spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Krisis RAM Global Bikin MacBook Air Langka dan Harga Naik

Telko.id – MacBook Air mulai menghadapi masalah ketersediaan baik di toko online maupun offline. Menurut laporan Bloomberg, hal tersebut dikarenakan berlanjutnya krisis pasokan memori global yang semakin menekan pasokan komponen untuk perangkat konsumen.  

MacBook Air disebut menjadi salah satu produk Apple yang mulai terdampak. Waktu pengiriman sejumlah konfigurasi dilaporkan semakin panjang, dengan beberapa model membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sampai ke konsumen.

Situasi ini cukup menarik mengingat MacBook Air menjadi lini laptop yang ditujukan untuk menjangkau pengguna lebih luas dalam keluarga Mac. Model terbarunya sudah membawa memori terintegrasi 16 GB dan penyimpanan SSD 512 GB sebagai konfigurasi awal, sehingga kebutuhan komponen memori pada perangkat tersebut juga tidak sedikit.

Kondisi ini bukan semata-mata disebabkan lonjakan permintaan musiman, tetapi berkaitan dengan keterbatasan komponen memori. Produsen memori mulai mengalihkan lebih banyak kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur AI dan pusat data.

Krisis ini berawal dari meningkatnya kebutuhan DRAM dan HBM (Highway Bandwith Memory) untuk server AI. Produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix dan Micron mengalokasikan kapasitas produksi yang lebih besar untuk memori berperforma tinggi tersebut karena permintaannya sangat tinggi.

Akibatnya, pasokan memori konvensional yang digunakan pada laptop dan perangkat konsumen ikut tertekan.

Situasi tersebut terjadi beberapa bulan setelah Apple memperkenalkan MacBook Air M5. Generasi terbaru ini tersedia dalam ukuran 13 inci dan 15 inci, dengan memori terintegrasi 16 GB pada konfigurasi dasar serta opsi peningkatan hingga 24 GB atau 32 GB.

Baca Juga:

Kondisi pasokan tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap ketersediaan produk di pasar. Konsumen yang ingin membeli MacBook Air baru berpotensi menghadapi pilihan konfigurasi yang lebih terbatas atau harus menunggu lebih lama sampai unit yang diinginkan kembali tersedia.

Kenaikan harga MacBook Air M5 menjadi imbasnya

Dampaknya tidak hanya berupa kelangkaan. Harga komponen memori yang meningkat juga telah mendorong kenaikan harga sejumlah produk Apple. Mac dan iPad termasuk perangkat yang mengalami penyesuaian harga pada 2026 akibat meningkatnya biaya komponen.

Situasi ini berpotensi membuat MacBook Air semakin sulit ditemukan dengan harga normal. Ketika diperkenalkan pada Maret 2026, MacBook Air M5 13 inci dipasarkan mulai 1.099 dolar AS, sedangkan model 15 inci dibanderol mulai 1.299 dolar AS. Harga awal tersebut naik 100 dolar AS dibandingkan generasi sebelumnya.

Apple sendiri memiliki posisi yang relatif kuat karena skala pembelian komponennya besar, tetapi perusahaan tetap tidak sepenuhnya kebal terhadap kenaikan biaya dan keterbatasan pasokan.

Kondisi ini menunjukkan bagaimana ledakan kebutuhan AI mulai memberikan dampak langsung terhadap perangkat konsumen. persaingan mendapatkan kapasitas produksi memori bukan lagi hanya persoalan perusahaan pembuatan chip AI, tetapi juga mulai memengaruhi harga dan ketersediaan laptop yang digunakan konsumen sehari-hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU