Kategori: Telkom

  • Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

    Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026.

    Capaian itu tumbuh 1,5% secara tahunan (YoY) di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi.

    Perusahaan pelat merah itu juga mencatat EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin 48,3%. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum akselerasi eksekusi strategi TLKM 30.

    “Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

    Ia menambahkan, tekanan pada laba bersih bersifat transisional dan non-cash. Hal itu dipengaruhi percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama fase transformasi.

    Secara fundamental, kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional bahkan tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

    Segmen B2C Tumbuh Berkat Perbaikan Pasar

    Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan Rp27,6 triliun atau naik 1,3% YoY. Pertumbuhan itu didorong oleh pendapatan bisnis digital dan peningkatan payload data sebesar 2,3% YoY.

    Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendongkrak ARPU menjadi Rp45.100, naik 6,4% YoY. Dian optimistis industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

    “Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan,” katanya.

    B2B Infrastructure Catat Pertumbuhan 6,8%

    Segmen B2B Infrastructure menjadi motor pertumbuhan lain. Pendapatan segmen ini mencapai Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8% YoY. Ekspansi Fiber-to-the-Tower (FTTT) menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

    Mitratel, anak usaha Telkom di bidang menara, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4% YoY. EBITDA margin Mitratel tetap stabil di 82,7%.

    Sepanjang kuartal pertama, Mitratel memperluas jaringan fiber optik sepanjang 1.080 km, sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km.

    Bisnis data center juga menunjukkan perkembangan. Pendapatan diperoleh dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Konsolidasi aset data center menjadi langkah strategis untuk membuka peluang perluasan layanan dan monetisasi aset.

    Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun. Layanan interkoneksi tumbuh 18,9% QoQ berkat peningkatan aktivitas international wholesale voice business.

    Sementara itu, segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp3,1 triliun. Restrukturisasi yang sedang berlangsung membuat aktivitas bisnis melandai. Namun, langkah itu dinilai perlu untuk mendorong margin yang lebih sehat dan memperkuat posisi kompetitif jangka panjang.

    Transformasi Berjalan Sesuai Rencana

    Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti. Efisiensi operasional terus dilakukan melalui streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo.

    Content image for article: Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

    Salah satu progres yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis. Proses itu ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026. Divestasi diharapkan membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group.

    Di sisi unlock value, Telkom tengah mempersiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia. Proses itu ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

    Langkah ini sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal.

    Saat ini kontribusi bisnis fiber masih di kisaran 15%. Perusahaan menargetkan peningkatan menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur dan operasional yang berjalan penuh.

    Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International untuk menangkap potensi kebutuhan industri di tengah adopsi teknologi berbasis AI.

    Dian menutup pernyataannya dengan optimisme. “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan mengutamakan prinsip disiplin operasi,” pungkasnya. (Icha)

  • Telkom Gelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Dorong Kedaulatan Digital Nasional

    Telkom Gelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Dorong Kedaulatan Digital Nasional

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” pada Rabu (20/5) di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty.

    Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan kunci, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, dan Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Keterlibatan mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang adaptif dan berkelanjutan.

    Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa transformasi digital nasional tidak hanya soal adopsi teknologi. “Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.

    Dari sisi keamanan siber, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyoroti pentingnya kendali nasional terhadap data strategis. “Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global,” tandasnya.

    Sejalan dengan hal itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai momentum transformasi digital harus menjadi titik balik. “Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” pungkas Seno.

    Tiga Pilar Kedaulatan Teknologi

    Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat isu-isu strategis seperti sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, serta pembangunan kapasitas talenta digital. Forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai komitmen bersama memperkuat ekosistem teknologi nasional.

    Pada kesempatan tersebut, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra, sebuah program pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diharapkan mendorong peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional. “AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” tambah Seno.

    Seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, isu sovereignty menjadi perhatian global. Ketergantungan terhadap infrastruktur dan platform global tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional. Melalui forum ini, Telkom mendorong kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu mengelola dan memonetisasi aset digital nasional.

    Komitmen Telkom dan Ekosistem AI

    Sebagai bagian dari strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Perusahaan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE), termasuk kolaborasi dengan kampus untuk riset talenta (AI Campus), ruang kreasi developer (AI Playground), wadah komunitas (AI Connect), penyediaan solusi teruji (AI Hub), hingga penerapan AI internal (AI Native).

    Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital, seperti yang terlihat dalam pengembangan pusat data NeutraDC. Untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini, Anda dapat membaca 4 Tahun NeutraDC yang memperkuat fondasi digital ecosystem hub dan infrastruktur AI.

    Selain itu, Telkom juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat transformasi digital. Salah satu contohnya adalah Telkom Solution yang siap mempercepat transformasi digital BUMN. Kolaborasi lain dengan F5 juga dilakukan untuk mengembangkan Solusi AI-Secure Connectivity.

    Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom berharap dapat mendorong lahirnya gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi digital nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

  • Telkom Solution Siap Percepat Transformasi Digital BUMN

    Telkom Solution Siap Percepat Transformasi Digital BUMN

    Telko.id – PT Telkom Indonesia melalui unit bisnis Telkom Solution resmi menyatakan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Komitmen ini diumumkan dalam forum strategis Transformasi Digital BUMN yang digelar oleh Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (5/5).

    Acara tersebut dihadiri oleh 50 Chief Technology Officer (CTO) dari berbagai sektor BUMN. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan akselerasi transformasi digital nasional.

    Fokus utamanya adalah mendorong integrasi sistem organisasi, aplikasi, dan platform data secara andal guna meningkatkan efektivitas operasional serta daya saing BUMN di era ekonomi digital.

    Melalui Telkom Solution, Telkom menghadirkan ekosistem solusi digital yang dirancang khusus untuk kebutuhan transformasi digital BUMN secara end-to-end. Solusi ini mencakup konektivitas digital, layanan cloud, keamanan siber, hingga inovasi berbasis artificial intelligence (AI).

    Teknologi tersebut telah diimplementasikan di berbagai sektor industri dan terbukti mendukung peningkatan efisiensi, produktivitas, serta kualitas layanan perusahaan.

    Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa pihaknya siap memperkuat sinergi antar BUMN melalui solusi digital yang relevan dan berkelanjutan.

    “Sebagai perusahaan digital nasional dengan kapabilitas dan ekosistem yang terintegrasi, Telkom mendukung transformasi digital BUMN melalui Telkom Solution yang menghadirkan solusi sesuai kebutuhan bisnis, termasuk pemanfaatan otomasi dan AI untuk meningkatkan produktivitas serta kinerja operasional perusahaan,” ujar Veranita.

    Ia menambahkan bahwa operasional BUMN di era digital tidak hanya membutuhkan sistem yang terkoneksi secara real-time, tetapi juga perlindungan data dan keamanan siber yang andal.

    Oleh karena itu, Telkom Solution menghadirkan solusi berbasis AI dan cybersecurity yang didukung oleh mitra global dengan kemampuan perlindungan menyeluruh, deteksi proaktif, serta respons keamanan 24/7.

    Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa Telkom memiliki tiga fondasi utama dalam mendukung transformasi digital nasional, yaitu story, capability, dan sovereignty.

    Menurutnya, kolaborasi antar-BUMN menjadi momentum penting dalam membangun shared digital capability yang mampu menciptakan nilai tambah dan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.

    “Kami memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola transformasi digital berskala nasional dengan kapabilitas end-to-end mulai dari AI, IoT, cloud, hingga cybersecurity. Ke depan, pembangunan Indonesia perlu didukung oleh kedaulatan digital nasional, di mana data, platform, dan inovasi strategis dapat dikelola secara mandiri, aman, dan berkelanjutan di dalam negeri,” jelas Faizal.

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menekankan pentingnya pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi sebagai fondasi utama transformasi digital BUMN. Menurut Seno, integrasi teknologi cloud, AI, dan konektivitas menjadi faktor strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional.

    “Telkom mengambil peran sebagai backbone digital nasional dengan memperkuat kapabilitas sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan kontrol data strategis nasional, tetapi juga membuka peluang monetisasi data, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi BUMN,” ujar Seno.

    Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan terhadap platform digital global di tengah meningkatnya kebutuhan pengolahan data berbasis AI, dinamika regulasi, serta tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dengan pendekatan sovereign cloud, data strategis nasional dapat dikelola secara mandiri dan aman di dalam negeri.

    Dengan dukungan kapabilitas digital dan ICT yang dimiliki, Telkom optimistis transformasi digital BUMN dapat berjalan secara lebih terintegrasi. Proses ini mencakup pengelolaan data, aplikasi, infrastruktur, hingga proses bisnis perusahaan.

    Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi serta daya saing BUMN sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kedaulatan digital nasional.

    Kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia. Melalui forum yang digelar Danantara Indonesia, para CTO dari berbagai sektor dapat saling bertukar pengalaman dan strategi. Hal ini sejalan dengan upaya Telkom untuk terus mendukung Transformasi Digital BUMN melalui solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    Sebelumnya, BUMN Gandeng Microsoft untuk mempercepat adopsi teknologi cloud dan AI di berbagai sektor. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dan BUMN untuk tidak tertinggal dalam era digital. Telkom, melalui Telkom Solution, menjadi mitra strategis yang menyediakan infrastruktur dan solusi digital yang dibutuhkan.

    Tidak hanya itu, Telkom juga terus memperkuat kapabilitasnya di berbagai lini bisnis. TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health merupakan langkah strategis untuk fokus pada bisnis digital. Langkah ini menunjukkan keseriusan Telkom dalam mengembangkan portofolio digital yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan pasar.

    Di sisi lain, anak usaha Telkom, Finnet, juga aktif memperkuat digitalisasi layanan. Finnet Gandeng KP2MI untuk memperkuat digitalisasi layanan pekerja migran. Inisiatif ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya menyentuh sektor korporasi, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

    Transformasi digital BUMN juga menjadi sorotan di kancah internasional. Telkomsel Unjuk Gigi di WEF 2026 dengan fokus pada transformasi digital nasional. Partisipasi ini menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing global.

    Dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang telah dilakukan, Telkom optimistis transformasi digital BUMN dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Dukungan penuh dari pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan agenda nasional ini. Melalui Telkom Solution, Telkom siap menjadi mitra terpercaya bagi BUMN dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital.

    Ke depan, Telkom akan terus mengembangkan kapabilitasnya di bidang cloud, AI, dan cybersecurity. Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur digital menjadi prioritas. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem digital global.

    Transformasi digital BUMN bukanlah sekadar proyek jangka pendek, melainkan sebuah perjalanan panjang menuju kedaulatan digital nasional. Telkom, melalui Telkom Solution, berkomitmen untuk mendampingi BUMN dalam setiap tahap transformasi ini. Mulai dari perencanaan, implementasi, hingga pengelolaan berkelanjutan, Telkom hadir sebagai mitra strategis yang andal dan terpercaya. (Icha)

  • Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

    Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

    Perseroan mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sementara normalized net income mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4%.

    Pendapatan konsolidasi tercatat Rp146,7 triliun, dengan EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dan margin EBITDA 49,2%. Normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9%.

    Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, Telkom mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025. Angka ini terdiri dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

    Respons positif pasar ini didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025.

    “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

    Empat Pilar Transformasi TLKM 30

    Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence, yang memperkuat prinsip tata kelola perusahaan baik.

    Hal ini mendorong peningkatan disiplin organisasi berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses efisien, serta peningkatan kualitas layanan.

    Pada pilar kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business. Implementasi strategi ini tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026.

    Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

    Pilar ketiga berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber.

    Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

    Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding. Sebelumnya, spin-off InfraNexia telah menjadi salah satu inisiatif kunci perseroan.

    Sebagai pilar keempat, Telkom menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan dan mengharmonisasi lini bisnis.

    Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi

    Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi.

    Perseroan juga melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini memperkuat praktik tata kelola transparan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset.

    Segmen B2C masih menjadi kontributor utama pendapatan. Telkomsel berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian.

    Trafik data meningkat signifikan 15% YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) bergerak ke arah pemulihan positif mulai paruh kedua 2025. Di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga tepat sasaran dan keunggulan kualitas jaringan.

    Content image for article: Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

    Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tercatat Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber. Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center, dan dua fasilitas co-location data center di Singapura yang dikelola NeutraDC. TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX.

    Bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan net income margin 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung rasio penyewa 1,57x atas 40.230 menara telekomunikasi, menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Sejalan dengan itu, konsolidasi Mitratel terus berjalan untuk optimalisasi aset.

    Pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

    Sementara segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital.

    Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan.

    Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional.

    “Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian. (Icha)

  • Telkom Community Gateway Wamena, Perkuat Konektivitas Digital Papua

    Telkom Community Gateway Wamena, Perkuat Konektivitas Digital Papua

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama anak usahanya, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), resmi mengoperasikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (8/5).

    Infrastruktur ini menjadi tulang punggung utama konektivitas digital di wilayah Papua Pegunungan, menjawab tantangan geografis yang selama ini menghambat akses internet.

    Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Angga Raka Prabowo, didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt. CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi.

    Acara ini juga disaksikan secara virtual oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Wanggai, serta Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol.

    Content image for article: TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Perkuat Konektivitas Digital Papua
    Content image for article: TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Perkuat Konektivitas Digital Papua

    Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari program prioritas nasional.

    “Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Di sinilah Community Gateway Wamena berperan penting, mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa infrastruktur ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, terutama di Papua Pegunungan.

    Community Gateway Wamena berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di kawasan tersebut. Berbeda dengan Community Gateway Merauke yang dibangun sebagai backup link, fasilitas di Wamena ini berperan sebagai main link atau tulang punggung utama.

    Pendekatan ini menandai pergeseran strategi TelkomGroup dari sekadar mitigasi risiko menuju penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa wilayah Wamena memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan.

    “Bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital,” ungkap Dian.

    Lompatan Kapasitas Hingga 40 Gbps

    Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway ini, kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps.

    Peningkatan ini bukan sekadar angka, melainkan lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil dan latensi yang lebih terkendali.

    Kehadiran infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial di wilayah pegunungan. Dengan teknologi satelit, Community Gateway Wamena mampu mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik di Papua Pegunungan.

    Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Wanggai, menilai kehadiran Community Gateway Wamena sebagai tonggak pembangunan besar.

    Menurutnya, langkah nyata Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit mampu menyentuh masyarakat di wilayah pegunungan Papua.

    Open Access untuk Ekosistem Inklusif

    Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform. Artinya, infrastruktur ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga oleh berbagai pihak, seperti operator lain, ISP lokal, maupun institusi lainnya. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

    Melalui inisiatif ini, TelkomGroup menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure.

    Fokusnya bukan hanya pada kapasitas, tetapi juga pada kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas di wilayah timur Indonesia.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menutup sambutannya dengan optimisme. “Kami percaya bahwa kehadiran Community Gateway Wamena sebagai main link akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan sehingga dapat membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian.

    Kehadiran Community Gateway Wamena diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan. Infrastruktur ini juga menjadi bukti komitmen TelkomGroup sebagai agent of development dalam mewujudkan akses digital yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. (Icha)

  • Kabel Laut Pukpuk, Telkom Hubungkan Indonesia-Papua Nugini

    Kabel Laut Pukpuk, Telkom Hubungkan Indonesia-Papua Nugini

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), resmi mengoperasikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1).

    Proyek kolaborasi dengan PNG DataCo ini diresmikan di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5). Infrastruktur ini menjadi jembatan digital pertama yang langsung menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini.

    Peresmian dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Wakil Konsulat Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, dan Gubernur Kepala Daerah Papua yang diwakili L. Christian Sohilait. Acara ini juga disaksikan oleh Plt. CEO Telin Kharisma dan CEO PNG DataCo Paul Komboi.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan transformasi digital.

    “Program kerja prioritas nasional menekankan pentingnya percepatan transformasi digital dalam pemerataan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa konektivitas harus dibangun secara merata dan berkelanjutan agar Kawasan Timur Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam ekosistem ekonomi digital.

    Angga juga memberikan apresiasi kepada TelkomGroup. “Pukpuk Cable yang dibangun oleh TelkomGroup menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan konektivitas yang lebih andal, resilien, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, maupun seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.

    Sistem kabel laut Pukpuk merupakan kabel lintas batas (cross-border) pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan jaringan Indonesia dengan Papua Nugini secara langsung. Landing station di Jayapura yang dioperasikan oleh Telin menjadi gerbang konektivitas menuju Kumul Telkom Holdings milik Papua Nugini.

    Kapasitas dari kabel internasional SEA-US akan dialirkan ke provinsi-provinsi terpencil di Papua Nugini melalui Vanimo.

    Kehadiran kabel ini membuat Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jalur kedua—yang baru diresmikan—menghubungkan Vanimo, Papua Nugini, ke Jayapura, kemudian tersambung ke Manado hingga Los Angeles (LA), Amerika Serikat melalui kabel SEA-US.

    Adanya jalur alternatif ini menjadikan infrastruktur digital Papua lebih tangguh karena memiliki diversity route yang menjamin kelangsungan layanan.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan komitmen perusahaan. “Dengan Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global,” ujar Dian.

    Content image for article: TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
    Content image for article: TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini

    Ia berharap inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur serta membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global.

    Telin memainkan peran sentral dalam proyek ini, mulai dari perencanaan hingga komersialisasi. Fasilitas landing station di Jayapura menjadi simpul kritis yang menghubungkan kapasitas kabel internasional SEA-US dengan jaringan nasional Papua.

    Telin juga bertindak sebagai mitra strategis PNG DataCo untuk memastikan kualitas layanan dan keandalan sistem kabel lintas negara ini.

    CEO PNG DataCo Paul Komboi menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kedekatan geografis antara Indonesia dan Papua Nugini sudah seharusnya diiringi dengan konektivitas digital yang kuat.

    Ia menilai kabel laut Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan awal dari penguatan hubungan dan integrasi digital yang lebih erat antara kedua negara.

    Proyek ini sejalan dengan upaya TelkomGroup memperkuat jaringan di Papua. Sebelumnya, Telkom melalui Telkomsat juga menargetkan internet cepat di 1.000 lokasi di Indonesia Timur.

    “Kabel Pukpuk adalah bukti nyata bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antar negara. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik dan berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia demi masa depan yang lebih terhubung,” tutup Dian.

    Dengan hadirnya kabel laut Pukpuk, Jayapura kini menjadi pusat konektivitas Papua yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

    Infrastruktur ini juga membuka koridor konektivitas baru menuju Asia-Pasifik, memperkuat hubungan bilateral, dan mendorong perluasan akses digital di wilayah perbatasan.

    Ke depannya, kolaborasi antara Telin dan PNG DataCo diharapkan dapat membuka peluang pengembangan konektivitas lebih lanjut di kawasan. (Icha)

  • Telkom Mulai Konsolidasi, Merger Dua Anak Usaha Mitratel

    Telkom Mulai Konsolidasi, Merger Dua Anak Usaha Mitratel

    Telko.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memulai konsolidasi besar di dalam entitas bisnisnya. Langkah terbaru adalah merger dua anak perusahaan di bawah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), yakni PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).

    Pengumuman ini disampaikan oleh emiten infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia itu dalam ringkasan rancangan penggabungan usaha yang diterbitkan di surat kabar pada Jumat (8/5).

    Kedua perusahaan tersebut merupakan lini bisnis yang bergerak di sektor penyediaan infrastruktur telekomunikasi di bawah naungan Mitratel.

