Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan hasil evaluasi administrasi untuk seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.
Tiga operator seluler besar dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses lelang yang akan digelar pada tahun 2026. Ketiganya adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata.
Keputusan ini tertuang dalam pengumuman resmi Komdigi yang dirilis pada Jumat, 21 Maret 2025. Dalam dokumen tersebut, ketiga perusahaan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mempercepat perluasan jaringan 5G di Indonesia.
“Setelah melalui proses verifikasi yang ketat, kami menyimpulkan bahwa dokumen permohonan dari PT Telekomunikasi Seluler, PT Indosat Ooredoo Hutchison, dan PT XL Axiata Tbk dinyatakan lengkap dan sesuai ketentuan,” tulis keterangan resmi Komdigi. Ketiga operator kini akan memasuki tahap evaluasi teknis dan penawaran harga.
Baca Juga:
Proses lelang frekuensi ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan spektrum yang terbatas.
Pita 700 MHz dikenal sebagai “frekuensi emas” karena kemampuannya menjangkau area luas dengan biaya infrastruktur lebih rendah. Sementara pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas data tinggi yang ideal untuk daerah perkotaan padat penduduk.
Ketiga operator yang lolos merupakan pemain utama pasar telekomunikasi Indonesia. Telkomsel sebagai pemimpin pasar dengan jumlah pelanggan terbanyak, Indosat yang baru saja merger dengan Hutchison 3, dan XL Axiata yang terus berekspansi. Persaingan di tahap selanjutnya diprediksi akan berlangsung ketat mengingat nilai strategis spektrum ini.
Komdigi belum merinci jadwal pasti untuk tahap evaluasi teknis dan penawaran. Namun, berdasarkan regulasi yang berlaku, seluruh proses diharapkan rampung sebelum akhir tahun 2026 agar pita frekuensi dapat segera digunakan pada 2027. Pemerintah menargetkan lelang ini selesai tepat waktu untuk mendukung target nasional digitalisasi.
Pengamat telekomunikasi menilai kelolosan ketiga operator ini sudah sesuai prediksi. Pasalnya, hanya perusahaan dengan modal besar dan infrastruktur matang yang mampu bersaing. Harga Lelang Frekuensi yang ditawarkan pemerintah memang cukup tinggi, sehingga hanya operator dengan fundamental kuat yang bisa berpartisipasi.
“Ini langkah positif bagi industri telekomunikasi Indonesia. Dengan adanya tambahan spektrum, operator bisa meningkatkan kualitas layanan 5G mereka. Konsumen akan menikmati internet lebih cepat dan stabil,” ujar analis industri kepada Telko.id. Namun, ia juga mengingatkan agar pemerintah memastikan proses berjalan transparan dan adil.
Pita 700 MHz sebelumnya digunakan untuk siaran televisi analog. Setelah migrasi ke TV digital, frekuensi ini dialokasikan ulang untuk layanan seluler. Pemanfaatannya diyakini mampu mempercepat pemerataan akses internet, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih minim infrastruktur.
Sementara pita 2,6 GHz sudah lebih dulu digunakan untuk jaringan 4G LTE di beberapa kota besar. Dengan lelang ulang ini, pemerintah ingin memastikan spektrum tersebut digunakan secara optimal untuk teknologi 5G yang membutuhkan kapasitas lebih besar.
Ketiga operator kini tengah mempersiapkan strategi jelang tahap penawaran. Lelang Frekuensi ini tidak hanya soal harga, tetapi juga mencakup komitmen coverage dan investasi. Operator yang menang wajib membangun infrastruktur di wilayah tertentu sesuai target pemerintah.
Telkomsel misalnya, diprediksi akan fokus pada pita 700 MHz untuk memperluas jangkauan 5G di luar Jawa. Indosat dan XL kemungkinan akan bersaing ketat di pita 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas di kota-kota besar. Masing-masing operator memiliki keunggulan yang bisa menjadi faktor penentu.
Komdigi juga menegaskan bahwa proses evaluasi teknis akan mempertimbangkan aspek keuangan, rencana bisnis, dan kemampuan teknis peserta. Hal ini untuk memastikan spektrum yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara produktif, bukan sekadar ditimbun.
“Kami ingin spektrum ini segera digunakan untuk kepentingan masyarakat. Operator yang menang harus menunjukkan komitmen nyata dalam pembangunan jaringan,” kata pejabat Komdigi dalam kesempatan terpisah.
Dengan lolosnya ketiga operator ini, publik kini menanti siapa yang akan memenangkan spektrum paling berharga tersebut. Keputusan akhir dijadwalkan akan diumumkan pada kuartal pertama 2026, tepat sebelum implementasi komersial dimulai.
Bagi konsumen, hasil lelang ini akan berdampak langsung pada kualitas layanan yang mereka nikmati. Ke depannya, persaingan operator 5G diprediksi akan semakin sengit, yang pada akhirnya menguntungkan pengguna dalam hal harga dan kualitas.
Pemerintah berharap lelang ini juga mendorong investasi asing di sektor telekomunikasi. Dengan kepastian regulasi dan spektrum yang jelas, investor akan lebih percaya diri menanamkan modal di Indonesia.
Proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini merupakan salah satu agenda terbesar Kementerian Komunikasi dan Digital tahun ini. Keberhasilannya akan menjadi indikator kesiapan Indonesia menyongsong era digital yang lebih maju.
Informasi lebih lanjut mengenai Lelang Frekuensi 700 Mhz dapat diakses melalui situs resmi Komdigi atau portal berita Telko.id. Pantau terus perkembangan terkini seputar industri telekomunikasi Indonesia hanya di Telko.id.


