuhkan dengan 5G. ”

Setelah mengumumkan produk pertama 5G pada bulan Februari, Nokia mengatakan kepada ZDNet bahwa mereka akan menggunakan solusi virtualisasi fungsi jaringan (NFV) dan 4.9G untuk memungkinkan adopsi awal operator telekomunikasi sebesar 5G.

5G First menyediakan rangkaian produk 5G end-to-end untuk operator yang menampilkan produk akses radio awan Nokia (RAN), serta antena adaptif AirScale MIMO Massive untuk pita frekuensi 3.5GHz, 4.5GHz, 28GHz, dan 39GHz.

Pada IoT, Nokia bekerja sama dengan operator global untuk mengarsipkan dan menerapkan jaringan narrowband-IoT (NB-IoT), termasuk dengan KT, Vodafone NZ, dan M1, dan awal tahun ini mengumumkan kerangka kota cerdas untuk memungkinkan penerapan skala lebih besar. Proyek IoT oleh pemerintah.

Pada bulan Februari, Nokia memberi tahu ZDNet bahwa ia “berinvestasi secara substansial” dalam platform dan sistem IoT saat mendorong pengambilannya ke seluruh pemerintah. (Icha)

 

 

Generasi Milenial Harus Siap Berkontribusi di Era Digital

0

Telko.id – Di era digital, generasi milenial menjadi salah satu sumber daya manusia yang harus siap menghadapinya. Di mana, pada era tersebut, perkembangan dan pertumbuhannya akan sangat dinamis sehingga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis maupun akademis yang mampu bersaing secara professional dalam persaingan global.

Telekomunikasi, merupakan salah satu faktor yang ekosistem digital yang akan mendorong Indonesia untuk siap menghadapi era digital tersebut. Itu sebabnya, Telkomsel sebagai salah satu operator telekomunikasi begitu giat merangkul generasi milenial, termasuk mahasiswa. Kegiatan yang diadakan berada dibawah naungan Indonesia NEXT.

Dalam program tersebut, Telkomsel pun menggelar Kuliah Umum yang bertemakan “The Role of University to Prepare Workforce in Digital Age”, dengan pembicara utama Direktur Human Capital Management (HCM) Telkomsel Irfan A Tahrir, (20/10). Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa dari sejumlah jurusan, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan mengajak civitas akademi UNPAD untuk menjadi generasi terdepan dalam memanfaatkan momentum perkembangan era digital guna menghasilkan kontribusi positif yang berguna bagi lingkungan sekitar dan khalayak luas pada umumnya.

Di era digital yang salah satunya didorong dari perkembangan teknologi dan layanan industri telekomunikasi yang semakin dinamis dan kompetitif, dipercaya akan turut mendukung para generasi milenial saat ini direpresentasikan dari kalangan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan akademisnya untuk bisa bersaing secara profesional dalam persaingan global.

“Perkembangan dunia profesional kerja saat ini juga semakin menuntut setiap individu untuk mampu mengelaborasi teknologi, informasi dan skill menjadi senjata yang efektif dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Untuk itu, peran dari institusi pendidikan seperti kampus juga sangat diharapkan untuk menghasilkan insan generasi terdepan yang dapat dihandalkan dan memiliki kredilitas yang terpercaya” ujar Irfan yang juga merupakan alumnus Fakultas Hukum UNPAD.

Irfan lebih lanjut menambahkan, sejalan dengan hal tersebut, selama 22 tahun melayani Indonesia, selain konsisten menghadirkan produk dan layanan telekomunikasi terdepan, Telkomsel juga berkomitmen untuk turut membangun karakter dan kualitas masyarakat agar bisa menjadi insan profesional yang bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi khalayak luas.

Salah satu upaya serius yang dihadirkan Telkomsel dalam pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia adalah dengan menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility Indonesia NEXT secara khusus diselenggarakan bagi para generasi muda terutama mahasiswa dalam mendapatkan sertifikasi berstandar internasional, melalui seminar Inspiratif serta pelatihan communication skill yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan wawasan diri menghadapi persaingan global.

Hal ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah sesuai Undang-undang Dikti No 12 tahun 2012 dan Permendikbud No. 81 tahun 2014, berkaitan setiap lulusan sarjana dianjurkan memiliki sertifikasi pendamping ijasah untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

Untuk wilayah provinsi Jawa Barat sendiri, pelaksanaan program Indonesia NEXT ini rencananya akan digelar di Bandung mulai tanggal 14 – 15 November 2017 untuk tahap pelatihan dan Test Seleksi Sertifikasi akan berlangsung pada tanggal 18,19 dan 20 November 2017 di tiga kampus yaitu Universitas Padjadjaran Bandung, Telkom University dan Universitas Kristen Maranatha secara bersamaan. Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Indonesia Next bisa mendownload applikasinya di Google Play atau langsung mendaftarkan dirinya di website http://indonesianext. id. (Icha)

 

 

 

 

Apa Saja Yang Harus Indonesia Persiapkan Untuk Masuk Dunia Digital Dunia?

0

Telko.id – Indonesia terus memperlihatkan peningkatan di bidang digital ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi bisnis dan pengguna akhir secara nasional. Dampak penuh pada sektor tersebut termasuk potensi tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana hal itu berdampak pada dinamika nasional akan dibahas pada Digital Economy Summit yang merupakan bagian dari Communic Indonesia Broadcast Indonesia 2017 yang dilaksanakan oleh MASTEL di The Jakarta International Expo Kemayoran, di Jakarta, 25-27 Oktober 2017.

Perhelatan konferensi ini dilaksanakan pada waktu yang tepat bersamaan dengan semakin banyaknya inovasi digital di Indonesia, juga dengan lahirnya E-Commerce Roadmap yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang bertujuan untuk melahirkan 1.000 New tech Start-ups. Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara terbesar di ASEAN dalam bidang Digital Ekonomi pada 2020 dengan meyakini bahwa kedaulatan cyber dilihat sebagai faktor kunci untuk mendapatkan target tersebut.

Hana Abriyansyah selaku Chief Information Security Officer, Midtrans akan berbicara dan memberikan pandangannya terkait ekosistem digital baru yang akan mendukung kedaulatan digital Indonesia dengan tema “Cyber Sovereignity: Should Countries Impose Localized Ciber Laws and Regulations?

“Indonesia sebagai negara yang muncul sebagai kekuatan baru dalam bidang teknologi, dimana perkembangan startup terihat signifikan dan memberikan impact serta menciptakan potensi pasar yang besar”. Kata Abriyansyah.

Lebih lanjut dia menambahkan “Pemerintah Indonesia harus mendukung infrastruktur, regulasi dan pendidikan terkait ekonomi digital untuk memastikan bahwa kita sebagai bangsa telah siap untuk masuk ke dalam tren teknologi digital secara global. Kedaulatan siber akan membantu kita (red: Indonesia) untuk memperkuat keamanan siber, infrastruktur teknologi dan digital ekonomi” lanjut Abriyansyah.

Industri vertikal seperti layanan kesehatan akan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital, hal itu seperti disampaikan Freidrik Nainggolan, Presiden Direktur Segen Medical Nasional. Menurut Freidrik, bahwa teknologi terkini dalam bidang digital akan membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, uang dalam bidang layanan kesehatan profesional.

“Dengan jumlah medical specialists seperti Radiologist dan Cardiologist di Indonesia yang masih terbatas, tentu sulit untuk meghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas secara maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil. Telemedicine dapat meningkatkan layanan kesehatan secara signifikan, memberikan layanan berkualitas bagi pasien da dapat menekan biaya bagi penyedia layanan kesehatan karena beberapa tugas mereka dapat terautomatisasi”.

“Cloud akan memberikan manfaat yang besar untuk layanan kesehatan di indonesia dan dapat diakses oleh banyak dokter dan spesialis. Itu juga berarti para penyedia layanan kesehatan dapat memperluas bisnis layanan mereka dan menyediakan aplikasi dengan cepat tanpa terlalu memikirkan pembangunan infrastruktur yang berbiaya cukup besar”

Industri media juga mendapatkan keuntungan dari inovasi di sektor digtital. Hal ini disampaikan oleh Desmon Poon, CTO First Media/Link Net bahwa perubahan dalam strategi dapat berdampak pada peningkatan Customer Experience.

“Dengan semakin banyaknya konten yang diminati dan semakin tingginya koneksi internet, data analytics yang ada saat ini dapat membantu penyedia jasa layanan dan broadcasters dengan insight baru untuk melihat tingkah laku pelanggan. Hal ini dapat dikombinasikan dengan metadata yang sangat besar yang dapat membantu peningkatan konten. Hal ini juga menjadi isu dalam konektivitas broadband, dimana insights pada lalu lintas internet dapat membantu mengidentifikasi isu kecenderungan kinerja jaringan internet”, ujar Poon. (Icha)

Beli Perdana XL di Indomaret Dapat Banyak Gratisannya!

0

Telko.id – Demi menggaet lebih banyak lagi pelanggan baru, XL Axiata terus melakukan inovasi dalam menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Memanfaatkan momentum perayaan ulang tahun ke-21 di bulan Oktober ini, XL Axiata menggandeng Indomaret meluncurkan kartu perdana baru yang memiliki berbagai manfaat lebih berupa masa aktif isi pulsa 2 kali lebih panjang, yaitu kartu “Xtra Fun”.

Peluncuran kartu perdana ini diresmikan oleh Chief Marketing Officer XL Axiata, David Arcelus Oses dan Marketing Communication Executive Director Indomarco Prismatama, Gondo Sudjoni pada Kamis (19/10) di Indomaret Point Juanda, Jakarta. Kartu Perdana Xtra Fun tersedia di seluruh Indomaret mulai 19 Oktober 2017.

“Semakin banyaknya jalur penjualan kartu seluler dan paket internet, tentunya akan semakin memudahkan bagi masyarakat dan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi. Karena itulah kami bermitra dengan Indomaret yang memiliki jaringan ritel terluas di Indonesia,” kata David Arcelus Oses menjelaskan.

David juga mengkalim bahwa Kartu XtraFun ini merupakan inovasi  pertama dari Telco Provider yang tersedia di Indomaret seluruh penjuru Indonesia. Tentunya program ini bisa menjadi alternatif yang baik bagi pelanggan dan masyarakat dalam mendapatkan produk layanan XL.

Xtra Fun ini menurut David merupakan program yang menjawab harapan pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan kartu perdana dengan harga yang menarik dan juga tempat penjualan yang mudah dijangkau.

Kartu perdana khusus “Xtra FUN” memberikan manfaat lebih berupa masa aktif isi pulsa 2 kali lebih panjang daripada kartu perdana lainnya. Dengan kartu perdana Xtra FUN, setiap mengisi pulsa di Indomaret mulai dari nominal Rp 15.000 sampai dengan Rp 500.000, pelanggan akan mendapatkan gratis nonton film di aplikasi SuperNonton, YouTube serta gratis akses ke aplikasi “KlikIndomaret”. Bonus menelpon dan kirim SMS unlimited ke semua pelanggan XL Axiata. Selain itu pelanggan juga mendapatkan gratis melakukan panggilan menggunakan fasilitas voice dan video tanpa batas melalui aplikasi WhatsApp dan LINE.

Masyarakat dapat memperoleh kartu perdana Xtra FUN tersebut secara khusus hanya di gerai Indomaret. Lebih dari 14 ribu gerai Indomaret  menyediakan kartu perdana ini. Harganya sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 16.000 (sudah termasuk pulsa Rp. 15.000).

