Telko.id – Satelit Nusantara 5 (N5) resmi mengantongi izin operasi setelah dinyatakan lulus Uji Laik Operasi (ULO) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada awal Mei 2026.
Kelulusan ini memastikan infrastruktur satelit berkapasitas 160 Gbps tersebut siap memberikan layanan komersial, khususnya untuk memperkuat konektivitas internet cepat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selaku pemilik satelit mengonfirmasi bahwa N5 telah mendapatkan izin resmi Jaringan Tetap Tertutup (JARTUPSAT) dan VSAT.
Dengan begitu, satelit yang menempati posisi orbit strategis di 113 derajat Bujur Timur (BT) ini dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung berbagai layanan digital di tanah air.
“Kami bersyukur Satelit Nusantara 5 telah lulus ULO dan siap beroperasi. Ini adalah tonggak penting bagi PSN untuk menghadirkan konektivitas yang merata, terutama di kawasan timur Indonesia yang selama ini masih minim akses internet berkualitas,” ujar perwakilan manajemen PSN dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id.
Satelit Nusantara 5 merupakan salah satu satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas High Throughput Satellite (HTS) mencapai 160 Gbps. Satelit ini diluncurkan pada 10 September 2025 menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.
Keberadaan N5 diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di Indonesia. Dengan jangkauan yang luas, satelit ini akan mendukung layanan pendidikan daring, telemedicine, serta konektivitas bagi UMKM di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku.
PSN menargetkan bahwa dengan beroperasinya N5, kesenjangan digital antara wilayah barat dan timur Indonesia dapat semakin dipersempit. Selama ini, akses internet berkualitas masih menjadi tantangan besar di daerah 3T akibat keterbatasan infrastruktur serat optik.
Satelit Nusantara 5 dikelola oleh PT Satelit Nusantara 5, anak usaha dari PSN. Sebelumnya, PSN telah sukses mengoperasikan satelit Nusantara 1 dan Nusantara 2 yang juga melayani kebutuhan komunikasi di berbagai sektor.
Dengan tambahan kapasitas dari N5, total kapasitas satelit yang dikelola PSN semakin besar, memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan yang lebih kompetitif di pasar telekomunikasi Indonesia. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam program pemerataan akses internet nasional.
Selain untuk kebutuhan dalam negeri, N5 juga diproyeksikan dapat melayani kebutuhan konektivitas di kawasan Asia Tenggara. Posisi orbit di 113 derajat BT memberikan cakupan optimal untuk wilayah Indonesia dan negara-negara tetangga.
Keberhasilan N5 mendapatkan izin operasi juga menjadi sinyal positif bagi industri satelit nasional. Indonesia terus berupaya membangun kemandirian di bidang telekomunikasi melalui pengembangan satelit sendiri, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur asing.
Dengan beroperasinya Satelit Nusantara 5, masyarakat di daerah terpencil kini memiliki harapan baru untuk menikmati layanan internet cepat. PSN berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur telekomunikasi guna mendukung visi Indonesia Digital.
Langkah ini juga menjadi bagian dari ekosistem konektivitas yang lebih luas di Indonesia. Selain satelit, berbagai teknologi lain seperti Koneksi Satelit Huawei juga mulai dikembangkan untuk perangkat konsumen.
Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong percepatan digitalisasi di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya satelit berkapasitas besar seperti N5, target konektivitas nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat.
PSN juga tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pemanfaatan kapasitas N5. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.
Dalam waktu dekat, PSN akan mengumumkan paket layanan komersial yang ditawarkan melalui N5. Harga dan skema berlangganan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, termasuk opsi terjangkau untuk daerah terpencil.
Selain N5, industri satelit tanah air juga diramaikan oleh kehadiran layanan lain seperti Internet Merah Putih dari Telkomsat. Persaingan ini diharapkan semakin memacu inovasi dan menekan harga layanan internet satelit.
Dengan demikian, era baru konektivitas digital di Indonesia semakin dekat. Satelit Nusantara 5 menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. (Icha)



