spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 402

Telkomsel Dukung Visit Beautiful West Sumatra 2024

0

Telko.id – Telkomsel dukung Visit Beautiful West Sumatra 2024 dengan melanjutkan kerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kerja sama tersebut dalam pemanfaatan layanan Mobility Insight berbasis Mobile Positioning Data (MPD) untuk memperhitungkan dan menganalisis secara kumulatif pergerakan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Sumatera Barat.

Diresmikan dalam acara “Launching Calendar of Event West Sumatra 2024” oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Padang (20/1), kerja sama Telkomsel dan Dinas Pariwisata Sumatera Barat menjadi wujud komitmen bersama untuk menggerakkan kemajuan kultur pengambilan keputusan berbasis data di sektor pemerintahan dan pariwisata.

Khususnya melalui pemanfaatan Mobility Insight sebagai bagian dari layanan Mobile Consumer Insight (MSIGHT) TelkomGroup dan dashboard PETA Sumbar yang dikembangkan bersama.

Baca juga : Telkomsel dan Singtel Gandeng Google Berikan Layanan RCS

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi dukungan Telkomsel dalam mewujudkan komitmen pembangunan sektor kepariwisataan daerah. Potensi signifikan pariwisata di Sumatra Barat, yang termanifestasi dalam brand ‘Visit Beautiful West Sumatra’,” kata Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Provinsi Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Hal ini menurut Mahyeldi perlu didukung dan dipromosikan bersama agar dapat menarik perhatian pasar wisatawan sehingga dapat terus berkontribusi positif pada keberlanjutan destinasi serta memperkuat ekonomi lokal.

“Selaras dengan semangat Indonesia untuk menggerakkan kemajuan, Telkomsel terus membuka semua peluang pemanfaatan data insight untuk perkembangan kultur pengambilan keputusan berbasis data dalam ekosistem digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” kata Alfian Manullang, Vice President Data Solutions Telkomsel.

Dengan melanjutkan kolaborasi bersama Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Telkomsel berharap hasil pengolahan dan analisis kumulatif dari layanan Mobility Insight berbasis MPD akan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh pemerintahan.

Diharapkan juga akan berdampak nyata bagi perbaikan dan penyempurnaan tata kelola lalu lintas ataupun kebijakan lainnya yang berkaitan dengan pergerakan masyarakat, pelayanan publik, transportasi, hingga pariwisata.

Sebelumnya pada 2023, Telkomsel telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata guna memacu kembali laju pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.

Melalui pemanfaatan Mobility Insight dari Telkomsel, Dinas Pariwisata Sumatera Barat dapat menganalisis asal kedatangan wisatawan, menentukan destinasi wisata favorit, hingga memahami profil demografi para wisatawan secara keseluruhan.

Dengan wawasan data yang akurat dan memanfaatkan aplikasi PETA, Pemerintah dan Dinas Pariwisata Sumatera Barat telah mengoptimalkan perencanaan program kepariwisataan sehingga angka kunjungan wisata mencapai hingga 11 juta pada tahun 2023, sebanyak 137,12% lebih tinggi dari target yang dicanangkan.

Sebagai bagian dari layanan bisnis TelkomGroup, Telkomsel menghadirkan solusi data insight yang terkumpul secara kumulatif dari basis pengguna seluler terbesar di Indonesia hingga 158,3 juta pelanggan dengan cakupan konektivitas jaringan terluas yang menjangkau hingga 97% wilayah populasi Indonesia.

Mobile Positioning Data (MPD) merupakan data pergerakan pengguna seluler yang terpantau dalam jaringan operator seluler di suatu wilayah.

Lalu data tersebut diolah bersamaan dengan survei digital sebagai metode pengukuran dan pembentukan analisis pola pergerakan manusia pada periode tertentu (Mobility Insight), sehingga dapat memberikan berbagai wawasan yang akurat, spesifik, dan valid untuk menunjang akurasi data dan basis pengambilan kebijakan di sektor pariwisata Sumatera Barat. (Icha)

Kinerja XL Axiata Double Digit Sepanjang 2023, Ini Rinciannya!

0

Telko.id – XL Axiata berhasil meraih kinerja yang solid di sepanjang tahun 2023. Dengan pendapatan naik hingga 11% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu (YoY) menjadi Rp 32,34 triliun.

XL Axiata pun mampu meningkatkan EBITDA sebesar 12% YoY menjadi Rp 15,89 triliun, kemudian EBITDA margin juga meningkat menjadi 49,1%, dan juga laba bersih sebesar Rp 1,28 triliun atau naik 15% YoY.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh trafik data yang naik 21% YoY menjadi 9.638 Petabytes, yang mendorong kontribusi layanan Data dan Digital menjadi sebesar 91% dari total pendapatan, bersama dengan basis pelanggan yang berkualitas sebanyak 57,5 juta.

“Kami berhasil melalui tahun 2023 yang tidak mudah dengan kinerja yang sangat menggembirakan, dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih mencapai double digit,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Baca juga : Kinerja Moncer, XL Axiata Optimis Masa Depan bisnis FBB dan FMC

Peningkatan sarana digital,  kualitas infrastruktur jaringan, serta adopsi teknologi yang relevan di semua lini bisnis, telah mampu meningkatkan kualitas layanan dan mampu mendorong peningkatan trafik data, yang berkontribusi pada peningkatan ARPU menjadi Rp 43 ribu.