“Manfaat yang besar dari program ini, serta ditunjang  dengan jaringan Indomaret  yang luas dan berbagai informasi promosi di toko, kami optimis target penjualan 350.000 kartu akan tercapai  pada akhir Desember 2017. Selain itu mekanisme transaksi di toko pun simple, sehingga memudahkan pelanggan,” kata Gondo Sudjoni.

Kerja sama  XL Axiata dengan Indomaret sudah terjalin lama. Kedua pihak pun telah berkolaborasi beberapa kali dalam meluncurkan program bersama yang bersifat memberikan nilai tambah layanan kepada pelanggan kedua belah pihak. Banyak pelanggan XL Axiata juga merupakan pelanggan Indomaret. Apalagi, Indomaret rata-rata berada di tengah pemukiman masyarakat sehingga mudah dijangkau oleh pelanggan XL Axiata dalam mendapatkan program-program terbaru.

Pelanggan XL Axiata per Juni 2017 mencapai sekitar 50,5 juta pelanggan, dengan dukungan lebih dari 93 ribu BTS, termasuk lebih dari 42 ribu BTS 3G dan lebih dari 14 ribu BTS 4G di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk kenyamanan pelanggan, XL Axiata juga telah menyediakan layanan Internet cepat 4G LTE di lebih kurang 388 kota/kabupaten di berbagai provinsi Indonesia, dan kedepan tentunya akan terus bertambah seiring dengan pengembangan infrastruktur jaringan  yang terus dilakukan oleh XL Axiata. (Icha)

 

 

Telkomsel Perkuat Basis Pelanggan Korporate Dengan Gandeng Lima Perusahaan

0

Telko.id – Melanjutkan penetrasi layanan berbasis solusi bisnis korporasi, Telkomsel melalui unit bisnis Regional Account Management Regional Western Jabotabek, yang menaungi wilayah operasional di Banten dan Jakarta Barat, berhasil menggandeng sejumlah perusahaan dari berbagi sektor industri. Kesepakatan sinergi ini dilaksanakan dengan penandatangan kerja sama pemanfaatan layanan berbasis solusi bisnis korporasi antara Telkomsel dengan lima perusahaan, yaitu Doulton, Jala Niaga Elok (JNE), Cyber Smart Network Asia, Wiz Indonesia Nirwana, dan Dalnet System, (19/10).

Dalam kesepakatan kerja sama dengan lima perusahaan tersebut, sejumlah layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel dipercaya untuk menghadirkan kemudahan dan kenyamanan akses komunikasi dan koordinasi perusahaan-perusahaan tersebut, seperti paket khusus bundling smartphone dengan layanan Close User Group (CUG) yang mengadirkan kemudahan layanan nelpon dan SMS antar karyawan dengan paket harga terjangkau dan dilengkapi paket kuota data sesuai kebutuhan.

“Saat ini, dalam pengembangan kerja sama layanan solusi bisnis korporasi, Telkomsel selalu berupaya menghadirkan ragam bentuk solusi layanan lengkap yang akan menguatkan adopsi layanan gaya hidup digital, terutama oleh pelanggan dari segmen korporasi,” kata Nyoman Adiyasa, General Manager Account Management Jabotabek Jabar Telkomsel.

Nyoman menambahkan “Kami berharap melalui kerja sama dengan kelima perusahaan tersebut dapat memberikan nilai lebih serta pengalaman ragam layanan solusi bisnis korporasi yang terintegrasi bagi tiap perusahaan, dengan dukungan fasilitas dan kualitas teknologi telekomunikasi terdepan.”

Untuk kerja sama bundling smartphone dengan paket CUG, sejumlah perusahaan juga memanfaatkan layanan Mobile Device Management (MDM) merupakan solusi Telkomsel MyBusiness bekerja sama dengan partner, yaitu Samsung Knox, yang bermanfaat untuk memantau, mengelola, dan melindungi perangkat mobile dan aplikasi yang ada di dalamnya. Solusi ini mendukung program Bring Your Own Device (BYOD) dan meningkatkan produktifitas karyawan tanpa melanggar kebijakan IT yang ditetapkan perusahaan.

Selain itu, layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel juga dipercaya untuk memperkuat model bisnis Business to Business to Customer (B2B2C) beberapa perusahaan, yang salah satu konsepnya adalah pelanggan korporasi tersebut bisa mendapatkan “hadiah” berupa paket data atas pembelian suatu produk tertentu. Dalam kerja sama kali ini, layanan Smart Voice Connection Telkomsel juga dimanfaatkan salah satu perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan sistem kerja layanan Call Center perusahaan tersebut.

“Dipercaya lebih dari 8900 perusahaan di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar dan dimanfaatkan sekitar 1 juta pelanggan segmen korporasi, Telkomsel yakin penguatan adopsi layanan berbasis gaya hidupdigitall akan terus berkembang seiring dengan semakin kuatnya kebutuhan akan layanan solusi bisnis korporasi yang cepat, tepat dan terintegrasi dalam mendukung model bisnis perusahaaan masa kini” pungkas Nyoman. (Icha)

Telkomsel Menangkan Lelang Frekuensi 2300 Mhz Dengan Penawaran Rp.1 Triliun

0

Telko.id – Berdasarkan hasil seleksi untuk pita frekuensi Radio 2.3 GHz, Telekomunikasi Selular atau Telkomsel menjadi pemenang lelang dengan harga penawaran Rp1.007.483.000.000,00, seperti yang disampaikan dalam keterangan tertulis dari Noor Iza, PLT Kepala Humas Kominfo.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz ini diikuti diikuti oleh 5 (lima) Peserta yakni Telekomunikasi Selular, Hutchison 3 Indonesia, Indosat, XL Axiata dan Smart Telecom.

Menurut info, kemenangan Telkomsel ini diperoleh pada ronde ke 37, di mana tidak ada lagi peserta lelang yang ikut. Angka yang ditawarkan oleh operator ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga penawaran yang dibuka oleh kominfo yakni Rp 366,720 miliar dengan bid bond sebesar Rp 146,688 miliar.

Di mana, dalam proses lelang ini, peserta yang duluan ‘angkat tangan’ dan berhenti melakukan penawaran adalah Smart Telecom pada bit ke 6 dengan harga penawaran Rp.468 Miliar. Kemudian diikuti oleh Hutchinson 3 Indonesia pada bit ke 11 dengan harga penawaran Rp.597 Miliar dan XL yang berhenti memberikan penawaran pada bit ke 16 degan posisi Rp.691 Miliar. Yang terakhir menyerah adalah Indosat yang berhenti melakukan penawaran pada bit ke 36 dengan posisi penawaran akhirnya diangka Rp.992 Miliar.

Spektrum yang dimenangkan Telkomsel ini adalah pada frekuensi 2,3 GHz adalah blok selebar 30 MHz. Dalam Permen tersebut pemerintah menetapkan time division duplexing (TDD) sebagai teknologi yang digunakan dalam frekuensi 2,3 GHz.

TDD adalah sistem pemanfaatan frekuensi radio dengan proses uplink dan downlink berpasangan pada dimensi waktu. Artinya, kedua proses memanfaatkan frekuensi yang sama.

Dengan demikian, sesuai Permen Kominfo No. 20/2017, Telkomsel selaku pemenang lelang frekuensi 2.300 MHz tidak dapat mengikuti lelang frekuensi 2.100 MHz. ‎

Kemkominfo sendiri baru akan menyelenggarakan lelang frekuensi 2.100 MHz pada tahap penyerahan dokumen permohonan untuk mengikuti lelang tersebut selama 5 hari kerja setelah diumumkan hasil seleksi untuk pita frekuensi 2.300 MHz.

Pita Frekuensi 2,1 GHz ini sendiri yang akan dilelang oleh pemerintah sebanyak dua blok dengan lebar pita frekuensi masing-masing 5MHz. Dan, dalam aturan lelang, untuk frekuensi 2,1 GHz Kominfo menetapkan harga dasar Rp296,742 miliar. (Icha)