    Mitratel akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni 2026 untuk membahas rencana merger ini. Ringkasan rancangan penggabungan usaha telah disusun bersama oleh direksi perusahaan-perusahaan yang terlibat, dan telah memperoleh persetujuan dari dewan komisaris MTEL, PST, dan UMT pada 6 Mei 2026.

    “Penggabungan usaha dilakukan dengan memperhatikan masing-masing perusahaan yang melakukan penggabungan, masyarakat, dan persaingan sehat dalam melakukan usaha, serta ada jaminan tetap terpenuhinya hak pemegang saham dan karyawan,” tulis manajemen dalam ringkasan merger tersebut.

    Meski demikian, rencana penggabungan usaha ini masih menunggu persetujuan RUPS masing-masing perusahaan dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila semua persyaratan terpenuhi, merger akan efektif berlaku pada 1 Juli 2026.

    Danantara Rampingkan Struktur Telkom

    Langkah konsolidasi ini sejalan dengan rencana besar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang ingin merampingkan bisnis emiten pelat merah tersebut. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya mengungkapkan bahwa Telkom saat ini memiliki sekitar 66 entitas usaha.

    Ke depannya, jumlah itu akan dipangkas drastis menjadi hanya belasan perusahaan. Telkom akan bertransformasi menjadi strategic holding yang lebih fokus pada bisnis inti.

    “Sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom itu hanya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja, nah nantinya akan semua yang dari bawah akan tergabung ke atas,” kata Dony di Jakarta, Selasa (11/2).

    Rencana ini merupakan bagian dari strategi Efisiensi Bisnis yang diusung Telkom. Dengan struktur yang lebih ramping, perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih gesit dan fokus pada pengembangan bisnis utama.

    Empat Unit Bisnis Utama Telkom

    Dony Oskaria menegaskan bahwa setelah restrukturisasi, Telkom hanya akan memiliki empat unit bisnis utama. Pertama, Telkomsel yang berperan sebagai perusahaan telekomunikasi inti.

    Kedua, Infraco yang fokus pada bisnis serat optik. Ketiga, Mitratel yang menangani bisnis menara telekomunikasi. Sementara yang keempat adalah unit bisnis pusat data (data center).

    Selain itu, Dony menyebut akan dikembangkan satu lini bisnis infrastruktur tambahan yang berfungsi sebagai penopang operasional bagi keempat unit utama tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen Telkom untuk memperkuat fondasi bisnisnya di era digital.

    Konsolidasi di tingkat Mitratel melalui merger PST dan UMT menjadi salah satu langkah awal dari transformasi besar ini. Dengan menggabungkan dua entitas yang memiliki lini bisnis serupa, Mitratel berharap dapat menciptakan sinergi operasional yang lebih efisien.

    Sebelumnya, Telkom juga telah melakukan Spin-off InfraNexia untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat.

    Selain restrukturisasi bisnis, TelkomGroup juga terus berinovasi dalam pemanfaatan teknologi. Salah satunya dibuktikan dalam ITD Summit 2026 di mana perusahaan menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan layanan.

    Di sisi lain, transformasi digital di Indonesia juga masih dihadapkan pada tantangan keamanan siber. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Telkom dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan infrastruktur digital yang aman dan andal.

    Langkah Danantara Rampingkan Telkom ini diharapkan dapat menciptakan struktur perusahaan yang lebih efisien dan kompetitif. Dengan fokus pada empat unit bisnis utama, Telkom dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal.

    Merger PST dan UMT di bawah Mitratel menjadi bukti nyata dimulainya proses konsolidasi ini. Para pemegang saham akan memberikan persetujuan akhir dalam RUPS yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026.

    Jika semua berjalan sesuai rencana, efektivitas merger akan berlaku pada awal Juli 2026. Ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Telkom menuju struktur yang lebih ramping dan efisien.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, Telkom optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri telekomunikasi Indonesia. Konsolidasi entitas anak menjadi kunci untuk menciptakan sinergi dan efisiensi yang lebih besar.

    Ke depannya, publik dan investor akan terus memantau perkembangan restrukturisasi ini. Dampaknya terhadap kinerja keuangan dan operasional perusahaan akan menjadi indikator keberhasilan transformasi yang sedang berjalan. (Icha)

  • Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan di Bumi Berseru Fest 2025

    Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan di Bumi Berseru Fest 2025

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses menggelar Bumi Berseru Fest 2025 yang memuncak pada Awarding Day, 25 April 2026 lalu.

    Ajang ini menjadi wadah bagi para pegiat lingkungan untuk memamerkan solusi inovatif berbasis teknologi dalam mengatasi pencemaran di Indonesia.

    Program yang dirancang sebagai platform kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada kompetisi. Lebih dari itu, Telkom mendorong akselerasi implementasi solusi nyata di tengah masyarakat. Antusiasme publik sangat tinggi, terbukti dari partisipasi lebih dari 2.200 pendaftar dari berbagai pelosok negeri.

    Melalui proses seleksi ketat, sebanyak 83 tim berhasil melaju ke sesi pitching secara daring. Selanjutnya, 47 tim terbaik mendapatkan dukungan pendanaan dan pendampingan untuk menjalankan program inovasi lingkungan langsung di lapangan. Periode implementasi berlangsung selama tiga bulan penuh.

    Content image for article: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik di Bumi Berseru Fest 2025
    Content image for article: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik di Bumi Berseru Fest 2025

    Pada tahap akhir, 47 semifinalis kembali mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan dewan juri. Dari proses tersebut, terpilih 17 inovator terbaik nasional yang dinilai berhasil menghadirkan solusi berdampak signifikan. Ajang ini merupakan kelanjutan dari Bumi Berseru Fest yang digagas Telkom.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan, sebanyak 13,4 persen dari total 84.139 desa/kelurahan di Indonesia telah mengalami setidaknya satu jenis pencemaran lingkungan. Kondisi ini mendorong Telkom untuk mengambil peran aktif dalam mitigasi.

    Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung solusi berbasis komunitas.

    “Telkom meyakini bahwa setiap inovasi harus memiliki model keberlanjutan yang kuat agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan pencemaran lingkungan,” ujar Hery.

    Ia menambahkan, program ini tidak hanya mendorong lahirnya ide-ide kreatif. Implementasi di lapangan dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

    Deretan Pemenang di Setiap Kategori

    Penghargaan dibagi ke dalam tiga kategori utama: Teknologi Hijau, Aksi untuk Bumi, dan Inovasi Eco-Produk. Masing-masing kategori memiliki sub-kategori yang spesifik.

    Pada kategori Teknologi Hijau, penghargaan diberikan kepada Carbon Circle Community dan Satu Banten. Keduanya dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi dalam solusi lingkungan mereka.

    Untuk kategori Aksi untuk Bumi, sub-kategori Air diraih oleh Hima Biologi, Blue Triangle Conservation, serta Kelompok Muda Pecinta Hutan Desa Hoder. Sementara sub-kategori Tanah dimenangkan oleh Komunitas Urban Farming Lebak, EkoSwara, dan HPAI Malang Raya.

    Pada kategori Inovasi Eco-Produk, sub-kategori Daur Ulang dimenangkan oleh Tenun Ikat by Nay Collection, Underwater Crafting, dan Sekar Handycraft. Sub-kategori Gaya Hidup diraih oleh Hanenda.idn, Oentukmu.id, dan Noto Godhong.

    Sub-kategori Material Inovatif dimenangkan oleh Binangan Jabu, Tano Puan, dan King Leaf Internasional. Semua pemenang menunjukkan kreativitas tinggi dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

    Dampak dan Keberlanjutan Program

    Program Bumi Berseru Fest merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom. Inisiatif ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12, 13, dan 17.

    Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai enabler dalam ekosistem digital dan keberlanjutan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang berdampak luas.

    Ke depan, perusahaan akan terus mendorong inovasi serupa di berbagai daerah. Upaya ini sejalan dengan program Inovasi AI End-to-End yang juga digalakkan Telkom.

    Melalui berbagai inisiatif inovatif, Telkom berharap dapat berkontribusi terhadap ketahanan lingkungan nasional secara berkelanjutan. Dukungan pendanaan dan pendampingan akan terus diberikan kepada para inovator muda.

    Telkom juga aktif dalam pengembangan Peta Jalan IPv6 Enhanced dan inovasi Net5.5G. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan isu lingkungan.

    Para pemenang Bumi Berseru Fest 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Solusi yang telah diimplementasikan bisa direplikasi di berbagai daerah dengan karakteristik serupa.

    Program ini membuktikan bahwa inovasi berbasis komunitas mampu memberikan dampak nyata. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan, masalah lingkungan bisa diatasi secara lebih efektif.

    Telkom akan terus memantau perkembangan para inovator ini. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal.(Icha)

  • Telkom dan Dinas Pendidikan Gelar Try Out Digital 91 Ribu Siswa

    Telkom dan Dinas Pendidikan Gelar Try Out Digital 91 Ribu Siswa

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui platform digital PIJAR berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Daerah untuk menyelenggarakan try out digital bagi lebih dari 91.000 siswa di berbagai wilayah Indonesia.

    Langkah ini diambil guna mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) secara lebih efektif, terukur, dan berbasis data.

    ASAJ merupakan evaluasi penting pada akhir jenjang pendidikan di tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh.

    Sementara itu, TKA berfungsi sebagai instrumen evaluasi objektif untuk memetakan kemampuan akademik individu sekaligus mengonfirmasi capaian nilai rapor, sehingga meningkatkan objektivitas dalam penilaian hasil belajar.

    Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi menegaskan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi faktor kunci dalam menghadirkan solusi yang tepat sasaran. Sinergi ini memungkinkan implementasi teknologi pendidikan berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak sekolah.

    “Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak. Melalui PIJAR, kami berkomitmen mendukung kesiapan siswa menghadapi asesmen secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Faizal.

    Dalam implementasinya, Dinas Pendidikan memegang peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di daerah, mulai dari sosialisasi, kesiapan infrastruktur, hingga memastikan asesmen berjalan sesuai standar. Hasil TKA juga dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan daerah yang lebih tepat sasaran.

    Menjawab kebutuhan tersebut, PIJAR menghadirkan solusi try out berbasis digital yang terintegrasi, memungkinkan pelaksanaan ujian lebih efisien, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

    Sistem ini tidak hanya menggantikan metode konvensional, tetapi juga menghadirkan pengalaman ujian yang lebih modern bagi siswa.

    Pelaksanaan try out ini telah menjangkau berbagai wilayah dengan partisipasi signifikan. Di Kabupaten Karawang, lebih dari 76.000 siswa dari 1.200 sekolah mengikuti try out TKA. Sementara di Kabupaten Boalemo, lebih dari 2.100 siswa dari ratusan sekolah berpartisipasi. Adapun di Kota Balikpapan, try out ASAJ diikuti oleh lebih dari 12.500 siswa dari 500 sekolah.

    Capaian tersebut mencerminkan perluasan akses teknologi pendidikan yang semakin merata, tidak hanya terpusat di kota besar tetapi juga menjangkau berbagai daerah secara inklusif. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Telkomsel Jaga Cita yang memperkuat ekosistem digital untuk pendidikan.

    Melalui PIJAR, Telkom juga menghadirkan sistem pemantauan ujian secara real-time. Sistem ini memungkinkan proses berjalan lebih efisien, minim kendala, serta menghasilkan data yang dapat dianalisis secara cepat dan akurat.

    Pendekatan ini diperkuat dengan dukungan end-to-end, mulai dari bimbingan teknis (bimtek), monitoring pelaksanaan, pengolahan hasil, hingga penyusunan laporan yang komprehensif.

    Bagi sekolah, solusi ini memberikan kemudahan dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis data. Sementara bagi siswa, try out digital membantu mengukur tingkat kesiapan secara lebih terstruktur sebelum menghadapi asesmen yang sesungguhnya.

    Tingginya antusiasme siswa dan sekolah menjadi indikator positif atas penerimaan solusi digital dalam proses pembelajaran dan evaluasi. Dengan dukungan teknologi, proses pendidikan diharapkan semakin adaptif, efektif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

    Kolaborasi antara teknologi dan institusi pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih kompetitif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

    Langkah ini juga memperkuat komitmen Telkom dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan. Sebelumnya, berbagai inisiatif serupa telah dilakukan, termasuk program tryout UTBK yang diikuti ribuan siswa di 30 kota. Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi perluasan program try out digital ke lebih banyak daerah.

    Dengan pendekatan berbasis data, hasil try out digital ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kesiapan siswa. Data tersebut juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

    Inisiatif ini juga relevan dengan upaya pengamanan ekosistem digital Indonesia. Seperti yang dibahas dalam Cybersecurity Center of Excellence, keamanan data menjadi aspek krusial dalam setiap transformasi digital, termasuk di sektor pendidikan.

    Ke depan, Telkom berencana memperluas jangkauan program try out digital ini ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Dengan infrastruktur digital yang semakin merata, diharapkan semakin banyak siswa yang dapat merasakan manfaat dari solusi pendidikan berbasis teknologi.

    Kolaborasi antara Telkom dan Dinas Pendidikan ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan nasional. Dengan dukungan semua pihak, transformasi digital di sektor pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. (Icha)

  • TelkomGroup Buktikan AI Bukan Sekadar Tren di ITD Summit 2026

    TelkomGroup Buktikan AI Bukan Sekadar Tren di ITD Summit 2026

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menggelar IT and Digital Summit (ITD Summit) 2026 di Bandung.

    Ajang tahunan ini menjadi panggung bagi TelkomGroup untuk memamerkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang sudah terimplementasi secara nyata di berbagai sektor.

    Mengusung semangat kolaborasi dan percepatan transformasi digital, ITD Summit 2026 menghadirkan area eksibisi dari seluruh ekosistem TelkomGroup.

    Pameran ini menampilkan kapabilitas teknologi, infrastruktur digital, serta implementasi AI yang telah diterapkan untuk kebutuhan internal maupun eksternal.

    Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi kapabilitas digital dari 24 use case yang dikembangkan oleh unit bisnis dan operating company TelkomGroup. Tujuannya, menghadirkan solusi teknologi yang lebih terintegrasi dan scalable.

    Salah satu sorotan utama dalam gelaran tersebut adalah Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Area ini menghadirkan berbagai implementasi nyata dari pilar AI Native sebagai bagian dari strategi penguatan proses kerja internal sekaligus peningkatan kualitas layanan pelanggan agar lebih cerdas, adaptif, dan efisien.

    Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung pemanfaatan solusi digital seperti Telkom Legal Intelligence System (TELIS) dan platform big data analytics BigBox AI. Kedua solusi ini telah mendukung produktivitas di lingkungan TelkomGroup, serta kini dimanfaatkan oleh pelanggan di berbagai sektor industri dan pemerintahan.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, turut hadir mengunjungi area eksibisi dan meninjau langsung kesiapan teknologi yang dikembangkan oleh ekosistem AI TelkomGroup.

    Pada kesempatan tersebut, didemonstrasikan dua solusi unggulan, yakni aplikasi TELIS untuk kebutuhan internal perusahaan serta BigBox AI yang telah diimplementasikan oleh Bappeda Jawa Barat.

    TELIS merupakan aplikasi legal intelligence berbasis Cognitive AI yang dirancang untuk membantu pengelolaan, pencarian, serta analisis dokumen kebijakan perusahaan secara cepat, akurat, dan kontekstual.

    Melalui kapabilitas AI, TELIS tidak hanya berfungsi sebagai repositori dokumen digital, tetapi juga mampu menelusuri, merangkum, hingga menyajikan informasi penting dari ratusan dokumen dalam hitungan detik.

    Implementasi ini secara signifikan mendorong efisiensi kerja, memungkinkan karyawan mengakses kebijakan terbaru dengan lebih mudah sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data.

    Dalam kunjungannya, Dian mencoba langsung fitur pencarian pada TELIS, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen peraturan terbaru yang baru saja ditandatangani melalui sistem tersebut.

    Solusi ini menunjukkan bagaimana teknologi AI mampu menyederhanakan akses informasi legal secara cepat, tepat, dan akurat.

    Ketertarikan juga terlihat saat dipaparkan keberhasilan implementasi BigBox AI dalam mendukung tata kelola data di lingkungan pemerintah daerah. BigBox AI merupakan solusi kecerdasan buatan berbasis big data yang dikembangkan Telkom untuk membantu organisasi dalam mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data secara lebih optimal guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

    Dengan kapabilitas analitik yang canggih, BigBox AI mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan, serta menghadirkan insight strategis yang dapat dimanfaatkan lintas sektor, termasuk pemerintahan. Melihat potensi besar teknologi ini, Dian juga menekankan peluang replikasi solusi tersebut untuk diimplementasikan pada pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan, “Solusi ini dirancang secara fleksibel dan scalable sehingga mudah direplikasi untuk mendukung percepatan digitalisasi di berbagai instansi pemerintah sekaligus memperkuat inisiatif augmented workforce secara nasional.”

    Beragam aplikasi internal berbasis kecerdasan buatan turut dihadirkan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Selain itu, sebanyak 13 booth operating company TelkomGroup seperti Telkomsel, Telin, Infomedia, hingga Nuon berpartisipasi dengan menampilkan masing-masing inovasi unggulan.

    Kehadiran Digiserve, Finnet, Sigma, hingga Telkom Akses juga semakin menegaskan bahwa pengembangan teknologi cerdas telah tumbuh merata di seluruh lini bisnis TelkomGroup.

    Kolaborasi Lintas Entitas dan Ekosistem Digital

    ITD Summit 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bukti nyata komitmen TelkomGroup dalam memperkuat budaya inovasi serta kolaborasi lintas entitas.

    Sinergi antara konferensi dan eksibisi menunjukkan bahwa AI telah menjadi alat kerja nyata, bukan sekadar tren teknologi. Ke depan, semangat ini diharapkan terus mendorong lahirnya solusi digital yang relevan, berdampak nyata, dan mampu mendukung akselerasi transformasi digital Indonesia.

    TelkomGroup terus memperluas ekosistem digitalnya melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah pengembangan Solusi AI-Secure bersama mitra global.

    Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk menghadirkan teknologi yang aman dan andal bagi pelanggan korporasi maupun pemerintahan.

    Selain itu, TelkomGroup juga tengah membangun infrastruktur pendukung AI melalui proyek Hyperscale Data Center di Batam.

    Pusat data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan penyimpanan data yang semakin besar seiring dengan adopsi AI di berbagai sektor.

    Dampak Nyata bagi Industri dan Pemerintahan

    Implementasi solusi AI seperti TELIS dan BigBox AI menunjukkan bahwa teknologi ini telah memberikan dampak nyata. TELIS, misalnya, membantu perusahaan dalam mengelola ribuan dokumen kebijakan secara efisien.

    Sementara BigBox AI membantu pemerintah daerah dalam mengelola data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

    Keberhasilan implementasi BigBox AI di Bappeda Jawa Barat menjadi contoh konkret bagaimana teknologi AI dapat diadopsi di sektor publik.

    Dengan kapabilitas analitik yang canggih, solusi ini mampu menghasilkan insight strategis yang membantu perencanaan pembangunan daerah.

    TelkomGroup juga terus mendorong replikasi solusi serupa di berbagai instansi pemerintah lainnya. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung percepatan digitalisasi nasional melalui solusi yang Kapasitas Jaringan andal dan terintegrasi.

    Momentum ITD Summit 2026 menjadi penegas bahwa TelkomGroup tidak hanya berbicara tentang AI sebagai konsep, tetapi telah menghadirkan solusi nyata yang siap digunakan. Dengan melibatkan seluruh entitas bisnis, perusahaan menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi mendorong transformasi digital di Indonesia. (Icha)