spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1502

Lima Operator Ini Berhak Ikut Tahap Lanjutan Lelang Frekuensi

0

Telko.id – Berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan informatika, ada enam penyeleggara jaringan bergerak seluler atau operator yang melakukan pendaftaran sebagai calon peserta seleksi.

Keenam Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler tersebut adalah sebagai berikut  Telekomunikasi Selular, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Smart Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Indosat, seperti yang disampaikan oleh Kemenkominfo dalam siaran tertulisnya.

Namun, Berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi yang meliputi pemeriksaan kelengkapan Dokumen Administrasi dan verifikasi Dokumen Administrasi, maka Tim Seleksi menetapkan 5 (lima) Peserta Seleksi yang lulus Evaluasi Administrasiuntuk seleksi pengguna pita frekuensi radio 2.3 GHz adalah Hutchison 3 Indonesia, Indosat, Smart Telecom, Telekomunikasi Selular dan XL Axiata.

Selanjutnya, sesuai ketentuan Pasal 26 ayat (3) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler, maka ke lima peserta seleksi yang lulus tahapan evaluasi administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu tahapan Lelang Harga dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 2.3 GHz. Tahapan Lelang Harga dimaksud akan dimulai pada hari Senin, 16 Oktober 2017.

Dalam tahapan lelang harga ini, pemerintah akan memberikan pagu harga pada operator dan operator akan mengajukan harga. Demikian terus sampai terdapat pemenangnya. “Kita akan tunggu harga yang dikeluarkan oleh pemerintah, baru kemudian kita mengajukan harga. Kita akan coba terus ikut sampai kita dapat frekuensi,” kata M. Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia optimis.

Memang, lelang frekuensi ini sangat ditunggu oleh para operator di Indonesia. Maklum saja, dengan penambahan frekuensi maka operator dapat melakukan banyak hal. Baik dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas jaringannya demi memberikan pelayanan lebih baik bagi para pelangganya. Tak heran, semua operator begitu antusias mengikuti lelang ini. Sayang, tidak banyak frekuensi yang tersisa. Sehingga diperlukan lelang ini agar lebih fair dan terbuka.

Sebagai informasi, pembukaan seleksi lelang, tak lepas dari disahkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.​

Pada frekuensi 2,1 GHz ada dua blok yang dilelang yakni masing-masingnya 5 MHz. Sedangkan, pita frekuensi 2,3 GHz sebanyak 15 MHz dari total yang kosong sebesar 30 MHz. Operator sendiri diberikan kebebasan oleh pemerintah terkait teknologi yang akan digunakan. Bisa dimanfaatkan untuk 3G atau 4G.

Saat ini pita frekuensi 2,1 GHz yang memiliki total lebar spektrum 60 MHz diisi oleh empat operator, yaitu Tri menempati blok 1 dan 2 (10 MHz), Telkomsel di blok 3, 4, dan 5 (15 MHz), Indosat Ooredoo di blok 6 dan 7 (10 MHz), dan XL di blok 8, 9, 10 (15 MHz). Sedangkan yang kosong ada di blok 11 dan 12, usai ditinggalkan Axis setelah diakuisisi oleh XL pada 2014 lalu.

Sementara itu, di pita frekuensi 2,3 GHz total lebar spektrum 90 MHz, di mana 30 MHz dihuni oleh Smartfren, beberapa pemain broadband wireless access (BWA), seperti Internux (Bolt), sedangkan 30 MHz sisanya kosong. (Icha)

Kartu Prabayar Harus Registrasi, Ini Tanggapan dari XL

0

Telko.id – Mulai 31 Oktober mendatang, semua nomor selular harus diregistrasi. Baik pengguna lama maupun yang baru. Registrasi ini akan dikaitkan dengan nomor e-KTP dan NIK atau Nomor Induk Kependudukan.

Targetnya adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna jasa layanan telekomunikasi terhadap tindakan kejahatan dan aksi-aksi penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari kejahatan terorisme, penipuan, informasi spamming, kejahatan siber dan lain sebagainya. Harapannya, masyarakat atau pelanggan pun semakin nyaman dalam menggunakan jasa layanan telekomunikasi.

Termasuk juga kemudahan penyediaan layanan bagi pelanggan layanan telekomunikasi misalnya untuk transaksi online dan non tunai. Data pelanggan tersebut dapat digunakan untuk kepentingan keuangan inklusif atau penyaluran dana atau bantuan pemerintah dan hal hal lain sejenisnya.

XL Axiata sebagai salah satu operator selular di Indonesia menyambut baik pelaksanaan registrasi nomor kartu prabayar ini.

“XL Axiata menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah ini, karena akan memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat. Kami telah menjalin kerjasama dengan Direktorat Kependudukan & Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri. Melalui kerjasama tersebut akan membantu XL Axiata melakukan pendataan pelanggan secara lebih valid, sehingga jika kartu pelanggan hilang atau digunakan untuk penipuan atau tindak kejahatan, XL Axiata bisa lebih cepat dan mudah menindaklanjutinya,” kata Dian Siswarini Presiden Direktur / CEO XL Axiata.

Dian menambahkan, registrasi yang sesuai dengan indetitas resmi juga akan membuat data pelanggan yang tercatat di XL Axiata menjadi lebih berkualitas karena identitas pelanggan dijamin keakuratannya oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan kewajiban melakukan validasi ke database e-ktp/Dukcapil, XL Axiata juga akan bisa mengetahui identitas pelanggan dengan baik sehingga layanan-layanan keuangan yang berbasiskan teknologi selular menjadi terjamin keabsahannya. Dengan demikian pula, XL Axiata sekaligus bisa membantu pemerintah dalam mendorong program Financial Inclusion.

Sebagai informasi, pemerintah memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari ketentuan mengenai registrasi pelanggan seluler yang sudah dikeluarkan setahun yang lalu dalam bentuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. “Registrasi prabayar diinisiasi Kominfo pada 2016, meskipun sosialisasinya telah dilakukan sejak 2005. Sudah 11 tahun perjalanan untuk diimplementasikan, namun kita harus realistis karena registrasi prabayar ini tergantung pada keberadaan ekosistem dan proses sosialisasi ke masyarakat.

Proses registrasi ulang akan berlangsung sampai akhir Februari 2018. (Icha)

Demi Melindungi Konsumen Bank Indonesia Suspend Beberapa e-Commerce

0

Telko.id – Bank Indonesia telah melakukan pelarangan sementara atau suspend bagi layanan isi ulang (top up) uang elektronik yang dilakukan oleh beberapa e-commerce. Diantaranya adalah Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

Ketiganya, menurut Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI sudah mengajukan perijinan e-money, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

“Mereka sedang mengajukan perizinan e-money,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.

Lebih lanjut, Agusman menjelaskan, karena sejumlah e-commerce tersebut tengah mengajukan izin untuk dapat melayani pengisian ulang uang elektronik, maka bank sentral melarang sementara layanan itu. Pelarangan akan dicabut ketika izin sudah terbit. “Jadi (izin) sedang diproses, begitu perizinan beres semua kembali normal,” ungkap Agusman.

Pelarangan ini merupakan salah satu gerakan dari Bank Indonesia yang baru saja menerbitkan aturan mengenai Gerbang Pembayaran Nasional atau National Payment Gateway (NPG). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional. Salah satu aspek yang diatur dalam ketentuan tersebut adalah biaya isi ulang (top up) uang elektronik.

Alasan BI menetapkan kebijakan skema harga itu berdasarkan mekanisme batas atas (ceiling price). Dengan demikian, perlindungan konsumen dan pemenuhan prinsip-prinsip kompetisi yang sehat dapat terpenuhi, termasuk perluasan akseptasi, efisiensi, layanan, dan inovasi.

“Dengan adanya ketentuan batas atas pengenaan biaya, Bank Indonesia menilai kebijakan skema harga yang diatur akan menurunkan biaya transaksi masyarakat, mendorong peningkatan transaksi dan perluasan akseptasi,” ujar Agusman.

Sebelumnya, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, sejumlah e-commerce tengah mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka, yakni Tokopedia, Shopee, dan Paytren.

Selama proses perizinan berlangsung, maka e-commerce tersebut belum boleh menyelenggarakan layanan isi ulang uang elektronik miliknya.

Lembaga selain bank yang wajib mengajukan permohonan izin sebagai penerbit adalah lembaga selain bank yang telah mengelola atau merencanakan pengelolaan dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih. Yang dimaksud dengan dana float tersebut adalah uang disimpan pada sisi kewajiban segera bank. Sebagai informasi, dana yang mengendap di uang elektronik disimpan dalam sisi kewajiban segera pada neraca bank.

Apabila sejumlah e-commerce atau lembaga selain bank yang sudah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih, maka lembaga itu harus mengajukan izin kepada BI sebagai otoritas sistem pembayaran.

“Kami minta kegiatan yang sudah dilakukan dan belum ada izin di-hold, tidak boleh dulu. Sampai kapan? Sampai dengan proses assessment selesai,” jelas Pungky.

Namun, dengan adanya suspend dari Bank Indonesia ini tidak serta merta menutup kegiatan dari e-commerce tersebut. Pasalnya, masih ada jalur lain untuk melakukan pembayaran.Misalnya, dengan menggunakan kartu kredit atau debit dari rekening konsumen. Nanti, jika perijinan sudah selesai, kegiatan perusahaan e-commerce tersebut dapat berjalan lagi dengan normal. Namun, semua itu tergantung dari perusahaan, seberapa cepat melengkapi persyaratan yang diajukan oleh Bank Indonesia.

“Proses assessment akan berjalan selama 35 hari, yang dihitung begitu semua persyaratan telah dilengkapi,” kata Pungky menambahkan. (Icha)

 

Shopee Pecahkan Rekor Dengan 1 Juta Pesanan Dalam 24 Jam

0

Telko.id – Shopee Indonesia melakukan kampanye besar-besaran untuk menarik para pelanggannya bertransaksi secara e-commerce. Dengan program 10.10 Big Mobile Shopping Day, market place ini menawarkan berbagai promosi, flash sale dan beragam hadiah menarik.

Program ini ternyata mampu mencatatkan rekor baru dengan total hampir 1.000.000 pesanan dan 2 kali peningkatan kunjungan aplikasi hanya dalam kurun waktu 24 jam. Didukung oleh lebih dari 150.000 penjual di seluruh pelosok Indonesia dan lebih dari 30 rekan strategis termasuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, kampanye ini berhasil mencatatkan 5 juta chat.

Banyak penjual Shopee Indonesia mencatatkan penjualan yang luar biasa selama kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day, dengan peningkatan transaksi penjual tertinggi mencapai 95 kali. Salah satu penjual lokal yang berpartisipasi, Evy Nurmawati, pemilik toko @Momyaisha_olshop mengungkapkan apresiasinya, “Kami sangat senang melihat hasil penjualan serta kesempatan yang diberikan kepada kami untuk memenuhi kebutuhan pengguna melalui kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day. Kami melihat peningkatan jumlah pesanan hingga dua kali lipat dalam kurun waktu 24 jam. Terima kasih Shopee yang telah menyediakan wadah terbaik bagi kami untuk mengembangkan jangkauan pengguna kami ke seluruh Indonesia. Kami tidak sabar untuk dapat berpartisipasi di kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day tahun depan.”

Dalam kampanye ini, kategori produk yang dengan peningkatan terbanyak adalah kategori elektronik, perlengkapan rumah tangga, dan kosmetik; dengan produk-produk juga mengalami peningkatan terbanyak mencakup blender dan juicer, seprai kasur, dan lipstick.

Rekan logistik Shopee sejak awal, JNE menjelaskan, “JNE merasa senang dapat menjadi bagian dari kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day. Dengan meningkatnya jumlah pesanan saat puncak kampanye berlangsung, tim JNE pun bekerja dengan giat untuk memastikan kelancaran pengiriman pesanan bagi pengguna di pelosok negeri, dengan dukungan puluhan ribu karyawan di lebih dari 6.000 titik layanan eksklusif yang kami miliki. Berkat dukungan sistem yang terintegrasi milik Shopee, proses pengiriman pesanan pembeli pun dapat berjalan dengan lancar. Ke depannya, JNE akan terus berkolaborasi dengan Shopee untuk menghadirkan layanan logistik terpercaya, untuk mendukung perkembangan industri e-commerce di Indonesia,” ujar Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication Division JNE.

Sekitar 95% pesanan di kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day 2017 berasal dari aplikasi Shopee di ponsel, yang merefleksikan pertumbuhan tren belanja online melalui ponsel diantara pengguna di Indonesia. User Interface Shopee secara khusus diciptakan untuk perangkat mobile, yang memudahkan aktivitas belanja online melalui ponsel menjadi lebih cepat dan intuitif. Saat ini, Shopee menempati peringkat pertama sebagai aplikasi e-commerce terbaik di Indonesia dan kesuksesan kampanye ini memastikan posisi Shopee sebagai perusahaan e-commerce terdepan pilihan masyarakat Indonesia. Bersama Shopee, pengguna dapat menjual atau membeli produk dengan mudah, hanya dalam waktu 30 detik, kapanpun dan dimanapun.

“10.10 Big Mobile Shopping Day telah menjadi hari yang sangat dinanti oleh pengguna di Indonesia. Kami merasa senang mendapatkan dukungan yang sangat besar dari pengguna, penjual, maupun rekan strategis; dan kami ingin berterima kasih atas partisipasi dan kontribusi mereka, yang telah membantu kami mencapai hasil yang signifikan ini. Kami berharap dapat mencapai hasil yang lebih baik lagi di masa mendatang,” kata Chris Feng, CEO of Shopee. (Icha)

 

 

Telkomsel Gandeng Koperasi di Tasikmalaya Untuk Perluas Penetrasi Bisnis Korporasi

0

Telko.id –  Telkomsel menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi bisnis untuk pelanggan korporasi dengan mengandeng Koperasi Syariah Al Musyawarah yang merupakan salah satu jaringan koperasi terbesar di kota Tasikmalaya. Dengan potensi mencapai 8 ribu anggota, kedepannya Telkomsel dapat memberikan solusi komunikasi terpadu dalam menunjang koordinasi para anggota melalui pemanfaatan 750 kartu pasca bayar dan 7000 kartu prabayar Telkomsel sebagi bentuk awal kerjasama.

Selain itu peran Koperasi Syariah Al Musyawarah sebagai Payment Point Online Bank (PPOB) yang menjadi nilai tambah untuk mempermudah pelanggan Telkomsel dan anggota Koperasi dalam melakukan transakasi pembayaran secara online seperti PLN, PDAM hingga pembelian pulsa telepon melalui jaringan koperasi syariah Al Musyawarah yang telah tersebar hingga pelosok Kabupaten Tasikmalaya.

“Upaya Telkomsel untuk menghadirkan solusi bisnis di lini pelanggan korporasi akan terus dikembangkan, dengan mencoba mengakomodir kebutuhan pelanggan melalui produk dan inovasi yang mampu mengintegrasikan kebutuhan bisnis, komunikasi dan informasi secara terpadu dan terjangkau, sehingga mampu menambah nilai lebih bagi pelanggan di sektor korporasi,“ kata Agustiyono, General Manager Sales Regional Jabar Telkomsel.

Kedepannya pengembangan kerjasama ini akan menjadikan jaringan Koperasi Syariah Al Musyawarah dapat tumbuh dan berkembang seiring dengan bertambahnya pelanggan Telkomsel serta keanggotaan koperasi tersebut. Dengan hadirnya koperasi syariah ini yang telah ditunjuk sebagai salah satu mitra Telkomsel agar dapat menawarkan serta menjual produk dan layanan Telkomsel seperti layanna isi ulang pulsa, kartu perdana Telkomsel, sekaligus sebagai Merchant TCASH, guna memudahkan para anggota koperasi untuk bertransaksi dan berbelanja menggunakan layanan mobile financial service Telkomsel.

Dengan ditunjang lebih dari 1030 BTS Telkomsel di wilayah Tasikmalaya dan lebih dari 47 persen diantaranya telah berteknologi broadband terdepan 4G LTE Telkomsel, hadirnya kerjasama kali ini akan dikembangkan menjadi kerja sama untuk perluasan pemanfaatan layanan broadband dan digital yang dapat menunjan gaya hidup para anggota koperasi. (Icha)

 

 

Pengguna Prabayar Wajib Registrasi Jika Tidak Bakal Diblokir

0

Telko.id – Sejak 31 Oktober 2017, para pelangga seluler prabayar wajib melakukan registrasi nomor nya. Hal ini diberlakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai upaya pemerintah mencegah penyalahgunaan nomor dan melindungi konsumen, terutama bagi pelanggan prabayar.

“Langkah ini sebagai komitmen memberikan perlindungan kepada konsumen serta untuk kepentingan national single identity. Selain itu manfaat lainnya adalah adanya keamanan, transparansi dan pelayanan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam sambutannya, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Menurut Menteri Rudiantara, ketentuan mengenai registrasi pelanggan seluler sudah dikeluarkan setahun yang lalu dalam bentuk Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. “Registrasi prabayar diinisiasi Kominfo pada 2016, meskipun sosialisasinya telah dilakukan sejak 2005. Sudah 11 tahun perjalanan untuk diimplementasikan, namun kita harus realistis karena registrasi prabayar ini tergantung pada keberadaan ekosistem dan proses sosialisasi ke masyarakat,” tuturnya.

Salah satu isu penting dalam pendaftaran nomor pelanggan, menurut Menteri Kominfo adalah kepastian data yang benar. “Ekosistem yang lain adalah bagaimana kita merujuk bahwa informasi yang disampaikan pelanggan saat registrasi adalah benar. Dengan adanya (data) Dukcapil maka validitas informasi yang disampaikan masyarakat adalah benar,” paparnya.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menilai pendataan nomor pelanggan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong tata kelola pemerintahan dan bermasyarakat agar lebih tertib dan akuntabel. “Kita dorong tata kelola lebih efisien menuju sharing economy. Operator bisa tahu siapa saja pelanggannya,” paparnya.

Menurut Dirjen Zudan Arif, sampai saat ini total akses NIK oleh operator sudah mencapai 36.521.872 NIK. “Saya juga berterima kasih kepada Kominfo yang akan bangun ekosistem KTP-el. Ekosistem sendiri bisa terbangun jika data kependudukan yang ada juga baik. Kemendagri sendiri terus merapikan data Dukcapil,“ jelasnya.

Dirjen Dukcapil menambahkan  akses yang dapat digunakan oleh masing-masing operator saat ini mencapai 100 transaksi per detik. “Jadi para operator jangan khawatir untuk mengakses. Sehari bisa 1 juta NIK yang diakses, sehingga dalam 2 bulan bisa selesai proses registrasi,” tambahnya.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli menyatakan proses registrasi bukan hal yang sulit selama mengikuti prosedur yang benar. “Dimana cara registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#,” katanya seraya mendorong pelanggan mendatarkan sendiri nomor yang dimilikinya.

Dirjen Ramli menyebut proses registrasi ulang akan berlangsung sampai akhir Februari 2018. Ia pun menegaskan agar proses berhasil diperlukan data yang sesuai dengan NIK. “Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil. Proses registrasi ini akan dimulai pada 31 Oktober 2017 dan akan berakhir pada 28 Februari 2018,” jelasnya.

Jika pelanggan tidak melakukan registrasi maka setelah 30 hari pemberitahuan akan diblokir outgoing nya, lalu jika setelah 15 hari setelah pemberitahuan akan diblokir ingoing. Lalu jika masih belum registrasi juga maka seluruh layanan akan diblokir.

Hanya saja, masalah pemblokiran ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut lagi. Pasalnya, saat ini sudah semakin banyak kartu prabayar yang digunakan juga untuk data. Lalu, nanti ketika era internet of things mulai ramai, apakah juga diberlakukan registrasi seperti nomor yang digunakan oleh pelaggan biasa?

Menurut Wakil Direktur Utama Tri Indonesia M Danny Buldansyah, apa yang diambil oleh pemerintah ini, operator akan mengikuti. Jika nanti menghadapi masalah, terutam teknis, pasti dapat dibicarakan. “Harapannya, registrasi ini dapat berjalan lancar. Dulu, tidak berhasil, karena saling menunggu. Soalnya, kalau tidak berbarengan, maka bisa jadi akan terjadi churn dan pindah ke operator yang tidak melakukan registrasi. Tapi, sekarang dilakukan bersama-sama, harapannya juga bisa berjalan lancar”.

Turut hadir pada konferensi pers diantaranya Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Merza Fachys, Komisioner BRTI dan  perwakilan dari Indosat Ooredoo, Telkomsel, XL Axiata, Telkom, Smartfren Telecom dan Hutchison 3 Indonesia. (Icha)

 

 

Lagi, Indosat ‘Guyur’ Pelanggan Dengan Bonus Internetan

0

Telko.id – Promo bonus kuota internet yang pernah digelar Indosat cukup sukses. Itu sebabnya, operator ini melanjutkan promo dengan memberikan kebebasan lebih banyak lagi bagi pelanggan dengan bonus hingga 20GB di semua jaringan, pelanggan bisa mendapatkan pengalaman internetan yang sesungguhnya dua kali lebih seru

Promo ini akan diberikan pada pelanggan IM3 Ooredoo yang melakukan pembelian paket baru, atau memperbarui paket Freedom Combo dan Freedom Plus akan mendapatkan bonus kuota internet terbesar hingga 20GB di semua jaringan. Bonus kuota internet hingga 20GB akan ditambahkan secara otomatis dan dapat digunakan langsung di semua jaringan (2G, 3G, dan 4G) setelah melakukan pembelian atau memperbarui paket internet. Pelanggan dapat berlangganan dengan mudah melalui smartphone dengan cara tekan *123*3*2*3# untuk paket Freedom Plus, atau tekan *123*2# untuk paket Freedom Combo. Kuota bonus hingga 20GB ini dapat digunakan sebagai kuota malam yang khusus digunakan mulai pukul 01.00 tengah malam sampai pukul 06.00 pagi setiap harinya.

Namun kabar baik dari IM3 Ooredoo tidak hanya sampai disitu, sekarang pelanggan paket Freedom Plus dapat menikmati YouTube Tanpa Kuota. Ini merupakan fitur terbaru dari paket Freedom Plus, pelanggan dapat mengakses YouTube dan aplikasi harian lainnya sepuasnya tanpa mengurangi kuota utama mereka.

IM3 Ooredoo percaya bahwa dengan memberikan pelanggan kebebasan lebih melalui kuota internet yang besar untuk akses aplikasi favorit seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan WhatsApp merupakan cara terbaik bagi pelanggan menikmati internetan yang sesungguhnya.

“Kami menepati janji dengan menjadi operator yang memberikan kebebasan internetan lebih baik bagi para pelanggan. Dengan meningkatkan bonus kuota internet, pelanggan mendapatkan pengalaman lebih banyak untuk menikmati internet. Inilah yang kami sebut sebagai kebebasan sebenarnya, paket dengan banyak keuntungan serta bonus kuota internet terbesar. Dan ini baru internetan seru!” kata Andreas Gregori, Chief Marketing Officer Indosat Ooredoo.

Paket apapun yang menjadi pilihan, pelanggan IM3 Ooredoo dipastikan dapat menikmati pengalaman internetan yang sesungguhnya; Kuota internet yang besar di semua jaringan; Stream On untuk streaming musik dan video; Dapat menggunakan sisa kuota yang tidak terpakai pada bulan berikutnya dengan Data Rollover; Dan juga Aplikasi Tanpa Kuota yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi sehari-hari tanpa menggunakan kuota utama. (Icha)

 

 

XL Axiata Gunakan Teknologi Packet Design Demi Kualitas Layanan Yang Prima

0

Telko.id – Sebagai salah satu operator besar di Indonesia, tentu layanan yang prima selalu menjadi target operasional perusahaan. Demi menjamin pelayanan yang terbaik, XL mengimplementasikan teknologi Packet Design untuk mengatur lalu lintas dalam jaringannya.

Teknologi Packet Design ini digunakan untuk memastikan penyampaian layanan optimal melalui jaringan seluler dan inti IP MPLS-nya. XL Axiata memilih Packet Design Explorer Suite, termasuk kemampuan menganalisisa dan otomasi Carrier SDN, untuk memperbaiki pemecahan masalah, rekayasa lalu lintas secara otomatis untuk menghindari kemacetan link, dan mengurangi risiko saat memperluas dan meluncurkan layanan baru.

“Packet Design’s Explorer SDN Platform adalah satu-satunya teknologi yang dapat melakukan perhitungan jalur real-time untuk routing lalu lintas secara dinamis tanpa memberikan dampak pada layanan, di seluruh Jaringan MPLS kami,” kata Taufiq Budiman, Expert – Transport IP XL Axiata, seperti dikutip dari Cellular News.

Taufiq menambahkan bahwa “Kemampuan lain dari teknologi ini adalah dapat secara otomatis mencari jalur yang terbaik dengan menggunakan aplikasi Explorer SDN Traffic Engineering. Dengan demikian, akan menghemat banyak waktu dan uang, dan ini membantu kami mengelola kinerja saat kami mengembangkan jaringan dan meluncurkan teknologi seperti 4G LTE.”

Explorer Suite secara unik menghubungkan perilaku routing dan jalur yang selalu ada saat ini dengan arus lalu lintas dan kinerja infrastruktur jaringan untuk mengungkapkan bagaimana kejadian dan kegagalan routing mempengaruhi penyampaian layanan. Dengan analisis real-time, historis, dan prediktif ini, XL Axiata dapat merencanakan, menerapkan, dan memastikan layanannya secara efektif.

Misalnya, saat penyedia layanan menyebarkan router baru dan meningkatkan kapasitas tautan, ia menggunakan produk Explorer untuk memprediksi dampak perubahan, mensimulasikan beban kerja baru, dan menguji skenario kegagalan untuk membangun jaringan yang lebih tangguh.

Untuk lebih memastikan ketahanan, XL Axiata menggunakan aplikasi Explorer SDN Traffic Engineering (SDN-TE), yang memanfaatkan sistem telemetri, analisis, dan jalur optimasi real-time Explorer SDN Platform. Misalnya, kegagalan link sering terjadi di wilayah ini karena kabel serat optik dipotong di dasar laut dan peralatan konstruksi yang merusak di darat. Untuk memastikan bahwa pengiriman layanan pelanggan tetap konstan saat terjadi kegagalan ini, aplikasi SDN-TE mengotomatiskan tugas teknik yang sulit dan memakan waktu untuk menyeimbang ulang beban jaringan.

Dengan menggunakan aplikasi Explorer SDN-TE, XL mampu melakukan perhitungan dan membuat jalur Resource Reservation Protocol (RSVP-TE) untuk mengalihkan lalu lintas dari tautan yang padat ke tautan yang jarang digunakan. Hal ini menghasilkan keseluruhan penggunaan sumber daya jaringan dan penyampaian layanan yang lebih baik secara keseluruhan.

“Packet Design menyediakan analisis yang diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja dan kontrol jaringan IP fisik dan virtual, terutama yang besar dan kompleks seperti XL Axiata’s,” kata Scott Sherwood, CEO Packet Design.

Scott juga menambahkan bahwa “Produk Explorer akan disesuaikan dengan XL Axiata, membantu jaringan mereka lebih efisien, memberikan layanan baru lebih cepat dan lebih ekonomis, dan mempertahankan kepuasan pelanggan yang tinggi.” (Icha)

Ilham Habibie: Indonesia Harus Siap Hadapi Kehadiran Financial Technology

0

Telko.id  – Pada hari kedua acara Comsnets Indonesia 2017 yang di gelar di Ballrom Fairmont Hotel, salah satu tema menarik yang dibahas adalah tentang kehadiran  fintech (finansial technology). Fintech pada dasarnya merupakan inovasi pada sektor finansial.  Keberadaan fintech diharapkan dapat mendatangkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis dan aman. Proses transaksi keuangan ini meliputi proses pembayaran, proses peminjaman uang, transfer, ataupun jual beli saham.

Fintech diharapkan bisa membawa  warna baru dalam dunia finansial dan memberi  kemudahan pelayanan finansial, melengkapi rantai transaksi keuangan, meningkatkan taraf hidup, melawan lintah darat. Ke depannya fintech diharapkan bisa memberi sistem pinjaman uang dengan cara transparan.

Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui berapa persen bunga yang harus dibayarkan, berapa cicilan per bulannya dan berapa lama tenor pinjaman yang tersedia. Berbagai pembicara dalam conference COMSNETS Indonesia 2017 menyakini bahwa  inovasi perkembangan keuangan digital sangat bermanfaat dan berdampak positif apabila diterapkan di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Ilham Habibie menyikapi bahwa kehadiran Fintech tidak bisa dihindarai sebagai hasil dari  inovasi dalam kemajuan pelayanan ekonomi digital di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tahu bahwa fintech sedang berkembang dengan pesat. “Lihat saja sekarang ini banyak perusahaan rintisan yang bergerak disitu, seperti start-up,” Ungkap Ilham habibie dalam acara Conference Comsnets Indonesia 2017 yang digelar Kadin Indonesia dan M-Solving.

Untuk diketahui beberapa Startup-startup fintech yang sudah eksis di Indonesia antara lain,  CekAja, UangTeman, Pinjam, CekPremi, Bareksa, Kejora, Doku, Veritrans, Kartuku, Bahkan beberapa waktu lalu  telah terbentuk asosiasi perusahaan teknologi finansial bernama FinTech Indonesia.

Ilham menambahkan untuk saat ini keberadaan Fintech di Indonesia  masih dalam tahap awal yaitu dalam hal pembayaran seperti P to P landing yaitu people to people.

“Namun disatu sisi sebagian besar masyarkat Indonesia masih belum banyak yang mengerti tentang pelayanan fintech dan juga sistem keamanan yang masih perlu ditingkatkan. Karena dimana ada teknologi disana pasti ada orang yang menyalah gunakannya.” Tegas Ilham.

Ilham juga mengamini laporan World Economic Forum (2015) yang memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Hal ini mempertegas peluang keuangan digital, diperkuat dengan fakta bahwa baru sekitar 36 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di bank atau sekitar 120 juta orang masuk dalam kategori unbanked.

Jika dilihat dari fenomena yang ada, kehadiran Fintech  akan mampu membantu Indonesia dalam mengembangkan teknologi di bidang keuangan. Di dukung oleh sifat masyarakat Indonesia yang konsumsif, termasuk mengenai teknologi, maka inovasi perkembangan keuangan digital di Indonesia akan cepat berkembang. (Icha)

Hati-hati Berinternet, Pemerintah Sudah Pasang Mesin Sensor Lho!

0

Telko.id – Untuk menghadang konten negatif yang hilir mudik di dunia maya memang cukup merepotkan. Pemerintah kalau mau melakukan pemblokiran harus hati-hati agar tepat sasaran. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menetapkan pemenang tender untuk peralatan dan mesin sensor internet.

Mesin sensor internet ini merupakan hasil pengembangan Trust+ yang akan dikelola oleh unit di bawah Direktorat Keamanan Kementerian Kominfo. Nanti mesin sensor tersebut dimanfaatkan untuk menghadang bertebarannya konten negatif di internet.

Yang dimaksud dengan konten negatif tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya dasar hukumnya di Pasal 2 dan Pasal 40 ayat (2).

Cara kerja dari mesin sensor internet ini menggunakan system crawling. Di mana, mesin akan secara otomatis melakukan analisa sesuai dengan kriteria konten negatief yang sudah ditetapkan. Mulai dari IP filtering sorting, URL maupun dari isi atau konten yang disebarkan. Dulu, semua nya dilakukan secara manual sehingga cukup merepotkan karena semakin banyak serbuan konten negative di interntet.

“Dulu, dilakukan secara manual, dengan memantau satu per satu situs yang diduga mengandung konten negatif. Dengan menggunakan mesin sensor internet ini maka menjadi lebih efektif,” ujar  Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo.

Sekarang, cukup dengan mamasukan keyword maka mesin sensor internet yang memiliki teknologi artificial intelligent ini akan melakukan crawling dan menganalisa konten-konten yang beredar di internet.

Mesin sensor ini diperoleh pemerintah berdasarkan tender yang dimenangkan oleh PT. Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT Inti yang memiliki nilai pagu yang mencapai Rp.211 miliar.

“Pemasangannya paling lambat 31 Desember ini. Mulai beroperasi Januari 2018, sebelum itu tentu sudah ada uji coba,” kata Semuel.

Sedangkan untuk pengoperasian mesin sensor internet ini, Kominfo menganggarkan Rp.74 miliar setiap tahun. Termasuk juga akan merekrut sekitar 58 orang untuk mengoperasikan mesin sensor internet ini. Nantinya, 58 orang itu akan masuk sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). (Icha)