spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi merampungkan proses Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari Tahap 1 yang efektif berlaku sejak Januari 2026, sekaligus menegaskan posisi PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai pilar utama bisnis wholesale connectivity.

Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset tahap kedua ini tuntas, InfraNexia akan menguasai lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan milik Telkom.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut penyelesaian tahap ini sebagai tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru,” ujar Dian.

Kebijakan ini dinilai selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN. Melalui pemisahan ini, Telkom berupaya mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah menangkap peluang pasar dan menciptakan nilai jangka panjang.

Content image for article: Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Kuasai 90% Aset Jaringan

InfraNexia Kuasai Jaringan Fiber Optik 112.000 Kilometer

Dengan rampungnya pengalihan aset tahap kedua, InfraNexia kini mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik. Jumlah tersebut termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia, atau hampir setara tiga kali keliling bumi.

Aset yang dikuasai mencakup jaringan akses hingga core backbone serta infrastruktur pendukung lainnya. Dengan kepemilikan ini, InfraNexia memperkuat perannya sebagai penyedia layanan konektivitas wholesale yang netral dan andal.

Dian menambahkan, inisiatif ini juga bertujuan meningkatkan pengalaman pelanggan. “Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas,” tegasnya.

Content image for article: Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Kuasai 90% Aset Jaringan

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan langkah ini merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio perusahaan.

“Kami tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkas Seno.

Fokus pada Modernisasi Jaringan dan Dukungan AI

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menyatakan penyelesaian spin-off ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan. Pihaknya optimistis integrasi aset yang semakin matang akan memperkuat layanan utama InfraNexia.

“Kami akan memperkuat layanan mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing,” jelas Lukman. Perusahaan juga telah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network.

Langkah ini bertujuan menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. “Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia,” tambahnya.

Meski mayoritas saham dipegang Telkom lebih dari 99%, InfraNexia tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan memperluas penetrasi fixed broadband guna mendukung pemerataan konektivitas digital nasional.

Transformasi ini sejalan dengan praktik operator global seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN. Pendekatan serupa terbukti mampu mengoptimalkan pengelolaan aset dan meningkatkan efisiensi operasional.

TelkomGroup memastikan proses transaksi berjalan seamless tanpa dampak pada layanan pelanggan. Seluruh proses dilakukan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui monetisasi aset bernilai tinggi seperti data center, tower, dan jaringan fiber.

Sebelumnya, Telkom juga telah melakukan berbagai konsolidasi internal seperti pengalihan IndiHome ke Telkomsel dan penguatan layanan konektivitas data center.

Dengan selesainya seluruh proses ini, InfraNexia diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Perusahaan juga terus memastikan kesiapan infrastruktur digital tetap optimal, sebagaimana komitmen yang telah dijalankan dalam berbagai agenda prioritas TelkomGroup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU