Kategori: Telkom

  • Telkomsat Perkuat Konektivitas Digital di Wilayah 3T Indonesia Timur

    Telkomsat Perkuat Konektivitas Digital di Wilayah 3T Indonesia Timur

    Telko.id – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) terus memperkuat perannya dalam mendorong pemerataan konektivitas digital di Indonesia Timur.

    Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi layanan satelit dan pengembangan infrastruktur strategis untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum terlayani jaringan terestrial secara optimal.

    Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, penetrasi internet nasional telah mencapai 80,66%. Namun, kesenjangan antarwilayah masih signifikan.

    Tingkat penetrasi di Maluku dan Papua baru mencapai sekitar 69,26%, menegaskan urgensi solusi konektivitas yang mampu menjangkau daerah sulit.

    Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto menyatakan bahwa kawasan Indonesia Timur memiliki potensi pertumbuhan besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di berbagai sektor.

    “Permintaan layanan konektivitas di Indonesia Timur terus menunjukkan tren positif. Telkomsat melihat ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya menjangkau, tetapi juga memberikan kualitas layanan yang andal dan berkelanjutan,” ujar Andri.

    Telkomsat menghadirkan layanan unggulan Internet Merah Putih sebagai solusi broadband satelit untuk mendorong percepatan digitalisasi di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga UMKM.

    Selain itu, Telkomsat juga menyediakan layanan berbasis VSAT serta solusi konektivitas lainnya yang mampu menghadirkan akses internet stabil ke wilayah pesisir, pedalaman, dan pulau terluar.

    Pemerataan akses komunikasi dan internet masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur yang memiliki karakteristik geografis kompleks seperti pegunungan, hutan lebat, serta wilayah kepulauan.

    Keterbatasan infrastruktur fiber optik dan Base Transceiver Station (BTS) menyebabkan masih terdapat blank spot yang berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan digital, informasi, serta peluang ekonomi.

    Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Telkomsat memfokuskan pengembangan bisnis di Indonesia Timur sebagai sumber pertumbuhan baru. Penguatan infrastruktur terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangan Community Gateway Wamena yang diproyeksikan menjadi hub strategis dalam distribusi layanan satelit di wilayah Papua Pegunungan.

    Kehadiran gateway ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan konektivitas di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

    Langkah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya melalui kehadiran Community Gateway Merauke yang diresmikan pada Desember 2025 sebagai gateway satelit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

    Fasilitas tersebut memperkuat ketahanan jaringan di wilayah paling timur Indonesia dengan menghadirkan akses satelit berkapasitas besar dan latensi rendah, sekaligus berfungsi sebagai titik distribusi konektivitas ke jaringan lokal.

    Pengembangan gateway di Wamena melengkapi peran Merauke dalam membangun ekosistem konektivitas yang lebih resilien dan terintegrasi di Papua.

    Dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, teknologi satelit menjadi solusi strategis untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani jaringan terestrial secara optimal.

    Dengan keunggulan dalam hal fleksibilitas dan jangkauan, layanan satelit berperan sebagai tulang punggung konektivitas di wilayah terpencil, mendukung berbagai sektor seperti pendidikan melalui pembelajaran digital, layanan kesehatan berbasis telemedicine, hingga penguatan layanan pemerintahan digital dan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Telkomsat terus mengedepankan efisiensi operasional dan diversifikasi layanan guna memperkuat ketahanan bisnis. Dengan dukungan teknologi satelit yang andal dan pengembangan infrastruktur strategis, Telkomsat optimistis dapat terus berperan sebagai enabler utama dalam mendorong transformasi digital yang inklusif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, khususnya kawasan timur.

    Inisiatif ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem konektivitas nasional. Kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti yang dilakukan Telin bersama CTL dan BW Digital, menunjukkan komitmen untuk mempercepat konektivitas digital di kawasan timur. Perkembangan ini juga didukung oleh kehadiran AI dan 5G sebagai tulang punggung digitalisasi di Indonesia.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, Telkomsat berperan penting dalam mempercepat pemerataan akses digital dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah 3T.

    Pengembangan infrastruktur seperti Community Gateway Wamena dan Merauke menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia Timur. (Icha)

  • Telkom Resmi Luncurkan Sobat Indibiz untuk Perempuan UKM

    Telkom Resmi Luncurkan Sobat Indibiz untuk Perempuan UKM

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Telkom) resmi memperkenalkan program Sobat Indibiz (SOBIZ) dalam rangkaian acara Kartini BISA Fest.

    Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Peluncuran tersebut berlangsung di Jakarta pada 29 April 2026.

    Program SOBIZ membuka akses peluang usaha bagi komunitas, ibu rumah tangga, dan pelaku UKM perempuan di seluruh Indonesia.

    Melalui inisiatif ini, peserta dapat berperan sebagai agen pemasaran layanan digital Indibiz. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Telkom dalam memperluas akses ekonomi digital bagi perempuan agar semakin produktif dan mandiri.

    OVP Enterprise Marketing Regional Management Telkom Reni Yustiani menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui pemanfaatan peluang usaha berbasis digital,” ujar Reni dalam sambutannya.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan.

    Angka ini menjadi landasan kuat bagi Telkom untuk menghadirkan program yang memperkuat kapasitas dan daya saing perempuan pelaku usaha di berbagai daerah.

    Indibiz by Telkom Solution merupakan ekosistem solusi digital yang mendukung kebutuhan pelaku usaha segmen menengah.

    Layanan ini mencakup konektivitas, pemasaran digital, operasional bisnis, hingga solusi berbasis teknologi agar usaha dapat tumbuh lebih efisien dan kompetitif.

    Skema Insentif dan Pendaftaran

    Melalui program SOBIZ, pelaku UKM perempuan dapat bergabung sebagai agen dan memperoleh berbagai insentif menarik. Peserta juga memiliki kesempatan memperluas jejaring usaha melalui komunitas UKM serta ekosistem digital Telkom. Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mudah melalui laman resmi sobiz.indibiz.co.id.

    Lina, salah satu pelaku usaha perempuan yang menghadiri peluncuran SOBIZ, menyambut baik skema peluang mendapat penghasilan tambahan ini.

    Menurutnya, banyak nilai tambah yang bisa dimanfaatkan sebagai agen SOBIZ. Seperti pendampingan, pelatihan, dan pemberdayaan bagi UKM perempuan dan komunitas, serta peluang besar membuat sumber pendapatan baru. “Jangan pernah bergantung pada satu sumber pendapatan,” jelas Lina mengutip pernyataan dari pengusaha legendaris Warren Buffett.

    Telkom memaknai teknologi sebagai sarana yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga membuka peluang dan memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia untuk tumbuh bersama ekonomi digital.

    Bagi Telkom, teknologi harus semakin berdampak dan bermanfaat untuk para pelaku usaha, khususnya perempuan yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia.

    Para UKM perempuan yang sebagian besar juga merupakan ibu rumah tangga terus difasilitasi dan dibantu untuk selalu berdaya oleh Indibiz by Telkom Solution. Tujuannya agar bersama membangun ekonomi nasional yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

    Inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh operator lain untuk mendorong pemberdayaan perempuan di sektor digital. Beberapa program sebelumnya seperti Ekosistem Digital dan Dorong UMKM telah menjadi contoh kolaborasi lintas sektor. Selain itu, program Sispreneur juga digelar untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital.

    XL Axiata juga aktif mengajak perempuan Indonesia untuk Maksimalkan Teknologi Digital melalui berbagai pelatihan. Bahkan, XL melatih perempuan di daerah tertinggal untuk Memanfaatkan Teknologi Digital secara optimal.

    Peluncuran SOBIZ menjadi langkah konkret Telkom dalam menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak perempuan Indonesia untuk naik kelas dan mengambil peran strategis di tengah perkembangan ekonomi digital yang kian pesat.

    Dengan ekosistem yang terintegrasi, Telkom optimistis program Sobat Indibiz dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UKM perempuan di Indonesia.

    Ke depannya, Telkom akan terus mengembangkan program serupa untuk memperluas dampak positif teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat. (Icha)

  • Telin dan DITO Perkuat Konektivitas Regional Asia Lewat MSA

    Telin dan DITO Perkuat Konektivitas Regional Asia Lewat MSA

    Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), bagian dari TelkomGroup, resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan telekomunikasi Filipina, DITO Telecommunity.

    Keduanya menandatangani Master Services Agreement (MSA) di DITO Business Hub, Manila, Filipina pada 22 April lalu. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat sinergi dan mendorong akselerasi ekosistem digital di kawasan Asia.

    Penandatanganan MSA dilakukan langsung oleh Plt. Chief Executive Officer Telin sekaligus Chief Commercial Officer Telin, Kharisma, dan Chief Commercial Officer DITO Telecommunity, Atty. Adel A. Tamano.

    Keduanya didampingi jajaran eksekutif dari masing-masing perusahaan dalam seremoni yang berlangsung di Manila tersebut.

    “Kemitraan ini bukan sekadar perjanjian formal, tetapi juga mencerminkan keselarasan kuat dalam tujuan strategis serta ambisi bersama untuk mempercepat konektivitas di kawasan Asia dan sekitarnya.

    Melalui kolaborasi ini, kami yakin dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Kharisma, CCO Telin.

    Perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja sama terstruktur yang memungkinkan kedua perusahaan beserta afiliasinya untuk saling menyediakan dan memanfaatkan berbagai layanan telekomunikasi.

    Cakupannya meliputi konektivitas internasional, layanan data, hingga solusi enterprise di masing-masing jaringan. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan operasional internal sekaligus membuka peluang pengembangan layanan komersial yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.

    Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan kapabilitas layanan, serta mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan di kawasan.

    Melalui MSA tersebut, Telin dan DITO Telecommunity juga memperkuat sinergi operasional, meningkatkan skala kapabilitas komersial, serta mendorong efisiensi layanan agar kolaborasi dapat berjalan semakin lincah dan efektif.

    Sejalan dengan pernyataan Kharisma, CCO DITO Telecommunity Atty. Adel A. Tamano menyampaikan, “Seiring semakin terhubungnya bisnis di Filipina dengan kawasan regional, kemitraan seperti ini memungkinkan kami memperluas kapabilitas di luar jaringan kami dan menghadirkan solusi lintas negara yang lebih seamless,” pungkasnya.

    Sinergi Telin dan DITO Telecommunity menegaskan langkah strategis dalam menjawab meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal, scalable, dan berdaya saing. Hal ini seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Asia yang menuntut konektivitas lintas batas yang lebih handal.

    Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antara kedua perusahaan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Telin sebagai digital hub enabler yang menghubungkan Indonesia dengan pasar internasional.

    Inisiatif ini juga mendukung peran TelkomGroup sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global serta mendorong pertumbuhan digital yang inklusif di kawasan.

    Langkah Telin menjalin kemitraan dengan DITO Telecommunity merupakan bagian dari strategi ekspansi yang lebih besar.

    Sebelumnya, Telin juga telah melakukan kolaborasi serupa di kawasan lain untuk memperkuat infrastruktur digital regional. Upaya ini sejalan dengan inisiatif solusi konektivitas yang ditawarkan oleh TelkomGroup kepada korporasi di Indonesia.

    Sementara itu, di dalam negeri, TelkomGroup juga terus memperkuat fondasi digital. Salah satunya melalui pusat data NeutraDC yang berperan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai hub AI regional.

    Selain itu, dukungan terhadap sektor pendidikan dan pariwisata juga terus digalakkan, seperti kolaborasi pendidikan digital dan transformasi digital hotel.

    Kerja sama antara Telin dan DITO Telecommunity menjadi bukti nyata komitmen kedua perusahaan dalam menjawab tantangan konektivitas di era digital. Dengan infrastruktur yang lebih terintegrasi dan jangkauan yang lebih luas, pelaku bisnis di kawasan Asia akan mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap layanan telekomunikasi kelas dunia. (Icha)

  • Telkom Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak

    Telkom Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak

    Telko.id – Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Bandung, Sabtu (25/4).

    Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya literasi digital dan kolaborasi untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi generasi muda, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

    Kehadiran Menkomdigi didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba.

    Mereka disambut Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto beserta jajaran. Momentum wisuda ini menjadi titik strategis untuk memperkuat nilai kepemimpinan dan etika digital.

    Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa lulusan Telkom University tidak hanya dibekali gelar akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menavigasi masa depan digital Indonesia. Ia menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan sesuai PP TUNAS.

    “Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai memperluas manfaat teknologi dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa tantangan ruang digital saat ini tidak hanya terkait percepatan teknologi, tetapi juga meningkatnya misinformasi dan risiko di ruang siber. Karena itu, peran generasi muda menjadi sangat penting sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat.

    “Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-pandu literasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegas Meutya Hafid.

    Sebagai digital telco company terdepan, TelkomGroup turut mendukung penuh implementasi kebijakan pemerintah tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab.

    Telkom juga aktif menghadirkan program edukasi bagi generasi muda mengenai etika bermedia digital dan keamanan siber. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung PP TUNAS. Sejalan dengan itu, Fitur Terbaru dari berbagai platform juga memperkuat ruang aman digital bagi perempuan dan anak.

    Yayasan Pendidikan Telkom memiliki peran strategis melalui ekosistem pendidikan terintegrasi, dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yayasan menanamkan fondasi karakter dan literasi digital. Sementara di jenjang tinggi, fokus diarahkan pada pencetakan talenta digital unggul yang siap menjawab kebutuhan industri.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini turut menyampaikan apresiasi terhadap para wisudawan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan daya juang.

    “Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” pungkas Dian.

    Telkom University berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup melalui Telkom University juga menegaskan komitmen dalam membangun ekosistem digital yang aman melalui deklarasi pengembangan Safe-AI yang human-centric.

    Inisiatif ini memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan.

    Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto menyampaikan deklarasi bahwa Telkom University berdedikasi menciptakan ekosistem digital yang aman melalui inovasi Safe-AI untuk melindungi dan memberdayakan tunas bangsa.

    Pada wisuda periode ini, Telkom University melantik 1.502 wisudawan dari program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Pelaksanaan wisuda dalam dua sesi ini menjadi momentum penting mencetak talenta masa depan yang siap menghadapi dinamika global.

    Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, TelkomGroup optimistis penguatan talenta digital akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem digital Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan. Upaya Edukasi Finansial dan inisiatif serupa juga turut memperkuat literasi digital masyarakat. (Icha)

  • Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Percepat Transformasi Industri

    Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Percepat Transformasi Industri

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi meluncurkan Agentic AI by BigBox, platform kecerdasan artifisial generasi terbaru yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital melalui otomasi cerdas dan pengambilan keputusan berbasis data.

    Peluncuran ini dilakukan oleh Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi didampingi EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa pada agenda ITD Summit di Bandung, 23 April lalu.

    Berbeda dengan AI konvensional yang umumnya hanya memberikan insight, Agentic AI by BigBox mampu mengeksekusi tindakan secara semi-otomatis maupun otomatis sesuai kebutuhan organisasi.

    Teknologi ini mendukung orkestrasi alur kerja lintas sistem, integrasi data, serta peningkatan efisiensi operasional pada skala enterprise.

    Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan, “Telkom Agentic AI kami rancang bukan hanya sebagai tools AI, tetapi sebagai digital platform yang mampu bekerja dan mengeksekusi. Ini adalah langkah kami untuk mendorong organisasi menjadi lebih cepat, lebih terintegrasi, dan lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis digital.”

    Inovasi ini menjadi bagian dari inisiatif AI Center of Excellence (AI CoE) yang dibangun di atas lima pilar utama. Ekosistem ini mencakup AI Campus untuk pengembangan riset dan talenta, AI Playground sebagai ruang eksperimen, AI Connect untuk kolaborasi antar praktisi, AI Hub sebagai pusat komersialisasi solusi bisnis, hingga AI Native yang mendorong penggunaan AI ke dalam inti operasional perusahaan.

    Content image for article: Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox untuk Percepat Transformasi Industri

    Di dalam kerangka holistik ini, Agentic AI by BigBox menempati peran strategis pada pilar AI Hub sebagai solusi andalan yang siap diimplementasikan untuk berbagai industri.

    Kemampuan sistem ini berbeda dari AI berbasis percakapan yang bersifat reaktif. Agentic AI by BigBox mampu memecah pekerjaan besar menjadi tahapan terstruktur, mengelola eksekusi melalui agen-agen spesialis, melakukan evaluasi mandiri, serta terhubung dengan berbagai sistem eksternal secara aman dan terukur.

    AgentLab: Platform Drag-and-Drop untuk Bisnis

    Sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI yang inklusif, Telkom juga menghadirkan AgentLab. Platform berbasis drag-and-drop ini memungkinkan berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, SDM, hingga legal untuk merancang kebutuhan Agentic AI tanpa memerlukan keahlian teknis mendalam.

    Di lingkup internal TelkomGroup, pemanfaatan Agentic AI diarahkan untuk mendukung konsolidasi sistem IT lintas entitas, optimalisasi biaya operasional, percepatan pengambilan keputusan berbasis data, serta otomasi proses bisnis strategis.

    Sementara bagi pelanggan enterprise dan B2B, solusi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan customer experience, mengotomasi layanan, hingga menghadirkan advanced analytics dan predictive decision.

    Komang Budi Aryasa menambahkan bahwa peluncuran Agentic AI oleh BigBox adalah wujud nyata dari keyakinan perusahaan terhadap masa depan kolaborasi antara manusia dan teknologi.

    Dengan jangkauan infrastruktur terluas dan dukungan talenta digital terbaik, TelkomGroup siap menghadirkan solusi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu memberikan hasil terukur bagi efisiensi bisnis di seluruh Indonesia.

    Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Telkom sebagai pemimpin transformasi digital yang konsisten menghadirkan inovasi tepat guna bagi kemajuan industri nasional.

    Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan AI otonom seperti ini juga menjadi sorotan di berbagai sektor, termasuk dalam sektor keuangan dan mobilitas cerdas.

    Kedaulatan Data Nasional dan Dampak Strategis

    Selain menghadirkan efisiensi, Agentic AI by BigBox juga memperkuat aspek kedaulatan data nasional. Dengan dukungan infrastruktur digital Telkom di Indonesia, pemrosesan data dapat dilakukan dalam ekosistem domestik.

    Hal ini memberikan nilai tambah dari sisi keamanan, keandalan, dan kepatuhan terhadap kebutuhan sektor strategis nasional.

    Kehadiran solusi ini memperkuat langkah Telkom dalam mendorong transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk mengadopsi teknologi otonom demi meningkatkan daya saing di level global. Perkembangan serupa juga terlihat dalam dunia pendidikan dan ekosistem startup melalui program akselerasi.

    Telkom optimistis bahwa Agentic AI by BigBox akan menjadi fondasi baru bagi industri di Indonesia untuk bertransformasi secara lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Dengan dukungan infrastruktur dan talenta digital yang mumpuni, perusahaan siap menjadi motor penggerak adopsi AI otonom di tanah air. (Icha)

  • Telkom Kartini BISA Fest, Dorong Perempuan Berdaya dengan Teknologi

    Telkom Kartini BISA Fest, Dorong Perempuan Berdaya dengan Teknologi

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan rangkaian Kartini BISA Fest pada 20–24 April 2026 di Jakarta.

    Mengusung tema Berdaya dengan Teknologi, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjadikan teknologi sebagai solusi untuk mendorong perempuan agar semakin produktif dan siap mengambil peran strategis di era digital.

    Telkom memandang teknologi tidak hanya tentang konektivitas, tetapi juga sebagai pembuka peluang dan pencipta keberdayaan. Pandangan ini relevan mengingat peran penting perempuan dalam ekonomi nasional.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, ruang digital juga membawa tantangan baru seperti risiko kekerasan berbasis gender online, perundungan siber, dan penyalahgunaan data pribadi.

    Untuk itu, Telkom memaknai filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” dengan menghadirkan teknologi sebagai pelita yang memberdayakan.

    Melalui Kartini BISA Fest, perusahaan mendorong pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, khususnya sebagai penggerak digital UMKM. Program ini sejalan dengan upaya ekonomi inklusif yang digalakkan perusahaan.

    Pada aspek keamanan digital, Telkom mengedukasi 350 peserta yang terdiri dari 50 siswi SMP secara offline dan 250 siswi serta guru secara online. Edukasi ini mengangkat pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan bebas perundungan.

    Content image for article: Telkom Gelar Kartini BISA Fest, Dorong Perempuan Berdaya dengan Teknologi

    OVP Cybersecurity Telkom Elysabeth Damayanti, dalam sesi talkshow, menyampaikan langkah antisipatif terhadap berbagai risiko teknologi, termasuk perundungan berbasis digital yang marak terjadi pada perempuan.

    “Ruang digital harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan berekspresi,” ujar Elysabeth.

    Ia menambahkan, penting bagi generasi muda perempuan untuk memiliki kesadaran sejak dini dalam menjaga data pribadi, memahami etika bermedia sosial, serta berani bersikap kritis terhadap ancaman digital.

    “Dengan literasi yang tepat, perempuan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga melindungi diri dan sesamanya di dunia siber,” tegasnya.

    Di sisi penguatan kapabilitas, Telkom memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM perempuan. Workshop generative AI membekali peserta kemampuan untuk menghasilkan hingga 100 konten digital berbasis AI guna mendukung pemasaran di media sosial.

    Penguatan dilengkapi dengan sesi talkshow tentang membangun brand yang relatable lewat storytelling di media sosial. Sesi ini menekankan pentingnya branding dan storytelling dalam membangun kedekatan dengan konsumen.

    Pada aspek fundamental usaha, Telkom memfasilitasi 2.250 sertifikasi halal (reguler dan self declare) serta sertifikasi BPOM.

    Fasilitas tersebut disertai penguatan identitas produk melalui rebranding dan hibah kemasan dengan target produksi hingga 500.000 kemasan pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan perempuan yang lebih luas oleh Telkom.

    Kartini BISA Fest juga menghadirkan ruang ekspresi kreatif dan inklusif melalui sesi Woman in Act. Berbagai aktivitas dihadirkan, mulai dari lomba peragaan busana yang diikuti karyawan perempuan TelkomGroup untuk mempromosikan produk kriya UMKM, workshop keterampilan yang melibatkan 30 UMKM binaan, hingga bazaar kuliner yang diikuti 40 UMKM.

    Keterlibatan pelaku UMKM, termasuk perempuan penyandang disabilitas, menjadi refleksi komitmen Telkom dalam membangun ekosistem yang setara.

    Program ini membuka ruang bagi seluruh perempuan untuk tumbuh dan berdaya bersama, menguatkan peran mereka tidak hanya di sektor ekonomi tetapi juga dalam ekosistem digital yang lebih luas.

    Lebih dari sekadar perayaan, Kartini BISA Fest menjadi bukti bahwa teknologi yang dimanfaatkan secara tepat dapat menjadi pelita menuju keberdayaan.

    Dari penguatan kapasitas digital, peningkatan kualitas usaha, hingga penciptaan ruang digital yang aman, setiap langkah merupakan bagian dari upaya Telkom mendorong perempuan untuk terus melangkah lebih jauh.

    Semangat Berdaya dengan Teknologi diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Icha)

  • Telkom Targetkan 27% Perempuan di Level Manajerial pada 2030

    Telkom Targetkan 27% Perempuan di Level Manajerial pada 2030

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

    Komitmen ini merupakan bagian integral dari strategi keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Empower Our People.

    Dalam momentum Hari Kartini, perusahaan menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 27% di level manajerial pada tahun 2030.

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan bahwa kesetaraan gender adalah fondasi untuk membangun organisasi yang inklusif.

    “Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa ketika akses dibuka, perempuan dapat memberi kontribusi nyata bagi inovasi dan kemajuan bangsa.

    Target tersebut dibangun di atas capaian yang sudah terukur. Pada tahun 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup telah mencapai 31,7% dari total karyawan.

    Dari jumlah itu, sebanyak 21% telah menempati posisi manajerial. Ke depan, perusahaan tidak hanya menargetkan peningkatan di level manajerial menjadi 27%, tetapi juga meningkatkan total keterwakilan perempuan menjadi 32% dari seluruh karyawan pada 2030.

    Penguatan kepemimpinan perempuan terlihat di berbagai lapisan. Data tahun 2025 menunjukkan keterwakilan perempuan di tingkat manajemen senior mencapai 14,0%, manajemen madya 23,2%, dan level pengawas 33,4%.

    TelkomGroup juga aktif mendorong partisipasi perempuan di fungsi-fungsi strategis. Partisipasi pada revenue-generating function tercatat 8,3%, sementara di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) mencapai 8,1%.

    Kehadiran Dian Siswarini sebagai Direktur Utama menjadi bukti nyata peran perempuan di garis depan. Kiprahnya mendapat pengakuan melalui penghargaan Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025 serta Perempuan Inspiratif Awards 2025. Hal ini semakin menegaskan posisi perempuan dalam memimpin transformasi digital.

    Content image for article: Telkom Targetkan 27% Perempuan di Level Manajerial pada 2030

    Dian menekankan bahwa pemberdayaan perempuan di era digital adalah tentang membuka akses seluas-luasnya. “Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. Semangat ini sejalan dengan perjuangan Kartini dalam konteks kekinian.

    Komitmen Telkom tidak hanya pada angka representasi. Perusahaan menciptakan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Penyediaan fasilitas seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

    Dukungan ini memungkinkan perempuan menjalankan peran profesional secara optimal sebagai talenta unggul perusahaan.

    Berbagai inisiatif pengembangan talenta perempuan dan dukungan komunitas internal terus diperkuat. Pendekatan terintegrasi ini bertujuan membangun budaya kerja yang setara. Keberagaman perspektif diharapkan dapat memperkaya pengambilan keputusan dan mempercepat transformasi organisasi secara konsisten.

    Upaya mendorong kesetaraan gender di sektor teknologi juga dilakukan oleh pelaku industri lainnya. Sejumlah program pemberdayaan telah diluncurkan untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan perempuan di dunia digital.

    Komitmen terhadap prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) diimplementasikan secara terukur. Prinsip ini diyakini dapat memperkuat organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Transformasi digital yang cepat membutuhkan kontribusi dari seluruh talenta, termasuk perempuan.

    Program pemberdayaan lain, seperti SheHacks 2021, juga dirancang untuk menjawab tantangan ketidaksetaraan gender di industri teknologi. Inisiatif serupa dari Telkom sendiri termasuk program untuk mempercepat ekonomi inklusif bagi UMKM yang dimiliki perempuan.

    Dukungan ekosistem juga datang dari program pendampingan, seperti yang dilakukan Sisternet di Bapas Denpasar. Program-program semacam ini memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan ke berbagai lapisan masyarakat.

    Dengan target yang jelas dan pendekatan komprehensif, TelkomGroup berupaya membangun organisasi yang lebih tangguh.

    Komitmen kuat terhadap gender equality dan empowering women diharapkan dapat menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat luas. (Icha)

  • TelkomGroup Pilih 27 Future Leaders Lewat FLDP 2026

    TelkomGroup Pilih 27 Future Leaders Lewat FLDP 2026

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi meluncurkan Future Leaders Development Program (FLDP) 2026.

    Sebanyak 27 talenta terbaik berhasil terpilih dari 270 kandidat unggulan melalui proses seleksi berlapis, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun pipeline kepemimpinan hingga level C-level.

    Program ini menjadi langkah strategis TelkomGroup untuk memperkuat kesiapan kepemimpinan dalam menghadapi persaingan industri digital yang dinamis.

    FLDP 2026 juga dirancang untuk mendukung agenda transformasi perusahaan melalui TLKM 30, dengan fokus pada penguatan kapabilitas kepemimpinan yang adaptif dan visioner.

    Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan FLDP merupakan investasi strategis.

    “Kepemimpinan adalah kunci keberhasilan dari sebuah transformasi. Melalui FLDP, kami tidak hanya menghadirkan program pengembangan, tetapi juga investasi strategis untuk menyiapkan future leaders hingga level tertinggi organisasi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

    Proses seleksi FLDP 2026 berlangsung ketat dan komprehensif. Tahapannya mencakup talent nomination & screening, assessment berbasis esai dan Harrison Assessments Talent Solution (HATS), wawancara kompetensi, hingga talent review oleh unit bisnis dan persetujuan akhir Direksi.

    Seleksi berlapis ini menegaskan posisi FLDP sebagai program strategis untuk mempersiapkan future board TelkomGroup.

    Program ini menyasar talenta dengan rekam jejak kinerja unggul dan membuka peluang bagi alumni Great People Scholarship Program (GPSP). Hal ini menunjukkan kesinambungan dalam pengembangan talenta strategis perusahaan.

    FLDP 2026 akan diawali dengan Ignite Phase dari April 2026 hingga Februari 2027. Fase ini merupakan tahap pengembangan intensif untuk membangun kesiapan kepemimpinan secara menyeluruh.

    Program dimulai dengan onboarding imersif berkonsep unlearn and relearn, dilengkapi sesi inspiratif bersama Direksi serta penyusunan Individual Development Plan (IDP) bersama mentor.

    Selanjutnya, peserta akan menjalani pengembangan melalui penugasan berbasis proyek bisnis nyata, eksposur kepemimpinan strategis, serta penguatan kompetensi masa depan secara berkelanjutan.

    Seluruh proses akan dimonitor melalui evaluasi berkala dan ditutup dengan final presentation sebagai penilaian kesiapan menuju fase berikutnya.

    Willy Saelan menambahkan, perusahaan ingin memastikan setiap talenta memiliki kesiapan menyeluruh.

    “Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesiapan menyeluruh, mulai dari kapabilitas bisnis, kepemimpinan, hingga keberanian untuk mendorong transformasi,” jelasnya.

    Komitmen pengembangan kepemimpinan juga menjadi perhatian besar bagi perusahaan teknologi dan telekomunikasi lainnya di Indonesia.

    Melalui FLDP 2026, TelkomGroup semakin mempertegas komitmennya dalam membangun kepemimpinan yang unggul, adaptif, dan future-ready.

    Program ini diharapkan menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis serta memenangkan persaingan di era transformasi digital yang terus bergerak cepat. (Icha)

  • Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

    Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkolaborasi dengan Katadata Indonesia dalam program Data Unboxed @Campus untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional.

    Kegiatan bertajuk “Strengthening Indonesia’s AI Ecosystem: From Campus Innovation to National Impact” ini digelar di Auditorium Universitas Udayana, Bali, Jumat (10/4).

    Forum ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan AI dalam penguatan talenta dan pengembangan inovasi melalui sinergi kampus dan industri.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia dengan pendekatan end-to-end. VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko menekankan bahwa AI kini telah menjadi fondasi strategis.

    “AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan enabler utama yang menentukan daya saing bangsa. Telkom memandang penguatan ekosistem AI harus dilakukan secara kolaboratif, dengan kampus sebagai pusat inovasi dan talenta, serta industri sebagai akselerator implementasi,” pungkas Andri dalam sambutannya.

    Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutan pembuka menyoroti pentingnya pemanfaatan AI yang inklusif di semua bidang.

    Ia menekankan bahwa upaya ini harus berakar pada kearifan lokal untuk memperkuat identitas bangsa dan memerlukan kolaborasi terintegrasi antara industri, pemerintah, dan akademisi.

    Pada sesi panel discussion, diskusi menghadirkan Andri Herawan Sasoko, EGM Digital Product Telkom Komang Budi Aryasa, serta Dosen dan Praktisi AI I Putu Agus Eka Darma Udayana.

    Diskusi mengupas implementasi nyata AI di industri, kesiapan talenta digital, dan integrasi antara riset kampus dengan kebutuhan pasar.

    Content image for article: Telkom dan Katadata Kolaborasi Kuatkan Ekosistem AI di Kampus

    Komang Budi Aryasa menjelaskan implementasi konkret AI oleh Telkom yang didukung oleh Telkom AI Center of Excellence (AI CoE).

    “Telkom telah mengembangkan berbagai use case AI yang terintegrasi dengan platform data dan digital services, mulai dari analitik bisnis hingga pengambilan keputusan berbasis data,” jelas Komang.

    Ia menambahkan bahwa melalui AI CoE, kapabilitas dibangun secara end-to-end agar AI memberikan nilai nyata.

    AI CoE Telkom ditopang lima pilar dengan pendekatan kolaborasi pentahelix. Pilar pertama adalah AI Campus yang berfokus pada riset dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik sebagai “hulunisasi”.

    Empat pilar lainnya berfungsi sebagai “hilirisasi”, yaitu AI Playground untuk pengembangan prototipe, AI Connect untuk jejaring kolaborasi, AI Hub sebagai pusat berbagi solusi, dan AI Native untuk penerapan AI dalam internal TelkomGroup.

    Keterlibatan aktif mahasiswa menjadi fokus utama acara. Selain mengikuti sesi diskusi, mahasiswa juga berpartisipasi dalam tanya jawab interaktif dan eksplorasi studi kasus implementasi AI di industri. Mereka juga mendapatkan akses ke platform data Databoks dari Katadata untuk memperkuat literasi data dan kemampuan analitis.

    Sebagai bentuk dukungan nyata, Telkom bersama Katadata menyalurkan bantuan satu unit desktop di perpustakaan Universitas Udayana dengan akses penuh Databoks Premium selama satu tahun.

    Bantuan juga mencakup akses langganan bagi 100 mahasiswa selama satu bulan. Inisiatif ini diharapkan mendukung kegiatan riset dan pengembangan kapabilitas AI di kalangan civitas akademika.

    Program ini merupakan wujud nyata dari strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan dunia pendidikan sejalan dengan upaya perusahaan dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif dan berdaya saing untuk kebutuhan industri masa depan.

    Inisiatif serupa juga tercermin dalam program AdXelerate Executive Connect yang menjalin kemitraan strategis di sektor media.

    Ke depan, Telkom berkomitmen terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Langkah ini tidak terlepas dari penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi utama.

    Komitmen terhadap keandalan infrastruktur juga ditunjukkan melalui kesiapan operasional, seperti yang dilakukan anak usahanya dalam menjaga konektivitas selama momen penting dan mengerahkan teknisi untuk menjaga jaringan.

    Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Telkom dan Katadata mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi dan peluang karier di era digital.

    Program Data Unboxed @Campus diharapkan dapat mereplikasi sinergi serupa di perguruan tinggi lain, mempercepat hilirisasi inovasi dari kampus untuk dampak nasional yang lebih luas. (Icha)

  • Telkom dan PGN Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

    Telkom dan PGN Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon.

    Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan mendukung operasional green data center berkelanjutan.

    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta pada Jumat (10/4). Kehadiran sejumlah direksi dari kedua BUMN menguatkan komitmen sinergi lintas sektor untuk akselerasi transformasi digital dan transisi energi nasional.

    Dalam kerja sama ini, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi.

    Sementara itu, PGN bertugas menyediakan pasokan energi tersebut, khususnya biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di wilayah Sumatra.

    Ruang lingkup kolaborasi mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center TelkomGroup, baik di dalam maupun luar negeri.

    Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto menyatakan kolaborasi ini merupakan momentum penting.

    “Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” ujar Bhimo.

    Content image for article: Telkom dan PGN Kolaborasi Bangun Green Data Center dengan Energi Biomethane

    Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan langkah strategis ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional.

    “Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan mendorong Indonesia sebagai regional digital hub,” ungkap Dian. Ambisi ini sejalan dengan upaya TelkomGroup menjadi digital infrastructure powerhouse.

    Lima wilayah strategis pengembangan data center TelkomGroup telah teridentifikasi berpotensi didukung pasokan energi PGN. Lokasi tersebut adalah Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya.

    Wilayah-wilayah ini telah terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting PGN, memungkinkan optimalisasi infrastruktur sekaligus membuka peluang pengembangan jaringan baru.

    Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyoroti peran strategis biomethane sebagai motor penggerak transformasi bisnis.

    “PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan. Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” jelas Arief.

    Kolaborasi domestik dengan PGN ini berjalan seiring dengan perluasan kemitraan global TelkomGroup dalam pengembangan ekosistem green digital infrastructure. Salah satu mitra utama adalah Sembcorp Development Ltd.

    Kemitraan melalui entitas data center NeutraDC tersebut telah terjalin sejak 2025 dan fokus pada eksplorasi integrasi antara infrastruktur digital, platform, serta layanan energi berkelanjutan.

    Kerja sama global ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional dan kebutuhan pelanggan enterprise.

    Pendekatan end-to-end ini bertujuan memperkuat strategi dari ketersediaan energi hijau di sisi hulu hingga pengembangan solusi terintegrasi di sisi hilir.

    Sinergi antara kolaborasi domestik dan global diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih komprehensif. Hal ini khususnya untuk mendukung pengembangan AI-ready green data center dan memperkuat positioning TelkomGroup sebagai pemain kunci di ekosistem digital regional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan reformasi regulasi digital.

    Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi TelkomGroup dalam membuktikan perannya sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

    Bagi PGN, langkah ini memperkuat posisinya dalam pengembangan dan penyediaan energi rendah karbon untuk infrastruktur digital masa depan. Integrasi kekuatan infrastruktur digital dan energi berkelanjutan diharapkan dapat menghadirkan solusi inovatif yang scalable dan berkelas dunia. (Icha)