Dian menambahkan, keberhasilan kinerja di sepanjang 2023 juga tidak terlepas dengan upaya perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi di semua lini bisnis secara cermat.

Salah satunya, efisiensi pada pengeluaran untuk keperluan penjualan dan pemasaran (sales & marketing) yang mampu ditekan hingga 6%. Secara keseluruhan, kenaikan OPEX mampu dikendalikan hingga lebih rendah daripada pertumbuhan pendapatan.

Penurunan beban penjualan dan pemasaran (sales & marketing), didorong oleh peningkatan penggunaan sarana digital aplikasi MyXL dan AXISnet.

Hingga akhir tahun 2023, kedua aplikasi tersebut memiliki total pengguna aktif per bulannya hingga sebanyak 29 juta. Peningkatan jumlah pengguna aktif per bulan myXL dan AXISnet ini hampir 2x dalam periode dua tahun terakhir.

Meningkatnya penggunaan MyXL dan AXISnet menunjukkan kedua aplikasi tersebut mampu meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan, preferensi serta perilaku pelanggan.

Hal ini membuat XL Axiata mampu memberikan penawaran yang tepat kepada pelanggan yang tepat, pada waktu yang tepat pula secara lebih efektif.

Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasilnya, data net promoter score (NPS) terus meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan. Strategi tersebut akan terus diterapkan di sepanjang tahun 2024 ini.

Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan.

Dengan data analitik ini juga memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.

Infrastruktur jaringan

Pada sisi infrastruktur jaringan, hingga akhir 2023, XL Axiata mampu menambah jumlah base transceiver station (BTS) sebanyak 14.101 hingga total menjadi 160.124 atau naik 10% YoY. Dari jumlah sebanyak itu, 104.993 di antaranya adalah BTS 4G.

Sementara itu, fiberisasi telah mencapai 61% dari total BTS di berbagai penjuru Indonesia. Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS.

Seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan data 4G, dan sekaligus merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G.

XL Axiata terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatan pengalaman pelanggan. Komitmen XL Axiata memperkuat jaringan tercermin dari pengalokasian belanja modal (Capex) sebesar Rp 7,16 triliun.

XL Axiata akan terus melanjutkan inisiatif investasi pengembangan jaringan secara cermat untuk dapat terus meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik dan meningkatkan penggunaan jaringan yang terus tumbuh.

Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir Desember 2023, utang kotor tercatat di angka Rp 10,11 triliun, dengan utang bersih sebesar Rp 9,14 triluin. Rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,84x. 

XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi valuta asing. Sebesar 57% dari pinjaman yang ada memiliki suku bunga tetap (fixed) dan 43% dari pinjaman memiliki suku bunga mengambang (floating). Free cash flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 69%, menjadi Rp 8,72 triliun.

Akselerasi Layanan FMC

Tahun 2023 merupakan tahun yang monumental untuk ambisi Convergence XL Axiata, terlihat dari jumlah pelanggan fixed broadband dan penetrasi Convergence yang masing-masing meningkat dua kali lipat.

Pelanggan layanan Home telah mencapai 235 ribu dengan penetrasi konvergensi yang sangat tinggi di level 75%. Pencapaian ini menunjukkan permintaan yang kuat terhadap produk FMC XL Satu, yang juga menujukkan potensi yang besar terhadap layanan Konvergensi ke depan.

Saat ini, XL Axiata memiliki cakupan jaringan XL Home dan XL Satu Fiber pada 86 kota/kabupaten, dengan total homes passed sebanyak 2 juta.

Kolaborasi XL Axiata – Link Net terus meningkat dalam upaya akselerasi layanan FMC. Dalam lima tahun ke depan, kedua pihak akan memperluas cakupan layanan hingga 8 juta home pass.

Pada Juni dan Desember 2023, XL Axiata dan Link Net telah menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan dan pengoperasian jaringan sebanyak 3 juta homes passed.

Dengan penambahan infrastruktur ini, XL Axiata akan mendorong percepatan penetrasi konvergensi layanan XL SATU. Proses pembentukan XL Axiata sebagai ServeCo dan Link Net sebagai FiberCo juga terus berporgres, dengan adanya kesepakatan pengambilalihan sekitar 750 ribu pelanggan residensial Link Net oleh XL Axiata.

Pengambilalihan tersebut akan meningkatkan jumlah pelanggan fixed broadband XL Axiata menjadi sekitar satu juta, yang akan menempatkan XL Axiata sebagai pemain kedua dalam pasar fixed broadband di Indonesia.

XL Axiata kini terus mengembangkan produk ke segmen korporat dan usaha kecil menengah (UKM). Pengembangan layanan ke kedua segmen tersebut juga diselaraskan dengan terus meningkatnya kebutuhan atas layanan Information and Communication Technology (ICT), Internet of Things (IoT), dan Big Data. (Icha)

Optimis Di 2024, Nuon Bakal Jajaki Bisnis Baru, Apa Itu?

0

Telko.id – Nuon Digital Indonesia (Nuon) optimis sambut tahun 2024 dan bakal melahirkan inovasi dan peluang pada industri bisnis digital guna mendorong transformasi digital Indonesia.

Langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Nuon pada tahun 2024 mencakup, penambahan fitur-fitur baru pada platform dan layanan digital serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan untuk membawa kapabilitas Telkom Group.

CEO Nuon, Aris Sudewo, menyampaikan bahwa pihaknya menyadari pentingnya transformasi digital, oleh karena itu Nuon terus berupaya menyajikan layanan-layanan hiburan digital berkualitas dan menjaga daya saing di tengah perubahan pasar yang dinamis.

“Di era teknologi dan digitalisasi yang menjadi pilar utama dalam industri hiburan digital, pada 2024 ini Nuon terus menghadirkan fitur-fitur baru, konten-konten berkualitas, dan pengalaman mendalam untuk memenuhi kebutuhan pengguna,” ujar Aris.

Baca juga : Telkom Dukung Digitalisasi PFN

Sebagai penyedia layanan konten hiburan digital, Nuon memiliki peran dalam menggagas ide-ide baru dan terus mengikuti perkembangan ekspektasi pengguna.

Melalui tiga portofolio bisnisnya yaitu Digital Games, Digital Musik, dan Digital Lifestyle, Nuon bertekad memberikan konten digital terbaik kepada para pengguna di tanah air.

Nuon juga turut serta dalam memajukan industri gim lokal dengan bekerjasama dengan beberapa pengembang gim nasional dengan membawa karya-karya pengembang gim nasional ke pasar internasional.

Melalui gim hasil publishing Nuon Games yaitu Paw Rumble, Nuon memperkuat kehadirannya di panggung global dengan meraih dua penghargaan prestisius, yaitu Google Play Best of 2023 kategori “Best Made in Indonesia” dan “Best Mobile Games” dari Indonesia Game Awards saat perhelatan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) tahun 2023.

Nuon pada tahun 2023 juga tetap konsisten dalam pengembangan industri kreatif, khususnya pada bidang musik melalui layanan “Nada Sambung Pribadi”, agregator musik indie “Langitku”, dan streaming musik “Langit Musik” yang hingga saat ini telah mencapai 17 juta pengguna.

Melalui layanan Langit Musik, Nuon percaya bahwa karya cipta anak bangsa tetap harus menjadi juara di tanah air dengan contoh nyata yaitu dengan menggelar ajang bergengsi Indonesian Music Awards 2023 untuk yang ketiga kalinya bersama RCTI.

Ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada musisi tanah air yang telah sukses melahirkan 14 juara dari berbagai kategori dengan total vote mencapai 10 juta.

Di bidang perfilman, Nuon berkolaborasi bersama Produksi Film Negara (PFN) dan Kemenparekraf untuk membangun Indonesia Film Facilitation (IFFa), platform yang memudahkan para pelaku industri perfilman Indonesia dalam proses produksi secara online.

Sepanjang tahun 2023, Nuon melalui tiketapasaja.com (ticketing management platform) juga berhasil bekerja sama dengan lebih dari 23 promotor untuk menyelenggarakan 68 event nasional dan internasional dimana pada sejumlah event tersebut, lebih dari 190 ribu tiket terjual, dengan rekor 6,5 juta concurrent hits.

Portofolio-portofolio bisnis yang dimiliki Nuon saat ini menjadi modal untuk mencapai keberhasilan dalam menghadapi era revolusi digital yang terus berkembang pesat.

Dengan tetap responsif terhadap perubahan kebutuhan konsumen dan tren industri, Nuon akan berupaya menghadirkan solusi yang relevan sebagai penyedia layanan konten digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar tanah air. (Icha)

Demi Bertahan Hidup, HMD Global Perluas Bisnis, Tak Buat Nokia Saja!

0

Telko.id – HDM Global, pemegang lisensi Nokia, rupanya ‘lelah’ juga. Maklum saja, merek ini masing sulit untuk menjadi leader di industri ini. Tak pelak, langkah untuk memperluas pasar pun dilakukan.

Hal ini, muncul di website resminya HDM yang menyebutkan bahwa, perusahaannya memang tetap akan memproduksi Nokia, namun akan memberikan kejutan baru dengan mengeluarkan produk dengan nama HDM sendiri bahkan dengan merek milik mitra lainnya.

“Meskipun kami dikenal sebagai pembuat ponsel Nokia, visi kami melampaui warisan ini. Kami bertransisi dari pemegang lisensi menjadi perusahaan multi-merek dengan lini produk merek HMD kami yang berbeda, dilengkapi dengan beberapa kemitraan lisensi dan kolaborasi merek yang signifikan,” tulis Lars Silberbauer, CMO Nokia Phones/HMD di LinkedIn.

Dalam tulisan nya tersebut, Lars juga menyebutkan bahwa transisi HMD yang dilengkapi dengan beberapa kemitraan lisensi dan kolaborasi merek yang signifikan akan diumumkan pada MWC akhir bulan ini.

Baca juga : Nokia 105 Diperbarui, Desain Kokoh Dan Baterai Kapasitas Besar

Langkah strategis ini menurut Lars karena membangun merek tradisional tidak lagi sesuai dengan lanskap dinamis saat ini.

“Pendekatan kami bukan tentang mengikuti jalur yang telah kita lalui, namun tentang menemukan jalan kita sendiri, belajar, dan beradaptasi seiring berjalannya waktu,” tulis nya.

Pada tahap awal, peluncuran HMD (Human Mobile Devices) hari ini, yang ditandai dengan kehadiran situs web dan media sosial baru kami, merupakan langkah awal yang sederhana dalam perjalanan yang kami perkirakan akan menjadi perjalanan yang panjang dan menyenangkan. Ini hanyalah permulaan, masih banyak lagi yang akan datang.

Menurut laporan 91mobiles, HMD diperkirakan akan meluncurkan setidaknya dua ponsel, seperti yang terlihat tahun lalu di database IMEI.

Namun berdasarkan laporan GSMChina setidaknya ada Sembilan ponsel bermerek HMD baru juga terlihat baru-baru ini di database IMEI, dengan nomor model TA-1584, TA-1594, TA-1595, TA-1588, TA-1589, TA-1592, TA-1602, TA-1605 , dan TA-1631.

HMD Tidak Bunuh Nokia

Pada awal HMD mengumumkan perubahan, banyak kalangan yang mengira perusahaan pemegang lisensi Nokia itu bakal ‘membunuh’ merek legendari tersebut. Namun, baru-baru saja, bereda juga rumor bahwa HMD bakal meluncurkan 17 smartphone Nokia pada 2024 ini.

Hal ini dilihat dari database IMEI, yang menurut GSMChina nomor IMEI yang ada pada database akan dimulai dari  TA-1603 to TA-1628.

Ada kemungkinan bahwa model-model ini merupakan varian RAM/penyimpanan yang berbeda dari ponsel utama atau ponsel yang sama sekali berbeda. Beberapa smartphone kemungkinan akan diluncurkan di MWC (Mobile World Congress) mendatang.

Situs web tersebut tidak mengungkapkan informasi lain mengenai smartphone yang akan datang, kecuali bahwa smartphone tersebut akan menyandang merek Nokia dan bukan merek HMD.

Sembilan ponsel bermerek HMD baru juga terlihat baru-baru ini di database IMEI, dengan nomor model TA-1584, TA-1594, TA-1595, TA-1588, TA-1589, TA-1592, TA-1602, TA-1605 , dan TA-1631. (Icha)

Telin Gabung Dalam Konsorsium Alpha, Ini Targetnya!

0

Telko.id – Konsorsium ALPHA (Asia Link for Advanced Performance of High-Speed Access) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) perencanaan dan pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Internasional yang menghubungkan Singapura, Jepang, Korea, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lainnya.

Penandatanganan ini melambangkan komitmen konsorsium ALPHA yang terdiri dari KT Corporation (KT), PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), dan pihak Jepang, untuk mewujudkan Lanskap Bawah Laut Asia-Pasifik di masa depan. MoU ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) Telin Budi Satria Dharma Purba dan Senior Vice President KT Corporation Jehoon Myung.

“Inisiatif kabel bawah laut ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memajukan konektivitas digital di Indonesia. Fokus kami adalah memberikan latensi ultra rendah, rute unik dan akses langsung dari data center ke data center, yang kami yakini sebagai langkah signifikan menuju masa depan konektivitas digital di wilayah ini,” ungkap CEO Telin Budi Satria Dharma Purba.

Saat ini, konsentrasi trafik terbesar telah berpindah dari Amerika Serikat & Eropa ke wilayah Asia-Pasifik. Hal ini menunjukkan pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang diproyeksikan sebesar 10-25% dalam kapasitas data center di Malaysia, Indonesia, dan India dalam lima tahun mendatang.

Baca juga : Telkom Bangun Kabel Laut Hubungkan Indonesia ke Timur Tengah

Sejauh ini, terdapat 38 SKKL di Singapura dan menjadikannya hub teramai di dunia dibandingkan dengan Mesir, Marseille, dan Tokyo.

Melalui kolaborasi ini, tujuh SKKL baru yang disebut ICE (Indonesia Cable Express) akan menjadikan perairan Indonesia sebagai hub untuk SKKL.

Partisipasi Telin dalam konsorsium ALPHA akan memberikan manfaat bagi pengembangan infrastruktur digital dan menghubungkan lebih banyak orang di seluruh dunia di masa depan. Kabel ALPHA sendiri memiliki setidaknya delapan pasang serat dengan kecepatan 18 Tbps (terabit per second) per pasang serat yang memungkinkan transmisi data yang lancar dan berkapasitas tinggi di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.

Sementara itu, Senior Vice President KT Corporation Jehoon Myung menyatakan, “konstruksi kabel ALPHA oleh KT berfungsi sebagai batu loncatan utama yang dengan cepat dapat mengatasi permintaan yang meningkat pesat untuk lalu lintas cloud, big data, dan AI di wilayah Asia yang tumbuh pesat untuk pelanggan enterprises. KT juga akan terus memperluas ekspansi dalam pasar SKKL Asia dengan memperkuat kemitraan dengan perusahaan-perusahaan global.”

Konsorsium ALPHA ditargetkan mulai berjalan pada kuartal ketiga, dengan kontrak pada tahun 2024, serta akan melanjutkan prosedur untuk memilih turn-key supplier dan persiapan lainnya. Sistem kabel ALPHA diharapkan siap beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027. (Icha)

Telkom Bangun Kabel Laut Hubungkan Indonesia ke Timur Tengah

0

Telko.id e&, Telecom Egypt, Telin selaku anak usaha Telkom, dan operator besar asal India telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) baru untuk membentuk konsorsium dengan tujuan mengembangkan Proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ICE IV.

Sistem Data Center (DC) ke DC ini akan menghadirkan rute unik yang menghubungkan wilayah Intra Asia ke India dan Timur Tengah.

Membentang sepanjang 11.000 km, sistem baru tersebut akan menggunakan teknologi kabel terbuka terbaru dan subsea ROADMs untuk menghubungkan Indonesia dan Singapura ke India, Oman, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Proyek ICE IV akan mengadopsi rute yang benar-benar baru melalui Selat Sunda dan menjadi kabel internasional pertama yang mendarat di Kochi, India dalam beberapa dekade; menawarkan rute alternatif yang resilient dan gerbang internasional baru.

Baca juga : Telkom Siap Luncurkan Satelit Baru Februari Mendatang

Ekstensi darat yang sedang dipertimbangkan juga mencakup koneksi antara Timur Tengah dan Mesir, serta antara Kochi dan Chennai, yang membuat Proyek ICE IV ini unik. Proyek ICE IV ditargetkan siap beroperasi pada kuartal keempat tahun 2027.

Dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan permintaan, bersamaan dengan kelangkaan inventaris, telah membuat pasar bandwidth global berkembang dan menjadi pendorong utama pembangunan SKKL baru.

Seiring perkembangan konektivitas SKKL, desain PoP ke PoP menetapkan standar baru, di mana arsitektur ini melayani kebutuhan penyedia konten dan konsumen data besar dengan lebih baik.

Proyek ICE IV akan mengadopsi prinsip-prinsip ini untuk menyediakan konektivitas yang mulus, bandwidth yang besar, dan keberagaman keamanan jaringan.

Milestone besar untuk proyek ini terjadi saat event Capacity Middle East yang bergengsi di mana MoU ditandatangani oleh top manajemen dari empat perusahaan terkemuka; Nabil Baccouche – Group Chief Carrier & Wholesale Officer di e&, Seif Mounib – Vice President of International and Wholesale di Telecom Egypt, Budi Satria Dharma Purba – Chief Executive Officer (CEO) di Telin, dan operator India.

Momen penandatanganan ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk berinvestasi dan mengembangkan pasar bandwidth global guna melayani pelanggan lebih baik.

“Melalui Proyek ICE IV, kami mendefinisikan ulang peta konektivitas, mendekatkan benua lebih dari sebelumnya, dan membuka akses bandwidth untuk miliaran orang,” kata Nabil Baccouche, e& Group Chief Carrier and Wholesale Officer.

Dengan komitmen tersebut, Baccouche menyebutkan membuat perusahaannya menjadikan SmartHub sebagai lokasi pilihan neutral carrier hub terbesar, Proyek ICE IV akan mempercepat konektivitas.

“Sistem DC ke DC yang baru akan memungkinkan kami meningkatkan kemampuan dan kapasitas global lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dari pelanggan di seluruh Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Amerika,” ujar Baccouche menambahkan.

Semenjak evolusi serat optik subsea lebih dari 30 tahun yang lalu, Telecom Egypt telah menjadi bagian penting untuk mendukung pembangunan proyek SKKL, khususnya yang menghubungkan Asia Tenggara ke Eropa.

“Rute khusus ini dianggap sebagai infrastruktur inti yang menghubungkan benua terbesar, dan salah satu rute SKKL utama yang terus berkembang,” kata Mohamed Nasr, Managing Director dan CEO di Telecom Egypt mengomentari.

Mohamed Nasr pun menambahkan bahwa menjadi anggota pendiri “ICE IV” adalah bukti dari keyakinan mereka akan pentingnya infrastruktur vital ini.

“Kami menyediakan akses terbuka untuk lebih dari 20 kabel SKKL yang mendarat di Mesir dengan infrastruktur transit internasional yang unik dan berstandar tinggi yang akan menjadi bagian dari desain yang telah direncanakan,” ujar Mohamed Nasr menambahkan.

Selain itu, Proyek ICE IV akan memungkinkan kami memperluas jangkauan dan diversifikasi lebih lanjut bagi portofolio infrastruktur SKKL kami untuk secara cepat mengatasi permintaan konektivitas global yang terus tumbuh.

“Pelanggan saat ini menuntut pengalaman terbaik yang mendorong provider untuk berinovasi dan membangun jaringan dengan latensi yang rendah pada rute yang beragam dan unik. Hal tersebut mendorong Telin untuk menjadikan Indonesia sebagai hub masa depan di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Budi Satria Dharma Purba, CEO Telin.

Menurut Budi, langkah strategis ini dapat menciptakan peluang baru untuk semua sistem kabel ICE dengan mengintegrasikannya dengan negara-negara dan sistem yang relevan. Indonesian Cable Express pun akan menjadi jembatan.

“Inisiatif Telin dalam proyek ICE memastikan struktur biaya yang efisien dan implementasi yang lebih cepat. Proyek ICE melibatkan 7 sistem kabel terpisah yang menghubungkan Indonesia ke semua pasar potensial,” sahut Budi menambahkan.

Selama 5 tahun mendatang, pembangunan akan dimulai, masing-masing sesuai dengan 4 prinsip dasar: Akses DC ke DC, Latensi Ultra Rendah, Landings yang Berbeda, dan Rute Unik. (Icha)

Stttt, Samsung Smart Galaxy Ring Sudah Siap Rilis

0

Telko.id – Beberapa minggu lalu, Samsung Smart Galaxy Ring sempat di spill pada saat  acara Galaxy Unpacked. Nah, sekarang bereda rumor, bahwa perangkat ini akan siap di rilis pada Galaxy Unpacked bulan Agustus mendatang.

Bocoran ini datang langsung dari Global Head of B2B Wearable/IoT/Accessory Samsung Electronics Daniel Seung Lee. Dalam postingannya di LinkedIn, Lee mengindikasikan Galaxy Ring akan diluncurkan pada paruh kedua tahun 2024.

“Produk wearable kesehatan dan kebugaran baru di paruh kedua. Harap tunggu,” kata Lee dalam postingannya yang diikuti dengan tagar #GalaxyRing dan #SmartRing, seperti dikutip dari Android Authority, Jumat (9/2/2024).

Bocoran jadwal yang dibagikan Lee memang tidak spesifik, tapi setidaknya informasi ini memastikan bahwa Samsung Smart Galaxy Ring tidak akan diluncurkan di event Mobile World Congress (MWC) yang digelar bulan ini.

Baca juga : Samsung SmartExchange, Solusi Mudah Buang Sampah Elektronik

Samsung sepertinya akan memperkenalkan produk ini secara resmi di event Galaxy Unpacked kedua bersama Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6. Biasanya event ini digelar pada bulan Juli atau Agustus.

Kapan pun tanggal peluncurannya, Samsung Smart Galaxy Ring akan menjadi produk terbaru yang meramaikan pasar smart ring atau cincin pintar. Segmen ini sudah memiliki beberapa pemain lama, termasuk Oura Ring yang mendominasi pasar smart ring.

Belum diketahui fitur canggih apa saja yang akan dibawa Galaxy Ring. Presentasi Samsung di event Galaxy Unpacked kemarin mengatakan perangkat ini akan terintegrasi dengan aplikasi Samsung Health.

Jika dilihat dari kemampuan aplikasi Samsung Health saat ini, Galaxy Ring kemungkinan bisa digunakan untuk memonitor detak jantung, suhu tubuh, kualitas tidur, dan tingkat stress.

Hal ini sesuai dengan hak paten yang diajukan oleh Samsung seperti yang pertama kali dilaporkan oleh outlet Korea Naver, cincin tersebut mungkin menawarkan cukup banyak pelacakan kesehatan.

Pengajuan tersebut menyarankan integrasi sensor EKG dan PPG, dan ini kemungkinan berarti kemampuan untuk melakukan pengukuran detak jantung dan memantau suhu.

Laporan lain dari The Elec mengatakan Samsung sedang mengerjakan satu model – jadi tidak ada versi Plus atau Ultra – dari cincin pintar dalam empat ukuran.

Ia juga mengklaim bahwa versi pengembangan lanjutan dari cincin tersebut terlalu besar untuk segera dikomersialkan.

Samsung dilaporkan mencoba menerapkan sebanyak mungkin fungsi dan berencana menghapus beberapa fungsi tersebut untuk mengurangi ukuran selama fase pengembangan produksi massal.

Menurut Analis Avi Greengart yang melihat prototipe cincin tersebut, cincin tersebut akan tersedia dalam ukuran hingga 13. Analis tersebut juga mencatat bahwa Samsung berencana menawarkan cincin pintar tersebut dalam tiga tahap penyelesaian. Jadi kita tunggu saja kehadirannya di awal semester dua tahun ini! (Icha)

Pengguna Windows, Kini Lebih Leluasa Akses Tiga Aplikasi Apple

0

Telko.id – Apple secara resmi meluncurkan aplikasi Apple TV, Apple Music, dan Apple device di Windows minggu ini.

Sebenarnya, aplikasi ini sudah diluncurkan ditahap awal dalam pratinjau tahun lalu, tetapi Apple kini telah menghapus tag pratinjau setelah bekerja sama dengan Microsoft untuk meluncurkan aplikasi tersebut.

Trio aplikasi tersebut, dikombinasikan dengan aplikasi iCloud untuk Windows yang dirombak, dirancang untuk menjauhkan pengguna Windows dari ketergantungan iTunes, menurut MacRumors.

Jika Anda menggunakan Apple TV, Apple Music, dan Perangkat Apple maka iTunes hanya diperlukan untuk akses ke podcast dan buku audio di Windows.

Baca juga : Apple Watch Series Ultra 2 Resmi Dijual di Indonesia

Aplikasi Apple Music menyediakan akses ke perpustakaan iTunes, di samping pembelian lagu dan album. Apple TV juga memungkinkan pengguna Windows menonton film dan acara TV dari perpustakaan iTunes mereka, bersama dengan konten streaming berlangganan.

Perangkat Apple memungkinkan pemilik PC mencadangkan atau memulihkan iPhone dan iPad, serta menyinkronkan konten ke perangkat tersebut.

Microsoft telah bekerja sama dengan Apple dalam pembuatan aplikasi tersebut, dan bahkan menyambut peluncurannya minggu ini. Microsoft juga sebelumnya meluncurkan integrasi Foto iCloud di Windows, memungkinkan kemampuan untuk menautkan perpustakaan Foto iCloud langsung ke aplikasi Foto bawaan di Windows 11.

Aplikasi Windows baru Apple hanya tersedia di PC tradisional berbasis x86 yang menjalankan Windows 10 atau Windows 11, dan belum ada tanda-tanda versi ARM64 untuk perangkat Windows yang didukung Qualcomm.

Jadi buat kamu yang terikat dengan ekosistem Apple tetapi menggunakan komputer Windows 10/11 bisa download aplikasi Apple MusicApple TV, dan Apple Device secara standalone lalui Microsoft Store. Saat ketiga aplikasi tersebut terinstall, maka iTunes hanya akan bisa digunakan untuk mengakses Podcast dan Audiobook saja.

Namum bagi kamu yang masih menggunakan Windows 10 dibawah versi 19045.0 atau Windows 7/8.x, maka kamu bisa menggunakan iTunes. (Icha)

Nokia dan Vivo Sepakati Perjanjian Lintas Lisensi Paten 5G

0

Telko.id – Nokia hari ini mengumumkan telah menandatangani perjanjian paten lintas lisensi multi-tahun dengan vivo. Berdasarkan perjanjian tersebut, vivo akan melakukan pembayaran royalti kepada Nokia, bersama dengan pembayaran tambahan untuk menutupi periode sengketa.

Perjanjian ini menyelesaikan semua litigasi paten yang tertunda antara para pihak, di semua yurisdiksi. Syarat-syarat perjanjian tetap dirahasiakan sesuai kesepakatan para pihak.

“Ini adalah perjanjian lisensi paten ponsel cerdas keenam yang kami tandatangani dalam tiga belas bulan terakhir, dan kami kini hampir menyelesaikan siklus pembaruan lisensi ponsel cerdas kami,” ungkap Jenni Lukander, Presiden Nokia Technologies dalam keterangan resminya.

Menurut Lukander, perjanjian lisensi ini secara keseluruhan menunjukkan kontribusi signifikan Nokia dalam mengembangkan teknologi-teknologi utama yang diandalkan oleh seluruh industri ponsel pintar dan perjanjian ini akan memberikan stabilitas jangka panjang pada bisnis lisensi Nokia di tahun-tahun mendatang.

Baca juga : Balitower Gandeng Nokia Kembagnkan Jaringan Internet di Indonesia

Lukander menambahkan bahwa Ia senang telah mencapai kesepakatan dengan vivo yang mencerminkan saling menghormati hak kekayaan intelektual satu sama lain. vivo adalah salah satu pemain terkemuka di industri ponsel pintar global.

“Kami berharap dapat menghadirkan lebih banyak inovasi kepada penggunanya di seluruh dunia melalui kolaborasi kami,” ungka Lukander.

“Kami sangat senang telah mencapai perjanjian lintas lisensi global dengan Nokia. Penandatanganan perjanjian ini mencerminkan saling pengakuan dan penghormatan terhadap nilai paten masing-masing dalam teknologi seluler dan juga memainkan peran penting dalam menumbuhkan lingkungan pengembangan yang positif dalam industry,” kata Xianwen Xu, General Manager Departemen Hukum di vivo Mobile Communication Co., Ltd.

Ia pun menyebutkan bahwa Vivo berdedikasi untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan perangkat pintar dan layanan cerdas, menyediakan produk dan layanan berteknologi tinggi yang luar biasa bagi pengguna di seluruh dunia.

Perjanjian ini konsisten dengan asumsi yang diungkapkan Nokia untuk Nokia Technologies dalam Laporan Keuangannya untuk Q4 yang diterbitkan pada tanggal 25 Januari 2024.

Mitra Nokia untuk paten hingga 2023 lalu

Nokia akan mulai mengakui penjualan bersih dari perjanjian ini, termasuk pembayaran tambahan yang mencakup periode tidak adanya pembayaran, pada Q1. 2024.

Nokia Technologies mengalami kemajuan menuju penyelesaian siklus pembaruan lisensi ponsel cerdas dan mencapai kemajuan yang baik di bidang pertumbuhan otomotif, elektronik konsumen, IoT, dan multimedia.

Perusahaan tetap yakin bahwa tingkat penjualan bersih tahunannya akan kembali ke EUR 1,4 hingga 1,5 miliar dalam jangka menengah.

Portofolio paten Nokia yang terdepan di industri dibangun berdasarkan investasi penelitian dan pengembangan senilai €150 miliar sejak tahun 2000 dan terdiri dari sekitar 20.000 kelompok paten, termasuk lebih dari 6.000 kelompok paten yang dinyatakan penting untuk 5G.

Nokia menyumbangkan penemuannya pada standar terbuka dengan imbalan hak untuk melisensikannya berdasarkan ketentuan yang adil, masuk akal, dan non-diskriminatif (FRAND).

Perusahaan dapat melisensikan dan menggunakan teknologi ini tanpa perlu melakukan investasi besar pada standar, mendorong inovasi dan pengembangan produk dan layanan baru bagi konsumen. (Icha)

Counterpoint Nobatkan realme Sebagai “Young People’s Choice”

0

Telko.id – Counterpoint menobatkan realme sebagai “Young People’s Choice”. Predikat ini diraih karena realme dinilai sebagai brand yang paling konsisten dalam meluncurkan produk-produk smartphone inovatif dengan fitur dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginan para anak muda.

Hasil dari laporan tersebut didapatkan dari riset yang dilakukan Counterpoint di enam kota besar di Indonesia, dan melibatkan ribuan responden anak muda berusia dari 18 hingga 30 tahun. Penelitian ini dilakukan oleh Counterpoint untuk melihat ketertarikan anak muda akan perangkat smartphone secara umum.

“Sejak awal realme senantiasa menempatkan anak muda sebagai inti terpenting dari berbagai inovasi yang kami lakukan. Penelitian yang dilakukan oleh Counterpoint menjadi pembuktian bahwa strategi kami yang komprehensif dan selalu berfokus untuk menjawab kebutuhan anak muda tepat sasaran,” kata Ellen Zhou – Marketing Director realme Indonesia.

Ellen menambahkan bahwa predikat ‘Young People’s Choice’ akan mengukuhkan keberadaan realme sebagai brand yang paling mengerti dan mendengarkan anak muda, juga akan memacu realme untuk terus melakukan inovasi-inovasi yang semakin baik ke depannya.

Baca juga : Tahun 2024, Tren Lensa Telefoto akan Melonjak

Penobatan “Young People’s Choice” oleh Counterpoint membuktikan keberhasilan konsistensi realme dalam menjawab kepercayaan para anak muda melalui rangkaian produk dan aktivitas pemasaran yang dilakukan, sejalan dengan identitas realme sebagai brand teknologi yang lebih memahami anak muda.

realme dalam menjalankan bisnisnya selalu berusaha untuk menjawab kebutuhan para anak muda melalui misi untuk memberikan pengalaman teknologi yang melebihi ekspektasi para anak muda di seluruh dunia.

Dalam perjalanannya yang menginjak usia 5 tahun, realme terus menelurkan inovasi-inovasi terbaik di setiap era perkembangan teknologi.

Sebagai brand yang mengerti anak muda, realme tidak sekadar menurunkan teknologi dan fitur yang sebelumnya hanya eksklusif di tingkat flagship ke tingkat yang lebih terjangkau, realme kerap menjadi pelopor inovasi dengan menghadirkan gebrakan yang belum pernah ada sebelumnya yang erat kaitannya dengan kebutuhan anak muda.

Sebagai contoh, pada level global maupun nasional, realme menjadi yang pertama menghadirkan teknologi pengisian daya tercepat pada smartphone, seperti realme GT Neo 3 dengan 150W dan realme GT 3 dengan pengisian daya 240W.

Dalam hal fotografi,  ketika tren ini mulai marak di kalangan anak muda, realme menjadi yang pertama di segmennya menghadirkan kamera beresolusi terbesar 200MP melalui realme 11 Pro+ 5G di tahun lalu.

Mengawali tahun ini, di level global realme juga membuka tahun 2024 dengan memperkenalkan kemampuan fotografi pada Number Series terbaru, yang dikonfirmasi akan turut hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Smartphone realme 12 Pro+ 5G memberikan gebrakan baru di segmennya dengan menyematkan lensa telefoto periskop pertama di segmen kelas menengah.

Kemampuan kamera periskop yang dibawa realme 12 Pro+ 5G akan memberikan pengalaman fotografi yang lebih baik bagi para anak muda dengan kualitas foto jarak jauh dan portrait yang jernih dan tajam, didukung dengan fitur fotografi yang lebih beragam.

Sejalan dengan slogan baru realme, yakni “Make it real.”, temuan dari Counterpoint ini akan membuat realme terus konsisten dan setia pada tujuan awal perusahaan, yaitu untuk terus bertumbuh bersama anak muda. realme juga akan terus menyediakan teknologi terbaik serta meningkatkan pengalaman pengguna dan menjangkau lebih banyak dan melebihi ekspektasi para anak muda. (Icha)